Identitas Dirga Sebenarnya

...Rumah Narti...

"Gendis, kamu belanja banyak, seperti habis dapat bonus dari suamimu!" Narti melihat Gendis membawa barang belanjaan banyak dan dia menegur sang putri.

Kemarin baru saja Gendis merasa sedih sebab Reza pergi dari rumah tanpa pamit dan juga membujuknya. Tetapi hari ini Gendis tampak berbeda. Dia tidak sedih lagi dan belanja banyak barang.

"Oh, ini Bu. Aku habis belanja tadi di Mall. Semalam Mas Reza memberi aku uang banyak. Jadi aku bisa beli sepatu, tas, serta beberapa pakaian. Sepertinya kehamilanku ini aku pengennya belanja terus!" ucap Gendis sumringah.

Gendis menaruh belanjaannya di atas meja. Ia kemudian menyandarkan tubuhnya duduk di sofa yang memanjang. Rasa lelah menjalar di tubuhnya , setelah ia hampir seharian berbelanja dengan teman-temannya.

"Apa Reza habis gajian banyak? Sehingga kamu bisa belanja sebanyak ini?" tanya Narti penasaran.

Meskipun Reza berasal dari orang kaya. sebelumnya Gendis tidak pernah belanja sebanyak ini. Karena dia tahu berapa gaji Reza selama ini. Mana mungkin cukup untuk berfoya-foya.

"Iya, katanya suamiku habis menyelesaikan kasus yang ia tangani bersama teman-temannya, jadi ia dapat bonus dari atasannya", jawab Gendis.

"Wah, bisa begitu Dis? memang keren suamimu, sudah pekerjaannya jelas, gajinya pun banyak belum lagi bonusnya . Ibu bangga punya mantu seperti, Reza", ujar Narti.

Namun raut wajah Narti tidak melukiskan kebahagiaan itu.

"Ibu, kenapa?" tanya Gendis yang melihat ibunya tampak gelisah.

Pasti sedang memikirkan semua, entah apa itu.

"Hmm, tidak apa-apa!"

"Ada apa, Bu. Sepertinya ibu sedang gelisah", Gendis mencecar Narti untuk membeli tahu.

Narti tampak ragu ingin menjelaskan, namun ia tidak tahan untuk menahan berita ini sendiri.

"Tadi ibu dan Bulekmu bertemu dengan Pak Lurah ",

"Dan terus?" sahut Gendis yang semakin penasaran dengan apa yang akan diceritakan oleh ibunya.

"Kamu tahukan Dis, kalau Dirga suaminya Mentari yang lumpuh membelikan Pak De mu tanah seluas 14 hektar. Tentu saja kami penasaran dari mana dia mendapatkan uang sebanyak itu karena Dirga itu lumpuh dan anak dari pembantu dan sopir di rumah saudaranya Pak Beni. Tapi jawaban pak Lurah di luar dugaan..."

"Apa yang di katakan oleh Pak lurah, Bu?" Gendis semakin serius mendengarkan cerita ibunya, dia juga penasaran sebenarnya siapa Dirga itu. kenapa mereka bisa tinggal di rumah mewah itu, yang pastinya harganya sangat fantastis.

"Pak Lurah bilang, Dirga adalah anak orang kaya", kata Narti.

"Apa?" Gendis ternganga mendengar jawaban dari ibunya, dua menggeleng seakan tidak mau percayai fakta ini.

"Iya, pak lurah sendiri yang bilang pada kami, kalau Dirga itu anak konglomerat. Mempunyai perusahaan, mempunyai usaha dan masih banyak lagi asetnya" imbuh Narti.

"Tidak mungkin, Bu. Pasti pak Lurah bohong, dan kong kalikong dengan mereka", sahut Gendis tidak percaya.

"Tapi Pak lurah berani bersumpah dan dia mana mungkin berbohong. Kata pak Lurah juga di tahu semua data-data tentang Dirga saat ia akan menikah dengan Mentari", Narti menjelaskan.

Gendis meneguk ludahnya, mana mungkin saudaranya yang Upik abu itu menikah dengan Konglomerat. Membayangkan saja Gendis tidak pernah, berarti dia kalah dari Mentari dong. Tidak jadi menikah dengan Reza, Mentari menikah dengan anak orang kaya yang melebihi dari suaminya. Bahkan tidak ada separuhnya jika memang rumah dan harta itu adalah milik mereka.

