Pagi Berkah Awal Baru untuk Nadia Dan Arman

Setelah Arman meninggalkan rumah Nadia, malam itu menjadi momen refleksi yang mendalam bagi Nadia. Ia merebahkan tubuhnya di ranjang, berusaha menenangkan jantungnya yang masih berdebar kencang setelah percakapan penuh emosi dengan Arman. Langit malam terlihat cerah dari jendela, namun pikiran Nadia dipenuhi campuran kegembiraan dan kekhawatiran.

Nadia menatap langit-langit kamar sambil membayangkan kembali ciuman mendalam yang baru saja mereka bagikan. “Huft! Aku tadi takut sekali sumpah waktu Mas Arman mengajakku ke kamar,” gumam Nadia pada dirinya sendiri. “Untung aku bisa mencegahnya. Coba kalau aku nurut, hilang sudah keperawananku hik hik hik.”

Dia tertawa kecil, merasa lega karena telah menjaga integritasnya, tapi ciuman yang hangat dan lidah Arman yang menari-nari di dalam mulutnya membuatnya merasa geli sekaligus nagih. Rasa ciuman itu membuatnya merasa baru pertama kali merasakannya. "Geli banget sih, tapi sumpah bikin nagih," pikir Nadia sambil membayangkan kembali momen tersebut dengan senyum di bibirnya.

Ia menggulingkan tubuhnya di ranjang, mencoba menghilangkan rasa deg-degan yang masih terasa. Bayangan ciuman itu terus muncul di pikirannya, membuatnya merasa senang tapi sekaligus malu. "Rasa ciuman itu benar-benar sesuatu yang baru bagiku. Aku belum pernah merasakan seperti itu sebelumnya," pikir Nadia sambil membayangkan bagaimana lidah Arman dengan lembut menari di dalam mulutnya, membuatnya merasa bergetar.

Nadia teringat saat Arman dengan lembut menarik tangannya dan membisikkan ajakan untuk masuk ke kamar. “Arman memang orang yang istimewa,” gumam Nadia dengan lembut. “Aku tahu dia benar-benar peduli padaku, tapi aku juga harus menjaga diriku. Kita baru memulai hubungan ini, dan aku ingin memastikan bahwa semua momen kita bersama adalah sesuatu yang berarti.”

Nadia menyandarkan kepala di bantal, membiarkan pikiran positif mengisi pikirannya. Ia merasa bahagia dengan kemajuan hubungan mereka, tapi juga tahu bahwa cinta yang sebenarnya membutuhkan waktu dan kesabaran untuk berkembang. “Aku percaya bahwa kita bisa membangun sesuatu yang indah bersama-sama,” pikir Nadia dengan keyakinan.

Dengan senyuman lembut, Nadia membayangkan masa depan mereka. Ia membayangkan bagaimana mereka akan terus saling mendukung dan memahami satu sama lain. “Mas Arman mungkin sudah menunjukkan betapa seriusnya dia dengan perasaannya, tapi aku juga ingin memastikan bahwa kita membangun hubungan ini dengan fondasi yang kuat.”

Saat tidur mulai memanggilnya, Nadia berdoa dalam hati, berharap hubungan mereka akan terus berkembang dengan baik. Ia merasa yakin bahwa perjalanan mereka baru saja dimulai dan penuh dengan kemungkinan. Dengan semangat baru, ia menatap masa depan mereka dengan penuh harapan.

Lalu Arman setelah meninggalkan rumah Nadia, Arman mengemudikan mobilnya dengan perasaan campur aduk. Ia menggerutu sambil memukul-mukulkan tangannya di stir mobilnya, “Ah sial! Aku gagal mengajak Nadia ke kamar. Padahal aku sudah tidak tahan dengan tubuh Nadia, aku sudah sangat merangsang, tapi ya sudahlah, Nadia benar, hubungan ini harus dijaga, bukan dirusak,” keluh Arman sambil mengangguk-angguk sendiri, berusaha menenangkan hatinya.

