Mencari tau

Setelah sampai di kediamannya, Shun Yuan masih memikirkan tentang Jian Ying. Tak biasanya dia memikirkan wanita sampai seperti itu. Tapi kali ini, segala perubahan di dalam diri Jian Ying membuat Shun Yuan terganggu.

Tentang permintaan Jian Ying tadi, dimana Jian Ying memintanya untuk melepas gelar Permaisuri dan membebaskan keluarganya.

Sementara dengan keraguan Jian Ying tadi mengenai fitnah yang di terima keluarganya, Shun Yuan hanya tersenyum kecut untuk menanggapinya.

Tapi di samping itu, Kaisar juga memikirkan tentang luka di tangan Jian Ying tadi. Kaisar yakin sekali jika dulu Jian Ying tidak memiliki luka itu.

"Kasim Bao"

"Hamba Kaisar"

"Tolong selidiki saat Permaisuri jatuh di taman sampai tak sadarkan diri"

"Baik Kaisar"

"Kaisar, Panglima Weisheng ingin bertemu" Ucap salah seorang Kasim yang berjaga di luar.

"Persilahkan dia masuk, dan kau keluarlah Kasim Bao"

"Baiklah Kaisar"

Kasim Bao segera membukakan pintu untuk Panglima perang itu.

Dengan begitu gagah serta tangan yang selalu memegang erat pedangnya, Weisheng masuk menghampiri junjungannya.

"Ada apa malam-malam menemui ku?" Shun Yuan jika hanya berhadapan dengan Weisheng saja memang bukan lagi menjadi Kaisar, melainkan dia tetap Shun Yuan teman sedari kecil Weisheng.

"Tak apa, aku hanya ingin mengunjungi sahabatku saja. Tampaknya dia sedang banyak pikiran" Weisheng meletakkan pedangnya, lalu duduk berhadapan dengan Shun Yuan.

"Setiap hari aku memang banyak pikiran, seluruh Kerajaan dan isinya yang menjadi pikiranku"

Jawaban Shun Yuan membuat Weisheng terkekeh. Dia memang tau kalau sahabatnya itu menanggung beban berat demi kemakmuran Kerajaannya.

"Kau pasti tau kalau bukan itu maksudku!"

"Lalu?" Shun Yuan pura-pura tidak tau.

"Ternyata kabar yang ku dengar itu benar jika Permaisurimu sudah berubah"

"Kau datang ke sini hanya untuk membicarakan dia?" Shun Yuan tersenyum sinis.

"Tidak juga, tapi ini lebih menarik. Menurutku dia tidak berubah, tapi dia telah sembuh dari sakit jiwa kurasa"

"Maksudmu?"

"Bukannya selama ini dia seperti wanita gila yang terus mengejar mu? Berarti berita bagus kalau dia sudah sembuh, akhirnya dia sadar untuk tidak mengejar pria yang tidak mencintainya lagi"

Shun Yuan terdiam, dia mulai memikirkan ucapan Weisheng Panglima perangnya itu.

"Tapi kalau di perhatikan, Permaisurimu itu terlihat begitu cantik dengan wajah datar dan tanpa riasan itu" Tanpa rasa takut Weisheng memuji seorang istri di depan suaminya secara langsung.

"Apa kau tidak takut di penggal karena memuji istri seorang Kaisar di depan wajahnya langsung?"

"Ayolah Shun Yuan, dari dulu kau tidak menyukainya. Kenapa kau harus keberatan?"

"Aku tidak keberatan sama sekali, tapi kenapa kau mendadak memujinya seperti itu? Bukannya kau juga tidak menyukainya?" Shun Yuan menatap sinis pada Weisheng.

Entah mengapa dia sedikit tak suka mendengar Weisheng memuji Jian Ying.

"Aku tidak pernah mengatakan seperti itu. Aku hanya menjaga jarak dengan orang-orang yang tidak ada hubungannya denganku. Bukan berarti aku tidak menyukainya"

"Jadi kau menyukai Jian Ying?" Tangan Shun Yuan terkepal di bawah meja.

