BAB 16 : PANGERAN PERTAMA

"Bagaimana mungkin? Kavaleri perkasa yang aku latih secara bertahun-tahun, hancur begitu saja?", kata Erald berdiri di depan kereta kudanya menatap kavaleri miliknya dibantai seperti orang kesurupan. Jika bukan karena tahu Erald bukan prajurit melainkan seorang pangeran, dia mungkin akan di serang oleh pasukan Ares juga. 

"Pangeran Erald, kita harus mundur", kata kusir kereta kuda Erald gemetar ketakutan, bagaimanapun apabila terjadi kesalahan, dirinya akan menjadi korban. 

Erald kembali sadar akibat teriakan kusirnya, tapi sudah terlambat sebab lebih dari setengah kavalerinya terbunuh. Walaupun mereka mencoba memberi perlawanan, mereka tetap mati di bawah formasi pasukan Ares. Beberapa kavaleri mencoba melarikan diri, tapi mereka ditembak mati oleh panah, cuma sebagian kecil orang yang melarikan diri hidup-hidup. 

"Hentikan! Hentikan! Jangan serang lagi! Aku menyerah!", teriak Erald panik, ia belum pernah menghadapi situasi berdarah yang seperti ini. 

Lagipula selama hidupnya hingga saat ini, dia selalu hidup damai di ibukota tanpa melihat darah. Oleh karena it, dia hampir muntah akibat situasi di depannya. Apabila bukan karena takut seluruh kavalerinya dibantai, Erald pasti akan pergi dari tempat berdarah ini. 

Meskipun Erald mencoba berteriak hingga menangis, pasukan Ares mengabaikannya. Bahkan, Ares bertindak semakin ganas seperti iblis di tengah medan perang, puluhan prajurit telah tewas di bawah pedangnya. 

Erald mencoba berlari panik menuju medan perang untuk menghentikan Ares tanpa pikir panjang, untungnya kusir kuda yang menjadi bawahan setianya menghentikan Erald "Pangeran, jangan gegabah! Anda tidak boleh mendekati medan perang yang berbahaya bagi hidup anda! Sekalipun kehilangan seluruh pasukan, anda dapat membangunnya kembali memakai bantuan Tuan Viscount. Tetapi jika anda mati, semuanya akan berakhir".

Pikiran Erald yang tadinya bingung kembali menjadi jelas akibat pengingat bawahannya, ia melihat ke arah Myro dan berteriak menangis, kalau bukan karena Myro terlalu jauh dia akan memeluk kaki Myro secara langsung "Saudara ketiga, aku mohon hentikan pasukanmu! Aku menyerah! Aku tahu aku salah! Aku mohon agar saudara ketiga memberikan belas kasihannya!".

Jiral yang terpesona oleh kekuatan pasukan Ares tahu bahwa dia harus bergerak, bagaimanapun bukan hal yang bagus bagi para pangeran untuk saling membunuh "Pangeran Myro, adikmu telah menyerah, aku rasa tak perlu lagi melanjutkan pertarungan ini. Bagaimana begini, selama anda menghentikan pasukan anda, aku akan memberitahu para penjaga ibukota dan berbicara kepada yang mulia supaya mengabaikan pembunuhan yang pasukan anda lakukan di depan gerbang ibukota?".

Myro sebelumnya khawatir pembunuhan Ares bersama pasukannya akan dipermasalahkan oleh pejabat ibukota, tetapi perkataan Jiral tadi membuat Myro lega.

Apalagi pasukan Erald hampir lenyap sepenuhnya, tak ada gunanya meneruskan pembantaian sepihak yang terjadi. Selain itu, jika Myro menolak berhenti, orang-orang akan menganggap Myro sebagai pembunuh berdarah dingin.

Karena alasan tersebut, Myro berteriak keras "Ares, cukup!".

"Berhenti!", teriak Ares dengan wajah yang diselimuti oleh darah dari musuh-musuhnya. 

Bersamaan teriakan Ares, seluruh pasukannya berhenti membunuh. Tetapi, mereka tetap membentuk formasi bertahan tanpa menunjukkan kelalaian sedikitpun, lebih tepatnya dia berhati-hati kalau terdapat musuh yang mencoba membalas dendam. 

Ares mengabaikan medan perang yang berdarah, ia berjalan menuju Myro. 

Banyak orang menjauh saat Ares mendekat, mereka takut terhadap aura berdarah miliknya serta jijik terhadap aroma darahnya. 

Berbeda dari semua orang, Myro berdiri diam di tempatnya, tidak menunjukkan sedikitpun rasa jijik seperti orang-orang melainkan ia tersenyum mengapresiasi keberanian Ares dan kemampuannya yang memang hebat. 

Ares berlutut di depan Myro "Untungnya Ares memenuhi harapan tuanku, seribu Pasukan Loyalis siap bertarung bersama tuan! Walaupun kehilangan nyawa kami, selama dapat membantu mencapai tujuan anda, kami para Loyalis akan melakukannya tanpa ragu".