Perasaan campur aduk membuat Arman semakin terjebak dalam pikirannya sendiri. Setiap kali ia berpikir tentang Nadia, ingatan akan ciuman mereka membuatnya merasa hangat dan gembira. “Tapi,” pikirnya, “Nadia benar-benar spesial. Ciuman itu... rasanya luar biasa.” Arman mengingat bagaimana lidah Nadia terasa lembut dan kenyal, dan bagaimana napasnya segar seperti embun pagi. “Sumpah, aku ketagihan!” gumamnya sambil tersenyum sendiri.

Dia memikirkan kembali momen-momen ketika dia mencoba mendekati Nadia, bagaimana dia merasakan ketegangan saat dia berniat untuk lebih dekat. Arman mengingat betapa cemasnya dia saat Nadia menolak ajakannya untuk masuk ke kamar, dan bagaimana Nadia dengan lembut namun tegas mengingatkan bahwa mereka harus menjaga kesucian hubungan mereka.

“Sungguh, Nadia sangat luar biasa,” pikir Arman dengan penuh rasa hormat. “Aku tahu dia benar. Hubungan ini adalah tentang saling menghormati dan membangun fondasi yang kuat. Meskipun aku sangat menginginkan lebih, aku harus sabar dan menghargai batasan yang dia buat.”

Saat lampu lalu lintas berwarna merah, Arman berhenti dan menatap ke luar jendela. Ia melihat langit malam yang cerah, dan pikirannya melayang kembali ke wajah Nadia yang tersenyum manis saat ciuman pertama mereka. “Aku benar-benar beruntung. Nadia adalah wanita yang sangat istimewa dan aku tidak ingin mengecewakannya,” katanya pada dirinya sendiri dengan penuh keyakinan.

Arman menyadari betapa pentingnya untuk membangun hubungan yang kuat dan sehat. Meskipun malam tadi penuh gairah, dia juga memahami betapa pentingnya untuk tidak terburu-buru dan untuk memastikan bahwa setiap langkah yang mereka ambil saling mendukung dan membangun kepercayaan.

Ketika lampu lalu lintas berubah menjadi hijau, Arman melanjutkan perjalanan pulangnya dengan hati yang lebih ringan. Ia memutuskan untuk menulis pesan singkat untuk Nadia, agar dia tahu betapa dia menghargai malam yang mereka habiskan bersama dan betapa pentingnya Nadia baginya.

Di rumah, setelah mengunci mobil, Arman masuk ke dalam dan duduk di meja dapur sambil mengetik pesan tersebut. Dengan penuh perhatian, ia menulis:

“Sayang, malam ini sangat berarti bagiku. Aku ingin kamu tahu betapa aku menghargai setiap momen yang kita habiskan bersama. Aku memahami betapa pentingnya menjaga hubungan ini dengan baik, dan aku siap untuk melakukannya. Terima kasih telah menunjukkan betapa kamu juga peduli. Aku tidak sabar untuk bertemu lagi dan membuat lebih banyak kenangan indah bersama kamu. Selamat malam, sayang.”

Setelah mengirim pesan tersebut, Arman merasa lega. Meskipun hatinya masih dipenuhi dengan rasa penasaran dan keinginan, ia tahu bahwa hubungan mereka membutuhkan waktu untuk berkembang dengan cara yang benar. Dengan semangat baru dan rasa cinta yang mendalam, Arman siap untuk menjalani setiap hari dengan penuh harapan dan antusiasme.

Ia melanjutkan rutinitas malamnya dengan pikiran penuh tentang masa depan bersama Nadia. Dia membayangkan bagaimana mereka akan melewati banyak momen indah dan tantangan bersama, saling mendukung dan mencintai satu sama lain. Arman yakin bahwa meskipun perjalanan ini mungkin penuh dengan rintangan, cinta dan kesabaran akan membimbing mereka menuju kebahagiaan yang lebih besar.

Keesokan paginya, saat matahari mulai memancarkan sinarnya melalui jendela, Nadia merasa segar dan siap menghadapi hari baru. Dengan semangat dan kebahagiaan baru, ia menantikan hari-hari berikutnya bersama Arman. Ia siap untuk melanjutkan perjalanan cinta mereka dengan penuh kesabaran, cinta, dan kepercayaan. Dan dengan senyum lembut di bibirnya, Nadia memulai hari baru, siap untuk menjelajahi setiap momen indah yang akan datang dalam perjalanan cinta mereka.

