Bab 3 - Gang Ding Dong

"Kamu akan terima bayaran dua kali lipat dari kesepakatan kita. Dan ada dua hal penting yang perlu digarisbawahi selama nanti kita menikah secara kontrak," tegas Brahma.

"Apa?"

"Tidak ada cinta atau perasaan karena kita hanya suami istri sebatas kontrak. Yang kedua, tak ada anak dalam pernikahan kita."

Deg...

"Kalau Tuhan mendadak kasih anak ke kita, gimana?" cicit Starla lirih.

"Itu kesalahanmu. Terserah mau kamu apakan anak itu," tegas Brahma.

Starla menelan salivanya dalam-dalam. Entah mengapa kalimat yang terlontar dari bibir Brahma barusan seketika menghujam sukmanya. Kalimat perihal 'anak' sungguh membuat perih hatinya. Sebab, ia sudah merasakan pahitnya menjadi seorang anak tidak jelas yang kata orang-orang di luar sana yakni sebutan anak haram.

Sejak kecil yang Starla tahu bahwa dirinya adalah anak yatim piatu. Orang tuanya sudah meninggal dunia, tapi ia tak tahu siapa ayah dan ibu kandungnya. Akan tetapi, sebuah fakta mengejutkan akhirnya ia ketahui ketika berumur sepuluh tahun yakni ibu kandungnya ternyata masih hidup.

Semakin menyayat hatinya, wanita yang selama ini merawatnya dan mengaku padanya sebagai ibu angkatnya adalah ibu kandungnya sendiri. Hal itu terbongkar karena sang ibu yang bernama Mami Monic keceplosan berucap ketika sedang marah padanya. Akhirnya Mami Monic yang dikenal sebagai mantan primadona di Gang Ding Dong sebagai P S K, mengakui bahwa Starla adalah anak kandungnya bukan anak angkat yang selama ini digaungkan. Kini Mami Monic berubah profesi dari mantan P S K menjadi muci_kari.

Sejak kecil Starla tinggal di lingkungan yang tak lazim yakni sebuah gang yang di cap negatif oleh masyarakat sekitar. Gang Ding Dong yakni sebuah wilayah permukiman yang dikenal sebagai tempat pros*titusi. Lokasinya tak jauh dari klub malam tersohor Black Meong.

Jalan utama di Gang Ding Dong cukup lebar bisa dilalui mobil dan kendaraan lainnya. Banyak warung remang-remang serta rumah b0rdir berdiri di sana. Dominan penghuni di sana yakni para muci_kari dan P S K.

Jika siang hari hanya ada lalu-lalang kendaraan pada umumnya secara wajar karena Gang Ding Dong sebagai jalan pintas tercepat menuju tol dan jalan utama kota. Tentu siang hari rumah b0rdir dan warung remang-remang itu sedang tutup. Para penghuninya dominan tidur siang hari karena akan bekerja di malam hari.

Masyarakat yang sudah tahu mengenai kehidupan malam di Gang Ding Dong, pastinya akan menghindar dan tidak lewat ke sana terutama saat malam hari. Banyak kupu-kupu malam yang berpakaian se_xy selalu berjejer di jalanan guna mencari pelanggan.

Suasana hingar bingar serta dentuman musik sudah biasa terdengar di sana ketika malam datang. Dominan lampu-lampu warna merah menyala sepanjang Gang Ding Dong. Kelap-kelip lampu hingga suara musik seperti berdisco di klub malam, akan kalian temukan ketika melewati area terlarang itu di malam hari. Dan Starla tinggal di sana sejak kecil hingga sekarang.

Mami Monic mengatakan pada Starla bahwa ayah kandungnya tidak jelas siapa karena sebagai mantan P S K tentu pelanggan yang sudah menja*mah tubuhnya sangat banyak. Mami Monic berusaha bermain aman dan rutin memeriksa kesehatannya, sebab ia tak mau terjangkit oleh penyakit atau virus mematikan.

Namun sayang, Starla sudah memiliki masalah jantung sejak bayi. Penyakit jantung bawaan (PJB) atau congenital heart disease (CHD) adalah kelainan struktur jantung yang sudah ada sejak lahir. Kelainan ini dapat memengaruhi cara jantung memompa dan mengalirkan darah, sehingga dapat menimbulkan gangguan kesehatan.

