Bab 4 - Menjual Anak Perempuan Untuk Melunasi Hutang

Brahma dan Starla kini sudah duduk di ruang tamu kediaman Mami Monic. Ketiganya masih dalam kondisi diam dan suasananya saat ini hening namun sesungguhnya begitu mencekam.

Beberapa saat lalu baru saja terjadi pertikaian mulut antara Mami Monic dengan Brahma. Bahkan Mami Monic selain menampar Starla karena menghilang tanpa kabar padanya sejak semalaman, ia juga sempat menjambak rambut putri kandungnya sendiri. Beruntung Brahma bisa mencegah aksi kejam selanjutnya yang dilakukan oleh seorang ibu pada anak kandungnya sendiri tersebut.

"Pacar? Apa kamu pikir aku bodoh tak tahu siapa saja teman dekatmu, terlebih itu jenis laki-laki?" desis Mami Monic tertuju pada Starla.

"Saya serius ingin menikah dengan Starla, Bu. Saya datang ke sini untuk meminta restu pada Anda selaku ibu kandung Starla," sela Brahma.

Namun Mami Monic tak menggubris ucapan Brahma. Pandangannya bak burung elang yang menatap tajam mangsanya yakni tertuju pada Starla yang terus menundukkan kepalanya.

"Apa kamu hamil?"

"Tidak. Starla tidak hamil, Bu." Brahma yang menjawabnya.

"DIAM !! AKU ENGGAK NGOMONG SAMA KAMU!" bentak Mami Monic.

Akhirnya Starla bersuara pada ibunya bahwa ia memang akan menikah dengan Brahma. Namun bukan karena hamil duluan di luar nikah seperti tuduhan ibunya, tapi memang karena cinta. Starla terpaksa berbohong. Ia mengatakan bahwa dirinya baru saja berpacaran dengan Brahma dan memutuskan segera menikah. Starla beralasan daripada pacaran kebablasan dan lama-lama ujungnya enggak jadi nikah, lebih baik nanti pacarannya dilanjutkan setelah menikah karena sudah halal.

Brahma pun ikut menjelaskan pada Mami Monic bahkan ia tak segan secara jujur menyebut nama keluarga besarnya terutama kedua orang tuanya yakni Arjuna dan Bening serta profesi dirinya sendiri yang seorang Kapolsek.

"Uhuk...uhuk..."

"Mi, Mami kenapa? Mami baik-baik saja kan," Starla begitu terkejut melihat ibunya mendadak terbatuk-batuk tidak jelas setelah Brahma berbicara mengenai jati diri, profesi dan keluarga dari calon suaminya itu. Starla langsung berdiri dan duduk di samping ibunya. Ia berusaha mengelus lembut area tengkuk dan punggung Mami Monic.

Deg...

Jantung Mami Monic berdetak kencang setelah mendengar nama seseorang terlontar dari bibir Brahma. Orang yang berhubungan dengan masa lalunya.

Setelah kondisi cukup kondusif, Mami Monic pada akhirnya menyetujui dengan beberapa syarat. Pertama, Brahma harus memberikannya uang sebanyak tiga ratus juta rupiah untuk membayar hutang Mami Monic pada Pak Wiryo. Sebab rencana awal, Starla akan dijual oleh ibu kandungnya itu pada Pak Wiryo sebagai istri kelima karena Mami Monic punya hutang pada juragan besi tua yang umurnya sudah 70 tahun itu. Yang kedua, Starla tetap berstatus sebagai anak yatim piatu. Dirinya tak akan hadir dalam pernikahan antara Brahma dan Starla. Walaupun restu tetap akan mereka dapatkan dari Mami Monic.

Perihal uang, Brahma tak masalah. Namun untuk syarat yang lainnya, dengan terpaksa Brahma dan Starla pun akhirnya menyetujuinya. Wanita yang bekerja sebagai muci_kari ini beralasan semua demi nama baik keluarga Brahma sendiri.

Apa kata dunia jika seorang Kapolsek dengan background keluarga besar terpandang dan kaya raya, menikahi wanita yang lahir dari seorang ibu mantan P S K bahkan saat ini masih aktif bekerja sebagai muci_kari ?

