Dia anakku, bukan alat

Elina membawa Alex untuk berjalan-jalan setelah lama tidak keluar rumah. Saat melewati warga desa, banyak yang tidak bisa menahan pesona Alex yang tampan dan menggemaskan.

Bahkan ada seorang ibu yang, tanpa ragu, menelpon anaknya dan mendesaknya untuk segera menikah dan memberikannya cucu, anaknya yang sedang menuju kampus tercengang karena tiba-tiba saja disuruh begitu tanpa sebab yang jelas. Apakah ibunya lupa dia masih 19 tahun!!

Elina sempat berhenti untuk selfie dengan Alex, dan berencana memposting foto mereka di IG.

Setelah beberapa lama berjalan, Elina memutuskan untuk pulang.

Namun, dia dihentikan oleh seorang remaja cantik, perawakannya seperti anak SMA, yang terlihat sedikit malu-malu.

“Kak, bolehkah aku foto dengan kakak dan anakmu?” tanya gadis itu dengan nada penuh harap.

Dia juga dengan cepat menjelaskan "Aku tidak berniat jahat, hanya saja kaka dan anak kaka terlihat sangat bagus. Aku tidak tahan dan ingin berfoto, tapi kalopun tidak boleh tidak apa-apa"

Pipinya semakin merona ketika berbicara, membuat Elina tertawa kecil.

Elina tersenyum kecil dan bertanya, “Siapa namamu, cantik?”

“Melody, kak,” jawab gadis itu dengan suara pelan, pipinya bersemu merah karena malu dipuji oleh kaka cantik.

Elina tertawa ringan mendengar penjelasan gadis itu. “Baiklah, tapi jangan diunggah ya,” jawab Elina tegas.

“Tidak akan, kak! Aku janji,” Melody mengangkat dua jarinya dengan semangat sebagai tanda janji .

Mereka pun selfie dengan berbagai pose. Alex, yang tampak sangat fotogenik, menunjukkan ekspresi yang menggemaskan dalam setiap foto, membuat Elina dan Melody tertawa bahagia.

“Terima kasih, kak. Terima kasih, Alex!” Melody berkata dengan semangat, sebelum mencubit ringan pipi Alex yang membuat bayi itu tertawa riang.

Sebelum pergi, Elina bertanya, “Kamu bukan dari desa ini, ya?”

“Iya, kak. Aku dari Kota S. Sudah tiga hari di sini untuk menjenguk ayah temanku yang sedang sakit,” jawab Melody.

“Kota S, ya,” Elina mengulang kata-kata itu dengan suara pelan, matanya tampak menerawang jauh.

"Melodyyyy!" teriak seorang teman dari kejauhan, memanggil gadis itu.

“Kak, saya pergi dulu ya, sudah dipanggil. Sampai jumpa lagi, Alex!” Melody melambaikan tangan dan berlari menuju temannya.

Elina hanya tersenyum kecil, namun dalam hatinya ada rasa perih.

Kota S mengingatkannya pada Andra dan Adel yang menikah di sana, sebuah memori dari kehidupan lamanya yang belum bisa sepenuhnya ia lupakan.

'Ternyata aku belum bisa melupakannya,' pikir Elina dengan senyum masam.

......................

Ketika Edgar membuka pagar, dia seolah melangkah ke dunia dongeng. Bau harum bunga langsung menyeruak, memenuhi indra penciumannya.

Hamparan bunga berwarna-warni terbentang di depannya, mengeluarkan aroma menenangkan yang seketika membuat tubuhnya rileks.

Kelelahan yang tadinya dirasakannya seakan menguap begitu saja.

Di dalam rumah, Elina mendengar suara pagar terbuka dan segera keluar.

Dia melihat sosok Edgar yang tampan dan anggun berdiri memandangi lautan bunga yang memenuhi halaman.

Berbeda dengan Dimas yang memiliki aura tampan dan elegan, Edgar terlihat lebih lembut, tampan dengan pesona yang anggun.

Edgar melihat Elina yang berjalan ke arahnya. Senyum lembut menghiasi wajahnya.

“Kamu semakin cantik,” katanya.

Edgar memperhatikan perubahan Elina.

Dulu, di matanya, Elina memang cantik, tapi tak begitu menarik.

