Bab 10 - Memberi Nafkah

Ravi menghela napas beratnya usai berbicara dengan Ajeng panjang lebar di telepon. Ravi akhirnya memilih untuk menutup teleponnya secara sepihak setelah mengatakan bahwa ia bukan seorang sahabat yang akan menjadi pengkhianat sahabatnya sendiri.

Ajeng menggerutu sebal karena Ravi tetap bungkam perihal tempat bulan madu Brahma. Namun Ravi sangat tahu karakter Ajeng. Tanpa bantuan darinya pun, Ajeng pasti bisa mendapatkan informasi tempat bulan madu Brahma dan Starla.

Keluarga Ajeng bukan orang sembarangan. Orang tuanya memilki banyak bisnis dan sebagai pengusaha yang cukup ternama di negeri ini, tentunya dengan uang dan kekuasaan dari keluarganya, Ajeng bisa mencari tahu keberadaan Brahma dan Starla dengan mudah.

"Cinta oh cinta begitu rumit dan menyakitkan hati. Deritanya tiada akhir. Seperti kalimat andalan dari bestienya Sun K0ng K0ng. Kapan kamu sadar Jeng, kalau sebenarnya ada cowok lain yang cinta banget dari dulu sama kamu selain Brahma."

☘️☘️

Bali.

Setelah hampir dua jam mengudara, akhirnya Brahma dan Starla tiba di Pulau Dewata. Di Bandara Ngurah Rai, keduanya langsung dijemput oleh mobil dari pihak hotel. Mereka akan menginap di The Apurva Kempinski selama berada di Bali. Salah satu hotel bintang lima ternama yang terletak di kabupaten Badung, Bali. Hotel yang sangat eksotik dan cocok untuk pasangan yang tengah berbulan madu.

"Fiuh..."

"Kenapa, La? Kamu capek?" tanya Brahma kala melihat Starla yang saat memasuki kamar, mendadak langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang seraya memejamkan mata dan menarik napasnya sejenak.

"Iya, Mas. Badanku pegel semua. Kemarin capek di pelaminan, terus malamnya ada yang menindih tubuhku secara gak sengaja katanya. Lanjut jet lag dari perjalanan Jakarta-Bali. Sekarang aku mau istirahat dulu," jawab Starla seraya terkekeh sendiri. Mengingat Brahma sebelumnya di Jakarta sudah sempat meminta maaf padanya atas ulah tanpa sadar memeluk erat hingga kaki sang suami menindih tubuhnya.

"Kamu bisa pijat sekaligus spa di hotel ini, La. Biar lebih rileks. Maaf atas kejadian pagi tadi di kamar. Aku benar-benar enggak bermaksud mengambil kesempatan dalam kesempitan saat kamu tidur pulas," Brahma tulus meminta maaf. Walaupun pelukan pada tubuh Starla dilakukannya secara sadar yang berujung kebablasan tanpa disengaja di endingnya.

"Oh iya, aku baru sadar kalau ini hotel bintang lima. Fasilitasnya pasti sangat lengkap dan mahal. Maaf ya Mas, aku belum pernah menginap di hotel mewah seperti ini,"

"Pakailah kartu ini. Pin-nya tanggal pernikahan kita. Kamu juga bisa belanja apapun dengan kartu ini, La. Anggap sebagai nafkah lahir dariku," pinta Brahma seraya menyerahkan kartu ATM warna gold.

Starla seketika membuka matanya dan langsung terbangun. Ia duduk seraya menatap tangan Brahma yang menyodorkan kartu tersebut padanya.

"Naf_kah lahir?"

"Iya. Bukankah kini aku berstatus sebagai suamimu. Ya, walaupun pernikahan kita dilandasi kontrak, tapi secara agama dan negara, kamu tetaplah istriku. Wajib hukumnya sebagai suami, aku memberi nafkah lahir padamu. Terima dan pakailah. Aku yakin kamu bisa mengaturnya sendiri dengan baik. Setiap bulan aku akan mengisinya,"

"Enggak perlu, Mas. Bukankah Mas Brahma sudah membayar tiga ratus juta pada Mami untuk membayar hutangnya ke Pak Wiryo. Nanti juga saat selesai dua tahun kontrak pernikahan kita, Mas Brahma akan memberikanku uang lagi sebanyak tiga ratus juta. Lagi pula aku masih punya tabungan kok dari gaji kerjaku selama ini. Ya, walau enggak banyak tapi cukup lah buat kebutuhan diriku sendiri."

