Bab 9 - Ajeng Notokusumo

"Rav, ini aku Ajeng."

"Hmm..."

"Kamu sudah buka dan baca W A G SMA pagi ini?" tanya Ajeng to the point. Ya, Ajeng langsung menghubungi Ravi.

"Hmmm..."

"Dari tadi ham hem ham hem terus, kamu di mana sekarang? Jangan bilang jam segini kamu masih m0lor,"

"Hari ini kan hari Minggu, Ajeng. Apa kamu enggak punya kalender di rumah? Boleh dong aku bangun siang," jawab Ravi dengan suara parau khas orang bangun tidur yang nyawanya belum lengkap.

"Astaga, pantesan kamu jadi bujang karatan. Kerjaanmu mol0r terus. Sekarang di Indonesia itu sudah siang banget Raviandra Nugroho. Gimana kamu dapat jodoh kalau hobi kok bangun kesiangan terus. Nyebelin banget sih!" gerutu Ajeng.

"Kamu telepon aku cuma buat marah-marah karena aku bangun siang? Kalau iya, aku tutup teleponnya. Emak-Bapakku saja enggak ngelarang anaknya mau bangun jam berapa, kok kamu yang sewot. Kecuali kamu istriku, boleh deh ngomel sampe 24 jam juga aku jabanin."

"Males banget punya suami kayak kamu. Enggak disiplin waktu dan punya hobi bangun siang. By the way, aku telepon buat tanya kabar pernikahan Brahma. Katanya kemarin dia nikah. Apa benar kabar itu atau cuma hoax?"

"Iya, bener."

"Kok kamu enggak bilang ke aku sih, Rav. Kamu sengaja ya nutupin kabar penting itu dari aku, hah! Brahma pasti ngundang kamu sebagai sahabat dekatnya. Jahat banget sih, kamu!" teriak Ajeng di seberang sana yang menggerutu sebal pada Ravi.

Brahma, Ravi dan Ajeng, ketiganya bersahabat dekat sejak SMA. Namun hubungan persahabatan berubah menjadi cinta. Brahma dan Ajeng saling mencintai lalu memutuskan menjadi sepasang kekasih. Setelah lulus SMA, Ajeng melanjutkan studinya ke London. Dan kini karir Ajeng tengah naik daun menjadi perancang busana, terutama di kawasan Eropa.

"Buat apa aku bilang ke kamu? Brahma dan kamu kan sudah putus. Lagi pula Brahma sendiri yang larang aku buat up status apapun perihal pernikahannya atau ngabarin kamu,"

"Kenapa mendadak sekali dia menikah? Setahuku ketika kita putus dua tahun yang lalu, aku sudah mengatakan padanya kalau sebenarnya aku masih cinta sama dia. Tapi, aku memang belum ingin menikah secepat itu. Aku masih ingin meniti karir di sini. Dia bilang padaku kalau rela menungguku pulang. Kenapa sekarang dia malah ingkar janji?"

"Selama dua tahun ini apa ada komunikasi lagi dengan Brahma perihal hubungan kalian?" tanya Ravi berusaha sabar karena ia sangat tahu jika Ajeng sekarang tengah emosi perihal kabar pernikahan Brahma dan Starla.

"Ya, ada."

Ajeng pun akhirnya menceritakan secara terbuka pada Ravi, jika Brahma sempat beberapa kali menghubunginya karena terus didesak menikah oleh orang tuanya. Bahkan beberapa wanita disodorkan oleh ibunya untuk dijodohkan. Namun ditolak secara halus oleh Brahma.

Enam bulan terakhir, karir Ajeng di Eropa super padat sekali. Sampai-sampai ia harus bepergian dari satu negara ke negara yang lain untuk pameran baju rancangannya serta banyak pembeli yang tertarik untuk dibuatkan busana olehnya. Alhasil ia sudah sangat minim komunikasi dengan Brahma. Bahkan boleh dibilang beberapa bulan terakhir Brahma mencoba untuk menghubunginya, namun tidak ia angkat.

Ajeng baru menyadari sekarang dari log panggilan di ponsel pribadinya bahwa sudah dua bulan ini Brahma sama sekali tak ada mengirim pesan atau telepon lagi padanya. Di mana status hubungan mereka berdua memang sudah resmi putus sejak dua tahun lalu.

