Keceplosan Aldo - Rahasia Bu Guru Terbongkar

Esok paginya, seperti biasa, Bu Nadia berangkat ke sekolah dengan perasaan penuh semangat. Pikirannya masih melayang-layang pada Pak Arman dan percakapan hangat mereka semalam. Namun, sebagai guru yang profesional, ia harus tetap fokus pada tugasnya, yakni mengajar anak-anak TK yang ceria.

Begitu sampai di kelas, Nadia disambut dengan keceriaan murid-muridnya. Mereka sibuk dengan permainan pagi yang selalu membuat suasana kelas menjadi hidup. Dengan senyum manis, Bu Nadia memulai pelajaran. “Anak-anak, hari ini kita akan belajar tentang binatang. Siapa yang bisa sebutkan nama binatang kesukaannya?”

Semua murid langsung mengangkat tangan, berseru-seru menyebutkan binatang favorit mereka, dari kucing, anjing, sampai gajah. Namun, di tengah riuh rendah itu, tiba-tiba Aldo, dengan wajah polosnya, tanpa sengaja keceplosan, “Bu Nadia, calon mama ku!”

Kelas seketika hening. Semua murid yang tadi semangat berteriak sekarang terdiam bingung, menatap Aldo dengan tatapan penasaran. Beberapa anak mulai berbisik-bisik, sementara yang lain menatap Bu Nadia dengan heran. Aldo, tanpa menyadari apa yang baru saja diucapkannya, masih tersenyum manis, seolah itu adalah hal biasa.

Bu Nadia langsung tersentak. Wajahnya memerah seketika, dan ia merasa sedikit salah tingkah. Dalam hati ia berpikir, "Astaga, Aldo! Kok kamu bisa keceplosan begitu sih?"

Dia mencoba menenangkan diri, menutup mulutnya sebentar dengan telapak tangan, menahan tawa campur malu. "Aldo, ehm... Maksud kamu apa ya, Nak?" tanya Bu Nadia sambil tersenyum tipis, berharap Aldo tidak mengulangi kata-kata itu lagi.

Aldo, dengan polosnya, menjawab, "Iya, kata Papa, Bu Nadia calon mama aku!"

Semua murid semakin bingung. Ada yang tertawa kecil, ada yang malah serius berpikir. Bu Nadia semakin salah tingkah. Ia mengusap rambut Aldo pelan dan mencoba mengalihkan perhatian murid-murid dengan cepat. "Ayo, ayo, kita kembali belajar ya. Kita bahas lagi tentang binatang, siapa yang suka kucing?"

Tapi bukannya fokus, beberapa murid malah terus menatap Bu Nadia dengan rasa penasaran. Salah satu murid, Dinda, yang duduk di barisan depan, tiba-tiba bertanya dengan suara polos, “Bu, kalau jadi calon mama Aldo, Bu Nadia bakalan masak buat kita semua juga nggak?”

Kelas meledak dalam tawa, termasuk Bu Nadia yang sudah tak bisa menahan senyum malu dan tawa lucu. “Waduh, kalian ini ya,” kata Bu Nadia dengan nada menggoda, “Ayo belajar dulu, nanti baru kita bahas soal itu ya!” Ia menggelengkan kepala sambil tertawa kecil.

Meskipun malu, momen itu membuat suasana kelas jadi lebih hangat dan ceria. Tapi dalam hati, Bu Nadia tahu, percakapan Aldo tadi pasti akan menjadi bahan gurauan antara dirinya dan Pak Arman nanti. Dia membayangkan bagaimana reaksi Pak Arman saat mendengar cerita ini.

"Sabar ya, Aldo. Mungkin nanti kita bahas lagi soal calon mama," pikir Bu Nadia sambil tersenyum sendiri.

Saat bel istirahat berbunyi, Bu Nadia berjalan keluar kelas sambil menarik napas panjang. Ia melangkah menuju ruang guru, di mana beberapa rekannya sudah berkumpul. Setelah menaruh buku di meja, ia memberanikan diri untuk membuka pembicaraan.

"Eh, kalian... aku mau cerita sesuatu," kata Nadia pelan sambil tersenyum malu.

Bu Rina, rekan sesama guru, langsung mengangkat alis penasaran. "Cerita apa, Nad? Kok mukamu senyum-senyum gitu?"

