pindah

Setelah selesai makan, Elina berjalan menuju pintu restoran untuk pulang. Namun, langkahnya terhenti oleh seseorang yang berdiri di hadapannya.

Sosok itu tak asing—Putri, teman sekampus yang terkenal suka mencari masalah. Wajahnya penuh dengan cemoohan saat menatap Elina dari ujung kepala hingga kaki.

“Yo, bukankah ini cewek miskin yang dulu mengejar-ngejar Andra dengan tidak tahu malu,” sindir Putri dengan nada mengejek.

Di belakangnya, beberapa temannya tertawa mendukung. Putri memang selalu iri pada kecantikan Elina, dan melihat Elina yang sekarang tampak lebih cantik dan kulitnya lebih cerah, membuatnya semakin membencinya.

Elina tetap tenang. Ia memandang Putri dengan tatapan datar, lalu menjawab dengan nada malas, “Anjing yang baik tidak menghalangi jalan.”

Wajah Putri memerah karena amarah. “Kamu...!” katanya sambil melotot marah.

Dia menambahkan dengan suara lebih keras, menarik perhatian semua orang di restoran, “Apa hebatnya kamu? Kamu hanyalah seekor itik yang berharap menjadi angsa!”

Para pengunjung restoran mulai memperhatikan pertengkaran tersebut, tapi Elina tetap tidak terganggu.

Dengan langkah tenang namun pasti, ia maju mendekati Putri, membuat Putri secara tak sadar mundur.

Elina berhenti tepat di samping telinga Putri, berbisik pelan namun tajam, “Jaga baik-baik gundik bapakmu, kalau tidak, kamu sendiri yang akan menjadi seekor itik.”

Putri terdiam, tubuhnya tiba-tiba kaku dan wajahnya berubah pucat pasi.

Elina tidak peduli, ia melanjutkan langkahnya meninggalkan restoran dengan anggun, tanpa sekali pun menoleh ke belakang.

Salah satu teman Putri mencoba memanggilnya, “Putri...”

Namun, Putri yang sudah panik langsung berteriak, “Enyah!” sambil mendorong temannya dan berlari pergi.

Elina tidak menyadari bahwa dari sudut ruangan, ada seseorang yang memperhatikannya dengan cermat—Dimas.

Dia melihat kejadian itu dari awal dan berniat maju membantu, tetapi setelah melihat Elina dapat mengatasinya sendiri, ia memilih untuk menonton dengan santai.

Dengan wajah tanpa ekspresi, Dimas memberi perintah pada sekretarisnya yang berada di dekatnya, “Kirimkan semua informasi tentang dia kepadaku.” Dia yang dimaksud adalah Putri.

Setelah itu, tanpa banyak bicara, Dimas melangkah keluar dari restoran.

...****************...

Episode kecil di restoran tadi benar-benar tidak meninggalkan kesan berarti bagi Elina. Setelah insiden itu, dia tidak repot memikirkannya lebih jauh.

Tak lama kemudian, Elina pulang dengan menggunakan ojek.

Sesampainya di rumah, Elina langsung melihat para tukang yang sudah mulai bekerja, ada si botak dan si pirang.

Mereka sibuk memindahkan batu bata, semen, pasir, dan bahan bangunan lainnya ke dalam halaman rumah.

Kebetulan, masih ada ruang kosong di depan rumah yang bisa dimanfaatkan untuk menampung sementara material bangunan.

Elina menyapa para pekerja dengan ramah, mengamati pekerjaan mereka sebentar sebelum melanjutkan langkahnya.

Dia kemudian berjalan ke rumah Bibi Ruan untuk menjemput Alex.

Selain itu, Elina juga membawakan daging yang dibelinya di pasar dan beberapa sayuran segar yang dia ambil dari ruangnya.

Bibi Ruan tersenyum hangat dan menerima pemberian Elina dengan rasa terima kasih. "Terima kasih, Nak Elin, lain kali tidak usah repot-repot," ucap Bibi Ruan dengan lembut.

“Tidak repot, Bi, itulah yang harus aku lakukan,” jawab Elina sambil menggendong Alex.

Hari ini, Elina berencana untuk pindah ke kabupaten. Edgar sempat menelepon bahwa rumah yang akan mereka tempati sudah selesai dibersihkan, dan dia akan menjemput Elina dan Alex sore nanti.