PJB dapat terjadi akibat pembentukan jantung yang tidak sempurna pada fase awal perkembangan janin dalam kandungan. Penyebabnya dapat terjadi karena beberapa faktor yakni infeksi virus rubella pada saat kehamilan, bayi terlahir dengan down syndrome, penyakit gula pada saat kehamilan, kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol selama hamil.

Mami Monic selama hamil Starla memang punya kebiasaan merokok dan menkonsumsi alkohol yang cukup tinggi. Alhasil kemungkinan Starla mengalami masalah jantung bawaan karena faktor tersebut.

Gejala PJB dapat beragam, dari ringan hingga berat. PJB harus dideteksi dan diberikan perawatan medis sedini mungkin untuk mencegah komplikasi, bahkan kematian.

Selama ini jantung Starla masih dalam kategori gejala ringan hingga sedang namun mampu diatasi dengan baik. Tetapi sejak tiga tahun terakhir, Starla merasakan sesuatu masalah di jantungnya. Memutuskan ke dokter untuk mengeceknya namun hasilnya tak sesuai harapannya. Alhasil dirinya saat ini hanya berpasrah dan ingin menikmati sisa hidupnya. Berbuat banyak kebaikan agar nanti ketika menghadap Sang Pencipta, bekalnya sudah banyak dan siap.

"Tuhan, aku ingin jadi wanita yang sempurna. Menikah dan punya anak. Tak apa jika dia tak ingin anak dariku. Tapi, mau kah Engkau berbaik hati padaku dengan memberikan satu anak saja yang bisa aku lahirkan dari rahimku sebelum aku mati. Darah daging dari lelaki yang mengambil kesucianku yang sedang ada bersamaku saat ini. Jika anak itu tak bisa menemani ayahnya karena aku harus pergi dari dunia ini untuk selamanya, minimal Mami nanti ada yang menemani. Seorang cucu yang menjadi pelipur lara hatinya jika aku pergi untuk selamanya," batin Starla sendu seraya telapak tangannya mengelus lembut perutnya sendiri.

☘️☘️

Brahma dan Starla kini sudah berada di dalam mobil. Brahma hendak mengantarkan pulang Starla ke Gang Ding Dong sekaligus melamar serta meminta restu pada keluarga calon istrinya. Awalnya Starla menolak, namun bukan Brahma namanya jika tak bisa memaksa.

Brahma awalnya terkejut mendengar fakta perihal keluarga dan asal usul Starla serta tempat tinggal calon istrinya itu selama ini. Namun ia tetap meneruskan langkah untuk menikahi Starla. Lalu Brahma meminta KTP Starla.

Di sana tertera nama lengkap calon istrinya itu yakni Starla Jelita. Ia kembali terkejut karena ternyata usia wanita ini di atas dirinya. Sebab, wajah Starla terlihat masih muda dan imut alias baby face di benak Brahma.

"Nama panggilanmu siapa kalau di rumah?" tanya Brahma.

"Panggil saja Lala,"

"Lala," gumam Brahma lirih. "Usiamu ternyata seperti kakak perempuanku. Padahal kalau dilihat-lihat kamu seperti sebaya dengan adik laki-lakiku," sambungnya.

"Bapak doyan sama wanita yang lebih tua ya. Hehe..." ledek Starla.

"Tua apaan? Kan umur kita cuma bedanya gak sampai dua tahun. Kalau misal tua dan beda jauh itu kamu sama aku jaraknya sepuluh tahun. Nah itu baru beda. Kita masih bisa lah disebut seumuran. Apalagi dulu waktu aku sekolah masuk kelas akselerasi atau percepatan jadi saat kita sama-sama sekolah, aku langsung mengejarmu biar bisa setara di tingkat yang sama,"

"Ngeles terus kayak bajaj," balas Starla.

"Cerdas bukan ngeles, Neng."

"Tau ah, gelap!" Starla mendadak sewot.

Sepertinya jika ia beradu argumen dengan Brahma akan selalu kalah. Kadang ia juga merasa minder karena pendidikan dirinya hanya sebatas SMA. Ia tidak kuliah karena tak punya uang. Lagi pula Mami Monic melarang dirinya kuliah. Alhasil setelah lulus SMA, ia memutuskan bekerja.