"Uangmu itu simpan saja. Selama kita menikah, segala urusanmu itu tanggung jawabku. Jadi ini perintah dan tidak ada tawar menawar seperti di pasar. Dosa kalau menolak perintah suami. Terimalah," ucap Brahma seraya memaksa Starla untuk menerima kartu yang menjadi nafkah lahir tersebut.

Bukan hanya itu, tanpa basa basi Brahma juga menarik lengan Starla dan membawa istrinya itu ke ruangan spa. Ia meminta pegawai di sana untuk memberikan perawatan khusus dan mengambil paket lengkap untuk pengantin. Bahkan Brahma tak canggung menyampaikan pada pegawai spa, jika istrinya itu mengeluh badannya kecapekan. Brahma meminta treatment yang cocok untuk kondisi Starla saat ini.

Starla tak berkutik kala Brahma sudah memerintahkan para karyawati spa hotel tersebut untuk segera melakukan pijat dan perawatan padanya. Brahma berpamitan pada Starla jika dirinya pergi sejenak.

☘️☘️

Malam hari pun tiba, tubuh Starla benar-benar rileks usai menjalani spa pengantin di hotel bintang lima tempatnya menginap bersama Brahma. Malam ini keduanya memilih untuk makan di luar.

Pantai Jimbaran adalah tempat yang populer di malam hari. Dengan pemandangan laut yang tenang dan lampu-lampu yang menghiasi. Pantai ini juga dikenal sebagai tempat yang cocok untuk menyantap seafood dan ikan laut.

"Kamu pernah ke Bali sebelumnya?"

"Jangan tertawa. Ini yang pertama, Mas." Starla sedikit berbisik pada Brahma.

"Kalau ke Lombok?"

"Belum pernah juga," jawab Starla apa adanya.

"Kamu harus banyak terima kasih nih sama aku karena sudah ngajak liburan ke Bali dan Lombok,"

"Makasih banyak Mas Brahma. Cukup kah?" ujar Starla seraya tersenyum pada Brahma. Terlihat menggemaskan.

"Aku bercanda, La." Brahma tertawa kecil melihat tingkah Starla yang blak-blakan dan apa adanya.

"Mas, apa boleh aku tetap kerja seperti biasa di stasiun sampai masa kontrakku di sana selesai?"

"Boleh. Memangnya berapa lama lagi masa kontrak kerjamu selesai di sana?"

"Empat bulan lagi," jawab Starla.

"Kenapa kamu enggak mau memperpanjang kontrak? Apa pekerjaan jadi customer service di stasiun itu membosankan? Atau kamu mau melanjutkan kuliah saja? Soal biaya kuliah biar itu jadi urusanku sebagai suamimu,"

"Aku ingin menikmati secara full waktu jadi istri Mas saja. Soal kuliah, nanti mungkin baru aku lakukan saat pernikahan kontrak kita selesai dua tahun. Tidak apa-apa kan?"

"Baiklah, lakukan saja apa yang kamu sukai selama hal itu positif dan bisa menjaga nama baikku sebagai suamimu serta keluargaku."

Hening tercipta beberapa saat. Keduanya tengah asyik menikmati lantunan musik klasik yang mengiringi makan malam di area Pantai Jimbaran serta deburan ombak.

"Mas,"

"Hmm..."

"Apa aku boleh meminta sesuatu?" cicit Starla sedikit ragu-ragu dengan suara lirih. Namun masih terdengar jelas oleh Brahma.

"Apa itu? Katakan saja,"

Bersambung...

🍁🍁🍁

Terpopuler

Comments

Mayora

Mayora

Brahma orgnya ga kaku kok

2024-11-07

1

Deasy Dahlan

Deasy Dahlan

Lanjut

2025-01-04

1

Hilda Yanti

Hilda Yanti

Ya Allah berikanlah aku suami yg baik hati dan perhatian serta menerima aku apa adanya seperti mas Brahma.