"Kita harus pastikan jika info ini memang valid. Jangan percaya begitu saja sama Pak Lurah..."

Ketika sedang mengobrol, Dani adik dari Gendis menyerahkan selembar kertas undangan pada ibunya.

"Apa ini?" tanya Narti sambil membuka surat undangan tersebut.

"Itu katanya undangan untuk syukuran rumahnya Mbak Tari", jawab Dani.

"Mereka pakai acara syukuran segala, pasti mereka mau pamer sama warga disini", kata Narti.

Gendis segera merebut undangan tersebut yang tengah dibaca oleh ibunya. Dia meremas undangan itu.

"Kenapa Dis?" Narti melihat putrinya sangat marah dan merobek kertas undangan dengan penuh amarah.

****************

...Rumah Mentari...

Syukuran rumah Mentari banyak yat menghadiri. Mereka takjub melihat rumah mewah itu. tidak hanya dari luar saja namun mereka bisa melihat kedalamnya.

Forniture dan barang-barang di rumah baru Bagas terlihat mahal dan mewah. hal ini sontak saja menjadi bahan pembicaraan

 semua orang.

Hingga beberapa dari keluarga Narti dan adik-adiknya berani bertahan disana hanya 15 menit saja di acara itu. Mereka pulang tanpa pamit.

Sekarang di depan rumah Mentari dan Dirga sudah nampak sibuk. Beberapa pekerja mulai sibuk memasang dekorasi, karena Bagas ingin menggelar acara resepsi pernikahan anaknya di halaman rumah mereka.

Halaman yang luas itu bisa menampung banyak tamu yang datang. Esok cara resepsi di selenggarakan.

Keluarga dari Bagas hanya Denok dan Dewi yang ikut membantu. Sedangkan Narti , Gendis dan yang lainnya tidak mau datang .

Mereka tidak bisa mengendalikan suasana hati. Jika mereka melihat kebahagiaan yang kini dimiliki oleh Mentari dan keluarganya.

Narti masih tidak percaya, namun inilah kenyataannya. Narti masih bertanya-tanya siapa sebenarnya Dirga sesungguhnya.

Berarti kedua orangtuanya berbohong saat bertemu di rumah Bagas yang dulu, saat akan melamar Mentari dulu.

****************

Mentari sudah dirias, tampak sangat memukau dan cantik mengenakan gaun pengantin siang itu.

Dirga sesekali curi pandang pada istrinya. Namun ketika Mentari membalas tatapan suaminya, Dirga seakan membuang muka.

Ia hingga kini masih mempertahankan gengsinya.

"Pengantin pria, tampaknya curi-curi pandang terus! Karena istrinya sangat cantik!" ucap salah seorang asisten MUA yang membantu Mentari memasang aksesoris di hijabnya.

Mentari hanya mengulas senyum. Ia kembali memperhatikan Dirga untuk melihat responnya bagaimana. Namun, justru Dirga pergi mendorong kursi rodanya.

Mentari sedikit kecewa. namun, ia harus sabar menanti sang suami bisa jatuh cinta pada dirinya. Untuk saat ini Mentari memaklumi sikap suaminya itu.

Banyak kerabat Dirga yang hadir, mereka semua dari kalangan orang berada. Terlihat dari penampilan dan barang yang mereka kenakan.

Resepsi pernikahan Mentari dan Dirga sangat meriah. Karena banyak makanan dan hiburan gratis untuk warga desa yang hadir.

Gendis menatap sinis pada Mentari yang duduk bersanding suaminya di pelaminan.

Beni naik keatas panggung, dan semua warga berseru. Hampir semua orang didesa itu mengenal Beni. Terlebih ia adalah pemilik pabrik yang mayoritas warga bekerja disana menggantungkan hidupnya.

"Selamat siang para hadirin yang telah hadir di acara resepsi pernikahan keponakan saya",

"Keponakan?" gumam Mega mertuanya Gendis.

Sebagian dari mereka, terutama yang meremehkan Dirga serta keluarganya tercengang. Mereka berusaha mencerna perkataan Beni.