Saat ini dirinya bekerja sebagai customer service di stasiun besar yang ada di kota ini. Namun statusnya hanya pegawai kontrak belum sebagai pegawai tetap. Jika malam hari, ia harus bekerja sebagai pelayan minuman di Black Meong tanpa gaji. Hanya demi membayar hutang-hutang ibunya yang setinggi gunung. Entah kapan lunasnya, ia pun tak tahu.

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu jam, mobil Brahma tiba di depan rumah Starla di area Gang Ding Dong. Hanya ada beberapa orang di sana yang melihat dari kejauhan sambil berbisik-bisik karena kedatangan sebuah mobil asing di depan rumah sang muci_kari di siang bolong seperti ini.

"Mobil siapa ya itu di depan rumah Mami Monic?"

"Jangan-jangan Starla baru jual diri sama yang punya mobil itu,"

"Ngawur kamu! Starla kan katanya mau jadi bini kelima Pak Wiryo, juragan besi tua yang duitnya enggak pakai seri itu alias tajir melintir. Mami Monic kalau sampai denger ucapanmu barusan, bisa dikirim langsung kamu ke akhirat pakai kilat cepat yang sedetik sampai,"

"Ih, ngeri deh. Hehe..."

Begitulah desas-desus suara sumbang para kupu-kupu malam di bawah naungan Mami Monic.

Starla yang turun lebih dahulu dari mobil pribadi Brahma, langsung berjalan kemudian mengetuk pintu utama karena terkunci dari dalam. Tak lama pintu rumah dibuka oleh seseorang dari dalam. Brahma baru berjalan menyusul Starla yang sudah berdiri di depan pintu utama rumah.

Ceklek...

Pintu utama dibuka lebar-lebar. Jantung Starla bergemuruh hebat tak karuan melihat wajah ibunya bak tajam seakan hendak membunuhnya.

PLAK !!

Seketika...

Bersambung...

🍁🍁🍁

Terpopuler

Comments

ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢

ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢

gapapa beda umur asal ga beda keyakinan sm beda perasaan aja, ehh 🤭😆

2025-03-13

0

guntur 1609

guntur 1609

monic bukanya yg pernah ada hubungan sm dion ya

2025-01-28

1

Deasy Dahlan

Deasy Dahlan

Duh kasian starla..

