Pasar sayur (1)

Keesokan harinya, Elina kembali menitipkan Alex kepada Bibi Ruan.

Setelah itu, dia pulang untuk memindahkan sayur-sayurannya ke dalam mobil pickup. Untungnya, Elina sudah memiliki surat izin mengemudi.

Setelah selesai, Elina mulai mengendarai mobilnya menuju pasar kabupaten, yang hanya berjarak sekitar 15 menit dari desanya.

Sesampainya di pasar, Elina segera mencari tempat untuk berjualan. Setelah menemukannya, dia mulai menata sayur-sayuran dengan rapi.

Elina adalah wanita yang sangat cantik, dan karena sering mengonsumsi makanan serta minuman dari ruang, kulitnya tampak lebih putih, halus, dan mulus, membuat banyak orang iri ketika melihatnya.

Hidup di dua dunia membuatnya makin percaya diri dan mempesona, layaknya seorang putri bangsawan. Tak heran banyak orang yang meliriknya, bahkan beberapa orang tidak berkedip saat melihatnya.

"Bu, apakah kakak itu seorang peri?" tanya seorang gadis kecil berusia lima tahun.

Elina, dengan kemampuan supranaturalnya, bisa mendengar suara dari jarak jauh.

Dia tersenyum lembut ke arah anak tersebut. Melihat senyuman Elina, anak itu segera bersembunyi malu-malu di balik ibunya, namun sesekali masih mengintip dengan wajah merah merona.

Elina terkekeh melihat tingkah anak itu, mengingatkannya pada putranya yang mungkin sedang tidur nyenyak di rumah.

Melihat sayuran yang segar dan menarik, banyak ibu-ibu berhenti untuk melihat-lihat.

"Tomat ini besar sekali dan montok."

"Iya, daun seledrinya juga hijau sekali."

"Aku belum pernah lihat wortel sebesar ini!"

"Nak, berapa harga tomat ini per kilo?" tanya seorang ibu.

Dengan tenang, Elina menjawab, "30 ribu."

Semua orang terkejut, karena harganya dua kali lipat lebih mahal dari harga tomat pada umumnya.

"Apakah kamu menjual di toko hitam? Kenapa mahal sekali? Biasanya paling mahal cuma 15 ribu," jawab ibu tersebut dengan nada ketus.

Elina tetap tenang, seolah tidak terganggu oleh komentar tersebut. Dia mengambil beberapa potongan tomat yang sudah disiapkan untuk dicicipi para pembeli.

"Saya tidak perlu menjelaskan panjang lebar. Silakan cicipi dulu sebelum memutuskan untuk membeli," kata Elina dengan tenang.

Ibu tadi langsung mengambil satu potongan dan mencobanya. Rasanya manis dengan sedikit asam, tidak terlalu masam seperti tomat pada umumnya. Bahkan, tomat berkualitas tinggi pun tidak seenak ini. Setelah memakannya, ibu itu merasakan perutnya hangat dan nyaman. Matanya membulat penuh kejutan.

'aneh, pasti perasaanku saja' batinya

Tanpa berpikir panjang, ibu tersebut memesan, "Berikan saya dua kilo."

Ibu-ibu lainnya penasaran. Mereka awalnya mengira gadis ini sedang melakukan trik pemasaran. Namun, reaksi ibu tadi membuat mereka ragu.

Dengan penasaran, mereka pun mencicipi sayuran lainnya. Ada yang mencoba tomat, selada, wortel, timun, dan lain-lain.

Reaksi mereka sama: semuanya kagum akan rasa sayuran tersebut.

"Um kenapa enak sekali"

"Aku baru merasa timun semanis ini"

"Selada ini juga gurih dan manis"

"Enak-enak"

"Nak aku wortelnya 1 kilo"

"Aku timun seperempat, tomat 1 kilo"

"Berikan aku masing-masing sekilo untuk semua jenis sayuran"

" Nak Aku...... "

Elina merasa tak berdaya melihatnya. Dia memang yakin semuanya akan terjual habis tapi dia tidak menyangka akan seramai ini.