Namun, kini Elina tampak lebih percaya diri dan mempesona, seperti bunga yang tengah mekar dengan penuh keindahan.

Elina terkekeh menanggapi pujian tersebut. Hari ini, ia mengenakan dress panjang berwarna biru muda, terbuat dari kain yang jatuh dengan indah mengikuti gerakan tubuhnya.

Dress tersebut memiliki potongan pas di bagian atas, dengan kerah bulat sederhana yang menonjolkan keanggunan naturalnya.

Lengan panjang dress itu terlihat ringan, menciptakan kesan feminin namun elegan.

Pinggang dress dihiasi tali tipis yang mempertegas siluet Elina tanpa kesan berlebihan, sementara bagian bawah rok mengembang lembut, memberikan efek mengalir saat ia melangkah.

Kain biru muda itu berkilau halus di bawah sinar matahari, memberikan kesan klasik namun tetap memikat.

Dengan tatanan rambut yang digerai lembut, Elina tampak seperti bagian dari hamparan bunga di sekelilingnya—menjadi pusat perhatian dalam keindahan alam yang menenangkan hati Edgar.

"Masuklah, aku sudah memasak rendang kesukaanmu," kata Elina dengan lembut.

Mereka melangkah masuk ke ruang tamu. Di atas meja, ada berbagai jenis makanan tersaji, tampilannya begitu menggugah selera.

Namun, tatapan Edgar langsung tertuju pada kereta dorong yang berada di sudut ruangan. Melihat reaksinya, Elina mengambil kereta dorong itu dan mendorongnya mendekati Edgar.

"Ini Alex, anakku," ujar Elina memperkenalkan bayinya.

Edgar terdiam sejenak, kemudian dengan nada penuh ironi berkata, "Jadi, kamu menghilang untuk melahirkan?"

Tanpa ragu, Edgar menambahkan, "Apakah kamu berharap dengan anakmu ini, dia akan menikahimu?"

Elina menjawab dengan tegas, "Tidak, ini anakku. Anak yang lahir dari rahimku, darah dagingku. Dia bukanlah alat, Edgar. Aku sudah tidak peduli padanya."

Kata-kata Elina yang penuh keyakinan membuat Edgar tertegun, namun suasana berubah saat Elina dengan lembut berkata, "Ayo makan, Edgar."

Dengan nada menyesal Edgar berkata, "Maafkan aku"

"Tidak apa-apa, aku tahu kamu peduli padaku" Elina menjawabnya dengan lembut

Seolah ketegangan sebelumnya menghilang, mereka duduk di meja makan, dan aroma makanan yang kuat langsung mengalihkan perhatian Edgar.

"Kelihatannya enak," katanya sambil menatap makanan yang tersaji.

Elina tersenyum, "Habiskan."

Tanpa ragu, Edgar mulai menyantap hidangan itu, terkejut dengan rasanya yang lezat.

"Ini benar-benar enak," katanya, meskipun dia menyantapnya dengan cepat. Tapi dia tetap terlihat elegan.

Elina terkekeh, "Aku sudah menyiapkan sayuran untuk kamu bawa pulang."

"Aku tidak akan menolak," jawab Edgar dengan senyum tipis.

Setelah selesai makan, mereka mulai membahas rencana renovasi rumah Elina.

Dia menjelaskan dengan detail bagian-bagian yang ingin diubah, sementara Edgar mendengarkan dengan serius, sesekali mencatat poin-poin penting.

"Aku mempercayakan ini padamu, Edgar," kata Elina penuh keyakinan.

Edgar tersenyum, "Baiklah, aku jamin kamu tidak akan kecewa."

Saat hendak pergi, Edgar menunduk ke arah Alex dan dengan lembut mencolek hidungnya.

"Baiklah, Lex, paman pamit dulu. Kita akan segera bertemu lagi," katanya.

"Wawawa," celoteh Alex sambil menendang-nendang kakinya dengan gembira.

Edgar terkekeh, "Sepertinya dia menyukaiku," ujarnya.

"Aku memang mudah disukai," lanjut Edgar sambil melirik Elina dengan nada menggoda.

Setelah Edgar pulang, Elina membawa Alex masuk ke dalam ruangan.

