Siapa itu?

Sudah seminggu Elina tinggal di rumah bersama bayinya, Alex. Setiap hari, mereka menghabiskan waktu di rumah, terkadang Elina pergi ke gunung untuk mencari sayuran liar atau jamur.

Elina selalu suka sayuran liar; rasanya lebih manis dan lembut setelah dimasak.

Dia teringat awal-awal di akhir dunia, ketika hanya makan makanan kompres—sebuah pilihan praktis karena mengisi ulang ruang membutuhkan banyak inti kristal.

Beruntung, di dalam ruang ini, waktu seakan-akan berhenti, sehingga makanan tetap segar meski sudah lewat tanggal kedaluwarsa.

Hari ini, Elina ingin mengajak Alex keluar, menikmati udara segar desa ini. Pemandangan di desa sangat indah, berbeda jauh dari kota yang panas dan penuh polusi.

Di kota, udara terasa begitu kotor oleh asap kendaraan dan pabrik.

Dulu, demi cinta, Elina rela tinggal di gedung tua yang bobrok dan bau, yang berada di samping pembuangan limbah bekas pabrik. Sekarang, dia berpikir, mungkin dulu otaknya sempat tertimpa durian hingga membuatnya bertindak sebodoh itu.

Elina berjalan menuju desa bersama Alex. Oh ya, rumah mereka terletak di ujung desa, agak jauh dari pusat pemukiman warga.

Bukan karena dia dikucilkan, melainkan karena neneknya memang menyukai lokasi ini.

Rumah mereka diapit oleh pegunungan, dengan sungai yang mengalir jernih di sebelahnya. Saking jernihnya, batu-batu di dasar sungai terlihat jelas.

Sungai itu penuh dengan ikan dan udang. Ada jembatan kayu kecil di atas sungai, yang memudahkan mereka melintas ketika ingin mandi atau mencuci di sana.

Dulu, Elina dan nenek sering mandi di sungai itu; airnya dingin tapi menyegarkan.

Di halaman depan rumah, ada pohon beringin besar yang daunnya lebat, memberikan keteduhan sepanjang hari.

Di bawah pohon, ada meja dan kursi yang terbuat dari semen, tempat mereka duduk dan minum teh sore hari.

Ada juga ayunan yang dibuat untuk Elina. Di sebelah pohon beringin, ada taman bunga yang dulu penuh warna, tapi sekarang sudah layu karena tidak pernah dirawat.

Untungnya, Elina masih menyimpan banyak bibit bunga di dalam ruangnya. Nanti, dia akan menanamnya lagi.

Elina mulai berjalan menyusuri desa, menyapa para tetangga yang baru pulang dari sawah. Suasana pedesaan selalu membuatnya tenang—sederhana dan damai, tanpa kebisingan dan kerumitan seperti di kota.

Di sini, kebanyakan penduduknya adalah orang tua, sementara anak-anak mudanya pergi merantau, bekerja atau sekolah di kota.

“Elina, ini bayi siapa?” tanya Bibi Ruan, tetangga yang baru pulang dari sungai setelah mencuci pakaian.

“Ini anakku, Bi,” jawab Elina sambil tersenyum.

Bibi itu tampak terkejut. Beberapa warga yang mendengar juga terlihat heran, tetapi Elina hanya tersenyum lembut menanggapi.

“Kamu… sudah punya anak?” Bibi Ruan tampak bingung, tapi Elina hanya mengangguk.

“Ya, begitulah,” jawabnya singkat.

Bibi Ruan menghela napas. “Kalau kamu butuh bantuan, jangan ragu untuk bilang ke bibi, ya.”

“Terima kasih, Bi. Aku akan ingat itu,” jawab Elina dengan senyum yang lebih lebar.

“Siapa nama anakmu?”

“Alex, Bi.”

“Nama yang bagus. Bayinya juga tampan sekali, ini pertama kalinya bibi melihat bayi setampan dan seputih ini,” katanya sambil mengelus pipi Alex yang ada di gendongan Elina.

Elina tersenyum, merasa bahagia mendengar pujiannya. Setelah itu, Bibi Ruan berpamitan dan berjalan pulang.

Sepanjang jalan, banyak warga yang bertanya tentang Alex, dan Elina dengan sabar menjelaskan bahwa dia adalah anaknya.

Perasaan hangat menyelimuti hati Elina setiap kali mereka memuji Alex.

Bayinya sering tersenyum sepanjang jalan, membuat banyak orang gemas melihatnya.

Saat matahari mulai tenggelam, Elina memutuskan untuk pulang.

Di desa ini, ada tradisi bahwa anak kecil tidak boleh berada di luar rumah saat magrib.

Meski pun dia tidak sepenuhnya percaya, tetapi sebagai seorang ibu, Elina merasa lebih baik mengikutinya.

Setelah sampai di rumah, Alex langsung tertidur. Elina meletakkannya di kasur, lalu masuk ke ruang.

Elina punya rencana untuk menjual sebagian emas yang disimpannya di sana.

Dia butuh uang untuk merenovasi rumah dan membeli tanah.