Tentu hal itu akan mencoreng nama baik keluarga besar Brahma bahkan karir putra kandung Arjuna dan Bening itu ikut dipertaruhkan.

"Ini semua dokumen dan kartu keluarga yang kamu butuhkan untuk mendaftarkan pernikahan kalian," ujar Mami Monic seraya menyodorkan sebuah map pada Brahma.

Setelah bercakap-cakap sejenak, Brahma pergi meninggalkan kediaman Mami Monic. Brahma segera menghubungi sang ajudan bernama Vicky untuk bertemu di suatu tempat dan mengurus perihal cutinya.

☘️☘️

Brahma dan Vicky sudah tiba di cafe. Keduanya sengaja memesan sebuah ruangan privat.

"APA!! Komandan mau nikah? Apa Mbak Ajeng sudah pulang ke Indo?"

"Ngawur kamu, Vic. Aku kan sudah putus sama dia,"

"Tapi masih cinta. Sama saja bohong, Ndan." Vicky menyindir Brahma. Sebab, ia sangat tahu bahwa komandannya itu masih mencintai Ajeng Notokusumo.

"Bantu aku urus percepatan perihal pernikahan. Aku enggak mau tahu, satu bulan lagi aku harus menikah dengan Starla."

"K3belet kawin, Ndan. Hehe..." ledek Vicky seraya terkekeh.

"Mau turun pangkat kau,"

"Maaf, Ndan. Canda-canda doang. Jangan baper lah,"

"Tolong selidiki juga mengenai Starla dan keluarganya. Segera laporkan padaku segera jika kamu sudah mendapatkan hasil yang aku mau. Paham?"

"Siap 86, Ndan."

Sepulang Brahma dari kediaman Mami Monic, seorang laki-laki yang dikenal sebagai ketua di wilayah Gang Ding Dong bernama Baron berjalan menghampiri Mami Monic yang berada di teras. Usia Baron tak jauh beda dengan Mami Monic.

"Siapa laki-laki yang datang sama Starla tadi?" tanya Baron.

"Calon suami Lala," jawab Mami Monic singkat.

"Bukankah kamu mau jual Starla ke Pak Wiryo buat bayar hutangmu,"

"Laki-laki itu nanti yang bayar hutangku ke band0t tua Si Wiryo," ujar Mami Monic.

"Hah, kok bisa?" Baron pun langsung terkejut. Selain ketua wilayah dunia hitam di Gang Ding Dong, Baron juga dikenal sebagai ketua muci_kari di sana. Sejak lama lelaki ini yang telah banyak membantu Mami Monic termasuk perihal menyembunyikan identitas hingga membuatkan dokumen palsu untuk Starla dan ibu kandungnya itu selama berpuluh-puluh tahun. Hingga detik ini pihak berwajib atau pihak lain tak ada satu pun yang mengetahui rahasia ini.

"Aku sengaja biarkan mereka berdua menikah. Semoga Lala bisa menjadi istri yang baik untuk laki-laki itu sekaligus menantu terbaik di keluarga suaminya. Anggap saja ini sebagai penebusan dosaku pada Lala dan calon mertuanya. Daripada Lala harus jadi istri kelima Si Wiryo," ucap Mami Monic lirih seraya menghela napas beratnya.

"Jadi laki-laki itu anak dari_" ucapan Baron pun terpotong.

"Iya. Takdir sungguh aneh, Bar. Sejauh mungkin aku pergi dan menyembunyikan identitas kami berdua, Tuhan malah seakan ingin menjodohkan putriku dengan putranya."

"Starla sudah mau menikah dengan laki-laki yang baik. Apa laki-laki sepertiku tetap tak punya ruang di hatimu? Kamu tahu sejak dulu aku menyukaimu, Mon. Aku ingin sekali menghabiskan sisa hidupku sama kamu, Mon."

Mami Monic tak menggubris permintaan Baron yang satu itu. Walaupun kalimat seperti ini bukan pertama kali ia dengar dari Baron untuknya. Mami Monic memilih masuk ke dalam rumahnya dan menguncinya rapat. Baron hanya menghela napas beratnya melihat Mami Monic selalu menghindar jika soal yang satu itu.

