Bab 18 - Mengeluarkan Unek-Unek

"La," cicit Brahma.

"Kamu jahat, Mas. Kamu jahat!" pekik Starla dalam kondisi mata terpejam seraya memeluk tubuh Brahma begitu erat.

Brahma sendiri pun heran pada istrinya yang sebelumnya ia yakini sudah tertidur pulas, namun sekarang Starla justru berucap tidak jelas seperti orang yang sedang berbicara saat tertidur alias mengigau.

"Hiks...hiks...hiks..." tangis Starla pun keluar. Air matanya menetes dan membasahi seragam dinas Brahma terutama area pundak dan punggung.

"Aku cinta kamu, Mas. Aku sudah coba buang cinta itu, tapi enggak bisa. Cintaiku cukup dua tahun saja sampai kontrak kita selesai. Walaupun itu hanya pura-pura. Setelah itu Mas bebas sama Mbak Ajeng mau ngapain saja," racau Starla dengan suara sesenggukan.

Lelah menangis dan mengigau tidak jelas, akhirnya suara Starla semakin lirih. Brahma menatap lekat-lekat wajah istrinya yang sembab, namun tetap sama seperti sebelumnya yakni mata Starla masih terpejam rapat khas orang yang sedang tidur.

Brahma merapikan anak-anak rambut yang berjatuhan menutupi wajah cantik Starla. Ia menghapus buliran air mata yang membasahi pipi istri itu.

"Aku benci kamu, Mas. Aku benci Mbak Ajeng. Aku sakit," gumam Starla lirih yang ternyata masih juga mengigau.

Tak berselang lama Starla sudah diam dan tak meracau atau mengigau lagi. Brahma membaringkan tubuhnya di samping Starla. Ia menatap langit-langit kamar hotel seraya menghela napas beratnya.

Akhirnya ia bisa tahu isi hati Starla yang sebenarnya. Segala unek-unek yang selama ini dipendam Starla keluar begitu saja tanpa sengaja, usai istrinya itu mengigau tadi. Lalu Brahma menoleh dan berbaring ke arah samping seraya menatap Starla.

"Kenapa kamu jatuh cinta sama aku, La? Maafin aku," batin Brahma.

Akhirnya Brahma bangkit dan membuka tas belanjaan Starla yang tadi sudah mereka beli di mall. Brahma memutuskan mengganti baju Starla agar istrinya itu lebih nyaman tidurnya. Terlebih saat ini Starla masih mengenakan b*ra. Yang Brahma ketahui, tidur memakai b*ra itu kurang baik untuk kesehatan.

Bak arena uji nyali menyentuh tubuh cantik istrinya hingga menyisakan kain berenda segitiga di bawah perut Starla, membuat hasratnya perlahan naik. Hal ini menunjukkan bahwa dirinya pria normal. Namun ia berusaha menahan gejolak itu karena tak mungkin menyerang Starla dalam kondisi seperti ini setelah istrinya itu menangis dalam tidur dan mengeluarkan unek-unek tanpa sadar padanya.

Akhirnya setelah memakan waktu kurang lebih setengah jam, Brahma berhasil mengganti baju Starla. Lalu, ia pun memutuskan bangkit dari ranjang dan masuk ke dalam kamar mandi guna bersih-bersih.

Malam ini keduanya tidur di atas ranjang yang sama tanpa melakukan hal lebih. Namun Brahma memeluk tubuh Starla dan menata selimut dengan baik agar istrinya itu tidak kedinginan. Bak medan magnet yang bertemu logam, Starla tanpa sadar justru memeluk tubuh Brahma yang ia kira guling. Bahkan Starla mendusel-dusel di dada Brahma. Hasrat yang awalnya sudah mereda, seketika perlahan bangkit. Membuat Brahma pusing sepanjang malam untuk meredamkan serta memukul mundur hasratnya sendiri.

☘️☘️

Pagi hari pun tiba, Starla yang bangun terlebih dahulu tampak terkejut saat membuka matanya. Sebab, posisi saat ini bukan Starla yang memeluk Brahma tapi justru sebaliknya. Bahkan wajah Brahma saat ini hinggap pada area mahoni kembar milik Starla yang masih bersembunyi di balik kain piyama tidurnya.

Starla yang awalnya terkejut justru kini berubah tersenyum geli melihat tingkah Brahma.

"Pak Ndan, kalau mau bilang saja. Kenapa pas aku tidur malah ndusel begini ke bagian ini kayak bayi. Hehe..." batin Starla seraya terkekeh sendiri.