"Selamat Dirga, atas pernikahannya..." Beni memberi selamat dan sambutan lainnya.

"Saya juga ingin memperkenalkan Dirga kepada kalian, sebagai pemilik pabrik yang selama ini kalian duga adalah milik saya. Semua itu adalah milik kakak saya , Bu Dita. Dan Dirga adalah putra semata wayangnya ", kata Beni menjelaskan.

Para hadirin yang hadi banyak yang langsung shock. Terutama orang yang selama ini julid pada Mentari.

Terpopuler

Comments

Christina Hartini

Christina Hartini

nah lho..shock gk para bulek² yg sangat...sangat julid PD ponakannya sendiri, 😞pokoknya jangan pingsan lagi ya bulek julid

2025-01-05

0

Jetty Eva

Jetty Eva

SELAMAT ATAS PERNIKAHANNYA...bukan atas perhatianx...😊

2025-03-02

0

Diah Susanti

Diah Susanti

jangankan separuhnya, 5% aja mungkin tidak ada😁😁😁

2025-01-29

0

lihat semua
Episodes
1 Calon Suami Lumpuh
2 Ejekan dari keluarga Part 1
3 Ejekan Dari Keluarga Part 2
4 Sifat keluarga besar yang di Luar Nurul
5 Hinaan dari Mantan
6 Akad Nikah Semua Orang Syok!!!
7 Tidak Ada Pelet!
8 Denok Kepo Uang Mahar Asli atau Palsu
9 Penasaran Dengan Pemilik Rumah Mewah
10 Melihat Rumah Baru
11 Obrolan Beni Dan Dirga
12 Pindahan
13 Tak Bisa Berkata-kata
14 Mega Terlalu Percaya Diri
15 Kejutan dari Dirga
16 Gendis mempermalukan dirinya sendiri.
17 Denok Shock
18 Dirga Cemburu
19 Anak Konglomerat
20 Identitas Dirga Sebenarnya
21 Memutus Kerja Sama
22 Berkunjung kerumah mertua
23 Bertengkar
24 Reza berusaha mendekati Mentari lagi
25 Peduli
26 Reza dan Gendis bertengkar
27 kebohongan
28 Di fitnah
29 Tamu tak diundang
30 Orang Asing yang tidak Penting
31 Perlawanan !
32 Meminta untuk Gadaikan SK
33 Ancaman Untuk Narti
34 Curiga
35 Mencecar Yanto
36 Mau terapi kembali
37 Narti bikin ulah
38 Di Serang Balik
39 Ines meminta bantuan Bella
40 Ancaman!!
41 Menginap
42 Misi Gagal
43 Di Bohongi Dewi
44 Mencari Cara
45 Di kerjain
46 Di Usir
47 Dirga Mulai Tertarik pada Mentari
48 Ingin Pinjam Uang
49 Sudah Salah, Masih Membela Diri!!
50 Bella di Hukum
51 Kata Sayang!!!
52 Menstalking
53 Kiriman Makana misterius
54 Gendis ketahuan
55 Pajangan Foto Segede gaban
56 Pindahan
57 Kecolongan
58 Gusar
59 Tak Punya Muka
60 Jemput Paksa
61 Bisa Berjalan Lagi
62 Mundur
63 Di fitnah
64 Bella di tolong Mentari
65 Makan malam
66 Menolak untuk membantu Ines
67 acara syukuran
68 Gagal
69 sudah di ujung tanduk
70 Mendatangi Rumah Mertua