"Ibu sabar nggih,, bisa antri dulu. Tenang, semuanya pasti kebagian" Ucapnya dengan lembut tapi tegas

Tanpa sadar semua orang berbaris seperti yang dia katakan.

Orang-orang yang awalnya hanya lewat pun ikut melihat keseruan, sehingga antriannya lebih panjang.

Untungnya, karena sering berlatih di ruang saat Alex tidur, gerakan tangan dan matanya menjadi sangat cepat. Tidak ada celah bagi orang-orang yang ingin curang, dan ibu-ibu yang awalnya ragu mulai kagum pada Elina.

Elina hanya membawa 7 jenis sayuran, masing-masing sebanyak 50 kilo.

---

Warida hanyalah seorang ibu rumah tangga biasa, suaminya pegawai negeri, dan anaknya pekerja kantoran. Dia membeli sayuran tadi, masing-masing satu kilo, dengan total harga 220 ribu.

'Huh, boleh menyesal gak sih?' Ibu Warida ingin menangis tanpa air mata. Dia hanya merasakan sayurannya enak, jadi dengan impulsif membeli semuanya tanpa berpikir panjang. 'Huh, ya sudahlah, setidaknya ini tidak akan cepat rusak.'

Dia menyimpan semuanya di dalam kulkas, hanya menyisakan dua ikat kangkung dan empat buah tomat. Melihat tomat dan kangkung yang begitu segar, dia tak lagi merasa menyesal. Semuanya terasa sepadan.

Ibu Warida berencana menumis kangkung dan membuat telur orak-arik untuk suami dan anaknya yang akan segera pulang.

Saat kangkung mulai matang, aromanya harum menyebar hingga pekarangan rumah. Anak tetangga pun menangis karena ingin memakannya.

'Ini bukan salahku,' pikir Ibu Warida sambil mendengarkan anak tetangga menangis keras ingin makan. Bahkan dia pun ingin segera memakannya!

Setelah selesai, dia membawa semangkuk tumis kangkung ke tetangganya. Tetangganya malu namun mengucapkan terima kasih.

"Ada gadis cantik yang menjual sayuran ini di pasar, sayurannya enak sekali, tapi harganya agak mahal," kata Ibu Warida.

"Terima kasih, Bu Warida. Saya akan pergi membelinya," jawab tetangganya.

Ibu Warida segera pulang, dan tak lama kemudian, suami dan anaknya tiba di rumah.

"Bu, bau apa ini? Enak sekali," tanya Doni, anaknya, sambil melepas sepatu dan bergegas ke meja makan.

"Hidungmu tajam sekali," jawab Ibu Warida tersenyum.

"Istriku, keahlianmu semakin meningkat."

"Makan saja, tidak usah banyak bicara."

Begitu tutup panci dibuka, terlihat tumis kangkung dan telur orak-arik yang menggiurkan. Doni langsung menyantapnya dengan lahap.

"Bu, ini enak sekali," kata Doni dengan mulut penuh.

Ibu Warida tersenyum melihat anaknya yang biasanya pilih-pilih soal makanan, kali ini menghabiskan semua tanpa sisa.

"Makan yang banyak, masih ada di dapur," ucapnya.

Mendengar hal tersebut, Doni dan suaminya pun berebut menuju dapur untuk mengambil porsi kedua, membuat Ibu Warida menggelengkan kepala melihat tingkah mereka.

