flashback

Keesokan harinya, Elina memutuskan untuk pergi ke desa mencari Bibi Ruan. Setelah memastikan Alex aman di dalam ruang, dia menuju rumah Bibi Ruan.

Elina menceritakan rencananya yang ingin membersihkan lahan pegunungan untuk ditanami buah dan sayur. "Lalu, Bibi, siapa yang bisa saya sewa untuk membersihkan gunung itu? Saya butuh orang-orang yang sudah berpengalaman, terutama untuk pekerjaan di lereng yang lebih curam."

Bibi Ruan tersenyum, "Oh, kalau soal itu, kamu bisa menghubungi Pak Darma. Dia sudah biasa menangani proyek-proyek besar di desa, terutama yang berkaitan dengan lahan di pegunungan. Timnya juga terdiri dari orang-orang yang berpengalaman, mereka tahu cara bekerja di medan sulit tanpa merusak alam. Pak Darma biasanya bekerja dengan hati-hati, dan dia juga punya alat-alat yang cukup lengkap untuk pekerjaan seperti ini."

Elina mengangguk, merasa yakin dengan saran Bibi Ruan. "Bagaimana cara saya menghubungi Pak Darma? Apakah dia tinggal di desa ini juga?"

"Ya, dia tinggal tidak jauh dari sini, sekitar dua rumah dari Balai Desa. Kalau mau, bibi bisa bantu mengantarkan kamu ke sana sekarang," jawab Bibi Ruan sambil bersiap-siap.

Elina tersenyum lega, "Terima kasih banyak, Bibi! Saya sangat menghargai bantuannya."

Dengan begitu, Elina dan Bibi Ruan pergi menemui Pak Darma. Pak Darma mempersilahkan nya masuk dan dúduk diruang tamu.

Elina mulai menjelaskan dengan detail rencananya kepada Pak Darma, seperti yang ia jelaskan ke bibi Ruan

Pak Darma mengangguk dengan serius, mendengarkan rencana Elina dengan penuh perhatian. "Saya paham. Ini proyek besar, tapi jika kita punya tim yang tepat, semua bisa berjalan lancar. Lahan gunungnya perlu dibersihkan dulu, dan kita harus membuat terasering untuk mencegah erosi. Setelah itu, saya akan mengatur jalur irigasi untuk memastikan air dari sumber mata air di gunung bisa dialirkan ke semua area yang kamu tanam."

Elina tersenyum, merasa lega mendengar bahwa Pak Darma memahami apa yang ia butuhkan.

"Berapa perkiraan biaya untuk membersihkan lahan, membangun sistem pengairan, dan mempersiapkan lahan untuk pembangunan asrama, pabrik, dan kantin?" tanyanya dengan antusias.

Pak Darma berpikir sejenak, menghitung dalam pikirannya. "Untuk pembersihan lahan di gunung, pembangunan terasering, dan sistem pengairan, itu akan memakan biaya sekitar 80 juta. Sementara untuk mempersiapkan lahan pembangunan, biayanya akan sedikit lebih rendah, sekitar 50 juta. Totalnya sekitar 130 juta, sudah termasuk tenaga kerja, alat berat, dan bahan-bahan yang dibutuhkan."

Elina merenung sejenak. Angka itu cukup besar, tapi dengan semua rencananya dan keuntungan jangka panjang, itu merupakan investasi yang penting. "Baiklah, saya rasa kita bisa mulai secepatnya," jawab Elina dengan tegas.

Pak Darma tersenyum puas. "Kami bisa mulai besok pagi. Saya akan mengerahkan tim dan alat-alat yang diperlukan."

"Kalo begitu saya akan membayar depositnya dulu, 100 juta. Bagaimana pak? "

"oke, kirimkan saja dinomor ini" Pak Darma memberikannya secarik kertas yang berisi nomor rekening.

"oke sudah pak"

...----------------...

Ketika Elina pulang, pandangannya langsung tertuju pada paket yang sudah tersusun rapi di depan pintu rumah. Ia tersenyum tipis, akhirnya barang yang ia pesan untuk keperluan siaran langsung tiba juga.

Dengan langkah cepat, ia mengambil paket itu dan masuk ke dalam rumah. Begitu pintu tertutup, Elina segera menjatuhkan tubuhnya di sofa, melepaskan lelah dari aktivitas hari itu.