"Bukan menyukai, tapi aku tertarik dengan sikapnya yang sekarang ini. Dingin dan tidak peduli pada apapun termasuk dirimu" Weisheng tampak tersenyum tipis mengejek Shun Yuan.

Baru kali ini ada seorang wanita yang menolak pesona seorang Kaisar yang tampan dan berkarisma. Terlebih itu Permaisurinya sendiri, tentu itu sama saja seperti penghinaan baginya.

"Tutup mulutmu itu!!" Desis Shun Yuan.

Lagi-lagi Weisheng menertawakan sikap Shun Yuan yang terlihat geram karenanya.

"Tapi, dia mengatakan sudah tidak lagi menginginkan gelarnya sebagai seoang Permaisuri. Di bahkan memintaku untuk membebaskan keluarganya" Shun Yuan mengatakan pada Weisheng apa yang sejak tadi ada di dalam pikirannya.

"Dia mengatakan itu padamu?"

"Hemm" Gumam Shun Yuan.

"Sepertinya memang ada yang salah dengannya. Atau memang ada yang dia sembunyikan?" Sama seperti Shun Yuan, Weisheng juga mulai curiga.

"Aku juga tidak tau"

"Apa kau sudah menyelidikinya?"

"Aku sudah mengutus kaisar Bao untuk mencari tau penyebab dia jatuh di taman hingga kepalanya terbentur wakti itu"

"Kau mulai mengkhawatirkannya?" Tuduh Weisheng.

"Jangan asal bicara! Aku hanya ingin tau ada apa sebenarnya di balik perubahan sikapnya itu. Aku hanya tidak mau dia sedang merencanakan sesuatu"

"Hemm" Weisheng hanya manggut-manggut sambil tersenyum simpul. Dia sepertinya bisa membaca gelagat sahabatnya yang tak biasa. Shun Yuan terlihat jelas sedang menampik perasaannya sendiri.

Hari mulai berganti, usahanya di dalam kediaman Jian Ying juga telah berubah. Istana khusus para wanita itu tampak mulai berubah terutama milik Jian Ying.

Di dalam kamarnya taka ada lagi barang mewah, giok, permata ataupun bebatuan cantik dengan harga jual yang tinggi lagi. Semua koleksi Jian Ying itu telah di singkirkan oleh pemiliknya.

Jian Ying sudah mengutus Shuwan untuk menjual semuanya. Koin dari penjualan itu Jian Ying kumpulkan untuk berjaga-jaga jika dirinya sewaktu-waktu didepak dari Istana. Tentu saja dia membutuhkan banyak uang untuk bertahan hidup di luar sana.

Meski saat ini Jian Ying masih memiliki harta tersimpan milik orang tuanya, tapi Jian Ying akan memakai koin itu untuk melindungi kaumnya sesuai dengan permintaan Kakaknya sembari dia mencari tau siapa orang yang memfitnah keluarganya.

"Koin ini sudah cukup untuk bertahan hidup beberapa tahun ke depan Permaisuri"

"Semoga saja, aku harap dengan koin ini aku bisa membangun kembali kaum ku"

"Permaisuri, bolehkah aku ikut kemanapun kau pergi?" Shuwan ingin menangis membayangkan dirinya berpisah dengan Permaisuri yang telah ia layani.

Meski Jian Ying terlihat mengerikan di mata orang lain, tapi di mata Shuwan, Jian Ying tak seperti yang orang lain katakan.

"Kau mau ikut denganku?"

"Iya Permaisuri, tolong bawa aku. Dia sini begitu mengerikan"

"Baiklah Shuwan, terimakasih karena sudah setia kepadaku"

Betapa senangnya Shuwan karena sudah beberapa kali ini Jian Ying selalu mengucapkan terimakasih kepadanya. Permaisurinya itu benar-benar telah berubah.

"Tapi Permaisuri, siapa orang yang tega memfitnah keluargamu? Apa mungkin orang yang sama dengan orang yang mencoba mencelakai mu di taman?"