Perlahan tapi pasti, Starla memajukan wajahnya ke arah Brahma.

Cup...

Sebuah kecupan hangat seketika mendarat sempurna dari bibir Starla di kening Brahma.

"Love you," ucap Starla lirih.

Namun tak lama, Starla pun heran karena melihat bajunya sudah berganti menjadi piyama tidur.

"Apa Mas Brahma yang semalam ganti bajuku?" gumam Starla.

Tiba-tiba suara maskulin suaminya terdengar, semakin membuat Starla terkejut.

"Iya, aku yang ganti bajumu." Brahma menjawabnya dalam kondisi mata yang masih terpejam.

Ya, Brahma sebenarnya sudah bangun sejak kecupan hangat ia rasakan di keningnya. Bahkan ia mendengar jelas kalimat Starla yang menyatakan bahwa istrinya itu mencintainya. Namun ia sengaja masih pura-pura tidur di depan Starla. Tubuh Brahma perlahan menggeliat lalu matanya pun terbuka.

"Hah, ja_di Mas Brahma yang buka semua bajuku semalam terus ganti jadi piyama tidur ini?" tanya Starla dengan nada terbata-bata.

"Iya, aku. Masa pelayan hotel. Enak saja!" gerutu Brahma tanpa sadar bahwa ia tak terima jika ada orang lain yang melihat tubuh Starla dalam kondisi polos apalagi sampai menyentuhnya. Tak sadar lisannya telah mendahului berbicara bahwa isi hatinya cemburu mengenai hal itu.

Seketika Starla menutup area dadanya yang masih berbalut piyama tidur dengan kedua telapak tangannya.

"Apa Mas Brahma melihat luka itu?" batin Starla bergemuruh hebat.

Ia takut Brahma mengetahuinya. Saat malam pertama mereka berdua, bisa jadi Brahma tak terlalu memperhatikan tubuh Starla karena sedang berada di bawah pengaruh obat. Namun kini saat sadar sepenuhnya, pastinya berbeda.

"Tenang saja, aku enggak memper_k0samu saat tidur. Lebih enak saat sama-sama sadar. Hehe..." ujar Brahma seraya terkekeh sendiri.

Brahma mengira Starla menutup area dada secara terkejut barusan karena mengira semalam telah melakukan hal itu bersamanya. You know what I mean.

"Bukan itu, Mas. Kalau misal Mas Brahma memang ingin, aku siap melayani kok. Kapan pun Mas mau. Cuma aku terkejut saja sudah berganti baju. Hehe..." ucap Starla seraya tertawa kecil. Ia berusaha menutupi rasa cemasnya agar tidak terlihat oleh suaminya itu.

"Mas mau mandi dulu atau aku?"

"Kamu saja dulu, aku masih mau rebahan di kasur."

"Mau aku temenin rebahannya?" goda Starla.

"Boleh," jawab Brahma yang seketika membuat Starla terkejut. Tumben suaminya seperti ini. Biasanya Brahma sering menghindarinya jika Starla tengah menggodanya.

Tanpa basa-basi Starla mengurungkan niatnya untuk pergi ke kamar mandi. Ia langsung naik ke atas ranjang dan masuk kembali ke dalam selimut yang sama bersama Brahma. Bahkan ia memeluk tubuh suaminya itu hingga mendusel-dusel yang sontak membuat Brahma kegelian.

"Haha... geli, La."

"Biarin, bau Mas Brahma enak soalnya."

"Kan ini masih bau jig0ng, belum mandi. Kok malah enak. Lucu banget kamu, La."

"Pokoknya aku suka," ujar Starla seraya tersenyum bahagia.

"Jangan erat-erat peluknya nanti ada yang bangun," celetuk Brahma.

"Apa?" tanya Starla yang mendadak bingung. Maklum pagi hari baru bangun tidur, pikirannya masih belum fokus. Ia mendongakkan kepalanya seraya menatap wajah Brahma. Sontak Brahma pun menurunkan pandangannya membalas tatapan Starla.

"Bagian tubuhku yang selalu bangun secara otomatis setiap pagi terutama. Semua laki-laki normal begitu," jawab Brahma tanpa tedheng aling-aling.

Blussh...

Seketika pipi Starla memerah karena tersipu malu. Akhirnya ia paham yang dimaksud oleh Brahma yakni megalodon yang ada di bawah perut suaminya itu. Senjata yang membawa bibit masa depan yang otomatis bangkit setiap pagi. Terlebih ditambah bersentuhan kulit dengan lawan jenis seperti sekarang ini, semakin bangkit pastinya megalodon milik Brahma.

