Dimas Vs Edgar

Pagi itu, Elina bangun lebih awal untuk menyiapkan sarapan bagi dirinya, Alex, dan Edgar.

Edgar datang pagi-pagi sekali membawa sayur, buah, daging dan bahan dapur lainnya.

Ketika Edgar bermain dengan Alex diruang tamu, Elina mengganti sayur dan buah yang dibawa Edgar dengan yang ada diruang.

Suasana di dapur Edgar yang minimalis dan rapi membuat Elina merasa nyaman memasak.

Ia memutuskan untuk membuat hidangan yang sederhana tapi bergizi, cocok untuk sarapan.

Elina mulai dengan menyiapkan telur orak arik yang lembut, dimasak dengan sedikit mentega dan dibumbui dengan garam serta lada hitam.

Ia menambahkan potongan keju parut ke dalam telur yang mulai mengental, membuatnya lebih creamy dan kaya rasa.

Di samping itu, ia menumis beberapa jamur yang segar dengan bawang putih cincang hingga wangi, lalu menambahkan potongan bayam segar untuk tekstur dan nutrisi tambahan.

Sebagai pelengkap, Elina juga memanggang roti gandum, yang setelah matang, diolesi mentega tawar dan sedikit selai stroberi untuk memberikan rasa manis alami.

Ia menyiapkan juga beberapa potong alpukat di atas piring untuk menambah lemak sehat ke menu sarapan.

Minuman yang ia pilih adalah teh hijau hangat, yang disajikan dalam cangkir-cangkir kecil, memberikan aroma menenangkan dan pas untuk menemani sarapan sederhana ini.

Untuk Alex, Elina membuatkan susu hangat dalam botol kecil.

Saat sarapan siap, Elina menata semua hidangan di meja makan.

Belum sempat Elina memanggil Edgar untuk makan, tiba-tiba ponselnya berdering.

Nama yang muncul di layar membuatnya sedikit terkejut—Dimas.

Dia bertanya dengan nada serius di mana mereka berada, karena ketika dia pergi ke desa untuk mencari Elina, Bibi Ruan memberitahunya bahwa Elina kini ada di kabupaten.

Elina memberikan alamatnya tanpa banyak berpikir.

Tak lama kemudian, Dimas tiba di rumah Edgar. Dia muncul dengan membawa banyak barang, yang ternyata adalah hadiah untuk Alex dan juga Elina.

Ketika Edgar melihat Dimas memasuki rumah, ekspresinya langsung berubah. Tatapan tajam muncul di matanya.

Begitu pula dengan Dimas; meskipun ia tetap tenang, sorot matanya menunjukkan ketidaknyamanan yang mendalam.

Suasana menjadi tegang. Mereka berdua saling melempar pandang, seolah ada sesuatu yang tak terucapkan di antara mereka.

Elina, yang merasakan hawa aneh di sekelilingnya, segera berinisiatif untuk meredakan ketegangan.

Dia memanggil mereka untuk makan dengan suara lembut. Dia menggendong Alex dan berjalan menuju meja makan.

Dimas dan Edgar, meski masih bersikap dingin, mengikuti langkah Elina ke meja makan. Saat mereka mulai makan bersama, suasana di meja masih terasa tegang.

Namun, sesuatu yang aneh mulai terjadi. Baik Dimas maupun Edgar sama-sama mulai berlomba-lomba menaruh lauk di piring Elina.

Elina mengangkat alisnya, memandang mereka dengan heran. Hal ini berlangsung selama beberapa saat, sampai akhirnya ia merasa cukup jengkel dengan tingkah mereka.

"Cukup!" kata Elina, nadanya sedikit lebih keras dari biasanya. "Ada apa dengan kalian? Apakah kalian sedang memberi makan babi?"

Suasana hening sejenak, dan kedua pria itu terdiam, menyadari sikap mereka yang agak berlebihan.

Mereka saling memandang sejenak, lalu menunduk. Elina, meskipun tak sepenuhnya mengerti apa yang terjadi, berhasil meredakan situasi.

Setelah itu, mereka kembali makan dengan tenang, tanpa lagi perlombaan tak masuk akal untuk mengisi piring Elina.

