Stroberi

Keesokan paginya, Elina kembali ke desa bersama Alex.

Selain untuk melihat perkembangan rumahnya, dia juga ingin segera menyelesaikan masalah persewaan tanah di area pegunungan.

Setelah menemui kepala desa, Elina memberikan kontrak yang telah dipersiapkannya.

Dalam kontrak itu tertulis bahwa selama 50 tahun tanah tersebut tidak boleh disewakan kepada orang lain, kecuali dengan persetujuan Elina. Dan jika dilanggar, pihak desa harus membayar kompensasi sebesar 10 miliar rupiah.

Selain itu, setelah masa kontrak berakhir, sebelum menyewakannya ke pihak lain, kepala desa harus bertanya kepada Elina terlebih dahulu apakah dia ingin memperpanjang masa sewa atau tidak.

Setelah membaca dan mempertimbangkan isi kontrak, kepala desa merasa semuanya sudah baik-baik saja, lalu menandatangani kontrak di atas materai.

Elina menyerahkan deposit sewa untuk 5 tahun pertama kepada kepala desa, dan sisanya akan dibayarkan setiap tahunnya sesuai harga yang telah disepakati.

Namun, masih ada satu hal penting yang ingin Elina tanyakan kepada kepala desa, yaitu mengenai rencananya untuk membangun gedung asrama dan pabrik di atas tanah tersebut.

Kepala desa memberi tahu Elina bahwa untuk membangun fasilitas seperti asrama dan pabrik di atas lahan yang disewa, Elina harus mendapatkan beberapa persetujuan resmi.

Pertama, Elina perlu mengurus Izin Tata Ruang dari dinas terkait, karena pembangunan gedung harus sesuai dengan rencana tata ruang wilayah desa dan kabupaten.

Kedua, ia juga harus mendapatkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) untuk memastikan bangunan yang didirikan legal dan aman.

Ketiga, Elina harus melampirkan Izin Lingkungan, karena lokasinya dekat dengan kawasan pegunungan yang dianggap sensitif dari segi ekosistem.

Biasanya, studi lingkungan seperti AMDAL atau UKL-UPL akan diperlukan untuk menilai dampak terhadap lingkungan sekitar.

Setelah mendapat penjelasan tersebut, Elina merasa lega meski prosesnya mungkin membutuhkan waktu.

Kepala desa menutup percakapan dengan mengatakan bahwa dia mendukung rencana Elina dan akan membantu sebisanya untuk memudahkan proses administrasi di tingkat desa.

Elina mengucapkan terima kasih kepada kepala desa setelah kontrak selesai, dan sebagai bentuk apresiasi, dia memberikan beberapa buah segar yang dia petik dari ruang.

 Kepala desa menerimanya dengan senang hati, dan mereka berpisah dengan suasana yang baik.

Setelah urusan kontrak selesai, Elina mulai memikirkan cara untuk mengurus izin pembangunan asrama dan pabrik di tanah sewaan itu.

Karena proses perizinan sering kali memakan waktu dan membutuhkan banyak birokrasi, Elina memutuskan untuk meminta bantuan Dimas, mengingat pamannya bekerja di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), sebuah instansi yang menangani banyak hal terkait izin usaha dan pembangunan di wilayah tersebut.

Dengan hubungan ini, dia berharap proses perizinan bisa dipercepat lewat jalur yang lebih mudah.

Elina menghubungi Dimas dan menceritakan rencananya. Dimas mendengarkan dengan serius, kemudian menjawab dengan nada yakin, "Tenang saja, secepatnya surat izin itu akan ada di tanganmu Elina. Pamanku bisa mengurusnya tanpa terlalu banyak birokrasi."

Mendengar jaminan dari Dimas, Elina merasa lega. Proses yang awalnya dia khawatirkan kini terasa lebih mudah.

Sebagai ucapan terima kasih, Elina mengundang Dimas untuk makan malam bersama. Dimas menerima undangan itu dengan senang hati.

......................

Mahen, yang sudah tiga hari kembali ke desa untuk beristirahat, masih saja kesulitan tidur. Karna pekerjaan yang begitu banyak, dia sering tidak tidur yang membuat tubuhnya drop. Kalopun tidur paling lama 10 menit, dan itu menyiksanya.