Mungkin seumur hidupnya ia hanya akan menyandang status duda dengan satu anak, begitu pun sama dengan Mami Monic yang berstatus asli yakni janda anak satu. Namun status asli ibu kandung Starla itu, hanya Baron dan Mami Monic saja yang tahu. Bahkan Starla sendiri tak tahu jika ibu kandungnya itu pernah menikah atau berstatus janda.

☘️☘️

Jakarta.

Brahma sudah tiba di kediaman orang tuanya. Jauh-jauh datang ke Jakarta untuk meminta restu pernikahan antara dirinya dengan Starla yang akan berlangsung satu bulan lagi.

"APA !! Me_nikah? Gila apa sudah enggak wa*ras kamu, Brahma Satria Mahendra !!" pekik Bening yang terkejut setengah mati mendengar berita rencana pernikahan Brahma dengan seorang gadis asing bernama Starla yang belum ia kenal sama sekali.

"Gila sama enggak wa*ras itu sama saja, Ma." Arjuna ikut menimpali.

"Suka-suka Mama. Papa jangan ikut campur dulu. Kalau enggak, siap-siap Papa bobo di luar." Bening mengancam Arjuna. Seketika nyali ayah kandung Brahma itu pun menciut di depan istrinya yang tengah mengamuk bak singa beti*na yang kelaparan bertahun-tahun.

Akhirnya Brahma menjelaskan siapa Starla pada kedua orang tuanya. Brahma juga berkata jujur pada Bening bahwa ia lelah terus dicarikan jodoh yang memang enggak sesuai hatinya.

"Kamu enggak bunti_ngin anak gadis orang kan, Brahma Satria Mahendra?" Bening terus mencecar putra kesayangannya itu.

Sebagai ibu, ia takut apa yang pernah terjadi pada dirinya bersama Arjuna di masa lalu, kini berbalik menimpa putranya juga. Walaupun anak-anaknya tak ada satu pun yang tahu perihal aib dirinya dan Arjuna di masa lalu. Bahkan keempat anaknya itu tak tahu bahwa mereka punya kakak yang telah meninggal dunia ketika menjelang dilahirkan di dunia ini yang bernama Putra Arjuna dan makamnya berada di Jogja.

"Enggak, Ma."

"Kamu enggak lagi bohongin Papa dan Mama kan, Nak?" tanya Bening sekali lagi. Ia masih belum percaya jika Brahma akan menikah dalam waktu dekat ini.

"Iya, Ma. Percaya deh sama Brahma. Please, restui aku sama Starla. Aku hanya ingin nikah sama dia saja. Enggak mau yang lain. Titik!" Brahma terus bersikukuh pada ibunya.

"Terus Si Novi, anaknya Pak Dotok, teman Papamu di kepolisian gimana?"

"Aku baru jalan sekali sama Novi dan cuma makan malam biasa buat saling kenal saja. Lagi pula yang aku dengar di luar sana kalau dia itu playgirl, Ma. Nanti putramu yang tampan ini bisa ngenes sekaligus sakit hati kalau nikah sama dia karena diselingkuhin,"

Bening hanya bisa menghela napas beratnya. Arjuna menepuk lembut pundak istrinya.

"Restui saja, Ma. Katanya pengin cepet punya cucu dari Brahma," ucap Arjuna yang berusaha meredam emosi istrinya.

"Siapa nama keluarganya? Tinggal di mana?" cecar Bening tiba-tiba. Ia harus tahu jati diri serta asal-usul calon menantunya itu. Feeling seorang ibu begitu kuat dan ia tak mau Brahma sampai salah dalam memilih wanita yang akan menjadi pendamping hidup untuk selamanya.

Bersambung...

