Bab 11 - Membuat Banyak Kenangan

"Bolehkah aku meminta waktu selama dua tahun ini kita jalani pernikahan layaknya suami istri sungguhan?" cicit Starla lirih.

Jujur hatinya maju-mundur untuk mengutarakan hal ini pada Brahma. Khawatir lelaki yang ada di hadapannya ini menganggapnya ngelunjak alias gak tahu diri. Bila misal di cap wanita murahan, mata duitan pun di benak Brahma, baginya tak masalah.

Ia sudah berusaha membuang rasa malunya jauh-jauh. Lagi pula Brahma, suaminya yang sah walaupun tetap ada pernjanjian kontrak yang telah disepakati bersama sebelum mereka menikah. Sebenarnya ketika awal bertemu Brahma di stasiun perihal mengembalikan dompet lelaki ini yang terjatuh, Starla sudah jatuh cinta pada pandangan pertama pada Brahma. Walaupun di pertemuan pertama, Brahma lebih banyak bersikap dingin dan hanya mengatakan ucapan terima kasih karena dompetnya telah ditemukan serta dikembalikan padanya secara utuh.

Starla yang sebelumnya tak pernah punya teman dekat laki-laki, bahkan cenderung menjaga jarak dengan laki-laki, hatinya mendadak bergetar ketika pertama kali bertemu Brahma. Entah itu perasaan cinta atau tidak, ia belum bisa memastikannya.

Namun sejak dirinya bertemu Brahma yang kedua kalinya di parkiran Black Meong yang berakhir dengan melakukan one night stand, di mana secara sadar dan sukarela Starla membantu Brahma yang sedang terkena obat perang*sang. Sejak itu, Starla baru yakin jika dirinya mencintai Brahma Satria Mahendra.

Namun cinta itu hanya mampu ia simpan dalam hatinya secara rapat dan sempurna. Karena ia merasa insecure jika Brahma sudi membalas cinta pada wanita seperti dirinya yang sangat jauh dari kata sempurna dalam segala hal.

Brahma hanya terdiam seraya menatap Starla dan belum menjawab permintaan istrinya barusan.

"Maksud aku bukan saling mencintai seperti suami istri pada umumnya yang menikah karena cinta. Aku hanya ingin membuat kenangan indah sebanyak mungkin selama dua tahun ke depan bersama Mas Brahma sebagai suamiku. Biar nanti setelah kita berpisah, jika kangen maka aku punya memori saat kita berdua bersama sebagai suami istri. Aku juga sudah memutuskan tidak akan menikah lagi setelah kita berpisah,"

"Kenapa enggak menikah lagi, La? Usiamu kan belum tua dan aku yakin banyak laki-laki di luar sana yang bersedia jadi suamimu walaupun kamu berstatus janda. Apalagi pernikahan kita nantinya sepakat tak ada anak. Jadi laki-laki yang akan menjadi suamimu kelak, enggak akan terbebani untuk urusan anak sambung. Benar bukan?"

"Aku ingin pergi jauh setelah kita berpisah nanti," jawab Starla singkat.

"Kamu mau pergi ke mana?"

"Ya, pastinya jauh dari kehidupan Mas Brahma. Aku mau menikmati hidup sebagai janda dari seorang Pak Polisi tampan sekelas AKP. Brahma Satria Mahendra dengan banyak uang di rekeningku. Hehe..." jawab Starla seraya tertawa lebar.

Percayalah saat ini Starla tengah menahan sekuat tenaga rasa sebah di hatinya. Bahkan ia berbicara sambil tersenyum dan terkadang tertawa pada Brahma sambil mengalihkan pikirannya dengan membayangkan kenangan apa saja yang akan ia buat nantinya bersama lelaki di hadapannya ini.

Starla sengaja melakukan hal ini agar air matanya tak keluar serta ia tak mau Brahma curiga. Selama tiga tahun terakhir, ia telah berhasil menyembunyikan kondisi kesehatannya pada Mami Monic dengan sangat apik. Padahal ibu kandungnya itu biasanya sangat tajam dan tak mudah dibohongi oleh siapapun.

