Bab 15 - Ingin Beri Kejutan

Keesokan paginya tepat di hari Minggu, pengantin baru yang menikah atas dasar kontrak itu pun berpamitan pada Arjuna dan Bening. Dikarenakan hari Senin, mereka semua sudah bekerja kembali seperti biasa.

"Sering-sering ya main ke rumah Papa dan Mama," ucap Bening sendu melepas Brahma dan Starla. Ia terus memeluk erat tubuh putra dan menantunya itu.

"Iya, Ma. Lala janji nanti sering-sering main ke sini. Misal Mas Brahma sibuk dinas dan enggak sempat ke sini, Lala boleh kan ke Jakarta sendiri?"

"Tentu saja boleh, Sayang. Rumah Papa dan Mama selalu terbuka untukmu. Yang penting kamu sebagai istri, sudah dapat izin suami buat ke Jakarta." Starla pun menganggukkan kepalanya.

"Jangan terlalu memforsir diri dengan pekerjaan. Saat ini tanggung jawabmu sudah bertambah. Percayalah, istri yang bahagia niscaya membawa banyak berkah juga untuk suaminya baik itu rezeki berupa materi, karir, maupun kesehatan. Bahagiakan istrimu. Lala sudah yatim piatu, kamu pasti tahu dan paham pahala seseorang yang membahagiakan anak yatim piatu seperti apa."

"Iya, Pa. Brahma akan berusaha bahagiain Lala," ucap Brahma seraya memeluk tubuh Arjuna.

"Bukan berusaha tapi wajib," sahut Bening. "Awas kalau sampai kamu buat putri Mama nangis. Lebih baik kamu enggak usah pulang lagi ke rumah Papa dan Mama," ancam Bening.

Starla semakin tak mampu menahan genangan air mata yang memenuhi ruang pandangnya saat ini. Sungguh ia tak menyangka kedatangannya di keluarga Brahma, membawa banyak kebahagiaan untuk dirinya serta orang tua Brahma sendiri.

Entah bagaimana kesedihannya nanti jika ia harus melepaskan semuanya. Starla tak mampu membayangkan rasa itu. Pasti hatinya akan sangat sedih.

☘️☘️

Empat bulan berlalu.

Hari ini sudah empat bulan lebih pernikahan Brahma dan Starla. Semuanya berjalan dengan baik dan lancar. Namun jangan bertanya urusan nafkah batin alias penyatuan raga di atas ranjang, keduanya justru tinggal satu atap yang sama namun berbeda kamar.

Starla berusaha menerima tanpa banyak protes. Ia merasa Brahma seakan masih sulit menerima dirinya layaknya istri sungguhan perihal nafkah batin terutama. Untuk materi dan sekedar perhatian, Brahma melakukannya dengan cukup baik. Apapun yang terjadi, Starla tetap berusaha melakukan semua kewajibannya dengan baik sebagai seorang istri.

Brahma dan Starla memang tak mempekerjakan pembantu yang selalu menginap selama 24 jam full di rumah. Akan tetapi, setiap dua hari sekali akan ada pembantu yang datang guna bersih-bersih di rumah mereka.

Keduanya sepakat tinggal di sebuah perumahan. Brahma tidak menempati rumah dinas karena ia butuh privasi dengan Starla sekaligus berjaga-jaga. Namun perumahan yang mereka tempati cukup ketat dan memakai one gate system. Setiap tamu yang datang, wajib menunjukkan KTP atau kartu identitasnya.

☘️☘️

Hari ini adalah hari terakhir Starla bekerja di stasiun sebagai customer service. Tari, sahabat dekatnya yang juga hadir di pernikahan Brahma dan Starla, begitu sedih karena akan jarang bertemu.

"Kenapa kamu mesti resign sih, La? Padahal kan Pak Agus sudah mau memperpanjang kontrak kerjamu. Dua tahun lagi malah kamu akan jadi pegawai tetap di sini asal lolos tes. Aku yakin kamu pasti lolos. Otakmu kan enc3r,"

"Ingin menikmati sisa hidup, Tar."

"Please deh, selalu ngomongin hal itu. Nyebelin banget!" gerutu Tari.

Sebagai sahabat tentunya Tari tahu perihal kondisi kesehatan Starla yang tiga tahun terakhir ini mengalami penurunan karena penyakit jantungnya. Tari juga dilema sebenarnya. Sebab, Starla memang butuh banyak istirahat dan tidak boleh terlalu capek atau stres agar penyakitnya tidak semakin memburuk.

Akan tetapi, Starla jika diam tanpa melalukan kegiatan juga tidak baik. Tari khawatir Starla akan stres karena Brahma tak bisa mencintainya. Starla pasti banyak melamun jika sendirian tanpa kesibukan.

