Rapat Keluarga di Ruang Tamu

Suatu sore yang hangat di Desa Masaran, keluarga Pak Woto berkumpul di ruang tamu mereka yang nyaman. Kanza, cucu mereka yang kini sudah berusia 5 tahun, bermain dengan mainan baru di sudut ruangan. Pak Woto, Bu Sisur, Puthut, dan Marni duduk di sofa, merencanakan apa yang harus dilakukan dengan ladang mereka.

"Baiklah, kita harus memutuskan apa yang akan kita tanam di ladang tahun ini," kata Pak Woto dengan serius. "Apakah kita akan menanam padi seperti biasanya atau mencoba menanam jagung?"

Bu Sisur mengangguk setuju. "Kita memang harus mempertimbangkan segala hal. Padi sudah menjadi tradisi, tapi jagung juga bisa menjadi pilihan yang baik."

Puthut, yang dikenal dengan ide-idenya yang tidak biasa, menambahkan, "Kenapa tidak mencoba sesuatu yang baru? Bagaimana kalau kita menanam campuran padi dan jagung? Jadi, kita bisa menikmati hasil dari keduanya."

Marni, yang sedang sibuk mengurus Kanza, terlibat dalam diskusi. "Kanza pasti senang sekali jika kita menanam jagung. Ia suka makan jagung rebus."

Kanza, yang mendengar namanya disebut, mendongak dari mainannya dan berteriak, "Jagung! Jagung! Aku mau jagung!"

Diskusi Seru dan Lucu

Pak Woto tertawa. "Lihat, Kanza sudah memilih jagung! Tapi kita juga harus memikirkan keuntungan dari setiap pilihan. Bagaimana kalau kita hitung dulu biaya dan potensi hasil dari masing-masing tanaman?"

Bu Sisur mengeluarkan buku catatan dan mulai mencatat. "Kalau kita menanam padi, kita sudah tahu perawatannya dan hasilnya. Namun, jika kita menanam jagung, kita harus belajar lebih banyak tentang cara menanam dan merawatnya."

Puthut, yang masih bersemangat dengan idenya, mengusulkan, "Bagaimana kalau kita membuat polling desa? Semua orang bisa memberikan suara untuk padi atau jagung. Jadi, kita bisa mendapatkan pendapat dari semua orang."

Pak Woto dan Bu Sisur saling memandang, kemudian Bu Sisur berkata, "Itu ide yang menarik. Kita bisa mengadakan polling dan melihat apa yang dipilih oleh warga desa."

Rapat Polling Desa

Keesokan harinya, Pak Woto dan keluarganya mengadakan polling desa. Mereka membuat kotak suara dan menyiapkan dua kotak, satu untuk padi dan satu untuk jagung. Warga desa datang dan memberikan suara mereka.

Saat malam tiba, Pak Woto, Bu Sisur, Puthut, dan Marni berkumpul untuk menghitung hasil polling. Kanza, yang sangat bersemangat, membantu dengan membawa kotak suara.

Pak Woto membuka kotak suara pertama. "Mari kita lihat hasil suara untuk padi."

Bu Sisur menghitung dengan hati-hati. "Hmm, sepertinya padi mendapatkan lebih banyak suara. Tapi kita belum membuka kotak suara jagung."

Pak Woto membuka kotak suara jagung, dan Kanza berteriak dengan gembira, "Jagung! Jagung!"

Bu Sisur memeriksa hasilnya dan tertawa. "Ternyata, hasilnya sangat dekat! Hanya ada selisih sedikit antara padi dan jagung. Sepertinya warga desa juga bimbang."

Puthut, yang melihat hasilnya, berkata, "Bagaimana kalau kita mengikuti hasil polling ini? Kita menanam sebagian padi dan sebagian jagung. Dengan begitu, kita bisa memenuhi keinginan banyak orang."

Menanam Padi dan Jagung

Akhirnya, keluarga Pak Woto memutuskan untuk menanam campuran padi dan jagung di ladang mereka. Mereka memulai pekerjaan dengan penuh semangat. Kanza, yang sangat bersemangat, ikut membantu dengan cara yang lucu. Ia sering kali menyemprotkan air dari selang ke arah yang salah dan membuat semua orang tertawa.

Bu Sisur dan Marni mengatur bibit padi dan jagung, sementara Pak Woto dan Puthut bekerja di ladang. Kanza berlari-lari di sekitar ladang dengan penuh kegembiraan, memungut batu-batu kecil dan mengumpulkannya di keranjang.