71 Rencana Reno dan Soraya
72 Curhat
73 Keguguran
74 Menjenguk Gendis
75 Malam Pertama yang Tertunda
76 Meminta Maaf Pada Bella
77 Menggadaikan Sertifikat Rumah
78 Di Kira Hamil
79 Memeriksa CCTV
80 Tamu yang Mengejutkan
81 Ketahuan
82 Kecewa
83 Gendhis Masih belum berubah
84 Bersikap tegas
85 Bingung mencari bantuan
86 Terkena Adzab
87 Di Gadaikan Adik Ipar
88 Curiga
89 Ke Kota Bersama
90 Menawarkan Perabotan Rumah
91 Berunding
92 Ketahuan
93 Orangtua Ines Datang
94 Minta pertanggungjawaban
95 Grup WA
96 Datang ke kantor
97 Tak Sengaja Bertemu Teman SMP
98 Bernegosiasi
99 Pamer kekayaan
100 Mengantar Bekal Makan Siang
101 Jadi Bahan Hujatan Digrup Alumni
102 Ines sudah tidak waras
103 Tiga Persyaratan
104 Mengembalikan sertifikat
105 Gosip menyebar
106 Bertemu Temen Julid Lagi
107 Reunian
108 Semua orang tercengang
109 Mendatangi Rumah Mentari
110 Bertemu Ines di Mall
111 Alex kembali
112 Rencana perjodohan
113 Di paksa menerima lamaran Alex
114 Senjata makan tuan
115 Tidak percaya
116 Menghindar
117 Diskusi
118 Kembalinya Sang Mantan
119 Beratnya Syarat kedua dan ketiga
120 Rencana liburan
121 Ketemu dua demit
122 Mendorong motor
123 Nenek Lampir
124 Tiga bersaudara pergi ke rumah Bagas
125 Rencana Datang Kereunian Kampus
126 Tegasnya Laras
127 Ketahuan
128 Mempermalukan Ines
129 Pelakor tak punya malu
130 Bergosip
131 kecoak
132 selingkuh teriak selingkuh
133 Ketahuan.
134 Fitnah
135 Cinta boleh tapi jangan bodoh
136 Suka cari-cari masalah
137 Gosip beredar
138 Kehadiran Sang Nenek
139 Ancaman
140 Nenek julid
141 Di ajak ikut Arisan
142 Pamer kekayaan
143 Merasa tersaingi
144 Pertemuan yang tidak sengaja
145 Perdebatan yang cukup alot
146 Membeli perhiasan baru
147 Caper
148 Mencoba mempengaruhi Bagas Kemabli
149 Kedatangan Seruni ke Desa
150 Mengajak Mira tinggal bersama
151 Fira hamil
152 Pencuri sebenarnya
153 Laras di fitnah
154 Ingin pinjam mobil
155 Rencana mestop uang jatah
156 meminta bantuan pada Reza
157 Bertengkar
158 Narti mencoba menghasut Bagas
159 Menolak dijodohkan
160 Resepsi pernikahan Ines dan Alex
161 Gendhis belum bisa move on
162 Puspa berusaha membujuk Heny
163 seperti roller coaster
164 dengan tegas menolak
165 Mahar lima ratus ribu
166 memaksakan ingin mengadakan resepsi
167 Pinjam uang
168 berkunjung ke rumahnya Farhan
169 Minta dinikahi secepatnya
170 Tidak menginginkan anak-anak Farhan
Episodes

