Bab 8 - Kabar Pernikahan

Semakin Brahma penasaran dengan jati diri Starla dan keluarganya, namun hanya berujung tak menemukan jawaban yang meyakinkan hatinya. Seakan ada sebuah ganjalan untuk menerima semua fakta yang disodorkan padanya.

Sebab hasil penelusuran Vicky dan anak buahnya, Starla berstatus anak yatim piatu secara hukum negara. Nama ayah dan ibu kandungnya yakni murni pribumi. Kedua orang tuanya meninggal dunia karena kecelakaan sejak Starla masih bayi. Setelah itu Starla berada dalam pengasuhan sebuah yayasan yatim piatu.

Sejak kapan Starla diasuh oleh Mami Monic, tak ada informasi yang berhasil didapatkan oleh Vicky dan anak buahnya. Kini fakta yang Starla sampaikan pada Brahma sebelum menikah, yakni Mami Monic bukan ibu angkatnya melainkan ibu kandungnya.

Brahma dan anak buahnya juga sudah menelusuri jejak Mami Monic di masa lalu. Hasilnya nihil alias tak ada jejak yang bisa ia peroleh. Hanya ada informasi perihal Mami Monic yang dikenal dari P S K berubah menjadi muci_kari. Bahkan dalam dokumen negara, hingga detik ini Starla masih beralamat tinggal di sebuah panti asuhan, bukan di Gang Ding Dong. Padahal faktanya setiap hari Starla tinggal di gang yang terkenal sebagai area lokali*sasi terbesar dan ternama itu.

☘️☘️

Pagi hari pun tiba. Saat ini jam menunjukkan pukul lima pagi. Tubuh Starla menggeliat perlahan. Matanya masih terpejam. Tiba-tiba ia merasakan tubuhnya berat seakan tertimpa sesuatu. Perlahan tapi pasti matanya pun terbuka dan melihat sekelilingnya. Sontak ia pun terkejut melihat Brahma tengah memeluk tubuhnya begitu posesif.

"Sejak kapan ia memelukku seperti ini? Apa dia sedang bermimpi memeluk Ajeng tapi faktanya tengah memelukku?" batin Starla.

Ia menghela napas beratnya sejenak. Berusaha melupakan angan-angan jika Brahma memeluknya karena memang dalam kondisi sadar bahwa ia Starla bukan yang lain. Akhirnya Starla berusaha menggoyang lengan Brahma untuk membangunkan suaminya itu.

"Mas, bangun. Mas,"

Brahma pun segera bereaksi khas orang bangun tidur.

"Hoamm..."

Saat matanya sudah terbuka, Brahma begitu terkejut melihat wajah Starla sudah berada di depannya persis dalam jarak yang sangat dekat bahkan hidung mereka nyaris bersentuhan.

"Astaghfirullah..."

Brahma langsung melepaskan pelukannya pada tubuh Starla. Bahkan dalam hatinya ia begitu merutuki tingkah kaki dan tangannya yang nakal. Sebab tangan dan kakinya berada di area terlarang pada tubuh sang istri. Sungguh dirinya malu di hadapan Starla.

Brahma langsung turun dari ranjang dan lari terbirit-birit masuk ke dalam kamar mandi. Sedangkan Starla hanya tersenyum lucu melihat tingkah Brahma yang konyol barusan.

"Lucu banget sih. Kan aku istrinya. Kalau disentuh juga enggak dosa. Kok bukan bilang alhamdulillah malah astaghfirullah. Masa istrinya dikira hantu," ujar Starla.

Setelah kekocakan di pagi hari tadi, kini keduanya sudah rapi dan bersiap turun ke restoran hotel karena keluarga sudah menunggu pengantin baru tersebut. Brahma dan Starla sengaja membuat basah rambut mereka pagi ini yakni keramas. Walaupun malam pengantin tak mereka lakukan. Hanya sekedar alibi pada keluarga bahwa malam pengantin berjalan dengan baik semalam.

"Wah pengantin baru rambutnya kelihatan basah. Semalam gimana main bolanya? Menang berapa ronde, Kak?" ledek Bisma.

"Masih bocil, ikut saja urusan orang gede. Cepet makan sono," titah Brahma pada adiknya yang bernama Bisma Arya Mahendra.