Orang tuanya sangat khawatir, sehingga mereka menyuruhnya mengambil cuti dan beristirahat di desa.

Saat pertama kali dia pulang, ibunya tidak bisa menahan tangis melihat kondisi anaknya. Matanya terlihat seperti mata panda, dengan lingkaran hitam di bawahnya, dan tubuhnya tampak lesu.

Bahkan dengan obat resep dokterpun tidak bisa membuatnya tidur.

Mahen yang berniat menonton tv, melihat ada sepiring buah di atas meja yang terlihat menggiurkan, dan matanya langsung tertuju pada stroberi—buah kesukaannya.

Tanpa berpikir panjang, dia mengambil satu dan langsung memasukkannya ke mulut. Saat menggigit stroberi itu, Mahen langsung merasa terkejut. Rasanya sungguh berbeda dari stroberi yang pernah dia makan sebelumnya.

Stroberi itu terasa begitu manis, dengan sentuhan asam yang pas. Daging buahnya lembut, hampir meleleh di mulutnya, memberikan sensasi segar yang luar biasa.

Tidak seperti stroberi yang kadang terlalu asam atau terlalu manis, buah ini memiliki keseimbangan sempurna.

Aroma segarnya menyeruak, seolah dia baru saja memetiknya langsung dari kebun. Setiap gigitan memberikan kenikmatan yang membuatnya tak bisa berhenti, mengingatkan Mahen pada versi ideal stroberi—lebih enak dan lebih kaya rasa dibandingkan stroberi manapun yang pernah dia coba sebelumnya.

Mahen baru menyadari bahwa ia telah menghabiskan semua stroberi di atas meja. Yang tersisa hanya anggur, delima, dan apel.

Tetapi sebelum ia sempat mengambil buah lain, perutnya mendadak terasa sakit. Ia segera bergegas ke toilet. Keluar dari sana, perutnya terasa sangat nyaman. Dan anehnya, tubuhnya juga tidak lagi terasa lesu.

 Namun, Mahen tak terlalu memikirkan itu dan memutuskan untuk berbaring di sofa sambil menonton televisi. Tak lama kemudian, ia tertidur nyenyak.

Istri kepala desa, yang baru pulang dari arisan, terkejut saat melihat anaknya tertidur pulas di sofa. Ia merasa terharu, karena sudah lama Mahen tidak bisa tidur nyenyak seperti ini.

Dengan hati-hati, ia pergi ke kamar untuk mengambil selimut, lalu menyelimuti Mahen dengan penuh kasih sayang.

Ketika Mahen terbangun, ia merasa tubuhnya segar dan nyaman, sesuatu yang jarang ia rasakan. Biasanya, ia selalu merasakan nyeri di dadanya, tetapi kali ini tidak ada.

Ia melirik ke arah jam dan terbelalak—sudah pukul lima sore. Tidak percaya, Mahen segera bertanya kepada ibunya berapa lama ia tertidur.

Dengan senyum bahagia, ibunya menjawab, "Tujuh jam."

Walaupun dia masih merasa tak percaya tapi Mahen tersenyum lega. "Akhirnya aku bisa tidur nyenyak," gumamnya senang.

Ibunya yang penasaran bertanya, "Apa yang terjadi tadi?"

Mahen pun menjawab, "Aku tadi hanya memakan stroberi yang ada di atas meja."

Mahen kembali bertanya, "Bu, stroberi itu ibu beli dimana? "

Ibunya menjawab, "Itu tidak dibeli, tapi diberikan oleh Elina."

Mahen yang semakin penasaran berkata, "Ibu, tanyakan pada Elina di mana dia membelinya."

Ibunya tersenyum dan mengangguk. "Baiklah, ibu akan tanyakan."

...----------------...

