Bab 20 - Terpaksa Berbohong

Ketakutan Starla akhirnya terjadi. Brahma melihat dan menanyakan perihal bekas luka yang ada di area dadanya. Sesungguhnya luka itu adalah bekas operasi ketika Starla masih kecil. Perlu adanya pemeriksaan dan pembedahan lebih lanjut sehingga dokter melakukan operasi pada bagian jantungnya.

Operasi jantung yang kala itu dilakukan oleh Starla merupakan prosedur invasif yang dapat meninggalkan bekas luka permanen. Namun saat ini bekas luka itu sudah memudar walau masih terlihat samar-samar. Starla berusaha tetap tenang agar Brahma tak curiga dengan apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya terutama penyakitnya.

Starla membaringkan tubuhnya di samping Brahma. Ia memeluk tubuh Brahma sebab ia butuh hal itu agar tidak gugup dan cemas.

"Oh, itu dahulu aku pernah ngalamin kecelakaan lalu-lintas sewaktu kecil. Itu bekas luka karena operasi. Kata dokter akibat kecelakaan waktu itu tulang di bagian dadaku ada yang patah jadi perlu pembedahan lebih lanjut yang akhirnya harus operasi," ucap Starla terpaksa berbohong pada Brahma. Ia tak ingin suaminya itu mengetahui penyakitnya.

Brahma melepas pelukan Starla sejenak. Ia melihat kembali wajah Starla lalu bergantian ke arah bekas luka itu karena hingga saat ini mereka berdua masih belum juga mengenakan pakaian terutama di bagian atas tubuh masing-masing.

"Apa sampai sekarang, ini masih sakit?" tanya Brahma lirih seraya tanpa sadar telapak tangannya mengelus lembut area bekas luka operasi tersebut di area dada Starla.

Starla menampilkan senyumnya. Ia merasa begitu terharu atas perhatian Brahma padanya saat ini. "Sekarang sudah enggak sakit lagi kok, Mas. Makasih sudah perhatian sama aku. Aku sayang banget sama kamu," ucap Starla seraya kembali memeluk tubuh Brahma.

"Maafkan aku Mas karena sudah bohong sama kamu," batin Starla sendu.

"Kalau kamu sakit, jangan sungkan beritahu aku. Walaupun kita menikah kontrak, kamu tetap tanggung jawabku, La. Aku pasti akan berusaha semaksimal mungkin mengurus dan merawatmu," bisik Brahma lembut seraya membalas dekapan hangat dari Starla.

"Aku berdoa agar Tuhan memberiku kesehatan yang baik selama sisa kontrak pernikahan kita. Aku ingin buat kenangan lebih banyak lagi sama Mas Brahma," cicit Starla seraya berdoa.

"Aamiin..." jawab Brahma mengaminkan doa Starla.

"Apa boleh aku minta Mas Brahma supaya enggak hadir ke acara pembukaan butiknya Mbak Ajeng?" pinta Starla tiba-tiba. Sontak Brahma pun langsung terkejut. Sebab selama empat bulan ini, Starla selalu jadi istri yang penurut dan tak banyak protes. Bahkan sekedar mengeluh saja tidak pernah.

Namun, sekarang Starla secara berani dan terbuka seakan menolak kehadiran Ajeng dalam rumah tangga mereka. Semenjak Brahma memberikan nafkah batin padanya pagi ini, Starla menganggap bahwa dirinya adalah prioritas Brahma saat ini. Maka jiwa berontak dalam dirinya seakan keluar begitu saja tanpa basa-basi. Ia tak peduli Brahma menganggapnya murahan atau apapun. Di benak Starla, Brahma suami sahnya saat ini maka dirinya yang memiliki hak penuh atas diri Brahma bukan wanita lain.

"Komandan siap laksanakan, Nyonya Bos."

"Haha... kok Nyonya Bos sih!" Starla pun tertawa mendengarnya. Ia cukup terkejut mendengar Brahma mengiyakan permintaannya barusan. Terlebih hal ini menyangkut mantan kekasih yang Starla yakini masih ada di hati Brahma.

"Lucu saja soalnya. Selama aku hidup sama kamu kayaknya aku berubah jadi agak aneh," ucap Brahma seraya tertawa kecil.

"Aneh gimana maksud, Mas?"

"Aku sering senyum dan tertawa. Dua hal yang jarang aku lakukan kecuali saat bersama keluarga. Kita kan belum lama kenal, tapi setiap bersama selalu saja ada hal dari dirimu yang membuatku ikut tersenyum atau tertawa. Kayaknya bukan Brahma banget jadinya. Hehe..." kelakar Brahma.