"Kerja bagus, Ares!", kata Myro yang membantu Ares berdiri dengan memegang pundaknya, tanpa peduli tangannya ikut ternodai oleh darah "Aku cukup tertarik tentang yang kau bicarakan, apakah Pasukan Loyalis merupakan nama yang kau berikan? Jadi, bendera yang kalian bawa merupakan bendera Pasukan Loyalis kah? Nama yang bagus".

"Sebenarnya nama Pasukan Loyalis adalah pemberian an--", Ares berhenti berbicara sebab dia menyadari dirinya salah bicara "Seperti yang tuan katakan, bendera Loyalis mempunyai lambang perisai di hati yang bermaksud kami akan menjadi pelindung bagi tuan kami".

Saat Myro sedang berbicara bersama Ares, sebuah suara teriakan menganggu mereka "Tidak, pasukanku! Pasuka yang aku kembangkan susah payah, menghabiskan banyak waktu dan uang, bagaimana mungkin kalah dari pasukan pangeran buangan?".

Orang yang berteriak yaitu Erald, wajah Ares menjadi sedingin es akibat ucapan tadi "Tuanku, apakah aku perlu membunuhnya? Selama tuan memberikan perintah, aku tak akan ragu membunuh seorang pang--".

Lune memukul bagian belakang punggung Ares yang menyebabkan ia berhenti berbicara "Jangan ucapanmu, jangan mempersulit tuan! Aku tahu anda berbicara karena membenci ejekan terhadap tuan, akupun begitu. Tetapi ingat baik-baik, belum waktu membunuh pangeran, hal tersebut membawa banyak masalah bagi tuan kita selama dilakukan pada waktu yang salah".

Lune tak menunggu jawaban dari Ares melainkan ia berkata "Jendral Jaril, aku rasa pertandingan telah selesai, kami boleh meninggalkan ibukota bukan? Selain itu, aku harap kau akan menjadi saksi bagi kami dihadapan raja bahwa pertarungan barusan merupakan pertarungan adil yang disetujui kedua pihak, jadi masalahnya cukup selesai disini".

Jaril mengangguk setuju "Aku mengerti, nanti aku akan bicara pada yang mulia dan menteri lainnya, masalah pangeran ketiga bersama pangeran kelima selesai disini, tidak akan dilanjutkan ke masalah lain".

"Aku bisa lega sebab jaminan Jendral Jaril dapat dipercaya", kata Lune sopan "Kalau begitu, Tuan Myro, ayo pergi! Kita membuang waktu terlalu banyak di ibukota, aku khawatir kita gagal mencapai kota tujuan kita berikutnya sebelum malam tiba".

"Apa yang Lune katakan benar, aku pamit dulu, Jendral Jaril! Ada perjalanan panjanh yang harus aku lakukan agar tiba di wilayah utara secepatnya", jawab Myro setuju terhadap perkataan Lune, jadi dia kembali menuju keretanya. 

Di bawah tatapan kagum dan hormat semua orang, kereta kuda Myro berjalan meninggalkan gerbang kota diikuti oleh 300 pasukan milik Lune. 

Ares ikut memerintahkan pasukan miliknya agar bergerak mengikuti kereta kuda Myro sambil memastikan keamanannya juga. 

Jiral menatap kepergian Myro lalu melirik ke arah medan perang berdarah yang merupakan sisa dari pertarungan tadi "Nampaknya akan cukup sulit untuk menjelaskannya kepada yang mulia".

...----------------...

Pada malam hari, di istana Kerajaan Veniar. 

"Itu semua yang terjadi saat Pangeran Myro meninggalkan ibukota, demikian laporan milik saya", kata Jiral hormat kepada orang yang sedang duduk di depannya. 

Sosok yang duduk menilai laporan Jiral yaitu Raja Veniar IV, ia tersenyum terhadap laporan yang di dengarnya "Apa yang kau lakukan sudah tepat! Beritahu menteri hukuman, abaikan pertarungan di depan gerbang ibukota hari ini. Kau boleh pergi, terima kasih atas kerja kerasmu".

Jiral menggelengkan kepalanya "Tugas saya untuk membantu yang mulia, bahkan sebuah kehormatan bagi saya bisa membantu anda! Karena tugasku dianggap selesai, aku izin pamit".

Setelah Jiral pergi, Raja Veniar IV mengambil salah satu dokumen di meja sambil tetap tersenyum "Myro seperti kuda hitam yang mendadak muncul mengubah seluruh papan catur. Bagaimana reaksi kalian, anak-anakku yang lain? Pertarungan yang tadinya seimbang, sepertinya mulai berubah secara drastis".

...----------------...

Di pinggiran barat ibukota, terdapat sebuah villa yang cukup mewah yang merupakan tempat tinggal pangeran pertama. 

Berbeda dari Myro, pangeran pertama, Charli Trino Veniar diberikan posisi sebagai wakil kepala kepolisian ibukota. 

