Pasar sayur (2)

Hal serupa terjadi pada Bibi Vina, seorang pengasuh bayi yang bekerja di rumah majikannya.

Bibi Vina membuat bubur wortel untuk anak majikannya, Shinta saat ini dia berusia 7 tahun.

Semenjak demam, Shinta menjadi sangat kurus dan tidak nafsu makan, karena setiap apapun yang dia makan pasti akan dia muntahkan kembali. Ini membuat kedua orang tuanya khawatir.

Bibi Vina mendengar dari gadis cantik tadi bahwa sayuran yang dia jual bisa meningkatkan selera makan, jadi bibi Vina memutuskan untuk mencoba.

Saat bubur matang, aroma lezat segera memenuhi ruang makan.

"Bi, ini harum sekali! Masak apa, Bi?" tanya majikan Ibu Vina.

"Hanya bubur wortel seperti biasa, Bu," jawabnya.

Majikannya mencicipi bubur tersebut dan terkejut,

"Ini enak sekali. Shinta pasti suka."

Bubur itu kemudian dibawa ke kamar Shinta. Ibunya sedih melihat shinta yang terbaring lemah diatas kasur.

Ibunya mengelus kepala shinta dengan sayang

" Nak, makan yuk. Ibu punya sesuatu yang lezat untukmu,"

Shinta hanya menggelengkan kepalanya.

Ibu Shinta menghela nafas tak berdaya, dia membuka tutupan bubur dan segera tercium baunya yang harum, mata Shinta yang awalnya sayu langsung berbinar.

" Bu aku mau makan "

Ibu shinta sangat bersemangat mendengarnya. Dia menyuap Shinta dengan perasaan sabar dan kehati-hatian.

Dia menunggu dengan cemas, takut Shinta akan muntah.

Tapi setelah buburnya habis, tidak ada reaksi akan muntah. Itu membuat ibu Shinta menangis terharu dan segera memeluk anaknya.

"Bu, Shinta suka buburnya. Enak sekali."

"Iya nak, ibu akan selalu membuatkan Shinta yang enak-enak" Ucapnya sambil mencium kening putrinya.

Bibi Vina meunggu dengan cemas diluar pintu, mendengar pintu yang terbuka dia segera bergegas.

"Bagaimana bu? "

"Bi,, shinta akan segera sembuh"

Air mata yang sejak tadi dia tahan pun keluar dengan derasnya. Bibi Vina pun ikutan menangis.

"Bi, apakah itu resep rahasia? "

Bibi vina dengan cepat melambaikan tangannya

" Itu karna wortel bu"

"Maksudnya? " Tanya Ibunya shinta dengan heran.

Bibi Vina pun kembali menceritakan apa yang terjadi dipasar.

Mendengar hal tersebut, ibunya Shinta mengeluarkan uang seratusan 5 lembar dan menyerahkannya ke Bibi Vina.

"Bibi, beli semuanya"

"Baik bu" Bibi Vina lari dengan tergesa-gesa takut sayurannya habis

 

Begitupun yang dirasakan oleh pembeli lain, sebagian besar kembali ke pasar untuk membeli lebih banyak.

 

Tidak lama kemudian sayurannya terjual habis, sedangkan antriannya masih panjang.

" Habis? "

"Apakah sudah tak ada lagi? "

"Sial aku sudah bilang tadi, datang lebih cepat"

"Aw bu berhenti memukul, aku tadi sakit perut"

"Nak apakah sudah tidak ada lagi dirumahmu? "

"Yayaa, kami bisa menunggunya"

Elina tersenyum tak berdaya

"Ibu-ibu sudah tidak ada lagi. Lusa saya akan kembali kesini lagi di jam yang sama"

"Kenapa tidak besok? "

Elina menjawab dengan sabar "sudah tidak ada yang bisa dipanen"

Mendengar itu ibu-ibu yang lain hanya bisa pergi dengan menyesal.

Elina sangat bahagia karena pendapatannya mencapai total 11 juta untuk hari ini.

Dia sangat bersemangat. Rasanya dia ingin langsung pulang, dan tidak sabar untuk mencium bayinya.

......................

"Bibi masak apa hari ini? Kenapa baunya enak sekali?" tanya seorang pemuda yang baru saja selesai berlari.

Bibi masih sedikit terperangah melihat sosok tuan mudanya yang sempurna.

Hidungnya yang mancung, alis hitam tegas, bibir tipis dengan rona kemerahan, memberi kesan sensual. Tak heran jika banyak wanita yang terpikat.

Matanya yang gelap dan dalam seolah menyimpan misteri, memaksa siapa pun yang menatapnya untuk terjebak dalam pesonanya.

Wajahnya yang tampan bercampur pesona feminin tanpa cacat, seolah diukir dengan teliti oleh dewa.

