Bab 7 - Pengantin Lama vs Pengantin Baru

"La," panggil Brahma lirih.

"Ya, Mas."

"Mama tadi bicara apa sama kamu?" tanya Brahma. Keduanya kini sudah berada di bawah selimut yang sama dalam posisi saling memunggungi. Cahaya redup temaram dari lampu tidur menerangi kamar pengantin baru saat ini. Lampu utama sudah Brahma matikan.

"Cuma bicara wejangan rumah tangga biasa, Mas. Intinya aku disuruh sabar-sabar buat hadepin Mas Brahma,"

"Sabar kenapa? Memangnya aku laki-laki yang suka main K D R T atau ringan tangan ke wanita begitu?"

"Bukan kok, Mas. Mama cuma bilang Mas Brahma cukup keras dan disiplin, jadi aku harus bisa ngimbangin. Terus, aku harus jagain Mas Brahma dari para wanita penggoda. Ternyata fans garis keras Mas Brahma sepertinya jumlahnya ribuan ya. Hehe..."

"Dasar lebay deh, Mama. Jangan didengerin!" ketus Brahma.

"Kok Mas Brahma enggak balikan saja sama Mbak Ajeng?" tanya Starla tiba-tiba. Jujur ia penasaran dengan sosok Ajeng lebih dalam. Sebab baik Bening maupun Brahma hanya bercerita singkat padanya tentang Ajeng tepatnya pada kandasnya jalinan cinta saja tidak yang lain. Bahkan foto atau gambar Ajeng, ia belum pernah melihatnya.

"Sudah, tidurlah. Ini sudah larut malam. Besok pagi-pagi kita akan pergi ke Bali dan Lombok buat bulan madu,"

"Iya, Mas." Starla memilih mengalah dan tak melanjutkan pembicaraan karena dari jawaban Brahma barusan, ia sudah bisa menyimpulkan bahwa suaminya ini berkarakter tertutup alias introvert. Terutama perihal cinta dan sosok Ajeng Notokusumo.

Sebelum memejamkan matanya, Starla juga menghela napas berat sejenak karena konteks bulan madu yang akan mereka lakukan hanya sekedar akting belaka di depan keluarga terutama orang tua Brahma. Bukan melakukan acara bulan madu yang sesungguhnya ala pengantin baru. Mungkin bisa disebut liburan biasa bukan bulan madu.

"Semangat, Lala. Lumayan besok perdana kamu bisa pergi ke Bali dan Lombok, tempat wisata yang sudah lama kamu idam-idamkan untuk berkunjung ke sana. Sekarang bisa kesampaian juga liburan ke sana tapi atas nama bulan madu. Alhamdulillah liburan gratisan," batin Starla berusaha menyemangati dirinya sendiri.

Entah malam pengantin saat ini menjadi milik siapa. Nyatanya suasana panas justru terjadi di kamar yang lain bukan kamar pengantin baru.

"Kebiasaan nih, Papa. Baru satu ronde sudah ditinggal m0lor. Katanya tadi minta tiga ronde. Terus yang dua ronde gimana coba kalau komandan malah bablas m0lor begini. Masa lanjut beraksi dalam mimpi sih! Uh..." gerutu Bening melihat mata sang suami sudah terpejam rapat, seakan telah puas berbuka puasa antara megalodon vs lapis legit guna mengerjakan proyek pembuatan adiknya Bisma yang tidak pernah jadi-jadi.

Alhasil sekarang Arjuna sudah tertidur dengan nyenyak. Bahkan mulutnya tengah menganga lebar terlihat menggemaskan sekaligus menyebalkan di mata Bening.

☘️☘️

Jam saat ini menunjukkan pukul dua dini hari dan Brahma belum juga bisa tidur nyenyak.

"Ini pasti kerjaan Papa sama Mama. Awas saja besok kalau ketemu!" batin Brahma menggerutu sebal.

