Bab 6 - Kamar Pengantin

Malam hari pun tiba. Saat ini jam sudah menunjukkan pukul dua belas malam. Rangkaian pesta menjadi raja dan ratu seharian penuh sudah dilewati dengan baik oleh Brahma dan Starla.

Saat ini di kamar pengantin sudah ada Bening dan Starla. Bening tengah membantu Starla yang kini sudah resmi berstatus sebagai menantunya. Bening melepas pernak-pernik hiasan pengantin yang ada di rambut Starla.

"La,"

"Iya, Ma."

"Sabar-sabar ya sama putra Mama. Kalau misal Brahma ada nyakitin kamu, bilang langsung saja ke Mama. Nanti biar aku jewer kupingnya,"

Senyum seketika terbit di wajah Starla. Saat ini ia merasa beruntung mendapatkan mertua yang baik seperti Bening dan Arjuna. Walau awalnya ia merasa minder dan gelisah dengan berjuta pikiran negatif yang hinggap di benaknya. Ia khawatir mendapat mertua yang kejam seperti yang sering teman-teman kerjanya gosipkan. Banyak rekan kerjanya yang sudah menikah dan sering membagi pengalaman rumah tangganya.

Namun semua pikiran buruk dan rasa khawatirnya lenyap seketika. Bening dan Arjuna membuka tangannya lebar-lebar hanya untuk menyambut dirinya yang sangat jauh di bawah dari segi kasta, harta dan tahta.

"Mama enggak nyangka kamu bisa naklukkin hati putra Mama yang keras seperti batu,"

"Maksud Mama?"

"Apa Brahma pernah sebut nama Ajeng saat sama kamu?" Bening justru bertanya balik pada Starla.

"Iya pernah, Ma. Ajeng, mantan kekasih Mas Brahma."

"Ya, syukurlah kalau kamu sudah tahu soal Ajeng. Suami istri harus saling terbuka baik itu masa lalu dan urusan di masa depan. Lebih baik jujur daripada berbohong. Walaupun kejujuran itu pahit. Soalnya Mama dan Papa, orangnya paling enggak suka dibohongin. Makanya kami selalu ajarkan ke anak-anak buat jujur perihal apapun itu,"

Jlebb...

Starla seketika menelan salivanya dalam-dalam mendengar untaian kalimat yang baru saja terlontar dari bibir Bening. Dalam hatinya, ia merasa bersalah karena belum bisa melakukan kejujuran pada mertuanya yang sudah baik hati ini. Lidahnya terasa kelu untuk berbicara yang sebenarnya. Alhasil seakan ada rasa perih di hatinya karena ia sudah berbohong pada sang mertuanya perihal asal-usul dirinya maupun awal mula pernikahan ini terjadi. Benar-benar dilema.

☘️☘️

Bening bercerita panjang lebar pada Starla jika Brahma sejak putus dengan Ajeng, seakan dingin pada wanita mana pun. Banyak yang mau jadi istrinya, tapi selalu ditolak oleh Brahma.

"Mama harap kamu bisa sabar dan enggak goyah dalam mendampingi Brahma. Mungkin nanti masih banyak wanita yang mendekati suamimu. Jangan pernah sekalipun kamu mengalah sama para benalu itu. Kamu harus berusaha mempertahankan Brahma menjadi suamimu dari para penggoda. Puaskan saja putra Mama dengan keahlianmu di dapur dan di kasur, pasti suamimu bakal klepek-klepek sama kamu. Yang lain cuma dilewatin doang sama Brahma kayak angin yang enggak penting,"

Ceklek...

Pintu kamar pengantin mendadak terbuka. Masuklah dua pria tampan yakni Arjuna dan Brahma.

"Sudah selesai Ma, gosip dengan menantu." Arjuna sengaja meledek istrinya sendiri.

"Jangan jadi kompor deh, Ma. Baru juga putramu yang tampan ini nikah," ujar Brahma sedikit cemberut pada ibunya. Pikiran negatif sudah bergelayut di otak Brahma perihal pembicaraan empat mata antara Bening dengan Starla.

"Kompor meleduk. Hati-Hati, Nak." Arjuna semakin menabur bensin di atas bara api pembicaraan yang tengah menyala. Arjuna memang dikenal usil jika bersama istri dan putranya yang satu ini.

"Ya, Mama cuma bantu Starla lepasin hiasan di rambutnya."