Terpopuler

Comments

sasip

sasip

ini namanya berkah yak.. 😇

2024-11-24

4

S H 10

S H 10

Adakah ini akan jadi calon mertua Elina.. hehehe bercanda aja.. /Chuckle//Chuckle//Chuckle/

2025-01-29

1

nikatha

nikatha

emak2 pemburu diskon bakal mikir 2x buat beli sayur semahal itu tor /Joyful/

2024-12-26

1

lihat semua
Episodes
1 Kelahiran kembali?
2 Andra
3 Siapa itu?
4 Dimas
5 Mengapa kamu sangat mirip bapakmu
6 Pasar sayur (1)
7 Pasar sayur (2)
8 Edgar
9 Dia anakku, bukan alat
10 Elina Nature's Finest
11 Renovasi rumah (1)
12 100 juta
13 pindah
14 Dimas Vs Edgar
15 Stroberi
16 Apakah Kau Mengenalnya?
17 Renovasi (2)
18 Membeli bibit
19 flashback
20 Peri Justice Squad
21 Rumah baru Elina
22 Tanaman merambat
23 Mitra
24 Siaran Langsung
25 Siaran langsung (2)
26 kurir
27 Monyet kecil
28 Tomat penghilang jerawat
29 Kehangatan Meja Makan
30 Xiaoya dkk
31 Cucu menantu
32 Menanam sayur bersama xiaoya dkk
33 Lutfi dan Alif
34 Guru Alif
35 Anggur Kyoho
36 lipstik?
37 Dabai
38 Sup Krim Jamur
39 Ayahmu mencoba merayuku
40 Blueberry
41 Kalian pemenangnya
42 Beruang kecil
43 Kakek Long vs Xiaoya 1
44 Rumput Mendong
45 Beri Aku Minum
46 Anyaman Tikar
47 Hotpot
48 Istri Dan Anakmu Akan Dibawa Pergi!
49 ???
50 Paman terbaik
51 Bertemu kerabat
52 Pekerja Tambahan
53 Pangsit Nenek Liao
54 Dia adalah istriku
55 Panen Besar
56 Jadi Seorang Ibu Tidak Mudah
57 Scarlet firethorn
58 Tunggu aku kembali
59 Hukuman Buat Erwin
60 300 Bibit
61 900 Buah Terjual
62 Jus Jeruk dan Manisan Kulit Jeruk
63 Ingat Untuk Merindukanku
64 Ketumbar
65 Kakak Tommy
66 Bingung Pilih Yang Mana
67 Tidak Tahan!
68 Tibbets Masttif
69 Aku Ingin Merawatnya
70 Raja Milikmu
71 Harta keluarga
72 Daftar Lisensi
73 Tunangan
74 Siaga
75 Rose
76 Andra POV
77 Tidak Enak!
78 Gadis Berpayung Pink
79 Permen Karet untuk Erwin
80 Tanah Yang di Berkati
81 Maaf
82 Tahu Rahasianya
83 Membuat Pupuk Kompos
84 Mengatur Siklus Pertumbuhan
85 Cabe kering
86 Alif dan Xiaoya dkk
87 Pupuk
88 Pesanan Kedua
89 Bukankah Adel Pacarnya?
90 Aku Tidak Lagi Sendiri
91 Sangat memalukan
92 Panen Selada
93 Pergi ke Kabupaten
94 Kevin?
95 Aku Ingin Berganti Profesi
96 Alif Sudah Jadi Seorang Ayah
97 Telur angsa
98 Pisah
99 Gosip Desa
100 Cari Papa Baru
101 Alex menangis
102 Pacarnya hamil
103 Bos Besar
104 Proyek Desa
105 Mengunjungi Rumah Walikota
106 Rapat Desa
107 Gotong Royong
108 "Bu"
109 Pertemuan
110 Tidak Usah Tinggal Di Kota
111 Pengakuan Andra
112 Tahun Baru (1)
113 Tahun Baru (2)
114 Dabai tukang palak
115 Telur Pitan
116 Erwin Lemah
117 Bibit yang Bagus
118 Semua orang sibuk
119 Semangka
120 Siaran Langsung (2)
121 Siaran Langsung (3)
122 Siaran Langsung (4)
123 Siaran Langsung (5)
124 Pengumuman
125 Pembukaan Wisata Desa
Episodes