"Santai, Kak. Pengantin baru jangan mudah baperan. Nanti ketampananmu luntur kesapu debu, hilang whosshh. Kan jadi susyaahh cari ketampanan lagi," kelakar Bisma.

"Sudah, jangan berantem. Enggak di rumah sekarang di luar, tetep saja kalian berdua kayak Tom-tom dan Jer-jer yang enggak pernah akur. Tapi sekalinya akur malah main peluk-pelukan kayak keluarga film kartun Teletabah. Gumush banget," ucap Binar seraya terkekeh sendiri.

"Idih, males banget peluk Bisma. Masa pisang ketemu pisang sih, Kak. Yang benar saja," ucap Brahma tak terima.

"Aku juga ogah, Kak. Enak sama yang punya jeruk daripada sesama pisang. Apalagi Pak Pol yang satu ini keras kepala dan otoriter. Enggak asyik banget," sungut Bisma.

"Makanya nikah sono. Pacar gak jelas semua sampai Papa dan Mama pusing tujuh keliling mikirin anak bontotnya yang ngeselin kayak kamu,"

"Eh ngomong-ngomong, Papa dan Mama kok belum turun sih. Masa masih tidur jam segini," sela Binar.

"Biar aku samperin Papa sama Mama ke kamar," usul Dion.

"Ya, Pi. Tolong cek Papa dan Mama ke kamarnya. Tumben banget. Biasanya paling rajin duluan," ucap Binar menyetujui usulan Dion.

Namun Dion belum beranjak pergi dari restoran, Arjuna dan Bening sudah terlihat berjalan menuju meja mereka.

"Maaf ya, kalian jadi nungguin Mama dan Papa. Ayo kita sarapan," sapa Bening. Arjuna mengekori istrinya dari belakang.

"Busettt, ini sebenarnya yang pengantin baru siapa? Kenapa semuanya pada basah rambutnya? Cuma aku doang yang kering kerontang begini rambutnya," ujar Bisma seraya cemberut dan mengacak rambutnya sendiri.

Binar, Dion, Brahma, Starla dan sekarang Papa serta Mamanya, semua rambutnya dalam kondisi basah alias habis keramas.

"Atuuu juga endak kelamas, Om. Kita sehati nih, Om." Disya ikut menimpali ucapan Bisma. Bahkan Disya tersenyum lebar pada Bisma seraya menampilkan deretan giginya. Begitu menggemaskan.

"Haha..." semuanya tertawa bersama. Hanya Bisma yang menggerutu sebal karena pagi ini hanya dirinya yang tak punya pasangan dan tidak keramas.

"Ayo makan," titah Arjuna.

Semuanya pun menurut dan tak ada yang membantah jika sang komandan sudah tegas mengeluarkan perintah. Mereka sarapan bersama dengan penuh rasa kekeluargaan. Starla sungguh merasa bahagia karena berada di tengah-tengah keluarga Brahma yang begitu perhatian padanya.

Ia tak pernah mendapatkan kasih sayang dari seorang ayah. Kini terbayar dari ayah mertuanya yakni Arjuna. Lelaki ini begitu sayang dan perhatian padanya.

☘️☘️

Bandara Soekarno Hatta.

"Hati-hati ya di sana. Jangan lupa setelah bulan madu, mampir dulu ke rumah Papa dan Mama baru kalian pulang."

"Iya, Ma. Beres," jawab Brahma.

Arjuna dan Bening sengaja mengantarkan pengantin baru itu ke bandara guna berangkat untuk bulan madu ke Bali yang akan berlanjut ke Lombok. Kurang lebih selama lima hari mereka akan berbulan madu. Memang tak bisa lama waktu bulan madu mereka, karena Brahma dan Starla masih harus bekerja.

"Jaga baik-baik putri Papa. Awas kalau kamu bikin dia nangis atau enggak bahagia," ucap Arjuna dengan tegas pada Brahma.

"Siap laksanakan, Ndan."

Starla semakin terharu dengan perlakuan dari Bening dan Arjuna yang begitu tulus padanya. Bahkan dirinya sudah dianggap seperti putri kandung mereka sendiri bukan hanya sekedar menantu.

Panggilan boarding sudah menunggu pengantin baru. Saat keduanya berjalan beberapa langkah, mendadak Bening memanggil kembali.

