Bab 13 - Mantan Kekasih

Langkah kaki Starla mendadak berhenti kala telinganya mendengar riuh di ruang tamu. Ia juga melihat dengan jelas bahwa ada seorang tamu wanita berambut hitam nan panjang sedang duduk di depan kedua mertuanya.

Namun siapa wanita itu, ia tak tahu. Wajahnya juga saat ini tak bisa Starla lihat karena posisinya berada di belakang tamu wanita itu. Starla melihat ketiganya bercengkerama begitu asyik layaknya keluarga sendiri.

Ekor mata Arjuna melihat kedatangan Starla. Seketika ia berdiri dan tersenyum hangat pada menantunya yang tengah berdiri tak jauh dari area ruang tamu.

"La, kamu sudah datang." Arjuna menyapa hangat Starla.

"Assalammualaikum, Pa-Ma."

"Waalaikumsalam,"

Tamu wanita itu seketika menoleh ke arah Starla. Arjuna dan Bening sudah berdiri menyambut Starla dan tak jauh di belakang menantunya itu, putra kesayangan mereka yakni Brahma terlihat berjalan sedikit cepat dengan wajah yang tak biasa.

Pelukan hangat diberikan oleh Arjuna dan Bening pada Starla secara bergantian.

"Pa-Ma, maaf kami enggak bawa banyak oleh-oleh. Semoga Papa dan Mama suka pemberian dari kami," ucap Starla lembut seraya memberikan tentengan sebuah tas yang berisi oleh-oleh dari bulan madu pada Bening.

"Makasih banyak, Nak. Enggak perlu repot-repot segala," ucap Arjuna seraya mengelus lembut kepala Starla khas seorang ayah yang menyayangi putrinya.

"Benar kata Papa, kami justru pengin oleh-olehnya semoga tak lama lagi Tuhan memberikan kalian berdua seorang buah hati. Biar jumlah cucu di keluarga kita makin banyak jadi makin rame rumah ini. Bener kan Pa?" ujar Bening.

"Yoi, Sayang. Benar yang dibilang Mama, La. Soalnya Papa mau bikin kesebelasan sama para cucu. Biar semua cucuku ikut ke kubu kakeknya yang tampan ini daripada papanya. Hehe..." kelakar Arjuna seraya terkekeh sendiri. Starla tersenyum di depan Arjuna dan Bening usai mendengar permintaan mertuanya tersebut seraya batinnya mengaminkannya.

Saking asyiknya, mereka tanpa sengaja terlupa jika sedang ada tamu di rumah.

"Astaga, Mama sampai lupa kalau ada tamu. Sini La, Mama kenalin tamunya."

Bening pun menggandeng tangan Starla ke arah sofa ruang tamu. Sedangkan Brahma sejak tadi sudah terkejut bercampur aduk kala melihat langsung tamu yang tak ia sangka kehadirannya hari ini di rumah orang tuanya.

"Nah, Ajeng kenalkan ini Starla, istri Brahma." Bening saling memperkenalkan Ajeng dan Starla. "La, ini yang namanya Ajeng. Dia, sahabat Brahma sejak SMA. Kebetulan orang tua Ajeng, teman satu SMA yang sama dengan Mama dulu. Kami sekeluarga almamater sekolah Cita Bangsa di Jakarta."

Lalu Ajeng dan Starla pun saling bersalaman dan tersenyum. Walaupun sejujurnya hati Starla kini didera rasa campur aduk. Antara terkejut atas kedatangan Ajeng, sahabat sekaligus mantan kekasih suaminya, yang ternyata kedua orang tua Ajeng juga berteman baik dengan Bening, ibu mertuanya.

Fakta-fakta baru yang tak terduga bertubi datang ketika dirinya selepas pulang bulan madu. Starla semakin merasa insecure berada di tengah keluarga Brahma. Apalagi Ajeng sangat terlihat jelas berasal dari keluarga yang berpunya dan juga sangat cantik secara fisik. Walaupun Arjuna dan Bening memperlakukannya secara baik dan hangat di depan Ajeng.