Untuk masalah penyewaan itu aku tidak bisa ngarang, karena otakku gak mampu. Jadi aku mencari refrensi nya di google. Kalo ada yang salah mohon sarannya ya, dan untuk nama lembaganya sengaja aku pake yg ada di Indo, krena aku gk tahu mau ngarang kaya gimana😩

jangan lupa tinggalkan jejak ya, malam ini aku minum good day. Dan kayaknya aku bakal bergadang😆

Kau tahu aku hampir membuat kesalahan, aku awalnya menamakan anaknya kepala desa si Doni, tapi untungnya aku baca lagi episode sebelum nya, jadi aku tahu kalo nama Doni udh dipake. Akhirnya aku mengubahnya dengan nama Mahen😭

Terpopuler

Comments

igarashi niona

igarashi niona

please, temen cewek setidaknya satu dong tor biar nggak cowok semua 🥺

2025-02-15

0

S H 10

S H 10

tetap Semangat Author.. dahhhh /Bye-Bye//Bye-Bye//Bye-Bye/

2025-01-29

2

eza

eza

hebat cari refrensi, bukan karangan

2024-11-04

2

lihat semua
Episodes
1 Kelahiran kembali?
2 Andra
3 Siapa itu?
4 Dimas
5 Mengapa kamu sangat mirip bapakmu
6 Pasar sayur (1)
7 Pasar sayur (2)
8 Edgar
9 Dia anakku, bukan alat
10 Elina Nature's Finest
11 Renovasi rumah (1)
12 100 juta
13 pindah
14 Dimas Vs Edgar
15 Stroberi
16 Apakah Kau Mengenalnya?
17 Renovasi (2)
18 Membeli bibit
19 flashback
20 Peri Justice Squad
21 Rumah baru Elina
22 Tanaman merambat
23 Mitra
24 Siaran Langsung
25 Siaran langsung (2)
26 kurir
27 Monyet kecil
28 Tomat penghilang jerawat
29 Kehangatan Meja Makan
30 Xiaoya dkk
31 Cucu menantu
32 Menanam sayur bersama xiaoya dkk
33 Lutfi dan Alif
34 Guru Alif
35 Anggur Kyoho
36 lipstik?
37 Dabai
38 Sup Krim Jamur
39 Ayahmu mencoba merayuku
40 Blueberry
41 Kalian pemenangnya
42 Beruang kecil
43 Kakek Long vs Xiaoya 1
44 Rumput Mendong
45 Beri Aku Minum
46 Anyaman Tikar
47 Hotpot
48 Istri Dan Anakmu Akan Dibawa Pergi!
49 ???
50 Paman terbaik
51 Bertemu kerabat
52 Pekerja Tambahan
53 Pangsit Nenek Liao
54 Dia adalah istriku
55 Panen Besar
56 Jadi Seorang Ibu Tidak Mudah
57 Scarlet firethorn
58 Tunggu aku kembali
59 Hukuman Buat Erwin
60 300 Bibit
61 900 Buah Terjual
62 Jus Jeruk dan Manisan Kulit Jeruk
63 Ingat Untuk Merindukanku
64 Ketumbar
65 Kakak Tommy
66 Bingung Pilih Yang Mana
67 Tidak Tahan!
68 Tibbets Masttif
69 Aku Ingin Merawatnya
70 Raja Milikmu
71 Harta keluarga
72 Daftar Lisensi
73 Tunangan
74 Siaga
75 Rose
76 Andra POV
77 Tidak Enak!
78 Gadis Berpayung Pink
79 Permen Karet untuk Erwin
80 Tanah Yang di Berkati
81 Maaf
82 Tahu Rahasianya
83 Membuat Pupuk Kompos
84 Mengatur Siklus Pertumbuhan
85 Cabe kering
86 Alif dan Xiaoya dkk
87 Pupuk
88 Pesanan Kedua
89 Bukankah Adel Pacarnya?
90 Aku Tidak Lagi Sendiri
91 Sangat memalukan
92 Panen Selada
93 Pergi ke Kabupaten
94 Kevin?
95 Aku Ingin Berganti Profesi
96 Alif Sudah Jadi Seorang Ayah
97 Telur angsa
98 Pisah
99 Gosip Desa
100 Cari Papa Baru
101 Alex menangis
102 Pacarnya hamil
103 Bos Besar
104 Proyek Desa
105 Mengunjungi Rumah Walikota
106 Rapat Desa
107 Gotong Royong
108 "Bu"
109 Pertemuan
110 Tidak Usah Tinggal Di Kota
111 Pengakuan Andra
112 Tahun Baru (1)
113 Tahun Baru (2)
114 Dabai tukang palak
115 Telur Pitan
116 Erwin Lemah
117 Bibit yang Bagus
118 Semua orang sibuk
119 Semangka
120 Siaran Langsung (2)
121 Siaran Langsung (3)
122 Siaran Langsung (4)
123 Siaran Langsung (5)
124 Pengumuman
125 Pembukaan Wisata Desa
Episodes

