CHAPTER 8

Pagi harinya dimana semuanya berkumpul untuk sarapan pagi. Semenjak kejadian semalam aku menunduk malu dan gak tau kenapa ngeliat muka wajah tanteku seketika aku menjadi gugup.

"Duh gua kenapa ya kok jadi gugup gini sih ya ke tante gua sendiri" Gumamku menunduk malu

"Kamu kenapa sal, kok dari tadi tante liat kamu menunduk terus" Ucapnya tersenyum

"Anu..tann eee..gak kenapa-napa kok tan" Ucapku terbata

"Beneran enggak papa, apa kamu merasa masuk angin lagi" Katanya

"Ii..iya beneran tan enggak kenapa-napa" Ucapku

"Yaudah ayo kita sarapan pagi dulu" Ucapnya

Seberesnya sarapan seperti biasa aku langsung keluar rumah untuk melakukan ritual biasa sehabis makan yaitu ngudud

Sepp huhh..

"Sungguh nikmatnya" Ucapku sambil mengeluarkan asap

Singkatnya aku seperti biasa selalu ikut kemana pun tante ku pergi kini aku dan tanteku seberesnya nganterin bunga langsung menuju kekosmetiknya

"Selamat pagi bu, den" Ucap satpam menyapa aku dan tanteku

"Pagi juga pak rudi, oh iya pak maaf boleh parkirin mobilnya" Ucap tante tiara menyuruh ke pak rudi

"Oh boleh bu" Katanya

"Yaudah ini pak kunci mobilnya nanti kalau sudah anterin ya keruangan saya" Ucapnya sambil melangkahkan kaki kedalam

"Baik bu" Ucap pak rudi

"Yaudah ayo sal ikut keruangan tante" Ajaknya dibalas dengan anggukanku

"Wahh.. wahhh... liat-liat wulan ada si ganteng tuh" Ucap reni kepada wulan

"Wahhh iya duh gua harus kelihatan cantik nih, mana pinjem kacamu takut masih ada ileran dipipi gua rin" Ucapnya yang sibuk ini itu

"Halo selamat pagi" Ucap tante tiara

"Selamat pagi juga bu" Ucap mereka barengan dan langsung menoleh kearahku dengan senyumannya yanh dibuat semanis mungkin

"Meraka pada kenapa ya setiap gua datang kesini mereka selalu liatin gua, apa ada yang salah dengan penampilan gua" Ucapku bingung dengan tingkah wulan dan rina

"Yaudah ibu sama faisal keruangan ibu dulu yah" Ucap tante kepada mereka yang masih terus ngeliatin aku

"Ehhh di ajak ngobrol malah pada senyum-senyun kalian ya ampun, hei rina wulan" Teriak tanteku membuyarkan mereka

"Ehh..mm ii..ya kenapa bu" Ucap mereka barengan

"Ibu mau keruangan ibu dulu sama faisal kalian kenapa malah bengong sambil senyum-senyum" Ucap tante tiara

"Ahh..mm aaa..anu bu ini keponakan ibu kenapa ganteng banget ya" Ucap wulan dengan wajahnya memerah merona

"Ohhh kalian pada suka ya kepada keponakan tante ya.." Ucap tante tiara dengan candaan, mereka yang mendapatkan pertanyaan dari tanteku cuman cengengesan

"Udah ah ibu sama faisal keruangan dulu, ayo sal ikut tante" Ajaknya kepadaku

"Heh wulan lu suka ya kefaisal" Tanya rina kepada wulan

"Iya kayanya gua suka sama dia pas pandangan pertama hehe" Jawabnya dengan senyuman manis

"Yah gua juga sama suka sama dia, berarti kita sama-sama suka kedia yah" Ucap rina

"Ya mau gimana lagi gua udah terlanjur suka kedia, berarti kita harus bersaing dong haha" Candanya wulan

"Ah udahlah nanti kita pikirin baiknya gimana, sekarang kita kerja dulu oke" Ucap rina dibalas dengan anggukan wulan

( Sesampainya diruangan )

"Hahduh sumpah gua canggung banget sama tante tiara, ah tau-tau bakalan begini gak usah turutin permintaannya, tapi kalau ditolak mana bakalan nangis lagi" Gumamku yang masih terus menerus menjadi gugup dikarenakan dengan kejadian semalam.

"Ihhh kamu kenapa sih faisal, dari tadi kayak gak biasanya" Ujar tante tiara yang terus memperhatikanku.

"Mmm...gak kenapa-napa kok tan biasa aja" Jawabku terbata-bata.

"Ya terus kalau gak kenapa-napa kamu dari tadi kok jadi berbeda dengan hari-hari biasanya" Ujarnya.

"Apa gua harus ngomong aja ya supaya gak terus-terusan jadi pikiran gua, ah udahlah mending ngomong aja biar gak pusing terus" Gumamku sambil mengumpulkan keberanian.

"Mmm..gini tan ingin ada yang aku tanyakan ketante" Ucapku dengan menunduk.

"Mau nanyain apa, yaudah ayo tanyain" Ngebetnya yang gak sabaran sekali.