"Bukan hanya wanita yang butuh kepastian, Ajeng. Laki-laki juga perlu. Brahma dan kamu sudah putus sejak dua tahun yang lalu. Setelah itu kalian berkomunikasi sudah sangat jarang dan hanya sebatas sahabat yang pernah saling mencintai. Brahma sudah menentukan langkah hidupnya. Saat ini dia sudah berstatus suami orang dan keluarga besarnya terutama orang tua Brahma juga merestuinya bersama Starla. Aku harap kamu ikhlasin dia. Cukup jadikan Brahma, sahabat yang baik. Ya, seperti kita bertiga kala masih SMA sebelum kalian berdua memutuskan pacaran," tutur Ravi.

"Aku yakin Brahma enggak cinta sama istrinya, Rav. Pasti cewek itu cuma pelarian Brahma karena dia marah sama aku. Kamu sangat tahu kalau sewaktu kita pacaran, Brahma paling gak bisa kalau marah lama-lama sama aku. Paling cuma sebentar terus kita baikan lagi,"

"Jangan samakan dulu dengan sekarang, Ajeng. Semua orang bisa berubah seiring berjalannya waktu. Apalagi urusan hati. Tuhan bisa membolak-balikkan hati manusia. Dari cinta jadi enggak, yang awalnya gak cinta jadi bucin. Mudah banget bagi Tuhan," ujar Ravi seraya menghela napas beratnya mendengar curhatan Ajeng yang tetap bersikukuh untuk kembali bersama Brahma.

"Siapa wanita yang bernama Starla itu? Lulusan kuliah mana dia? Anak keluarga dari mana?" cecar Ajeng.

"Enggak tahu," jawab Ravi singkat.

"RAVI !!" pekik Ajeng.

"Sudahlah, Jeng. Jangan ganggu rumah tangga Brahma. Lebih baik kamu fokus karirmu dan segera cari jodoh yang lain pengganti Brahma,"

"Enggak mau! Aku masih cinta banget sama Brahma, Rav."

"Kalau masih cinta, kenapa dulu minta putus? Bukankah kamu yang minta putus, bukan Si Brahma. Terus sekarang Brahma nikah sama wanita lain, apa salah Brahma?" Ravi semakin gemas mendengar argumen Ajeng yang seakan masih sulit dinasehati olehnya.

Hening tercipta beberapa saat di antara dua sahabat ini. Ajeng tak bisa menjawab atau memberi sanggahan atas ucapan Ravi barusan yang memang pada kenyataannya dan baru ia sadari bahwa putus dr Brahma Satria Mahendra adalah kesalahan dirinya sendiri yang egois.

Ia masih sangat mencintai laki-laki yang kini berstatus sebagai suami Starla Jelita itu. Hati Ajeng seketika cemburu mendengar bahwa Brahma menikah dengan wanita lain. Dahulu sewaktu mereka berdua masih menjadi sepasang kekasih, Ajeng sudah terbiasa dengan para wanita yang berusaha mendekati Brahma yakni para fans garis keras kekasihnya itu.

Ajeng sama sekali tak cemburu atau menggubris mereka semua. Sebab, Brahma begitu mencintainya dan tipe laki-laki setia. Bahkan ketika mereka menjalani hubungan LDR an juga Brahma begitu perhatian dan setia padanya. Namun saat ini berbeda, kadar cemburunya dan rasa tak terima atas kabar pernikahan mantan kekasihnya, seketika membuat hatinya memanas dan tak bisa berpikir dengan jernih.

"Apa mereka sekarang sedang pergi bulan madu?" tanya Ajeng pada Ravi.

"Ya namanya pengantin baru, Jeng. Pastinya mereka bulan madu mau bikin adonan anak yang lucu-lucu. Orang tua Brahma sudah kepengin nimang cucu dari putra mahkota. Masa bulan madu cuma rebahan saja,"

"Bulan madu ke mana?"

Bersambung...