Elina tidak membawa banyak barang, hanya baju-bajunya dan baju Alex yang dimasukkan ke dalam satu koper besar.

Dia juga meminta bantuan Bibi Ruan untuk sesekali melihat kebunnya dan memeriksa bunga-bunga yang tumbuh di sana.

Sebenarnya, tanamannya tidak memerlukan banyak perhatian karena sudah diberi kekuatan kayu, sehingga tetap subur walau tidak disiram. Namun, Elina tidak ingin membuat Bibi Ruan curiga.

Di grup bisnisnya, Elina Nature’s Finest, Elina mengabarkan bahwa dia tidak akan berjualan selama sebulan ke depan karena fokus membangun rumah.

Ia menulis pesan singkat namun jelas agar pelangganya mengerti alasan absensinya sementara waktu.

Meski pindah, Elina tidak terlalu memusingkan masalah para pekerja di rumahnya. Dia sudah menyerahkan uang yang cukup untuk biaya makan mereka selama bekerja.

Para pekerja juga memahami kalo Elina punya anak kecil, jadi mereka tidak terlalu mempermasalahkannya.

...****************...

Saat sore tiba, Edgar datang menjemput Elina dan Alex. Perjalanan menuju kabupaten terasa singkat. Ketika mereka tiba, Elina memperhatikan rumah di hadapannya.

Rumah itu tidak terlalu besar, tapi terlihat apik dan terawat. Dinding luar yang dicat dengan warna abu-abu netral memberi kesan modern namun sederhana.

Halamannya cukup luas, dengan beberapa tanaman hias yang rapi di sekitar pagar.

“Maaf, rumahnya tidak terlalu besar,” ujar Edgar dengan sedikit sungkan. “Ini rumah pertama yang kubeli dari gajiku saat itu.”

Elina tersenyum menanggapi, “Kamu sudah termasuk hebat.”

Mereka membuka pagar dan melangkah masuk ke dalam rumah.

Saat pintu terbuka, suasana interior rumah terasa maskulin dan minimalis.

Ruangan terlihat rapi dan bersih, tanpa terlalu banyak pernak-pernik.

Lantai rumah menggunakan keramik hitam yang mengkilap, membuat kesan ruangan semakin elegan.

Dinding berwarna abu-abu tua berpadu dengan beberapa lukisan abstrak sederhana yang memberi nuansa modern.

Di ruang tamu, hanya ada sofa kulit berwarna hitam yang berbentuk sederhana, namun nyaman, dipadukan dengan meja kayu rendah berwarna gelap.

Di sudut ruangan, ada rak buku kecil berisi beberapa buku dan majalah, di atasnya terdapat lampu baca modern berwarna hitam matte. Tak ada hiasan berlebihan—hanya elemen-elemen yang fungsional dan terkesan kokoh.

Dapur yang menyatu dengan ruang makan terlihat serupa: rapi, fungsional, dan tanpa dekorasi berlebih.

Meja makan kayu dengan kursi-kursi hitam di sekelilingnya memberi kesan maskulin, sementara peralatan dapur yang tertata rapi di atas rak stainless steel menambah nuansa minimalis.

Tak ada peralatan yang tidak diperlukan—semua serba praktis dan efisien.

Ruangan-ruangan lain, meski belum dijelajahi, tampak serupa: tidak berlebihan, hanya fokus pada kenyamanan dan kesederhanaan.

Elina menyadari bahwa Edgar, meski terkesan sederhana, sangat memperhatikan kerapihan dan fungsionalitas di rumahnya.

“Elina, bagaimana menurutmu?” tanya Edgar.

“Ini sempurna,” jawab Elina dengan senyum. “Rumah yang nyaman dan tertata dengan baik.”

...----------------...