Nadia tersipu malu, lalu dengan perlahan-lahan berkata, "Aku... jadian sama Mas Arman, bapaknya Aldo."

Semua rekan guru terdiam sesaat, lalu mereka serempak berkata, "HAH?!"

Bu Fitri, yang terkenal paling kepo, langsung mendekat. "Beneran? Kok bisa? Wah, wah, wah... cerita lengkapnya dong!"

Nadia tertawa kecil, merasa pipinya mulai memerah lagi. "Ya, awalnya sih Mas Arman sering antar jemput Aldo, dan dia mulai deketin aku. Awalnya aku cuek, tapi ya lama-lama...," Nadia berhenti sejenak, terlihat bingung mencari kata yang tepat. "Ya, gimana, dia terus usaha. Sampai akhirnya ya aku... luluh juga," katanya sambil tersenyum malu.

Bu Rina langsung menepuk tangan Nadia dengan geli. "Ih, romantis banget, Nad! Jadi ceritanya Bapak Arman yang serius ngejar kamu, ya?"

Nadia hanya mengangguk. "Iya, aku nggak nyangka, tadinya dia cuma wali murid, eh, ternyata sekarang pacarku."

Bu Fitri tertawa kecil sambil menutup mulutnya. "Pantesan Aldo tadi keceplosan manggil kamu 'calon mama', ya. Kamu sampe merah banget mukanya di kelas."

Semua guru langsung tertawa keras membayangkan momen tersebut, sementara Nadia hanya bisa ikut tersenyum sambil menutupi wajahnya yang semakin memerah.

"Wah, jadi kapan nih dikenalin resmi sama anak-anak TK yang lain?" canda Bu Rina.

Nadia langsung melotot lucu ke arah mereka. "Eh, jangan gitu dong, jangan bikin malu aku!"

Namun, dalam hatinya, Nadia merasa bahagia bisa berbagi cerita ini. Rasanya hubungan mereka makin nyata dan terbuka sekarang.

Saat bel pulang hampir berbunyi, suasana di sekolah mulai ramai. Pak Arman sudah standby di parkiran, menunggu Aldo sambil duduk di atas motornya. Matanya tak henti-hentinya melirik ke arah pintu kelas, menunggu Nadia muncul. Bel pulang berbunyi, dan anak-anak TK langsung berhamburan keluar, termasuk Aldo yang berlari kecil menuju ayahnya.

Namun, yang membuat hati Arman berdegup kencang bukanlah Aldo, melainkan sosok Nadia yang berjalan di belakang murid-muridnya dengan senyum lembut di wajahnya. Begitu Nadia keluar dari pintu kelas, Arman langsung turun dari motornya dan menghampiri.

"Sayang!" panggil Arman sambil tersenyum lebar, "Gimana hari ini mengajarnya? Lancar?"

Mendengar kata "sayang" terucap begitu saja, Bu Fitri dan Bu Rina, yang sedang berjalan tak jauh dari situ, langsung berhenti sejenak. Mata mereka langsung melirik ke arah Nadia dengan penuh rasa ingin tahu.

"Ehemm... ehemm...," Bu Rina pura-pura batuk sambil menatap ke arah mereka, lalu dengan nada menggoda ia menambahkan, "Ciee... ciee... sayang-sayangan nih."

Bu Fitri ikut tertawa sambil menutup mulutnya. "Aduh, romantis banget di depan sekolah, ya. Kalau kayak gini terus bisa-bisa kita dapet undangan, nih!"

Nadia langsung merah padam mendengar ejekan dari teman-temannya. Ia mencoba tetap tenang, tapi jelas kelihatan bahwa pipinya merona. "Ih, kalian bisa aja," jawab Nadia sambil memalingkan wajahnya dari Arman, yang hanya tersenyum penuh percaya diri.

Arman, yang sama sekali tidak terganggu oleh ejekan itu, malah semakin senang. "Ya biar mereka tahu aja, sayang. Kan udah resmi kita pacaran," katanya sambil menatap Nadia dengan tatapan lembut.

"Udah ah, jangan panggil gitu di depan orang," Nadia berbisik pelan, mencoba menjaga wibawanya sebagai guru. Tapi Arman hanya tertawa pelan, lalu mengedipkan mata ke arah Bu Fitri dan Bu Rina, yang masih memandang mereka dengan senyum penuh arti.