Keceriaan di Ladang

Selama beberapa minggu, ladang keluarga Pak Woto tumbuh subur dengan campuran padi dan jagung. Setiap hari, mereka merawat tanaman dengan penuh perhatian. Kanza sering datang ke ladang untuk membantu, meskipun sering kali hasil bantuannya lebih banyak membuat kekacauan daripada membantu.

Suatu hari, ketika Pak Woto dan Puthut sedang bekerja di ladang, Kanza datang dengan tampilan ceria. "Papa, Mama, lihat! Aku menemukan cacing besar!"

Pak Woto dan Puthut melihat cacing besar yang dibawa Kanza. Pak Woto tersenyum dan berkata, "Wah, itu cacing yang besar sekali. Tapi hati-hati, nanti cacingnya lari."

Kanza, dengan penuh percaya diri, menjawab, "Cacing ini nggak bisa lari, Papa. Aku pegang erat-erat!"

Kepuasan dan Hasil Panen

Ketika musim panen tiba, ladang keluarga Pak Woto menghasilkan padi dan jagung yang melimpah. Hasil panen yang beragam membuat mereka merasa sangat puas. Kanza, yang kini semakin besar, ikut merayakan hasil panen dengan sukacita.

Keluarga Pak Woto dan warga desa merayakan panen dengan sebuah pesta kecil di ladang. Mereka membuat makanan dari padi dan jagung, seperti nasi goreng dan jagung rebus. Suasana penuh keceriaan dan kebersamaan menyelimuti mereka.

Pak Woto berdiri di tengah-tengah pesta dan mengangkat gelasnya. "Untuk keluarga kita, untuk hasil panen yang melimpah, dan untuk semua orang yang telah membantu. Terima kasih atas dukungan dan kerjasamanya."

Semua orang bersorak dan mengangkat gelas mereka, merayakan keberhasilan panen dan kebersamaan mereka. Desa Masaran terus menjadi tempat yang penuh warna dan ceria, berkat semangat dan kerjasama warganya. Keluarga Pak Woto merasa bangga dengan apa yang telah mereka capai dan siap menghadapi tantangan berikutnya dengan penuh semangat.

Rapat Keluarga untuk Menghitung Penghasilan Panen

Beberapa hari setelah pesta panen, Pak Woto memutuskan untuk mengumpulkan keluarga untuk rapat penting. Mereka berkumpul di ruang tamu, dengan Kanza yang sibuk dengan mainan barunya di sudut ruangan.

"Baiklah, kita perlu menghitung penghasilan bersih dari panen kali ini," kata Pak Woto sambil membuka buku catatannya. "Mari kita lihat berapa banyak yang kita dapatkan."

Bu Sisur, yang sudah siap dengan kalkulator dan buku catatan, duduk di samping Pak Woto. Puthut dan Marni duduk di sofa dengan ekspresi penasaran. Kanza, yang penasaran dengan apa yang sedang terjadi, bergabung dan duduk di lantai dekat mereka.

Penghitungan dan Rincian Penghasilan

Pak Woto memulai dengan mengeluarkan catatan hasil panen dan biaya-biaya yang terkait. "Pertama-tama, kita harus mencatat hasil panen kita. Kita mendapatkan 5 ton padi dan 3 ton jagung dari ladang."

Bu Sisur mulai mencatat di buku catatan. "Mari kita hitung hasil penjualannya. Padi kita jual dengan harga Rp7.000 per kilogram, jadi 5 ton padi berarti 5.000 kilogram. Hasilnya adalah 5.000 kilogram x Rp7.000 \= Rp35.000.000."

Puthut mengangguk setuju. "Dan jagung kita jual dengan harga Rp6.000 per kilogram. Jadi, 3 ton jagung berarti 3.000 kilogram. Hasilnya adalah 3.000 kilogram x Rp6.000 \= Rp18.000.000."

Marni, yang sudah mulai tertarik dengan rincian, bertanya, "Jadi total hasil penjualan kita adalah Rp35.000.000 untuk padi ditambah Rp18.000.000 untuk jagung. Jadi, total pendapatan kotor kita adalah Rp53.000.000."

Pak Woto melanjutkan, "Sekarang, kita perlu menghitung biaya-biaya. Kita harus membayar sewa traktor, biaya tenaga kerja, pupuk, dan biaya lainnya."