Kini Brahma yang memiliki profesi seorang polisi tentunya ia harus lebih memainkan aktingnya dengan apik untuk menutupi penyakitnya. Starla tak ingin Brahma tahu sakitnya. Ia tak ingin menjadi beban hidup atau menyusahkan orang lain. Starla hanya ingin berbagi kebahagiaan bukan kesedihan.

Brahma sempat merasakan keanehan dari omongan Starla barusan. Namun masih abu-abu di benaknya karena memang di hatinya saat ini tak ada cinta untuk nama Starla Jelita melainkan nama wanita lain yang masih bersemayam di sana, Ajeng Notokusumo.

Starla berbicara kembali pada Brahma bahwa ia ingin selama dua tahun ini bisa berbakti menjadi istri yang baik untuk Brahma. Ia juga berusaha meyakinkan Brahma bahwa tak akan menggunakan perasaan di dalam pernikahan sesuai perjanjian kontrak. Bahkan perihal nafkah batin, Starla mengatakan tak masalah jika harus melayani Brahma. Sebab ia tak mau berdosa.

"Aku sudah siapkan pil anti hamil. Jadi, jika Mas Brahma sewaktu-waktu memintaku untuk melayani di atas ranjang pun aku siap. Mas juga enggak perlu takut kalau aku akan hamil. Bukankah keseluruhan dari diriku sudah halal untuk Mas Brahma sentuh. Jika harus bersikap nakal hingga memakai pakaian se_xy seperti pela_cur yang menggoda laki-laki, aku pun rela melakukannya jika laki-laki itu suamiku sendiri. Terlebih jika Mas Brahma memang menginginkan itu dariku. Enggak dosa kan," jelas Starla.

Setelah berpikir beberapa saat. Brahma pun akhirnya menyetujui permintaan Starla namun tak sepenuhnya. Sebab, Starla terus memohon padanya hanya untuk dua tahun ini. Setelah itu Brahma bebas jika memang ingin menikah lagi dengan wanita lain. Starla berjanji tak akan mengganggu hidup Brahma lagi setelah dua tahun kontrak pernikahan mereka selesai.

Bahkan Starla tak segan menyebut nama Ajeng, mantan kekasih Brahma. Starla tahu dari sorot mata dan sikap Brahma bahwa suaminya itu masih mencintai Ajeng.

"Mengenai nafkah batin, aku belum bisa janji. Jujur, aku tak ingin merugikan dirimu terlalu banyak hanya untuk kepentinganku. Sebagai laki-laki normal, tentu saja pasti ada keinginan atau hasrat ke arah sana. Tapi_" ucapan Brahma seketika terpotong.

"Kalau aku yang ingin, apa boleh aku meminta hal itu?" sela Starla.

Deg...

Bersambung...

🍁🍁🍁

Terpopuler

Comments

guntur 1609

guntur 1609

tanpa brahma ketahui bahwa hidup starla sdh tdk lama lagi. bagaimana nasibmu brahma setelah di tinggalkan starla. atau kau nantintansdh menyadari perasaanmu. walaupun tu sdh terlamnat