"Tenang aja, sayang. Besok juga mereka udah biasa," jawab Arman santai.

Nadia hanya bisa tersenyum sambil menunduk, berusaha menutupi perasaan malu bercampur bahagia yang sedang membuncah di dadanya. Pak Arman, seperti biasa, tetap tenang dan santai menghadapi situasi ini. Bagi dia, yang penting sekarang adalah hubungan mereka sudah jelas di mata semua orang.

Episodes
1 "Hari Ceria di TK Pertiwi"
2 "Kapal Impian di TK Pertiwi"
3 "Penjelajah Alam di TK Pertiwi"
4 Hari Penuh Warna di TK Pertiwi
5 Pesona Bu Nadia yang Membuat Jatuh Hati
6 Bu Nadia dan Kehebohan Wali Murid di TK Pertiwi
7 Wali Murid Nekat, Bu Nadia Salting!
8 Bu Nadia, Pak Arman, dan Getaran yang Mengganggu
9 Pesona Bu Nadia dan Kejaran Pak Arman
10 Cinta di Depan Gerbang - Bu Nadia dan Pak Arman
11 Pertemuan di Alun-Alun Bu Nadia dan Duda Pak Arman
12 Kejutan Ulang Tahun - Pengakuan di Tengah Cinta
13 Malam Yang Indah, Calon Mama Baru
14 Keceplosan Aldo - Rahasia Bu Guru Terbongkar
15 Cinta di Taman Belajar - Kisah Nadia, Arman, dan Aldo
16 Cinta di Taman Belajar - Kisah Nadia, Arman, dan Aldo
17 Cinta di Pangkuan - Kisah Nadia dan Arman
18 Kejutan Manis di Malam Hari
19 Pagi Berkah Awal Baru untuk Nadia Dan Arman
20 Petualangan Seru Study Tour ke Jogja!
21 Ciuman di Roller Coaster dan Momen Hangat di Bus - Cinta Arman dan Nadia
22 Mengukir Cinta - Perjalanan Nadia dan Arman Menuju Keluarga Bahagia
23 Kejutan Malam - Dari Ketegangan ke Kebahagiaan
24 Petualangan Cinta di Balik Roller Coaster
25 Cinta yang Menguatkan
26 Melepas Rindu di Kali
27 Keceriaan dan Kesedihan
28 Aldo Berak Di Celana
29 Arman Bahagia Sekali Cengar Cengir Terus
30 Kejutan Spesial untuk Aldo
31 Serangan Tak Terduga
32 Aldo Kelas 1 SD
33 Godaan di Malam Hari
34 Petualangan Keluarga di Kebun Buah
35 Keseruan di Danau
36 Gatalnya Paha Nadia
37 Kembali ke Kehidupan Sehari-hari
38 Nabrak Pintu
39 Nadia yang Capek
40 Teror di Pantai
41 Muntah yang Tak Terduga
42 Gairah dan Tantangan
43 Tantangan di Pagi Hari
44 Malam yang Menegangkan
45 Mencari Tahu
46 Rencana Seru di Hari Libur
47 Permainan Lidah
48 Arman dan Pertarungan dengan Preman
49 Persahabatan yang Tak Terduga
50 Bab 50: Terjebak dalam Ketegangan
51 Bab 51: Kucing Hitam dan Kejutan
52 Bab 52: Kejutan di Pagi Hari
53 Bab 53: Mimpi dan Misteri di Balik Jam Antik
54 Bab 54: Bahaya di Balik Kulit Pisang
55 Bab 55: Kehadiran yang Tak Terlihat
56 Bab 56: Celana Sobek dan Kekacauan Tengah Malam
57 Bab 57: Gigitan Mengerikan dari Pocongan
58 Bab 58: Gigit Hidung Aldo
59 Bab 59: Sekarang Pocongan Gigit Nadia
60 Bab 60: Keintiman di Antara Kita
61 Bab 61: Insiden Dipatok Ayam Jago Galak
62 Bab 62: Ayam Jago Pembawa Masalah
63 Bab 63: Kandang Ayam Jago
64 Bab 64: Serangan Ayam yang Tak Terduga
65 Bab 65: Jago Baper Gila Melawan Musuh Baru
66 Bab 66: Malam Misterius di Kandang Ayam
67 Bab 67: Kejadian Aneh di Pagi Hari
68 Bab 68: Nadia, Sang Guru TK yang Cantik
69 Bab 69: Kejutan di Hari Guru
Episodes

