Renovasi rumah (1)

Iyan, seorang pemuda dengan rambut acak-acakan berjalan tak tentu arah disekitar pasar. Orang-orang memandangnya dengan aneh, tapi dia tidak peduli.

"Hoam, mana si gadis cantik penjual sayur ni. Mama ada-ada aja, jelas isinya cuman ibu-ibu yang udah berumur. Mana ada gadis cantik jual sayur ck"

Iyan terus menggerutu sampai sebuah teriakan menarik perhatiannya

"Tolong pencuri... "

Iyan segera menyalakan ponselnya, dan mengambil video.

Dia terus mengarahkan ponselnya ke para pencuri "akhirnya ada bahan konten hehe"

Setelah beberapa menit,

"Sial..... sangat akurat, ah ah gerakannya tampan sekali"

Iyan sangat bersemangat, ketika melihat aksi heroik wanita cantik itu. Gayanya seperti pahlawan yang ada di film-film.

Iyan ingin sekali meminta nomornya, tapi dia melihat wanita itu sudah pergi. Dia pulang dengan perasaan menyesal, tapi melihat video diponselnya dia kembali antusias.

"Hahaha aku harus pulang dan berterima kasih pada ibuku"

Sesampainya Iyan dirumah, dia langsung bergegas ke kamar dan membuka leptopnya.

Setelah di edit dia mengunggah nya ke IG

IyanGanteng_ : video🎥

Sial, kalian harus nonton ini. Wanita cantik mengalahkan 2 pencuri.

#nosettingan

sent

"Iyaaaan, dasar bocah bau" teriak ibunya dilantai bawah.

Mendengar teriakan ibunya, Iyan buru-buru turun dan tak lupa mematikan leptopnya.

Dia tidak tahu, bahwa IG runtuh karna videonya

 👀: 2M ❤: 1M 💬: 10,3k

[ah ah ah ]

[wow, dia seorang master]

[sial, pencuri itu pantas mati]

[apakah itu sedang syuting drama? ]

[yang diatas, itu juga yang ingin saya tanyakan]

[aku tidak peduli apakah itu syuting atau bukan, tapi gerakannya sangat indah]

[+1, kau tidak melihat lemparan batunya sangat akurat]

[pernyataan tulus: Wanita itu sangat cantik]

[ah ah akhirnya ada yang menyadarinya, aku juga merasa dia sangat cantik seperti peri]

[aku putuskan, mulai hari ini aku penggemarnya!!]

[+1]

[+99]

[+1000]

[Apakah gadis itu punya IG? ]

......................

Sepulang dari pasar, Elina langsung memandikan Alex dan memberinya makan.

Setelah Alex tertidur, Elina membawa cangkul ke kebun belakang rumahnya.

Dia menanam semua bibit sayuran, dan memberinya makan dengan kekuatan kayu.

Elina tidak berencana membuahinya sampai matang, karena kebetulan tukang yang diundang oleh Edgar akan datang siang ini. Dan kemungkinan Edgar juga akan kemari.

Kemarin saat pertama kali Edgar datang, halaman belakang rumah masih kosong. Tidak mungkin kan dalam waktu sehari tiba-tiba ada sayuran.

Merasa semuanya sudah selesai, Elina kembali ke dalam rumah dan berencana untuk memasak.

...****************...

Elina berdiri di dapur kecilnya yang hangat, aroma rempah-rempah mulai memenuhi udara.

Di atas kompor, panci besar berisi sup ayam mendidih perlahan.

Potongan ayam kampung yang empuk berbaur dengan wortel, kentang, daun bawang, dan irisan jahe.

Uap hangat naik, membawa wangi kaldu yang kaya dan segar, menenangkan perut yang lapar.

Elina dengan hati-hati mengaduk sup itu, memastikan semua bahan meresap sempurna.

Rasanya gurih dan ringan, cocok untuk makan siang.

Di sebelah kompor, bakpao yang mengembang lembut sudah matang sempurna di dalam kukusan.

Roti putihnya mengkilat, empuk ketika disentuh, dengan isian daging ayam yang dibumbui kecap dan sedikit gula, menciptakan kombinasi rasa manis dan gurih.

Elina menyiapkan piring, menata bakpao di atasnya dengan rapi, dan menuangkan semangkuk sup ayam hangat.