Keduanya saat ini berada di sebuah cafe tak jauh dari stasiun, usai berpamitan dengan atasan dan rekan-rekannya. Tari yang hari ini sedang libur bekerja, sengaja menemani Starla. Tari juga bekerja di stasiun yang sama dengan Starla hanya saja berbeda bagian. Tari bekerja di bagian penjualan tiket sekaligus punya job sampingan sebagai agen asuransi. Statusnya masih jomblo abadi.

"Setelah ini kesibukanmu apa saja, La?" tanya Tari.

"Jadi istri salihah sekaligus Ibu Bhayangkari sejati selama sisa kontrak yang ada," jawab Starla.

"Sampai sekarang cuma aku sama dokter saja yang tahu perihal kondisi penyakitmu yang terus menurun?"

"Iya, Tar."

"Saranku, kasih tahu suamimu. Dia kan banyak duit. Pasti dia rela bantu kamu cari donor jantung atau bawa berobat ke luar negeri kek,"

"Biar tetap seperti ini saja, Tar. Aku enggak mau repotin banyak orang. Jika memang sudah waktunya pergi ya aku sudah ikhlas,"

"Lala ih, enggak boleh pasrah begitu. Sebagai manusia yang beriman, kita harus terus berikhtiar apapun jalannya, selama itu baik. Tuhan kirim Brahma di hidupmu bukan tanpa alasan. Pasti ada yang Tuhan kehendaki untuk kehidupan kalian berdua. Walaupun jalannya agak lain daripada pernikahan pada umumnya. Siapa tahu Brahma yang ganteng plus tajir itu hadir memang buat bantu hidupmu terutama dari segi biaya pengobatan dan juga jodohmu. Who knows?"

Starla hanya bisa terdiam mendengar Tari berbicara panjang lebar. Apa yang disampaikan Tari padanya memang benar namun Starla tetaplah Starla. Sejak dulu dirinya memang keras pada dirinya sendiri. Tak ingin membebani orang lain itulah prinsip hidupnya. Sejak kecil sudah bekerja apapun selagi halal. Wanita pekerja keras yang mandiri.

"Kamu harus janji Tar, jangan kasih tahu Mas Brahma atau siapapun soal penyakitku."

Tari hanya mampu terdiam. Ia sedang kesal dengan Starla sebab tetap bungkam perihal sakitnya.

"Tar,"

"Iya," jawab Tari singkat.

"Nah, gitu dong. Itu baru namanya Tari, sahabatku." Starla memeluk hangat Tari. Otomatis Tari pun membalas pelukan hangat dari Starla.

"Iya, aku enggak janji bakal diam terus, La. Kalau suatu ketika mulutku ember, tolong maafin aku." Tari hanya mampu berucap dalam hati. Sungguh ia begitu sedih melihat kondisi Starla. Dirinya sudah bersahabat dengan Starla sejak SMP hingga sekarang.

☘️☘️

Setelah cukup lama berbincang akhirnya kedua sahabat itu pun memutuskan untuk pulang.

"Ayo, aku anterin kamu pulang."

"Enggak usah, Tar. Makasih banyak,"

"Sekarang jadi istri Kapolsek enggak mau naik motor bututku lagi nih," ledek Tari.

"Bukan begitu, Tar. Aku sudah pesan taksi. Aku mau ngajakin Mas Brahma buat makan siang bareng,"

"Oh, jadi kamu sudah janjian sama suamimu buat makan siang toh. Pantes aku ajakin makan siang langganan kita ayam geprek lambe j0ntor enggak mau. Mau makan siang romantis ternyata. Cie...cie...cie..." goda Tari.

"Aku mau kasih kejutan saja. Belum bikin janji sih sama Mas Brahma. Semoga dia enggak terlalu sibuk hari ini. Soalnya sudah sebulan terakhir ini Mas Brahma suka pulang malam banget,"

"Ya sudah hati-hati di jalan. Kalau ada apa-apa hubungi aku. Ingat, di dunia ini jika semua orang menolakmu atau membencimu, masih ada Tari, sahabatmu yang siap menerimamu apa adanya. Paham?"

"Siap Bu Tari yang baik hati sedunia pokoknya. Hehe..."

"Good," ujar Tari.

☘️☘️

Taksi yang membawa Starla baru saja tiba di halaman Polsek, tempat Brahma berdinas. Jam sudah menunjukkan pukul 12.30 WIB.

"Semoga Mas Brahma belum keluar buat makan siang," batin Starla.