Sejak berada di posisi ini, Charli selalu mengalami sakit kepala sebab hampir semua pejabat tinggi di kepolisian Kerajaan Veniar merupakan orang-orang pangeran kedua. Bahkan kakek pangeran kedua adalah kepala kepolisian kerajaan sebelumnya sedangkan kepala kepolisian sekarang yaitu paman pangeran kedua. Karena alasan tersebut, dia sebagai musuh terbesar pangeran kedua meneruskan tahta selalu ditekan oleh pendukung pangeran kedua. 

Saat ini Charli sedang duduk di ruang kerjanya sambil meminum secangkir teh panas, ada seorang pria yang diselimuti pakaian hitam hingga menutup wajahnya berlutut di belakang Charli. 

"Mengejutkan! Ternyata baik aku, ayah, saudara kedua, dan saudara yang lain terlalu meremehkan saudara ketiga kita", kata Charli menatap ke arah peta yang ia pajang di tembok "Area utara ya? Ayah benar-benar memberikan posisi yang cukup aman kepada saudara ketiga walaupun cukup sulit untuk berkembang disana sebab wilayah utara menjadi markas dari saudara keempat! Salah satu bangsawan terbesar disana, Count Farzo adalah paman saudara keempat. Mengingat sifat serakah saudara keempat, ia pasti akan menghalangi pergerakan saudara ketiga disana".

