Peri Justice Squad

Elina membawa Alex ke tempat penjualan ternak untuk membeli 30 ekor ayam dan bebek, serta masing-masing 2 ekor sapi dan domba yang berpasangan—jantan dan betina. Total pembelian tersebut mencapai 19 juta rupiah, dan Elina memberikan alamat pengirimannya.

Setelah urusan ternak selesai, karena hari itu adalah Minggu. Elina memutuskan untuk membawa Alex jalan-jalan ke kebun binatang. Mereka menikmati suasana sambil melihat berbagai hewan, dari singa yang berbaring di bawah pohon hingga jerapah yang tinggi menjulang.

Alex tampak senang, matanya berbinar-binar setiap kali melihat hewan-hewan yang bergerak bebas di kandangnya. Mereka juga berhenti di area hewan-hewan jinak, di mana Alex berkesempatan untuk menyentuh kelinci dan kambing kecil. Elina tak henti-hentinya tersenyum melihat keceriaan putranya.

Saat sedang asyik menikmati suasana, tiba-tiba dua remaja mendekati mereka. Yang satu berambut panjang dan yang lainnya berambut pendek. Keduanya terlihat antusias saat melihat Elina, sementara Elina memandang mereka dengan heran.

"Um, Peri, bolehkah aku minta tanda tangan? Kami adalah penggemarmu," ucap si rambut pendek dengan malu-malu, sementara si rambut panjang menatap Elina penuh harap.

"Penggemarku?" Elina bertanya bingung, karena ia bukan seorang idola.

Mereka berdua mengangguk serempak. "Peri, kami melihat videomu saat kau menangkap pencuri. Itu sangat keren. Dan sejak itu, banyak yang menjadi penggemarmu, termasuk kami," ujar si rambut panjang dengan mata berbinar.

Mereka lalu memperlihatkan grup penggemar di media sosial bernama Peri Justice Squad dengan jumlah anggota mencapai 12 ribu orang.

Elina tak menyangka hanya dengan satu video ia bisa mendapatkan belasan ribu penggemar. Dia merasa terharu sekaligus lucu melihat betapa antusiasnya mereka.

Si rambut panjang bahkan berkata blak-blakan, "Peri, aslinya kau lebih cantik daripada di kamera!"

Elina tersenyum lembut, dan hal itu langsung membuat kedua remaja itu berteriak kegirangan. "Haduh, hatiku tidak kuat!" ujar si rambut panjang sambil memegangi dadanya lebay, membuat Elina terkekeh melihat tingkahnya.

"Siapa nama kalian?" tanya Elina, dengan cepat si rambut panjang menjawab, "Saya Wulan, dan ini teman saya Anggrek."

Wulan tampak lebih aktif, sementara Anggrek lebih pemalu. Elina melihat tatapan Anggrek selalu mengarah ke Alex, tapi tidak ada niat buruk.

Melihat itu, Elina tersenyum dan tanpa ragu mengambil Alex dari kereta dorongnya. "Gendonglah," katanya lembut, menyerahkan Alex kepada Anggrek. Anggrek memandang Elina terkejut, namun sangat senang, dan dengan hati-hati menerima Alex ke pelukannya.

Elina tidak merasa khawatir sama sekali, karena setelah segala pengalaman yang ia lalui di dunia akhir, ia memiliki insting tajam untuk menilai apakah seseorang berniat baik atau tidak.

Setelah memberikan tanda tangan, mereka berjalan bersama mengelilingi kebun binatang. Wulan dengan antusias menceritakan bagaimana para penggemar aktif di grup, ada yang bertugas mencari tahu identitas Elina, ada juga yang sibuk melawan komentar-komentar negatif di video viral itu.

Elina mendengarkan dengan penuh perhatian, sementara Anggrek asyik bermain dengan Alex, tampak sangat bahagia.

Sebelum mereka berpisah, mereka sempat berfoto bersama. Wulan dengan sigap mengeluarkan ponselnya dan meminta salah satu pengunjung lain untuk mengambil gambar.

Elina berdiri ditengah dengan Alex yang berada di kereta dorong, Anggrek di sebelah kanannya sementara Wulan berdiri di sebelah kirinya. Setelah beberapa kali jepretan, mereka puas dengan hasilnya.

Melihat keengganan mereka berdua untuk berpisah. Elina kemudian berkata, "Kalian bisa datang ke rumahku kapan saja jika ingin bermain atau sekadar berkunjung." Ia menyebutkan alamat rumahnya di desa, dan Wulan dengan cepat mencatatnya di ponselnya, tampak sangat bersemangat dengan undangan tersebut.

"Kami pasti akan datang!" seru Wulan antusias. Anggrek mengangguk, tersenyum malu-malu, tapi jelas terlihat senang dengan ajakan tersebut.

Setelah perpisahan hangat dan penuh canda, Wulan dan Anggrek pun melambaikan tangan mereka sambil berjalan pergi. Elina melihat mereka dengan senyum di wajahnya, merasa senang bisa bertemu dengan mereka.