Ya, orang tua Ajeng Notokusumo adalah Rendra Mahardika Notokusumo dan Luna. Keduanya adalah teman satu sekolah yang sama dengan Bening di Cita Bangsa, Jakarta. Cinta bersemi di SMA dan berakhir dengan pernikahan yang bahagia yakni Rendra dan Luna. Tuhan memberikan karunia seorang putri tunggal yang cantik yakni Ajeng Notokusumo.

Walaupun hubungan percintaan antara Ajeng dengan Brahma sudah kandas secara baik-baik sejak dua tahun yang lalu, namun hubungan pertemanan yang terjalin keluarga kedua belah pihak tersebut masih sangat baik dan tak putus komunikasi.

Brahma, Ajeng dan Ravi bersekolah di Cita Bangsa juga. Dari sanalah ketiganya akrab dan menjadi sahabat.

Pasti beberapa orang pernah mendengar sebuah kalimat yang menyatakan bahwa laki-laki dan perempuan tidak akan bisa menjadi teman saja. Pastinya ada urusan perasaan yang mendasari hubungan mereka. Dan menurut hasil beberapa penelitian memang membuktikan hal itu benar adanya.

☘️☘️

Kini mereka semua telah duduk bersama di ruang tamu yakni Bening, Arjuna, Brahma, Starla dan Ajeng.

"Starla kuliah di mana? Lalu, kenal Mas Brahma di mana?" tanya Ajeng dengan suara lembut dan tanpa basa-basi di depan semuanya.

Deg...

Starla cukup terkejut dengan pertanyaan Ajeng padanya. Namun ia berusaha tetap tenang dan senyum di wajahnya tak pernah redup. Ia menggenggam erat tangan suaminya yang tengah duduk di sampingnya. Lalu genggaman tangan itu ia letakkan di atas pahanya sendiri.

"Maaf Mbak Ajeng, saya hanya lulusan SMA. Mas Brahma sudah menyarankan untuk melanjutkan kuliah, namun saat ini saya memilih menundanya dahulu karena ingin beradaptasi menjadi seorang istri sekaligus Ibu Bhayangkari yang baik. Kami kenal pertama kali di stasiun saat enggak sengaja saya menemukan dompet Mas Brahma terjatuh lalu aku kembalikan," jawab Starla secara jujur.

Bening dan Arjuna tersenyum melihat kejujuran serta apa adanya dari diri Starla, menantunya. Brahma sejak tadi terus terfokus pada kehadiran Ajeng yang tak terduga. Sampai-sampai ia lupa jika di sampingnya ada istrinya yang sebenarnya rapuh namun pura-pura kuat.

"Ajeng, maaf ya. Tante dan Om tinggal sebentar ke belakang. Soalnya burungnya Om perlu diurus. Minggu depan mau ikut kompetisi per burungan se-Jakarta, siapa tahu menang. Walaupun dulu pernah ikut tapi kalah ujung-ujungnya. Haha..." sela Bening berpamitan seraya tertawa di depan semuanya. Ia sengaja mengajak suaminya pergi dari ruang tamu. Sebab, ia ingin memberi ruang dan waktu pada ketiganya tanpa kehadiran orang tua yang pastinya membuat canggung suasana.

"Memangnya Papa punya burung, Ma?" tanya Brahma tanpa tedheng aling-aling dengan wajah sok polosnya. Seketika bantalan sofa melayang ke wajah tampan suami Starla itu. Arjuna yang melemparnya. Beruntung Pak Kapolsek tampan kita ini begitu lihai menangkap lemparan dari Papanya barusan.

"Pasti punya lah. Burung yang enggak bisa terbang saja Papa punya kok. Malah tiap malam bikin Mamamu ketagihan minta terus. Ukurannya pasti lebih besar punya Papa daripada punyamu," ledek Arjuna sengaja menyerang balik lawan secara mematikan hingga ke titik terdalam menjadi tak berkutik.