Updated 125 Episodes

1
Kelahiran kembali?
2
Andra
3
Siapa itu?
4
Dimas
5
Mengapa kamu sangat mirip bapakmu
6
Pasar sayur (1)
7
Pasar sayur (2)
8
Edgar
9
Dia anakku, bukan alat
10
Elina Nature's Finest
11
Renovasi rumah (1)
12
100 juta
13
pindah
14
Dimas Vs Edgar
15
Stroberi
16
Apakah Kau Mengenalnya?
17
Renovasi (2)
18
Membeli bibit
19
flashback
20
Peri Justice Squad
21
Rumah baru Elina
22
Tanaman merambat
23
Mitra
24
Siaran Langsung
25
Siaran langsung (2)
26
kurir
27
Monyet kecil
28
Tomat penghilang jerawat
29
Kehangatan Meja Makan
30
Xiaoya dkk
31
Cucu menantu
32
Menanam sayur bersama xiaoya dkk
33
Lutfi dan Alif
34
Guru Alif
35
Anggur Kyoho
36
lipstik?
37
Dabai
38
Sup Krim Jamur
39
Ayahmu mencoba merayuku
40
Blueberry
41
Kalian pemenangnya
42
Beruang kecil
43
Kakek Long vs Xiaoya 1
44
Rumput Mendong
45
Beri Aku Minum
46
Anyaman Tikar
47
Hotpot
48
Istri Dan Anakmu Akan Dibawa Pergi!
49
???
50
Paman terbaik
51
Bertemu kerabat
52
Pekerja Tambahan
53
Pangsit Nenek Liao
54
Dia adalah istriku
55
Panen Besar
56
Jadi Seorang Ibu Tidak Mudah
57
Scarlet firethorn
58
Tunggu aku kembali
59
Hukuman Buat Erwin
60
300 Bibit
61
900 Buah Terjual
62
Jus Jeruk dan Manisan Kulit Jeruk
63
Ingat Untuk Merindukanku
64
Ketumbar
65
Kakak Tommy
66
Bingung Pilih Yang Mana
67
Tidak Tahan!
68
Tibbets Masttif
69
Aku Ingin Merawatnya
70
Raja Milikmu
71
Harta keluarga
72
Daftar Lisensi
73
Tunangan
74
Siaga
75
Rose
76
Andra POV
77
Tidak Enak!
78
Gadis Berpayung Pink
79
Permen Karet untuk Erwin
80
Tanah Yang di Berkati
81
Maaf
82
Tahu Rahasianya
83
Membuat Pupuk Kompos
84
Mengatur Siklus Pertumbuhan
85
Cabe kering
86
Alif dan Xiaoya dkk
87
Pupuk
88
Pesanan Kedua
89
Bukankah Adel Pacarnya?
90
Aku Tidak Lagi Sendiri
91
Sangat memalukan
92
Panen Selada
93
Pergi ke Kabupaten
94
Kevin?
95
Aku Ingin Berganti Profesi
96
Alif Sudah Jadi Seorang Ayah
97
Telur angsa
98
Pisah
99
Gosip Desa
100
Cari Papa Baru
101
Alex menangis
102
Pacarnya hamil
103
Bos Besar
104
Proyek Desa
105
Mengunjungi Rumah Walikota
106
Rapat Desa
107
Gotong Royong
108
"Bu"
109
Pertemuan
110
Tidak Usah Tinggal Di Kota
111
Pengakuan Andra
112
Tahun Baru (1)
113
Tahun Baru (2)
114
Dabai tukang palak
115
Telur Pitan
116
Erwin Lemah
117
Bibit yang Bagus
118
Semua orang sibuk
119
Semangka
120
Siaran Langsung (2)
121
Siaran Langsung (3)
122
Siaran Langsung (4)
123
Siaran Langsung (5)
124
Pengumuman
125
Pembukaan Wisata Desa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!