Bermalam dengan Permaisuri

"Bagaimana putraku? Ibu mu ini tidak salah kan memilih Permaisuri Jian Ying untuk menempati posisi itu?"

"Hemm" Shun Yuan menyetujui pendapat Ibunya meski dengan sedikit tak rela.

"Entah kenapa Ibu tidak pernah terpikirkan untuk melakukan seperti yang Permaisuri lakukan saat ini. Dulu Ibu begitu sulit membujuk para wanita agar mau melakukan pendidikan. Tapi sekarang mereka berbondong-bondong datang dengan sendirinya untuk belajar"

Ibu Suri tentu mengetahui semuanya karena meski saat ini dia hanya duduk diam di dalam kamarnya, tapi dia tetap tau apa saja yang Jian Ying lakukan.

"Tapi aku masih penasaran kenapa Ibu memilihnya? Bukannya Ibu tidak pernah menyukainya dari dulu? Kenapa Ibu tidak memilih Selir Li Mei saja? Bukankah Ibu lebih dekat dengannya?"

Ibu Suri tak menjawab, dia hanya membalas putranya dengan senyum tipisnya.

Dari kejauhan, Shun Yuan melihat Jian Ying sedang bercengkrama dengan beberapa orang wanita.

Baru kali ini Shun Yuan melihat tawa lepas Jian Ying sejak wanita itu mengacuhkannya. Tanpa sadar, sudut bibir Shun Yuan tertarik membuat sebuah senyuman.

Shun Yuan tidak tau kalau Jian Ying bisa begitu cantik saat tertawa lepas seperti itu. Selama ini Shun Yuan bahkan tak menyadari kecantikan Permaisurinya sendiri.

"Kaisar?" Kasim Bao membuyarkan lamunan Shun Yuan.

"Ada apa?" Saat Shun Yuan menoleh ternyata Ibunya sudah tidak ada di sana.

Entah sejak kapan Ibu Suri pergi dari sana, pastinya Shun Yuan yang terhanyut dalam lamunan membuatnya tak sadar jika Ibunya sudah pergi dari sana.

"Tidak papa Kaisar, saya cuma mengingatkan kalau Kaisar harus segera memeriksa laporan dari menteri keuangan dan juga memeriksa kesiapan pasukan untuk berangkat berperang beberapa hari lagi"

"Baiklah"

Shun Yuan kembali menoleh ke tempat Jian Ying berada.

"Kasim"

"Ya Kaisar?"

"Katakan pada Permaisuri bahwa nanti malam aku akan bermalam di kediamannya"

"A-apa Kaisar?"

"Apa perkataanku kurang jelas?"

"T-tentu tidak Kaisar. Saya akan segera menyampaikan kekediaman Permaisuri" Kasim Bao tentu saja sangatlah terkejut karena keinginan Shun Yuan itu.

Untuk pertama kalinya Shun Yuan akan bermalam bersama Permaisurinya. Padahal sejak dulu Shun Yuan selalu menolak meski Permaisurinya itu memohon dan melakukan berbagai cara.

Mungkinkah sekarang Shun Yuan sudah menginginkan Permaisurinya saat ini?

Siang pun berganti malam, Shun Yuan sudah berjalan menuju kediaman Jian Ying.

"Kaisar?" Li Mei menghampiri Shun yuan dengan wajah sumringah. Dia terlihat begitu senang karena melihat Kaisarnya.

"Ada apa Li Mei?"

"Ada apa? Bukannya Kaisar ingin ke kamarku?" Li Mei sudah begitu senang karena Kaisar akan menginap bersamanya.

"Tidak untuk malam ini Li Mei!"

"Kenapa Kaisar?" Li Mei menatap Shun Yuan dengan sendu.

"Aku harus ke kamar Permaisuri malam ini"

"A-apa?" Li Mei terkejut sekaligus merasa tak rela.

"Kenapa? Tidak papa kan kalau aku bersama Permaisuri, bukannya dia juga istriku?"

"T-tentu tidak papa Kaisar" Li Mei tersenyum dengan tipis namun Kasim Bao terlihat tidak menyukai senyuman dari Selir kesayangan Shun Yuan itu.

"Kalau begitu aku pergi dulu!"

"Tunggu Kaisar!" Li Mei menahan lengan Shun Yuan.

"Ada apa lagi Li Mei?"

"Maaf kalau aku mengatakan ini padamu Kaisar. Tapi sebenarnya aku juga heran kenapa Permaisuri memintaku melakukan ini"

"Memangnya apa yang Permaisuri minta darimu?" Kaisar merasa penasaran.

"Permaisuri memintaku untuk memasangkan perisai kepadamu saat berangkat berperang"

"Apa?" Shun Yuan yang begitu terkejut saat ini.