Ya, malam ini terpaksa dirinya dan Starla harus tidur di bawah satu selimut yang sama dalam kondisi yang tidak ia duga. Seluruh koper miliknya dan juga Starla ternyata berubah isinya. Hanya berisi pakaian dalam serta baju dinas malam untuk istrinya di mana baju itu seperti jala ikan yang kekurangan bahan.

Alhasil dirinya hanya tidur memakai boxer saja dengan bertelan_jang dada. Sedangkan Starla memakai baju dinas malam alias linge*rie yang benar-benar menggoda imannya. Sangat se_xy.

Terlebih warna baju dinas malam yang mirip jala-jala untuk menangkap ikan itu warnanya yakni hitam. Berpadu dengan kulit Starla yang putih mulus tanpa cacat sehingga terlihat begitu kontras. Brahma sebagai pria normal pastinya mendadak ada sesuatu yang bangkit di bawah sana kala melihat Starla memakai baju yang mirip jala-jala atau saringan tahu tersebut.

Brahma berusaha meredam dan memukul mundur keinginan ular megalodonnya untuk menerkam Starla. Walaupun wanita itu sudah resmi menjadi istrinya dan pastinya halal baginya jika ingin m3nggaulinya. Akan tetapi, Brahma kembali teringat bahwa ia dan Starla hanya menikah kontrak selama dua tahun. Terlebih ia tak ingin pernikahan kontraknya dengan Starla menghasilkan anak.

Sebagai pria, ia tak mau merugikan Starla terlalu banyak hanya demi kepentingan dirinya semata. Akhirnya malam ini pengantin baru itu hanya sebatas tidur biasa di atas ranjang yang sama tanpa adegan ninu-ninu yang biasanya wajib ada dalam agenda perayaan malam pengantin yang membara.

☘️☘️

Brahma sejak tadi sudah mendengar suara dengkuran halus Starla. Menandakan sang empunya tubuh telah tertidur pulas. Ia pun perlahan membalikkan tubuhnya dan cukup terkejut karena Starla ternyata sudah berpindah arah tidur. Yang awalnya memunggungi dirinya, kini justru tidur ke arah samping dan menghadap padanya. Posisi Starla seakan tengah memeluk dirinya sendiri. Entah karena kedinginan atau yang lain.

"Pasti dia kedinginan. Papa sama Mama bener-bener kelewatan. Kasihan anak orang," gumam Brahma lirih.

Akhirnya Brahma memutuskan untuk menggeser sedikit tubuhnya mendekati posisi tidur Starla. Ia menatap seksama mata yang terpejam cantik itu. Bulu mata lentik, hidung mancung dengan alis tebal, rambut hitam bergelombang yang menawan. Brahma seakan baru menyadari jika dilihat dengan seksama dari dekat, ternyata Starla begitu cantik namun berbeda dari wanita pribumi pada umumnya. Starla seperti memiliki darah blasteran. Walaupun dominan ciri-ciri fisik Starla yang berasal darah keturunan dalam negeri indikasi dari gen Mami Monic masih tampak lebih dominan.

"Apa ayah kandung Starla bukan murni pribumi? Tapi kenapa di dokumen keluarganya, ayah kandung Starla namanya seperti orang pribumi bukan blasteran atau bule?" batin Brahma seraya menatap lekat-lekat wajah sang istri yang tengah tertidur pulas.

Bersambung...

🍁🍁🍁

Terpopuler

Comments

Deasy Dahlan

Deasy Dahlan

Bye.. Bye mp....