Meski suasana sedikit mereda, Elina bisa merasakan ada ketegangan yang belum selesai di antara kedua pria itu, namun untuk saat ini, setidaknya, sarapan mereka berjalan dengan lancar.

Setelah makan Elina izin pergi ke kamar, untuk menidurkan Alex. Setelah mengunci kamar, Elina langsung masuk ke ruang.

......................

"Apakah perusahaan sedang nganggur, sehingga bos besar ada waktu untuk ke sini?" sindir Edgar dengan senyum tipis di wajahnya.

Dimas tetap tenang, menatap Edgar tanpa emosi. "Ku dengar kau menolak proyek besar di negara A demi proyek penting... Ternyata, proyek penting itu ini," balas Dimas dengan sindiran tajam.

Edgar tersenyum dingin, tidak mau kalah. "Aku tidak akan berbasa-basi lagi. Aku mengejar Elina. Lagipula, kudengar keluargamu sudah mempersiapkan calon istri untukmu."

Dimas menatap Edgar, masih tetap tenang. "Pernikahan adalah urusanku. Bahkan orang tuaku tidak bisa campur tangan dalam hidupku," jawabnya, suaranya penuh keyakinan.

Edgar tertawa pelan, seolah-olah ia sudah menduga jawaban itu. "Mungkin kau berpikir seperti itu. Tapi Elina? Kau tahu sendiri bagaimana sifatnya, terutama karena kalian teman masa kecil. Kau pasti lebih tahu dia dibandingkan aku," ucap Edgar, nada suaranya penuh tantangan.

Kali ini, Dimas terdiam. Kata-kata Edgar tampaknya menyentuh sesuatu yang membuatnya berpikir sejenak.

Wajahnya tetap tenang, tetapi ada sedikit keraguan yang muncul di matanya.

Melihat Elina keluar dari kamar, Edgar dan Dimas langsung mengubah sikap mereka. Seolah perdebatan panas beberapa menit yang lalu bukanlah sesuatu yang pernah terjadi di antara mereka.

Wajah mereka kembali tenang, dan nada suara mereka kembali normal, seakan-akan tidak ada ketegangan yang sempat menggantung di udara.

"Bagaimana Alex? Sudah tidur nyenyak?" tanya Edgar dengan senyum ramah

Dimas juga ikut bersuara, dengan nada santai, "Kau pasti lelah, Elina. Tidurlah. Kami akan segera pergi" Edgar meliriknya dengan ringan, Dimas membalasnya dengan senyum sopan.

Elina menggangguk pelan "Baiklah, kalian hati-hati dijalan"

...****************...

Setelah Edgar dan Dimas pergi, Elina duduk di ruang tamu, menyalakan ponselnya, dan membuka TikTok.

Ia teringat siaran langsung yang pernah ia lihat sebelumnya tentang memasak, yang membuatnya tertarik. Sekarang, ia tahu apa yang harus ia lakukan.

Ia juga akan melakukan siaran langsung selama pertanian, karena misi dia adalah memperkenalkan sayuran dan buahnya ke seluruh dunia!!!

Selain dijual secara offline dia juga akan menjualnya secara online!!

Elina ingin mempelajari lebih dalam bagaimana orang-orang melakukan siaran langsung. Dengan teliti, Elina mulai mengeksplorasi berbagai siaran langsung yang ada di aplikasi itu.

Setelah merasa mendapatkan cukup banyak informasi, Elina mulai merasa yakin untuk mencoba sendiri.

Dia segera menyusun daftar barang-barang yang ia butuhkan, seperti tripod, mikrofon, dan beberapa alat lainnya untuk mendukung siaran langsung pertaniannya.

Tanpa ragu, Elina membuka aplikasi Shopee dan memesan semua peralatan yang diperlukan.

...----------------...