Updated 69 Episodes

1
"Hari Ceria di TK Pertiwi"
2
"Kapal Impian di TK Pertiwi"
3
"Penjelajah Alam di TK Pertiwi"
4
Hari Penuh Warna di TK Pertiwi
5
Pesona Bu Nadia yang Membuat Jatuh Hati
6
Bu Nadia dan Kehebohan Wali Murid di TK Pertiwi
7
Wali Murid Nekat, Bu Nadia Salting!
8
Bu Nadia, Pak Arman, dan Getaran yang Mengganggu
9
Pesona Bu Nadia dan Kejaran Pak Arman
10
Cinta di Depan Gerbang - Bu Nadia dan Pak Arman
11
Pertemuan di Alun-Alun Bu Nadia dan Duda Pak Arman
12
Kejutan Ulang Tahun - Pengakuan di Tengah Cinta
13
Malam Yang Indah, Calon Mama Baru
14
Keceplosan Aldo - Rahasia Bu Guru Terbongkar
15
Cinta di Taman Belajar - Kisah Nadia, Arman, dan Aldo
16
Cinta di Taman Belajar - Kisah Nadia, Arman, dan Aldo
17
Cinta di Pangkuan - Kisah Nadia dan Arman
18
Kejutan Manis di Malam Hari
19
Pagi Berkah Awal Baru untuk Nadia Dan Arman
20
Petualangan Seru Study Tour ke Jogja!
21
Ciuman di Roller Coaster dan Momen Hangat di Bus - Cinta Arman dan Nadia
22
Mengukir Cinta - Perjalanan Nadia dan Arman Menuju Keluarga Bahagia
23
Kejutan Malam - Dari Ketegangan ke Kebahagiaan
24
Petualangan Cinta di Balik Roller Coaster
25
Cinta yang Menguatkan
26
Melepas Rindu di Kali
27
Keceriaan dan Kesedihan
28
Aldo Berak Di Celana
29
Arman Bahagia Sekali Cengar Cengir Terus
30
Kejutan Spesial untuk Aldo
31
Serangan Tak Terduga
32
Aldo Kelas 1 SD
33
Godaan di Malam Hari
34
Petualangan Keluarga di Kebun Buah
35
Keseruan di Danau
36
Gatalnya Paha Nadia
37
Kembali ke Kehidupan Sehari-hari
38
Nabrak Pintu
39
Nadia yang Capek
40
Teror di Pantai
41
Muntah yang Tak Terduga
42
Gairah dan Tantangan
43
Tantangan di Pagi Hari
44
Malam yang Menegangkan
45
Mencari Tahu
46
Rencana Seru di Hari Libur
47
Permainan Lidah
48
Arman dan Pertarungan dengan Preman
49
Persahabatan yang Tak Terduga
50
Bab 50: Terjebak dalam Ketegangan
51
Bab 51: Kucing Hitam dan Kejutan
52
Bab 52: Kejutan di Pagi Hari
53
Bab 53: Mimpi dan Misteri di Balik Jam Antik
54
Bab 54: Bahaya di Balik Kulit Pisang
55
Bab 55: Kehadiran yang Tak Terlihat
56
Bab 56: Celana Sobek dan Kekacauan Tengah Malam
57
Bab 57: Gigitan Mengerikan dari Pocongan
58
Bab 58: Gigit Hidung Aldo
59
Bab 59: Sekarang Pocongan Gigit Nadia
60
Bab 60: Keintiman di Antara Kita
61
Bab 61: Insiden Dipatok Ayam Jago Galak
62
Bab 62: Ayam Jago Pembawa Masalah
63
Bab 63: Kandang Ayam Jago
64
Bab 64: Serangan Ayam yang Tak Terduga
65
Bab 65: Jago Baper Gila Melawan Musuh Baru
66
Bab 66: Malam Misterius di Kandang Ayam
67
Bab 67: Kejadian Aneh di Pagi Hari
68
Bab 68: Nadia, Sang Guru TK yang Cantik
69
Bab 69: Kejutan di Hari Guru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!