Merasa Bersalah

Sesampainya di rumah, Amar yang mengira Mahira akan marah padanya ternyata bersikap seperti biasa seakan tak pernah terjadi apa-apa. Mahira tetap menyambut kepulangan Amar dengan senyum manisnya, membawakan tas kerjanya serta menyiapkan makan malam yang ia masak sendiri.

"Ini tidak terlalu dingin kan?" tanya Mahira sambil memegang mangkuk sayur yang masih terasa hangat.

"Mahira..." tidak mempedulikan apa yang Mahira katakan, Amar menatap Mahira yang seakan menyembunyikan kesedihannya.

"E-kenapa, ini kurang panas yah, b-biar aku panaskan lagi." ujar Mahira mengambil mangkuk sayur itu. Namun langsung di hentikan oleh Amar.

"Mahira!"

Mendapati tangannya di genggam oleh Amar, Mahira langsung menarik tangannya dengan mata yang berkaca-kaca menahan rasa yang sebenarnya tengah di sembunyikan.

"Mahira aku minta maaf."

"Minta maaf kenapa, Kak Amar tidak melakukan kesalahan apapun. Aku yang salah. Sejak awal kak Amar sudah mengatakan jika kita tidak perlu melakukan tugas dan tanggungjawab sebagai suami istri. Tapi aku malah bersikap seperti istri yang sesungguhnya."

"Mahira... bukan begitu tapi..."

"Tidak papa Kak Amar, mulai besok aku tidak akan membawakan bekal lagi."

Mendengar kata demi kata yang Mahira katakan, entah mengapa hatinya terasa nyeri, ada perasaan bersalah dan juga kasihan meskipun Mahira berusaha keras menyembunyikan kesedihannya. Namun rasa takutnya memiliki rasa cinta di dalam hatinya, membuat Amar menepis keraguannya.

Karena masih tinggal di kamar yang terpisah dengan Amar, Mahira lebih memilih tidur bersama baby Emir daripada harus tidur sendiri. Karena tidur sendiri membuat Mahira kembali merasakan kesedihannya kehilangan Amir dan membandingkan dengan Amar suaminya sekarang. Meskipun tidak ada niatan untuk membandingkan antara kakak dan adik itu, tapi hati kecilnya merasakan perbandingan yang sangat jauh diantara keduanya. Dimana Amir sangat mencintainya dan memperlakukannya bak Ratu, Sementara Amar begitu dingin dan memperlakukannya sesuai mood nya.

"Mahira..."

Lamunan Mahira buyar ketika mendengar Amar memanggilnya.

"Apa kamu sudah tidur?"

Mengetahui Amar berada dibalik pintu, Mahira turun dari ranjang dan membukakan pintu untuknya.

Begitu pintu terbuka Amar terlihat gugup karena ditengah malam datang ke kamar Mahira padahal baby Emir tak terdengar menangis.

"A-eum... hari ini aku belum melihat Emir, aku hanya ingin melihatnya sebentar agar aku bisa tidur."

Mendengar alasan Amar, Mahira hanya mengangguk kecil dan mempersilahkan Amar masuk melihat baby Emir yang tengah tidur pulas di ranjangnya.

Amar duduk di tepi ranjang menatap lekat baby Emir yang dimatanya terlihat begitu mirip dengan Amir sang Adik.

Tak terasa sudah berapa lama Amar menatap baby Emir sampai saat ia menoleh kearah Mahira, Mahira sudah tertidur di sofa.

Melihat itu, perlahan Amar melangkah mendekati Mahira. Menatap wajah Mahira, ada rasa kasihan karena sudah memperlakukan Mahira jauh dari apa yang Adiknya lakukan selama ini.

Setelah menatapnya cukup lama, Amar bangkit, mengangkat tubuh Mahira dan memindahkan ke ranjang, di samping bayinya yang masih tertidur pulas.

Namun saat Amar mencoba melepaskan tangannya yang tertindih tubuh Mahira, di buat terkejut ketika tiba-tiba Mahira mengalungkan tangannya ke leher Amar

"Mas Amir..." lirih Mahira dengan mata yang masih terpejam.

Mendengar itu, Amar yang sebelumnya merasa kaget merasa lega karena ternyata Mahira masih tidur dan mungkin tengah memimpikan Amir.

Perlahan, Amar melepaskan tangan Mahira dari pundaknya tapi lagi-lagi Mahira kembali menariknya hingga tubuh Amar menimpanya. Dan karena itu juga Mahira yang merasa tubuhnya tertimpa benda berat membuka matanya.