"Brahma,"

Seketika yang dipanggil pun menoleh ke belakang tepatnya ke arah ibunya berdiri. Starla juga melakukan hal yang seperti yang dilakukan suaminya itu.

"Iya, Ma." Brahma menjawabnya dengan setengah berteriak.

"Jangan lupa cucu pesanan Papa dan Mama. Wajib dicicil bikinnya. Jangan ditunda-tunda," teriak Bening.

Semburat merah seketika menyeruak di wajah Starla. Sedangkan Brahma mendengus sebal karena ibunya membahas hal seperti ini di tempat umum. Arjuna hanya tertawa cekikikan tanpa dosa ketika melihat ekspresi Brahma.

"Kami masuk dulu, Ma. Sudah boarding,"

"Janji dicicil ya, Nak."

"Beres, Ma. Nanti Brahma cicil dulu pipinya biar Mama puas ciuminnya," jawab Brahma asal ceplos seraya memutar bola matanya jengah melihat kekonyolan ibunya barusan.

Akhirnya pengantin baru itu pun melenggang pergi untuk masuk ke dalam pesawat yang sudah menanti mereka.

"Ini sebenarnya acara bikin cucu apa kreditan panci sih, Ma? Pakai mode cicil segala. Kok enggak langsung mode tunai atau cash keras gitu. Hehe..."

"Haisshh, Papa. Brahma kalau enggak digitukan, mana mau segera mengabulkan permintaanku tadi. Memangnya aku anak kemarin sore yang mudah mereka bohongi,"

"Maksud Mama?"

"Tadi pas sarapan, aku lihat bibir Starla enggak bengkak, lehernya juga bersih. Lengan dan leher Brahma juga enggak ada bekas apapun baik kecupan atau cakaran. Pasti semalam mereka cuma tidur biasa enggak main ninu-ninu seperti kita. Tapi pakai alibi keramas dan rambut basah,"

"Wah, Bu Komandan memang the best dah. Tak ada lawan kalau soal kasus beginian. Semua dibabat habis dan tersangka tak bisa mengelak. Istri siapa dulu sih ini? Sudah cantik, pinter banget di dapur sama kasur pula. Paket komplit pokoknya,"

"Istrinya Bapak Arjuna Sabda Mahendra yang paling tampan se-RT gitu loh. Pulang yuk, Pa. Mama masih ngantuk nih. Semalam kurang tidur,"

"Oke, Sayangku. Nanti aku pijat di rumah biar tidurnya makin pules,"

"Jangan modus,"

"Dikit doang, Ma."

"Hmm..."

☘️☘️

Ketika Brahma dan Starla sedang mengudara menuju Bali, seorang wanita yang berada di Paris begitu terkejut ketika tanpa sengaja ia membaca W A G SMA. Sebenarnya ia sangat jarang membuka dan membaca grup sekolahnya itu. Namun entah mengapa hari ini mendadak tangannya tanpa sengaja membukanya dan ia begitu terkejut melihat fakta yang terpampang di sana.

Hari Patah Hati Nasional. Brahma polisi tampan kita akhirnya sudah sold out alias menikah. Huhu...

Aduh Brahmaku. Aku sakit hati nih teganya dia memilih wanita lain daripada aku.

Brahma, aku rela menunggu dudamu. Jadi istri keduamu juga siap 48 jam loh.

Begitulah bunyi pesan-pesan yang ada di W A G SMA yang dominan berasal dari para wanita yang termasuk fans garis keras Brahma Satria Mahendra. Mereka tidak rela Brahma kini sudah berstatus sebagai suami dan otomatis melepas masa lajangnya. Brahma hanya mengundang Ravi dan guru dekatnya saja ketika dahulu bersekolah untuk hadir di acara pernikahannya.

Brahma tidak go public perihal acara pernikahannya bersama Starla. Sehingga tidak banyak orang lain yang tahu. Namun saat ini kabar pernikahannya mulai tersebar luas.

Deg...

"Brahma sudah menikah? Ini beneran atau cuma gosip?" batinnya yang tak percaya melihat foto pernikahan Brahma dengan Starla di W A G SMA.

Seketika tangannya mendial nomor seseorang untuk memastikan hal ini. Tak lama sambungan teleponnya pun terhubung dan diangkat oleh seseorang di seberang sana.

