Dimas

Di sebuah kedai kopi, Elina duduk bersama Dimas, teman masa kecilnya.

“Kamu apa kabar? Kemana saja kamu setahun terakhir ini?” Dimas bertanya, terlihat cemas.

“Aku baik. Bagaimana denganmu?” Elina berusaha mengalihkan perhatian Dimas.

“Bagaimana aku bisa baik? Kamu tiba-tiba menghilang tanpa kabar. Aku mencarimu ke mana-mana,” jawab Dimas dengan nada sedih.

Elina terdiam, bingung harus mulai dari mana untuk menjelaskan semuanya.

“Aku punya bayi,” ungkapnya, dan Dimas tertegun.

“Anaknya Andra?” tanya Dimas, lebih seperti pernyataan daripada pertanyaan.

Elina mengangguk. Dimas tampak frustrasi dan meminum kopinya dengan sekali teguk.

“Apakah Andra tahu?” tanya Dimas lagi.

Elina menggelengkan kepala. “belum" ujarnya singkat. Dimas menatapnya sejenak, lalu mengangguk.

“Baiklah. Lalu, apa rencanamu ke depannya?” tanyanya.

“Aku berencana menetap di desa dan bertani,” jawab Elina sambil tersenyum.

“Apakah kamu punya cukup uang? Kalau tidak, kamu bisa bilang padaku,” katanya dengan nada tulus, yang membuat hati Elina hangat.

“Dimas, maafkan aku,” Elina berkata pelan.

“Tak apa, semuanya tidak bisa dipaksakan. Tapi, bolehkah aku berkunjung ke rumahmu untuk melihat anakmu?”

“Tentu, rumahku selalu terbuka untukmu,” balas Elina sambil tersenyum.

Setelah itu, mereka berpisah. Dimas tinggal di kota, dan orang tua mereka adalah sahabat dekat. Dia adalah teman masa kecil Elina, yang dulu dianggapnya sebagai cinta pertama. Namun, saat bertemu Andra, Elina menyadari bahwa perasaannya kepada Dimas lebih seperti sayang seorang adik kepada kakaknya.

Setelah puas berkeliling kota, Elina kembali ke desa. Entah mengapa, dia sangat merindukan Alex. Setibanya di rumah, Elina langsung menuju rumah Bibi Ruan dan melihatnya bermain dengan Alex. Dia tersenyum dan membuka pagar halaman.

Mendengar suara pagar, Bibi Ruan menghampirinya. “Apakah semuanya sudah selesai?” tanya Bibi Ruan sambil menyerahkan Alex kepadanya.

“Ya, semuanya berjalan lancar. Terima kasih banyak, Bibi, atas kerja kerasnya,” kata Elina sambil mencubit pipi Alex. “Ini ada sedikit oleh-oleh untuk Bibi.”

Bibi Ruan menolak dan melambaikan tangannya dengan tergesa-gesa. “Ah, tidak usah repot-repot.”

“Ini bukan apa-apa, Bibi. Anggap saja sebagai tanda terima kasih. Kalau Bibi tidak menerimanya, aku tidak akan menitipkan Alex lagi,” candanya dengan sedikit berpura-pura marah.

“Aduh, kamu nak,” kata Bibi Ruan menyerah sambil menerima bingkisan itu.

Elina pun membawa Alex pulang, sambil bercanda dengannya sepanjang jalan. Sesekali, dia menyapa warga desa yang berpapasan.

Sesampainya di rumah, Elina segera memandikan Alex dan memakaikan baju baru yang baru saja dibelinya. Matanya berbinar melihatnya.

“Anak siapa ini ganteng banget, baunya wangi lagi,” Elina mengendusnya sambil mencium berkali-kali, membuat Alex terkikik bahagia.

Setelah itu, Elina meletakkan Alex di kereta dorong yang tak sengaja dibelinya tadi. Selama seminggu ini, dia memberinya minum air spiritual dari ruang, dan hasilnya sangat luar biasa—Alex tumbuh lebih sehat dan berat badannya meningkat pesat dibandingkan bayi seusianya.