Meskipun ada ruang, Elina tidak bisa selamanya bergantung padanya. Siapa yang tahu kapan ruang ini akan hilang atau tidak bisa digunakan lagi?

Keesokan paginya, Elina menitipkan Alex ke Bibi Ruan. Setelah mencium pipinya, dia berangkat menuju kota naik angkutan umum.

Pemandangan di sepanjang perjalanan begitu akrab. Di sinilah Elina bahagia dan di sinilah juga dia menangis.

Dari desa hingga ke kota hanya membutuhkan waktu 40 menit. Setibanya di kota, Elina langsung menuju toko emas.

Dia menjual emas senilai 50 juta rupiah. Terlihat banyak, tetapi sebenarnya belum cukup.

Harga tanah di desa mencapai 10 juta per hektar, jadi dengan uang itu, Elina hanya bisa membeli tiga hektar.

Sisanya akan dia simpan untuk renovasi rumah dan kebutuhan darurat.

“Sepertinya aku harus mencari cara lain untuk mendapatkan lebih banyak uang,” gumam Elina pada dirinya sendiri.

Setelah urusan emas selesai, dia mampir ke Alfamart untuk membeli kebutuhan Alex seperti popok dan susu.

Kemudian, Elina pergi ke toko pakaian untuk membeli beberapa baju baru, baik untuknya maupun untuk Alex.

Ketika dia sedang sibuk memilih pakaian, tiba-tiba ada yang memanggilnya dari belakang.

“Elina…”

Dia berhenti sejenak, terkejut mendengar suara yang begitu familiar.

Dengan hati-hati, Elina berbalik dan melihat seseorang yang tak pernah dia sangka akan temui lagi.

---

Terpopuler

Comments

Dilaaaa❤️

Dilaaaa❤️

saran thor, lebih baik kata 'magrib' di ganti dengan kata 'senja'. karena magrib identik dengan islam

2024-11-23

1

Sulati Cus

Sulati Cus

cinta emang kdg bikin orang jd bodoh😂

2024-12-20

1

٭ 𝕰𝖑𝖑𝖊 ٭ ᵉᶠ ​᭄

٭ 𝕰𝖑𝖑𝖊 ٭ ᵉᶠ ​᭄

moga aja setelah ini elina berubah jadi cantik dan baik hati.
serta kehidupannya pun berubah, biar tau rasa tu si andra pas liat nya

2024-12-20

1

lihat semua
Episodes
1 Kelahiran kembali?
2 Andra
3 Siapa itu?
4 Dimas
5 Mengapa kamu sangat mirip bapakmu
6 Pasar sayur (1)
7 Pasar sayur (2)
8 Edgar
9 Dia anakku, bukan alat
10 Elina Nature's Finest
11 Renovasi rumah (1)
12 100 juta
13 pindah
14 Dimas Vs Edgar
15 Stroberi
16 Apakah Kau Mengenalnya?
17 Renovasi (2)
18 Membeli bibit
19 flashback
20 Peri Justice Squad
21 Rumah baru Elina
22 Tanaman merambat
23 Mitra
24 Siaran Langsung
25 Siaran langsung (2)
26 kurir
27 Monyet kecil
28 Tomat penghilang jerawat
29 Kehangatan Meja Makan
30 Xiaoya dkk
31 Cucu menantu
32 Menanam sayur bersama xiaoya dkk
33 Lutfi dan Alif
34 Guru Alif
35 Anggur Kyoho
36 lipstik?
37 Dabai
38 Sup Krim Jamur
39 Ayahmu mencoba merayuku
40 Blueberry
41 Kalian pemenangnya
42 Beruang kecil
43 Kakek Long vs Xiaoya 1
44 Rumput Mendong
45 Beri Aku Minum
46 Anyaman Tikar
47 Hotpot
48 Istri Dan Anakmu Akan Dibawa Pergi!
49 ???
50 Paman terbaik
51 Bertemu kerabat
52 Pekerja Tambahan
53 Pangsit Nenek Liao
54 Dia adalah istriku
55 Panen Besar
56 Jadi Seorang Ibu Tidak Mudah
57 Scarlet firethorn
58 Tunggu aku kembali
59 Hukuman Buat Erwin
60 300 Bibit
61 900 Buah Terjual
62 Jus Jeruk dan Manisan Kulit Jeruk
63 Ingat Untuk Merindukanku
64 Ketumbar
65 Kakak Tommy
66 Bingung Pilih Yang Mana
67 Tidak Tahan!
68 Tibbets Masttif
69 Aku Ingin Merawatnya
70 Raja Milikmu
71 Harta keluarga
72 Daftar Lisensi
73 Tunangan
74 Siaga
75 Rose
76 Andra POV
77 Tidak Enak!
78 Gadis Berpayung Pink
79 Permen Karet untuk Erwin
80 Tanah Yang di Berkati
81 Maaf
82 Tahu Rahasianya
83 Membuat Pupuk Kompos
84 Mengatur Siklus Pertumbuhan
85 Cabe kering
86 Alif dan Xiaoya dkk
87 Pupuk
88 Pesanan Kedua
89 Bukankah Adel Pacarnya?
90 Aku Tidak Lagi Sendiri
91 Sangat memalukan
92 Panen Selada
93 Pergi ke Kabupaten
94 Kevin?
95 Aku Ingin Berganti Profesi
96 Alif Sudah Jadi Seorang Ayah
97 Telur angsa
98 Pisah
99 Gosip Desa
100 Cari Papa Baru
101 Alex menangis
102 Pacarnya hamil
103 Bos Besar
104 Proyek Desa
105 Mengunjungi Rumah Walikota
106 Rapat Desa
107 Gotong Royong
108 "Bu"
109 Pertemuan
110 Tidak Usah Tinggal Di Kota
111 Pengakuan Andra
112 Tahun Baru (1)
113 Tahun Baru (2)
114 Dabai tukang palak
115 Telur Pitan
116 Erwin Lemah
117 Bibit yang Bagus
118 Semua orang sibuk
119 Semangka
120 Siaran Langsung (2)
121 Siaran Langsung (3)
122 Siaran Langsung (4)
123 Siaran Langsung (5)
124 Pengumuman
125 Pembukaan Wisata Desa
Episodes