Ges kalo ada yang kurang untuk alat nya mohon kasih tahu ya, saya sebenarnya tidak terlalu tahu alat-alat untuk siaran langsung, jadi saya hanya mencarinya di google😩😩

jangan lupa tinggalkan jejak yao, biar aku tambah semangat nulisnya 😘

kalian pilih edgar atau dimas? Kalo utk Andra, masih lama baru dia muncul ehe. Eh tapi gk tahu deng😆

Aku tidak terlalu bisa kalo harus menulis tentang yang berkaitan dengan hati, jadi mohon permaklumannya kalo kedepannya dalam hal 'percintaan' itu kurang😩

Terpopuler

Comments

S H 10

S H 10

kedua mereka keren banget sih.. terpulang thor yang penting kebahagiaan Elina sma Alex .. /Kiss//Kiss//Kiss/

2025-01-29

1

igarashi niona

igarashi niona

berharap ada satu teman perempuan biar nggak dikelilingi cowok semua

2025-02-15

0

爾妮

爾妮

gk mesti sama andra,klo elina bahagia sama siapa ajj boleh yor

2025-02-03

0

lihat semua
Episodes
1 Kelahiran kembali?
2 Andra
3 Siapa itu?
4 Dimas
5 Mengapa kamu sangat mirip bapakmu
6 Pasar sayur (1)
7 Pasar sayur (2)
8 Edgar
9 Dia anakku, bukan alat
10 Elina Nature's Finest
11 Renovasi rumah (1)
12 100 juta
13 pindah
14 Dimas Vs Edgar
15 Stroberi
16 Apakah Kau Mengenalnya?
17 Renovasi (2)
18 Membeli bibit
19 flashback
20 Peri Justice Squad
21 Rumah baru Elina
22 Tanaman merambat
23 Mitra
24 Siaran Langsung
25 Siaran langsung (2)
26 kurir
27 Monyet kecil
28 Tomat penghilang jerawat
29 Kehangatan Meja Makan
30 Xiaoya dkk
31 Cucu menantu
32 Menanam sayur bersama xiaoya dkk
33 Lutfi dan Alif
34 Guru Alif
35 Anggur Kyoho
36 lipstik?
37 Dabai
38 Sup Krim Jamur
39 Ayahmu mencoba merayuku
40 Blueberry
41 Kalian pemenangnya
42 Beruang kecil
43 Kakek Long vs Xiaoya 1
44 Rumput Mendong
45 Beri Aku Minum
46 Anyaman Tikar
47 Hotpot
48 Istri Dan Anakmu Akan Dibawa Pergi!
49 ???
50 Paman terbaik
51 Bertemu kerabat
52 Pekerja Tambahan
53 Pangsit Nenek Liao
54 Dia adalah istriku
55 Panen Besar
56 Jadi Seorang Ibu Tidak Mudah
57 Scarlet firethorn
58 Tunggu aku kembali
59 Hukuman Buat Erwin
60 300 Bibit
61 900 Buah Terjual
62 Jus Jeruk dan Manisan Kulit Jeruk
63 Ingat Untuk Merindukanku
64 Ketumbar
65 Kakak Tommy
66 Bingung Pilih Yang Mana
67 Tidak Tahan!
68 Tibbets Masttif
69 Aku Ingin Merawatnya
70 Raja Milikmu
71 Harta keluarga
72 Daftar Lisensi
73 Tunangan
74 Siaga
75 Rose
76 Andra POV
77 Tidak Enak!
78 Gadis Berpayung Pink
79 Permen Karet untuk Erwin
80 Tanah Yang di Berkati
81 Maaf
82 Tahu Rahasianya
83 Membuat Pupuk Kompos
84 Mengatur Siklus Pertumbuhan
85 Cabe kering
86 Alif dan Xiaoya dkk
87 Pupuk
88 Pesanan Kedua
89 Bukankah Adel Pacarnya?
90 Aku Tidak Lagi Sendiri
91 Sangat memalukan
92 Panen Selada
93 Pergi ke Kabupaten
94 Kevin?
95 Aku Ingin Berganti Profesi
96 Alif Sudah Jadi Seorang Ayah
97 Telur angsa
98 Pisah
99 Gosip Desa
100 Cari Papa Baru
101 Alex menangis
102 Pacarnya hamil
103 Bos Besar
104 Proyek Desa
105 Mengunjungi Rumah Walikota
106 Rapat Desa
107 Gotong Royong
108 "Bu"
109 Pertemuan
110 Tidak Usah Tinggal Di Kota
111 Pengakuan Andra
112 Tahun Baru (1)
113 Tahun Baru (2)
114 Dabai tukang palak
115 Telur Pitan
116 Erwin Lemah
117 Bibit yang Bagus
118 Semua orang sibuk
119 Semangka
120 Siaran Langsung (2)
121 Siaran Langsung (3)
122 Siaran Langsung (4)
123 Siaran Langsung (5)
124 Pengumuman
125 Pembukaan Wisata Desa
Episodes