🍁🍁🍁

Terpopuler

Comments

Yus Nita

Yus Nita

klu Arjun dan monic pernah punya hubungan dan sempat menikah
berarti dtarla dan brahma sau dara satu ayah lah, mana boleh menikah.
ini adalah suatu rahasia yg blom bisa di ungkap kan

2024-11-28

0

Novano Asih

Novano Asih

Aku kok lupa y ada hubungan apa mereka di masa lalu

2024-11-10

2

guntur 1609

guntur 1609

ia juga ya kejadian brahma hampir sama dengan kisah Arjuna

2025-01-28

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Dalam Pengaruh Obat
2 Bab 2 - Kontrak Pernikahan
3 Bab 3 - Gang Ding Dong
4 Bab 4 - Menjual Anak Perempuan Untuk Melunasi Hutang
5 Bab 5 - SAH (Pernikahan)
6 Bab 6 - Kamar Pengantin
7 Bab 7 - Pengantin Lama vs Pengantin Baru
8 Bab 8 - Kabar Pernikahan
9 Bab 9 - Ajeng Notokusumo
10 Bab 10 - Memberi Nafkah
11 Bab 11 - Membuat Banyak Kenangan
12 Bab 12 - Kedatangan Tamu
13 Bab 13 - Mantan Kekasih
14 Bab 14 - Penyesalan (Ajeng)
15 Bab 15 - Ingin Beri Kejutan
16 Bab 16 - Sebuah Undangan
17 Bab 17 - Menginap di Hotel
18 Bab 18 - Mengeluarkan Unek-Unek
19 Bab 19 - Sebuah Bekas Luka
20 Bab 20 - Terpaksa Berbohong
21 Bab 21 - Bertemu Mami Monic
22 Bab 22 - Sebuah Keputusan Penting (Mami Monic)
23 Bab 23 - Siapa Monic ?
24 Bab 24 - Masa Lalu (Mami Monic)
25 Bab 25 - Terjerat Benang Merah Masa Lalu
26 PROMO KARYA
27 Bab 26 - Mulai Candu
28 Bab 27 - Perkara Kejar Setoran
29 Bab 28 - Acara Pembukaan Butik Milik Ajeng
30 Bab 29 - Starla vs Ajeng
31 Bab 30 - Sebuah Ide Perjodohan
32 Bab 31 - Ulat Bulu
33 Bab 32 - Reuni SMA
34 Bab 33 - Ajeng Berulah (Senjata Makan Tuan)
35 Bab 34 - Wujud Cinta Starla
36 Bab 35 - Tinggal Bersama Mertua
37 Bab 36 - Baby Loading (Hamil)
38 Bab 37 - Jangan Sampai Lolos
39 Bab 38 - Ziarah Kubur
40 Bab 39 - Membuntuti Menantu (Bening)
41 Bab 40 - Perubahan Sikap Bening
42 Bab 41 - Makan Malam Sendu
43 Bab 42 - Pertengkaran (Arjuna dan Bening)
44 Bab 43 - Pertemuan Tak Terduga (Arjuna dan Mami Monic)
45 Bab 44 - Menangis Bersama
46 Bab 45 - Pagi Milik Brahma dan Starla
47 Bab 46 - Curhat