Dalam perjalanan pulang Elina mencari tempat yang sepi, mencari celah untuk memasukkan kereta dorongnya ke dalam ruang. Saat hendak pergi, telinganya menangkap suara lirih—suara kecil yang terdengar seperti anak anjing.

Rasa penasaran mendorongnya untuk mencari asal suara. Di bawah pohon rindang, Elina menemukan sebuah kotak kardus yang dilakban rapat. Suara rintihan itu jelas berasal dari dalam kotak. Tanpa ragu, ia merobek lakban yang tebal, dan begitu kotak terbuka, tiga anak anjing kecil terlihat di dalamnya—terkulai lemah, hampir tidak bergerak.

Wajah Elina mengeras. “Siapa yang tega melakukan ini?” pikirnya dengan hati tersayat. Tindakan itu seakan dirancang untuk membiarkan mereka mati perlahan.

Tanpa membuang waktu, ia memberinya minum air spiritual. Setetes demi setetes ia tuangkan ke bibir kering anak-anak anjing itu. Perlahan-lahan, warna mereka mulai kembali, napas yang tadinya tersendat mulai stabil.

Elina menatap mereka sejenak, memastikan mereka pulih dengan baik. Kemudian memasukkan mereka kedalam ruang. Melihat tidak ada orang disekitar, ia menarik napas lega, lalu berbalik dan melanjutkan perjalanannya.

...----------------...

Hayo tebak siapa aja mereka,, hehe

like yang banyak, biar aku semangat update 🔥

pendapatan ku sekrang Rp 26. Wes daebak nambah 20, ada kemajuan🫂. Terima kasih semuanya.

Terpopuler

Comments

S H 10

S H 10

Alex, Elina, Andra, Edgar, Dimas.. kok Dimas ganteng banget .. /Chuckle//Chuckle//Chuckle/
Daaaaahhhhh /Bye-Bye//Bye-Bye//Bye-Bye//Bye-Bye/

2025-01-29

3

Nf@. Conan 😎

Nf@. Conan 😎

kok cpat Alex sdah gede, prasaan sblum pndah k kbupaten bru 1 blan lbih, knapa bsa sdah segede ntuh

2025-03-09

0

Adek Ar

Adek Ar

klo saja ada sebuah dunia ruang lengkap dng isi ygkita butuhkan..he.he..imajinasi ana thor.

2025-02-25

0

lihat semua
Episodes
1 Kelahiran kembali?
2 Andra
3 Siapa itu?
4 Dimas
5 Mengapa kamu sangat mirip bapakmu
6 Pasar sayur (1)
7 Pasar sayur (2)
8 Edgar
9 Dia anakku, bukan alat
10 Elina Nature's Finest
11 Renovasi rumah (1)
12 100 juta
13 pindah
14 Dimas Vs Edgar
15 Stroberi
16 Apakah Kau Mengenalnya?
17 Renovasi (2)
18 Membeli bibit
19 flashback
20 Peri Justice Squad
21 Rumah baru Elina
22 Tanaman merambat
23 Mitra
24 Siaran Langsung
25 Siaran langsung (2)
26 kurir
27 Monyet kecil
28 Tomat penghilang jerawat
29 Kehangatan Meja Makan
30 Xiaoya dkk
31 Cucu menantu
32 Menanam sayur bersama xiaoya dkk
33 Lutfi dan Alif
34 Guru Alif
35 Anggur Kyoho
36 lipstik?
37 Dabai
38 Sup Krim Jamur
39 Ayahmu mencoba merayuku
40 Blueberry
41 Kalian pemenangnya
42 Beruang kecil
43 Kakek Long vs Xiaoya 1
44 Rumput Mendong
45 Beri Aku Minum
46 Anyaman Tikar
47 Hotpot
48 Istri Dan Anakmu Akan Dibawa Pergi!
49 ???
50 Paman terbaik
51 Bertemu kerabat
52 Pekerja Tambahan
53 Pangsit Nenek Liao
54 Dia adalah istriku
55 Panen Besar
56 Jadi Seorang Ibu Tidak Mudah
57 Scarlet firethorn
58 Tunggu aku kembali
59 Hukuman Buat Erwin
60 300 Bibit
61 900 Buah Terjual
62 Jus Jeruk dan Manisan Kulit Jeruk
63 Ingat Untuk Merindukanku
64 Ketumbar
65 Kakak Tommy
66 Bingung Pilih Yang Mana
67 Tidak Tahan!
68 Tibbets Masttif
69 Aku Ingin Merawatnya
70 Raja Milikmu
71 Harta keluarga
72 Daftar Lisensi
73 Tunangan
74 Siaga
75 Rose
76 Andra POV
77 Tidak Enak!
78 Gadis Berpayung Pink
79 Permen Karet untuk Erwin
80 Tanah Yang di Berkati
81 Maaf
82 Tahu Rahasianya
83 Membuat Pupuk Kompos
84 Mengatur Siklus Pertumbuhan
85 Cabe kering
86 Alif dan Xiaoya dkk
87 Pupuk
88 Pesanan Kedua
89 Bukankah Adel Pacarnya?
90 Aku Tidak Lagi Sendiri
91 Sangat memalukan
92 Panen Selada
93 Pergi ke Kabupaten
94 Kevin?
95 Aku Ingin Berganti Profesi
96 Alif Sudah Jadi Seorang Ayah
97 Telur angsa
98 Pisah
99 Gosip Desa
100 Cari Papa Baru
101 Alex menangis
102 Pacarnya hamil
103 Bos Besar
104 Proyek Desa
105 Mengunjungi Rumah Walikota
106 Rapat Desa
107 Gotong Royong
108 "Bu"
109 Pertemuan
110 Tidak Usah Tinggal Di Kota
111 Pengakuan Andra
112 Tahun Baru (1)
113 Tahun Baru (2)
114 Dabai tukang palak
115 Telur Pitan
116 Erwin Lemah
117 Bibit yang Bagus
118 Semua orang sibuk
119 Semangka
120 Siaran Langsung (2)
121 Siaran Langsung (3)
122 Siaran Langsung (4)
123 Siaran Langsung (5)
124 Pengumuman
125 Pembukaan Wisata Desa
Episodes