"Kalau bukan Brahma banget terus masa Mas Brahma berubah jadi Bisma," ujar Starla seraya ikut terkekeh.

"Ya enggaklah. Males banget aku disamain dengan Bisma yang doyan pacaran sama wanita dewasa yang usianya lebih tua darinya. Sekalinya dia disuruh sama Mama ganti pacar eh malah dapat bocil jadi kayak ped0fil," tolak Brahma seraya menggerutu.

"Lah Mas Brahma sendiri kan sama aku beda hampir dua tahun. Apa bedanya sama Bisma yang suka wanita lebih dewasa?"

"Ya beda lah. Kita berdua sama Bisma enggak sama. Aku sama kamu masih sebaya karena aku pinter jadi pas sekolah sudah pakai percepatan buat ngejar usia kamu. Kalau Bisma lulus sekolah juga karena gurunya kasihan,"

"Haha... adikmu sepertinya lebih menggemaskan deh, Mas."

"Awas saja kamu deket-deket sama Bisma. Aku kurung nanti kamu di kamar dan enggak boleh ke mana-mana. Kalau Bisma sampai ke rumah ini pas aku enggak di rumah, jangan bukain pintu."

"Lah terus, kasihan dong adikmu di luar rumah?"

"Biarin dia tidur sama nyamuk di luar. Mau dia jamuran atau jadi kerak sekalian di luar rumah, pokoknya kamu enggak perlu perhatian sama dia. Kamu enggak perlu pikirin dia. Bisma bisa tidur di mana saja. Uang dari Papa dan Mama juga banyak di rekeningnya buat tidur di hotel bintang lima daripada harus di sini," tegas Brahma tanpa sadar.

Starla justru menyimpulkan hal lain dari penuturan Brahma bahwa suaminya ini banyak berubah seakan mulai membuka hati untuknya. Bahkan dengan adik kandung sendiri saja Brahma terlihat cemburu.

Akhirnya setelah obrolan panjang lebar keduanya setelah melakukan pendakian cinta di pagi hari, mereka memutuskan untuk mandi bersama. Pastinya Starla yang memintanya terlebih dahulu dan menggoda suaminya itu agar mau. Entah mengapa sejak Brahma mendengar segala unek-unek Starla semalam ketika istrinya itu mengigau, Brahma tak menolak ajakan Starla terutama untuk berhubungan suami-istri. Padahal selama empat bulan ini, Brahma selalu menolak secara halus permintaan nafkah batin dari Starla.

Dan hal int!m pun berlanjut di area kamar mandi hotel dengan eraang@n maskulin berpadu feminim yang keluar dari bibir keduanya. Setelah acara mandi bersama yang begitu melenakan, Brahma turun sejenak ke restoran hotel karena harus bertemu dengan Vicky urusan pekerjaan di kepolisian. Meninggalkan Starla sendirian di dalam kamar hotel.

☘️☘️

Byurrr...

Starla membuang air putih yang ada di dalam tumbler warna hitam mirip botol termos kecil miliknya yang tadi ia gunakan untuk minum pil pencegah kehamilan.

Flushhh...

Starla menekan tombol flush kloset duduk yang ada di dalam kamar mandi hotel. Ia menatap nanar sebuah pil yang awalnya masih tampak terlihat, kini sudah masuk dan tak meninggalkan jejak. Hanyut terbawa arus air dari kloset duduk.

Ya, Starla tak menelan pil K B tersebut. Saat ia minum air putih dari tumbler hitam miliknya, maka dengan cepat ia memuntahkan pil itu dari mulutnya ke dalam tumbler yang berisi air putih. Setelah itu Starla langsung menutup tumbler miliknya dan mengalihkan perhatian Brahma.

Semua Starla lakukan secara rapi, penuh perhitungan dan terukur. Yang Brahma tahu, Starla sudah meminumnya. Karena ia melihat Starla memasukkan pil itu ke dalam mulut lalu minum air putih dari tumbler hitam.

"Maafkan aku, Mas. Aku mengingkari kesepakatan kontrak kita. Izinkan aku memiliki bagian dari dirimu, pria yang aku cintai. Semoga Tuhan segera menjabah doaku untuk hamil," gumam Starla seraya mengelus lembut perutnya dengan telapak tangannya. "Jika kelak aku pergi dari dunia ini, semoga kamu tak menolak kehadirannya. Aku berharap supaya kamu ingat bahwa dia juga bagian dari seorang wanita yang biasa disebut rumput liar di jalanan, Starla Jelita. Wanita yang sangat mencintaimu," sambungnya dengan mata yang berkaca-kaca penuh sendu.