Updated 170 Episodes

1
Calon Suami Lumpuh
2
Ejekan dari keluarga Part 1
3
Ejekan Dari Keluarga Part 2
4
Sifat keluarga besar yang di Luar Nurul
5
Hinaan dari Mantan
6
Akad Nikah Semua Orang Syok!!!
7
Tidak Ada Pelet!
8
Denok Kepo Uang Mahar Asli atau Palsu
9
Penasaran Dengan Pemilik Rumah Mewah
10
Melihat Rumah Baru
11
Obrolan Beni Dan Dirga
12
Pindahan
13
Tak Bisa Berkata-kata
14
Mega Terlalu Percaya Diri
15
Kejutan dari Dirga
16
Gendis mempermalukan dirinya sendiri.
17
Denok Shock
18
Dirga Cemburu
19
Anak Konglomerat
20
Identitas Dirga Sebenarnya
21
Memutus Kerja Sama
22
Berkunjung kerumah mertua
23
Bertengkar
24
Reza berusaha mendekati Mentari lagi
25
Peduli
26
Reza dan Gendis bertengkar
27
kebohongan
28
Di fitnah
29
Tamu tak diundang
30
Orang Asing yang tidak Penting
31
Perlawanan !
32
Meminta untuk Gadaikan SK
33
Ancaman Untuk Narti
34
Curiga
35
Mencecar Yanto
36
Mau terapi kembali
37
Narti bikin ulah
38
Di Serang Balik
39
Ines meminta bantuan Bella
40
Ancaman!!
41
Menginap
42
Misi Gagal
43
Di Bohongi Dewi
44
Mencari Cara
45
Di kerjain
46
Di Usir
47
Dirga Mulai Tertarik pada Mentari
48
Ingin Pinjam Uang
49
Sudah Salah, Masih Membela Diri!!
50
Bella di Hukum
51
Kata Sayang!!!
52
Menstalking
53
Kiriman Makana misterius
54
Gendis ketahuan
55
Pajangan Foto Segede gaban
56
Pindahan
57
Kecolongan
58
Gusar
59
Tak Punya Muka
60
Jemput Paksa
61
Bisa Berjalan Lagi
62
Mundur
63
Di fitnah
64
Bella di tolong Mentari
65
Makan malam
66
Menolak untuk membantu Ines
67
acara syukuran
68
Gagal
69
sudah di ujung tanduk
70
Mendatangi Rumah Mertua
71
Rencana Reno dan Soraya
72
Curhat
73
Keguguran
74
Menjenguk Gendis
75
Malam Pertama yang Tertunda
76
Meminta Maaf Pada Bella
77
Menggadaikan Sertifikat Rumah
78
Di Kira Hamil
79
Memeriksa CCTV
80
Tamu yang Mengejutkan
81
Ketahuan
82
Kecewa
83
Gendhis Masih belum berubah
84
Bersikap tegas
85
Bingung mencari bantuan
86
Terkena Adzab
87
Di Gadaikan Adik Ipar
88
Curiga
89
Ke Kota Bersama
90
Menawarkan Perabotan Rumah
91
Berunding
92
Ketahuan
93
Orangtua Ines Datang
94
Minta pertanggungjawaban
95
Grup WA
96
Datang ke kantor
97
Tak Sengaja Bertemu Teman SMP
98
Bernegosiasi
99
Pamer kekayaan
100
Mengantar Bekal Makan Siang
101
Jadi Bahan Hujatan Digrup Alumni
102
Ines sudah tidak waras
103
Tiga Persyaratan
104
Mengembalikan sertifikat
105
Gosip menyebar
106
Bertemu Temen Julid Lagi
107
Reunian
108
Semua orang tercengang
109
Mendatangi Rumah Mentari
110
Bertemu Ines di Mall
111
Alex kembali
112
Rencana perjodohan
113
Di paksa menerima lamaran Alex
114
Senjata makan tuan
115
Tidak percaya
116
Menghindar
117
Diskusi
118
Kembalinya Sang Mantan
119
Beratnya Syarat kedua dan ketiga
120
Rencana liburan
121
Ketemu dua demit
122
Mendorong motor
123
Nenek Lampir
124
Tiga bersaudara pergi ke rumah Bagas
125
Rencana Datang Kereunian Kampus
126
Tegasnya Laras
127
Ketahuan
128
Mempermalukan Ines
129
Pelakor tak punya malu
130
Bergosip
131
kecoak
132
selingkuh teriak selingkuh
133
Ketahuan.
134
Fitnah
135
Cinta boleh tapi jangan bodoh
136
Suka cari-cari masalah
137
Gosip beredar
138
Kehadiran Sang Nenek
139
Ancaman
140
Nenek julid
141
Di ajak ikut Arisan
142
Pamer kekayaan
143
Merasa tersaingi
144
Pertemuan yang tidak sengaja
145
Perdebatan yang cukup alot
146
Membeli perhiasan baru
147
Caper
148
Mencoba mempengaruhi Bagas Kemabli
149
Kedatangan Seruni ke Desa
150
Mengajak Mira tinggal bersama
151
Fira hamil
152
Pencuri sebenarnya
153
Laras di fitnah
154
Ingin pinjam mobil
155
Rencana mestop uang jatah
156
meminta bantuan pada Reza
157
Bertengkar
158
Narti mencoba menghasut Bagas
159
Menolak dijodohkan
160
Resepsi pernikahan Ines dan Alex
161
Gendhis belum bisa move on
162
Puspa berusaha membujuk Heny
163
seperti roller coaster
164
dengan tegas menolak
165
Mahar lima ratus ribu
166
memaksakan ingin mengadakan resepsi
167
Pinjam uang
168
berkunjung ke rumahnya Farhan
169
Minta dinikahi secepatnya
170
Tidak menginginkan anak-anak Farhan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!