"Enak saja! Punya Papa sudah loyo plus kisut, soalnya faktor U enggak bisa dibohongin. Wleeekk..." ujar Brahma tak terima.

"Mas, ih." Starla tertawa melihat kekonyolan Brahma dengan Arjuna seraya menegur lembut sang suami untuk menyudahi obrolan unfaedah ini yang penuh keab*surdan.

"Papa akan akui megalodonmu lebih besar dan per_kasa kalau bisa membuat Starla hamil dengan segera. Kalau enggak, artinya punya Papa yang jauh lebih besar dan tak ada lawan. Hehe..."

"Oke, siapa takut. Komandan harus bisa mengakui kehebatanku nantinya bahwa melebihi Anda," jawab Brahma tanpa sadar.

"Buktikan. Kalau cuma obral kata-kata alias janji manis tanpa bukti nyata, sama saja itu hoax, Bung."

"Ini apa-apaan sih! Malah bahas besar kecil megalodon punya. Ayo Pa, urus burung yang di belakang."

"Iya Sayangku, yang manisnya tiap hari makin bertambah sampai meluber,"

"Dasar modus," ujar Bening seraya memutar bola matanya jengah melihat tingkah suaminya yang satu ini tak pernah berubah sejak dulu sampai sekarang. Raja modus.

☘️☘️

Sejak tadi Ajeng begitu terkejut dan tak menyangka ternyata Bening dan Arjuna begitu akrab dengan Starla serta menerima istri Brahma tersebut dengan baik. Walaupun Starla berasal dari keluarga yang jauh di bawah mereka.

Ajeng sengaja datang ke kediaman orang tua Brahma untuk memberikan oleh-oleh dari luar negeri sekaligus melihat secara langsung kehidupan pernikahan Brahma dan Starla. Ajeng tak jadi mendatangi Brahma ke Bali. Sebab, jadwal pekerjaannya kala itu tak bisa ia tinggal begitu saja.

Ia tahu jika Brahma dan Starla pulang hari ini. Maka dari itu ia sengaja bertandang ke rumah orang tua Brahma sekaligus penasaran melihat langsung sosok Starla, istri dari mantan kekasihnya itu.

Hening tercipta beberapa saat di ruang tamu. Ketiganya masih terdiam dan belum ada yang bersuara kembali sepeninggal Arjuna dan Bening. Namun pada akhirnya Ajeng yang memutuskan bersuara terlebih dahulu guna memecah keheningan.

"Kok kamu nikah, enggak kabarin aku sih. Apa kamu semudah itu melupakan persahabatan sekaligus semua kenangan yang pernah terjadi antara kita di masa lalu?" tanya Ajeng tertuju pada Brahma.

Deg...

Bersambung...

🍁🍁🍁

*Yang sudah baca karya judul Bening, masih ingat kan siapa Rendra dan Luna, orang tua Ajeng serta kisah cinta mereka ketika SMA ?"

Terpopuler

Comments

Erna Misni

Erna Misni

iya ingat Thor Rendra adalah temen bening yg nakser sama bening tapi gak berani mengungkap kan nya.luna juga temen bening yg sering bela bening dari kejahilan della