"Halo..."

Bersambung...

🍁🍁🍁

Terpopuler

Comments

Deasy Dahlan

Deasy Dahlan

Ajeng... Jgn jd pelakor

2025-01-04

1

Yus Nita

Yus Nita

kecewa jeng..
syukurin..

2024-11-28

0

Putri Dhamayanti

Putri Dhamayanti

Jangan jd pelakor ya jeng...awas aja !! 😤

2024-09-21

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Dalam Pengaruh Obat
2 Bab 2 - Kontrak Pernikahan
3 Bab 3 - Gang Ding Dong
4 Bab 4 - Menjual Anak Perempuan Untuk Melunasi Hutang
5 Bab 5 - SAH (Pernikahan)
6 Bab 6 - Kamar Pengantin
7 Bab 7 - Pengantin Lama vs Pengantin Baru
8 Bab 8 - Kabar Pernikahan
9 Bab 9 - Ajeng Notokusumo
10 Bab 10 - Memberi Nafkah
11 Bab 11 - Membuat Banyak Kenangan
12 Bab 12 - Kedatangan Tamu
13 Bab 13 - Mantan Kekasih
14 Bab 14 - Penyesalan (Ajeng)
15 Bab 15 - Ingin Beri Kejutan
16 Bab 16 - Sebuah Undangan
17 Bab 17 - Menginap di Hotel
18 Bab 18 - Mengeluarkan Unek-Unek
19 Bab 19 - Sebuah Bekas Luka
20 Bab 20 - Terpaksa Berbohong
21 Bab 21 - Bertemu Mami Monic
22 Bab 22 - Sebuah Keputusan Penting (Mami Monic)
23 Bab 23 - Siapa Monic ?
24 Bab 24 - Masa Lalu (Mami Monic)
25 Bab 25 - Terjerat Benang Merah Masa Lalu
26 PROMO KARYA
27 Bab 26 - Mulai Candu
28 Bab 27 - Perkara Kejar Setoran
29 Bab 28 - Acara Pembukaan Butik Milik Ajeng
30 Bab 29 - Starla vs Ajeng
31 Bab 30 - Sebuah Ide Perjodohan
32 Bab 31 - Ulat Bulu
33 Bab 32 - Reuni SMA
34 Bab 33 - Ajeng Berulah (Senjata Makan Tuan)
35 Bab 34 - Wujud Cinta Starla
36 Bab 35 - Tinggal Bersama Mertua
37 Bab 36 - Baby Loading (Hamil)
38 Bab 37 - Jangan Sampai Lolos
39 Bab 38 - Ziarah Kubur
40 Bab 39 - Membuntuti Menantu (Bening)
41 Bab 40 - Perubahan Sikap Bening
42 Bab 41 - Makan Malam Sendu
43 Bab 42 - Pertengkaran (Arjuna dan Bening)
44 Bab 43 - Pertemuan Tak Terduga (Arjuna dan Mami Monic)
45 Bab 44 - Menangis Bersama
46 Bab 45 - Pagi Milik Brahma dan Starla
47 Bab 46 - Curhat
48 Bab 47 - Morning Sickness
49 Bab 48 - Pingsan
50 Bab 49 - Siapa Yang Tega ?