Updated 125 Episodes

1
Kelahiran kembali?
2
Andra
3
Siapa itu?
4
Dimas
5
Mengapa kamu sangat mirip bapakmu
6
Pasar sayur (1)
7
Pasar sayur (2)
8
Edgar
9
Dia anakku, bukan alat
10
Elina Nature's Finest
11
Renovasi rumah (1)
12
100 juta
13
pindah
14
Dimas Vs Edgar
15
Stroberi
16
Apakah Kau Mengenalnya?
17
Renovasi (2)
18
Membeli bibit
19
flashback
20
Peri Justice Squad
21
Rumah baru Elina
22
Tanaman merambat
23
Mitra
24
Siaran Langsung
25
Siaran langsung (2)
26
kurir
27
Monyet kecil
28
Tomat penghilang jerawat
29
Kehangatan Meja Makan
30
Xiaoya dkk
31
Cucu menantu
32
Menanam sayur bersama xiaoya dkk
33
Lutfi dan Alif
34
Guru Alif
35
Anggur Kyoho
36
lipstik?
37
Dabai
38
Sup Krim Jamur
39
Ayahmu mencoba merayuku
40
Blueberry
41
Kalian pemenangnya
42
Beruang kecil
43
Kakek Long vs Xiaoya 1
44
Rumput Mendong
45
Beri Aku Minum
46
Anyaman Tikar
47
Hotpot
48
Istri Dan Anakmu Akan Dibawa Pergi!
49
???
50
Paman terbaik
51
Bertemu kerabat
52
Pekerja Tambahan
53
Pangsit Nenek Liao
54
Dia adalah istriku
55
Panen Besar
56
Jadi Seorang Ibu Tidak Mudah
57
Scarlet firethorn
58
Tunggu aku kembali
59
Hukuman Buat Erwin
60
300 Bibit
61
900 Buah Terjual
62
Jus Jeruk dan Manisan Kulit Jeruk
63
Ingat Untuk Merindukanku
64
Ketumbar
65
Kakak Tommy
66
Bingung Pilih Yang Mana
67
Tidak Tahan!
68
Tibbets Masttif
69
Aku Ingin Merawatnya
70
Raja Milikmu
71
Harta keluarga
72
Daftar Lisensi
73
Tunangan
74
Siaga
75
Rose
76
Andra POV
77
Tidak Enak!
78
Gadis Berpayung Pink
79
Permen Karet untuk Erwin
80
Tanah Yang di Berkati
81
Maaf
82
Tahu Rahasianya
83
Membuat Pupuk Kompos
84
Mengatur Siklus Pertumbuhan
85
Cabe kering
86
Alif dan Xiaoya dkk
87
Pupuk
88
Pesanan Kedua
89
Bukankah Adel Pacarnya?
90
Aku Tidak Lagi Sendiri
91
Sangat memalukan
92
Panen Selada
93
Pergi ke Kabupaten
94
Kevin?
95
Aku Ingin Berganti Profesi
96
Alif Sudah Jadi Seorang Ayah
97
Telur angsa
98
Pisah
99
Gosip Desa
100
Cari Papa Baru
101
Alex menangis
102
Pacarnya hamil
103
Bos Besar
104
Proyek Desa
105
Mengunjungi Rumah Walikota
106
Rapat Desa
107
Gotong Royong
108
"Bu"
109
Pertemuan
110
Tidak Usah Tinggal Di Kota
111
Pengakuan Andra
112
Tahun Baru (1)
113
Tahun Baru (2)
114
Dabai tukang palak
115
Telur Pitan
116
Erwin Lemah
117
Bibit yang Bagus
118
Semua orang sibuk
119
Semangka
120
Siaran Langsung (2)
121
Siaran Langsung (3)
122
Siaran Langsung (4)
123
Siaran Langsung (5)
124
Pengumuman
125
Pembukaan Wisata Desa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!