Aku mau kasih tahu, di bab 1 dan 2 aku ubah sedikit. Ruang tidak akan ditingkatkan dan tetap cmn 5 hektar. Karena aku mikir ini bukan masa kelaparan/panceklik dan juga bukan akhir dunia yang membutuhkan banyak tanah diruang. jadi diruang cmn ada vila, sungai, gunung dan tanah 5 hektar, cukup untuk diri sendiri.

oh ya jangan lupa like dan komen ya, klo mau kasih hadiah juga gak papa (≧∇≦)/

dan saran juga.. Karna menurutku cerita ini masih banyak yang harus direvisi, aku sebenarnya suka baca komentar, tapi cuman dua aja yang koment, hiks sedih😩

Terpopuler

Comments

Diah Susanti

Diah Susanti

kirain udah ditanami bunga semua, kan sayang kalau bunganya rusak/Grin//Grin//Grin/

2025-02-06

0

S H 10

S H 10

Semangat thorr.. Gaskeunnnn.. /Joyful//Joyful//Joyful/

2025-01-29

1

sahabat pena

sahabat pena

visual nya thor tampilkan.

2024-12-11

1

lihat semua
Episodes
1 Kelahiran kembali?
2 Andra
3 Siapa itu?
4 Dimas
5 Mengapa kamu sangat mirip bapakmu
6 Pasar sayur (1)
7 Pasar sayur (2)
8 Edgar
9 Dia anakku, bukan alat
10 Elina Nature's Finest
11 Renovasi rumah (1)
12 100 juta
13 pindah
14 Dimas Vs Edgar
15 Stroberi
16 Apakah Kau Mengenalnya?
17 Renovasi (2)
18 Membeli bibit
19 flashback
20 Peri Justice Squad
21 Rumah baru Elina
22 Tanaman merambat
23 Mitra
24 Siaran Langsung
25 Siaran langsung (2)
26 kurir
27 Monyet kecil
28 Tomat penghilang jerawat
29 Kehangatan Meja Makan
30 Xiaoya dkk
31 Cucu menantu
32 Menanam sayur bersama xiaoya dkk
33 Lutfi dan Alif
34 Guru Alif
35 Anggur Kyoho
36 lipstik?
37 Dabai
38 Sup Krim Jamur
39 Ayahmu mencoba merayuku
40 Blueberry
41 Kalian pemenangnya
42 Beruang kecil
43 Kakek Long vs Xiaoya 1
44 Rumput Mendong
45 Beri Aku Minum
46 Anyaman Tikar
47 Hotpot
48 Istri Dan Anakmu Akan Dibawa Pergi!
49 ???
50 Paman terbaik
51 Bertemu kerabat
52 Pekerja Tambahan
53 Pangsit Nenek Liao
54 Dia adalah istriku
55 Panen Besar
56 Jadi Seorang Ibu Tidak Mudah
57 Scarlet firethorn
58 Tunggu aku kembali
59 Hukuman Buat Erwin
60 300 Bibit
61 900 Buah Terjual
62 Jus Jeruk dan Manisan Kulit Jeruk
63 Ingat Untuk Merindukanku
64 Ketumbar
65 Kakak Tommy
66 Bingung Pilih Yang Mana
67 Tidak Tahan!
68 Tibbets Masttif
69 Aku Ingin Merawatnya
70 Raja Milikmu
71 Harta keluarga
72 Daftar Lisensi
73 Tunangan
74 Siaga
75 Rose
76 Andra POV
77 Tidak Enak!
78 Gadis Berpayung Pink
79 Permen Karet untuk Erwin
80 Tanah Yang di Berkati
81 Maaf
82 Tahu Rahasianya
83 Membuat Pupuk Kompos
84 Mengatur Siklus Pertumbuhan
85 Cabe kering
86 Alif dan Xiaoya dkk
87 Pupuk
88 Pesanan Kedua
89 Bukankah Adel Pacarnya?
90 Aku Tidak Lagi Sendiri
91 Sangat memalukan
92 Panen Selada
93 Pergi ke Kabupaten
94 Kevin?
95 Aku Ingin Berganti Profesi
96 Alif Sudah Jadi Seorang Ayah
97 Telur angsa
98 Pisah
99 Gosip Desa
100 Cari Papa Baru
101 Alex menangis
102 Pacarnya hamil
103 Bos Besar
104 Proyek Desa
105 Mengunjungi Rumah Walikota
106 Rapat Desa
107 Gotong Royong
108 "Bu"
109 Pertemuan
110 Tidak Usah Tinggal Di Kota
111 Pengakuan Andra
112 Tahun Baru (1)
113 Tahun Baru (2)
114 Dabai tukang palak
115 Telur Pitan
116 Erwin Lemah
117 Bibit yang Bagus
118 Semua orang sibuk
119 Semangka
120 Siaran Langsung (2)
121 Siaran Langsung (3)
122 Siaran Langsung (4)
123 Siaran Langsung (5)
124 Pengumuman
125 Pembukaan Wisata Desa
Episodes