Terpopuler

Comments

Dirman Ha

Dirman Ha

if duh k OB bbk jo

2025-03-05

0

Dirman Ha

Dirman Ha

UC ddu uv kbo knp

2025-03-05

0

Dirman Ha

Dirman Ha

ig f ibu

2025-02-09

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 : PEMBATALAN PERTUNANGAN
2 BAB 2 : DITINGGALKAN
3 BAB 3 : MEREKRUT
4 BAB 4 : BENDERA ARAS
5 BAB 5 : LUNE ENNEIGE
6 BAB 6 : KESETIAAN LUNE
7 BAB 7 : RAJA YANG LICIK
8 BAB 8 : PILIHAN
9 BAB 9 : WANITA BERBAHAYA
10 BAB 10 : ALASAN KEHANCURAN KERAJAAN VENIAR
11 BAB 11 : PANGGILAN RAJA
12 BAB 12 : APA YANG KAU MAU?
13 BAB 13 : BENTENG AGIRO
14 BAB 14 : MEMBUKTIKAN KEMAMPUAN
15 BAB 15 : RASA IRI
16 BAB 16 : PANGERAN PERTAMA
17 BAB 17 : RENCANA PEMBUNUHAN
18 BAB 18 : TINDAKAN TERHADAP SANG PANGERAN
19 BAB 19 : PERAMPOKAN KARAVAN
20 BAB 20 : DIBALIK KERETA
21 BAB 21 : KEKUATAN VS KECEPATAN
22 BAB 22 : APAKAH KAU MEREMEHKANKU?
23 BAB 23 : AKU PERCAYA PADAMU
24 BAB 24 : KELEMAHAN TORPAN
25 BAB 25 : PENGIKUT BARU
26 BAB 26 : MARQUIS ALKAWAN
27 BAB 27 : PERINTAH TETUA
28 BAB 28 : SATU BULAN
29 BAB 29 : TINDAKAN BERIKUTNYA
30 BAB 30 : KESULITAN BENTENG AGIRO
31 BAB 31 : MEMBAWA MASALAH DI PESTA
32 PERUBAHAN JADWAL UPDATE
33 BAB 32 : DIGIGIT BALIK
34 BAB 33 : TAMU TAK TERDUGA
35 BAB 34 : MEMINTA BANTUAN
36 BAB 35 : SEMUA PERSIAPAN SELESAI
37 BAB 36 : BENTENG YANG SULIT DITEMBUS
38 BAB 37 : STRATEGI MENYERANG BENTENG AGIRO
39 BAB 38 : IBLIS DI MATA IBLIS
40 BAB 39 : TUJUAN MENGUMPULKAN PASUKAN BANGSAWAN
41 BAB 40 : HADIAH UANG
42 BAB 41 : PERANG BENTENG AGIRO DIMULAI
43 BAB 42 : PERTARUNGAN SENGIT
44 BAB 43 : SERANGAN TIPUAN
45 BAB 44 : SOLUSI MENGHADAPI SERANGAN MALAM
46 BAB 45 : SERANGAN TIPUAN ATAU NYATA?
47 BAB 46 : PERTARUNGAN DUA KEKUATAN
48 BAB 47 : MENYERBU BENTENG LANGSUNG
49 BAB 48 : BAGAIMANA KAU BISA TAHU?
50 BAB 49 : PERANG PENENTUAN
51 BAB 50 : BANTUAN
52 BAB 51 : PERTEMPURAN HARI KEEMPAT
53 BAB 53 : PERTARUNGAN SENGIT PARA PEMIMPIN
54 BAB 54 : PERTARUNGAN SENGIT PARA PEMIMPIN (1)
55 BAB 55 : LARI DARI TEMBOK
56 BAB 56 : RENCANA MELARIKAN DIRI
57 BAB 57 : KEMENANGAN
58 BAB 58 : PERTARUHAN
59 BAB 59 : SERANGAN PENUH
60 BAB 60 : DIBALIK PAGAR
61 BAB 61 : GELOMBANG PANAH KELIMA
62 BAB 62 : BERSEMBUNYI DI KEGELAPAN MALAM
63 BAB 63 : PENGORBANAN
64 BAB 64 : MASA LALU LOGMA
65 BAB 65 : BERTAMBAH KUAT
66 BAB 66 : KALAU TANGANMU TIDAK SIAP DIPENUHI DARAH, JANGAN BERMIMPI MENJADI RAJA
67 BAB 67 : PERANG BENTENG AGIRO BERAKHIR
68 BAB 68 : PENGUASAAN BENTENG AGIRO
69 BAB 69 : PERTEMUAN BULANAN KERAJAAN VENIAR
70 BAB 70 : PEMBAGIAN KEKUATAN MILITER DAN POLITIK KERAJAAN
71 BAB 71 : PANGERAN BANGSAWAN
72 BAB 72 : PERGERAKAN PIHAK NETRAL
73 BAB 73 : JENDRAL AGUNG KIRI
74 BAB 74 : KELUARGA BASILISK