48 Bab 47 - Morning Sickness
49 Bab 48 - Pingsan
50 Bab 49 - Siapa Yang Tega ?
51 Bab 50 - Selaksa Kecewa Bercampur Emosi
52 Bab 51 - Cinta dan Keikhlasan
53 Bab 52 - Berbicara Empat Mata
54 Bab 53 - Saling Mengancam
55 Bab 54 - Menjenguk Bening
56 Bab 55 - Sebuah Tamparan
57 Bab 56 - Tak Ada Manusia Yang Sempurna
58 Bab 57 - Upaya Terakhir
59 Bab 58 - Aku Rela (Starla)
60 Bab 59 - Rencana Liburan
61 Bab 60 - Berpamitan ke Bandung
62 Bab 61 - Melepas Rindu
63 Bab 62 - Sedikit Gemuk
64 Bab 63 - Jalan-Jalan Malam
65 Bab 64 - Permintaan Starla
66 Bab 65 - Kemarahan Brahma
67 Bab 66 - Lima Puluh Tahu Sumedang
68 Bab 67 - Minta Izin (Starla)
69 Bab 68 - Aku Kangen Mami (Starla)
70 Bab 69 - Bersiap Menjauh dan Pergi (Starla)
71 Bab 70 - Undangan Spesial dari Tuhan (Umroh)
72 Bab 71 - Arti Kehadiranmu
73 Bab 72 - Kejutan (Terkejut)
74 Bab 73 - Pulang ke Jakarta
75 Bab 74 - Penyesalan Berbalut Rindu dan Cinta (Brahma)
76 Bab 75 - Mulai Terkuak
77 Bab 76 - Kado Pemberian Starla
78 Bab 77 - Penyesalan dan Tangis (Brahma-Bening)
79 Bab 78 - Kegaduhan di Rumah Sakit
80 Bab 79 - Kondisi Terkini
81 Bab 80 - Kehamilan Simpatik
82 Bab 81 - Kondisi Starla
83 Bab 82 - Asuransi Jiwa (500 Juta)
84 Bab 83 - Apa Aku Hamil ? (Ajeng)
85 Bab 84 - Huru-Hara
86 Bab 85 - Bertemu Sang Belahan Jiwa
87 Bab 86 - Buku Harian Milik Starla
88 Bab 87 - Ungkapan Cinta (Brahma-Starla)
89 Bab 88 - Bersimbah Darah
90 Bab 89 - Gelayut Mendung
91 Bab 90 - Bangun dari Koma (Starla)
92 Bab 91 - Akhir Tragis Tersangka Utama (Pembunuhan Mami Monic)
93 Bab 92 - Pernikahan Dadakan (Ravi dan Ajeng)
94 Bab 93 - Pernikahan Kontrak (Ravi-Ajeng)
95 Bab 94 - Acara Menjenguk Anak (Ravi-Ajeng)
96 Bab 95 - Menjelang Lahiran (Ravi-Ajeng)
97 Bab 96 - Keguguran (Ravi-Ajeng)
98 Bab 97 - Ungkapan Cinta (Ravi-Ajeng)
99 Bab 98 - Pohon Jambu Megalodon (Brahma-Starla)
100 Bab 99 - Menuju Penghujung Kisah
101 Bab 100 - Indahnya Saling Memaafkan
102 Bab 101 - Akhir Kisah (Keluarga Bahagia)
103 PROMO KARYA BARU
104 PROMO KARYA BARU
105 PROMO NOVEL BARU
Episodes