2024-10-11

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Dalam Pengaruh Obat
2 Bab 2 - Kontrak Pernikahan
3 Bab 3 - Gang Ding Dong
4 Bab 4 - Menjual Anak Perempuan Untuk Melunasi Hutang
5 Bab 5 - SAH (Pernikahan)
6 Bab 6 - Kamar Pengantin
7 Bab 7 - Pengantin Lama vs Pengantin Baru
8 Bab 8 - Kabar Pernikahan
9 Bab 9 - Ajeng Notokusumo
10 Bab 10 - Memberi Nafkah
11 Bab 11 - Membuat Banyak Kenangan
12 Bab 12 - Kedatangan Tamu
13 Bab 13 - Mantan Kekasih
14 Bab 14 - Penyesalan (Ajeng)
15 Bab 15 - Ingin Beri Kejutan
16 Bab 16 - Sebuah Undangan
17 Bab 17 - Menginap di Hotel
18 Bab 18 - Mengeluarkan Unek-Unek
19 Bab 19 - Sebuah Bekas Luka
20 Bab 20 - Terpaksa Berbohong
21 Bab 21 - Bertemu Mami Monic
22 Bab 22 - Sebuah Keputusan Penting (Mami Monic)
23 Bab 23 - Siapa Monic ?
24 Bab 24 - Masa Lalu (Mami Monic)
25 Bab 25 - Terjerat Benang Merah Masa Lalu
26 PROMO KARYA
27 Bab 26 - Mulai Candu
28 Bab 27 - Perkara Kejar Setoran
29 Bab 28 - Acara Pembukaan Butik Milik Ajeng
30 Bab 29 - Starla vs Ajeng
31 Bab 30 - Sebuah Ide Perjodohan
32 Bab 31 - Ulat Bulu
33 Bab 32 - Reuni SMA
34 Bab 33 - Ajeng Berulah (Senjata Makan Tuan)
35 Bab 34 - Wujud Cinta Starla
36 Bab 35 - Tinggal Bersama Mertua
37 Bab 36 - Baby Loading (Hamil)
38 Bab 37 - Jangan Sampai Lolos
39 Bab 38 - Ziarah Kubur
40 Bab 39 - Membuntuti Menantu (Bening)
41 Bab 40 - Perubahan Sikap Bening
42 Bab 41 - Makan Malam Sendu
43 Bab 42 - Pertengkaran (Arjuna dan Bening)
44 Bab 43 - Pertemuan Tak Terduga (Arjuna dan Mami Monic)
45 Bab 44 - Menangis Bersama
46 Bab 45 - Pagi Milik Brahma dan Starla
47 Bab 46 - Curhat
48 Bab 47 - Morning Sickness
49 Bab 48 - Pingsan
50 Bab 49 - Siapa Yang Tega ?
51 Bab 50 - Selaksa Kecewa Bercampur Emosi
52 Bab 51 - Cinta dan Keikhlasan
53 Bab 52 - Berbicara Empat Mata
54 Bab 53 - Saling Mengancam
55 Bab 54 - Menjenguk Bening
56 Bab 55 - Sebuah Tamparan
57 Bab 56 - Tak Ada Manusia Yang Sempurna
58 Bab 57 - Upaya Terakhir
59 Bab 58 - Aku Rela (Starla)
60 Bab 59 - Rencana Liburan
61 Bab 60 - Berpamitan ke Bandung
62 Bab 61 - Melepas Rindu
63 Bab 62 - Sedikit Gemuk
64 Bab 63 - Jalan-Jalan Malam
65 Bab 64 - Permintaan Starla
66 Bab 65 - Kemarahan Brahma
67 Bab 66 - Lima Puluh Tahu Sumedang
68 Bab 67 - Minta Izin (Starla)
69 Bab 68 - Aku Kangen Mami (Starla)
70 Bab 69 - Bersiap Menjauh dan Pergi (Starla)
71 Bab 70 - Undangan Spesial dari Tuhan (Umroh)
72 Bab 71 - Arti Kehadiranmu
73 Bab 72 - Kejutan (Terkejut)
74 Bab 73 - Pulang ke Jakarta
75 Bab 74 - Penyesalan Berbalut Rindu dan Cinta (Brahma)
76 Bab 75 - Mulai Terkuak
77 Bab 76 - Kado Pemberian Starla
78 Bab 77 - Penyesalan dan Tangis (Brahma-Bening)
79 Bab 78 - Kegaduhan di Rumah Sakit
80 Bab 79 - Kondisi Terkini
81 Bab 80 - Kehamilan Simpatik
82 Bab 81 - Kondisi Starla
83 Bab 82 - Asuransi Jiwa (500 Juta)
84 Bab 83 - Apa Aku Hamil ? (Ajeng)
85 Bab 84 - Huru-Hara
86 Bab 85 - Bertemu Sang Belahan Jiwa
87 Bab 86 - Buku Harian Milik Starla
88 Bab 87 - Ungkapan Cinta (Brahma-Starla)
89 Bab 88 - Bersimbah Darah
90 Bab 89 - Gelayut Mendung
91 Bab 90 - Bangun dari Koma (Starla)
92 Bab 91 - Akhir Tragis Tersangka Utama (Pembunuhan Mami Monic)
93 Bab 92 - Pernikahan Dadakan (Ravi dan Ajeng)
94 Bab 93 - Pernikahan Kontrak (Ravi-Ajeng)
95 Bab 94 - Acara Menjenguk Anak (Ravi-Ajeng)
96 Bab 95 - Menjelang Lahiran (Ravi-Ajeng)
97 Bab 96 - Keguguran (Ravi-Ajeng)
98 Bab 97 - Ungkapan Cinta (Ravi-Ajeng)
99 Bab 98 - Pohon Jambu Megalodon (Brahma-Starla)
100 Bab 99 - Menuju Penghujung Kisah
101 Bab 100 - Indahnya Saling Memaafkan
102 Bab 101 - Akhir Kisah (Keluarga Bahagia)
103 PROMO KARYA BARU
104 PROMO KARYA BARU
105 PROMO NOVEL BARU
Episodes