75 BAB 75 : SAKIT
76 BAB 76 : KERJA SAMA DUA PANGERAN
77 BAB 77 : MASA LALU DI BUMI
78 BAB 78 : KONDISI SETELAH DUA BULAN
79 BAB 79 : BANTUAN DARI RAJA
80 BAB 80 : MENYERAH MENJADI RAJA
81 BAB 81 : SEBUAH KISAH
82 BAB 82 : TUJUAN MYRO
83 BAB 83 : PERBEDAAN GEOGRAFIS
84 BAB 84 : PERTEMUAN BERSAMA KELOMPOK KAMAR DAGANG WILAYAH UTARA
85 BAB 85 : KAMAR DAGANG TERBESAR KEEMPAT
86 BAB 86 : BERADA DI KAPAL YANG SAMA
87 BAB 87 : SESUAI RENCANA
88 BAB 88 : TAHANAN
89 BAB 89 : LEI JUSTA
90 BAB 90 : GURU BESAR TANPA GELAR
91 BAB 91 : SELALU GAGAL
92 BAB 92 : KOTA PERDAGANGAN
93 BAB 93 : PENDIDIKAN DAN PAJAK YANG TEPAT
94 BAB 94 : KEPALA KAMAR DAGANG KARASU
95 BAB 95 : PASUKAN BARU DARI KERAJAAN ROCK
96 BAB 96 : KELUARGA LOREN
97 BAB 97 : KENAPA TIDAK MEMANFAATKAN KEUNTUNGAN BENTENG?
98 BAB 98 : FIRASAT BURUK
99 BAB 99 : PERSIAPAN PASUKAN
100 BAB 100 : TEKAD SEORANG KAKAK
101 BAB 101 : BERPURA-BURA KERACUNAN
102 BAB 102 : BALDUR YANG KETAKUTAN
103 BAB 103 : OMONGAN BESAR
104 BAB 104 : TEKNIK PEDANG YANG BAGUS
105 BAB 105 : ORANG BERBAKAT HARUS DIBUNUH LEBIH AWAL AGAR TIDAK MENJADI ANCAMAN!
106 BAB 106 : DEMAM
107 BAB 107 : SISI TENGAH
108 BAB 108 : RENCANA SEBENARNYA
109 BAB 109 : KAVALERI BERGERAK
110 BAB 110 : MUNDUR
111 BAB 111 : AKU AKAN MENJAGA BAGIAN BELAKANG
112 BAB 112 : MENGINCAR SATU ORANG
113 BAB 113 : APAKAH KAMU MEMBANTU ORANG LAIN UNTUK DIHARGAI OLEH ORANG LAIN JUGA?
114 BAB 114 : TANTANGAN DUEL
115 BAB 115 : AKU TAK BISA MEMBUNUH ANDA
116 BAB 116 : PENAWARAN
117 BAB 117 : AKU BERENCANA MENGGUNAKAN CARAKU SENDIRI!
118 BAB 118 : HUBUNGAN KELUARGA LOREN DAN HAREN
119 BAB 119 : RENCANA MASA DEPAN
120 BAB 120 : KEPUTUSAN CEPAT
121 BAB 121 : PILIHAN SIRANA
122 BAB 122 : KEPERCAYAAN PADA SIRANA
123 BAB 123 : KOTA PIRE
124 BAB 124 : SETENGAH PROVINSI RELIM
125 BAB 125 : JANGAN MUDAH PERCAYA
126 BAB 126 : SERANG SEBELUM GERBANG TERTUTUP
127 BAB 127 : KEMARAHAN BALDUR
128 BAB 128 : BERGUNA
129 BAB 129 : AYAH KONI DAN SIRANA
130 BAB 130 : KEPERCAYAAN DIBANGUN OLEH WAKTU
131 BAB 131 : BERPIKIR JAUH KE DEPAN
132 BAB 132 : EMPAT JENDRAL BESAR
133 BAB 133 : GERBANG TERTUTUP
134 BAB 134 : PENDEKAR BESI DAN PEMANAH JITU
135 BAB 135 : MENUKAR POSISI
136 BAB 136 : DUA RENCANA
137 BAB 137 : ALEXANDRIA MENYERAH?
138 BAB 138 : PERISAI TERKUAT DI DUNIA
139 BAB 139 : MELAMPAUI BATAS
140 BAB 140 : TAWARAN MYRO
141 BAB 141 : BERHENTI MENJADI PRAJURIT
142 BAB 142 : DORONGAN TERAKHIR
143 BAB 143 : BEKERJA SAMA DENGAN HAREN?
144 BAB 144 : GRAND DUKE CHARIOT
145 BAB 145 : CHERY USINA KARASU
146 BAB 146 : DUA SURAT
147 BAB 147 : PERTARUNGAN DUA JENDRAL PASUKAN IBUKOTA
148 BAB 148 : PERINGATAN JINEUNG DAN TETUA KAMAR DAGANG KARASU