"Mau aku bantu tidurkan?" goda Starla tanpa basa-basi sekaligus menawarkan suatu kenikmatan yang hakiki pada suaminya itu.

Bersambung...

🍁🍁🍁

Terpopuler

Comments

💕 fel_da 💕

💕 fel_da 💕

lebih tertarik ig nya kak safira daripada megalodonnya brahma 😆

2024-12-07

1

🔥⃞⃟ˢᶠᶻsᥲᥒ𝗍іE𝆯⃟🚀🦚⃝⃟ˢᴴ

🔥⃞⃟ˢᶠᶻsᥲᥒ𝗍іE𝆯⃟🚀🦚⃝⃟ˢᴴ

nah loh brahma mau gak nih 🤣🤣dah di tawarin begitu saja istri

2024-09-26

0

Putri Dhamayanti

Putri Dhamayanti

Starla yg nawarin akooh yg kebat kebit 🤣🤣🤣

2024-09-21

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Dalam Pengaruh Obat
2 Bab 2 - Kontrak Pernikahan
3 Bab 3 - Gang Ding Dong
4 Bab 4 - Menjual Anak Perempuan Untuk Melunasi Hutang
5 Bab 5 - SAH (Pernikahan)
6 Bab 6 - Kamar Pengantin
7 Bab 7 - Pengantin Lama vs Pengantin Baru
8 Bab 8 - Kabar Pernikahan
9 Bab 9 - Ajeng Notokusumo
10 Bab 10 - Memberi Nafkah
11 Bab 11 - Membuat Banyak Kenangan
12 Bab 12 - Kedatangan Tamu
13 Bab 13 - Mantan Kekasih
14 Bab 14 - Penyesalan (Ajeng)
15 Bab 15 - Ingin Beri Kejutan
16 Bab 16 - Sebuah Undangan
17 Bab 17 - Menginap di Hotel
18 Bab 18 - Mengeluarkan Unek-Unek
19 Bab 19 - Sebuah Bekas Luka
20 Bab 20 - Terpaksa Berbohong
21 Bab 21 - Bertemu Mami Monic
22 Bab 22 - Sebuah Keputusan Penting (Mami Monic)
23 Bab 23 - Siapa Monic ?
24 Bab 24 - Masa Lalu (Mami Monic)
25 Bab 25 - Terjerat Benang Merah Masa Lalu
26 PROMO KARYA
27 Bab 26 - Mulai Candu
28 Bab 27 - Perkara Kejar Setoran
29 Bab 28 - Acara Pembukaan Butik Milik Ajeng
30 Bab 29 - Starla vs Ajeng
31 Bab 30 - Sebuah Ide Perjodohan
32 Bab 31 - Ulat Bulu
33 Bab 32 - Reuni SMA
34 Bab 33 - Ajeng Berulah (Senjata Makan Tuan)
35 Bab 34 - Wujud Cinta Starla
36 Bab 35 - Tinggal Bersama Mertua
37 Bab 36 - Baby Loading (Hamil)
38 Bab 37 - Jangan Sampai Lolos
39 Bab 38 - Ziarah Kubur
40 Bab 39 - Membuntuti Menantu (Bening)
41 Bab 40 - Perubahan Sikap Bening
42 Bab 41 - Makan Malam Sendu
43 Bab 42 - Pertengkaran (Arjuna dan Bening)
44 Bab 43 - Pertemuan Tak Terduga (Arjuna dan Mami Monic)
45 Bab 44 - Menangis Bersama
46 Bab 45 - Pagi Milik Brahma dan Starla