Ia tersenyum kecil, merasa puas dengan hasil karyanya.

......................

"Bos, dimana kita simpan mobilnya? " tanya pria botak

"Simpan saja disini" Edgar turun dari SUV bersama empat orang lainnya.

Saat mereka memasuki halaman, mereka semua kecuali Edgar terkejut dengan keindahan yang ada didepan mata.

Edgar hanya memandangnya dengan ringan, karena awalnya dia juga seperti mereka, cuman tidak terlalu berlebihan.

Elina mengerluarkan Alex dari ruang, dan menggendongnya sampai ke depan pintu.

Dia menyambut mereka dengan hangat, 4 orang itu merasa malu.

Sebelum mereka datang Edgar sudah menjelaskan situasi gadis didepan mereka, dan dia berulang kali memperingatkan mereka untuk tidak berbicara omong kosong.

Mereka tak menyangka, gadis yang dibicarakan bos mereka akan secantik ini, kecantikannya bisa meruntuhkan kota.

Dia tidak terlihat seperti seorang ibu dengan satu anak. Lebih tepatnya seperti seorang kaka yang menggendong adiknya.

Saat memasuki rumah, Tiba-tiba tercium aroma yang sangat enak

" Bau apa ini, harum sekali " Ucap si botak, yang lain mengangguk setuju.

Tanpa sadar mata mereka tertuju pada makanan yang ada di meja.

Padahal itu hanya bakpao dan sup ayam, tapi entah kenapa baunya membuat mereka ngiler.

Melihat tatapan keinginan mereka, Elina langsung mengajaknya untuk makan bersama.

Mereka tidak langsung setuju, tapi melihat kearah Edgar untuk meminta persetujuannya.

Edgar tidak mengatakan apapun, tapi kakinya sudah berjalan menuju meja makan.

Mereka berempat mengikutinya dengan gembira. Elina terkekeh tak berdaya, dia juga berjalan menuju meja makan bersama Alex.

Mereka semua makan dengan nikmat, bahkan tidak sekalipun mengangkat kepalanya.

"aaah enak banget, tidak pernah kurasakan makanan seenak ini" ucap si botak dengan mulut penuh dengan makanan

"Aku baru tahu ternyata bakpao bisa seenak ini.. um" sahut yang satunya

"Aku juga sudah tidak bisa berkata-kata saking enaknya, pantas saja bos kita tidak mau makan dulu tadi"

Suasana yang awalnya santai langsung kaku, si botak menendang kaki si rambut pirang dengan keras.

"yaa, kenapa kau menendang kakiku" keluh si pirang belum menyadari situasi nya, si botak melototi si pirang dan memberikannya kode.

Si pirang tersadar dengan kalimat yang dia ucapkan, dia mengintip Edgar dengan takut.

Tapi Edgar tidak bereaksi apapun dan hanya makan dengan tenang, seolah yang mereka bicarakan bukanlah dia.

'mampus kau' ucap si botak tanpa suara, si pirang membalasnya dengan melotot.

"Bos... " panggil si pirang dengan ragu

"makanlah, yang kau ucapkan tidak salah" katanya dengan nada acuh

Elina tersenyum kecil dan segera meredakan suasana

"tidak ada yang salah, kalian bisa datang makan sepuasnya. Jangan sopan"

Edgar dengan cepat menjawab "baiklah, aku tidak akan sopan"

Yang lain mengangguk setuju, suasana pun kembali harmonis.

Setelah makan mereka mulai membahas terkait dengan waktu kontruksi nya.

Elina ingin secepatnya, jadi mereka memutuskan bekerja mulai besok. Dan membahas terkait apa saja yang perlu dipersiapkan.

Ditengah perbincangan, Edgar tiba-tiba bertanya

"Kau akan tinggal dimana Elina? "

"Kemarin aku sudah membicarakannya dengan bibi Ruan, untuk sementara aku akan tinggal dirumahnya" jelasnya

"Aku punya rumah di kabupaten, kamu bisa tinggal disana untuk sementara waktu" Edgar menetapnya dengan lembut.

Elina tidak langsung menjawab, dia berpikir saran Edgar cukup bagus.