2025-01-04

0

Putri Dhamayanti

Putri Dhamayanti

Dan hasilnya dimenangkan oleh..... pengantin lama 👏💃

2024-09-21

1

Putri Dhamayanti

Putri Dhamayanti

iya yaa...jangan2 starla blasteran nih makanya cantik paripurna

2024-09-21

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Dalam Pengaruh Obat
2 Bab 2 - Kontrak Pernikahan
3 Bab 3 - Gang Ding Dong
4 Bab 4 - Menjual Anak Perempuan Untuk Melunasi Hutang
5 Bab 5 - SAH (Pernikahan)
6 Bab 6 - Kamar Pengantin
7 Bab 7 - Pengantin Lama vs Pengantin Baru
8 Bab 8 - Kabar Pernikahan
9 Bab 9 - Ajeng Notokusumo
10 Bab 10 - Memberi Nafkah
11 Bab 11 - Membuat Banyak Kenangan
12 Bab 12 - Kedatangan Tamu
13 Bab 13 - Mantan Kekasih
14 Bab 14 - Penyesalan (Ajeng)
15 Bab 15 - Ingin Beri Kejutan
16 Bab 16 - Sebuah Undangan
17 Bab 17 - Menginap di Hotel
18 Bab 18 - Mengeluarkan Unek-Unek
19 Bab 19 - Sebuah Bekas Luka
20 Bab 20 - Terpaksa Berbohong
21 Bab 21 - Bertemu Mami Monic
22 Bab 22 - Sebuah Keputusan Penting (Mami Monic)
23 Bab 23 - Siapa Monic ?
24 Bab 24 - Masa Lalu (Mami Monic)
25 Bab 25 - Terjerat Benang Merah Masa Lalu
26 PROMO KARYA
27 Bab 26 - Mulai Candu
28 Bab 27 - Perkara Kejar Setoran
29 Bab 28 - Acara Pembukaan Butik Milik Ajeng
30 Bab 29 - Starla vs Ajeng
31 Bab 30 - Sebuah Ide Perjodohan
32 Bab 31 - Ulat Bulu
33 Bab 32 - Reuni SMA
34 Bab 33 - Ajeng Berulah (Senjata Makan Tuan)
35 Bab 34 - Wujud Cinta Starla
36 Bab 35 - Tinggal Bersama Mertua
37 Bab 36 - Baby Loading (Hamil)
38 Bab 37 - Jangan Sampai Lolos
39 Bab 38 - Ziarah Kubur
40 Bab 39 - Membuntuti Menantu (Bening)
41 Bab 40 - Perubahan Sikap Bening
42 Bab 41 - Makan Malam Sendu
43 Bab 42 - Pertengkaran (Arjuna dan Bening)
44 Bab 43 - Pertemuan Tak Terduga (Arjuna dan Mami Monic)
45 Bab 44 - Menangis Bersama
46 Bab 45 - Pagi Milik Brahma dan Starla
47 Bab 46 - Curhat
48 Bab 47 - Morning Sickness
49 Bab 48 - Pingsan
50 Bab 49 - Siapa Yang Tega ?
51 Bab 50 - Selaksa Kecewa Bercampur Emosi