Updated 125 Episodes

1
Kelahiran kembali?
2
Andra
3
Siapa itu?
4
Dimas
5
Mengapa kamu sangat mirip bapakmu
6
Pasar sayur (1)
7
Pasar sayur (2)
8
Edgar
9
Dia anakku, bukan alat
10
Elina Nature's Finest
11
Renovasi rumah (1)
12
100 juta
13
pindah
14
Dimas Vs Edgar
15
Stroberi
16
Apakah Kau Mengenalnya?
17
Renovasi (2)
18
Membeli bibit
19
flashback
20
Peri Justice Squad
21
Rumah baru Elina
22
Tanaman merambat
23
Mitra
24
Siaran Langsung
25
Siaran langsung (2)
26
kurir
27
Monyet kecil
28
Tomat penghilang jerawat
29
Kehangatan Meja Makan
30
Xiaoya dkk
31
Cucu menantu
32
Menanam sayur bersama xiaoya dkk
33
Lutfi dan Alif
34
Guru Alif
35
Anggur Kyoho
36
lipstik?
37
Dabai
38
Sup Krim Jamur
39
Ayahmu mencoba merayuku
40
Blueberry
41
Kalian pemenangnya
42
Beruang kecil
43
Kakek Long vs Xiaoya 1
44
Rumput Mendong
45
Beri Aku Minum
46
Anyaman Tikar
47
Hotpot
48
Istri Dan Anakmu Akan Dibawa Pergi!
49
???
50
Paman terbaik
51
Bertemu kerabat
52
Pekerja Tambahan
53
Pangsit Nenek Liao
54
Dia adalah istriku
55
Panen Besar
56
Jadi Seorang Ibu Tidak Mudah
57
Scarlet firethorn
58
Tunggu aku kembali
59
Hukuman Buat Erwin
60
300 Bibit
61
900 Buah Terjual
62
Jus Jeruk dan Manisan Kulit Jeruk
63
Ingat Untuk Merindukanku
64
Ketumbar
65
Kakak Tommy
66
Bingung Pilih Yang Mana
67
Tidak Tahan!
68
Tibbets Masttif
69
Aku Ingin Merawatnya
70
Raja Milikmu
71
Harta keluarga
72
Daftar Lisensi
73
Tunangan
74
Siaga
75
Rose
76
Andra POV
77
Tidak Enak!
78
Gadis Berpayung Pink
79
Permen Karet untuk Erwin
80
Tanah Yang di Berkati
81
Maaf
82
Tahu Rahasianya
83
Membuat Pupuk Kompos
84
Mengatur Siklus Pertumbuhan
85
Cabe kering
86
Alif dan Xiaoya dkk
87
Pupuk
88
Pesanan Kedua
89
Bukankah Adel Pacarnya?
90
Aku Tidak Lagi Sendiri
91
Sangat memalukan
92
Panen Selada
93
Pergi ke Kabupaten
94
Kevin?
95
Aku Ingin Berganti Profesi
96
Alif Sudah Jadi Seorang Ayah
97
Telur angsa
98
Pisah
99
Gosip Desa
100
Cari Papa Baru
101
Alex menangis
102
Pacarnya hamil
103
Bos Besar
104
Proyek Desa
105
Mengunjungi Rumah Walikota
106
Rapat Desa
107
Gotong Royong
108
"Bu"
109
Pertemuan
110
Tidak Usah Tinggal Di Kota
111
Pengakuan Andra
112
Tahun Baru (1)
113
Tahun Baru (2)
114
Dabai tukang palak
115
Telur Pitan
116
Erwin Lemah
117
Bibit yang Bagus
118
Semua orang sibuk
119
Semangka
120
Siaran Langsung (2)
121
Siaran Langsung (3)
122
Siaran Langsung (4)
123
Siaran Langsung (5)
124
Pengumuman
125
Pembukaan Wisata Desa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!