Perbaikan rumah tidak hanya satu atau dua hari, tapi membutuhkan waktu hampir satu bulan. Dengan rahasia ruang tidak mungkin untuk terus tinggal dengan bibi Ruan.Jadi Elina menerima tawaran Edgar.

Meskipun hatinya sangat senang melihat Elina setuju, tapi wajahnya tetap terlihat tenang. Akhirnya dia punya alasan untuk menemui Elina tiap hari.

Terpopuler

Comments

S H 10

S H 10

terbaik edgar.. teruskan usahanya.. /Proud//Proud//Proud/

2025-01-29

1

penggemar_Uangkecil?!

penggemar_Uangkecil?!

👍👍

2024-12-01

2

sasip

sasip

jiah, bro Edgar mulai memasang jerat²nya yak? mantab.. lanjutkan.. 💪🏻

2024-11-24

5

lihat semua
Episodes
1 Kelahiran kembali?
2 Andra
3 Siapa itu?
4 Dimas
5 Mengapa kamu sangat mirip bapakmu
6 Pasar sayur (1)
7 Pasar sayur (2)
8 Edgar
9 Dia anakku, bukan alat
10 Elina Nature's Finest
11 Renovasi rumah (1)
12 100 juta
13 pindah
14 Dimas Vs Edgar
15 Stroberi
16 Apakah Kau Mengenalnya?
17 Renovasi (2)
18 Membeli bibit
19 flashback
20 Peri Justice Squad
21 Rumah baru Elina
22 Tanaman merambat
23 Mitra
24 Siaran Langsung
25 Siaran langsung (2)
26 kurir
27 Monyet kecil
28 Tomat penghilang jerawat
29 Kehangatan Meja Makan
30 Xiaoya dkk
31 Cucu menantu
32 Menanam sayur bersama xiaoya dkk
33 Lutfi dan Alif
34 Guru Alif
35 Anggur Kyoho
36 lipstik?
37 Dabai
38 Sup Krim Jamur
39 Ayahmu mencoba merayuku
40 Blueberry
41 Kalian pemenangnya
42 Beruang kecil
43 Kakek Long vs Xiaoya 1
44 Rumput Mendong
45 Beri Aku Minum
46 Anyaman Tikar
47 Hotpot
48 Istri Dan Anakmu Akan Dibawa Pergi!
49 ???
50 Paman terbaik
51 Bertemu kerabat
52 Pekerja Tambahan
53 Pangsit Nenek Liao
54 Dia adalah istriku
55 Panen Besar
56 Jadi Seorang Ibu Tidak Mudah
57 Scarlet firethorn
58 Tunggu aku kembali
59 Hukuman Buat Erwin
60 300 Bibit
61 900 Buah Terjual
62 Jus Jeruk dan Manisan Kulit Jeruk
63 Ingat Untuk Merindukanku
64 Ketumbar
65 Kakak Tommy
66 Bingung Pilih Yang Mana
67 Tidak Tahan!
68 Tibbets Masttif
69 Aku Ingin Merawatnya
70 Raja Milikmu
71 Harta keluarga
72 Daftar Lisensi
73 Tunangan
74 Siaga
75 Rose
76 Andra POV
77 Tidak Enak!
78 Gadis Berpayung Pink
79 Permen Karet untuk Erwin
80 Tanah Yang di Berkati
81 Maaf
82 Tahu Rahasianya
83 Membuat Pupuk Kompos
84 Mengatur Siklus Pertumbuhan
85 Cabe kering
86 Alif dan Xiaoya dkk
87 Pupuk
88 Pesanan Kedua
89 Bukankah Adel Pacarnya?
90 Aku Tidak Lagi Sendiri
91 Sangat memalukan
92 Panen Selada
93 Pergi ke Kabupaten
94 Kevin?
95 Aku Ingin Berganti Profesi
96 Alif Sudah Jadi Seorang Ayah
97 Telur angsa
98 Pisah
99 Gosip Desa
100 Cari Papa Baru
101 Alex menangis
102 Pacarnya hamil
103 Bos Besar
104 Proyek Desa
105 Mengunjungi Rumah Walikota
106 Rapat Desa
107 Gotong Royong
108 "Bu"
109 Pertemuan
110 Tidak Usah Tinggal Di Kota
111 Pengakuan Andra
112 Tahun Baru (1)
113 Tahun Baru (2)
114 Dabai tukang palak
115 Telur Pitan
116 Erwin Lemah
117 Bibit yang Bagus
118 Semua orang sibuk
119 Semangka
120 Siaran Langsung (2)
121 Siaran Langsung (3)
122 Siaran Langsung (4)
123 Siaran Langsung (5)
124 Pengumuman
125 Pembukaan Wisata Desa
Episodes