"Apa? Jadi aku terjatuh karena ada yang sengaja ingin mencelakai ku?" Jian Ying memang tidak ingat bagaimana dia bisa jatuh dan tak sadarkan diri di taman.

"Memang tidak ada yang melihat dengan pasti saat itu, saya juga tidak sedang bersama Permaisuri. Tapi saya yakin kalau ada yang sengaja mencelakai Permaisuri, tidak mungkin jika jatuh sendiri" Shuwan sejak awal memang begitu yakin kalau ada yang ingin mencelakai Jian Ying.

"Menurutmu siapa?" Jian Ying menatap Shuwan sambil memikirkan orang-orang yang mungkin bisa dicurigai.

"Apa mungkin Ibu Suri?" Shuwan menebaknya karena Ibu Suri adalah orang yang paling terang-terangan membenci Jian Ying.

"Bukan, tidak mungkin orang yang terlihat jelas membenciku akan mencelakai ku dengan cara seperti itu" Jelas Jian Ying yakin kalau bukan Ibu Suri yang melakukannya biarpun Ibu Suri terlihat sangat keras dan membencinya.

"Apa mungkin Selir Li Mei?"

Keduanya saling menatap dalam diam. Seperti sedang menyetujui pendapat satu sama lain.

Terpopuler

Comments

panty sari

panty sari

bisa ibu dan selir kesayangan karena ingin menyingkirkan permaisuri

2025-01-02

0

Mar Wiyah

Mar Wiyah

ibu ratu simpan d rekeningabaja uangnya ya😁😁

2024-12-28

0

Syahrudin Denilo

Syahrudin Denilo

nah nah mulai kebuka nih tabir kepalsuan

2024-12-17

0

lihat semua
Episodes
1 Kesempatan ke dua
2 Bukan sekedar mimpi
3 Tolong bertahanlah
4 Perubahan besar
5 Kunjungan Kaisar
6 Sumpah Jian Ying
7 Biarkan kami pergi
8 Mencari tau
9 Tuduhan Kaisar
10 Mulai berani
11 Ibu Suri Agung
12 Tidak penting
13 Bermalam dengan Permaisuri
14 Asal kau tau!!
15 Tunggu aku kembali
16 Mencurigakan
17 Tak sejahat itu
18 Semuanya berubah
19 Fitnah
20 Siapa yang lebih rendah?
21 Percaya padamu?
22 Ancaman Shun Yuan
23 Tak penting lagi!
24 Penyelidikan
25 Pencemburu
26 Aku membencimu!!
27 Maafkan aku
28 Aku mencintaimu!!
29 Penyusup
30 Cemburu
31 Pria misterius
32 Selir Li Mei
33 Kisah yang mirip
34 Pergilah!!
35 Dejavu
36 Kisah yang sama
37 Keraguan
38 Kebohongan Li Mei
39 Bahagia?
40 Ancaman Shun Yuan
41 Kemarahan Jian Ying
42 Mengenalmu, petaka bagiku!!
43 Sangkar emas mengerikan
44 Bayangan yang nyata
45 Bukan salahnya!
46 Dia tau semuanya!
47 Sumpah
48 Kebohongan Li Mei
49 Mendarah daging
50 Pria misterius lagi
51 Pergi dari Istana
52 Pemberontakan
53 Pemberontakan
54 Permaisuri dari kaum kafir
55 Reinkarnasi pertama l