2024-12-20

1

YuWie

YuWie

lupa2 ingat aku sama Rendra dan ajeng

2024-10-03

0

Putri Dhamayanti

Putri Dhamayanti

Ajeng...mo ngapain sih hadir ditengah2 mereka? Jangan jd pelakor deh

2024-09-21

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Dalam Pengaruh Obat
2 Bab 2 - Kontrak Pernikahan
3 Bab 3 - Gang Ding Dong
4 Bab 4 - Menjual Anak Perempuan Untuk Melunasi Hutang
5 Bab 5 - SAH (Pernikahan)
6 Bab 6 - Kamar Pengantin
7 Bab 7 - Pengantin Lama vs Pengantin Baru
8 Bab 8 - Kabar Pernikahan
9 Bab 9 - Ajeng Notokusumo
10 Bab 10 - Memberi Nafkah
11 Bab 11 - Membuat Banyak Kenangan
12 Bab 12 - Kedatangan Tamu
13 Bab 13 - Mantan Kekasih
14 Bab 14 - Penyesalan (Ajeng)
15 Bab 15 - Ingin Beri Kejutan
16 Bab 16 - Sebuah Undangan
17 Bab 17 - Menginap di Hotel
18 Bab 18 - Mengeluarkan Unek-Unek
19 Bab 19 - Sebuah Bekas Luka
20 Bab 20 - Terpaksa Berbohong
21 Bab 21 - Bertemu Mami Monic
22 Bab 22 - Sebuah Keputusan Penting (Mami Monic)
23 Bab 23 - Siapa Monic ?
24 Bab 24 - Masa Lalu (Mami Monic)
25 Bab 25 - Terjerat Benang Merah Masa Lalu
26 PROMO KARYA
27 Bab 26 - Mulai Candu
28 Bab 27 - Perkara Kejar Setoran
29 Bab 28 - Acara Pembukaan Butik Milik Ajeng
30 Bab 29 - Starla vs Ajeng
31 Bab 30 - Sebuah Ide Perjodohan
32 Bab 31 - Ulat Bulu
33 Bab 32 - Reuni SMA
34 Bab 33 - Ajeng Berulah (Senjata Makan Tuan)
35 Bab 34 - Wujud Cinta Starla
36 Bab 35 - Tinggal Bersama Mertua
37 Bab 36 - Baby Loading (Hamil)
38 Bab 37 - Jangan Sampai Lolos
39 Bab 38 - Ziarah Kubur
40 Bab 39 - Membuntuti Menantu (Bening)
41 Bab 40 - Perubahan Sikap Bening
42 Bab 41 - Makan Malam Sendu
43 Bab 42 - Pertengkaran (Arjuna dan Bening)
44 Bab 43 - Pertemuan Tak Terduga (Arjuna dan Mami Monic)
45 Bab 44 - Menangis Bersama
46 Bab 45 - Pagi Milik Brahma dan Starla
47 Bab 46 - Curhat
48 Bab 47 - Morning Sickness
49 Bab 48 - Pingsan
50 Bab 49 - Siapa Yang Tega ?
51 Bab 50 - Selaksa Kecewa Bercampur Emosi