Hari ini dirinya sengaja tidak membawakan bekal untuk Brahma. Setelah selesai urusan di stasiun, Starla memang berencana datang ke tempat kerja suaminya guna mengajak makan siang secara kejutan.

Dua jam yang lalu, Starla sempat mengirimkan pesan teks pada suaminya untuk menanyakan posisi lelaki itu ada di mana. Brahma bilang enggak ada operasi di luar hari ini, jadi ia masih berada di Polsek.

Tap...tap...tap...

Starla berjalan memasuki area Polsek. Salah satu anak buah Brahma yang bertugas pun menyambutnya dengan baik secara otomatis.

"Suamiku ada kan?"

"Maaf, Bu. Komandan baru saja keluar sekitar lima belas menit yang lalu,"

Deg...

"Keluar ke mana?"

"Katanya pamit makan siang sama temannya yang tadi ke sini,"

"Teman? Pria atau wanita?"

"Wanita, Bu."

"Siapa namanya?" cecar Starla yang penasaran.

Bersambung...

🍁🍁🍁

Terpopuler

Comments

🔥⃞⃟ˢᶠᶻsᥲᥒ𝗍іE𝆯⃟🚀🦚⃝⃟ˢᴴ

🔥⃞⃟ˢᶠᶻsᥲᥒ𝗍іE𝆯⃟🚀🦚⃝⃟ˢᴴ

semoga bukan starla ya malah terkejut dengan mengajak makan siang suaminya itu

2024-09-26

1

Putri Dhamayanti

Putri Dhamayanti

Ajeng kah?