🍁🍁🍁

Terpopuler

Comments

guntur 1609

guntur 1609

makanya jangan kepedean kau ajeng. sdh dikasih sukai dan keluarga dengan jabatan bagus saja. masih saja kau egois. rasain loe

2025-01-28

1

Yus Nita

Yus Nita

yg lg cemburu KEO habis 😀😀😀

2024-11-28

0

Deasy Dahlan

Deasy Dahlan

Honey moon ke Bulan jeng... Spya kamu gk ganggu

2025-01-04

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Dalam Pengaruh Obat
2 Bab 2 - Kontrak Pernikahan
3 Bab 3 - Gang Ding Dong
4 Bab 4 - Menjual Anak Perempuan Untuk Melunasi Hutang
5 Bab 5 - SAH (Pernikahan)
6 Bab 6 - Kamar Pengantin
7 Bab 7 - Pengantin Lama vs Pengantin Baru
8 Bab 8 - Kabar Pernikahan
9 Bab 9 - Ajeng Notokusumo
10 Bab 10 - Memberi Nafkah
11 Bab 11 - Membuat Banyak Kenangan
12 Bab 12 - Kedatangan Tamu
13 Bab 13 - Mantan Kekasih
14 Bab 14 - Penyesalan (Ajeng)
15 Bab 15 - Ingin Beri Kejutan
16 Bab 16 - Sebuah Undangan
17 Bab 17 - Menginap di Hotel
18 Bab 18 - Mengeluarkan Unek-Unek
19 Bab 19 - Sebuah Bekas Luka
20 Bab 20 - Terpaksa Berbohong
21 Bab 21 - Bertemu Mami Monic
22 Bab 22 - Sebuah Keputusan Penting (Mami Monic)
23 Bab 23 - Siapa Monic ?
24 Bab 24 - Masa Lalu (Mami Monic)
25 Bab 25 - Terjerat Benang Merah Masa Lalu
26 PROMO KARYA
27 Bab 26 - Mulai Candu
28 Bab 27 - Perkara Kejar Setoran
29 Bab 28 - Acara Pembukaan Butik Milik Ajeng
30 Bab 29 - Starla vs Ajeng
31 Bab 30 - Sebuah Ide Perjodohan
32 Bab 31 - Ulat Bulu
33 Bab 32 - Reuni SMA
34 Bab 33 - Ajeng Berulah (Senjata Makan Tuan)
35 Bab 34 - Wujud Cinta Starla
36 Bab 35 - Tinggal Bersama Mertua
37 Bab 36 - Baby Loading (Hamil)
38 Bab 37 - Jangan Sampai Lolos
39 Bab 38 - Ziarah Kubur
40 Bab 39 - Membuntuti Menantu (Bening)
41 Bab 40 - Perubahan Sikap Bening
42 Bab 41 - Makan Malam Sendu
43 Bab 42 - Pertengkaran (Arjuna dan Bening)
44 Bab 43 - Pertemuan Tak Terduga (Arjuna dan Mami Monic)
45 Bab 44 - Menangis Bersama
46 Bab 45 - Pagi Milik Brahma dan Starla
47 Bab 46 - Curhat
48 Bab 47 - Morning Sickness
49 Bab 48 - Pingsan