56 Reinkarnasi pertama ll
57 Reinkarnasi pertama lll
58 Reinkarnasi ke dua l
59 Reinkarnasi ke dua ll
60 Reinkarnasi ke dua lll
61 Reinkarnasi ke dua lV
62 Reinkarnasi ke tiga l
63 Reinkarnasi ke empat l
64 Reinkarnasi ke empat ll
65 Reinkarnasi ke empat lll
66 Reinkarnasi ke empat lV
67 Reinkarnasi ke empat V
68 Reinkarnasi ke empat Vl
69 Reinkarnasi ke lima l
70 Reinkarnasi ke lima ll
71 Reinkarnasi ke lima lll
72 Reinkarnasi ke lima lV
73 Reinkarnasi ke lima V
74 Reinkarnasi ke lima Vl
75 Reinkarnasi ke lima Vll
76 Reinkarnasi ke lima Vlll
77 Reinkarnasi ke lima lX
78 Reinkarnasi ke enam
79 Lukisan
80 Aku sangat merindukan mu
81 Seperti mimpi
82 Balas dendam
83 Aku merindukannya
84 Tak ingin kau pergi sendirian
85 Takdir yang rumit
86 Cinta yang setara
87 Bertemu calon mertua
88 Kedua kalinya
89 Bolehkah sayang?
90 Apa yang kau lakukan?
91 Mencapai puncak
92 Jadi dirimu sendiri
93 Cincin pernikahan
94 Masa lalu
95 Wanita beruntung
96 Mengulang masa lalu
97 Hidangan penutup
98 Pesta
99 Terjebak
100 Orang dari masa lalu
101 Aku akan membantumu
102 Rencana mereka
103 Ketakutan
104 Bencana
105 Ketakutan
106 Masa lalu yang janggal
107 Keadaan Chan Su
108 Dia orang yang baik
109 Dokter untuk Chan Su
110 Chan Su dan Qian Jin
111 Awal mula
112 Menghancurkan sekutu
113 Menggali lubang sediri
114 Pergilah!!
115 Kehancuran Li Mei dan Weisheng
116 Dokter yang profesional
117 Bisakah kita berteman?
118 Perawat Chan Su
119 Aku akan pergi lagi
120 Pasangan serasi
121 Setitik harapan
122 Semakin cepat semakin takut
123 Nistalgia
124 Bodohnya aku
125 Tidak bangun lagi
126 Jangan salah paham!
127 Kecurigaan Jian Ying
128 Waktunya hampir tiba
129 Bertemu Shuwen
130 Permintaan Qian Jin
131 Cinta atau terbiasa?
132 Melawan logika
133 Luluh lantah
134 Apa maksudnya ini?
135 Tak direstui takdir
136 Selamat tinggal
137 Alasan Shuwen pergi
138 Karena dia mencintaimu
139 Penyesalan
140 Benar-benar pergi
141 Membuka rahasia
142 Kelahiran Pangeran
143 Hari ulang tahun
144 Kisah nyata
145 Gelandangan
146 Wanita misterius
147 Tak berdaya
148 Asal kau memaafkan ku
149 Hanya pergi, bukan menyerah
150 Aku pergi
151 Penguntit
152 Hampir mati
153 Obat ku di sini
154 Hati mengalahkan logika
155 Harus terpisah
156 Hadiah perpisahan
157 Kejutan
158 Restu
159 Suami istri
160 Benih Pak dokter ( Promo karya baru )
161 Pelengkap kebahagiaan
162 Akhir yang bahagia
Episodes

