Bab 19 - Sebuah Bekas Luka

Entah siapa yang memulai duluan, kini sepasang suami istri itu tengah menikmati acara berbagi saliva. Pertautan bibir keduanya tak mampu dibendung lagi. Bagai sebuah bendungan di mana isinya tengah penuh dan kini tumpah ruah keluar. Itulah yang terjadi saat ini.

Brahma sendiri tak habis pikir pada reaksi tubuhnya yang mudah tersulut api gai*rah ketika berdekatan dengan Starla. Bahkan ketika di rumah, beberapa kali ia terpaksa melakukan aksi solo karir di kamar mandi karena melihat kem0lekan tubuh istrinya itu. Starla selalu berpakaian se_xy ketika di dalam rumah saat berdua saja dengannya.

Hasrat yang sejak semalam Brahma tahan hingga dirinya sulit untuk tidur nyenyak, ketika pagi ini justru menyala dan berkobar bagai api yang melahap sebuah rumah hingga hangus tak bersisa.

Tubuh keduanya sudah polos dengan pakaian tidur yang berserakan di lantai. Pagi ini suasana di atas ranjang semakin panas membara. Saling menyentuh satu sama lain dilakukan Brahma dan Starla. Mengenai perasaan pada kedua insan itu ketika menyentuh apakah menggunakan cinta atau tidak, hanya hati keduanya dan Tuhan yang tahu.

Penyatuan raga keduanya yang dilakukan sudah hampir satu jam kini sampailah di puncak acara. Tubuh Starla sejak tadi terus dikungkung dan digempur di bawah daksa tegap Brahma. Tenaga Starla habis terkuras. Sebab Brahma berhasil membuat Starla mengalami pel3pasan berkali-kali hingga lemas tak berdaya tapi nikmat.

Walaupun ini bukan malam pertama bagi mereka berdua, namun sen_sasinya terasa bagai melakukan pertama kali. Bisa jadi karena saat ini keduanya melakukan secara sadar sepenuhnya tanpa pengaruh obat. Starla tak bisa terlalu memforsir fisiknya, sebab khawatir sesak menderanya di tengah permainan yang sangat melenakan ini bersama Brahma, suaminya.

Starla tetap bermain aman dan membiarkan Brahma menguasai permainan ranjang mereka. Walaupun sesekali ia nakal dan menyenangkan suaminya dengan sejenak menari di atas tubuh Brahma hingga membuat lelaki ini tanpa sadar begitu memujanya.

"Massh..." cicit Starla yang memberi tanda pada Brahma bahwa ia akan kembali mendapat pel3pasan.

"Tunggu aku, La." Brahma terus berkonsentrasi penuh dengan mempercepat gerakan di bawahnya.

Dan akhirnya pagi yang panas membara kali ini ditutup dengan indah. Kedua insan bersamaan meraih puncak madu asmara. Rahim Starla penuh nyaris tumpah. Bibit-bibit masa depan telah disebar di dalam rahimnya.

Tubuh Brahma kini sudah berbaring di samping tubuh istrinya. Keringat membanjiri tubuh sepasang suami istri tersebut. Keduanya tengah menarik napas usai melakukan ritual melenakan yang tak terduga. Brahma menarik selimut hingga menutupi tubuh urian mereka. Tiba-tiba...

Cup...

Sebuah kecupan hangat dari bibir Brahma mendarat dengan sempurna di kening Starla.

"Makasih istriku," ucap Brahma.

Seketika rasa haru semakin menyeruak di hati Starla. Senyum bahagia pun terlihat jelas di wajah cantiknya.

"Makasih juga suamiku. Love you..." balas Starla seraya memeluk tubuh Brahma.

Namun balasan ungkapan cinta dari bibir Brahma, tak ia dengar. Hanya balasan pelukan hangat dari Brahma yang mengusap lembut punggungnya yang sedang basah. Starla tak mau terlalu ambil pusing. Ia tak ingin serakah. Sebab, ia tahu mencintai seseorang pasti butuh proses. Terlebih bagi seorang Brahma Satria Mahendra. Dan ia akan sabar menunggu hal indah itu.