Updated 125 Episodes

1
Kelahiran kembali?
2
Andra
3
Siapa itu?
4
Dimas
5
Mengapa kamu sangat mirip bapakmu
6
Pasar sayur (1)
7
Pasar sayur (2)
8
Edgar
9
Dia anakku, bukan alat
10
Elina Nature's Finest
11
Renovasi rumah (1)
12
100 juta
13
pindah
14
Dimas Vs Edgar
15
Stroberi
16
Apakah Kau Mengenalnya?
17
Renovasi (2)
18
Membeli bibit
19
flashback
20
Peri Justice Squad
21
Rumah baru Elina
22
Tanaman merambat
23
Mitra
24
Siaran Langsung
25
Siaran langsung (2)
26
kurir
27
Monyet kecil
28
Tomat penghilang jerawat
29
Kehangatan Meja Makan
30
Xiaoya dkk
31
Cucu menantu
32
Menanam sayur bersama xiaoya dkk
33
Lutfi dan Alif
34
Guru Alif
35
Anggur Kyoho
36
lipstik?
37
Dabai
38
Sup Krim Jamur
39
Ayahmu mencoba merayuku
40
Blueberry
41
Kalian pemenangnya
42
Beruang kecil
43
Kakek Long vs Xiaoya 1
44
Rumput Mendong
45
Beri Aku Minum
46
Anyaman Tikar
47
Hotpot
48
Istri Dan Anakmu Akan Dibawa Pergi!
49
???
50
Paman terbaik
51
Bertemu kerabat
52
Pekerja Tambahan
53
Pangsit Nenek Liao
54
Dia adalah istriku
55
Panen Besar
56
Jadi Seorang Ibu Tidak Mudah
57
Scarlet firethorn
58
Tunggu aku kembali
59
Hukuman Buat Erwin
60
300 Bibit
61
900 Buah Terjual
62
Jus Jeruk dan Manisan Kulit Jeruk
63
Ingat Untuk Merindukanku
64
Ketumbar
65
Kakak Tommy
66
Bingung Pilih Yang Mana
67
Tidak Tahan!
68
Tibbets Masttif
69
Aku Ingin Merawatnya
70
Raja Milikmu
71
Harta keluarga
72
Daftar Lisensi
73
Tunangan
74
Siaga
75
Rose
76
Andra POV
77
Tidak Enak!
78
Gadis Berpayung Pink
79
Permen Karet untuk Erwin
80
Tanah Yang di Berkati
81
Maaf
82
Tahu Rahasianya
83
Membuat Pupuk Kompos
84
Mengatur Siklus Pertumbuhan
85
Cabe kering
86
Alif dan Xiaoya dkk
87
Pupuk
88
Pesanan Kedua
89
Bukankah Adel Pacarnya?
90
Aku Tidak Lagi Sendiri
91
Sangat memalukan
92
Panen Selada
93
Pergi ke Kabupaten
94
Kevin?
95
Aku Ingin Berganti Profesi
96
Alif Sudah Jadi Seorang Ayah
97
Telur angsa
98
Pisah
99
Gosip Desa
100
Cari Papa Baru
101
Alex menangis
102
Pacarnya hamil
103
Bos Besar
104
Proyek Desa
105
Mengunjungi Rumah Walikota
106
Rapat Desa
107
Gotong Royong
108
"Bu"
109
Pertemuan
110
Tidak Usah Tinggal Di Kota
111
Pengakuan Andra
112
Tahun Baru (1)
113
Tahun Baru (2)
114
Dabai tukang palak
115
Telur Pitan
116
Erwin Lemah
117
Bibit yang Bagus
118
Semua orang sibuk
119
Semangka
120
Siaran Langsung (2)
121
Siaran Langsung (3)
122
Siaran Langsung (4)
123
Siaran Langsung (5)
124
Pengumuman
125
Pembukaan Wisata Desa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!