50 Bab 49 - Siapa Yang Tega ?
51 Bab 50 - Selaksa Kecewa Bercampur Emosi
52 Bab 51 - Cinta dan Keikhlasan
53 Bab 52 - Berbicara Empat Mata
54 Bab 53 - Saling Mengancam
55 Bab 54 - Menjenguk Bening
56 Bab 55 - Sebuah Tamparan
57 Bab 56 - Tak Ada Manusia Yang Sempurna
58 Bab 57 - Upaya Terakhir
59 Bab 58 - Aku Rela (Starla)
60 Bab 59 - Rencana Liburan
61 Bab 60 - Berpamitan ke Bandung
62 Bab 61 - Melepas Rindu
63 Bab 62 - Sedikit Gemuk
64 Bab 63 - Jalan-Jalan Malam
65 Bab 64 - Permintaan Starla
66 Bab 65 - Kemarahan Brahma
67 Bab 66 - Lima Puluh Tahu Sumedang
68 Bab 67 - Minta Izin (Starla)
69 Bab 68 - Aku Kangen Mami (Starla)
70 Bab 69 - Bersiap Menjauh dan Pergi (Starla)
71 Bab 70 - Undangan Spesial dari Tuhan (Umroh)
72 Bab 71 - Arti Kehadiranmu
73 Bab 72 - Kejutan (Terkejut)
74 Bab 73 - Pulang ke Jakarta
75 Bab 74 - Penyesalan Berbalut Rindu dan Cinta (Brahma)
76 Bab 75 - Mulai Terkuak
77 Bab 76 - Kado Pemberian Starla
78 Bab 77 - Penyesalan dan Tangis (Brahma-Bening)
79 Bab 78 - Kegaduhan di Rumah Sakit
80 Bab 79 - Kondisi Terkini
81 Bab 80 - Kehamilan Simpatik
82 Bab 81 - Kondisi Starla
83 Bab 82 - Asuransi Jiwa (500 Juta)
84 Bab 83 - Apa Aku Hamil ? (Ajeng)
85 Bab 84 - Huru-Hara
86 Bab 85 - Bertemu Sang Belahan Jiwa
87 Bab 86 - Buku Harian Milik Starla
88 Bab 87 - Ungkapan Cinta (Brahma-Starla)
89 Bab 88 - Bersimbah Darah
90 Bab 89 - Gelayut Mendung
91 Bab 90 - Bangun dari Koma (Starla)
92 Bab 91 - Akhir Tragis Tersangka Utama (Pembunuhan Mami Monic)
93 Bab 92 - Pernikahan Dadakan (Ravi dan Ajeng)
94 Bab 93 - Pernikahan Kontrak (Ravi-Ajeng)
95 Bab 94 - Acara Menjenguk Anak (Ravi-Ajeng)
96 Bab 95 - Menjelang Lahiran (Ravi-Ajeng)
97 Bab 96 - Keguguran (Ravi-Ajeng)
98 Bab 97 - Ungkapan Cinta (Ravi-Ajeng)
99 Bab 98 - Pohon Jambu Megalodon (Brahma-Starla)
100 Bab 99 - Menuju Penghujung Kisah
101 Bab 100 - Indahnya Saling Memaafkan
102 Bab 101 - Akhir Kisah (Keluarga Bahagia)
103 PROMO KARYA BARU
104 PROMO KARYA BARU
105 PROMO NOVEL BARU
Episodes