Tubuhnya yang kekar, namun proporsional, berkilauan oleh keringat setelah berolahraga, menambah daya tarik yang sulit diabaikan.

Rambut hitamnya yang sedikit basah mempertegas penampilannya, sementara kakinya yang panjang dan berotot menyempurnakan sosoknya yang atletis namun tidak berlebihan.

Tak heran jika banyak wanita yang ingin mendaki ranjang nya.

"Bibi hanya masak sup Ayam"

Pemuda itu mencicipinya satu sendok. Matanya menatap sup ayam dengan penuh arti.

"Adakah yang istimewa dari sup ayam ini? "

"Um gak ada, oh ya bibi tadi beli lobak dari gadis cantik. Bibi merasa itu enak jadi bibi membelinya"

"Gadis cantik? " tanya dengan suara yang dalam

"iya, dia sangat cantik. Kecantikannya mengalahkan artis lini pertama" ucap bibi itu dengan antusias

Pemuda itu hanya mengangguk dan kembali melanjutkan sarapannya.

"Apakah enak tuan muda? " Tanya bibi dengan hati-hati

"Enak"

"oke, lusa bibi akan beli lebih banyak"

"lusa? "

"iya, gadis cantik itu bilang sayurnya hanya bisa dipanen lusa"

"um"

Pemuda itu berpikir sesuatu dengan sangat serius, dan sesekali melihat sup ayam dihadapannya.

Terpopuler

Comments

S H 10

S H 10

Calon kedua hehehe.. oke juga nih.. Selanjutnya..

2025-01-29

1

Leni Ani

Leni Ani

baru makan sop nya aja udah suka😆😆😁😉😇

2025-02-16

0

Minote 105g

Minote 105g

kok gue banget ya

2025-03-16

0

lihat semua
Episodes
1 Kelahiran kembali?
2 Andra
3 Siapa itu?
4 Dimas
5 Mengapa kamu sangat mirip bapakmu
6 Pasar sayur (1)
7 Pasar sayur (2)
8 Edgar
9 Dia anakku, bukan alat
10 Elina Nature's Finest
11 Renovasi rumah (1)
12 100 juta
13 pindah
14 Dimas Vs Edgar
15 Stroberi
16 Apakah Kau Mengenalnya?
17 Renovasi (2)
18 Membeli bibit
19 flashback
20 Peri Justice Squad
21 Rumah baru Elina
22 Tanaman merambat
23 Mitra
24 Siaran Langsung
25 Siaran langsung (2)
26 kurir
27 Monyet kecil
28 Tomat penghilang jerawat
29 Kehangatan Meja Makan
30 Xiaoya dkk
31 Cucu menantu
32 Menanam sayur bersama xiaoya dkk
33 Lutfi dan Alif
34 Guru Alif
35 Anggur Kyoho
36 lipstik?
37 Dabai
38 Sup Krim Jamur
39 Ayahmu mencoba merayuku
40 Blueberry
41 Kalian pemenangnya
42 Beruang kecil
43 Kakek Long vs Xiaoya 1
44 Rumput Mendong
45 Beri Aku Minum
46 Anyaman Tikar
47 Hotpot
48 Istri Dan Anakmu Akan Dibawa Pergi!
49 ???
50 Paman terbaik
51 Bertemu kerabat
52 Pekerja Tambahan
53 Pangsit Nenek Liao
54 Dia adalah istriku
55 Panen Besar
56 Jadi Seorang Ibu Tidak Mudah
57 Scarlet firethorn
58 Tunggu aku kembali
59 Hukuman Buat Erwin
60 300 Bibit
61 900 Buah Terjual
62 Jus Jeruk dan Manisan Kulit Jeruk
63 Ingat Untuk Merindukanku
64 Ketumbar
65 Kakak Tommy
66 Bingung Pilih Yang Mana
67 Tidak Tahan!
68 Tibbets Masttif
69 Aku Ingin Merawatnya
70 Raja Milikmu
71 Harta keluarga
72 Daftar Lisensi
73 Tunangan
74 Siaga
75 Rose
76 Andra POV
77 Tidak Enak!
78 Gadis Berpayung Pink
79 Permen Karet untuk Erwin
80 Tanah Yang di Berkati
81 Maaf
82 Tahu Rahasianya
83 Membuat Pupuk Kompos
84 Mengatur Siklus Pertumbuhan
85 Cabe kering
86 Alif dan Xiaoya dkk
87 Pupuk
88 Pesanan Kedua
89 Bukankah Adel Pacarnya?
90 Aku Tidak Lagi Sendiri
91 Sangat memalukan
92 Panen Selada
93 Pergi ke Kabupaten
94 Kevin?
95 Aku Ingin Berganti Profesi
96 Alif Sudah Jadi Seorang Ayah
97 Telur angsa
98 Pisah
99 Gosip Desa
100 Cari Papa Baru
101 Alex menangis
102 Pacarnya hamil
103 Bos Besar
104 Proyek Desa
105 Mengunjungi Rumah Walikota
106 Rapat Desa
107 Gotong Royong
108 "Bu"
109 Pertemuan
110 Tidak Usah Tinggal Di Kota
111 Pengakuan Andra
112 Tahun Baru (1)
113 Tahun Baru (2)
114 Dabai tukang palak
115 Telur Pitan
116 Erwin Lemah
117 Bibit yang Bagus
118 Semua orang sibuk
119 Semangka
120 Siaran Langsung (2)
121 Siaran Langsung (3)
122 Siaran Langsung (4)
123 Siaran Langsung (5)
124 Pengumuman
125 Pembukaan Wisata Desa
Episodes