2024-09-21

1

Putri Dhamayanti

Putri Dhamayanti

peluk Tariiii 🤗

2024-09-21

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Dalam Pengaruh Obat
2 Bab 2 - Kontrak Pernikahan
3 Bab 3 - Gang Ding Dong
4 Bab 4 - Menjual Anak Perempuan Untuk Melunasi Hutang
5 Bab 5 - SAH (Pernikahan)
6 Bab 6 - Kamar Pengantin
7 Bab 7 - Pengantin Lama vs Pengantin Baru
8 Bab 8 - Kabar Pernikahan
9 Bab 9 - Ajeng Notokusumo
10 Bab 10 - Memberi Nafkah
11 Bab 11 - Membuat Banyak Kenangan
12 Bab 12 - Kedatangan Tamu
13 Bab 13 - Mantan Kekasih
14 Bab 14 - Penyesalan (Ajeng)
15 Bab 15 - Ingin Beri Kejutan
16 Bab 16 - Sebuah Undangan
17 Bab 17 - Menginap di Hotel
18 Bab 18 - Mengeluarkan Unek-Unek
19 Bab 19 - Sebuah Bekas Luka
20 Bab 20 - Terpaksa Berbohong
21 Bab 21 - Bertemu Mami Monic
22 Bab 22 - Sebuah Keputusan Penting (Mami Monic)
23 Bab 23 - Siapa Monic ?
24 Bab 24 - Masa Lalu (Mami Monic)
25 Bab 25 - Terjerat Benang Merah Masa Lalu
26 PROMO KARYA
27 Bab 26 - Mulai Candu
28 Bab 27 - Perkara Kejar Setoran
29 Bab 28 - Acara Pembukaan Butik Milik Ajeng
30 Bab 29 - Starla vs Ajeng
31 Bab 30 - Sebuah Ide Perjodohan
32 Bab 31 - Ulat Bulu
33 Bab 32 - Reuni SMA
34 Bab 33 - Ajeng Berulah (Senjata Makan Tuan)
35 Bab 34 - Wujud Cinta Starla
36 Bab 35 - Tinggal Bersama Mertua
37 Bab 36 - Baby Loading (Hamil)
38 Bab 37 - Jangan Sampai Lolos
39 Bab 38 - Ziarah Kubur
40 Bab 39 - Membuntuti Menantu (Bening)
41 Bab 40 - Perubahan Sikap Bening
42 Bab 41 - Makan Malam Sendu
43 Bab 42 - Pertengkaran (Arjuna dan Bening)
44 Bab 43 - Pertemuan Tak Terduga (Arjuna dan Mami Monic)
45 Bab 44 - Menangis Bersama
46 Bab 45 - Pagi Milik Brahma dan Starla
47 Bab 46 - Curhat
48 Bab 47 - Morning Sickness
49 Bab 48 - Pingsan
50 Bab 49 - Siapa Yang Tega ?
51 Bab 50 - Selaksa Kecewa Bercampur Emosi
52 Bab 51 - Cinta dan Keikhlasan
53 Bab 52 - Berbicara Empat Mata
54 Bab 53 - Saling Mengancam
55 Bab 54 - Menjenguk Bening
56 Bab 55 - Sebuah Tamparan
57 Bab 56 - Tak Ada Manusia Yang Sempurna
58 Bab 57 - Upaya Terakhir
59 Bab 58 - Aku Rela (Starla)
60 Bab 59 - Rencana Liburan
61 Bab 60 - Berpamitan ke Bandung
62 Bab 61 - Melepas Rindu
63 Bab 62 - Sedikit Gemuk
64 Bab 63 - Jalan-Jalan Malam
65 Bab 64 - Permintaan Starla
66 Bab 65 - Kemarahan Brahma
67 Bab 66 - Lima Puluh Tahu Sumedang
68 Bab 67 - Minta Izin (Starla)
69 Bab 68 - Aku Kangen Mami (Starla)
70 Bab 69 - Bersiap Menjauh dan Pergi (Starla)
71 Bab 70 - Undangan Spesial dari Tuhan (Umroh)
72 Bab 71 - Arti Kehadiranmu
73 Bab 72 - Kejutan (Terkejut)
74 Bab 73 - Pulang ke Jakarta
75 Bab 74 - Penyesalan Berbalut Rindu dan Cinta (Brahma)
76 Bab 75 - Mulai Terkuak
77 Bab 76 - Kado Pemberian Starla
78 Bab 77 - Penyesalan dan Tangis (Brahma-Bening)
79 Bab 78 - Kegaduhan di Rumah Sakit
80 Bab 79 - Kondisi Terkini
81 Bab 80 - Kehamilan Simpatik
82 Bab 81 - Kondisi Starla
83 Bab 82 - Asuransi Jiwa (500 Juta)
84 Bab 83 - Apa Aku Hamil ? (Ajeng)
85 Bab 84 - Huru-Hara
86 Bab 85 - Bertemu Sang Belahan Jiwa
87 Bab 86 - Buku Harian Milik Starla
88 Bab 87 - Ungkapan Cinta (Brahma-Starla)
89 Bab 88 - Bersimbah Darah
90 Bab 89 - Gelayut Mendung
91 Bab 90 - Bangun dari Koma (Starla)
92 Bab 91 - Akhir Tragis Tersangka Utama (Pembunuhan Mami Monic)
93 Bab 92 - Pernikahan Dadakan (Ravi dan Ajeng)
94 Bab 93 - Pernikahan Kontrak (Ravi-Ajeng)
95 Bab 94 - Acara Menjenguk Anak (Ravi-Ajeng)
96 Bab 95 - Menjelang Lahiran (Ravi-Ajeng)
97 Bab 96 - Keguguran (Ravi-Ajeng)
98 Bab 97 - Ungkapan Cinta (Ravi-Ajeng)
99 Bab 98 - Pohon Jambu Megalodon (Brahma-Starla)
100 Bab 99 - Menuju Penghujung Kisah
101 Bab 100 - Indahnya Saling Memaafkan
102 Bab 101 - Akhir Kisah (Keluarga Bahagia)
103 PROMO KARYA BARU
104 PROMO KARYA BARU
105 PROMO NOVEL BARU
Episodes