51 Bab 50 - Selaksa Kecewa Bercampur Emosi
52 Bab 51 - Cinta dan Keikhlasan
53 Bab 52 - Berbicara Empat Mata
54 Bab 53 - Saling Mengancam
55 Bab 54 - Menjenguk Bening
56 Bab 55 - Sebuah Tamparan
57 Bab 56 - Tak Ada Manusia Yang Sempurna
58 Bab 57 - Upaya Terakhir
59 Bab 58 - Aku Rela (Starla)
60 Bab 59 - Rencana Liburan
61 Bab 60 - Berpamitan ke Bandung
62 Bab 61 - Melepas Rindu
63 Bab 62 - Sedikit Gemuk
64 Bab 63 - Jalan-Jalan Malam
65 Bab 64 - Permintaan Starla
66 Bab 65 - Kemarahan Brahma
67 Bab 66 - Lima Puluh Tahu Sumedang
68 Bab 67 - Minta Izin (Starla)
69 Bab 68 - Aku Kangen Mami (Starla)
70 Bab 69 - Bersiap Menjauh dan Pergi (Starla)
71 Bab 70 - Undangan Spesial dari Tuhan (Umroh)
72 Bab 71 - Arti Kehadiranmu
73 Bab 72 - Kejutan (Terkejut)
74 Bab 73 - Pulang ke Jakarta
75 Bab 74 - Penyesalan Berbalut Rindu dan Cinta (Brahma)
76 Bab 75 - Mulai Terkuak
77 Bab 76 - Kado Pemberian Starla
78 Bab 77 - Penyesalan dan Tangis (Brahma-Bening)
79 Bab 78 - Kegaduhan di Rumah Sakit
80 Bab 79 - Kondisi Terkini
81 Bab 80 - Kehamilan Simpatik
82 Bab 81 - Kondisi Starla
83 Bab 82 - Asuransi Jiwa (500 Juta)
84 Bab 83 - Apa Aku Hamil ? (Ajeng)
85 Bab 84 - Huru-Hara
86 Bab 85 - Bertemu Sang Belahan Jiwa
87 Bab 86 - Buku Harian Milik Starla
88 Bab 87 - Ungkapan Cinta (Brahma-Starla)
89 Bab 88 - Bersimbah Darah
90 Bab 89 - Gelayut Mendung
91 Bab 90 - Bangun dari Koma (Starla)
92 Bab 91 - Akhir Tragis Tersangka Utama (Pembunuhan Mami Monic)
93 Bab 92 - Pernikahan Dadakan (Ravi dan Ajeng)
94 Bab 93 - Pernikahan Kontrak (Ravi-Ajeng)
95 Bab 94 - Acara Menjenguk Anak (Ravi-Ajeng)
96 Bab 95 - Menjelang Lahiran (Ravi-Ajeng)
97 Bab 96 - Keguguran (Ravi-Ajeng)
98 Bab 97 - Ungkapan Cinta (Ravi-Ajeng)
99 Bab 98 - Pohon Jambu Megalodon (Brahma-Starla)
100 Bab 99 - Menuju Penghujung Kisah
101 Bab 100 - Indahnya Saling Memaafkan
102 Bab 101 - Akhir Kisah (Keluarga Bahagia)
103 PROMO KARYA BARU
104 PROMO KARYA BARU
105 PROMO NOVEL BARU
Episodes