Updated 125 Episodes

1
Kelahiran kembali?
2
Andra
3
Siapa itu?
4
Dimas
5
Mengapa kamu sangat mirip bapakmu
6
Pasar sayur (1)
7
Pasar sayur (2)
8
Edgar
9
Dia anakku, bukan alat
10
Elina Nature's Finest
11
Renovasi rumah (1)
12
100 juta
13
pindah
14
Dimas Vs Edgar
15
Stroberi
16
Apakah Kau Mengenalnya?
17
Renovasi (2)
18
Membeli bibit
19
flashback
20
Peri Justice Squad
21
Rumah baru Elina
22
Tanaman merambat
23
Mitra
24
Siaran Langsung
25
Siaran langsung (2)
26
kurir
27
Monyet kecil
28
Tomat penghilang jerawat
29
Kehangatan Meja Makan
30
Xiaoya dkk
31
Cucu menantu
32
Menanam sayur bersama xiaoya dkk
33
Lutfi dan Alif
34
Guru Alif
35
Anggur Kyoho
36
lipstik?
37
Dabai
38
Sup Krim Jamur
39
Ayahmu mencoba merayuku
40
Blueberry
41
Kalian pemenangnya
42
Beruang kecil
43
Kakek Long vs Xiaoya 1
44
Rumput Mendong
45
Beri Aku Minum
46
Anyaman Tikar
47
Hotpot
48
Istri Dan Anakmu Akan Dibawa Pergi!
49
???
50
Paman terbaik
51
Bertemu kerabat
52
Pekerja Tambahan
53
Pangsit Nenek Liao
54
Dia adalah istriku
55
Panen Besar
56
Jadi Seorang Ibu Tidak Mudah
57
Scarlet firethorn
58
Tunggu aku kembali
59
Hukuman Buat Erwin
60
300 Bibit
61
900 Buah Terjual
62
Jus Jeruk dan Manisan Kulit Jeruk
63
Ingat Untuk Merindukanku
64
Ketumbar
65
Kakak Tommy
66
Bingung Pilih Yang Mana
67
Tidak Tahan!
68
Tibbets Masttif
69
Aku Ingin Merawatnya
70
Raja Milikmu
71
Harta keluarga
72
Daftar Lisensi
73
Tunangan
74
Siaga
75
Rose
76
Andra POV
77
Tidak Enak!
78
Gadis Berpayung Pink
79
Permen Karet untuk Erwin
80
Tanah Yang di Berkati
81
Maaf
82
Tahu Rahasianya
83
Membuat Pupuk Kompos
84
Mengatur Siklus Pertumbuhan
85
Cabe kering
86
Alif dan Xiaoya dkk
87
Pupuk
88
Pesanan Kedua
89
Bukankah Adel Pacarnya?
90
Aku Tidak Lagi Sendiri
91
Sangat memalukan
92
Panen Selada
93
Pergi ke Kabupaten
94
Kevin?
95
Aku Ingin Berganti Profesi
96
Alif Sudah Jadi Seorang Ayah
97
Telur angsa
98
Pisah
99
Gosip Desa
100
Cari Papa Baru
101
Alex menangis
102
Pacarnya hamil
103
Bos Besar
104
Proyek Desa
105
Mengunjungi Rumah Walikota
106
Rapat Desa
107
Gotong Royong
108
"Bu"
109
Pertemuan
110
Tidak Usah Tinggal Di Kota
111
Pengakuan Andra
112
Tahun Baru (1)
113
Tahun Baru (2)
114
Dabai tukang palak
115
Telur Pitan
116
Erwin Lemah
117
Bibit yang Bagus
118
Semua orang sibuk
119
Semangka
120
Siaran Langsung (2)
121
Siaran Langsung (3)
122
Siaran Langsung (4)
123
Siaran Langsung (5)
124
Pengumuman
125
Pembukaan Wisata Desa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!