Nadia terbangun dengan rasa segar dan penuh semangat. Tidur malam yang nyenyak membuatnya merasa siap menghadapi hari baru. Ia memulai rutinitas paginya dengan penuh keceriaan, mengingat momen indah semalam bersama Arman. Senyum lembut di bibirnya tidak pernah pudar sepanjang pagi.

Nadia berdiri di depan cermin, memperhatikan dirinya sendiri dengan penuh kepuasan. “Hari ini adalah awal dari babak baru dalam hidupku,” gumamnya sambil merapikan rambutnya. Pikirannya melayang ke Arman dan ciuman mereka yang begitu berarti, membuat hatinya berdebar penuh kebahagiaan. Ia merasa siap untuk melanjutkan perjalanan cinta mereka dengan penuh kesabaran, cinta, dan kepercayaan.

Setelah selesai bersiap, Nadia turun ke dapur dan mulai menyiapkan sarapan. Setiap gerakan tangan dan aroma kopi yang menyebar di udara membuatnya semakin bersemangat. Ia membayangkan bagaimana Arman akan terkejut melihatnya pagi ini, dan bagaimana mereka akan menghabiskan waktu bersama dalam beberapa hari mendatang.

Ketika sarapan siap, Nadia duduk di meja makan sambil menunggu pesan dari Arman. Ia memikirkan bagaimana malam tadi Arman sangat menghargai batasan yang ia tetapkan, dan bagaimana itu menunjukkan betapa Arman benar-benar peduli padanya. Pagi ini, ia merasa lebih yakin dari sebelumnya bahwa hubungan mereka akan tumbuh menjadi sesuatu yang indah dan penuh makna.

Tiba-tiba, ponselnya bergetar. Nadia melihat pesan dari Arman, yang berbunyi:

“Selamat pagi, sayang. Aku harap kamu tidur nyenyak dan siap menghadapi hari ini. Aku ingin memberitahumu betapa bahagianya aku bisa bersamamu dan betapa aku menghargai kesabaranmu. Aku tidak sabar untuk melihatmu lagi dan melanjutkan perjalanan kita. Semangat untuk hari ini, ya. Love you!”

Nadia tersenyum lebar membaca pesan tersebut, merasa hati dan jiwanya dipenuhi dengan kebahagiaan. Ia membalas pesan Arman dengan penuh kasih sayang, mengungkapkan betapa ia juga merindukan Arman dan siap untuk melanjutkan hubungan mereka dengan penuh cinta.

“Selamat pagi, sayang. Pesanmu membuatku semakin bersemangat untuk hari ini. Aku juga sangat menantikan saat-saat kita bersama. Terima kasih atas segala perhatian dan cinta yang kau berikan. Aku mencintaimu lebih dari yang bisa aku ungkapkan. Semangat untuk hari ini dan hari-hari berikutnya. Love you too!”

Setelah mengirim balasan, Nadia menikmati sarapannya dengan perasaan penuh syukur. Setiap suapan sarapan terasa lebih lezat karena perasaan bahagia dan cinta yang ia rasakan. Ia memutuskan untuk memanfaatkan hari ini dengan cara terbaik, menjalani rutinitas sehari-hari dengan semangat baru.

Hari itu di sekolah, Nadia mengajar dengan penuh keceriaan. Setiap senyuman dan kata-katanya penuh energi positif, dan para murid merasakannya. Mereka menikmati pelajaran dengan semangat yang menular dari Bu Nadia. Aldo, yang sangat dekat dengannya, juga merasa senang daN penuh antusiasme.

Di akhir hari, Nadia kembali ke rumah dengan perasaan bahagia. Setiap momen hari itu terasa penuh makna karena ia tahu bahwa perjalanan cintanya dengan Arman baru saja dimulai. Dengan senyum lembut di bibirnya, Nadia mempersiapkan diri untuk menjelajahi setiap momen indah yang akan datang dalam perjalanan cinta mereka, siap menghadapi segala tantangan dan merayakan setiap kebahagiaan bersama Arman.