"Masa? Enggak yakin deh Mama gak ngobrol hal lain ke istriku,"

Starla mendadak terharu mendengar Brahma menyebut dirinya 'istriku'.

"Ya tadi Mama juga kasih sedikit wejangan sih. Kalau capek, istirahat saja. Malam pengantinnya bisa besok atau lusa. Masih banyak hari lain. Jangan terlalu diforsir. Daripada nanti muncul berita viral di medsos, pengantin wanita yang baru resmi menikah belum ada dua puluh empat jam yakni istri dari AKP. Brahma Satria Mahendra mendadak jadi pasien rumah sakit karena kecapekan di atas ranjang. Gak lucu kan,"

"Astaga Mama, urusan begituan malah dibahas sama istriku. Jangan kontaminasi pikiran Lala yang masih suci dan selembut kapas,"

"Kayak kalian masih bocah saja," ujar Bening.

"Padahal sudah bisa bikin bocah. Hehe..." sahut Arjuna menimpali.

Starla hanya tersenyum melihat kekocakan dan kekompakan keluarga Brahma.

"Ayo, Ma. Kita ke kamar sendiri. Biarkan mereka berdua meresapi indahnya malam ini. Kita pindah ke sebelah buat mendayung di atas perahu bergoyang yang berlayar di lautan lepas,"

"Laut apaan, Pa? Kan ini di hotel tengah kota bukan di tengah laut,"

"Lautan kapuk, Ma. Ayo gercep sudah malam, Papa takut bablas ketiduran."

"Inget umur. Cuci muka, cuci kaki, berdoa sebelum tidur lalu pejamkan mata. Jangan begadang apalagi sibuk ngerjakan proyek bikin adiknya Bisma yang enggak pernah jadi-jadi," ledek Brahma.

"Biarin, wlekkk. Kalau iri, bilang bos." Arjuna membalas ledekan Brahma.

"Idih. Dasar aki-aki!" gerutu Brahma.

Akhirnya drama yang membagongkan menuju persiapan malam pengantin selesai sudah. Arjuna dan Bening sudah berada di kamarnya. Sedangkan kini pengantin baru justru mengalami kecanggungan kala berdua saja di dalam kamar. Padahal malam ini bukan malam pertama mereka juga. Namun entah mengapa justru jantung keduanya tengah berdegup kencang.

"Kamu bersih-bersih diri dulu, setelah itu aku." Brahma akhirnya bersuara terlebih dahulu untuk memecah keheningan.

"Iya, Mas." Starla akhirnya mengiyakan saja permintaan Brahma tersebut. Ia segera masuk ke dalam kamar mandi. Meninggalkan Brahma yang kini duduk gelisah dan bingung di atas ranjang yang banyak bertabur bunga nan harum semerbak khas kamar pengantin baru.

☘️☘️

Setelah Brahma selesai membersihkan diri di kamar mandi, ia pun keluar dengan mengenakan handuk yang diikatkan di pinggang dan panjangnya sebatas lutut. Brahma bertelan_jang dada.

"Loh, kamu belum ganti baju La?" tanya Brahma kala terkejut melihat Starla yang masih duduk di atas ranjang dengan kondisi memakai bathrobe saja.

"Koperku kok isinya berubah ya, Mas. Piyamaku dan baju ganti enggak ada semua,"

"Hah, kok bisa? Terus yang di dalam koper apaan? Kosong semua gitu?"

Brahma segera berjalan menuju koper milik Starla yang ada di depan lemari pakaian.

"Eh, jangan Mas." Starla mencekal tangan Brahma. Ia berusaha mencegah suaminya itu untuk melihat isi kopernya. Ia benar-benar malu. Namun Brahma tetap bersikukuh ingin melihatnya.

Sedangkan di kamar yang tak jauh dari kamar pengantin, sepasang suami istri yang berstatus sebagai pengantin lama tengah cekikikan.

"Mama tega ih. Nanti kalau anak sama menantu kita kedinginan gimana?

"Kan ada selimut, Pa. Mereka bisa pelukan di bawah selimut yang sama buat saling menghangatkan," jawab Bening.

Ya, Bening sengaja mengganti isi koper milik Brahma dan Starla secara sembunyi-sembunyi. Bening sangat tahu jika cinta Brahma untuk Starla belum seberapa besar. Sebagai ibu, ia yakin Brahma masih sangat mencintai Ajeng Notokusumo.