Updated 125 Episodes

1
Kelahiran kembali?
2
Andra
3
Siapa itu?
4
Dimas
5
Mengapa kamu sangat mirip bapakmu
6
Pasar sayur (1)
7
Pasar sayur (2)
8
Edgar
9
Dia anakku, bukan alat
10
Elina Nature's Finest
11
Renovasi rumah (1)
12
100 juta
13
pindah
14
Dimas Vs Edgar
15
Stroberi
16
Apakah Kau Mengenalnya?
17
Renovasi (2)
18
Membeli bibit
19
flashback
20
Peri Justice Squad
21
Rumah baru Elina
22
Tanaman merambat
23
Mitra
24
Siaran Langsung
25
Siaran langsung (2)
26
kurir
27
Monyet kecil
28
Tomat penghilang jerawat
29
Kehangatan Meja Makan
30
Xiaoya dkk
31
Cucu menantu
32
Menanam sayur bersama xiaoya dkk
33
Lutfi dan Alif
34
Guru Alif
35
Anggur Kyoho
36
lipstik?
37
Dabai
38
Sup Krim Jamur
39
Ayahmu mencoba merayuku
40
Blueberry
41
Kalian pemenangnya
42
Beruang kecil
43
Kakek Long vs Xiaoya 1
44
Rumput Mendong
45
Beri Aku Minum
46
Anyaman Tikar
47
Hotpot
48
Istri Dan Anakmu Akan Dibawa Pergi!
49
???
50
Paman terbaik
51
Bertemu kerabat
52
Pekerja Tambahan
53
Pangsit Nenek Liao
54
Dia adalah istriku
55
Panen Besar
56
Jadi Seorang Ibu Tidak Mudah
57
Scarlet firethorn
58
Tunggu aku kembali
59
Hukuman Buat Erwin
60
300 Bibit
61
900 Buah Terjual
62
Jus Jeruk dan Manisan Kulit Jeruk
63
Ingat Untuk Merindukanku
64
Ketumbar
65
Kakak Tommy
66
Bingung Pilih Yang Mana
67
Tidak Tahan!
68
Tibbets Masttif
69
Aku Ingin Merawatnya
70
Raja Milikmu
71
Harta keluarga
72
Daftar Lisensi
73
Tunangan
74
Siaga
75
Rose
76
Andra POV
77
Tidak Enak!
78
Gadis Berpayung Pink
79
Permen Karet untuk Erwin
80
Tanah Yang di Berkati
81
Maaf
82
Tahu Rahasianya
83
Membuat Pupuk Kompos
84
Mengatur Siklus Pertumbuhan
85
Cabe kering
86
Alif dan Xiaoya dkk
87
Pupuk
88
Pesanan Kedua
89
Bukankah Adel Pacarnya?
90
Aku Tidak Lagi Sendiri
91
Sangat memalukan
92
Panen Selada
93
Pergi ke Kabupaten
94
Kevin?
95
Aku Ingin Berganti Profesi
96
Alif Sudah Jadi Seorang Ayah
97
Telur angsa
98
Pisah
99
Gosip Desa
100
Cari Papa Baru
101
Alex menangis
102
Pacarnya hamil
103
Bos Besar
104
Proyek Desa
105
Mengunjungi Rumah Walikota
106
Rapat Desa
107
Gotong Royong
108
"Bu"
109
Pertemuan
110
Tidak Usah Tinggal Di Kota
111
Pengakuan Andra
112
Tahun Baru (1)
113
Tahun Baru (2)
114
Dabai tukang palak
115
Telur Pitan
116
Erwin Lemah
117
Bibit yang Bagus
118
Semua orang sibuk
119
Semangka
120
Siaran Langsung (2)
121
Siaran Langsung (3)
122
Siaran Langsung (4)
123
Siaran Langsung (5)
124
Pengumuman
125
Pembukaan Wisata Desa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!