149 BAB 149 : GRAND DUKE WELTON DI BARAT KERAJAAN
150 BAB 150 : CARMEN VS GRAND DUKE WELTON
151 BAB 151 : BANTUAN TAK TERDUGA
152 BAB 152 : MYRO BODOH!
153 BAB 153 : MIMPI DARI INGATAN YANG HILANG
154 BAB 154 : UNDANGAN LEI
155 BAB 155 : MENCEGAH NEPOTISME
156 BAB 156 : BERHENTI BERHARAP
157 BAB 157 : WALIKOTA DARI KOTA HERBA
158 BAB 158 : CARA MENGALAHKAN 4 KELUARGA BESAR
159 BAB 159 :KEKUATAN 4 KELUARGA BESAR
160 BAB 160 : AKU BUKAN SEKUTUMU
161 BAB 161 : MENGHANCURKAN SUMBER KEMAMPUAN MUSUH
162 BAB 162 : KEPUTUSAN TORKA, PERLINDUNGAN GARNISUN!
163 BAB 163 :SERANGAN BALIK 4 KELUARGA BESAR
164 BAB 164 : PERSIDANGAN
165 BAB 165 : PENGORBANAN LEDAKAN API
166 BAB 166 : TIDAK SANGGUP
167 BAB 167 : KEJAHATAN PIDANA ITU BUKAN SESUATU YANG BISA DIWARISKAN
168 BAB 168 : REORGANISASI PASUKAN
169 BAB 169 : KEKEJAMAN HAREN
170 BAB 170 : QUEMA ASTO
171 BAB 171 : JENDRAL AGURO
172 BAB 172 : KABAR DARI PERBATASAN KERAJAAN LAFE
173 BAB 173 : PERDEBATAN DI TENGAH MENGHADAPI SITUASI KRISIS
174 BAB 174 : PERTAHANAN TERKUAT
175 BAB 175 : ALASAN PENOLAKAN LUNE
176 BAB 176 : KOTA TORTO
177 BAB 177 : KEPUTUSAN BODOHMU AKAN MEMBUAT KAU KEHILANGAN ORANG YANG KAU PEDULIKAN
178 BAB 178 : KEADAAN KERAJAAN LAFA DAN KOTA RONMEN
179 BAB 179 : KEKACAUAN DI GERBANG
180 BAB 180 : TAWARAN TORPAN
181 BAB 181 : TINDAKAN TAK TERDUGA
182 BAB 182 : KALIAN SEMUA ADALAH MANUSIA
183 BAB 183 : MENGHAPUS TANDA
184 BAB 184 : KERAGUAN
185 BAB 185 : INFORMASI DARI IRLANDO
186 BAB 186 : RENCANA DARI ROVEN
187 BAB 187 : GERBANG TERTUTUP
188 BAB 188 : JEBAKAN KOTA RONMEN
189 BAB 189 : KEPANIKAN DI KOTA RONMEN
190 BAB 190 : PERPECAHAN ANTARA ROVEN DAN KAIRIN
191 BAB 191 : GERBANG KOTA RONMEN TERBUKA
192 BAB 192 : MASA LALU ROVEN
193 BAB 193 : HIGUCHI
194 BAB 194 : ALASAN ROVEN
195 BAB 195 : SUARA DAN PANTULAN, WAVE
196 BAB 196 : MELARIKAN DIRI? KAU SALAH PAHAM!
197 BAB 197 : SMOKE?
198 BAB 198 : PERTARUNGAN DI BAWAH KEGELAPAN
199 BAB 199 : IDENTITAS WAVE
200 BAB 200 : TEGAKKAN KEADILAN DENGAN TANGAN KALIAN SENDIRI
201 BAB 201 : KEPUTUSAN KAIRIN DAN LANDO
202 BAB 202 : KOTA OURO DAN JENDRAL VINE
203 BAB 203 : PEMBAGIAN 3 SISI
204 BAB 204 : APAKAH KAU YAKIN MENANG?
205 BAB 205 : SCARLET ASTO
206 BAB 206 : KEDATANGAN SERIBU WAJAH
207 BAB 207 : PERTEMPURAN BERLARUT-LARUT
208 BAB 208 : TANPA HASIL
209 BAB 209 : SATU LAWAN BANYAK
210 BAB 210 : HAMPIR MATI
211 BAB 211 : KELUARGA ASTO
212 BAB 212 : 7 DEWAN JARING, SOUL
213 BAB 213 : API MERAH YANG MEMBAKAR LANGIT
214 BAB 214 : PANGERAN MANOME
215 BAB 215 : SENJATA DARURAT LUNE
216 BAB 216 : MENINGGALKAN KOTA TORTO
217 BAB 217 : TETAP TINGGAL
218 BAB 218 : TIDAK ADA JALAN LARI
219 BAB 219 : MENGEJAR
Episodes