Ia teringat seluruh pengeluaran yang sudah dilakukannya selama beberapa hari terakhir. Total dana yang keluar untuk membeli bibit dan biaya pembersihan lahan mencapai 250 juta rupiah. Sekarang, setelah semua pengeluaran itu, sisa uangnya hanya 310 juta. Elina menarik napas panjang "Hah, uang datang dan pergi begitu cepat," gumamnya.

Meski begitu, dia tidak merasa terlalu khawatir. Karena kedepannya, dengan kekuatan kayunya keuntungan yang dia dapat 10x lebih besar.

Elina membuka Instagram dengan niat awal ingin mengunggah foto bersama Alex. Namun, matanya tiba-tiba tertuju pada sebuah postingan yang familiar.

Di layar, terlihat foto bayangan seorang pria dan wanita, dengan pria berjalan di depan dan wanita di belakang. Meskipun hanya sebuah foto sederhana dari bayangan, suasana yang dipancarkan terlihat hangat.

Adel_: foto 📷

👀: 1M ❤: 801k 💬: 3,2k

"Senang berjalan bersama kamu 😝"

[aku tahu siapa yang cowoknya (≧∇≦)/]

[Beruntung banget Adel bisa dekat dengan orang terkaya di negara ini ಥ_ಥ]

[ahhhh aku patah hati]

[cocok si, yang satu cantik dan satunya tampan]

[jangan lupa Amplop merahnya ya]

Adel_: 😚

[ah ah Adel membalasku, kaya nya bentar lagi kita akan makan permen]

[ck caper, jelas mereka tidak berdua! ]

[yang atas, iri bilang]

[heh, aku melihatnya sendiri. Adelnya aja yang munafik]

Ketika Elina membaca komentar di postingan Instagram Adel, perasaan lega tiba-tiba menyelimuti dirinya, tanpa alasan yang jelas.

Namun, momen itu juga membawa ingatannya kembali pada masa lalu, ketika dia memiliki akun Instagram yang sepenuhnya didedikasikan untuk satu orang—Andra. Semua postingannya hanya berisi tentang dia, mengingatkan Elina betapa obsesifnya dia di masa lalu.

Dengan helaan napas panjang, Elina membuka kembali akun lamanya yang sudah lama terlupakan. Setiap foto di sana membawa kenangan akan kebodohannya, kebodohan yang membuatnya mengorbankan banyak hal hanya demi melihat wajah Andra.

Ia rela menghabiskan uang tabungannya untuk membeli kamera terbaik yang bisa langsung mencetak foto. Kamera yang mahal itu membuatnya harus bertahan hidup hanya dengan makan tahu dan tempe selama dua bulan.

Setiap kali ada kesempatan, Elina diam-diam memotret Andra dari kejauhan, menyimpan foto-foto itu sebagai harta karunnya.

Di kamar kosnya, tembok dipenuhi foto-foto Andra dan barang-barang yang pernah ia gunakan. Seolah-olah Elina adalah seorang penguntit. Tidak ada yang tahu tentang kegilaannya ini, karena dia selalu menolak siapapun yang ingin berkunjung ke kosnya.

Elina tahu betul apa yang dia lakukan salah, melanggar privasi seseorang. Namun, hasrat yang membara dalam dirinya sulit dikendalikan. Satu-satunya cara untuk meredakan kegilaannya adalah dengan melihat Andra, fotonya, atau barang-barang yang pernah disentuhnya.

Hingga suatu hari, saat Elina sedang asyik melihat foto Andra di kameranya, sesuatu yang tidak diduga terjadi. Kamera itu tiba-tiba dirampas dari tangannya oleh Adel dan dibanting hingga hancur.

Elina tidak mendengar apa pun yang dikatakan Adel, karena telinganya seakan tuli. Pandangan orang-orang di sekitarnya tak dihiraukannya. Yang ada di pikirannya hanyalah kamera yang rusak, penuh dengan foto Andra yang belum sempat ia cuci.

Marah membara di dalam dirinya. Elina ingin menampar Adel, tapi dihadang oleh antek-antek nya Adel dan ditampar berulang kali hingga wajahnya memar dan bengkak. Dengan pandangan penuh kesedihan, ia melihat Andra yang hanya meliriknya sebentar, lalu kembali makan dengan tenang seolah tidak terjadi apa-apa.

Elina menundukkan kepala, merasa hancur. Ia berjongkok, mengumpulkan pecahan kameranya. Di detik itu, bukan hanya kamera yang hancur. Hatinya juga ikut remuk bersama serpihan-serpihan kamera tersebut.