"Mmm..gini tann..kan aaa.kuuu pas kemarin malam k3lu4rinnya did4l4m, apa nantinya akan jadi tan?" Tanyaku dengan berkata dengan terbata-bata.

"Oh ini yang menjadikan kamu berbeda hari ini. Baiklah tante akan jawab oke, ya kalau pun jadi kamu harus tanggung jawab dong" Jawabnya yang menjadikan aku langsung terkejut.

"Hah...ttaaa..tanggung jawab bagaimana tan?" Ucapku menanyakan kebingungan dengan maksud apa aku harus tanggung jawab.

"Ya kalau pun jadi kamu harus nikahin tante dong" Jawabnya dengan sangat santai seolah tiada beban dalam hidupnya.

" APAAAA...." Kagetku dengan apa yang aku barusan dengar.

"Yhahahahah kamu lucu banget sihhh" Ujarnya langsung tertawa terbahak-bahak. Dan aku pun heran kenapa dengan tante tiara dia malah ketawa sedangkan aku disini masih terkejut juga.

"Tante kenapa ketawa? " Tanyaku bingung dengan sikapya.

"Hahduh tante enggak kuat dari tadi nahan tawa soalnya lucu banget sih muka panik kamu hahah" Ucapnya yang masih tertawa.

"Maksudnya tante gimana, aku enggak ngerti" Tanyaku yang sedang kebingungan tidak mengerti apa yang terjadi.

"Tante tuh bercanda dan ingin menjahili kamu dengan untuk membohongi kamu kalau tante bakalan jadi padahal tante lagi tidak dalam masa subur, jadi kamu tenang aja walaupun kamu ngeluarin did4l4m tapi nantinya tidak akan jadi soalnya tante lagi tidak dalam masa subur." Jawabnya, aku pun yang mendengarnya langsung merasakan lega.

"Hufhhhh syukurlah kalau begitu jadi gak terus-terusan jadi pikiranku" Ucapku lega.

"Makasih ya sayang" Ujarnya.

"Hah, makasih apa tan? " Ucapku bingung.

"Makasih untuk semalam hehe" Ucapnya cengengesan.

"Oh itu, ya sama-sama tante aku juga terima kasih banyak hehe" Ujarku cengengesan.

"Eh tapi kenapa semalam tante nangis" Tanyaku kebingungan dengan sikap semalam.

"Habisnya tante sakit hati tau kamu nolak tante terus" Ucapnya cemberut dengan bibirnya manyun kedepan.

"Yaudah aku minta maaf lagi ya dengan kejadian semalam yang aku sama sekali gak tau kalau tante sakit hati karenaku. " Ucapku mencoba untuk meminta maaf.

"Iya tante maafin, lain kali jangan diulangi lagi ya" Pintanya untuk tidak mengulangi lagi.

"Hah mm mmaa..maksudnya gimana tan aku gak ngerti? " Ucapku memang bingung apa yang dia maksud.

"Hih kamu ya gak ngerti mulu. Jadi maksud tante nanti kalau tante minta lagi kamu jangan nolak ajakan tante oke" Jawabnya dengan tersenyum.

"Mmm..ggaaa..ggakk tau tan hehe" Ujarku bingung harus jawab apa.

Dan ya benar sekali ekpresi tante tiara langsung menunduk dengan mata berkaca-kaca hendak ingin menangis.

Tesss...

Keluarlah air mata dari lubuk matanya.

Aku pun yang melihat jadi panik dan hah apa yang harus aku lakukan.

"Ehhh ehh tan kok..kok jadi nangis sih tan" Ucapku.

"Hahduh gua harus gimana ini apa yang harus gua lakukan yaaa supaya dia berhenti menangis" Gumamku kebingungan.

"Oke oke aku akan turuti kalau tante mau" Jawabku pasrah dan ya benar dia langsung berhenti menangis dan langsung tersenyum kearahku.

"Pelukkkk" Ucapnya sambil meregangkan kedua tangannya.

Aku pun menuruti keinginannya dan setelah itu aku kembali duduk dikursi yang tadi aku duduki.

"Huh gini amat punya tante manja kayak anak kecil aja kalau ada kemauan terus gak dituruti ya nangis lah solusinya" Gumamku.

"P3ng3nnnn..." Rengek manja tante tiara.

"Mmm..pee.peeengan apa sih tan" Ucapku ketakutan takut dia meminta.

"Ihhh p3ng3nnn"Rengek manjanya tante tiara.

"Nanti kalau ada orang masuk gimana coba" Jawabku berusaha untuk menghindar.

"Ihhh gak bakalan ada orang masuk, lagian mau ngapain juga masuk ruangan tante" Ucapnya dengan bibir yang manyun kedepan.

"Iya iyaaa ribet amat sihh" Jawabku jengkel.

"Hehe" Cengengesnya dengan senyum senang.