Dia harus bersiap-siap untuk memanen sayuran yang akan dijual besok.

Setelah menghitung sisa uangnya, Elina mendapati bahwa ia memiliki 21 juta rupiah, cukup untuk melanjutkan perbaikan rumahnya.

Terpopuler

Comments

S H 10

S H 10

okee.. untuk saran nama makanan dari Tiongkok, korea, jepang, Itali dan juga france..

2025-01-29

1

S H 10

S H 10

cuba saran kok, dan selebihnya Author bole cari sendiri.. semangat thorr

2025-01-29

1

Fisee

Fisee

grazy uup thorr
up up uup
grazy uuup dong thoor 😷

2025-01-01

1

lihat semua
Episodes
1 Kelahiran kembali?
2 Andra
3 Siapa itu?
4 Dimas
5 Mengapa kamu sangat mirip bapakmu
6 Pasar sayur (1)
7 Pasar sayur (2)
8 Edgar
9 Dia anakku, bukan alat
10 Elina Nature's Finest
11 Renovasi rumah (1)
12 100 juta
13 pindah
14 Dimas Vs Edgar
15 Stroberi
16 Apakah Kau Mengenalnya?
17 Renovasi (2)
18 Membeli bibit
19 flashback
20 Peri Justice Squad
21 Rumah baru Elina
22 Tanaman merambat
23 Mitra
24 Siaran Langsung
25 Siaran langsung (2)
26 kurir
27 Monyet kecil
28 Tomat penghilang jerawat
29 Kehangatan Meja Makan
30 Xiaoya dkk
31 Cucu menantu
32 Menanam sayur bersama xiaoya dkk
33 Lutfi dan Alif
34 Guru Alif
35 Anggur Kyoho
36 lipstik?
37 Dabai
38 Sup Krim Jamur
39 Ayahmu mencoba merayuku
40 Blueberry
41 Kalian pemenangnya
42 Beruang kecil
43 Kakek Long vs Xiaoya 1
44 Rumput Mendong
45 Beri Aku Minum
46 Anyaman Tikar
47 Hotpot
48 Istri Dan Anakmu Akan Dibawa Pergi!
49 ???
50 Paman terbaik
51 Bertemu kerabat
52 Pekerja Tambahan
53 Pangsit Nenek Liao
54 Dia adalah istriku
55 Panen Besar
56 Jadi Seorang Ibu Tidak Mudah
57 Scarlet firethorn
58 Tunggu aku kembali
59 Hukuman Buat Erwin
60 300 Bibit
61 900 Buah Terjual
62 Jus Jeruk dan Manisan Kulit Jeruk
63 Ingat Untuk Merindukanku
64 Ketumbar
65 Kakak Tommy
66 Bingung Pilih Yang Mana
67 Tidak Tahan!
68 Tibbets Masttif
69 Aku Ingin Merawatnya
70 Raja Milikmu
71 Harta keluarga
72 Daftar Lisensi
73 Tunangan
74 Siaga
75 Rose
76 Andra POV
77 Tidak Enak!
78 Gadis Berpayung Pink
79 Permen Karet untuk Erwin
80 Tanah Yang di Berkati
81 Maaf
82 Tahu Rahasianya
83 Membuat Pupuk Kompos
84 Mengatur Siklus Pertumbuhan
85 Cabe kering
86 Alif dan Xiaoya dkk
87 Pupuk
88 Pesanan Kedua
89 Bukankah Adel Pacarnya?
90 Aku Tidak Lagi Sendiri
91 Sangat memalukan
92 Panen Selada
93 Pergi ke Kabupaten
94 Kevin?
95 Aku Ingin Berganti Profesi
96 Alif Sudah Jadi Seorang Ayah
97 Telur angsa
98 Pisah
99 Gosip Desa
100 Cari Papa Baru
101 Alex menangis
102 Pacarnya hamil
103 Bos Besar
104 Proyek Desa
105 Mengunjungi Rumah Walikota
106 Rapat Desa
107 Gotong Royong
108 "Bu"
109 Pertemuan
110 Tidak Usah Tinggal Di Kota
111 Pengakuan Andra
112 Tahun Baru (1)
113 Tahun Baru (2)
114 Dabai tukang palak
115 Telur Pitan
116 Erwin Lemah
117 Bibit yang Bagus
118 Semua orang sibuk
119 Semangka
120 Siaran Langsung (2)
121 Siaran Langsung (3)
122 Siaran Langsung (4)
123 Siaran Langsung (5)
124 Pengumuman
125 Pembukaan Wisata Desa
Episodes