Updated 219 Episodes

1
BAB 1 : PEMBATALAN PERTUNANGAN
2
BAB 2 : DITINGGALKAN
3
BAB 3 : MEREKRUT
4
BAB 4 : BENDERA ARAS
5
BAB 5 : LUNE ENNEIGE
6
BAB 6 : KESETIAAN LUNE
7
BAB 7 : RAJA YANG LICIK
8
BAB 8 : PILIHAN
9
BAB 9 : WANITA BERBAHAYA
10
BAB 10 : ALASAN KEHANCURAN KERAJAAN VENIAR
11
BAB 11 : PANGGILAN RAJA
12
BAB 12 : APA YANG KAU MAU?
13
BAB 13 : BENTENG AGIRO
14
BAB 14 : MEMBUKTIKAN KEMAMPUAN
15
BAB 15 : RASA IRI
16
BAB 16 : PANGERAN PERTAMA
17
BAB 17 : RENCANA PEMBUNUHAN
18
BAB 18 : TINDAKAN TERHADAP SANG PANGERAN
19
BAB 19 : PERAMPOKAN KARAVAN
20
BAB 20 : DIBALIK KERETA
21
BAB 21 : KEKUATAN VS KECEPATAN
22
BAB 22 : APAKAH KAU MEREMEHKANKU?
23
BAB 23 : AKU PERCAYA PADAMU
24
BAB 24 : KELEMAHAN TORPAN
25
BAB 25 : PENGIKUT BARU
26
BAB 26 : MARQUIS ALKAWAN
27
BAB 27 : PERINTAH TETUA
28
BAB 28 : SATU BULAN
29
BAB 29 : TINDAKAN BERIKUTNYA
30
BAB 30 : KESULITAN BENTENG AGIRO
31
BAB 31 : MEMBAWA MASALAH DI PESTA
32
PERUBAHAN JADWAL UPDATE
33
BAB 32 : DIGIGIT BALIK
34
BAB 33 : TAMU TAK TERDUGA
35
BAB 34 : MEMINTA BANTUAN
36
BAB 35 : SEMUA PERSIAPAN SELESAI
37
BAB 36 : BENTENG YANG SULIT DITEMBUS
38
BAB 37 : STRATEGI MENYERANG BENTENG AGIRO
39
BAB 38 : IBLIS DI MATA IBLIS
40
BAB 39 : TUJUAN MENGUMPULKAN PASUKAN BANGSAWAN
41
BAB 40 : HADIAH UANG
42
BAB 41 : PERANG BENTENG AGIRO DIMULAI
43
BAB 42 : PERTARUNGAN SENGIT
44
BAB 43 : SERANGAN TIPUAN
45
BAB 44 : SOLUSI MENGHADAPI SERANGAN MALAM
46
BAB 45 : SERANGAN TIPUAN ATAU NYATA?
47
BAB 46 : PERTARUNGAN DUA KEKUATAN
48
BAB 47 : MENYERBU BENTENG LANGSUNG
49
BAB 48 : BAGAIMANA KAU BISA TAHU?
50
BAB 49 : PERANG PENENTUAN
51
BAB 50 : BANTUAN
52
BAB 51 : PERTEMPURAN HARI KEEMPAT
53
BAB 53 : PERTARUNGAN SENGIT PARA PEMIMPIN
54
BAB 54 : PERTARUNGAN SENGIT PARA PEMIMPIN (1)
55
BAB 55 : LARI DARI TEMBOK
56
BAB 56 : RENCANA MELARIKAN DIRI
57
BAB 57 : KEMENANGAN
58
BAB 58 : PERTARUHAN
59
BAB 59 : SERANGAN PENUH
60
BAB 60 : DIBALIK PAGAR
61
BAB 61 : GELOMBANG PANAH KELIMA
62
BAB 62 : BERSEMBUNYI DI KEGELAPAN MALAM
63
BAB 63 : PENGORBANAN
64
BAB 64 : MASA LALU LOGMA
65
BAB 65 : BERTAMBAH KUAT
66
BAB 66 : KALAU TANGANMU TIDAK SIAP DIPENUHI DARAH, JANGAN BERMIMPI MENJADI RAJA
67
BAB 67 : PERANG BENTENG AGIRO BERAKHIR
68
BAB 68 : PENGUASAAN BENTENG AGIRO
69
BAB 69 : PERTEMUAN BULANAN KERAJAAN VENIAR
70
BAB 70 : PEMBAGIAN KEKUATAN MILITER DAN POLITIK KERAJAAN
71
BAB 71 : PANGERAN BANGSAWAN
72
BAB 72 : PERGERAKAN PIHAK NETRAL
73
BAB 73 : JENDRAL AGUNG KIRI
74
BAB 74 : KELUARGA BASILISK
75
BAB 75 : SAKIT
76
BAB 76 : KERJA SAMA DUA PANGERAN
77
BAB 77 : MASA LALU DI BUMI
78
BAB 78 : KONDISI SETELAH DUA BULAN
79
BAB 79 : BANTUAN DARI RAJA
80
BAB 80 : MENYERAH MENJADI RAJA
81
BAB 81 : SEBUAH KISAH
82
BAB 82 : TUJUAN MYRO
83
BAB 83 : PERBEDAAN GEOGRAFIS
84
BAB 84 : PERTEMUAN BERSAMA KELOMPOK KAMAR DAGANG WILAYAH UTARA
85
BAB 85 : KAMAR DAGANG TERBESAR KEEMPAT
86
BAB 86 : BERADA DI KAPAL YANG SAMA
87
BAB 87 : SESUAI RENCANA
88
BAB 88 : TAHANAN
89
BAB 89 : LEI JUSTA
90
BAB 90 : GURU BESAR TANPA GELAR
91
BAB 91 : SELALU GAGAL
92
BAB 92 : KOTA PERDAGANGAN
93
BAB 93 : PENDIDIKAN DAN PAJAK YANG TEPAT
94
BAB 94 : KEPALA KAMAR DAGANG KARASU
95
BAB 95 : PASUKAN BARU DARI KERAJAAN ROCK
96
BAB 96 : KELUARGA LOREN
97
BAB 97 : KENAPA TIDAK MEMANFAATKAN KEUNTUNGAN BENTENG?
98
BAB 98 : FIRASAT BURUK
99
BAB 99 : PERSIAPAN PASUKAN
100
BAB 100 : TEKAD SEORANG KAKAK
101
BAB 101 : BERPURA-BURA KERACUNAN
102
BAB 102 : BALDUR YANG KETAKUTAN
103
BAB 103 : OMONGAN BESAR
104
BAB 104 : TEKNIK PEDANG YANG BAGUS
105
BAB 105 : ORANG BERBAKAT HARUS DIBUNUH LEBIH AWAL AGAR TIDAK MENJADI ANCAMAN!
106
BAB 106 : DEMAM
107
BAB 107 : SISI TENGAH
108
BAB 108 : RENCANA SEBENARNYA
109
BAB 109 : KAVALERI BERGERAK
110
BAB 110 : MUNDUR
111
BAB 111 : AKU AKAN MENJAGA BAGIAN BELAKANG
112
BAB 112 : MENGINCAR SATU ORANG
113
BAB 113 : APAKAH KAMU MEMBANTU ORANG LAIN UNTUK DIHARGAI OLEH ORANG LAIN JUGA?
114
BAB 114 : TANTANGAN DUEL
115
BAB 115 : AKU TAK BISA MEMBUNUH ANDA