47 Bab 46 - Curhat
48 Bab 47 - Morning Sickness
49 Bab 48 - Pingsan
50 Bab 49 - Siapa Yang Tega ?
51 Bab 50 - Selaksa Kecewa Bercampur Emosi
52 Bab 51 - Cinta dan Keikhlasan
53 Bab 52 - Berbicara Empat Mata
54 Bab 53 - Saling Mengancam
55 Bab 54 - Menjenguk Bening
56 Bab 55 - Sebuah Tamparan
57 Bab 56 - Tak Ada Manusia Yang Sempurna
58 Bab 57 - Upaya Terakhir
59 Bab 58 - Aku Rela (Starla)
60 Bab 59 - Rencana Liburan
61 Bab 60 - Berpamitan ke Bandung
62 Bab 61 - Melepas Rindu
63 Bab 62 - Sedikit Gemuk
64 Bab 63 - Jalan-Jalan Malam
65 Bab 64 - Permintaan Starla
66 Bab 65 - Kemarahan Brahma
67 Bab 66 - Lima Puluh Tahu Sumedang
68 Bab 67 - Minta Izin (Starla)
69 Bab 68 - Aku Kangen Mami (Starla)
70 Bab 69 - Bersiap Menjauh dan Pergi (Starla)
71 Bab 70 - Undangan Spesial dari Tuhan (Umroh)
72 Bab 71 - Arti Kehadiranmu
73 Bab 72 - Kejutan (Terkejut)
74 Bab 73 - Pulang ke Jakarta
75 Bab 74 - Penyesalan Berbalut Rindu dan Cinta (Brahma)
76 Bab 75 - Mulai Terkuak
77 Bab 76 - Kado Pemberian Starla
78 Bab 77 - Penyesalan dan Tangis (Brahma-Bening)
79 Bab 78 - Kegaduhan di Rumah Sakit
80 Bab 79 - Kondisi Terkini
81 Bab 80 - Kehamilan Simpatik
82 Bab 81 - Kondisi Starla
83 Bab 82 - Asuransi Jiwa (500 Juta)
84 Bab 83 - Apa Aku Hamil ? (Ajeng)
85 Bab 84 - Huru-Hara
86 Bab 85 - Bertemu Sang Belahan Jiwa
87 Bab 86 - Buku Harian Milik Starla
88 Bab 87 - Ungkapan Cinta (Brahma-Starla)
89 Bab 88 - Bersimbah Darah
90 Bab 89 - Gelayut Mendung
91 Bab 90 - Bangun dari Koma (Starla)
92 Bab 91 - Akhir Tragis Tersangka Utama (Pembunuhan Mami Monic)
93 Bab 92 - Pernikahan Dadakan (Ravi dan Ajeng)
94 Bab 93 - Pernikahan Kontrak (Ravi-Ajeng)
95 Bab 94 - Acara Menjenguk Anak (Ravi-Ajeng)
96 Bab 95 - Menjelang Lahiran (Ravi-Ajeng)
97 Bab 96 - Keguguran (Ravi-Ajeng)
98 Bab 97 - Ungkapan Cinta (Ravi-Ajeng)
99 Bab 98 - Pohon Jambu Megalodon (Brahma-Starla)
100 Bab 99 - Menuju Penghujung Kisah
101 Bab 100 - Indahnya Saling Memaafkan
102 Bab 101 - Akhir Kisah (Keluarga Bahagia)
103 PROMO KARYA BARU
104 PROMO KARYA BARU
105 PROMO NOVEL BARU
Episodes