Elina duduk dan membuka ponsel, mencari-cari peluang usaha yang bisa dilakukannya tanpa harus meninggalkan Alex. Namun, setelah berjam-jam mencari, dia hanya bisa menghela napas. Kebanyakan pekerjaan mengharuskannya keluar rumah, dan menunggu tanaman berbuah pun masih lama.

“Mungkin aku bisa menjual sayuran yang sudah kutanam di ruang?” gumamnya.

Dengan semangat, Elina masuk ke dalam ruang. Untung saja waktu di dalam ruang itu berjalan lebih lambat—satu hari di dalam setara satu bulan di luar. Jadi, tanaman tumbuh dengan sangat cepat.

Elina mulai memanen tomat. Tomat-tomat itu terlihat sangat besar dibandingkan yang biasa, dengan bentuk bulat sempurna, kulitnya mengkilap dengan warna merah pekat yang menyala, memberikan kesan segar dan matang. Saat disentuh, kulitnya halus namun cukup kokoh. Dagingnya terasa manis dengan sedikit asam, memberi sensasi juicy saat digigit.

Selain tomat, ada seikat selada hijau yang renyah, daunnya besar dan lembut, berwarna hijau cerah dengan tepi yang sedikit bergelombang. Di sampingnya, ada wortel panjang yang ramping dengan warna oranye terang, kulitnya halus dan batang hijaunya masih segar.

Beberapa mentimun hijau gelap yang tebal dengan kulit sedikit bergaris memberikan sensasi dingin dan segar saat dipegang. Tak lupa ada brokoli dengan kuntum hijau tebal yang padat, tampak kokoh dan menggugah selera.

Semua sayuran itu terlihat hidup, segar dari tanah, tanpa jejak pestisida atau pupuk buatan, mengeluarkan aroma alami yang menyegarkan.

Elina mengemas sayuran-sayuran itu, siap dijual besok. Tapi ada satu masalah besar—dia membutuhkan mobil pickup untuk mengangkutnya ke pasar.

Elina mengeluarkan ponsel dan menelepon Dimas. Tidak lama, telepon tersambung.

“Halo Lin, apakah kamu ada masalah?” tanyanya cemas. Elina tersenyum.

“Semuanya baik-baik saja.”

“Baiklah, tumben sekali kau menelponku. Apakah kamu merindukanku?” tanyanya bercanda.

“Ayolah, kita baru bertemu sejam yang lalu. Oh ya, Dimas, aku meneleponmu karena aku membutuhkan bantuanmu.”

“Ada apa?”

“Aku ingin membeli mobil pickup, yang second tapi kualitasnya bagus.”

“Mau yang berapa?”

“Ada tidak yang di bawah 10 juta?”

“Oke, kirimkan alamatmu. Nanti aku akan langsung membawanya.”

“Terima kasih, Dim. Nanti aku transfer uangnya.”

“Selow.”

“Oke, aku matiin dulu. Selamat tinggal.”

“Selamat tinggal.”

Elina tersenyum dan menutup telepon. Huh, sekarang uangnya tinggal 10 juta. Rasanya ingin menangis. Tapi dia tetap harus berusaha.

Sambil scrolling Instagram, Elina tak sengaja melihat seorang wanita menyiram tanaman, dan tiba-tiba sebuah ide cemerlang muncul di kepalanya.

Namun, sebelum dia bisa memikirkannya lebih Lanjut, tangisan Alex memanggilnya kembali ke dunia nyata.

---

Terpopuler

Comments

S H 10

S H 10

permulaan yang bagus.. teruskan usahanya.. Semoga Bahagia bersama Alex..