Updated 105 Episodes

1
Bab 1 - Dalam Pengaruh Obat
2
Bab 2 - Kontrak Pernikahan
3
Bab 3 - Gang Ding Dong
4
Bab 4 - Menjual Anak Perempuan Untuk Melunasi Hutang
5
Bab 5 - SAH (Pernikahan)
6
Bab 6 - Kamar Pengantin
7
Bab 7 - Pengantin Lama vs Pengantin Baru
8
Bab 8 - Kabar Pernikahan
9
Bab 9 - Ajeng Notokusumo
10
Bab 10 - Memberi Nafkah
11
Bab 11 - Membuat Banyak Kenangan
12
Bab 12 - Kedatangan Tamu
13
Bab 13 - Mantan Kekasih
14
Bab 14 - Penyesalan (Ajeng)
15
Bab 15 - Ingin Beri Kejutan
16
Bab 16 - Sebuah Undangan
17
Bab 17 - Menginap di Hotel
18
Bab 18 - Mengeluarkan Unek-Unek
19
Bab 19 - Sebuah Bekas Luka
20
Bab 20 - Terpaksa Berbohong
21
Bab 21 - Bertemu Mami Monic
22
Bab 22 - Sebuah Keputusan Penting (Mami Monic)
23
Bab 23 - Siapa Monic ?
24
Bab 24 - Masa Lalu (Mami Monic)
25
Bab 25 - Terjerat Benang Merah Masa Lalu
26
PROMO KARYA
27
Bab 26 - Mulai Candu
28
Bab 27 - Perkara Kejar Setoran
29
Bab 28 - Acara Pembukaan Butik Milik Ajeng
30
Bab 29 - Starla vs Ajeng
31
Bab 30 - Sebuah Ide Perjodohan
32
Bab 31 - Ulat Bulu
33
Bab 32 - Reuni SMA
34
Bab 33 - Ajeng Berulah (Senjata Makan Tuan)
35
Bab 34 - Wujud Cinta Starla
36
Bab 35 - Tinggal Bersama Mertua
37
Bab 36 - Baby Loading (Hamil)
38
Bab 37 - Jangan Sampai Lolos
39
Bab 38 - Ziarah Kubur
40
Bab 39 - Membuntuti Menantu (Bening)
41
Bab 40 - Perubahan Sikap Bening
42
Bab 41 - Makan Malam Sendu
43
Bab 42 - Pertengkaran (Arjuna dan Bening)
44
Bab 43 - Pertemuan Tak Terduga (Arjuna dan Mami Monic)
45
Bab 44 - Menangis Bersama
46
Bab 45 - Pagi Milik Brahma dan Starla
47
Bab 46 - Curhat
48
Bab 47 - Morning Sickness
49
Bab 48 - Pingsan
50
Bab 49 - Siapa Yang Tega ?
51
Bab 50 - Selaksa Kecewa Bercampur Emosi
52
Bab 51 - Cinta dan Keikhlasan
53
Bab 52 - Berbicara Empat Mata
54
Bab 53 - Saling Mengancam
55
Bab 54 - Menjenguk Bening
56