Updated 105 Episodes

1
Bab 1 - Dalam Pengaruh Obat
2
Bab 2 - Kontrak Pernikahan
3
Bab 3 - Gang Ding Dong
4
Bab 4 - Menjual Anak Perempuan Untuk Melunasi Hutang
5
Bab 5 - SAH (Pernikahan)
6
Bab 6 - Kamar Pengantin
7
Bab 7 - Pengantin Lama vs Pengantin Baru
8
Bab 8 - Kabar Pernikahan
9
Bab 9 - Ajeng Notokusumo
10
Bab 10 - Memberi Nafkah
11
Bab 11 - Membuat Banyak Kenangan
12
Bab 12 - Kedatangan Tamu
13
Bab 13 - Mantan Kekasih
14
Bab 14 - Penyesalan (Ajeng)
15
Bab 15 - Ingin Beri Kejutan
16
Bab 16 - Sebuah Undangan
17
Bab 17 - Menginap di Hotel
18
Bab 18 - Mengeluarkan Unek-Unek
19
Bab 19 - Sebuah Bekas Luka
20
Bab 20 - Terpaksa Berbohong
21
Bab 21 - Bertemu Mami Monic
22
Bab 22 - Sebuah Keputusan Penting (Mami Monic)
23
Bab 23 - Siapa Monic ?
24
Bab 24 - Masa Lalu (Mami Monic)
25
Bab 25 - Terjerat Benang Merah Masa Lalu
26
PROMO KARYA
27
Bab 26 - Mulai Candu
28
Bab 27 - Perkara Kejar Setoran
29
Bab 28 - Acara Pembukaan Butik Milik Ajeng
30
Bab 29 - Starla vs Ajeng
31
Bab 30 - Sebuah Ide Perjodohan
32
Bab 31 - Ulat Bulu
33
Bab 32 - Reuni SMA
34
Bab 33 - Ajeng Berulah (Senjata Makan Tuan)
35
Bab 34 - Wujud Cinta Starla
36
Bab 35 - Tinggal Bersama Mertua
37
Bab 36 - Baby Loading (Hamil)
38
Bab 37 - Jangan Sampai Lolos
39
Bab 38 - Ziarah Kubur
40
Bab 39 - Membuntuti Menantu (Bening)
41
Bab 40 - Perubahan Sikap Bening
42
Bab 41 - Makan Malam Sendu
43
Bab 42 - Pertengkaran (Arjuna dan Bening)
44
Bab 43 - Pertemuan Tak Terduga (Arjuna dan Mami Monic)
45
Bab 44 - Menangis Bersama
46
Bab 45 - Pagi Milik Brahma dan Starla
47
Bab 46 - Curhat
48
Bab 47 - Morning Sickness
49
Bab 48 - Pingsan
50
Bab 49 - Siapa Yang Tega ?
51
Bab 50 - Selaksa Kecewa Bercampur Emosi
52
Bab 51 - Cinta dan Keikhlasan
53
Bab 52 - Berbicara Empat Mata
54
Bab 53 - Saling Mengancam
55
Bab 54 - Menjenguk Bening
56
Bab 55 - Sebuah Tamparan
57
Bab 56 - Tak Ada Manusia Yang Sempurna
58
Bab 57 - Upaya Terakhir
59
Bab 58 - Aku Rela (Starla)
60
Bab 59 - Rencana Liburan
61
Bab 60 - Berpamitan ke Bandung
62
Bab 61 - Melepas Rindu
63
Bab 62 - Sedikit Gemuk
64
Bab 63 - Jalan-Jalan Malam
65
Bab 64 - Permintaan Starla
66
Bab 65 - Kemarahan Brahma
67
Bab 66 - Lima Puluh Tahu Sumedang
68
Bab 67 - Minta Izin (Starla)
69
Bab 68 - Aku Kangen Mami (Starla)
70
Bab 69 - Bersiap Menjauh dan Pergi (Starla)
71
Bab 70 - Undangan Spesial dari Tuhan (Umroh)
72
Bab 71 - Arti Kehadiranmu
73
Bab 72 - Kejutan (Terkejut)
74
Bab 73 - Pulang ke Jakarta
75
Bab 74 - Penyesalan Berbalut Rindu dan Cinta (Brahma)
76
Bab 75 - Mulai Terkuak
77
Bab 76 - Kado Pemberian Starla
78
Bab 77 - Penyesalan dan Tangis (Brahma-Bening)
79
Bab 78 - Kegaduhan di Rumah Sakit
80
Bab 79 - Kondisi Terkini
81
Bab 80 - Kehamilan Simpatik
82
Bab 81 - Kondisi Starla
83
Bab 82 - Asuransi Jiwa (500 Juta)
84
Bab 83 - Apa Aku Hamil ? (Ajeng)
85
Bab 84 - Huru-Hara
86
Bab 85 - Bertemu Sang Belahan Jiwa
87
Bab 86 - Buku Harian Milik Starla
88
Bab 87 - Ungkapan Cinta (Brahma-Starla)
89
Bab 88 - Bersimbah Darah
90
Bab 89 - Gelayut Mendung
91
Bab 90 - Bangun dari Koma (Starla)
92
Bab 91 - Akhir Tragis Tersangka Utama (Pembunuhan Mami Monic)
93
Bab 92 - Pernikahan Dadakan (Ravi dan Ajeng)
94
Bab 93 - Pernikahan Kontrak (Ravi-Ajeng)
95
Bab 94 - Acara Menjenguk Anak (Ravi-Ajeng)
96
Bab 95 - Menjelang Lahiran (Ravi-Ajeng)
97
Bab 96 - Keguguran (Ravi-Ajeng)
98
Bab 97 - Ungkapan Cinta (Ravi-Ajeng)
99
Bab 98 - Pohon Jambu Megalodon (Brahma-Starla)
100
Bab 99 - Menuju Penghujung Kisah
101
Bab 100 - Indahnya Saling Memaafkan
102
Bab 101 - Akhir Kisah (Keluarga Bahagia)
103
PROMO KARYA BARU
104
PROMO KARYA BARU
105
PROMO NOVEL BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!