Episodes
1 CHAPTER 1
2 CHAPTER 2
3 CHAPTER 3
4 CHAPTER 5
5 CHAPTER 6
6 CHAPTER 8
7 CHAPTER 9
8 CHAPTER 10
9 CHAPTER 11
10 CHAPTER 12
11 CHAPTER 13
12 CHAPTER 15
13 CHAPTER 17
14 CHAPTER 18
15 CHAPTER 19
16 CHAPTER 20
17 CHAPTER 21
18 CHAPTER 22
19 CHAPTER 23
20 CHAPTER 25
21 CHAPTER 26
22 CHAPTER 27
23 CHAPTER 28
24 CHAPTER 29
25 CHAPTER 30
26 CHAPTER 31
27 CHAPTER 32
28 CHAPTER 33
29 CHAPTER 34
30 CHAPTER 35
31 CHAPTER 36
32 CHAPTER 37
33 CHAPTER 38
34 CHAPTER 39
35 CHAPTER 40
36 CHAPTER 41
37 CHAPTER 42
38 CHAPTER 43
39 CHAPTER 44
40 CHAPTER 45
41 CHAPTER 46
42 CHAPTER 47
43 CHAPTER 48
44 CHAPTER 49
45 CHAPTER 50
46 CHAPTER 51
47 CHAPTER 52
48 CHAPTER 53
49 CHAPTER 54
50 CHAPTER 55
51 BAB 57
52 BAB 58
53 BAB 59
54 BAB 60
55 BAB 61
56 BAB 62
57 BAB 63
58 BAB 64
59 BAB 65
60 BAB 66
61 BAB 67
62 BAB 68
63 BAB 69
64 BAB 70
65 BAB 73
66 BAB 74
67 BAB 75
68 BAB 76
69 BAB 77
70 BAB 78
71 BAB 79
72 BAB 80
73 BAB 81
74 BAB 82
75 BAB 83
76 BAB 84
77 BAB 85
78 BAB 86
79 BAB 87
80 BAB 88
81 BAB 89
82 BAB 90
83 BAB 91
84 BAB 92
85 BAB 93
86 BAB 94
87 BAB 95
88 BAB 96
89 BAB 97
90 BAB 98
91 BAB 99
92 BAB 100
93 BAB 101
94 BAB 102
95 BAB 103
96 BAB 104
97 BAB 105
98 BAB 106
99 BAB 107
100 BAB 108
101 BAB 109
102 BAB 110
103 BAB 111
104 BAB 112
105 BAB 113
106 BAB 114
107 BAB 115
108 BAB 116
109 BAB 117
110 BAB 118
111 BAB 119
112 BAB 120
113 BAB 121
114 BAB 122
115 BAB 123
Episodes

Updated 115 Episodes

1
CHAPTER 1
2
CHAPTER 2
3
CHAPTER 3
4
CHAPTER 5
5
CHAPTER 6
6
CHAPTER 8
7
CHAPTER 9
8
CHAPTER 10
9
CHAPTER 11
10
CHAPTER 12
11
CHAPTER 13
12
CHAPTER 15
13
CHAPTER 17
14
CHAPTER 18
15
CHAPTER 19
16
CHAPTER 20
17
CHAPTER 21
18
CHAPTER 22
19
CHAPTER 23
20
CHAPTER 25
21
CHAPTER 26
22
CHAPTER 27
23
CHAPTER 28
24
CHAPTER 29
25
CHAPTER 30
26
CHAPTER 31
27
CHAPTER 32
28
CHAPTER 33
29
CHAPTER 34
30
CHAPTER 35
31
CHAPTER 36
32
CHAPTER 37
33
CHAPTER 38
34
CHAPTER 39
35
CHAPTER 40
36
CHAPTER 41
37
CHAPTER 42
38
CHAPTER 43
39
CHAPTER 44
40
CHAPTER 45
41
CHAPTER 46
42
CHAPTER 47
43
CHAPTER 48
44
CHAPTER 49
45
CHAPTER 50
46
CHAPTER 51
47
CHAPTER 52
48
CHAPTER 53
49
CHAPTER 54
50
CHAPTER 55
51
BAB 57
52
BAB 58
53
BAB 59
54
BAB 60
55
BAB 61
56
BAB 62
57
BAB 63
58
BAB 64
59
BAB 65
60
BAB 66
61
BAB 67
62
BAB 68
63
BAB 69
64
BAB 70
65
BAB 73
66
BAB 74
67
BAB 75
68
BAB 76
69
BAB 77
70
BAB 78
71
BAB 79
72
BAB 80
73
BAB 81
74
BAB 82
75
BAB 83
76
BAB 84
77
BAB 85
78
BAB 86
79
BAB 87
80
BAB 88
81
BAB 89
82
BAB 90
83
BAB 91
84
BAB 92
85
BAB 93
86
BAB 94
87
BAB 95
88
BAB 96
89
BAB 97
90
BAB 98
91
BAB 99
92
BAB 100
93
BAB 101
94
BAB 102
95
BAB 103
96
BAB 104
97
BAB 105
98
BAB 106
99
BAB 107
100
BAB 108
101
BAB 109
102
BAB 110
103
BAB 111
104
BAB 112
105
BAB 113
106
BAB 114
107
BAB 115
108
BAB 116
109
BAB 117
110
BAB 118
111
BAB 119
112
BAB 120
113
BAB 121
114
BAB 122
115
BAB 123

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!