"Maaf Kaisar, itu aku juga tidak tau kenapa Permaisuri melalukan itu"

Wajah Kaisar yang sebelumnya terlihat cerah karena ingin bermalam dengan Permaisurinya kini berubah merah dan muram.

"Tidak apa. Aku pergi dulu!"

Kaisar berjalan begitu cepat dengan kakinya yang panjang. Kasim Bao bahkan sampai berlari untuk mengejar Kaisarnya itu.

"Kaisar telah tibaaaaa!!!"

Sreekk....

Shun Yuan yang sudah begitu marsh langsung membuka pintu kamar Jian Ying dengan kasar.

Jian Ying yang sedang duduk diam menghadap cermin karena sanggulnya sedang di lepas oleh Shuwan tentu aja begitu terkejut.

"Kaisar?"

"Keluar!" Perintah Kaisar dengan dingin pada Shuwan.

"B-baik Kaisar" Shuwan sudah ketakutan sampai badannya gemetar tapi dia tetap memberi hormat pada Shun Yuan sebelum dia keluar.

"Apa apa sebenarnya Kaisar?" Jian Ying menatap Shun Yuan dengan tak suka.

"Justru aku yang harusnya bertanya padamu? Apa maksudmu meminta Li Mei memasangkan perisai untukku? Kau susah tidak sudi?" Rasa kesal dan amarahnya membuat Kaisar membentak Jian Ying.

Sementara Jian Ying yang masih duduk di depan cermin tetap terlihat tenang kemudian secara perlahan mulai berdiri berhadapan dengan Kaisar.

"Aku tidak memintanya. Aku hanya mengatakan kalau dia mau dia boleh memasangkan perisai itu untukmu"

"Kau pikir aku percaya padamu?" Shun Yuan masih meninggikan suaranya di hadapan Jian Ying.

"Kalau begitu terserah Kaisar. Kalau Kaisar sudah percaya dengan apa yang Selir Li Mei ucapkan kenapa harus bertanya lagi padaku?" Jian Ying bukan lagi wanita yang buta akan cinta, dia bukan lagi yang dulu ketika dibentak sedikit saja oleh Kaisar langsung menangis.

"Kalau niat Kaisar datang ke sini hanya untuk marah-marah, lebih baik Kaisar keluar dari sini! Aku tidak masalah kalau Kaisar tidak datang ke sini sama sekali karena memang seperti itu dari dulu!"

Jian Ying berbalik memunggungi Kaisar. Meredakan amarah yang sebenarnya masih bercampur kengan kebencian. Dia saat ini masih diam karena memang harus mencari siapa menebar fitnah itu.

"Tidak ada yang bisa mengaturku untuk keluar dari sini atupun tidak!" Kaisar merubah cara bicaranya menjadi datar dan dingin seperti biasanya.

" Tentu saja bisa karena ini kamarku!" Jain Ying berbalik menatap Shun Yuan dengan tajam.

"Dan kau istriku!" Balas Shun Yuan tak mau kalah.

"Ck istri? Istri yang kau abaikan selama maksudmu?" Jian Ying tersenyum sinis menatap pria yang kini mengakuinya sebagai istri.

"Terserah apa katamu!" Shun Yuan langsung berbaring begitu saja di ranjang Jian Ying tanpa mempedulikan tatapan tajam dari Permaisurinya itu.