Kedua netranya seketika membulat sempurna ketika Mahira melihat Amar diatasnya. Jarak yang sangat dekat hingga keduanya sama-sama terdiam saling memandang lekat untuk pertama kalinya.

Bersambung...

Terpopuler

Comments

gia nasgia

gia nasgia

Nah lho 🤭

2025-04-03

0

dapurAFIK

dapurAFIK

lanjut Thor...

2024-09-05

1

Sri Astuti

Sri Astuti

sabar dan kuat ya Mahira

2024-09-05

1

lihat semua
Episodes
1 Istri yang di wariskan
2 Melahirkan dihari Pemakaman
3 Menggantikan Peran Adik
4 Suara Misterius
5 Gunjingan Tetangga
6 Kesedihan dimasa Kecil
7 SAH
8 Panik
9 Satu Kamar
10 Kecewa
11 Merasa Bersalah
12 Gelisah
13 Tak Sesuai Harapan
14 Senyuman Pertama
15 Apa Yang Terjadi?
16 Kembali Merasa Bersalah
17 Resah
18 Kembali Kecewa
19 Makan Malam
20 Romantis
21 Mabuk
22 Pertengkaran
23 Berdebar
24 Mimpi
25 Trauma Masa Lalu
26 Berubah Sikap
27 Ngamuk
28 Kegaduhan
29 Kembali Bertengkar
30 Dalam Bahaya
31 Merasa Kotor
32 Menenangkan
33 Penyelidikan
34 Malu-malu Mau
35 Gagal
36 Flashback
37 Awal Baru
38 Pagi Pertama
39 Menggoda
40 Titik Terang
41 Menunggu Giliran
42 Pijat plus-plus
43 Terancam
44 Perkelahian
45 Teringat Kembali
46 Mulai terungkap
47 Terungkap
48 Bukti
49 Khawatir
50 Selamat
51 Hottie
52 Salah Paham
53 Ngambek
54 Sesal
55 Damai
56 Mengajak Keluar
57 Perjalanan
58 Malam Panas
59 Lagi
60 Wanita Dimasa Lalu
61 Memanas-manasi Mantan
62 Kata Cinta
63 Kembali Bertemu
64 Penghinaan
65 Bertengkar
66 Minta Maaf
67 Godaan Tetangga
68 Fitnah
69 Mencari Tau
70 Dilema
71 Ketegasan Amar
72 Terkejut
73 Khawatir
74 Ancaman
75 Tak Ambil Pusing
76 Siasat
77 Masuk Perangkap
78 Terungkap
79 TAMAT
80 PROMO NOVEL BARU
Episodes

Updated 80 Episodes

1
Istri yang di wariskan
2
Melahirkan dihari Pemakaman
3
Menggantikan Peran Adik
4
Suara Misterius
5
Gunjingan Tetangga
6
Kesedihan dimasa Kecil
7
SAH
8
Panik
9
Satu Kamar
10
Kecewa
11
Merasa Bersalah
12
Gelisah
13
Tak Sesuai Harapan
14
Senyuman Pertama
15
Apa Yang Terjadi?
16
Kembali Merasa Bersalah
17
Resah
18
Kembali Kecewa
19
Makan Malam
20
Romantis
21
Mabuk
22
Pertengkaran
23
Berdebar
24
Mimpi
25
Trauma Masa Lalu
26
Berubah Sikap
27
Ngamuk
28
Kegaduhan
29
Kembali Bertengkar
30
Dalam Bahaya
31
Merasa Kotor
32
Menenangkan
33
Penyelidikan
34
Malu-malu Mau
35
Gagal
36
Flashback
37
Awal Baru
38
Pagi Pertama
39
Menggoda
40
Titik Terang
41
Menunggu Giliran
42
Pijat plus-plus
43
Terancam
44
Perkelahian
45
Teringat Kembali
46
Mulai terungkap
47
Terungkap
48
Bukti
49
Khawatir
50
Selamat
51
Hottie
52
Salah Paham
53
Ngambek
54
Sesal
55
Damai
56
Mengajak Keluar
57
Perjalanan
58
Malam Panas
59
Lagi
60
Wanita Dimasa Lalu
61
Memanas-manasi Mantan
62
Kata Cinta
63
Kembali Bertemu
64
Penghinaan
65
Bertengkar
66
Minta Maaf
67
Godaan Tetangga
68
Fitnah
69
Mencari Tau
70
Dilema
71
Ketegasan Amar
72
Terkejut
73
Khawatir
74
Ancaman
75
Tak Ambil Pusing
76
Siasat
77
Masuk Perangkap
78
Terungkap
79
TAMAT
80
PROMO NOVEL BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!