Updated 105 Episodes

1
Bab 1 - Dalam Pengaruh Obat
2
Bab 2 - Kontrak Pernikahan
3
Bab 3 - Gang Ding Dong
4
Bab 4 - Menjual Anak Perempuan Untuk Melunasi Hutang
5
Bab 5 - SAH (Pernikahan)
6
Bab 6 - Kamar Pengantin
7
Bab 7 - Pengantin Lama vs Pengantin Baru
8
Bab 8 - Kabar Pernikahan
9
Bab 9 - Ajeng Notokusumo
10
Bab 10 - Memberi Nafkah
11
Bab 11 - Membuat Banyak Kenangan
12
Bab 12 - Kedatangan Tamu
13
Bab 13 - Mantan Kekasih
14
Bab 14 - Penyesalan (Ajeng)
15
Bab 15 - Ingin Beri Kejutan
16
Bab 16 - Sebuah Undangan
17
Bab 17 - Menginap di Hotel
18
Bab 18 - Mengeluarkan Unek-Unek
19
Bab 19 - Sebuah Bekas Luka
20
Bab 20 - Terpaksa Berbohong
21
Bab 21 - Bertemu Mami Monic
22
Bab 22 - Sebuah Keputusan Penting (Mami Monic)
23
Bab 23 - Siapa Monic ?
24
Bab 24 - Masa Lalu (Mami Monic)
25
Bab 25 - Terjerat Benang Merah Masa Lalu
26
PROMO KARYA
27
Bab 26 - Mulai Candu
28
Bab 27 - Perkara Kejar Setoran
29
Bab 28 - Acara Pembukaan Butik Milik Ajeng
30
Bab 29 - Starla vs Ajeng
31
Bab 30 - Sebuah Ide Perjodohan
32
Bab 31 - Ulat Bulu
33
Bab 32 - Reuni SMA
34
Bab 33 - Ajeng Berulah (Senjata Makan Tuan)
35
Bab 34 - Wujud Cinta Starla
36
Bab 35 - Tinggal Bersama Mertua
37
Bab 36 - Baby Loading (Hamil)
38
Bab 37 - Jangan Sampai Lolos
39
Bab 38 - Ziarah Kubur
40
Bab 39 - Membuntuti Menantu (Bening)
41
Bab 40 - Perubahan Sikap Bening
42
Bab 41 - Makan Malam Sendu
43
Bab 42 - Pertengkaran (Arjuna dan Bening)
44
Bab 43 - Pertemuan Tak Terduga (Arjuna dan Mami Monic)
45
Bab 44 - Menangis Bersama
46
Bab 45 - Pagi Milik Brahma dan Starla
47
Bab 46 - Curhat
48
Bab 47 - Morning Sickness
49
Bab 48 - Pingsan
50
Bab 49 - Siapa Yang Tega ?
51
Bab 50 - Selaksa Kecewa Bercampur Emosi
52
Bab 51 - Cinta dan Keikhlasan
53
Bab 52 - Berbicara Empat Mata
54
Bab 53 - Saling Mengancam
55
Bab 54 - Menjenguk Bening
56
Bab 55 - Sebuah Tamparan
57
Bab 56 - Tak Ada Manusia Yang Sempurna
58
Bab 57 - Upaya Terakhir
59
Bab 58 - Aku Rela (Starla)
60
Bab 59 - Rencana Liburan
61
Bab 60 - Berpamitan ke Bandung
62
Bab 61 - Melepas Rindu
63
Bab 62 - Sedikit Gemuk
64
Bab 63 - Jalan-Jalan Malam
65
Bab 64 - Permintaan Starla
66
Bab 65 - Kemarahan Brahma
67
Bab 66 - Lima Puluh Tahu Sumedang
68
Bab 67 - Minta Izin (Starla)
69
Bab 68 - Aku Kangen Mami (Starla)
70
Bab 69 - Bersiap Menjauh dan Pergi (Starla)
71
Bab 70 - Undangan Spesial dari Tuhan (Umroh)
72
Bab 71 - Arti Kehadiranmu
73
Bab 72 - Kejutan (Terkejut)
74
Bab 73 - Pulang ke Jakarta
75
Bab 74 - Penyesalan Berbalut Rindu dan Cinta (Brahma)
76
Bab 75 - Mulai Terkuak
77
Bab 76 - Kado Pemberian Starla
78
Bab 77 - Penyesalan dan Tangis (Brahma-Bening)
79
Bab 78 - Kegaduhan di Rumah Sakit
80
Bab 79 - Kondisi Terkini
81
Bab 80 - Kehamilan Simpatik
82
Bab 81 - Kondisi Starla
83
Bab 82 - Asuransi Jiwa (500 Juta)
84
Bab 83 - Apa Aku Hamil ? (Ajeng)
85
Bab 84 - Huru-Hara
86
Bab 85 - Bertemu Sang Belahan Jiwa
87
Bab 86 - Buku Harian Milik Starla
88
Bab 87 - Ungkapan Cinta (Brahma-Starla)
89
Bab 88 - Bersimbah Darah
90
Bab 89 - Gelayut Mendung
91
Bab 90 - Bangun dari Koma (Starla)
92
Bab 91 - Akhir Tragis Tersangka Utama (Pembunuhan Mami Monic)
93
Bab 92 - Pernikahan Dadakan (Ravi dan Ajeng)
94
Bab 93 - Pernikahan Kontrak (Ravi-Ajeng)
95
Bab 94 - Acara Menjenguk Anak (Ravi-Ajeng)
96
Bab 95 - Menjelang Lahiran (Ravi-Ajeng)
97
Bab 96 - Keguguran (Ravi-Ajeng)
98
Bab 97 - Ungkapan Cinta (Ravi-Ajeng)
99
Bab 98 - Pohon Jambu Megalodon (Brahma-Starla)
100
Bab 99 - Menuju Penghujung Kisah
101
Bab 100 - Indahnya Saling Memaafkan
102
Bab 101 - Akhir Kisah (Keluarga Bahagia)
103
PROMO KARYA BARU
104
PROMO KARYA BARU
105
PROMO NOVEL BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!