'Andai hati bisa di atur, aku akan memilih untuk tidak jatuhkan hatiku padamu'

...----------------...

Aku merasa feelnya belum dapat, tapi hanya segitu kemampuan ku😩😩, maafkan aku.

Kepala ku lumayan pusing habis makan keong sawah, jangan-jangan aku mabok😵‍💫. Aku kudu ottoke?

Terpopuler

Comments

S H 10

S H 10

Harap Elina Bisa Lupakan Si Andra.. harap² lah.. hmm /Sob//Sob//Cry//Cry/
Daaaaahhhh /Bye-Bye//Bye-Bye//Bye-Bye//Bye-Bye/

2025-01-29

1

Minote 105g

Minote 105g

komen author di tiap akhir bab buat perut ku nulas mau makan 🤣🤣🤣😂

2025-03-16

0

Kartika Lina

Kartika Lina

jangan2 keong racun thor 🤭🤭🤭 canda thor ✌️

2024-11-14

2

lihat semua
Episodes
1 Kelahiran kembali?
2 Andra
3 Siapa itu?
4 Dimas
5 Mengapa kamu sangat mirip bapakmu
6 Pasar sayur (1)
7 Pasar sayur (2)
8 Edgar
9 Dia anakku, bukan alat
10 Elina Nature's Finest
11 Renovasi rumah (1)
12 100 juta
13 pindah
14 Dimas Vs Edgar
15 Stroberi
16 Apakah Kau Mengenalnya?
17 Renovasi (2)
18 Membeli bibit
19 flashback
20 Peri Justice Squad
21 Rumah baru Elina
22 Tanaman merambat
23 Mitra
24 Siaran Langsung
25 Siaran langsung (2)
26 kurir
27 Monyet kecil
28 Tomat penghilang jerawat
29 Kehangatan Meja Makan
30 Xiaoya dkk
31 Cucu menantu
32 Menanam sayur bersama xiaoya dkk
33 Lutfi dan Alif
34 Guru Alif
35 Anggur Kyoho
36 lipstik?
37 Dabai
38 Sup Krim Jamur
39 Ayahmu mencoba merayuku
40 Blueberry
41 Kalian pemenangnya
42 Beruang kecil
43 Kakek Long vs Xiaoya 1
44 Rumput Mendong
45 Beri Aku Minum
46 Anyaman Tikar
47 Hotpot
48 Istri Dan Anakmu Akan Dibawa Pergi!
49 ???
50 Paman terbaik
51 Bertemu kerabat
52 Pekerja Tambahan
53 Pangsit Nenek Liao
54 Dia adalah istriku
55 Panen Besar
56 Jadi Seorang Ibu Tidak Mudah
57 Scarlet firethorn
58 Tunggu aku kembali
59 Hukuman Buat Erwin
60 300 Bibit
61 900 Buah Terjual
62 Jus Jeruk dan Manisan Kulit Jeruk
63 Ingat Untuk Merindukanku
64 Ketumbar
65 Kakak Tommy
66 Bingung Pilih Yang Mana
67 Tidak Tahan!
68 Tibbets Masttif
69 Aku Ingin Merawatnya
70 Raja Milikmu
71 Harta keluarga
72 Daftar Lisensi
73 Tunangan
74 Siaga
75 Rose
76 Andra POV
77 Tidak Enak!
78 Gadis Berpayung Pink
79 Permen Karet untuk Erwin
80 Tanah Yang di Berkati
81 Maaf
82 Tahu Rahasianya
83 Membuat Pupuk Kompos
84 Mengatur Siklus Pertumbuhan
85 Cabe kering
86 Alif dan Xiaoya dkk
87 Pupuk
88 Pesanan Kedua
89 Bukankah Adel Pacarnya?
90 Aku Tidak Lagi Sendiri
91 Sangat memalukan
92 Panen Selada
93 Pergi ke Kabupaten
94 Kevin?
95 Aku Ingin Berganti Profesi
96 Alif Sudah Jadi Seorang Ayah
97 Telur angsa
98 Pisah
99 Gosip Desa
100 Cari Papa Baru
101 Alex menangis
102 Pacarnya hamil
103 Bos Besar
104 Proyek Desa
105 Mengunjungi Rumah Walikota
106 Rapat Desa
107 Gotong Royong
108 "Bu"
109 Pertemuan
110 Tidak Usah Tinggal Di Kota
111 Pengakuan Andra
112 Tahun Baru (1)
113 Tahun Baru (2)
114 Dabai tukang palak
115 Telur Pitan
116 Erwin Lemah
117 Bibit yang Bagus
118 Semua orang sibuk
119 Semangka
120 Siaran Langsung (2)
121 Siaran Langsung (3)
122 Siaran Langsung (4)
123 Siaran Langsung (5)
124 Pengumuman
125 Pembukaan Wisata Desa
Episodes