52 Bab 51 - Cinta dan Keikhlasan
53 Bab 52 - Berbicara Empat Mata
54 Bab 53 - Saling Mengancam
55 Bab 54 - Menjenguk Bening
56 Bab 55 - Sebuah Tamparan
57 Bab 56 - Tak Ada Manusia Yang Sempurna
58 Bab 57 - Upaya Terakhir
59 Bab 58 - Aku Rela (Starla)
60 Bab 59 - Rencana Liburan
61 Bab 60 - Berpamitan ke Bandung
62 Bab 61 - Melepas Rindu
63 Bab 62 - Sedikit Gemuk
64 Bab 63 - Jalan-Jalan Malam
65 Bab 64 - Permintaan Starla
66 Bab 65 - Kemarahan Brahma
67 Bab 66 - Lima Puluh Tahu Sumedang
68 Bab 67 - Minta Izin (Starla)
69 Bab 68 - Aku Kangen Mami (Starla)
70 Bab 69 - Bersiap Menjauh dan Pergi (Starla)
71 Bab 70 - Undangan Spesial dari Tuhan (Umroh)
72 Bab 71 - Arti Kehadiranmu
73 Bab 72 - Kejutan (Terkejut)
74 Bab 73 - Pulang ke Jakarta
75 Bab 74 - Penyesalan Berbalut Rindu dan Cinta (Brahma)
76 Bab 75 - Mulai Terkuak
77 Bab 76 - Kado Pemberian Starla
78 Bab 77 - Penyesalan dan Tangis (Brahma-Bening)
79 Bab 78 - Kegaduhan di Rumah Sakit
80 Bab 79 - Kondisi Terkini
81 Bab 80 - Kehamilan Simpatik
82 Bab 81 - Kondisi Starla
83 Bab 82 - Asuransi Jiwa (500 Juta)
84 Bab 83 - Apa Aku Hamil ? (Ajeng)
85 Bab 84 - Huru-Hara
86 Bab 85 - Bertemu Sang Belahan Jiwa
87 Bab 86 - Buku Harian Milik Starla
88 Bab 87 - Ungkapan Cinta (Brahma-Starla)
89 Bab 88 - Bersimbah Darah
90 Bab 89 - Gelayut Mendung
91 Bab 90 - Bangun dari Koma (Starla)
92 Bab 91 - Akhir Tragis Tersangka Utama (Pembunuhan Mami Monic)
93 Bab 92 - Pernikahan Dadakan (Ravi dan Ajeng)
94 Bab 93 - Pernikahan Kontrak (Ravi-Ajeng)
95 Bab 94 - Acara Menjenguk Anak (Ravi-Ajeng)
96 Bab 95 - Menjelang Lahiran (Ravi-Ajeng)
97 Bab 96 - Keguguran (Ravi-Ajeng)
98 Bab 97 - Ungkapan Cinta (Ravi-Ajeng)
99 Bab 98 - Pohon Jambu Megalodon (Brahma-Starla)
100 Bab 99 - Menuju Penghujung Kisah
101 Bab 100 - Indahnya Saling Memaafkan
102 Bab 101 - Akhir Kisah (Keluarga Bahagia)
103 PROMO KARYA BARU
104 PROMO KARYA BARU
105 PROMO NOVEL BARU
Episodes