Updated 162 Episodes

1
Kesempatan ke dua
2
Bukan sekedar mimpi
3
Tolong bertahanlah
4
Perubahan besar
5
Kunjungan Kaisar
6
Sumpah Jian Ying
7
Biarkan kami pergi
8
Mencari tau
9
Tuduhan Kaisar
10
Mulai berani
11
Ibu Suri Agung
12
Tidak penting
13
Bermalam dengan Permaisuri
14
Asal kau tau!!
15
Tunggu aku kembali
16
Mencurigakan
17
Tak sejahat itu
18
Semuanya berubah
19
Fitnah
20
Siapa yang lebih rendah?
21
Percaya padamu?
22
Ancaman Shun Yuan
23
Tak penting lagi!
24
Penyelidikan
25
Pencemburu
26
Aku membencimu!!
27
Maafkan aku
28
Aku mencintaimu!!
29
Penyusup
30
Cemburu
31
Pria misterius
32
Selir Li Mei
33
Kisah yang mirip
34
Pergilah!!
35
Dejavu
36
Kisah yang sama
37
Keraguan
38
Kebohongan Li Mei
39
Bahagia?
40
Ancaman Shun Yuan
41
Kemarahan Jian Ying
42
Mengenalmu, petaka bagiku!!
43
Sangkar emas mengerikan
44
Bayangan yang nyata
45
Bukan salahnya!
46
Dia tau semuanya!
47
Sumpah
48
Kebohongan Li Mei
49
Mendarah daging
50
Pria misterius lagi
51
Pergi dari Istana
52
Pemberontakan
53
Pemberontakan
54
Permaisuri dari kaum kafir
55
Reinkarnasi pertama l
56
Reinkarnasi pertama ll
57
Reinkarnasi pertama lll
58
Reinkarnasi ke dua l
59
Reinkarnasi ke dua ll
60
Reinkarnasi ke dua lll
61
Reinkarnasi ke dua lV
62
Reinkarnasi ke tiga l
63
Reinkarnasi ke empat l
64
Reinkarnasi ke empat ll
65
Reinkarnasi ke empat lll
66
Reinkarnasi ke empat lV
67
Reinkarnasi ke empat V
68
Reinkarnasi ke empat Vl
69
Reinkarnasi ke lima l
70
Reinkarnasi ke lima ll
71
Reinkarnasi ke lima lll
72
Reinkarnasi ke lima lV
73
Reinkarnasi ke lima V
74
Reinkarnasi ke lima Vl
75
Reinkarnasi ke lima Vll
76
Reinkarnasi ke lima Vlll
77
Reinkarnasi ke lima lX
78
Reinkarnasi ke enam
79
Lukisan
80
Aku sangat merindukan mu
81
Seperti mimpi
82
Balas dendam
83
Aku merindukannya
84
Tak ingin kau pergi sendirian
85
Takdir yang rumit
86
Cinta yang setara
87
Bertemu calon mertua
88
Kedua kalinya
89
Bolehkah sayang?
90
Apa yang kau lakukan?
91
Mencapai puncak
92
Jadi dirimu sendiri
93
Cincin pernikahan
94
Masa lalu
95
Wanita beruntung
96
Mengulang masa lalu
97
Hidangan penutup
98
Pesta
99
Terjebak
100
Orang dari masa lalu
101
Aku akan membantumu
102
Rencana mereka
103
Ketakutan
104
Bencana
105
Ketakutan
106
Masa lalu yang janggal
107
Keadaan Chan Su
108
Dia orang yang baik
109
Dokter untuk Chan Su
110
Chan Su dan Qian Jin
111
Awal mula
112
Menghancurkan sekutu
113
Menggali lubang sediri
114
Pergilah!!
115
Kehancuran Li Mei dan Weisheng
116
Dokter yang profesional
117
Bisakah kita berteman?
118
Perawat Chan Su
119
Aku akan pergi lagi
120
Pasangan serasi
121
Setitik harapan
122
Semakin cepat semakin takut
123
Nistalgia
124
Bodohnya aku
125
Tidak bangun lagi
126
Jangan salah paham!
127
Kecurigaan Jian Ying
128
Waktunya hampir tiba
129
Bertemu Shuwen
130
Permintaan Qian Jin
131
Cinta atau terbiasa?
132
Melawan logika
133
Luluh lantah
134
Apa maksudnya ini?
135
Tak direstui takdir
136
Selamat tinggal
137
Alasan Shuwen pergi
138
Karena dia mencintaimu
139
Penyesalan
140
Benar-benar pergi
141
Membuka rahasia
142
Kelahiran Pangeran
143
Hari ulang tahun
144
Kisah nyata
145
Gelandangan
146
Wanita misterius
147
Tak berdaya
148
Asal kau memaafkan ku
149
Hanya pergi, bukan menyerah
150
Aku pergi
151
Penguntit
152
Hampir mati
153
Obat ku di sini
154
Hati mengalahkan logika
155
Harus terpisah
156
Hadiah perpisahan
157
Kejutan
158
Restu
159
Suami istri
160
Benih Pak dokter ( Promo karya baru )
161
Pelengkap kebahagiaan
162
Akhir yang bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!