2025-01-29

1

Minote 105g

Minote 105g

perasaan di noveltoon bisa sematkan gambar dech, spill gbr bayi lucunya alex donk hehehe 🤣

2025-03-16

0

Diah Susanti

Diah Susanti

bukannya kebalik waktunya kalau dibilang sayurnya tumbuh dengan cepat

2025-02-06

1

lihat semua
Episodes
1 Kelahiran kembali?
2 Andra
3 Siapa itu?
4 Dimas
5 Mengapa kamu sangat mirip bapakmu
6 Pasar sayur (1)
7 Pasar sayur (2)
8 Edgar
9 Dia anakku, bukan alat
10 Elina Nature's Finest
11 Renovasi rumah (1)
12 100 juta
13 pindah
14 Dimas Vs Edgar
15 Stroberi
16 Apakah Kau Mengenalnya?
17 Renovasi (2)
18 Membeli bibit
19 flashback
20 Peri Justice Squad
21 Rumah baru Elina
22 Tanaman merambat
23 Mitra
24 Siaran Langsung
25 Siaran langsung (2)
26 kurir
27 Monyet kecil
28 Tomat penghilang jerawat
29 Kehangatan Meja Makan
30 Xiaoya dkk
31 Cucu menantu
32 Menanam sayur bersama xiaoya dkk
33 Lutfi dan Alif
34 Guru Alif
35 Anggur Kyoho
36 lipstik?
37 Dabai
38 Sup Krim Jamur
39 Ayahmu mencoba merayuku
40 Blueberry
41 Kalian pemenangnya
42 Beruang kecil
43 Kakek Long vs Xiaoya 1
44 Rumput Mendong
45 Beri Aku Minum
46 Anyaman Tikar
47 Hotpot
48 Istri Dan Anakmu Akan Dibawa Pergi!
49 ???
50 Paman terbaik
51 Bertemu kerabat
52 Pekerja Tambahan
53 Pangsit Nenek Liao
54 Dia adalah istriku
55 Panen Besar
56 Jadi Seorang Ibu Tidak Mudah
57 Scarlet firethorn
58 Tunggu aku kembali
59 Hukuman Buat Erwin
60 300 Bibit
61 900 Buah Terjual
62 Jus Jeruk dan Manisan Kulit Jeruk
63 Ingat Untuk Merindukanku
64 Ketumbar
65 Kakak Tommy
66 Bingung Pilih Yang Mana
67 Tidak Tahan!
68 Tibbets Masttif
69 Aku Ingin Merawatnya
70 Raja Milikmu
71 Harta keluarga
72 Daftar Lisensi
73 Tunangan
74 Siaga
75 Rose
76 Andra POV
77 Tidak Enak!
78 Gadis Berpayung Pink
79 Permen Karet untuk Erwin
80 Tanah Yang di Berkati
81 Maaf
82 Tahu Rahasianya
83 Membuat Pupuk Kompos
84 Mengatur Siklus Pertumbuhan
85 Cabe kering
86 Alif dan Xiaoya dkk
87 Pupuk
88 Pesanan Kedua
89 Bukankah Adel Pacarnya?
90 Aku Tidak Lagi Sendiri
91 Sangat memalukan
92 Panen Selada
93 Pergi ke Kabupaten
94 Kevin?
95 Aku Ingin Berganti Profesi
96 Alif Sudah Jadi Seorang Ayah
97 Telur angsa
98 Pisah
99 Gosip Desa
100 Cari Papa Baru
101 Alex menangis
102 Pacarnya hamil
103 Bos Besar
104 Proyek Desa
105 Mengunjungi Rumah Walikota
106 Rapat Desa
107 Gotong Royong
108 "Bu"
109 Pertemuan
110 Tidak Usah Tinggal Di Kota
111 Pengakuan Andra
112 Tahun Baru (1)
113 Tahun Baru (2)
114 Dabai tukang palak
115 Telur Pitan
116 Erwin Lemah
117 Bibit yang Bagus
118 Semua orang sibuk
119 Semangka
120 Siaran Langsung (2)
121 Siaran Langsung (3)
122 Siaran Langsung (4)
123 Siaran Langsung (5)
124 Pengumuman
125 Pembukaan Wisata Desa
Episodes