Baginya pagi ini dirinya sudah cukup bahagia karena Brahma mau memberikan nafkah batin yang sudah lama ia nantikan setelah hari pernikahan.

"La,"

"Hem,"

Setelah itu keheningan terjadi. Brahma tak berucap apapun lagi. Starla merasa aneh melihat sikap Brahma itu. Seketika otaknya berpikir dengan cepat. Lalu, ia menduga sesuatu hal.

"Kenapa Mas diem? Apa ada yang dipikirkan?"

"Iya," jawab Brahma singkat.

"Apa Mas khawatir aku hamil karena tadi buang di dalam?" tanya Starla.

"Salah satunya itu,"

"Mas enggak perlu khawatir soal itu. Aku selalu bawa pil anti hamil kapan pun dan di mana pun. Aku minum ya sekarang biar Mas enggak kepikiran lagi,"

Brahma hanya diam seraya menatap Starla. Akhirnya Starla bangun dan duduk di tepian ranjang. Starla mengambil tas miliknya yang kebetulan diletakkan Brahma di atas nakas yang berada di dekat ranjang. Starla mengeluarkan morning after pill dari tasnya dan juga tumbler miliknya berwarna hitam yang sudah terisi dengan air putih.

Tanpa basa-basi, Starla pun memasukkan pil anti hamil tersebut ke dalam mulutnya seraya meneguk air putih dari tumblernya tersebut secara cepat.

"Nah, beres kan. Jadi, Mas jangan cemas kalau aku hamil. Oke," ucap Starla seraya tersenyum manis di depan Brahma. Ia berusaha meyakinkan Brahma bahwa tidak perlu khawatir perihal kehamilan.

Starla pun segera menutup tumblernya kembali dan meletakkan di atas nakas, tepatnya di belakang tas miliknya. Ia kembali masuk ke dalam selimut yang sama dengan Brahma. Keduanya sengaja tak langsung membersihkan diri di kamar mandi. Entah mengapa mereka masih sama-sama betah di atas ranjang. Kini Brahma justru tengah memeluk tubuh Starla dari arah belakang.

"La,"

"Iya, Mas."

"Aku boleh tanya sesuatu?"

"Boleh, tanya apa?"

"Luka bekas apa itu?" tanya Brahma tiba-tiba.

Deg...

"Mak_sud, Mas?" Starla terkejut mendengar pertanyaan Brahma sehingga sontak membuat suaranya terbata-bata.

"Tanda bekas sayatan di area dada kamu. Apa kamu sakit?"

Deg...

Ya, sejak tadi Brahma tengah sibuk dengan pikirannya bukan hanya karena khawatir Starla hamil. Akan tetapi, ada hal utama yang terus memenuhi pikirannya yang membuat dirinya dihinggapi rasa penasaran. Sebuah bekas luka yang ia duga karena sayatan dan berada di area dada Starla. Sejenak ia lihat ukuran bekas luka itu sekitar 3-4 inci.

Walaupun bekas luka itu Brahma prediksi bukan baru, sebab dari warnanya sudah tampak memudar. Namun masih cukup kentara terlihat bagi Brahma yang seorang polisi. Terlebih suami Starla tersebut juga pernah menjadi bagian dari satuan reserse.

Bersambung...

🍁🍁🍁

*Bantu like dan komen banyak-banyak💋

Nuhun...