Updated 125 Episodes

1
Kelahiran kembali?
2
Andra
3
Siapa itu?
4
Dimas
5
Mengapa kamu sangat mirip bapakmu
6
Pasar sayur (1)
7
Pasar sayur (2)
8
Edgar
9
Dia anakku, bukan alat
10
Elina Nature's Finest
11
Renovasi rumah (1)
12
100 juta
13
pindah
14
Dimas Vs Edgar
15
Stroberi
16
Apakah Kau Mengenalnya?
17
Renovasi (2)
18
Membeli bibit
19
flashback
20
Peri Justice Squad
21
Rumah baru Elina
22
Tanaman merambat
23
Mitra
24
Siaran Langsung
25
Siaran langsung (2)
26
kurir
27
Monyet kecil
28
Tomat penghilang jerawat
29
Kehangatan Meja Makan
30
Xiaoya dkk
31
Cucu menantu
32
Menanam sayur bersama xiaoya dkk
33
Lutfi dan Alif
34
Guru Alif
35
Anggur Kyoho
36
lipstik?
37
Dabai
38
Sup Krim Jamur
39
Ayahmu mencoba merayuku
40
Blueberry
41
Kalian pemenangnya
42
Beruang kecil
43
Kakek Long vs Xiaoya 1
44
Rumput Mendong
45
Beri Aku Minum
46
Anyaman Tikar
47
Hotpot
48
Istri Dan Anakmu Akan Dibawa Pergi!
49
???
50
Paman terbaik
51
Bertemu kerabat
52
Pekerja Tambahan
53
Pangsit Nenek Liao
54
Dia adalah istriku
55
Panen Besar
56
Jadi Seorang Ibu Tidak Mudah
57
Scarlet firethorn
58
Tunggu aku kembali
59
Hukuman Buat Erwin
60
300 Bibit
61
900 Buah Terjual
62
Jus Jeruk dan Manisan Kulit Jeruk
63
Ingat Untuk Merindukanku
64
Ketumbar
65
Kakak Tommy
66
Bingung Pilih Yang Mana
67
Tidak Tahan!
68
Tibbets Masttif
69
Aku Ingin Merawatnya
70
Raja Milikmu
71
Harta keluarga
72
Daftar Lisensi
73
Tunangan
74
Siaga
75
Rose
76
Andra POV
77
Tidak Enak!
78
Gadis Berpayung Pink
79
Permen Karet untuk Erwin
80
Tanah Yang di Berkati
81
Maaf
82
Tahu Rahasianya
83
Membuat Pupuk Kompos
84
Mengatur Siklus Pertumbuhan
85
Cabe kering
86
Alif dan Xiaoya dkk
87
Pupuk
88
Pesanan Kedua
89
Bukankah Adel Pacarnya?
90
Aku Tidak Lagi Sendiri
91
Sangat memalukan
92
Panen Selada
93
Pergi ke Kabupaten
94
Kevin?
95
Aku Ingin Berganti Profesi
96
Alif Sudah Jadi Seorang Ayah
97
Telur angsa
98
Pisah
99
Gosip Desa
100
Cari Papa Baru
101
Alex menangis
102
Pacarnya hamil
103
Bos Besar
104
Proyek Desa
105
Mengunjungi Rumah Walikota
106
Rapat Desa
107
Gotong Royong
108
"Bu"
109
Pertemuan
110
Tidak Usah Tinggal Di Kota
111
Pengakuan Andra
112
Tahun Baru (1)
113
Tahun Baru (2)
114
Dabai tukang palak
115
Telur Pitan
116
Erwin Lemah
117
Bibit yang Bagus
118
Semua orang sibuk
119
Semangka
120
Siaran Langsung (2)
121
Siaran Langsung (3)
122
Siaran Langsung (4)
123
Siaran Langsung (5)
124
Pengumuman
125
Pembukaan Wisata Desa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!