Terpopuler

Comments

panty sari

panty sari

kaisar ambil star ke kasur

2025-01-03

0

Siti solikah

Siti solikah

ckck licik kaisar

2025-03-23

0

Syahrudin Denilo

Syahrudin Denilo

wkwk kaisar kalah telak

2024-12-17

0

lihat semua
Episodes
1 Kesempatan ke dua
2 Bukan sekedar mimpi
3 Tolong bertahanlah
4 Perubahan besar
5 Kunjungan Kaisar
6 Sumpah Jian Ying
7 Biarkan kami pergi
8 Mencari tau
9 Tuduhan Kaisar
10 Mulai berani
11 Ibu Suri Agung
12 Tidak penting
13 Bermalam dengan Permaisuri
14 Asal kau tau!!
15 Tunggu aku kembali
16 Mencurigakan
17 Tak sejahat itu
18 Semuanya berubah
19 Fitnah
20 Siapa yang lebih rendah?
21 Percaya padamu?
22 Ancaman Shun Yuan
23 Tak penting lagi!
24 Penyelidikan
25 Pencemburu
26 Aku membencimu!!
27 Maafkan aku
28 Aku mencintaimu!!
29 Penyusup
30 Cemburu
31 Pria misterius
32 Selir Li Mei
33 Kisah yang mirip
34 Pergilah!!
35 Dejavu
36 Kisah yang sama
37 Keraguan
38 Kebohongan Li Mei
39 Bahagia?
40 Ancaman Shun Yuan
41 Kemarahan Jian Ying
42 Mengenalmu, petaka bagiku!!
43 Sangkar emas mengerikan
44 Bayangan yang nyata
45 Bukan salahnya!
46 Dia tau semuanya!
47 Sumpah
48 Kebohongan Li Mei
49 Mendarah daging
50 Pria misterius lagi
51 Pergi dari Istana
52 Pemberontakan
53 Pemberontakan
54 Permaisuri dari kaum kafir
55 Reinkarnasi pertama l
56 Reinkarnasi pertama ll
57 Reinkarnasi pertama lll
58 Reinkarnasi ke dua l
59 Reinkarnasi ke dua ll
60 Reinkarnasi ke dua lll
61 Reinkarnasi ke dua lV
62 Reinkarnasi ke tiga l
63 Reinkarnasi ke empat l
64 Reinkarnasi ke empat ll
65 Reinkarnasi ke empat lll
66 Reinkarnasi ke empat lV
67 Reinkarnasi ke empat V
68 Reinkarnasi ke empat Vl
69 Reinkarnasi ke lima l
70 Reinkarnasi ke lima ll
71 Reinkarnasi ke lima lll
72 Reinkarnasi ke lima lV
73 Reinkarnasi ke lima V
74 Reinkarnasi ke lima Vl
75 Reinkarnasi ke lima Vll
76 Reinkarnasi ke lima Vlll
77 Reinkarnasi ke lima lX
78 Reinkarnasi ke enam
79 Lukisan
80 Aku sangat merindukan mu
81 Seperti mimpi
82 Balas dendam
83 Aku merindukannya
84 Tak ingin kau pergi sendirian
85 Takdir yang rumit
86 Cinta yang setara
87 Bertemu calon mertua
88 Kedua kalinya
89 Bolehkah sayang?
90 Apa yang kau lakukan?
91 Mencapai puncak
92 Jadi dirimu sendiri
93 Cincin pernikahan
94 Masa lalu
95 Wanita beruntung
96 Mengulang masa lalu
97 Hidangan penutup
98 Pesta
99 Terjebak
100 Orang dari masa lalu
101 Aku akan membantumu
102 Rencana mereka
103 Ketakutan
104 Bencana
105 Ketakutan
106 Masa lalu yang janggal
107 Keadaan Chan Su
108 Dia orang yang baik
109 Dokter untuk Chan Su
110 Chan Su dan Qian Jin
111 Awal mula
112 Menghancurkan sekutu
113 Menggali lubang sediri
114 Pergilah!!
115 Kehancuran Li Mei dan Weisheng
116 Dokter yang profesional
117 Bisakah kita berteman?
118 Perawat Chan Su
119 Aku akan pergi lagi
120 Pasangan serasi
121 Setitik harapan
122 Semakin cepat semakin takut
123 Nistalgia
124 Bodohnya aku
125 Tidak bangun lagi
126 Jangan salah paham!
127 Kecurigaan Jian Ying
128 Waktunya hampir tiba
129 Bertemu Shuwen
130 Permintaan Qian Jin
131 Cinta atau terbiasa?
132 Melawan logika
133 Luluh lantah
134 Apa maksudnya ini?
135 Tak direstui takdir
136 Selamat tinggal
137 Alasan Shuwen pergi
138 Karena dia mencintaimu
139 Penyesalan
140 Benar-benar pergi
141 Membuka rahasia
142 Kelahiran Pangeran
143 Hari ulang tahun
144 Kisah nyata
145 Gelandangan
146 Wanita misterius
147 Tak berdaya
148 Asal kau memaafkan ku
149 Hanya pergi, bukan menyerah
150 Aku pergi
151 Penguntit
152 Hampir mati
153 Obat ku di sini
154 Hati mengalahkan logika
155 Harus terpisah
156 Hadiah perpisahan
157 Kejutan
158 Restu
159 Suami istri
160 Benih Pak dokter ( Promo karya baru )
161 Pelengkap kebahagiaan
162 Akhir yang bahagia
Episodes