Terpopuler

Comments

💕 fel_da 💕

💕 fel_da 💕

sehat" slalu kak safira dan jangan lupa bahagia slalu 🥰 ❤

2024-12-07

1

🔥⃞⃟ˢᶠᶻsᥲᥒ𝗍іE𝆯⃟🚀🦚⃝⃟ˢᴴ

🔥⃞⃟ˢᶠᶻsᥲᥒ𝗍іE𝆯⃟🚀🦚⃝⃟ˢᴴ

kira kira starla jujur gak ya jawabannya 🤔

2024-09-26

0

Putri Dhamayanti

Putri Dhamayanti

Diselidiki dong pak komandan 😉

2024-09-21

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Dalam Pengaruh Obat
2 Bab 2 - Kontrak Pernikahan
3 Bab 3 - Gang Ding Dong
4 Bab 4 - Menjual Anak Perempuan Untuk Melunasi Hutang
5 Bab 5 - SAH (Pernikahan)
6 Bab 6 - Kamar Pengantin
7 Bab 7 - Pengantin Lama vs Pengantin Baru
8 Bab 8 - Kabar Pernikahan
9 Bab 9 - Ajeng Notokusumo
10 Bab 10 - Memberi Nafkah
11 Bab 11 - Membuat Banyak Kenangan
12 Bab 12 - Kedatangan Tamu
13 Bab 13 - Mantan Kekasih
14 Bab 14 - Penyesalan (Ajeng)
15 Bab 15 - Ingin Beri Kejutan
16 Bab 16 - Sebuah Undangan
17 Bab 17 - Menginap di Hotel
18 Bab 18 - Mengeluarkan Unek-Unek
19 Bab 19 - Sebuah Bekas Luka
20 Bab 20 - Terpaksa Berbohong
21 Bab 21 - Bertemu Mami Monic
22 Bab 22 - Sebuah Keputusan Penting (Mami Monic)
23 Bab 23 - Siapa Monic ?
24 Bab 24 - Masa Lalu (Mami Monic)
25 Bab 25 - Terjerat Benang Merah Masa Lalu
26 PROMO KARYA
27 Bab 26 - Mulai Candu
28 Bab 27 - Perkara Kejar Setoran
29 Bab 28 - Acara Pembukaan Butik Milik Ajeng
30 Bab 29 - Starla vs Ajeng
31 Bab 30 - Sebuah Ide Perjodohan
32 Bab 31 - Ulat Bulu
33 Bab 32 - Reuni SMA
34 Bab 33 - Ajeng Berulah (Senjata Makan Tuan)
35 Bab 34 - Wujud Cinta Starla
36 Bab 35 - Tinggal Bersama Mertua
37 Bab 36 - Baby Loading (Hamil)
38 Bab 37 - Jangan Sampai Lolos
39 Bab 38 - Ziarah Kubur
40 Bab 39 - Membuntuti Menantu (Bening)
41 Bab 40 - Perubahan Sikap Bening
42 Bab 41 - Makan Malam Sendu
43 Bab 42 - Pertengkaran (Arjuna dan Bening)
44 Bab 43 - Pertemuan Tak Terduga (Arjuna dan Mami Monic)
45 Bab 44 - Menangis Bersama
46 Bab 45 - Pagi Milik Brahma dan Starla
47 Bab 46 - Curhat
48 Bab 47 - Morning Sickness
49 Bab 48 - Pingsan
50 Bab 49 - Siapa Yang Tega ?