Updated 125 Episodes

1
Kelahiran kembali?
2
Andra
3
Siapa itu?
4
Dimas
5
Mengapa kamu sangat mirip bapakmu
6
Pasar sayur (1)
7
Pasar sayur (2)
8
Edgar
9
Dia anakku, bukan alat
10
Elina Nature's Finest
11
Renovasi rumah (1)
12
100 juta
13
pindah
14
Dimas Vs Edgar
15
Stroberi
16
Apakah Kau Mengenalnya?
17
Renovasi (2)
18
Membeli bibit
19
flashback
20
Peri Justice Squad
21
Rumah baru Elina
22
Tanaman merambat
23
Mitra
24
Siaran Langsung
25
Siaran langsung (2)
26
kurir
27
Monyet kecil
28
Tomat penghilang jerawat
29
Kehangatan Meja Makan
30
Xiaoya dkk
31
Cucu menantu
32
Menanam sayur bersama xiaoya dkk
33
Lutfi dan Alif
34
Guru Alif
35
Anggur Kyoho
36
lipstik?
37
Dabai
38
Sup Krim Jamur
39
Ayahmu mencoba merayuku
40
Blueberry
41
Kalian pemenangnya
42
Beruang kecil
43
Kakek Long vs Xiaoya 1
44
Rumput Mendong
45
Beri Aku Minum
46
Anyaman Tikar
47
Hotpot
48
Istri Dan Anakmu Akan Dibawa Pergi!
49
???
50
Paman terbaik
51
Bertemu kerabat
52
Pekerja Tambahan
53
Pangsit Nenek Liao
54
Dia adalah istriku
55
Panen Besar
56
Jadi Seorang Ibu Tidak Mudah
57
Scarlet firethorn
58
Tunggu aku kembali
59
Hukuman Buat Erwin
60
300 Bibit
61
900 Buah Terjual
62
Jus Jeruk dan Manisan Kulit Jeruk
63
Ingat Untuk Merindukanku
64
Ketumbar
65
Kakak Tommy
66
Bingung Pilih Yang Mana
67
Tidak Tahan!
68
Tibbets Masttif
69
Aku Ingin Merawatnya
70
Raja Milikmu
71
Harta keluarga
72
Daftar Lisensi
73
Tunangan
74
Siaga
75
Rose
76
Andra POV
77
Tidak Enak!
78
Gadis Berpayung Pink
79
Permen Karet untuk Erwin
80
Tanah Yang di Berkati
81
Maaf
82
Tahu Rahasianya
83
Membuat Pupuk Kompos
84
Mengatur Siklus Pertumbuhan
85
Cabe kering
86
Alif dan Xiaoya dkk
87
Pupuk
88
Pesanan Kedua
89
Bukankah Adel Pacarnya?
90
Aku Tidak Lagi Sendiri
91
Sangat memalukan
92
Panen Selada
93
Pergi ke Kabupaten
94
Kevin?
95
Aku Ingin Berganti Profesi
96
Alif Sudah Jadi Seorang Ayah
97
Telur angsa
98
Pisah
99
Gosip Desa
100
Cari Papa Baru
101
Alex menangis
102
Pacarnya hamil
103
Bos Besar
104
Proyek Desa
105
Mengunjungi Rumah Walikota
106
Rapat Desa
107
Gotong Royong
108
"Bu"
109
Pertemuan
110
Tidak Usah Tinggal Di Kota
111
Pengakuan Andra
112
Tahun Baru (1)
113
Tahun Baru (2)
114
Dabai tukang palak
115
Telur Pitan
116
Erwin Lemah
117
Bibit yang Bagus
118
Semua orang sibuk
119
Semangka
120
Siaran Langsung (2)
121
Siaran Langsung (3)
122
Siaran Langsung (4)
123
Siaran Langsung (5)
124
Pengumuman
125
Pembukaan Wisata Desa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!