Mengapa kamu sangat mirip bapakmu

Setelah menunggu beberapa saat, suara mesin mobil akhirnya terdengar mendekat.

Sebuah pickup bekas berhenti tepat di depan rumah Elina. Dimas turun dari kursi pengemudi sambil melambaikan tangan dengan senyum di wajahnya. Elina terperangah melihatnya.

Dimas, sosoknya yang tampan, terlihat baru pulang dari kantor, mengenakan kemeja putih dengan lengan yang digulung hingga siku, memperlihatkan tangan yang indah dan berotot. Cahaya senja yang lembut menyorot pada lengan, menonjolkan otot-ototnya yang terbentuk sempurna akibat kebiasaan kerja keras atau mungkin olahraga rutin. Guratan pembuluh darahnya tampak samar di bawah kulit yang halus, menciptakan kesan kekuatan yang tenang namun penuh kontrol.

Dia turun dari mobil pickup bekas itu dengan elegan, membuat pemandangan jadi kontras. Sosoknya yang rapi dan berkarisma terlihat tidak selaras dengan pickup berwarna kusam, catnya mulai mengelupas di beberapa bagian, dan deru mesinnya terdengar berat. Meski mobil itu tampak lusuh, senyum Dimas tetap memancarkan kepercayaan diri seolah tak terpengaruh oleh penampilan kendaraannya.

"Ini dia mobil yang kamu minta," katanya sambil menunjuk pickup yang tampak kokoh meskipun usianya sudah tak muda lagi.

Elina mendekat dan memeriksa bagian-bagiannya. Mobil itu mungkin bekas, tapi terlihat masih dalam kondisi baik. Catnya memang memudar di beberapa tempat, tetapi mesinnya terdengar masih bertenaga. Elina mengangguk puas.

"Terima kasih banyak, Dim. Ini lebih dari cukup. Tapi, kenapa kamu...?" tanyanya heran.

"Ck, reaksimu seolah-olah aku tak diizinkan di sini," jawab Dimas malas sambil bersandar di mobil pickup, benar-benar kontras dengan penampilannya.

"Bukan begitu... ya sudah, masuk dulu."

Elina membukakan pintu, dan Dimas melangkah masuk, matanya memandang sekeliling dengan teliti.

"Anakmu mana?" tanyanya.

"Di dalam kamar, sedang tidur," jawab Elina, lega karena sudah mengeluarkan Alex dari ruang.

Rumah Elina sederhana, hanya ada tiga kamar: kamar nenek, kamar Elina, dan kamar bibi, dengan satu toilet. Dapurnya terletak di sebelah kamar nenek.

Elina menyuruh Dimas duduk di ruang tamu sementara dia pergi ke dapur untuk membuatkan teh. Teh ini hasil dari tanaman yang ditanamnya sendiri di dalam ruang.

Elina menuangkan air panas ke dalam cangkir yang berisi daun teh. Segera, aroma lembut dan menenangkan mulai menguar dari dalam cangkir, memenuhi ruangan. Harumnya begitu khas, perpaduan antara wangi segar daun teh dengan sentuhan bunga yang samar. Saat uapnya membumbung, semakin kuat tercium kehangatan alami dari teh yang sedang diseduh, membuat siapa pun ingin segera menyeruputnya.

Elina membawanya ke ruang tamu.

"Teh apa ini? Kenapa harum sekali?" tanyanya sambil memandang teh itu dengan kagum, seolah sedang menghargai sesuatu yang sangat berharga.

Elina hanya tersenyum dan meminum tehnya. Dimas tidak bertanya lebih lanjut dan segera menyeruput tehnya. Ekspresinya terkejut, lalu dia meminum lagi dengan tidak percaya.

"Ini... ini enak sekali. Aku belum pernah minum teh seenak ini!" katanya penuh semangat.

"Baiklah, teh ini aku tanam sendiri," jawab Elina.

Dia tampak terkejut sejenak, kemudian kembali tenang. "Jadi ini alasan kenapa kamu ingin bertani?" Elina mengangguk.

Dimas tak bertanya lagi. Setiap orang memang punya rahasianya masing-masing.

"Bisakah aku lewat pintu belakang?" tanyanya bercanda. Elina terkekeh. "Sebanyak yang kau mau."

Mereka melanjutkan obrolan, bernostalgia tentang masa kecil yang penuh kenangan.

Tiba-tiba, Elina mendengar tangisan Alex. Bergegas, dia masuk ke kamar dan menggendongnya.

"Sayang ibu, lapar ya?" tanyanya lembut.

"Ngeeeh," jawab Alex sambil melambaikan tangan kecilnya. Betapa lucu, membuat hati Elina meleleh.

Setelah menyusuinya, Elina membawanya keluar. Dimas berdiri, berjalan menghampiri mereka. Matanya menatap Alex lekat-lekat.