51 Bab 50 - Selaksa Kecewa Bercampur Emosi
52 Bab 51 - Cinta dan Keikhlasan
53 Bab 52 - Berbicara Empat Mata
54 Bab 53 - Saling Mengancam
55 Bab 54 - Menjenguk Bening
56 Bab 55 - Sebuah Tamparan
57 Bab 56 - Tak Ada Manusia Yang Sempurna
58 Bab 57 - Upaya Terakhir
59 Bab 58 - Aku Rela (Starla)
60 Bab 59 - Rencana Liburan
61 Bab 60 - Berpamitan ke Bandung
62 Bab 61 - Melepas Rindu
63 Bab 62 - Sedikit Gemuk
64 Bab 63 - Jalan-Jalan Malam
65 Bab 64 - Permintaan Starla
66 Bab 65 - Kemarahan Brahma
67 Bab 66 - Lima Puluh Tahu Sumedang
68 Bab 67 - Minta Izin (Starla)
69 Bab 68 - Aku Kangen Mami (Starla)
70 Bab 69 - Bersiap Menjauh dan Pergi (Starla)
71 Bab 70 - Undangan Spesial dari Tuhan (Umroh)
72 Bab 71 - Arti Kehadiranmu
73 Bab 72 - Kejutan (Terkejut)
74 Bab 73 - Pulang ke Jakarta
75 Bab 74 - Penyesalan Berbalut Rindu dan Cinta (Brahma)
76 Bab 75 - Mulai Terkuak
77 Bab 76 - Kado Pemberian Starla
78 Bab 77 - Penyesalan dan Tangis (Brahma-Bening)
79 Bab 78 - Kegaduhan di Rumah Sakit
80 Bab 79 - Kondisi Terkini
81 Bab 80 - Kehamilan Simpatik
82 Bab 81 - Kondisi Starla
83 Bab 82 - Asuransi Jiwa (500 Juta)
84 Bab 83 - Apa Aku Hamil ? (Ajeng)
85 Bab 84 - Huru-Hara
86 Bab 85 - Bertemu Sang Belahan Jiwa
87 Bab 86 - Buku Harian Milik Starla
88 Bab 87 - Ungkapan Cinta (Brahma-Starla)
89 Bab 88 - Bersimbah Darah
90 Bab 89 - Gelayut Mendung
91 Bab 90 - Bangun dari Koma (Starla)
92 Bab 91 - Akhir Tragis Tersangka Utama (Pembunuhan Mami Monic)
93 Bab 92 - Pernikahan Dadakan (Ravi dan Ajeng)
94 Bab 93 - Pernikahan Kontrak (Ravi-Ajeng)
95 Bab 94 - Acara Menjenguk Anak (Ravi-Ajeng)
96 Bab 95 - Menjelang Lahiran (Ravi-Ajeng)
97 Bab 96 - Keguguran (Ravi-Ajeng)
98 Bab 97 - Ungkapan Cinta (Ravi-Ajeng)
99 Bab 98 - Pohon Jambu Megalodon (Brahma-Starla)
100 Bab 99 - Menuju Penghujung Kisah
101 Bab 100 - Indahnya Saling Memaafkan
102 Bab 101 - Akhir Kisah (Keluarga Bahagia)
103 PROMO KARYA BARU
104 PROMO KARYA BARU
105 PROMO NOVEL BARU
Episodes