Perincian Biaya

Pak Woto mencatat biaya-biaya di buku catatan. "Untuk sewa traktor, kita mengeluarkan Rp3.000.000. Biaya tenaga kerja untuk panen dan perawatan ladang sebesar Rp2.000.000. Pupuk dan bahan-bahan lainnya menghabiskan Rp1.500.000. Total biaya adalah Rp3.000.000 + Rp2.000.000 + Rp1.500.000 \= Rp6.500.000."

Bu Sisur menghitung kembali. "Jadi, total biaya kita adalah Rp6.500.000. Mari kita kurangi total pendapatan kotor dari total biaya."

Perhitungan Penghasilan Bersih

Pak Woto menjumlahkan total pendapatan kotor. "Rp53.000.000 - Rp6.500.000 \= Rp46.500.000."

Puthut terkejut dan bertanya, "Tapi tadi kita hitung penghasilan bersih Rp60.000.000. Kok bisa ada selisih?"

Bu Sisur memeriksa catatan lagi dan berteriak, "Oh, ada kesalahan! Ternyata, kita belum menghitung hasil dari penjualan produk sampingan seperti jerami dan jagung kering."

Pak Woto melanjutkan, "Benar. Jerami kita jual dengan harga Rp3.000.000 dan jagung kering sebesar Rp10.000.000. Jadi, tambahan pendapatan kita adalah Rp3.000.000 + Rp10.000.000 \= Rp13.000.000."

Bu Sisur kembali menghitung, "Jadi, total penghasilan bersih kita adalah Rp53.000.000 - Rp6.500.000 + Rp13.000.000 \= Rp59.500.000."

Kejutan dan Keceriaan

Kanza, yang selama ini diam, tiba-tiba melompat dan berteriak, "Wow, banyak sekali uangnya! Kita bisa beli mainan baru!"

Pak Woto dan Bu Sisur tertawa. "Kanza, ini bukan uang untuk mainan. Ini uang untuk masa depan kita dan perbaikan ladang."

Marni menambahkan, "Tapi kita bisa menggunakan sebagian dari uang ini untuk memperbaiki rumah dan ladang kita. Kita juga bisa memberikan sedikit untuk kebutuhan anak-anak dan keluarga."

Puthut, dengan penuh semangat, berkata, "Kita bisa merayakan hasil panen ini dengan makan malam spesial dan mungkin membeli beberapa mainan kecil untuk Kanza."

Pak Woto mengangkat gelas dan berkata, "Untuk keberhasilan panen kita, untuk keluarga kita, dan untuk semua kerja keras yang telah kita lakukan. Terima kasih kepada semua orang!"

Semua orang mengangkat gelas mereka dan bersorak. "Untuk panen yang sukses dan kebersamaan keluarga!"

Perayaan dan Kebersamaan

Malam itu, mereka merayakan hasil panen dengan makan malam spesial. Mereka menikmati hidangan dari hasil panen dan berbagi cerita lucu dan kenangan indah selama musim panen. Kanza, yang masih penuh semangat, memainkan permainan dan tertawa bersama keluarganya.

Desa Masaran kembali hidup dengan keceriaan dan kebersamaan. Keluarga Pak Woto merasa sangat bersyukur atas hasil panen yang melimpah dan bersemangat untuk melanjutkan usaha mereka dengan lebih baik di masa depan.