"Dia sangat mirip bapaknya," gumamnya tanpa sadar. Elina tertegun. Dia kembali menatapnya dengan tatapan yang penuh arti. "Dia tumbuh sangat sehat," pujinya lagi sambil memberikan amplop merah.

"Uang pertemuan buat Alex."

"Terima kasih, paman!" kata Elina sambil menirukan suara bayi, membuat Dimas tertawa kecil.

"Oh ya, sudah malam. Aku pamit dulu," katanya.

"Tidak makan dulu?"

"Lain kali, aku ada urusan."

"Oke, tapi bukankah kamu tidak membawa mobil?"

"Tenang saja, sopirku sudah menunggu di luar."

"Baiklah. Hati-hati, paman!" Elina melambaikan tangan kecil Alex, "Bye-bye."

Elina mengantarkannya sampai depan pintu. Sebelum pergi, Dimas sempat mengelus lembut rambut Alex dan rambut Elina dengan sayang. Elina tersenyum, melambaikan tangan kecil Alex "bye-bye" sekali lagi.

Dia menutup pintu dan kembali ke kamar. Dalam diam, Elina memandangi Alex. Mulut kecilnya mengerucut dan mengeluarkan air liur, sementara matanya yang besar menatap Elina penuh keingintahuan.

Elina menghela napas panjang. "Mengapa kamu sangat mirip bapakmu?"

Terpopuler

Comments

S H 10

S H 10

kagak masalah mirip bapaknya.. yang penting Elina tenang.. buang lah masa lalu, mulai lah dengan kehidupan yang baru.. /Proud//Proud//Proud/

2025-01-29

1

٭ 𝕰𝖑𝖑𝖊 ٭ ᵉᶠ ​᭄

٭ 𝕰𝖑𝖑𝖊 ٭ ᵉᶠ ​᭄

jgn sampai el kembali lagi sama andra, mending sama dimas aja kalaupun gak datang yg lebih lagi

2024-12-20

4

penggemar_Uangkecil?!

penggemar_Uangkecil?!

👍

2024-11-23

3

lihat semua
Episodes
1 Kelahiran kembali?
2 Andra
3 Siapa itu?
4 Dimas
5 Mengapa kamu sangat mirip bapakmu
6 Pasar sayur (1)
7 Pasar sayur (2)
8 Edgar
9 Dia anakku, bukan alat
10 Elina Nature's Finest
11 Renovasi rumah (1)
12 100 juta
13 pindah
14 Dimas Vs Edgar
15 Stroberi
16 Apakah Kau Mengenalnya?
17 Renovasi (2)
18 Membeli bibit
19 flashback
20 Peri Justice Squad
21 Rumah baru Elina
22 Tanaman merambat
23 Mitra
24 Siaran Langsung
25 Siaran langsung (2)
26 kurir
27 Monyet kecil
28 Tomat penghilang jerawat
29 Kehangatan Meja Makan
30 Xiaoya dkk
31 Cucu menantu
32 Menanam sayur bersama xiaoya dkk
33 Lutfi dan Alif
34 Guru Alif
35 Anggur Kyoho
36 lipstik?
37 Dabai
38 Sup Krim Jamur
39 Ayahmu mencoba merayuku
40 Blueberry
41 Kalian pemenangnya
42 Beruang kecil
43 Kakek Long vs Xiaoya 1
44 Rumput Mendong
45 Beri Aku Minum
46 Anyaman Tikar
47 Hotpot
48 Istri Dan Anakmu Akan Dibawa Pergi!
49 ???
50 Paman terbaik
51 Bertemu kerabat
52 Pekerja Tambahan
53 Pangsit Nenek Liao
54 Dia adalah istriku
55 Panen Besar
56 Jadi Seorang Ibu Tidak Mudah
57 Scarlet firethorn
58 Tunggu aku kembali
59 Hukuman Buat Erwin
60 300 Bibit
61 900 Buah Terjual
62 Jus Jeruk dan Manisan Kulit Jeruk
63 Ingat Untuk Merindukanku
64 Ketumbar
65 Kakak Tommy
66 Bingung Pilih Yang Mana
67 Tidak Tahan!
68 Tibbets Masttif
69 Aku Ingin Merawatnya
70 Raja Milikmu
71 Harta keluarga
72 Daftar Lisensi
73 Tunangan
74 Siaga
75 Rose
76 Andra POV
77 Tidak Enak!
78 Gadis Berpayung Pink
79 Permen Karet untuk Erwin
80 Tanah Yang di Berkati
81 Maaf
82 Tahu Rahasianya
83 Membuat Pupuk Kompos
84 Mengatur Siklus Pertumbuhan
85 Cabe kering
86 Alif dan Xiaoya dkk
87 Pupuk
88 Pesanan Kedua
89 Bukankah Adel Pacarnya?
90 Aku Tidak Lagi Sendiri
91 Sangat memalukan
92 Panen Selada
93 Pergi ke Kabupaten
94 Kevin?
95 Aku Ingin Berganti Profesi
96 Alif Sudah Jadi Seorang Ayah
97 Telur angsa
98 Pisah
99 Gosip Desa
100 Cari Papa Baru
101 Alex menangis
102 Pacarnya hamil
103 Bos Besar
104 Proyek Desa
105 Mengunjungi Rumah Walikota
106 Rapat Desa
107 Gotong Royong
108 "Bu"
109 Pertemuan
110 Tidak Usah Tinggal Di Kota
111 Pengakuan Andra
112 Tahun Baru (1)
113 Tahun Baru (2)
114 Dabai tukang palak
115 Telur Pitan
116 Erwin Lemah
117 Bibit yang Bagus
118 Semua orang sibuk
119 Semangka
120 Siaran Langsung (2)
121 Siaran Langsung (3)
122 Siaran Langsung (4)
123 Siaran Langsung (5)
124 Pengumuman
125 Pembukaan Wisata Desa
Episodes