Updated 105 Episodes

1
Bab 1 - Dalam Pengaruh Obat
2
Bab 2 - Kontrak Pernikahan
3
Bab 3 - Gang Ding Dong
4
Bab 4 - Menjual Anak Perempuan Untuk Melunasi Hutang
5
Bab 5 - SAH (Pernikahan)
6
Bab 6 - Kamar Pengantin
7
Bab 7 - Pengantin Lama vs Pengantin Baru
8
Bab 8 - Kabar Pernikahan
9
Bab 9 - Ajeng Notokusumo
10
Bab 10 - Memberi Nafkah
11
Bab 11 - Membuat Banyak Kenangan
12
Bab 12 - Kedatangan Tamu
13
Bab 13 - Mantan Kekasih
14
Bab 14 - Penyesalan (Ajeng)
15
Bab 15 - Ingin Beri Kejutan
16
Bab 16 - Sebuah Undangan
17
Bab 17 - Menginap di Hotel
18
Bab 18 - Mengeluarkan Unek-Unek
19
Bab 19 - Sebuah Bekas Luka
20
Bab 20 - Terpaksa Berbohong
21
Bab 21 - Bertemu Mami Monic
22
Bab 22 - Sebuah Keputusan Penting (Mami Monic)
23
Bab 23 - Siapa Monic ?
24
Bab 24 - Masa Lalu (Mami Monic)
25
Bab 25 - Terjerat Benang Merah Masa Lalu
26
PROMO KARYA
27
Bab 26 - Mulai Candu
28
Bab 27 - Perkara Kejar Setoran
29
Bab 28 - Acara Pembukaan Butik Milik Ajeng
30
Bab 29 - Starla vs Ajeng
31
Bab 30 - Sebuah Ide Perjodohan
32
Bab 31 - Ulat Bulu
33
Bab 32 - Reuni SMA
34
Bab 33 - Ajeng Berulah (Senjata Makan Tuan)
35
Bab 34 - Wujud Cinta Starla
36
Bab 35 - Tinggal Bersama Mertua
37
Bab 36 - Baby Loading (Hamil)
38
Bab 37 - Jangan Sampai Lolos
39
Bab 38 - Ziarah Kubur
40
Bab 39 - Membuntuti Menantu (Bening)
41
Bab 40 - Perubahan Sikap Bening
42
Bab 41 - Makan Malam Sendu
43
Bab 42 - Pertengkaran (Arjuna dan Bening)
44
Bab 43 - Pertemuan Tak Terduga (Arjuna dan Mami Monic)
45
Bab 44 - Menangis Bersama
46
Bab 45 - Pagi Milik Brahma dan Starla
47
Bab 46 - Curhat
48
Bab 47 - Morning Sickness
49
Bab 48 - Pingsan
50
Bab 49 - Siapa Yang Tega ?
51
Bab 50 - Selaksa Kecewa Bercampur Emosi
52
Bab 51 - Cinta dan Keikhlasan
53
Bab 52 - Berbicara Empat Mata
54
Bab 53 - Saling Mengancam
55
Bab 54 - Menjenguk Bening
56
Bab 55 - Sebuah Tamparan
57
Bab 56 - Tak Ada Manusia Yang Sempurna
58
Bab 57 - Upaya Terakhir
59
Bab 58 - Aku Rela (Starla)
60
Bab 59 - Rencana Liburan
61
Bab 60 - Berpamitan ke Bandung
62
Bab 61 - Melepas Rindu
63
Bab 62 - Sedikit Gemuk
64
Bab 63 - Jalan-Jalan Malam
65
Bab 64 - Permintaan Starla
66
Bab 65 - Kemarahan Brahma
67
Bab 66 - Lima Puluh Tahu Sumedang
68
Bab 67 - Minta Izin (Starla)
69
Bab 68 - Aku Kangen Mami (Starla)
70
Bab 69 - Bersiap Menjauh dan Pergi (Starla)
71
Bab 70 - Undangan Spesial dari Tuhan (Umroh)
72
Bab 71 - Arti Kehadiranmu
73
Bab 72 - Kejutan (Terkejut)
74
Bab 73 - Pulang ke Jakarta
75
Bab 74 - Penyesalan Berbalut Rindu dan Cinta (Brahma)
76
Bab 75 - Mulai Terkuak
77
Bab 76 - Kado Pemberian Starla
78
Bab 77 - Penyesalan dan Tangis (Brahma-Bening)
79
Bab 78 - Kegaduhan di Rumah Sakit
80
Bab 79 - Kondisi Terkini
81
Bab 80 - Kehamilan Simpatik
82
Bab 81 - Kondisi Starla
83
Bab 82 - Asuransi Jiwa (500 Juta)
84
Bab 83 - Apa Aku Hamil ? (Ajeng)
85
Bab 84 - Huru-Hara
86
Bab 85 - Bertemu Sang Belahan Jiwa
87
Bab 86 - Buku Harian Milik Starla
88
Bab 87 - Ungkapan Cinta (Brahma-Starla)
89
Bab 88 - Bersimbah Darah
90
Bab 89 - Gelayut Mendung
91
Bab 90 - Bangun dari Koma (Starla)
92
Bab 91 - Akhir Tragis Tersangka Utama (Pembunuhan Mami Monic)
93
Bab 92 - Pernikahan Dadakan (Ravi dan Ajeng)
94
Bab 93 - Pernikahan Kontrak (Ravi-Ajeng)
95
Bab 94 - Acara Menjenguk Anak (Ravi-Ajeng)
96
Bab 95 - Menjelang Lahiran (Ravi-Ajeng)
97
Bab 96 - Keguguran (Ravi-Ajeng)
98
Bab 97 - Ungkapan Cinta (Ravi-Ajeng)
99
Bab 98 - Pohon Jambu Megalodon (Brahma-Starla)
100
Bab 99 - Menuju Penghujung Kisah
101
Bab 100 - Indahnya Saling Memaafkan
102
Bab 101 - Akhir Kisah (Keluarga Bahagia)
103
PROMO KARYA BARU
104
PROMO KARYA BARU
105
PROMO NOVEL BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!