Sesama wanita, Bening tak ingin putranya itu menyakiti perasaan Starla yang sudah resmi menyandang status sebagai istri. Bening yakin jika Brahma dan Starla segera dikaruniai seorang anak alias buah hati, maka cinta Brahma pasti akan tertuju penuh untuk Starla dan anak mereka.

"La, kamu yakin mau pakai itu?" tanya Brahma lirih seraya menelan salivanya dalam-dalam.

"Apa boleh?"

Bersambung...

🍁🍁🍁

Terpopuler

Comments

Deasy Dahlan

Deasy Dahlan

Brahma... Brahma... Pake nanya... Pasti maula...

2025-01-04

0

Yus Nita

Yus Nita

ini mah nama ny ibu mertua gak ada ahklak 😁😁👍

2024-11-28

1

YuWie

YuWie

starla spt anaknya inara virgoun ya

2024-10-03

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Dalam Pengaruh Obat
2 Bab 2 - Kontrak Pernikahan
3 Bab 3 - Gang Ding Dong
4 Bab 4 - Menjual Anak Perempuan Untuk Melunasi Hutang
5 Bab 5 - SAH (Pernikahan)
6 Bab 6 - Kamar Pengantin
7 Bab 7 - Pengantin Lama vs Pengantin Baru
8 Bab 8 - Kabar Pernikahan
9 Bab 9 - Ajeng Notokusumo
10 Bab 10 - Memberi Nafkah
11 Bab 11 - Membuat Banyak Kenangan
12 Bab 12 - Kedatangan Tamu
13 Bab 13 - Mantan Kekasih
14 Bab 14 - Penyesalan (Ajeng)
15 Bab 15 - Ingin Beri Kejutan
16 Bab 16 - Sebuah Undangan
17 Bab 17 - Menginap di Hotel
18 Bab 18 - Mengeluarkan Unek-Unek
19 Bab 19 - Sebuah Bekas Luka
20 Bab 20 - Terpaksa Berbohong
21 Bab 21 - Bertemu Mami Monic
22 Bab 22 - Sebuah Keputusan Penting (Mami Monic)
23 Bab 23 - Siapa Monic ?
24 Bab 24 - Masa Lalu (Mami Monic)
25 Bab 25 - Terjerat Benang Merah Masa Lalu
26 PROMO KARYA
27 Bab 26 - Mulai Candu
28 Bab 27 - Perkara Kejar Setoran
29 Bab 28 - Acara Pembukaan Butik Milik Ajeng
30 Bab 29 - Starla vs Ajeng
31 Bab 30 - Sebuah Ide Perjodohan
32 Bab 31 - Ulat Bulu
33 Bab 32 - Reuni SMA
34 Bab 33 - Ajeng Berulah (Senjata Makan Tuan)
35 Bab 34 - Wujud Cinta Starla
36 Bab 35 - Tinggal Bersama Mertua
37 Bab 36 - Baby Loading (Hamil)
38 Bab 37 - Jangan Sampai Lolos
39 Bab 38 - Ziarah Kubur
40 Bab 39 - Membuntuti Menantu (Bening)
41 Bab 40 - Perubahan Sikap Bening
42 Bab 41 - Makan Malam Sendu
43 Bab 42 - Pertengkaran (Arjuna dan Bening)
44 Bab 43 - Pertemuan Tak Terduga (Arjuna dan Mami Monic)