Tring...tring...tring...

Mendadak dering ponsel Starla berbunyi. Ia pun segera keluar dari kamar mandi setelah merapikan semuanya. Lalu, Starla mengambil ponselnya yang ada di atas ranjang.

"Tumben Mami telepon pagi-pagi begini. Apa ada masalah?" batin Starla seraya menatap layar ponselnya bahwa yang menghubunginya saat ini adalah Mami Monic.

Starla seketika mengangkat panggilan tersebut.

"Halo, Mi. Ada apa?"

Bersambung...

🍁🍁🍁

Terpopuler

Comments

Mayora

Mayora

lho bukannya mereka masih di hotel gitu???

2024-11-08

1

WaTea Sp

WaTea Sp

pinter statls

2024-10-10

1

🔥⃞⃟ˢᶠᶻsᥲᥒ𝗍іE𝆯⃟🚀🦚⃝⃟ˢᴴ

🔥⃞⃟ˢᶠᶻsᥲᥒ𝗍іE𝆯⃟🚀🦚⃝⃟ˢᴴ

😭😭😭😭Semoga doamu terkabul kan sama othor nya

2024-09-27

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Dalam Pengaruh Obat
2 Bab 2 - Kontrak Pernikahan
3 Bab 3 - Gang Ding Dong
4 Bab 4 - Menjual Anak Perempuan Untuk Melunasi Hutang
5 Bab 5 - SAH (Pernikahan)
6 Bab 6 - Kamar Pengantin
7 Bab 7 - Pengantin Lama vs Pengantin Baru
8 Bab 8 - Kabar Pernikahan
9 Bab 9 - Ajeng Notokusumo
10 Bab 10 - Memberi Nafkah
11 Bab 11 - Membuat Banyak Kenangan
12 Bab 12 - Kedatangan Tamu
13 Bab 13 - Mantan Kekasih
14 Bab 14 - Penyesalan (Ajeng)
15 Bab 15 - Ingin Beri Kejutan
16 Bab 16 - Sebuah Undangan
17 Bab 17 - Menginap di Hotel
18 Bab 18 - Mengeluarkan Unek-Unek
19 Bab 19 - Sebuah Bekas Luka
20 Bab 20 - Terpaksa Berbohong
21 Bab 21 - Bertemu Mami Monic
22 Bab 22 - Sebuah Keputusan Penting (Mami Monic)
23 Bab 23 - Siapa Monic ?
24 Bab 24 - Masa Lalu (Mami Monic)
25 Bab 25 - Terjerat Benang Merah Masa Lalu
26 PROMO KARYA
27 Bab 26 - Mulai Candu
28 Bab 27 - Perkara Kejar Setoran
29 Bab 28 - Acara Pembukaan Butik Milik Ajeng
30 Bab 29 - Starla vs Ajeng
31 Bab 30 - Sebuah Ide Perjodohan
32 Bab 31 - Ulat Bulu
33 Bab 32 - Reuni SMA
34 Bab 33 - Ajeng Berulah (Senjata Makan Tuan)
35 Bab 34 - Wujud Cinta Starla
36 Bab 35 - Tinggal Bersama Mertua
37 Bab 36 - Baby Loading (Hamil)
38 Bab 37 - Jangan Sampai Lolos
39 Bab 38 - Ziarah Kubur
40 Bab 39 - Membuntuti Menantu (Bening)
41 Bab 40 - Perubahan Sikap Bening
42 Bab 41 - Makan Malam Sendu
43 Bab 42 - Pertengkaran (Arjuna dan Bening)
44 Bab 43 - Pertemuan Tak Terduga (Arjuna dan Mami Monic)