52 Bab 51 - Cinta dan Keikhlasan
53 Bab 52 - Berbicara Empat Mata
54 Bab 53 - Saling Mengancam
55 Bab 54 - Menjenguk Bening
56 Bab 55 - Sebuah Tamparan
57 Bab 56 - Tak Ada Manusia Yang Sempurna
58 Bab 57 - Upaya Terakhir
59 Bab 58 - Aku Rela (Starla)
60 Bab 59 - Rencana Liburan
61 Bab 60 - Berpamitan ke Bandung
62 Bab 61 - Melepas Rindu
63 Bab 62 - Sedikit Gemuk
64 Bab 63 - Jalan-Jalan Malam
65 Bab 64 - Permintaan Starla
66 Bab 65 - Kemarahan Brahma
67 Bab 66 - Lima Puluh Tahu Sumedang
68 Bab 67 - Minta Izin (Starla)
69 Bab 68 - Aku Kangen Mami (Starla)
70 Bab 69 - Bersiap Menjauh dan Pergi (Starla)
71 Bab 70 - Undangan Spesial dari Tuhan (Umroh)
72 Bab 71 - Arti Kehadiranmu
73 Bab 72 - Kejutan (Terkejut)
74 Bab 73 - Pulang ke Jakarta
75 Bab 74 - Penyesalan Berbalut Rindu dan Cinta (Brahma)
76 Bab 75 - Mulai Terkuak
77 Bab 76 - Kado Pemberian Starla
78 Bab 77 - Penyesalan dan Tangis (Brahma-Bening)
79 Bab 78 - Kegaduhan di Rumah Sakit
80 Bab 79 - Kondisi Terkini
81 Bab 80 - Kehamilan Simpatik
82 Bab 81 - Kondisi Starla
83 Bab 82 - Asuransi Jiwa (500 Juta)
84 Bab 83 - Apa Aku Hamil ? (Ajeng)
85 Bab 84 - Huru-Hara
86 Bab 85 - Bertemu Sang Belahan Jiwa
87 Bab 86 - Buku Harian Milik Starla
88 Bab 87 - Ungkapan Cinta (Brahma-Starla)
89 Bab 88 - Bersimbah Darah
90 Bab 89 - Gelayut Mendung
91 Bab 90 - Bangun dari Koma (Starla)
92 Bab 91 - Akhir Tragis Tersangka Utama (Pembunuhan Mami Monic)
93 Bab 92 - Pernikahan Dadakan (Ravi dan Ajeng)
94 Bab 93 - Pernikahan Kontrak (Ravi-Ajeng)
95 Bab 94 - Acara Menjenguk Anak (Ravi-Ajeng)
96 Bab 95 - Menjelang Lahiran (Ravi-Ajeng)
97 Bab 96 - Keguguran (Ravi-Ajeng)
98 Bab 97 - Ungkapan Cinta (Ravi-Ajeng)
99 Bab 98 - Pohon Jambu Megalodon (Brahma-Starla)
100 Bab 99 - Menuju Penghujung Kisah
101 Bab 100 - Indahnya Saling Memaafkan
102 Bab 101 - Akhir Kisah (Keluarga Bahagia)
103 PROMO KARYA BARU
104 PROMO KARYA BARU
105 PROMO NOVEL BARU
Episodes