2025-01-28

2

guntur 1609

guntur 1609

kok makin sedih aku ya baca oart ni

2025-01-28

1

Putri Dhamayanti

Putri Dhamayanti

mantapz starla....jangan lupa keluarkan jurus kepiting kepedesan 🤭

2024-09-21

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Dalam Pengaruh Obat
2 Bab 2 - Kontrak Pernikahan
3 Bab 3 - Gang Ding Dong
4 Bab 4 - Menjual Anak Perempuan Untuk Melunasi Hutang
5 Bab 5 - SAH (Pernikahan)
6 Bab 6 - Kamar Pengantin
7 Bab 7 - Pengantin Lama vs Pengantin Baru
8 Bab 8 - Kabar Pernikahan
9 Bab 9 - Ajeng Notokusumo
10 Bab 10 - Memberi Nafkah
11 Bab 11 - Membuat Banyak Kenangan
12 Bab 12 - Kedatangan Tamu
13 Bab 13 - Mantan Kekasih
14 Bab 14 - Penyesalan (Ajeng)
15 Bab 15 - Ingin Beri Kejutan
16 Bab 16 - Sebuah Undangan
17 Bab 17 - Menginap di Hotel
18 Bab 18 - Mengeluarkan Unek-Unek
19 Bab 19 - Sebuah Bekas Luka
20 Bab 20 - Terpaksa Berbohong
21 Bab 21 - Bertemu Mami Monic
22 Bab 22 - Sebuah Keputusan Penting (Mami Monic)
23 Bab 23 - Siapa Monic ?
24 Bab 24 - Masa Lalu (Mami Monic)
25 Bab 25 - Terjerat Benang Merah Masa Lalu
26 PROMO KARYA
27 Bab 26 - Mulai Candu
28 Bab 27 - Perkara Kejar Setoran
29 Bab 28 - Acara Pembukaan Butik Milik Ajeng
30 Bab 29 - Starla vs Ajeng
31 Bab 30 - Sebuah Ide Perjodohan
32 Bab 31 - Ulat Bulu
33 Bab 32 - Reuni SMA
34 Bab 33 - Ajeng Berulah (Senjata Makan Tuan)
35 Bab 34 - Wujud Cinta Starla
36 Bab 35 - Tinggal Bersama Mertua
37 Bab 36 - Baby Loading (Hamil)
38 Bab 37 - Jangan Sampai Lolos
39 Bab 38 - Ziarah Kubur
40 Bab 39 - Membuntuti Menantu (Bening)
41 Bab 40 - Perubahan Sikap Bening
42 Bab 41 - Makan Malam Sendu
43 Bab 42 - Pertengkaran (Arjuna dan Bening)
44 Bab 43 - Pertemuan Tak Terduga (Arjuna dan Mami Monic)
45 Bab 44 - Menangis Bersama
46 Bab 45 - Pagi Milik Brahma dan Starla
47 Bab 46 - Curhat
48 Bab 47 - Morning Sickness
49 Bab 48 - Pingsan
50 Bab 49 - Siapa Yang Tega ?
51 Bab 50 - Selaksa Kecewa Bercampur Emosi