Bab 55 - Sebuah Tamparan
57
Bab 56 - Tak Ada Manusia Yang Sempurna
58
Bab 57 - Upaya Terakhir
59
Bab 58 - Aku Rela (Starla)
60
Bab 59 - Rencana Liburan
61
Bab 60 - Berpamitan ke Bandung
62
Bab 61 - Melepas Rindu
63
Bab 62 - Sedikit Gemuk
64
Bab 63 - Jalan-Jalan Malam
65
Bab 64 - Permintaan Starla
66
Bab 65 - Kemarahan Brahma
67
Bab 66 - Lima Puluh Tahu Sumedang
68
Bab 67 - Minta Izin (Starla)
69
Bab 68 - Aku Kangen Mami (Starla)
70
Bab 69 - Bersiap Menjauh dan Pergi (Starla)
71
Bab 70 - Undangan Spesial dari Tuhan (Umroh)
72
Bab 71 - Arti Kehadiranmu
73
Bab 72 - Kejutan (Terkejut)
74
Bab 73 - Pulang ke Jakarta
75
Bab 74 - Penyesalan Berbalut Rindu dan Cinta (Brahma)
76
Bab 75 - Mulai Terkuak
77
Bab 76 - Kado Pemberian Starla
78
Bab 77 - Penyesalan dan Tangis (Brahma-Bening)
79
Bab 78 - Kegaduhan di Rumah Sakit
80
Bab 79 - Kondisi Terkini
81
Bab 80 - Kehamilan Simpatik
82
Bab 81 - Kondisi Starla
83
Bab 82 - Asuransi Jiwa (500 Juta)
84
Bab 83 - Apa Aku Hamil ? (Ajeng)
85
Bab 84 - Huru-Hara
86
Bab 85 - Bertemu Sang Belahan Jiwa
87
Bab 86 - Buku Harian Milik Starla
88
Bab 87 - Ungkapan Cinta (Brahma-Starla)
89
Bab 88 - Bersimbah Darah
90
Bab 89 - Gelayut Mendung
91
Bab 90 - Bangun dari Koma (Starla)
92
Bab 91 - Akhir Tragis Tersangka Utama (Pembunuhan Mami Monic)
93
Bab 92 - Pernikahan Dadakan (Ravi dan Ajeng)
94
Bab 93 - Pernikahan Kontrak (Ravi-Ajeng)
95
Bab 94 - Acara Menjenguk Anak (Ravi-Ajeng)
96
Bab 95 - Menjelang Lahiran (Ravi-Ajeng)
97
Bab 96 - Keguguran (Ravi-Ajeng)
98
Bab 97 - Ungkapan Cinta (Ravi-Ajeng)
99
Bab 98 - Pohon Jambu Megalodon (Brahma-Starla)
100
Bab 99 - Menuju Penghujung Kisah
101
Bab 100 - Indahnya Saling Memaafkan
102
Bab 101 - Akhir Kisah (Keluarga Bahagia)
103
PROMO KARYA BARU
104
PROMO KARYA BARU
105
PROMO NOVEL BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!