Episodes
1 "Hari Ceria di TK Pertiwi"
2 "Kapal Impian di TK Pertiwi"
3 "Penjelajah Alam di TK Pertiwi"
4 Hari Penuh Warna di TK Pertiwi
5 Pesona Bu Nadia yang Membuat Jatuh Hati
6 Bu Nadia dan Kehebohan Wali Murid di TK Pertiwi
7 Wali Murid Nekat, Bu Nadia Salting!
8 Bu Nadia, Pak Arman, dan Getaran yang Mengganggu
9 Pesona Bu Nadia dan Kejaran Pak Arman
10 Cinta di Depan Gerbang - Bu Nadia dan Pak Arman
11 Pertemuan di Alun-Alun Bu Nadia dan Duda Pak Arman
12 Kejutan Ulang Tahun - Pengakuan di Tengah Cinta
13 Malam Yang Indah, Calon Mama Baru
14 Keceplosan Aldo - Rahasia Bu Guru Terbongkar
15 Cinta di Taman Belajar - Kisah Nadia, Arman, dan Aldo
16 Cinta di Taman Belajar - Kisah Nadia, Arman, dan Aldo
17 Cinta di Pangkuan - Kisah Nadia dan Arman
18 Kejutan Manis di Malam Hari
19 Pagi Berkah Awal Baru untuk Nadia Dan Arman
20 Petualangan Seru Study Tour ke Jogja!
21 Ciuman di Roller Coaster dan Momen Hangat di Bus - Cinta Arman dan Nadia
22 Mengukir Cinta - Perjalanan Nadia dan Arman Menuju Keluarga Bahagia
23 Kejutan Malam - Dari Ketegangan ke Kebahagiaan
24 Petualangan Cinta di Balik Roller Coaster
25 Cinta yang Menguatkan
26 Melepas Rindu di Kali
27 Keceriaan dan Kesedihan
28 Aldo Berak Di Celana
29 Arman Bahagia Sekali Cengar Cengir Terus
30 Kejutan Spesial untuk Aldo
31 Serangan Tak Terduga
32 Aldo Kelas 1 SD
33 Godaan di Malam Hari
34 Petualangan Keluarga di Kebun Buah
35 Keseruan di Danau
36 Gatalnya Paha Nadia
37 Kembali ke Kehidupan Sehari-hari
38 Nabrak Pintu
39 Nadia yang Capek
40 Teror di Pantai
41 Muntah yang Tak Terduga
42 Gairah dan Tantangan
43 Tantangan di Pagi Hari
44 Malam yang Menegangkan
45 Mencari Tahu
46 Rencana Seru di Hari Libur
47 Permainan Lidah
48 Arman dan Pertarungan dengan Preman
49 Persahabatan yang Tak Terduga
50 Bab 50: Terjebak dalam Ketegangan
51 Bab 51: Kucing Hitam dan Kejutan
52 Bab 52: Kejutan di Pagi Hari
53 Bab 53: Mimpi dan Misteri di Balik Jam Antik
54 Bab 54: Bahaya di Balik Kulit Pisang
55 Bab 55: Kehadiran yang Tak Terlihat
56 Bab 56: Celana Sobek dan Kekacauan Tengah Malam
57 Bab 57: Gigitan Mengerikan dari Pocongan
58 Bab 58: Gigit Hidung Aldo
59 Bab 59: Sekarang Pocongan Gigit Nadia
60 Bab 60: Keintiman di Antara Kita
61 Bab 61: Insiden Dipatok Ayam Jago Galak
62 Bab 62: Ayam Jago Pembawa Masalah
63 Bab 63: Kandang Ayam Jago
64 Bab 64: Serangan Ayam yang Tak Terduga
65 Bab 65: Jago Baper Gila Melawan Musuh Baru
66 Bab 66: Malam Misterius di Kandang Ayam
67 Bab 67: Kejadian Aneh di Pagi Hari
68 Bab 68: Nadia, Sang Guru TK yang Cantik
69 Bab 69: Kejutan di Hari Guru
Episodes