52 Bab 51 - Cinta dan Keikhlasan
53 Bab 52 - Berbicara Empat Mata
54 Bab 53 - Saling Mengancam
55 Bab 54 - Menjenguk Bening
56 Bab 55 - Sebuah Tamparan
57 Bab 56 - Tak Ada Manusia Yang Sempurna
58 Bab 57 - Upaya Terakhir
59 Bab 58 - Aku Rela (Starla)
60 Bab 59 - Rencana Liburan
61 Bab 60 - Berpamitan ke Bandung
62 Bab 61 - Melepas Rindu
63 Bab 62 - Sedikit Gemuk
64 Bab 63 - Jalan-Jalan Malam
65 Bab 64 - Permintaan Starla
66 Bab 65 - Kemarahan Brahma
67 Bab 66 - Lima Puluh Tahu Sumedang
68 Bab 67 - Minta Izin (Starla)
69 Bab 68 - Aku Kangen Mami (Starla)
70 Bab 69 - Bersiap Menjauh dan Pergi (Starla)
71 Bab 70 - Undangan Spesial dari Tuhan (Umroh)
72 Bab 71 - Arti Kehadiranmu
73 Bab 72 - Kejutan (Terkejut)
74 Bab 73 - Pulang ke Jakarta
75 Bab 74 - Penyesalan Berbalut Rindu dan Cinta (Brahma)
76 Bab 75 - Mulai Terkuak
77 Bab 76 - Kado Pemberian Starla
78 Bab 77 - Penyesalan dan Tangis (Brahma-Bening)
79 Bab 78 - Kegaduhan di Rumah Sakit
80 Bab 79 - Kondisi Terkini
81 Bab 80 - Kehamilan Simpatik
82 Bab 81 - Kondisi Starla
83 Bab 82 - Asuransi Jiwa (500 Juta)
84 Bab 83 - Apa Aku Hamil ? (Ajeng)
85 Bab 84 - Huru-Hara
86 Bab 85 - Bertemu Sang Belahan Jiwa
87 Bab 86 - Buku Harian Milik Starla
88 Bab 87 - Ungkapan Cinta (Brahma-Starla)
89 Bab 88 - Bersimbah Darah
90 Bab 89 - Gelayut Mendung
91 Bab 90 - Bangun dari Koma (Starla)
92 Bab 91 - Akhir Tragis Tersangka Utama (Pembunuhan Mami Monic)
93 Bab 92 - Pernikahan Dadakan (Ravi dan Ajeng)
94 Bab 93 - Pernikahan Kontrak (Ravi-Ajeng)
95 Bab 94 - Acara Menjenguk Anak (Ravi-Ajeng)
96 Bab 95 - Menjelang Lahiran (Ravi-Ajeng)
97 Bab 96 - Keguguran (Ravi-Ajeng)
98 Bab 97 - Ungkapan Cinta (Ravi-Ajeng)
99 Bab 98 - Pohon Jambu Megalodon (Brahma-Starla)
100 Bab 99 - Menuju Penghujung Kisah
101 Bab 100 - Indahnya Saling Memaafkan
102 Bab 101 - Akhir Kisah (Keluarga Bahagia)
103 PROMO KARYA BARU
104 PROMO KARYA BARU
105 PROMO NOVEL BARU
Episodes