Episodes
1 Kisah Inspirasi Pak Woto dan Keluarganya
2 Petualangan Kelapa Muda dan Marimas
3 Kepanikan Ayah Muda di Tengah Sawah
4 Tamu Tak Terduga dan Traktor Ajaib
5 Malam Penuh Kejutan: Pocongan di Sawah
6 Pak Sidik dan Traktor Ajaib: Pengembalian yang Tak Terlupakan
7 Pak Sidik Kembali ke Rumah dengan Cerita Baru
8 Festival Desa yang Semakin Meriah
9 Persiapan Festival Tahun Berikutnya
10 Rapat Keluarga di Ruang Tamu
11 Rapat Keluarga: Usul Ekspansi Ladang
12 Rapat Keluarga Pak Woto: Fokus pada Tanaman Padi
13 Hari Panen Padi di Ladang Pak Woto
14 Ide Brilian dari Marni: Memulai Kanal YouTube Keluarga
15 Kejutan Viral: Konten Pertama Keluarga Pak Woto Menggebrak Dunia Maya
16 Gaji Pertama YouTube: Berita Bahagia dan Kejadian Lucu di Keluarga Pak Woto
17 Kehidupan Keluarga Pak Woto: Konten Bahasa Inggris yang Konyol
18 Keluarga Pak Woto: Dari Viral ke Bintang Internasional
19 Pak Woto Mencari Ladang Baru: Petualangan Pagi yang Menggelikan
20 Hadiah yang Menggembirakan: Silver Play Button untuk Keluarga Pak Woto
21 Panen Raya Keluarga Pak Woto
22 Rencana Renovasi Rumah yang Lucu dan Menggembirakan
23 Rapat Besar: Rencana Renovasi Rumah Keluarga Pak Woto
24 Pak Woto Pamit ke Ladang
25 Pulang dari Ladang: Kembali ke Proyek Renovasi
26 Malam Nasi Goreng: Pujian, Kekacauan, dan Kebahagiaan Keluarga
27 Benih Harapan di Ladang Pak Woto
28 Istana Kecil di Tengah Ladang - Transformasi Keluarga Pak Woto
29 Kepulangan yang Mengejutkan - Istana di Tengah Desa
30 Kejutan Malam dari Dashboard YouTube
31 Viral Sampai Istana - Pak Jokowi Tertawa Terpingkal-pingkal
32 Petani Viral dari Ladang ke Istana - Saat Panen Bahagia Sampai ke Presiden
33 Petani Viral - Kisah Keluarga Pak Woto dan Perjalanan Menuju Ketenaran
34 Petani Viral - Kesuksesan, Tantangan, dan Kesenangan Bersama Keluarga Pak Woto
35 Petani Viral - Dari Kolam Renang ke TV Nasional
36 Menghadapi Tantangan Baru
37 Kejadian Tak Terduga di Malam Hari
38 Petualangan di Sawah
39 Kanza Kesleo
40 Petualangan di Kebun Sayur
41 Kembali ke Rumah
42 Kembali ke Rumah dengan Kenangan Manis
43 Persiapan untuk Festival Desa
44 Petualangan Odong-Odong
45 Serunya Memancing di Sungai
46 Nabrak Pintu
47 Kejutan di Kebun
48 Tantangan Gelut dengan Panda
49 Perasaan Terpendam
50 Si Odong-Odong yang Menari
51 Semut Nakal
52 Petualangan Puthut dan Marni
53 Kanza dan Permainan Petak Umpet
54 Petualangan Malam di Kebun
55 Daya Tarik yang Menggoda
56 Puthut Pergi ke Alfamart
57 Kecurigaan Marni
58 Bab 58: Kejutan di Tengah Malam
59 Bab 59: Rahasia di Balik Kasih
60 Bab 60: Rencana Marni
61 Bab 61: Dugaan yang Makin Kuat
62 Bab 62: Upaya untuk Memperbaiki Hubungan
63 Bab 63: Kejutan di Hari Minggu
64 Bab 64: Petualangan Mencari Sinyal
65 Bab 65: Marni dan Sinyal Rahasia
66 Bab 66: Puthut dan Sinyal Keluarga
67 Bab 67: Misi Belanja dan Kejutan di Alfamart
68 Bab 68: Kunjungan Pak Woto ke Alfamart
69 Bab 69: Puthut Mengantar Pak Woto ke Sawah dan Petualangan di Tengah Persawahan
70 Bab 70: Rencana Puthut untuk Membantu Pak Woto
71 Bab 71: Kemeriahan Panen dan Harapan Baru
72 Bab 72: Kabar Gembira di Tengah Sawah
73 Bab 73: Rencana Besar di Balik Kerja Sama Desa
74 Bab 74: Langkah Baru dan Tantangan yang Muncul
75 Bab 75: Menyongsong Masa Depan dengan Keyakinan Baru
76 Bab 76: Merajut Mimpi di Tengah Keberhasilan
77 Bab 77: Tantangan Baru dan Persiapan Masa Depan
Episodes