Updated 69 Episodes

1
"Hari Ceria di TK Pertiwi"
2
"Kapal Impian di TK Pertiwi"
3
"Penjelajah Alam di TK Pertiwi"
4
Hari Penuh Warna di TK Pertiwi
5
Pesona Bu Nadia yang Membuat Jatuh Hati
6
Bu Nadia dan Kehebohan Wali Murid di TK Pertiwi
7
Wali Murid Nekat, Bu Nadia Salting!
8
Bu Nadia, Pak Arman, dan Getaran yang Mengganggu
9
Pesona Bu Nadia dan Kejaran Pak Arman
10
Cinta di Depan Gerbang - Bu Nadia dan Pak Arman
11
Pertemuan di Alun-Alun Bu Nadia dan Duda Pak Arman
12
Kejutan Ulang Tahun - Pengakuan di Tengah Cinta
13
Malam Yang Indah, Calon Mama Baru
14
Keceplosan Aldo - Rahasia Bu Guru Terbongkar
15
Cinta di Taman Belajar - Kisah Nadia, Arman, dan Aldo
16
Cinta di Taman Belajar - Kisah Nadia, Arman, dan Aldo
17
Cinta di Pangkuan - Kisah Nadia dan Arman
18
Kejutan Manis di Malam Hari
19
Pagi Berkah Awal Baru untuk Nadia Dan Arman
20
Petualangan Seru Study Tour ke Jogja!
21
Ciuman di Roller Coaster dan Momen Hangat di Bus - Cinta Arman dan Nadia
22
Mengukir Cinta - Perjalanan Nadia dan Arman Menuju Keluarga Bahagia
23
Kejutan Malam - Dari Ketegangan ke Kebahagiaan
24
Petualangan Cinta di Balik Roller Coaster
25
Cinta yang Menguatkan
26
Melepas Rindu di Kali
27
Keceriaan dan Kesedihan
28
Aldo Berak Di Celana
29
Arman Bahagia Sekali Cengar Cengir Terus
30
Kejutan Spesial untuk Aldo
31
Serangan Tak Terduga
32
Aldo Kelas 1 SD
33
Godaan di Malam Hari
34
Petualangan Keluarga di Kebun Buah
35
Keseruan di Danau
36
Gatalnya Paha Nadia
37
Kembali ke Kehidupan Sehari-hari
38
Nabrak Pintu
39
Nadia yang Capek
40
Teror di Pantai
41
Muntah yang Tak Terduga
42
Gairah dan Tantangan
43
Tantangan di Pagi Hari
44
Malam yang Menegangkan
45
Mencari Tahu
46
Rencana Seru di Hari Libur
47
Permainan Lidah
48
Arman dan Pertarungan dengan Preman
49
Persahabatan yang Tak Terduga
50
Bab 50: Terjebak dalam Ketegangan
51
Bab 51: Kucing Hitam dan Kejutan
52
Bab 52: Kejutan di Pagi Hari
53
Bab 53: Mimpi dan Misteri di Balik Jam Antik
54
Bab 54: Bahaya di Balik Kulit Pisang
55
Bab 55: Kehadiran yang Tak Terlihat
56
Bab 56: Celana Sobek dan Kekacauan Tengah Malam
57
Bab 57: Gigitan Mengerikan dari Pocongan
58
Bab 58: Gigit Hidung Aldo
59
Bab 59: Sekarang Pocongan Gigit Nadia
60
Bab 60: Keintiman di Antara Kita
61
Bab 61: Insiden Dipatok Ayam Jago Galak
62
Bab 62: Ayam Jago Pembawa Masalah
63
Bab 63: Kandang Ayam Jago
64
Bab 64: Serangan Ayam yang Tak Terduga
65
Bab 65: Jago Baper Gila Melawan Musuh Baru
66
Bab 66: Malam Misterius di Kandang Ayam
67
Bab 67: Kejadian Aneh di Pagi Hari
68
Bab 68: Nadia, Sang Guru TK yang Cantik
69
Bab 69: Kejutan di Hari Guru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!