Updated 105 Episodes

1
Bab 1 - Dalam Pengaruh Obat
2
Bab 2 - Kontrak Pernikahan
3
Bab 3 - Gang Ding Dong
4
Bab 4 - Menjual Anak Perempuan Untuk Melunasi Hutang
5
Bab 5 - SAH (Pernikahan)
6
Bab 6 - Kamar Pengantin
7
Bab 7 - Pengantin Lama vs Pengantin Baru
8
Bab 8 - Kabar Pernikahan
9
Bab 9 - Ajeng Notokusumo
10
Bab 10 - Memberi Nafkah
11
Bab 11 - Membuat Banyak Kenangan
12
Bab 12 - Kedatangan Tamu
13
Bab 13 - Mantan Kekasih
14
Bab 14 - Penyesalan (Ajeng)
15
Bab 15 - Ingin Beri Kejutan
16
Bab 16 - Sebuah Undangan
17
Bab 17 - Menginap di Hotel
18
Bab 18 - Mengeluarkan Unek-Unek
19
Bab 19 - Sebuah Bekas Luka
20
Bab 20 - Terpaksa Berbohong
21
Bab 21 - Bertemu Mami Monic
22
Bab 22 - Sebuah Keputusan Penting (Mami Monic)
23
Bab 23 - Siapa Monic ?
24
Bab 24 - Masa Lalu (Mami Monic)
25
Bab 25 - Terjerat Benang Merah Masa Lalu
26
PROMO KARYA
27
Bab 26 - Mulai Candu
28
Bab 27 - Perkara Kejar Setoran
29
Bab 28 - Acara Pembukaan Butik Milik Ajeng
30
Bab 29 - Starla vs Ajeng
31
Bab 30 - Sebuah Ide Perjodohan
32
Bab 31 - Ulat Bulu
33
Bab 32 - Reuni SMA
34
Bab 33 - Ajeng Berulah (Senjata Makan Tuan)
35
Bab 34 - Wujud Cinta Starla
36
Bab 35 - Tinggal Bersama Mertua
37
Bab 36 - Baby Loading (Hamil)
38
Bab 37 - Jangan Sampai Lolos
39
Bab 38 - Ziarah Kubur
40
Bab 39 - Membuntuti Menantu (Bening)
41
Bab 40 - Perubahan Sikap Bening
42
Bab 41 - Makan Malam Sendu
43
Bab 42 - Pertengkaran (Arjuna dan Bening)
44
Bab 43 - Pertemuan Tak Terduga (Arjuna dan Mami Monic)
45
Bab 44 - Menangis Bersama
46
Bab 45 - Pagi Milik Brahma dan Starla
47
Bab 46 - Curhat
48
Bab 47 - Morning Sickness
49
Bab 48 - Pingsan
50
Bab 49 - Siapa Yang Tega ?
51
Bab 50 - Selaksa Kecewa Bercampur Emosi
52
Bab 51 - Cinta dan Keikhlasan
53
Bab 52 - Berbicara Empat Mata
54
Bab 53 - Saling Mengancam
55
Bab 54 - Menjenguk Bening
56
Bab 55 - Sebuah Tamparan
57
Bab 56 - Tak Ada Manusia Yang Sempurna
58
Bab 57 - Upaya Terakhir
59
Bab 58 - Aku Rela (Starla)
60
Bab 59 - Rencana Liburan
61
Bab 60 - Berpamitan ke Bandung
62
Bab 61 - Melepas Rindu
63
Bab 62 - Sedikit Gemuk
64
Bab 63 - Jalan-Jalan Malam
65
Bab 64 - Permintaan Starla
66
Bab 65 - Kemarahan Brahma
67
Bab 66 - Lima Puluh Tahu Sumedang
68
Bab 67 - Minta Izin (Starla)
69
Bab 68 - Aku Kangen Mami (Starla)
70
Bab 69 - Bersiap Menjauh dan Pergi (Starla)
71
Bab 70 - Undangan Spesial dari Tuhan (Umroh)
72
Bab 71 - Arti Kehadiranmu
73
Bab 72 - Kejutan (Terkejut)
74
Bab 73 - Pulang ke Jakarta
75
Bab 74 - Penyesalan Berbalut Rindu dan Cinta (Brahma)
76
Bab 75 - Mulai Terkuak
77
Bab 76 - Kado Pemberian Starla
78
Bab 77 - Penyesalan dan Tangis (Brahma-Bening)
79
Bab 78 - Kegaduhan di Rumah Sakit
80
Bab 79 - Kondisi Terkini
81
Bab 80 - Kehamilan Simpatik
82
Bab 81 - Kondisi Starla
83
Bab 82 - Asuransi Jiwa (500 Juta)
84
Bab 83 - Apa Aku Hamil ? (Ajeng)
85
Bab 84 - Huru-Hara
86
Bab 85 - Bertemu Sang Belahan Jiwa
87
Bab 86 - Buku Harian Milik Starla
88
Bab 87 - Ungkapan Cinta (Brahma-Starla)
89
Bab 88 - Bersimbah Darah
90
Bab 89 - Gelayut Mendung
91
Bab 90 - Bangun dari Koma (Starla)
92
Bab 91 - Akhir Tragis Tersangka Utama (Pembunuhan Mami Monic)
93
Bab 92 - Pernikahan Dadakan (Ravi dan Ajeng)
94
Bab 93 - Pernikahan Kontrak (Ravi-Ajeng)
95
Bab 94 - Acara Menjenguk Anak (Ravi-Ajeng)
96
Bab 95 - Menjelang Lahiran (Ravi-Ajeng)
97
Bab 96 - Keguguran (Ravi-Ajeng)
98
Bab 97 - Ungkapan Cinta (Ravi-Ajeng)
99
Bab 98 - Pohon Jambu Megalodon (Brahma-Starla)
100
Bab 99 - Menuju Penghujung Kisah
101
Bab 100 - Indahnya Saling Memaafkan
102
Bab 101 - Akhir Kisah (Keluarga Bahagia)
103
PROMO KARYA BARU
104
PROMO KARYA BARU
105
PROMO NOVEL BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!