116
BAB 116 : PENAWARAN
117
BAB 117 : AKU BERENCANA MENGGUNAKAN CARAKU SENDIRI!
118
BAB 118 : HUBUNGAN KELUARGA LOREN DAN HAREN
119
BAB 119 : RENCANA MASA DEPAN
120
BAB 120 : KEPUTUSAN CEPAT
121
BAB 121 : PILIHAN SIRANA
122
BAB 122 : KEPERCAYAAN PADA SIRANA
123
BAB 123 : KOTA PIRE
124
BAB 124 : SETENGAH PROVINSI RELIM
125
BAB 125 : JANGAN MUDAH PERCAYA
126
BAB 126 : SERANG SEBELUM GERBANG TERTUTUP
127
BAB 127 : KEMARAHAN BALDUR
128
BAB 128 : BERGUNA
129
BAB 129 : AYAH KONI DAN SIRANA
130
BAB 130 : KEPERCAYAAN DIBANGUN OLEH WAKTU
131
BAB 131 : BERPIKIR JAUH KE DEPAN
132
BAB 132 : EMPAT JENDRAL BESAR
133
BAB 133 : GERBANG TERTUTUP
134
BAB 134 : PENDEKAR BESI DAN PEMANAH JITU
135
BAB 135 : MENUKAR POSISI
136
BAB 136 : DUA RENCANA
137
BAB 137 : ALEXANDRIA MENYERAH?
138
BAB 138 : PERISAI TERKUAT DI DUNIA
139
BAB 139 : MELAMPAUI BATAS
140
BAB 140 : TAWARAN MYRO
141
BAB 141 : BERHENTI MENJADI PRAJURIT
142
BAB 142 : DORONGAN TERAKHIR
143
BAB 143 : BEKERJA SAMA DENGAN HAREN?
144
BAB 144 : GRAND DUKE CHARIOT
145
BAB 145 : CHERY USINA KARASU
146
BAB 146 : DUA SURAT
147
BAB 147 : PERTARUNGAN DUA JENDRAL PASUKAN IBUKOTA
148
BAB 148 : PERINGATAN JINEUNG DAN TETUA KAMAR DAGANG KARASU
149
BAB 149 : GRAND DUKE WELTON DI BARAT KERAJAAN
150
BAB 150 : CARMEN VS GRAND DUKE WELTON
151
BAB 151 : BANTUAN TAK TERDUGA
152
BAB 152 : MYRO BODOH!
153
BAB 153 : MIMPI DARI INGATAN YANG HILANG
154
BAB 154 : UNDANGAN LEI
155
BAB 155 : MENCEGAH NEPOTISME
156
BAB 156 : BERHENTI BERHARAP
157
BAB 157 : WALIKOTA DARI KOTA HERBA
158
BAB 158 : CARA MENGALAHKAN 4 KELUARGA BESAR
159
BAB 159 :KEKUATAN 4 KELUARGA BESAR
160
BAB 160 : AKU BUKAN SEKUTUMU
161
BAB 161 : MENGHANCURKAN SUMBER KEMAMPUAN MUSUH
162
BAB 162 : KEPUTUSAN TORKA, PERLINDUNGAN GARNISUN!
163
BAB 163 :SERANGAN BALIK 4 KELUARGA BESAR
164
BAB 164 : PERSIDANGAN
165
BAB 165 : PENGORBANAN LEDAKAN API
166
BAB 166 : TIDAK SANGGUP
167
BAB 167 : KEJAHATAN PIDANA ITU BUKAN SESUATU YANG BISA DIWARISKAN
168
BAB 168 : REORGANISASI PASUKAN
169
BAB 169 : KEKEJAMAN HAREN
170
BAB 170 : QUEMA ASTO
171
BAB 171 : JENDRAL AGURO
172
BAB 172 : KABAR DARI PERBATASAN KERAJAAN LAFE
173
BAB 173 : PERDEBATAN DI TENGAH MENGHADAPI SITUASI KRISIS
174
BAB 174 : PERTAHANAN TERKUAT
175
BAB 175 : ALASAN PENOLAKAN LUNE
176
BAB 176 : KOTA TORTO
177
BAB 177 : KEPUTUSAN BODOHMU AKAN MEMBUAT KAU KEHILANGAN ORANG YANG KAU PEDULIKAN
178
BAB 178 : KEADAAN KERAJAAN LAFA DAN KOTA RONMEN
179
BAB 179 : KEKACAUAN DI GERBANG
180
BAB 180 : TAWARAN TORPAN
181
BAB 181 : TINDAKAN TAK TERDUGA
182
BAB 182 : KALIAN SEMUA ADALAH MANUSIA
183
BAB 183 : MENGHAPUS TANDA
184
BAB 184 : KERAGUAN
185
BAB 185 : INFORMASI DARI IRLANDO
186
BAB 186 : RENCANA DARI ROVEN
187
BAB 187 : GERBANG TERTUTUP
188
BAB 188 : JEBAKAN KOTA RONMEN
189
BAB 189 : KEPANIKAN DI KOTA RONMEN
190
BAB 190 : PERPECAHAN ANTARA ROVEN DAN KAIRIN
191
BAB 191 : GERBANG KOTA RONMEN TERBUKA
192
BAB 192 : MASA LALU ROVEN
193
BAB 193 : HIGUCHI
194
BAB 194 : ALASAN ROVEN
195
BAB 195 : SUARA DAN PANTULAN, WAVE
196
BAB 196 : MELARIKAN DIRI? KAU SALAH PAHAM!
197
BAB 197 : SMOKE?
198
BAB 198 : PERTARUNGAN DI BAWAH KEGELAPAN
199
BAB 199 : IDENTITAS WAVE
200
BAB 200 : TEGAKKAN KEADILAN DENGAN TANGAN KALIAN SENDIRI
201
BAB 201 : KEPUTUSAN KAIRIN DAN LANDO
202
BAB 202 : KOTA OURO DAN JENDRAL VINE
203
BAB 203 : PEMBAGIAN 3 SISI
204
BAB 204 : APAKAH KAU YAKIN MENANG?
205
BAB 205 : SCARLET ASTO
206
BAB 206 : KEDATANGAN SERIBU WAJAH
207
BAB 207 : PERTEMPURAN BERLARUT-LARUT
208
BAB 208 : TANPA HASIL
209
BAB 209 : SATU LAWAN BANYAK
210
BAB 210 : HAMPIR MATI
211
BAB 211 : KELUARGA ASTO
212
BAB 212 : 7 DEWAN JARING, SOUL
213
BAB 213 : API MERAH YANG MEMBAKAR LANGIT
214
BAB 214 : PANGERAN MANOME
215
BAB 215 : SENJATA DARURAT LUNE
216
BAB 216 : MENINGGALKAN KOTA TORTO
217
BAB 217 : TETAP TINGGAL
218
BAB 218 : TIDAK ADA JALAN LARI
219
BAB 219 : MENGEJAR

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!