Updated 125 Episodes

1
Kelahiran kembali?
2
Andra
3
Siapa itu?
4
Dimas
5
Mengapa kamu sangat mirip bapakmu
6
Pasar sayur (1)
7
Pasar sayur (2)
8
Edgar
9
Dia anakku, bukan alat
10
Elina Nature's Finest
11
Renovasi rumah (1)
12
100 juta
13
pindah
14
Dimas Vs Edgar
15
Stroberi
16
Apakah Kau Mengenalnya?
17
Renovasi (2)
18
Membeli bibit
19
flashback
20
Peri Justice Squad
21
Rumah baru Elina
22
Tanaman merambat
23
Mitra
24
Siaran Langsung
25
Siaran langsung (2)
26
kurir
27
Monyet kecil
28
Tomat penghilang jerawat
29
Kehangatan Meja Makan
30
Xiaoya dkk
31
Cucu menantu
32
Menanam sayur bersama xiaoya dkk
33
Lutfi dan Alif
34
Guru Alif
35
Anggur Kyoho
36
lipstik?
37
Dabai
38
Sup Krim Jamur
39
Ayahmu mencoba merayuku
40
Blueberry
41
Kalian pemenangnya
42
Beruang kecil
43
Kakek Long vs Xiaoya 1
44
Rumput Mendong
45
Beri Aku Minum
46
Anyaman Tikar
47
Hotpot
48
Istri Dan Anakmu Akan Dibawa Pergi!
49
???
50
Paman terbaik
51
Bertemu kerabat
52
Pekerja Tambahan
53
Pangsit Nenek Liao
54
Dia adalah istriku
55
Panen Besar
56
Jadi Seorang Ibu Tidak Mudah
57
Scarlet firethorn
58
Tunggu aku kembali
59
Hukuman Buat Erwin
60
300 Bibit
61
900 Buah Terjual
62
Jus Jeruk dan Manisan Kulit Jeruk
63
Ingat Untuk Merindukanku
64
Ketumbar
65
Kakak Tommy
66
Bingung Pilih Yang Mana
67
Tidak Tahan!
68
Tibbets Masttif
69
Aku Ingin Merawatnya
70
Raja Milikmu
71
Harta keluarga
72
Daftar Lisensi
73
Tunangan
74
Siaga
75
Rose
76
Andra POV
77
Tidak Enak!
78
Gadis Berpayung Pink
79
Permen Karet untuk Erwin
80
Tanah Yang di Berkati
81
Maaf
82
Tahu Rahasianya
83
Membuat Pupuk Kompos
84
Mengatur Siklus Pertumbuhan
85
Cabe kering
86
Alif dan Xiaoya dkk
87
Pupuk
88
Pesanan Kedua
89
Bukankah Adel Pacarnya?
90
Aku Tidak Lagi Sendiri
91
Sangat memalukan
92
Panen Selada
93
Pergi ke Kabupaten
94
Kevin?
95
Aku Ingin Berganti Profesi
96
Alif Sudah Jadi Seorang Ayah
97
Telur angsa
98
Pisah
99
Gosip Desa
100
Cari Papa Baru
101
Alex menangis
102
Pacarnya hamil
103
Bos Besar
104
Proyek Desa
105
Mengunjungi Rumah Walikota
106
Rapat Desa
107
Gotong Royong
108
"Bu"
109
Pertemuan
110
Tidak Usah Tinggal Di Kota
111
Pengakuan Andra
112
Tahun Baru (1)
113
Tahun Baru (2)
114
Dabai tukang palak
115
Telur Pitan
116
Erwin Lemah
117
Bibit yang Bagus
118
Semua orang sibuk
119
Semangka
120
Siaran Langsung (2)
121
Siaran Langsung (3)
122
Siaran Langsung (4)
123
Siaran Langsung (5)
124
Pengumuman
125
Pembukaan Wisata Desa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!