Updated 105 Episodes

1
Bab 1 - Dalam Pengaruh Obat
2
Bab 2 - Kontrak Pernikahan
3
Bab 3 - Gang Ding Dong
4
Bab 4 - Menjual Anak Perempuan Untuk Melunasi Hutang
5
Bab 5 - SAH (Pernikahan)
6
Bab 6 - Kamar Pengantin
7
Bab 7 - Pengantin Lama vs Pengantin Baru
8
Bab 8 - Kabar Pernikahan
9
Bab 9 - Ajeng Notokusumo
10
Bab 10 - Memberi Nafkah
11
Bab 11 - Membuat Banyak Kenangan
12
Bab 12 - Kedatangan Tamu
13
Bab 13 - Mantan Kekasih
14
Bab 14 - Penyesalan (Ajeng)
15
Bab 15 - Ingin Beri Kejutan
16
Bab 16 - Sebuah Undangan
17
Bab 17 - Menginap di Hotel
18
Bab 18 - Mengeluarkan Unek-Unek
19
Bab 19 - Sebuah Bekas Luka
20
Bab 20 - Terpaksa Berbohong
21
Bab 21 - Bertemu Mami Monic
22
Bab 22 - Sebuah Keputusan Penting (Mami Monic)
23
Bab 23 - Siapa Monic ?
24
Bab 24 - Masa Lalu (Mami Monic)
25
Bab 25 - Terjerat Benang Merah Masa Lalu
26
PROMO KARYA
27
Bab 26 - Mulai Candu
28
Bab 27 - Perkara Kejar Setoran
29
Bab 28 - Acara Pembukaan Butik Milik Ajeng
30
Bab 29 - Starla vs Ajeng
31
Bab 30 - Sebuah Ide Perjodohan
32
Bab 31 - Ulat Bulu
33
Bab 32 - Reuni SMA
34
Bab 33 - Ajeng Berulah (Senjata Makan Tuan)
35
Bab 34 - Wujud Cinta Starla
36
Bab 35 - Tinggal Bersama Mertua
37
Bab 36 - Baby Loading (Hamil)
38
Bab 37 - Jangan Sampai Lolos
39
Bab 38 - Ziarah Kubur
40
Bab 39 - Membuntuti Menantu (Bening)
41
Bab 40 - Perubahan Sikap Bening
42
Bab 41 - Makan Malam Sendu
43
Bab 42 - Pertengkaran (Arjuna dan Bening)
44
Bab 43 - Pertemuan Tak Terduga (Arjuna dan Mami Monic)
45
Bab 44 - Menangis Bersama
46
Bab 45 - Pagi Milik Brahma dan Starla
47
Bab 46 - Curhat
48
Bab 47 - Morning Sickness
49
Bab 48 - Pingsan
50
Bab 49 - Siapa Yang Tega ?
51
Bab 50 - Selaksa Kecewa Bercampur Emosi
52
Bab 51 - Cinta dan Keikhlasan
53
Bab 52 - Berbicara Empat Mata
54
Bab 53 - Saling Mengancam
55
Bab 54 - Menjenguk Bening
56
Bab 55 - Sebuah Tamparan
57
Bab 56 - Tak Ada Manusia Yang Sempurna
58
Bab 57 - Upaya Terakhir
59
Bab 58 - Aku Rela (Starla)
60
Bab 59 - Rencana Liburan
61
Bab 60 - Berpamitan ke Bandung
62
Bab 61 - Melepas Rindu
63
Bab 62 - Sedikit Gemuk
64
Bab 63 - Jalan-Jalan Malam
65
Bab 64 - Permintaan Starla
66
Bab 65 - Kemarahan Brahma
67
Bab 66 - Lima Puluh Tahu Sumedang
68
Bab 67 - Minta Izin (Starla)
69
Bab 68 - Aku Kangen Mami (Starla)
70
Bab 69 - Bersiap Menjauh dan Pergi (Starla)
71
Bab 70 - Undangan Spesial dari Tuhan (Umroh)
72
Bab 71 - Arti Kehadiranmu
73
Bab 72 - Kejutan (Terkejut)
74
Bab 73 - Pulang ke Jakarta
75
Bab 74 - Penyesalan Berbalut Rindu dan Cinta (Brahma)
76
Bab 75 - Mulai Terkuak
77
Bab 76 - Kado Pemberian Starla
78
Bab 77 - Penyesalan dan Tangis (Brahma-Bening)
79
Bab 78 - Kegaduhan di Rumah Sakit
80
Bab 79 - Kondisi Terkini
81
Bab 80 - Kehamilan Simpatik
82
Bab 81 - Kondisi Starla
83
Bab 82 - Asuransi Jiwa (500 Juta)
84
Bab 83 - Apa Aku Hamil ? (Ajeng)
85
Bab 84 - Huru-Hara
86
Bab 85 - Bertemu Sang Belahan Jiwa
87
Bab 86 - Buku Harian Milik Starla
88
Bab 87 - Ungkapan Cinta (Brahma-Starla)
89
Bab 88 - Bersimbah Darah
90
Bab 89 - Gelayut Mendung
91
Bab 90 - Bangun dari Koma (Starla)
92
Bab 91 - Akhir Tragis Tersangka Utama (Pembunuhan Mami Monic)
93
Bab 92 - Pernikahan Dadakan (Ravi dan Ajeng)
94
Bab 93 - Pernikahan Kontrak (Ravi-Ajeng)
95
Bab 94 - Acara Menjenguk Anak (Ravi-Ajeng)
96
Bab 95 - Menjelang Lahiran (Ravi-Ajeng)
97
Bab 96 - Keguguran (Ravi-Ajeng)
98
Bab 97 - Ungkapan Cinta (Ravi-Ajeng)
99
Bab 98 - Pohon Jambu Megalodon (Brahma-Starla)
100
Bab 99 - Menuju Penghujung Kisah
101
Bab 100 - Indahnya Saling Memaafkan
102
Bab 101 - Akhir Kisah (Keluarga Bahagia)
103
PROMO KARYA BARU
104
PROMO KARYA BARU
105
PROMO NOVEL BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!