45 Bab 44 - Menangis Bersama
46 Bab 45 - Pagi Milik Brahma dan Starla
47 Bab 46 - Curhat
48 Bab 47 - Morning Sickness
49 Bab 48 - Pingsan
50 Bab 49 - Siapa Yang Tega ?
51 Bab 50 - Selaksa Kecewa Bercampur Emosi
52 Bab 51 - Cinta dan Keikhlasan
53 Bab 52 - Berbicara Empat Mata
54 Bab 53 - Saling Mengancam
55 Bab 54 - Menjenguk Bening
56 Bab 55 - Sebuah Tamparan
57 Bab 56 - Tak Ada Manusia Yang Sempurna
58 Bab 57 - Upaya Terakhir
59 Bab 58 - Aku Rela (Starla)
60 Bab 59 - Rencana Liburan
61 Bab 60 - Berpamitan ke Bandung
62 Bab 61 - Melepas Rindu
63 Bab 62 - Sedikit Gemuk
64 Bab 63 - Jalan-Jalan Malam
65 Bab 64 - Permintaan Starla
66 Bab 65 - Kemarahan Brahma
67 Bab 66 - Lima Puluh Tahu Sumedang
68 Bab 67 - Minta Izin (Starla)
69 Bab 68 - Aku Kangen Mami (Starla)
70 Bab 69 - Bersiap Menjauh dan Pergi (Starla)
71 Bab 70 - Undangan Spesial dari Tuhan (Umroh)
72 Bab 71 - Arti Kehadiranmu
73 Bab 72 - Kejutan (Terkejut)
74 Bab 73 - Pulang ke Jakarta
75 Bab 74 - Penyesalan Berbalut Rindu dan Cinta (Brahma)
76 Bab 75 - Mulai Terkuak
77 Bab 76 - Kado Pemberian Starla
78 Bab 77 - Penyesalan dan Tangis (Brahma-Bening)
79 Bab 78 - Kegaduhan di Rumah Sakit
80 Bab 79 - Kondisi Terkini
81 Bab 80 - Kehamilan Simpatik
82 Bab 81 - Kondisi Starla
83 Bab 82 - Asuransi Jiwa (500 Juta)
84 Bab 83 - Apa Aku Hamil ? (Ajeng)
85 Bab 84 - Huru-Hara
86 Bab 85 - Bertemu Sang Belahan Jiwa
87 Bab 86 - Buku Harian Milik Starla
88 Bab 87 - Ungkapan Cinta (Brahma-Starla)
89 Bab 88 - Bersimbah Darah
90 Bab 89 - Gelayut Mendung
91 Bab 90 - Bangun dari Koma (Starla)
92 Bab 91 - Akhir Tragis Tersangka Utama (Pembunuhan Mami Monic)
93 Bab 92 - Pernikahan Dadakan (Ravi dan Ajeng)
94 Bab 93 - Pernikahan Kontrak (Ravi-Ajeng)
95 Bab 94 - Acara Menjenguk Anak (Ravi-Ajeng)
96 Bab 95 - Menjelang Lahiran (Ravi-Ajeng)
97 Bab 96 - Keguguran (Ravi-Ajeng)
98 Bab 97 - Ungkapan Cinta (Ravi-Ajeng)
99 Bab 98 - Pohon Jambu Megalodon (Brahma-Starla)
100 Bab 99 - Menuju Penghujung Kisah
101 Bab 100 - Indahnya Saling Memaafkan
102 Bab 101 - Akhir Kisah (Keluarga Bahagia)
103 PROMO KARYA BARU
104 PROMO KARYA BARU
105 PROMO NOVEL BARU
Episodes