Updated 77 Episodes

1
Kisah Inspirasi Pak Woto dan Keluarganya
2
Petualangan Kelapa Muda dan Marimas
3
Kepanikan Ayah Muda di Tengah Sawah
4
Tamu Tak Terduga dan Traktor Ajaib
5
Malam Penuh Kejutan: Pocongan di Sawah
6
Pak Sidik dan Traktor Ajaib: Pengembalian yang Tak Terlupakan
7
Pak Sidik Kembali ke Rumah dengan Cerita Baru
8
Festival Desa yang Semakin Meriah
9
Persiapan Festival Tahun Berikutnya
10
Rapat Keluarga di Ruang Tamu
11
Rapat Keluarga: Usul Ekspansi Ladang
12
Rapat Keluarga Pak Woto: Fokus pada Tanaman Padi
13
Hari Panen Padi di Ladang Pak Woto
14
Ide Brilian dari Marni: Memulai Kanal YouTube Keluarga
15
Kejutan Viral: Konten Pertama Keluarga Pak Woto Menggebrak Dunia Maya
16
Gaji Pertama YouTube: Berita Bahagia dan Kejadian Lucu di Keluarga Pak Woto
17
Kehidupan Keluarga Pak Woto: Konten Bahasa Inggris yang Konyol
18
Keluarga Pak Woto: Dari Viral ke Bintang Internasional
19
Pak Woto Mencari Ladang Baru: Petualangan Pagi yang Menggelikan
20
Hadiah yang Menggembirakan: Silver Play Button untuk Keluarga Pak Woto
21
Panen Raya Keluarga Pak Woto
22
Rencana Renovasi Rumah yang Lucu dan Menggembirakan
23
Rapat Besar: Rencana Renovasi Rumah Keluarga Pak Woto
24
Pak Woto Pamit ke Ladang
25
Pulang dari Ladang: Kembali ke Proyek Renovasi
26
Malam Nasi Goreng: Pujian, Kekacauan, dan Kebahagiaan Keluarga
27
Benih Harapan di Ladang Pak Woto
28
Istana Kecil di Tengah Ladang - Transformasi Keluarga Pak Woto
29
Kepulangan yang Mengejutkan - Istana di Tengah Desa
30
Kejutan Malam dari Dashboard YouTube
31
Viral Sampai Istana - Pak Jokowi Tertawa Terpingkal-pingkal
32
Petani Viral dari Ladang ke Istana - Saat Panen Bahagia Sampai ke Presiden
33
Petani Viral - Kisah Keluarga Pak Woto dan Perjalanan Menuju Ketenaran
34
Petani Viral - Kesuksesan, Tantangan, dan Kesenangan Bersama Keluarga Pak Woto
35
Petani Viral - Dari Kolam Renang ke TV Nasional
36
Menghadapi Tantangan Baru
37
Kejadian Tak Terduga di Malam Hari
38
Petualangan di Sawah
39
Kanza Kesleo
40
Petualangan di Kebun Sayur
41
Kembali ke Rumah
42
Kembali ke Rumah dengan Kenangan Manis
43
Persiapan untuk Festival Desa
44
Petualangan Odong-Odong
45
Serunya Memancing di Sungai
46
Nabrak Pintu
47
Kejutan di Kebun
48
Tantangan Gelut dengan Panda
49
Perasaan Terpendam
50
Si Odong-Odong yang Menari
51
Semut Nakal
52
Petualangan Puthut dan Marni
53
Kanza dan Permainan Petak Umpet
54
Petualangan Malam di Kebun
55
Daya Tarik yang Menggoda
56
Puthut Pergi ke Alfamart
57
Kecurigaan Marni
58
Bab 58: Kejutan di Tengah Malam
59
Bab 59: Rahasia di Balik Kasih
60
Bab 60: Rencana Marni
61
Bab 61: Dugaan yang Makin Kuat
62
Bab 62: Upaya untuk Memperbaiki Hubungan
63
Bab 63: Kejutan di Hari Minggu
64
Bab 64: Petualangan Mencari Sinyal
65
Bab 65: Marni dan Sinyal Rahasia
66
Bab 66: Puthut dan Sinyal Keluarga
67
Bab 67: Misi Belanja dan Kejutan di Alfamart
68
Bab 68: Kunjungan Pak Woto ke Alfamart
69
Bab 69: Puthut Mengantar Pak Woto ke Sawah dan Petualangan di Tengah Persawahan
70
Bab 70: Rencana Puthut untuk Membantu Pak Woto
71
Bab 71: Kemeriahan Panen dan Harapan Baru
72
Bab 72: Kabar Gembira di Tengah Sawah
73
Bab 73: Rencana Besar di Balik Kerja Sama Desa
74
Bab 74: Langkah Baru dan Tantangan yang Muncul
75
Bab 75: Menyongsong Masa Depan dengan Keyakinan Baru
76
Bab 76: Merajut Mimpi di Tengah Keberhasilan
77
Bab 77: Tantangan Baru dan Persiapan Masa Depan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!