Updated 125 Episodes

1
Kelahiran kembali?
2
Andra
3
Siapa itu?
4
Dimas
5
Mengapa kamu sangat mirip bapakmu
6
Pasar sayur (1)
7
Pasar sayur (2)
8
Edgar
9
Dia anakku, bukan alat
10
Elina Nature's Finest
11
Renovasi rumah (1)
12
100 juta
13
pindah
14
Dimas Vs Edgar
15
Stroberi
16
Apakah Kau Mengenalnya?
17
Renovasi (2)
18
Membeli bibit
19
flashback
20
Peri Justice Squad
21
Rumah baru Elina
22
Tanaman merambat
23
Mitra
24
Siaran Langsung
25
Siaran langsung (2)
26
kurir
27
Monyet kecil
28
Tomat penghilang jerawat
29
Kehangatan Meja Makan
30
Xiaoya dkk
31
Cucu menantu
32
Menanam sayur bersama xiaoya dkk
33
Lutfi dan Alif
34
Guru Alif
35
Anggur Kyoho
36
lipstik?
37
Dabai
38
Sup Krim Jamur
39
Ayahmu mencoba merayuku
40
Blueberry
41
Kalian pemenangnya
42
Beruang kecil
43
Kakek Long vs Xiaoya 1
44
Rumput Mendong
45
Beri Aku Minum
46
Anyaman Tikar
47
Hotpot
48
Istri Dan Anakmu Akan Dibawa Pergi!
49
???
50
Paman terbaik
51
Bertemu kerabat
52
Pekerja Tambahan
53
Pangsit Nenek Liao
54
Dia adalah istriku
55
Panen Besar
56
Jadi Seorang Ibu Tidak Mudah
57
Scarlet firethorn
58
Tunggu aku kembali
59
Hukuman Buat Erwin
60
300 Bibit
61
900 Buah Terjual
62
Jus Jeruk dan Manisan Kulit Jeruk
63
Ingat Untuk Merindukanku
64
Ketumbar
65
Kakak Tommy
66
Bingung Pilih Yang Mana
67
Tidak Tahan!
68
Tibbets Masttif
69
Aku Ingin Merawatnya
70
Raja Milikmu
71
Harta keluarga
72
Daftar Lisensi
73
Tunangan
74
Siaga
75
Rose
76
Andra POV
77
Tidak Enak!
78
Gadis Berpayung Pink
79
Permen Karet untuk Erwin
80
Tanah Yang di Berkati
81
Maaf
82
Tahu Rahasianya
83
Membuat Pupuk Kompos
84
Mengatur Siklus Pertumbuhan
85
Cabe kering
86
Alif dan Xiaoya dkk
87
Pupuk
88
Pesanan Kedua
89
Bukankah Adel Pacarnya?
90
Aku Tidak Lagi Sendiri
91
Sangat memalukan
92
Panen Selada
93
Pergi ke Kabupaten
94
Kevin?
95
Aku Ingin Berganti Profesi
96
Alif Sudah Jadi Seorang Ayah
97
Telur angsa
98
Pisah
99
Gosip Desa
100
Cari Papa Baru
101
Alex menangis
102
Pacarnya hamil
103
Bos Besar
104
Proyek Desa
105
Mengunjungi Rumah Walikota
106
Rapat Desa
107
Gotong Royong
108
"Bu"
109
Pertemuan
110
Tidak Usah Tinggal Di Kota
111
Pengakuan Andra
112
Tahun Baru (1)
113
Tahun Baru (2)
114
Dabai tukang palak
115
Telur Pitan
116
Erwin Lemah
117
Bibit yang Bagus
118
Semua orang sibuk
119
Semangka
120
Siaran Langsung (2)
121
Siaran Langsung (3)
122
Siaran Langsung (4)
123
Siaran Langsung (5)
124
Pengumuman
125
Pembukaan Wisata Desa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!