Updated 125 Episodes

1
Kelahiran kembali?
2
Andra
3
Siapa itu?
4
Dimas
5
Mengapa kamu sangat mirip bapakmu
6
Pasar sayur (1)
7
Pasar sayur (2)
8
Edgar
9
Dia anakku, bukan alat
10
Elina Nature's Finest
11
Renovasi rumah (1)
12
100 juta
13
pindah
14
Dimas Vs Edgar
15
Stroberi
16
Apakah Kau Mengenalnya?
17
Renovasi (2)
18
Membeli bibit
19
flashback
20
Peri Justice Squad
21
Rumah baru Elina
22
Tanaman merambat
23
Mitra
24
Siaran Langsung
25
Siaran langsung (2)
26
kurir
27
Monyet kecil
28
Tomat penghilang jerawat
29
Kehangatan Meja Makan
30
Xiaoya dkk
31
Cucu menantu
32
Menanam sayur bersama xiaoya dkk
33
Lutfi dan Alif
34
Guru Alif
35
Anggur Kyoho
36
lipstik?
37
Dabai
38
Sup Krim Jamur
39
Ayahmu mencoba merayuku
40
Blueberry
41
Kalian pemenangnya
42
Beruang kecil
43
Kakek Long vs Xiaoya 1
44
Rumput Mendong
45
Beri Aku Minum
46
Anyaman Tikar
47
Hotpot
48
Istri Dan Anakmu Akan Dibawa Pergi!
49
???
50
Paman terbaik
51
Bertemu kerabat
52
Pekerja Tambahan
53
Pangsit Nenek Liao
54
Dia adalah istriku
55
Panen Besar
56
Jadi Seorang Ibu Tidak Mudah
57
Scarlet firethorn
58
Tunggu aku kembali
59
Hukuman Buat Erwin
60
300 Bibit
61
900 Buah Terjual
62
Jus Jeruk dan Manisan Kulit Jeruk
63
Ingat Untuk Merindukanku
64
Ketumbar
65
Kakak Tommy
66
Bingung Pilih Yang Mana
67
Tidak Tahan!
68
Tibbets Masttif
69
Aku Ingin Merawatnya
70
Raja Milikmu
71
Harta keluarga
72
Daftar Lisensi
73
Tunangan
74
Siaga
75
Rose
76
Andra POV
77
Tidak Enak!
78
Gadis Berpayung Pink
79
Permen Karet untuk Erwin
80
Tanah Yang di Berkati
81
Maaf
82
Tahu Rahasianya
83
Membuat Pupuk Kompos
84
Mengatur Siklus Pertumbuhan
85
Cabe kering
86
Alif dan Xiaoya dkk
87
Pupuk
88
Pesanan Kedua
89
Bukankah Adel Pacarnya?
90
Aku Tidak Lagi Sendiri
91
Sangat memalukan
92
Panen Selada
93
Pergi ke Kabupaten
94
Kevin?
95
Aku Ingin Berganti Profesi
96
Alif Sudah Jadi Seorang Ayah
97
Telur angsa
98
Pisah
99
Gosip Desa
100
Cari Papa Baru
101
Alex menangis
102
Pacarnya hamil
103
Bos Besar
104
Proyek Desa
105
Mengunjungi Rumah Walikota
106
Rapat Desa
107
Gotong Royong
108
"Bu"
109
Pertemuan
110
Tidak Usah Tinggal Di Kota
111
Pengakuan Andra
112
Tahun Baru (1)
113
Tahun Baru (2)
114
Dabai tukang palak
115
Telur Pitan
116
Erwin Lemah
117
Bibit yang Bagus
118
Semua orang sibuk
119
Semangka
120
Siaran Langsung (2)
121
Siaran Langsung (3)
122
Siaran Langsung (4)
123
Siaran Langsung (5)
124
Pengumuman
125
Pembukaan Wisata Desa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!