45 Bab 44 - Menangis Bersama
46 Bab 45 - Pagi Milik Brahma dan Starla
47 Bab 46 - Curhat
48 Bab 47 - Morning Sickness
49 Bab 48 - Pingsan
50 Bab 49 - Siapa Yang Tega ?
51 Bab 50 - Selaksa Kecewa Bercampur Emosi
52 Bab 51 - Cinta dan Keikhlasan
53 Bab 52 - Berbicara Empat Mata
54 Bab 53 - Saling Mengancam
55 Bab 54 - Menjenguk Bening
56 Bab 55 - Sebuah Tamparan
57 Bab 56 - Tak Ada Manusia Yang Sempurna
58 Bab 57 - Upaya Terakhir
59 Bab 58 - Aku Rela (Starla)
60 Bab 59 - Rencana Liburan
61 Bab 60 - Berpamitan ke Bandung
62 Bab 61 - Melepas Rindu
63 Bab 62 - Sedikit Gemuk
64 Bab 63 - Jalan-Jalan Malam
65 Bab 64 - Permintaan Starla
66 Bab 65 - Kemarahan Brahma
67 Bab 66 - Lima Puluh Tahu Sumedang
68 Bab 67 - Minta Izin (Starla)
69 Bab 68 - Aku Kangen Mami (Starla)
70 Bab 69 - Bersiap Menjauh dan Pergi (Starla)
71 Bab 70 - Undangan Spesial dari Tuhan (Umroh)
72 Bab 71 - Arti Kehadiranmu
73 Bab 72 - Kejutan (Terkejut)
74 Bab 73 - Pulang ke Jakarta
75 Bab 74 - Penyesalan Berbalut Rindu dan Cinta (Brahma)
76 Bab 75 - Mulai Terkuak
77 Bab 76 - Kado Pemberian Starla
78 Bab 77 - Penyesalan dan Tangis (Brahma-Bening)
79 Bab 78 - Kegaduhan di Rumah Sakit
80 Bab 79 - Kondisi Terkini
81 Bab 80 - Kehamilan Simpatik
82 Bab 81 - Kondisi Starla
83 Bab 82 - Asuransi Jiwa (500 Juta)
84 Bab 83 - Apa Aku Hamil ? (Ajeng)
85 Bab 84 - Huru-Hara
86 Bab 85 - Bertemu Sang Belahan Jiwa
87 Bab 86 - Buku Harian Milik Starla
88 Bab 87 - Ungkapan Cinta (Brahma-Starla)
89 Bab 88 - Bersimbah Darah
90 Bab 89 - Gelayut Mendung
91 Bab 90 - Bangun dari Koma (Starla)
92 Bab 91 - Akhir Tragis Tersangka Utama (Pembunuhan Mami Monic)
93 Bab 92 - Pernikahan Dadakan (Ravi dan Ajeng)
94 Bab 93 - Pernikahan Kontrak (Ravi-Ajeng)
95 Bab 94 - Acara Menjenguk Anak (Ravi-Ajeng)
96 Bab 95 - Menjelang Lahiran (Ravi-Ajeng)
97 Bab 96 - Keguguran (Ravi-Ajeng)
98 Bab 97 - Ungkapan Cinta (Ravi-Ajeng)
99 Bab 98 - Pohon Jambu Megalodon (Brahma-Starla)
100 Bab 99 - Menuju Penghujung Kisah
101 Bab 100 - Indahnya Saling Memaafkan
102 Bab 101 - Akhir Kisah (Keluarga Bahagia)
103 PROMO KARYA BARU
104 PROMO KARYA BARU
105 PROMO NOVEL BARU
Episodes