Updated 105 Episodes

1
Bab 1 - Dalam Pengaruh Obat
2
Bab 2 - Kontrak Pernikahan
3
Bab 3 - Gang Ding Dong
4
Bab 4 - Menjual Anak Perempuan Untuk Melunasi Hutang
5
Bab 5 - SAH (Pernikahan)
6
Bab 6 - Kamar Pengantin
7
Bab 7 - Pengantin Lama vs Pengantin Baru
8
Bab 8 - Kabar Pernikahan
9
Bab 9 - Ajeng Notokusumo
10
Bab 10 - Memberi Nafkah
11
Bab 11 - Membuat Banyak Kenangan
12
Bab 12 - Kedatangan Tamu
13
Bab 13 - Mantan Kekasih
14
Bab 14 - Penyesalan (Ajeng)
15
Bab 15 - Ingin Beri Kejutan
16
Bab 16 - Sebuah Undangan
17
Bab 17 - Menginap di Hotel
18
Bab 18 - Mengeluarkan Unek-Unek
19
Bab 19 - Sebuah Bekas Luka
20
Bab 20 - Terpaksa Berbohong
21
Bab 21 - Bertemu Mami Monic
22
Bab 22 - Sebuah Keputusan Penting (Mami Monic)
23
Bab 23 - Siapa Monic ?
24
Bab 24 - Masa Lalu (Mami Monic)
25
Bab 25 - Terjerat Benang Merah Masa Lalu
26
PROMO KARYA
27
Bab 26 - Mulai Candu
28
Bab 27 - Perkara Kejar Setoran
29
Bab 28 - Acara Pembukaan Butik Milik Ajeng
30
Bab 29 - Starla vs Ajeng
31
Bab 30 - Sebuah Ide Perjodohan
32
Bab 31 - Ulat Bulu
33
Bab 32 - Reuni SMA
34
Bab 33 - Ajeng Berulah (Senjata Makan Tuan)
35
Bab 34 - Wujud Cinta Starla
36
Bab 35 - Tinggal Bersama Mertua
37
Bab 36 - Baby Loading (Hamil)
38
Bab 37 - Jangan Sampai Lolos
39
Bab 38 - Ziarah Kubur
40
Bab 39 - Membuntuti Menantu (Bening)
41
Bab 40 - Perubahan Sikap Bening
42
Bab 41 - Makan Malam Sendu
43
Bab 42 - Pertengkaran (Arjuna dan Bening)
44
Bab 43 - Pertemuan Tak Terduga (Arjuna dan Mami Monic)
45
Bab 44 - Menangis Bersama
46
Bab 45 - Pagi Milik Brahma dan Starla
47
Bab 46 - Curhat
48
Bab 47 - Morning Sickness
49
Bab 48 - Pingsan
50
Bab 49 - Siapa Yang Tega ?
51
Bab 50 - Selaksa Kecewa Bercampur Emosi
52
Bab 51 - Cinta dan Keikhlasan
53
Bab 52 - Berbicara Empat Mata
54
Bab 53 - Saling Mengancam
55
Bab 54 - Menjenguk Bening
56
Bab 55 - Sebuah Tamparan
57
Bab 56 - Tak Ada Manusia Yang Sempurna
58
Bab 57 - Upaya Terakhir
59
Bab 58 - Aku Rela (Starla)
60
Bab 59 - Rencana Liburan
61
Bab 60 - Berpamitan ke Bandung
62
Bab 61 - Melepas Rindu
63
Bab 62 - Sedikit Gemuk
64
Bab 63 - Jalan-Jalan Malam
65
Bab 64 - Permintaan Starla
66
Bab 65 - Kemarahan Brahma
67
Bab 66 - Lima Puluh Tahu Sumedang
68
Bab 67 - Minta Izin (Starla)
69
Bab 68 - Aku Kangen Mami (Starla)
70
Bab 69 - Bersiap Menjauh dan Pergi (Starla)
71
Bab 70 - Undangan Spesial dari Tuhan (Umroh)
72
Bab 71 - Arti Kehadiranmu
73
Bab 72 - Kejutan (Terkejut)
74
Bab 73 - Pulang ke Jakarta
75
Bab 74 - Penyesalan Berbalut Rindu dan Cinta (Brahma)
76
Bab 75 - Mulai Terkuak
77
Bab 76 - Kado Pemberian Starla
78
Bab 77 - Penyesalan dan Tangis (Brahma-Bening)
79
Bab 78 - Kegaduhan di Rumah Sakit
80
Bab 79 - Kondisi Terkini
81
Bab 80 - Kehamilan Simpatik
82
Bab 81 - Kondisi Starla
83
Bab 82 - Asuransi Jiwa (500 Juta)
84
Bab 83 - Apa Aku Hamil ? (Ajeng)
85
Bab 84 - Huru-Hara
86
Bab 85 - Bertemu Sang Belahan Jiwa
87
Bab 86 - Buku Harian Milik Starla
88
Bab 87 - Ungkapan Cinta (Brahma-Starla)
89
Bab 88 - Bersimbah Darah
90
Bab 89 - Gelayut Mendung
91
Bab 90 - Bangun dari Koma (Starla)
92
Bab 91 - Akhir Tragis Tersangka Utama (Pembunuhan Mami Monic)
93
Bab 92 - Pernikahan Dadakan (Ravi dan Ajeng)
94
Bab 93 - Pernikahan Kontrak (Ravi-Ajeng)
95
Bab 94 - Acara Menjenguk Anak (Ravi-Ajeng)
96
Bab 95 - Menjelang Lahiran (Ravi-Ajeng)
97
Bab 96 - Keguguran (Ravi-Ajeng)
98
Bab 97 - Ungkapan Cinta (Ravi-Ajeng)
99
Bab 98 - Pohon Jambu Megalodon (Brahma-Starla)
100
Bab 99 - Menuju Penghujung Kisah
101
Bab 100 - Indahnya Saling Memaafkan
102
Bab 101 - Akhir Kisah (Keluarga Bahagia)
103
PROMO KARYA BARU
104
PROMO KARYA BARU
105
PROMO NOVEL BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!