Updated 162 Episodes

1
Kesempatan ke dua
2
Bukan sekedar mimpi
3
Tolong bertahanlah
4
Perubahan besar
5
Kunjungan Kaisar
6
Sumpah Jian Ying
7
Biarkan kami pergi
8
Mencari tau
9
Tuduhan Kaisar
10
Mulai berani
11
Ibu Suri Agung
12
Tidak penting
13
Bermalam dengan Permaisuri
14
Asal kau tau!!
15
Tunggu aku kembali
16
Mencurigakan
17
Tak sejahat itu
18
Semuanya berubah
19
Fitnah
20
Siapa yang lebih rendah?
21
Percaya padamu?
22
Ancaman Shun Yuan
23
Tak penting lagi!
24
Penyelidikan
25
Pencemburu
26
Aku membencimu!!
27
Maafkan aku
28
Aku mencintaimu!!
29
Penyusup
30
Cemburu
31
Pria misterius
32
Selir Li Mei
33
Kisah yang mirip
34
Pergilah!!
35
Dejavu
36
Kisah yang sama
37
Keraguan
38
Kebohongan Li Mei
39
Bahagia?
40
Ancaman Shun Yuan
41
Kemarahan Jian Ying
42
Mengenalmu, petaka bagiku!!
43
Sangkar emas mengerikan
44
Bayangan yang nyata
45
Bukan salahnya!
46
Dia tau semuanya!
47
Sumpah
48
Kebohongan Li Mei
49
Mendarah daging
50
Pria misterius lagi
51
Pergi dari Istana
52
Pemberontakan
53
Pemberontakan
54
Permaisuri dari kaum kafir
55
Reinkarnasi pertama l
56
Reinkarnasi pertama ll
57
Reinkarnasi pertama lll
58
Reinkarnasi ke dua l
59
Reinkarnasi ke dua ll
60
Reinkarnasi ke dua lll
61
Reinkarnasi ke dua lV
62
Reinkarnasi ke tiga l
63
Reinkarnasi ke empat l
64
Reinkarnasi ke empat ll
65
Reinkarnasi ke empat lll
66
Reinkarnasi ke empat lV
67
Reinkarnasi ke empat V
68
Reinkarnasi ke empat Vl
69
Reinkarnasi ke lima l
70
Reinkarnasi ke lima ll
71
Reinkarnasi ke lima lll
72
Reinkarnasi ke lima lV
73
Reinkarnasi ke lima V
74
Reinkarnasi ke lima Vl
75
Reinkarnasi ke lima Vll
76
Reinkarnasi ke lima Vlll
77
Reinkarnasi ke lima lX
78
Reinkarnasi ke enam
79
Lukisan
80
Aku sangat merindukan mu
81
Seperti mimpi
82
Balas dendam
83
Aku merindukannya
84
Tak ingin kau pergi sendirian
85
Takdir yang rumit
86
Cinta yang setara
87
Bertemu calon mertua
88
Kedua kalinya
89
Bolehkah sayang?
90
Apa yang kau lakukan?
91
Mencapai puncak
92
Jadi dirimu sendiri
93
Cincin pernikahan
94
Masa lalu
95
Wanita beruntung
96
Mengulang masa lalu
97
Hidangan penutup
98
Pesta
99
Terjebak
100
Orang dari masa lalu
101
Aku akan membantumu
102
Rencana mereka
103
Ketakutan
104
Bencana
105
Ketakutan
106
Masa lalu yang janggal
107
Keadaan Chan Su
108
Dia orang yang baik
109
Dokter untuk Chan Su
110
Chan Su dan Qian Jin
111
Awal mula
112
Menghancurkan sekutu
113
Menggali lubang sediri
114
Pergilah!!
115
Kehancuran Li Mei dan Weisheng
116
Dokter yang profesional
117
Bisakah kita berteman?
118
Perawat Chan Su
119
Aku akan pergi lagi
120
Pasangan serasi
121
Setitik harapan
122
Semakin cepat semakin takut
123
Nistalgia
124
Bodohnya aku
125
Tidak bangun lagi
126
Jangan salah paham!
127
Kecurigaan Jian Ying
128
Waktunya hampir tiba
129
Bertemu Shuwen
130
Permintaan Qian Jin
131
Cinta atau terbiasa?
132
Melawan logika
133
Luluh lantah
134
Apa maksudnya ini?
135
Tak direstui takdir
136
Selamat tinggal
137
Alasan Shuwen pergi
138
Karena dia mencintaimu
139
Penyesalan
140
Benar-benar pergi
141
Membuka rahasia
142
Kelahiran Pangeran
143
Hari ulang tahun
144
Kisah nyata
145
Gelandangan
146
Wanita misterius
147
Tak berdaya
148
Asal kau memaafkan ku
149
Hanya pergi, bukan menyerah
150
Aku pergi
151
Penguntit
152
Hampir mati
153
Obat ku di sini
154
Hati mengalahkan logika
155
Harus terpisah
156
Hadiah perpisahan
157
Kejutan
158
Restu
159
Suami istri
160
Benih Pak dokter ( Promo karya baru )
161
Pelengkap kebahagiaan
162
Akhir yang bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!