Updated 105 Episodes

1
Bab 1 - Dalam Pengaruh Obat
2
Bab 2 - Kontrak Pernikahan
3
Bab 3 - Gang Ding Dong
4
Bab 4 - Menjual Anak Perempuan Untuk Melunasi Hutang
5
Bab 5 - SAH (Pernikahan)
6
Bab 6 - Kamar Pengantin
7
Bab 7 - Pengantin Lama vs Pengantin Baru
8
Bab 8 - Kabar Pernikahan
9
Bab 9 - Ajeng Notokusumo
10
Bab 10 - Memberi Nafkah
11
Bab 11 - Membuat Banyak Kenangan
12
Bab 12 - Kedatangan Tamu
13
Bab 13 - Mantan Kekasih
14
Bab 14 - Penyesalan (Ajeng)
15
Bab 15 - Ingin Beri Kejutan
16
Bab 16 - Sebuah Undangan
17
Bab 17 - Menginap di Hotel
18
Bab 18 - Mengeluarkan Unek-Unek
19
Bab 19 - Sebuah Bekas Luka
20
Bab 20 - Terpaksa Berbohong
21
Bab 21 - Bertemu Mami Monic
22
Bab 22 - Sebuah Keputusan Penting (Mami Monic)
23
Bab 23 - Siapa Monic ?
24
Bab 24 - Masa Lalu (Mami Monic)
25
Bab 25 - Terjerat Benang Merah Masa Lalu
26
PROMO KARYA
27
Bab 26 - Mulai Candu
28
Bab 27 - Perkara Kejar Setoran
29
Bab 28 - Acara Pembukaan Butik Milik Ajeng
30
Bab 29 - Starla vs Ajeng
31
Bab 30 - Sebuah Ide Perjodohan
32
Bab 31 - Ulat Bulu
33
Bab 32 - Reuni SMA
34
Bab 33 - Ajeng Berulah (Senjata Makan Tuan)
35
Bab 34 - Wujud Cinta Starla
36
Bab 35 - Tinggal Bersama Mertua
37
Bab 36 - Baby Loading (Hamil)
38
Bab 37 - Jangan Sampai Lolos
39
Bab 38 - Ziarah Kubur
40
Bab 39 - Membuntuti Menantu (Bening)
41
Bab 40 - Perubahan Sikap Bening
42
Bab 41 - Makan Malam Sendu
43
Bab 42 - Pertengkaran (Arjuna dan Bening)
44
Bab 43 - Pertemuan Tak Terduga (Arjuna dan Mami Monic)
45
Bab 44 - Menangis Bersama
46
Bab 45 - Pagi Milik Brahma dan Starla
47
Bab 46 - Curhat
48
Bab 47 - Morning Sickness
49
Bab 48 - Pingsan
50
Bab 49 - Siapa Yang Tega ?
51
Bab 50 - Selaksa Kecewa Bercampur Emosi
52
Bab 51 - Cinta dan Keikhlasan
53
Bab 52 - Berbicara Empat Mata
54
Bab 53 - Saling Mengancam
55
Bab 54 - Menjenguk Bening
56
Bab 55 - Sebuah Tamparan
57
Bab 56 - Tak Ada Manusia Yang Sempurna
58
Bab 57 - Upaya Terakhir
59
Bab 58 - Aku Rela (Starla)
60
Bab 59 - Rencana Liburan
61
Bab 60 - Berpamitan ke Bandung
62
Bab 61 - Melepas Rindu
63
Bab 62 - Sedikit Gemuk
64
Bab 63 - Jalan-Jalan Malam
65
Bab 64 - Permintaan Starla
66
Bab 65 - Kemarahan Brahma
67
Bab 66 - Lima Puluh Tahu Sumedang
68
Bab 67 - Minta Izin (Starla)
69
Bab 68 - Aku Kangen Mami (Starla)
70
Bab 69 - Bersiap Menjauh dan Pergi (Starla)
71
Bab 70 - Undangan Spesial dari Tuhan (Umroh)
72
Bab 71 - Arti Kehadiranmu
73
Bab 72 - Kejutan (Terkejut)
74
Bab 73 - Pulang ke Jakarta
75
Bab 74 - Penyesalan Berbalut Rindu dan Cinta (Brahma)
76
Bab 75 - Mulai Terkuak
77
Bab 76 - Kado Pemberian Starla
78
Bab 77 - Penyesalan dan Tangis (Brahma-Bening)
79
Bab 78 - Kegaduhan di Rumah Sakit
80
Bab 79 - Kondisi Terkini
81
Bab 80 - Kehamilan Simpatik
82
Bab 81 - Kondisi Starla
83
Bab 82 - Asuransi Jiwa (500 Juta)
84
Bab 83 - Apa Aku Hamil ? (Ajeng)
85
Bab 84 - Huru-Hara
86
Bab 85 - Bertemu Sang Belahan Jiwa
87
Bab 86 - Buku Harian Milik Starla
88
Bab 87 - Ungkapan Cinta (Brahma-Starla)
89
Bab 88 - Bersimbah Darah
90
Bab 89 - Gelayut Mendung
91
Bab 90 - Bangun dari Koma (Starla)
92
Bab 91 - Akhir Tragis Tersangka Utama (Pembunuhan Mami Monic)
93
Bab 92 - Pernikahan Dadakan (Ravi dan Ajeng)
94
Bab 93 - Pernikahan Kontrak (Ravi-Ajeng)
95
Bab 94 - Acara Menjenguk Anak (Ravi-Ajeng)
96
Bab 95 - Menjelang Lahiran (Ravi-Ajeng)
97
Bab 96 - Keguguran (Ravi-Ajeng)
98
Bab 97 - Ungkapan Cinta (Ravi-Ajeng)
99
Bab 98 - Pohon Jambu Megalodon (Brahma-Starla)
100
Bab 99 - Menuju Penghujung Kisah
101
Bab 100 - Indahnya Saling Memaafkan
102
Bab 101 - Akhir Kisah (Keluarga Bahagia)
103
PROMO KARYA BARU
104
PROMO KARYA BARU
105
PROMO NOVEL BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!