Updated 125 Episodes

1
Kelahiran kembali?
2
Andra
3
Siapa itu?
4
Dimas
5
Mengapa kamu sangat mirip bapakmu
6
Pasar sayur (1)
7
Pasar sayur (2)
8
Edgar
9
Dia anakku, bukan alat
10
Elina Nature's Finest
11
Renovasi rumah (1)
12
100 juta
13
pindah
14
Dimas Vs Edgar
15
Stroberi
16
Apakah Kau Mengenalnya?
17
Renovasi (2)
18
Membeli bibit
19
flashback
20
Peri Justice Squad
21
Rumah baru Elina
22
Tanaman merambat
23
Mitra
24
Siaran Langsung
25
Siaran langsung (2)
26
kurir
27
Monyet kecil
28
Tomat penghilang jerawat
29
Kehangatan Meja Makan
30
Xiaoya dkk
31
Cucu menantu
32
Menanam sayur bersama xiaoya dkk
33
Lutfi dan Alif
34
Guru Alif
35
Anggur Kyoho
36
lipstik?
37
Dabai
38
Sup Krim Jamur
39
Ayahmu mencoba merayuku
40
Blueberry
41
Kalian pemenangnya
42
Beruang kecil
43
Kakek Long vs Xiaoya 1
44
Rumput Mendong
45
Beri Aku Minum
46
Anyaman Tikar
47
Hotpot
48
Istri Dan Anakmu Akan Dibawa Pergi!
49
???
50
Paman terbaik
51
Bertemu kerabat
52
Pekerja Tambahan
53
Pangsit Nenek Liao
54
Dia adalah istriku
55
Panen Besar
56
Jadi Seorang Ibu Tidak Mudah
57
Scarlet firethorn
58
Tunggu aku kembali
59
Hukuman Buat Erwin
60
300 Bibit
61
900 Buah Terjual
62
Jus Jeruk dan Manisan Kulit Jeruk
63
Ingat Untuk Merindukanku
64
Ketumbar
65
Kakak Tommy
66
Bingung Pilih Yang Mana
67
Tidak Tahan!
68
Tibbets Masttif
69
Aku Ingin Merawatnya
70
Raja Milikmu
71
Harta keluarga
72
Daftar Lisensi
73
Tunangan
74
Siaga
75
Rose
76
Andra POV
77
Tidak Enak!
78
Gadis Berpayung Pink
79
Permen Karet untuk Erwin
80
Tanah Yang di Berkati
81
Maaf
82
Tahu Rahasianya
83
Membuat Pupuk Kompos
84
Mengatur Siklus Pertumbuhan
85
Cabe kering
86
Alif dan Xiaoya dkk
87
Pupuk
88
Pesanan Kedua
89
Bukankah Adel Pacarnya?
90
Aku Tidak Lagi Sendiri
91
Sangat memalukan
92
Panen Selada
93
Pergi ke Kabupaten
94
Kevin?
95
Aku Ingin Berganti Profesi
96
Alif Sudah Jadi Seorang Ayah
97
Telur angsa
98
Pisah
99
Gosip Desa
100
Cari Papa Baru
101
Alex menangis
102
Pacarnya hamil
103
Bos Besar
104
Proyek Desa
105
Mengunjungi Rumah Walikota
106
Rapat Desa
107
Gotong Royong
108
"Bu"
109
Pertemuan
110
Tidak Usah Tinggal Di Kota
111
Pengakuan Andra
112
Tahun Baru (1)
113
Tahun Baru (2)
114
Dabai tukang palak
115
Telur Pitan
116
Erwin Lemah
117
Bibit yang Bagus
118
Semua orang sibuk
119
Semangka
120
Siaran Langsung (2)
121
Siaran Langsung (3)
122
Siaran Langsung (4)
123
Siaran Langsung (5)
124
Pengumuman
125
Pembukaan Wisata Desa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!