Updated 105 Episodes

1
Bab 1 - Dalam Pengaruh Obat
2
Bab 2 - Kontrak Pernikahan
3
Bab 3 - Gang Ding Dong
4
Bab 4 - Menjual Anak Perempuan Untuk Melunasi Hutang
5
Bab 5 - SAH (Pernikahan)
6
Bab 6 - Kamar Pengantin
7
Bab 7 - Pengantin Lama vs Pengantin Baru
8
Bab 8 - Kabar Pernikahan
9
Bab 9 - Ajeng Notokusumo
10
Bab 10 - Memberi Nafkah
11
Bab 11 - Membuat Banyak Kenangan
12
Bab 12 - Kedatangan Tamu
13
Bab 13 - Mantan Kekasih
14
Bab 14 - Penyesalan (Ajeng)
15
Bab 15 - Ingin Beri Kejutan
16
Bab 16 - Sebuah Undangan
17
Bab 17 - Menginap di Hotel
18
Bab 18 - Mengeluarkan Unek-Unek
19
Bab 19 - Sebuah Bekas Luka
20
Bab 20 - Terpaksa Berbohong
21
Bab 21 - Bertemu Mami Monic
22
Bab 22 - Sebuah Keputusan Penting (Mami Monic)
23
Bab 23 - Siapa Monic ?
24
Bab 24 - Masa Lalu (Mami Monic)
25
Bab 25 - Terjerat Benang Merah Masa Lalu
26
PROMO KARYA
27
Bab 26 - Mulai Candu
28
Bab 27 - Perkara Kejar Setoran
29
Bab 28 - Acara Pembukaan Butik Milik Ajeng
30
Bab 29 - Starla vs Ajeng
31
Bab 30 - Sebuah Ide Perjodohan
32
Bab 31 - Ulat Bulu
33
Bab 32 - Reuni SMA
34
Bab 33 - Ajeng Berulah (Senjata Makan Tuan)
35
Bab 34 - Wujud Cinta Starla
36
Bab 35 - Tinggal Bersama Mertua
37
Bab 36 - Baby Loading (Hamil)
38
Bab 37 - Jangan Sampai Lolos
39
Bab 38 - Ziarah Kubur
40
Bab 39 - Membuntuti Menantu (Bening)
41
Bab 40 - Perubahan Sikap Bening
42
Bab 41 - Makan Malam Sendu
43
Bab 42 - Pertengkaran (Arjuna dan Bening)
44
Bab 43 - Pertemuan Tak Terduga (Arjuna dan Mami Monic)
45
Bab 44 - Menangis Bersama
46
Bab 45 - Pagi Milik Brahma dan Starla
47
Bab 46 - Curhat
48
Bab 47 - Morning Sickness
49
Bab 48 - Pingsan
50
Bab 49 - Siapa Yang Tega ?
51
Bab 50 - Selaksa Kecewa Bercampur Emosi
52
Bab 51 - Cinta dan Keikhlasan
53
Bab 52 - Berbicara Empat Mata
54
Bab 53 - Saling Mengancam
55
Bab 54 - Menjenguk Bening
56
Bab 55 - Sebuah Tamparan
57
Bab 56 - Tak Ada Manusia Yang Sempurna
58
Bab 57 - Upaya Terakhir
59
Bab 58 - Aku Rela (Starla)
60
Bab 59 - Rencana Liburan
61
Bab 60 - Berpamitan ke Bandung
62
Bab 61 - Melepas Rindu
63
Bab 62 - Sedikit Gemuk
64
Bab 63 - Jalan-Jalan Malam
65
Bab 64 - Permintaan Starla
66
Bab 65 - Kemarahan Brahma
67
Bab 66 - Lima Puluh Tahu Sumedang
68
Bab 67 - Minta Izin (Starla)
69
Bab 68 - Aku Kangen Mami (Starla)
70
Bab 69 - Bersiap Menjauh dan Pergi (Starla)
71
Bab 70 - Undangan Spesial dari Tuhan (Umroh)
72
Bab 71 - Arti Kehadiranmu
73
Bab 72 - Kejutan (Terkejut)
74
Bab 73 - Pulang ke Jakarta
75
Bab 74 - Penyesalan Berbalut Rindu dan Cinta (Brahma)
76
Bab 75 - Mulai Terkuak
77
Bab 76 - Kado Pemberian Starla
78
Bab 77 - Penyesalan dan Tangis (Brahma-Bening)
79
Bab 78 - Kegaduhan di Rumah Sakit
80
Bab 79 - Kondisi Terkini
81
Bab 80 - Kehamilan Simpatik
82
Bab 81 - Kondisi Starla
83
Bab 82 - Asuransi Jiwa (500 Juta)
84
Bab 83 - Apa Aku Hamil ? (Ajeng)
85
Bab 84 - Huru-Hara
86
Bab 85 - Bertemu Sang Belahan Jiwa
87
Bab 86 - Buku Harian Milik Starla
88
Bab 87 - Ungkapan Cinta (Brahma-Starla)
89
Bab 88 - Bersimbah Darah
90
Bab 89 - Gelayut Mendung
91
Bab 90 - Bangun dari Koma (Starla)
92
Bab 91 - Akhir Tragis Tersangka Utama (Pembunuhan Mami Monic)
93
Bab 92 - Pernikahan Dadakan (Ravi dan Ajeng)
94
Bab 93 - Pernikahan Kontrak (Ravi-Ajeng)
95
Bab 94 - Acara Menjenguk Anak (Ravi-Ajeng)
96
Bab 95 - Menjelang Lahiran (Ravi-Ajeng)
97
Bab 96 - Keguguran (Ravi-Ajeng)
98
Bab 97 - Ungkapan Cinta (Ravi-Ajeng)
99
Bab 98 - Pohon Jambu Megalodon (Brahma-Starla)
100
Bab 99 - Menuju Penghujung Kisah
101
Bab 100 - Indahnya Saling Memaafkan
102
Bab 101 - Akhir Kisah (Keluarga Bahagia)
103
PROMO KARYA BARU
104
PROMO KARYA BARU
105
PROMO NOVEL BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!