Updated 105 Episodes

1
Bab 1 - Dalam Pengaruh Obat
2
Bab 2 - Kontrak Pernikahan
3
Bab 3 - Gang Ding Dong
4
Bab 4 - Menjual Anak Perempuan Untuk Melunasi Hutang
5
Bab 5 - SAH (Pernikahan)
6
Bab 6 - Kamar Pengantin
7
Bab 7 - Pengantin Lama vs Pengantin Baru
8
Bab 8 - Kabar Pernikahan
9
Bab 9 - Ajeng Notokusumo
10
Bab 10 - Memberi Nafkah
11
Bab 11 - Membuat Banyak Kenangan
12
Bab 12 - Kedatangan Tamu
13
Bab 13 - Mantan Kekasih
14
Bab 14 - Penyesalan (Ajeng)
15
Bab 15 - Ingin Beri Kejutan
16
Bab 16 - Sebuah Undangan
17
Bab 17 - Menginap di Hotel
18
Bab 18 - Mengeluarkan Unek-Unek
19
Bab 19 - Sebuah Bekas Luka
20
Bab 20 - Terpaksa Berbohong
21
Bab 21 - Bertemu Mami Monic
22
Bab 22 - Sebuah Keputusan Penting (Mami Monic)
23
Bab 23 - Siapa Monic ?
24
Bab 24 - Masa Lalu (Mami Monic)
25
Bab 25 - Terjerat Benang Merah Masa Lalu
26
PROMO KARYA
27
Bab 26 - Mulai Candu
28
Bab 27 - Perkara Kejar Setoran
29
Bab 28 - Acara Pembukaan Butik Milik Ajeng
30
Bab 29 - Starla vs Ajeng
31
Bab 30 - Sebuah Ide Perjodohan
32
Bab 31 - Ulat Bulu
33
Bab 32 - Reuni SMA
34
Bab 33 - Ajeng Berulah (Senjata Makan Tuan)
35
Bab 34 - Wujud Cinta Starla
36
Bab 35 - Tinggal Bersama Mertua
37
Bab 36 - Baby Loading (Hamil)
38
Bab 37 - Jangan Sampai Lolos
39
Bab 38 - Ziarah Kubur
40
Bab 39 - Membuntuti Menantu (Bening)
41
Bab 40 - Perubahan Sikap Bening
42
Bab 41 - Makan Malam Sendu
43
Bab 42 - Pertengkaran (Arjuna dan Bening)
44
Bab 43 - Pertemuan Tak Terduga (Arjuna dan Mami Monic)
45
Bab 44 - Menangis Bersama
46
Bab 45 - Pagi Milik Brahma dan Starla
47
Bab 46 - Curhat
48
Bab 47 - Morning Sickness
49
Bab 48 - Pingsan
50
Bab 49 - Siapa Yang Tega ?
51
Bab 50 - Selaksa Kecewa Bercampur Emosi
52
Bab 51 - Cinta dan Keikhlasan
53
Bab 52 - Berbicara Empat Mata
54
Bab 53 - Saling Mengancam
55
Bab 54 - Menjenguk Bening
56
Bab 55 - Sebuah Tamparan
57
Bab 56 - Tak Ada Manusia Yang Sempurna
58
Bab 57 - Upaya Terakhir
59
Bab 58 - Aku Rela (Starla)
60
Bab 59 - Rencana Liburan
61
Bab 60 - Berpamitan ke Bandung
62
Bab 61 - Melepas Rindu
63
Bab 62 - Sedikit Gemuk
64
Bab 63 - Jalan-Jalan Malam
65
Bab 64 - Permintaan Starla
66
Bab 65 - Kemarahan Brahma
67
Bab 66 - Lima Puluh Tahu Sumedang
68
Bab 67 - Minta Izin (Starla)
69
Bab 68 - Aku Kangen Mami (Starla)
70
Bab 69 - Bersiap Menjauh dan Pergi (Starla)
71
Bab 70 - Undangan Spesial dari Tuhan (Umroh)
72
Bab 71 - Arti Kehadiranmu
73
Bab 72 - Kejutan (Terkejut)
74
Bab 73 - Pulang ke Jakarta
75
Bab 74 - Penyesalan Berbalut Rindu dan Cinta (Brahma)
76
Bab 75 - Mulai Terkuak
77
Bab 76 - Kado Pemberian Starla
78
Bab 77 - Penyesalan dan Tangis (Brahma-Bening)
79
Bab 78 - Kegaduhan di Rumah Sakit
80
Bab 79 - Kondisi Terkini
81
Bab 80 - Kehamilan Simpatik
82
Bab 81 - Kondisi Starla
83
Bab 82 - Asuransi Jiwa (500 Juta)
84
Bab 83 - Apa Aku Hamil ? (Ajeng)
85
Bab 84 - Huru-Hara
86
Bab 85 - Bertemu Sang Belahan Jiwa
87
Bab 86 - Buku Harian Milik Starla
88
Bab 87 - Ungkapan Cinta (Brahma-Starla)
89
Bab 88 - Bersimbah Darah
90
Bab 89 - Gelayut Mendung
91
Bab 90 - Bangun dari Koma (Starla)
92
Bab 91 - Akhir Tragis Tersangka Utama (Pembunuhan Mami Monic)
93
Bab 92 - Pernikahan Dadakan (Ravi dan Ajeng)
94
Bab 93 - Pernikahan Kontrak (Ravi-Ajeng)
95
Bab 94 - Acara Menjenguk Anak (Ravi-Ajeng)
96
Bab 95 - Menjelang Lahiran (Ravi-Ajeng)
97
Bab 96 - Keguguran (Ravi-Ajeng)
98
Bab 97 - Ungkapan Cinta (Ravi-Ajeng)
99
Bab 98 - Pohon Jambu Megalodon (Brahma-Starla)
100
Bab 99 - Menuju Penghujung Kisah
101
Bab 100 - Indahnya Saling Memaafkan
102
Bab 101 - Akhir Kisah (Keluarga Bahagia)
103
PROMO KARYA BARU
104
PROMO KARYA BARU
105
PROMO NOVEL BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!