Updated 105 Episodes

1
Bab 1 - Dalam Pengaruh Obat
2
Bab 2 - Kontrak Pernikahan
3
Bab 3 - Gang Ding Dong
4
Bab 4 - Menjual Anak Perempuan Untuk Melunasi Hutang
5
Bab 5 - SAH (Pernikahan)
6
Bab 6 - Kamar Pengantin
7
Bab 7 - Pengantin Lama vs Pengantin Baru
8
Bab 8 - Kabar Pernikahan
9
Bab 9 - Ajeng Notokusumo
10
Bab 10 - Memberi Nafkah
11
Bab 11 - Membuat Banyak Kenangan
12
Bab 12 - Kedatangan Tamu
13
Bab 13 - Mantan Kekasih
14
Bab 14 - Penyesalan (Ajeng)
15
Bab 15 - Ingin Beri Kejutan
16
Bab 16 - Sebuah Undangan
17
Bab 17 - Menginap di Hotel
18
Bab 18 - Mengeluarkan Unek-Unek
19
Bab 19 - Sebuah Bekas Luka
20
Bab 20 - Terpaksa Berbohong
21
Bab 21 - Bertemu Mami Monic
22
Bab 22 - Sebuah Keputusan Penting (Mami Monic)
23
Bab 23 - Siapa Monic ?
24
Bab 24 - Masa Lalu (Mami Monic)
25
Bab 25 - Terjerat Benang Merah Masa Lalu
26
PROMO KARYA
27
Bab 26 - Mulai Candu
28
Bab 27 - Perkara Kejar Setoran
29
Bab 28 - Acara Pembukaan Butik Milik Ajeng
30
Bab 29 - Starla vs Ajeng
31
Bab 30 - Sebuah Ide Perjodohan
32
Bab 31 - Ulat Bulu
33
Bab 32 - Reuni SMA
34
Bab 33 - Ajeng Berulah (Senjata Makan Tuan)
35
Bab 34 - Wujud Cinta Starla
36
Bab 35 - Tinggal Bersama Mertua
37
Bab 36 - Baby Loading (Hamil)
38
Bab 37 - Jangan Sampai Lolos
39
Bab 38 - Ziarah Kubur
40
Bab 39 - Membuntuti Menantu (Bening)
41
Bab 40 - Perubahan Sikap Bening
42
Bab 41 - Makan Malam Sendu
43
Bab 42 - Pertengkaran (Arjuna dan Bening)
44
Bab 43 - Pertemuan Tak Terduga (Arjuna dan Mami Monic)
45
Bab 44 - Menangis Bersama
46
Bab 45 - Pagi Milik Brahma dan Starla
47
Bab 46 - Curhat
48
Bab 47 - Morning Sickness
49
Bab 48 - Pingsan
50
Bab 49 - Siapa Yang Tega ?
51
Bab 50 - Selaksa Kecewa Bercampur Emosi
52
Bab 51 - Cinta dan Keikhlasan
53
Bab 52 - Berbicara Empat Mata
54
Bab 53 - Saling Mengancam
55
Bab 54 - Menjenguk Bening
56
Bab 55 - Sebuah Tamparan
57
Bab 56 - Tak Ada Manusia Yang Sempurna
58
Bab 57 - Upaya Terakhir
59
Bab 58 - Aku Rela (Starla)
60
Bab 59 - Rencana Liburan
61
Bab 60 - Berpamitan ke Bandung
62
Bab 61 - Melepas Rindu
63
Bab 62 - Sedikit Gemuk
64
Bab 63 - Jalan-Jalan Malam
65
Bab 64 - Permintaan Starla
66
Bab 65 - Kemarahan Brahma
67
Bab 66 - Lima Puluh Tahu Sumedang
68
Bab 67 - Minta Izin (Starla)
69
Bab 68 - Aku Kangen Mami (Starla)
70
Bab 69 - Bersiap Menjauh dan Pergi (Starla)
71
Bab 70 - Undangan Spesial dari Tuhan (Umroh)
72
Bab 71 - Arti Kehadiranmu
73
Bab 72 - Kejutan (Terkejut)
74
Bab 73 - Pulang ke Jakarta
75
Bab 74 - Penyesalan Berbalut Rindu dan Cinta (Brahma)
76
Bab 75 - Mulai Terkuak
77
Bab 76 - Kado Pemberian Starla
78
Bab 77 - Penyesalan dan Tangis (Brahma-Bening)
79
Bab 78 - Kegaduhan di Rumah Sakit
80
Bab 79 - Kondisi Terkini
81
Bab 80 - Kehamilan Simpatik
82
Bab 81 - Kondisi Starla
83
Bab 82 - Asuransi Jiwa (500 Juta)
84
Bab 83 - Apa Aku Hamil ? (Ajeng)
85
Bab 84 - Huru-Hara
86
Bab 85 - Bertemu Sang Belahan Jiwa
87
Bab 86 - Buku Harian Milik Starla
88
Bab 87 - Ungkapan Cinta (Brahma-Starla)
89
Bab 88 - Bersimbah Darah
90
Bab 89 - Gelayut Mendung
91
Bab 90 - Bangun dari Koma (Starla)
92
Bab 91 - Akhir Tragis Tersangka Utama (Pembunuhan Mami Monic)
93
Bab 92 - Pernikahan Dadakan (Ravi dan Ajeng)
94
Bab 93 - Pernikahan Kontrak (Ravi-Ajeng)
95
Bab 94 - Acara Menjenguk Anak (Ravi-Ajeng)
96
Bab 95 - Menjelang Lahiran (Ravi-Ajeng)
97
Bab 96 - Keguguran (Ravi-Ajeng)
98
Bab 97 - Ungkapan Cinta (Ravi-Ajeng)
99
Bab 98 - Pohon Jambu Megalodon (Brahma-Starla)
100
Bab 99 - Menuju Penghujung Kisah
101
Bab 100 - Indahnya Saling Memaafkan
102
Bab 101 - Akhir Kisah (Keluarga Bahagia)
103
PROMO KARYA BARU
104
PROMO KARYA BARU
105
PROMO NOVEL BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!