Updated 105 Episodes

1
Bab 1 - Dalam Pengaruh Obat
2
Bab 2 - Kontrak Pernikahan
3
Bab 3 - Gang Ding Dong
4
Bab 4 - Menjual Anak Perempuan Untuk Melunasi Hutang
5
Bab 5 - SAH (Pernikahan)
6
Bab 6 - Kamar Pengantin
7
Bab 7 - Pengantin Lama vs Pengantin Baru
8
Bab 8 - Kabar Pernikahan
9
Bab 9 - Ajeng Notokusumo
10
Bab 10 - Memberi Nafkah
11
Bab 11 - Membuat Banyak Kenangan
12
Bab 12 - Kedatangan Tamu
13
Bab 13 - Mantan Kekasih
14
Bab 14 - Penyesalan (Ajeng)
15
Bab 15 - Ingin Beri Kejutan
16
Bab 16 - Sebuah Undangan
17
Bab 17 - Menginap di Hotel
18
Bab 18 - Mengeluarkan Unek-Unek
19
Bab 19 - Sebuah Bekas Luka
20
Bab 20 - Terpaksa Berbohong
21
Bab 21 - Bertemu Mami Monic
22
Bab 22 - Sebuah Keputusan Penting (Mami Monic)
23
Bab 23 - Siapa Monic ?
24
Bab 24 - Masa Lalu (Mami Monic)
25
Bab 25 - Terjerat Benang Merah Masa Lalu
26
PROMO KARYA
27
Bab 26 - Mulai Candu
28
Bab 27 - Perkara Kejar Setoran
29
Bab 28 - Acara Pembukaan Butik Milik Ajeng
30
Bab 29 - Starla vs Ajeng
31
Bab 30 - Sebuah Ide Perjodohan
32
Bab 31 - Ulat Bulu
33
Bab 32 - Reuni SMA
34
Bab 33 - Ajeng Berulah (Senjata Makan Tuan)
35
Bab 34 - Wujud Cinta Starla
36
Bab 35 - Tinggal Bersama Mertua
37
Bab 36 - Baby Loading (Hamil)
38
Bab 37 - Jangan Sampai Lolos
39
Bab 38 - Ziarah Kubur
40
Bab 39 - Membuntuti Menantu (Bening)
41
Bab 40 - Perubahan Sikap Bening
42
Bab 41 - Makan Malam Sendu
43
Bab 42 - Pertengkaran (Arjuna dan Bening)
44
Bab 43 - Pertemuan Tak Terduga (Arjuna dan Mami Monic)
45
Bab 44 - Menangis Bersama
46
Bab 45 - Pagi Milik Brahma dan Starla
47
Bab 46 - Curhat
48
Bab 47 - Morning Sickness
49
Bab 48 - Pingsan
50
Bab 49 - Siapa Yang Tega ?
51
Bab 50 - Selaksa Kecewa Bercampur Emosi
52
Bab 51 - Cinta dan Keikhlasan
53
Bab 52 - Berbicara Empat Mata
54
Bab 53 - Saling Mengancam
55
Bab 54 - Menjenguk Bening
56
Bab 55 - Sebuah Tamparan
57
Bab 56 - Tak Ada Manusia Yang Sempurna
58
Bab 57 - Upaya Terakhir
59
Bab 58 - Aku Rela (Starla)
60
Bab 59 - Rencana Liburan
61
Bab 60 - Berpamitan ke Bandung
62
Bab 61 - Melepas Rindu
63
Bab 62 - Sedikit Gemuk
64
Bab 63 - Jalan-Jalan Malam
65
Bab 64 - Permintaan Starla
66
Bab 65 - Kemarahan Brahma
67
Bab 66 - Lima Puluh Tahu Sumedang
68
Bab 67 - Minta Izin (Starla)
69
Bab 68 - Aku Kangen Mami (Starla)
70
Bab 69 - Bersiap Menjauh dan Pergi (Starla)
71
Bab 70 - Undangan Spesial dari Tuhan (Umroh)
72
Bab 71 - Arti Kehadiranmu
73
Bab 72 - Kejutan (Terkejut)
74
Bab 73 - Pulang ke Jakarta
75
Bab 74 - Penyesalan Berbalut Rindu dan Cinta (Brahma)
76
Bab 75 - Mulai Terkuak
77
Bab 76 - Kado Pemberian Starla
78
Bab 77 - Penyesalan dan Tangis (Brahma-Bening)
79
Bab 78 - Kegaduhan di Rumah Sakit
80
Bab 79 - Kondisi Terkini
81
Bab 80 - Kehamilan Simpatik
82
Bab 81 - Kondisi Starla
83
Bab 82 - Asuransi Jiwa (500 Juta)
84
Bab 83 - Apa Aku Hamil ? (Ajeng)
85
Bab 84 - Huru-Hara
86
Bab 85 - Bertemu Sang Belahan Jiwa
87
Bab 86 - Buku Harian Milik Starla
88
Bab 87 - Ungkapan Cinta (Brahma-Starla)
89
Bab 88 - Bersimbah Darah
90
Bab 89 - Gelayut Mendung
91
Bab 90 - Bangun dari Koma (Starla)
92
Bab 91 - Akhir Tragis Tersangka Utama (Pembunuhan Mami Monic)
93
Bab 92 - Pernikahan Dadakan (Ravi dan Ajeng)
94
Bab 93 - Pernikahan Kontrak (Ravi-Ajeng)
95
Bab 94 - Acara Menjenguk Anak (Ravi-Ajeng)
96
Bab 95 - Menjelang Lahiran (Ravi-Ajeng)
97
Bab 96 - Keguguran (Ravi-Ajeng)
98
Bab 97 - Ungkapan Cinta (Ravi-Ajeng)
99
Bab 98 - Pohon Jambu Megalodon (Brahma-Starla)
100
Bab 99 - Menuju Penghujung Kisah
101
Bab 100 - Indahnya Saling Memaafkan
102
Bab 101 - Akhir Kisah (Keluarga Bahagia)
103
PROMO KARYA BARU
104
PROMO KARYA BARU
105
PROMO NOVEL BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!