2025-01-03

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Dalam Pengaruh Obat
2 Bab 2 - Kontrak Pernikahan
3 Bab 3 - Gang Ding Dong
4 Bab 4 - Menjual Anak Perempuan Untuk Melunasi Hutang
5 Bab 5 - SAH (Pernikahan)
6 Bab 6 - Kamar Pengantin
7 Bab 7 - Pengantin Lama vs Pengantin Baru
8 Bab 8 - Kabar Pernikahan
9 Bab 9 - Ajeng Notokusumo
10 Bab 10 - Memberi Nafkah
11 Bab 11 - Membuat Banyak Kenangan
12 Bab 12 - Kedatangan Tamu
13 Bab 13 - Mantan Kekasih
14 Bab 14 - Penyesalan (Ajeng)
15 Bab 15 - Ingin Beri Kejutan
16 Bab 16 - Sebuah Undangan
17 Bab 17 - Menginap di Hotel
18 Bab 18 - Mengeluarkan Unek-Unek
19 Bab 19 - Sebuah Bekas Luka
20 Bab 20 - Terpaksa Berbohong
21 Bab 21 - Bertemu Mami Monic
22 Bab 22 - Sebuah Keputusan Penting (Mami Monic)
23 Bab 23 - Siapa Monic ?
24 Bab 24 - Masa Lalu (Mami Monic)
25 Bab 25 - Terjerat Benang Merah Masa Lalu
26 PROMO KARYA
27 Bab 26 - Mulai Candu
28 Bab 27 - Perkara Kejar Setoran
29 Bab 28 - Acara Pembukaan Butik Milik Ajeng
30 Bab 29 - Starla vs Ajeng
31 Bab 30 - Sebuah Ide Perjodohan
32 Bab 31 - Ulat Bulu
33 Bab 32 - Reuni SMA
34 Bab 33 - Ajeng Berulah (Senjata Makan Tuan)
35 Bab 34 - Wujud Cinta Starla
36 Bab 35 - Tinggal Bersama Mertua
37 Bab 36 - Baby Loading (Hamil)
38 Bab 37 - Jangan Sampai Lolos
39 Bab 38 - Ziarah Kubur
40 Bab 39 - Membuntuti Menantu (Bening)
41 Bab 40 - Perubahan Sikap Bening
42 Bab 41 - Makan Malam Sendu
43 Bab 42 - Pertengkaran (Arjuna dan Bening)
44 Bab 43 - Pertemuan Tak Terduga (Arjuna dan Mami Monic)
45 Bab 44 - Menangis Bersama
46 Bab 45 - Pagi Milik Brahma dan Starla
47 Bab 46 - Curhat
48 Bab 47 - Morning Sickness
49 Bab 48 - Pingsan
50 Bab 49 - Siapa Yang Tega ?
51 Bab 50 - Selaksa Kecewa Bercampur Emosi
52 Bab 51 - Cinta dan Keikhlasan
53 Bab 52 - Berbicara Empat Mata
54 Bab 53 - Saling Mengancam
55 Bab 54 - Menjenguk Bening
56 Bab 55 - Sebuah Tamparan
57 Bab 56 - Tak Ada Manusia Yang Sempurna
58 Bab 57 - Upaya Terakhir
59 Bab 58 - Aku Rela (Starla)
60 Bab 59 - Rencana Liburan
61 Bab 60 - Berpamitan ke Bandung
62 Bab 61 - Melepas Rindu
63 Bab 62 - Sedikit Gemuk
64 Bab 63 - Jalan-Jalan Malam
65 Bab 64 - Permintaan Starla
66 Bab 65 - Kemarahan Brahma
67 Bab 66 - Lima Puluh Tahu Sumedang
68 Bab 67 - Minta Izin (Starla)
69 Bab 68 - Aku Kangen Mami (Starla)
70 Bab 69 - Bersiap Menjauh dan Pergi (Starla)
71 Bab 70 - Undangan Spesial dari Tuhan (Umroh)
72 Bab 71 - Arti Kehadiranmu
73 Bab 72 - Kejutan (Terkejut)
74 Bab 73 - Pulang ke Jakarta
75 Bab 74 - Penyesalan Berbalut Rindu dan Cinta (Brahma)
76 Bab 75 - Mulai Terkuak
77 Bab 76 - Kado Pemberian Starla
78 Bab 77 - Penyesalan dan Tangis (Brahma-Bening)
79 Bab 78 - Kegaduhan di Rumah Sakit
80 Bab 79 - Kondisi Terkini
81 Bab 80 - Kehamilan Simpatik
82 Bab 81 - Kondisi Starla
83 Bab 82 - Asuransi Jiwa (500 Juta)
84 Bab 83 - Apa Aku Hamil ? (Ajeng)
85 Bab 84 - Huru-Hara
86 Bab 85 - Bertemu Sang Belahan Jiwa
87 Bab 86 - Buku Harian Milik Starla
88 Bab 87 - Ungkapan Cinta (Brahma-Starla)
89 Bab 88 - Bersimbah Darah
90 Bab 89 - Gelayut Mendung
91 Bab 90 - Bangun dari Koma (Starla)
92 Bab 91 - Akhir Tragis Tersangka Utama (Pembunuhan Mami Monic)
93 Bab 92 - Pernikahan Dadakan (Ravi dan Ajeng)
94 Bab 93 - Pernikahan Kontrak (Ravi-Ajeng)
95 Bab 94 - Acara Menjenguk Anak (Ravi-Ajeng)
96 Bab 95 - Menjelang Lahiran (Ravi-Ajeng)
97 Bab 96 - Keguguran (Ravi-Ajeng)
98 Bab 97 - Ungkapan Cinta (Ravi-Ajeng)
99 Bab 98 - Pohon Jambu Megalodon (Brahma-Starla)
100 Bab 99 - Menuju Penghujung Kisah
101 Bab 100 - Indahnya Saling Memaafkan
102 Bab 101 - Akhir Kisah (Keluarga Bahagia)
103 PROMO KARYA BARU
104 PROMO KARYA BARU
105 PROMO NOVEL BARU
Episodes

Updated 105 Episodes

1
Bab 1 - Dalam Pengaruh Obat
2
Bab 2 - Kontrak Pernikahan
3
Bab 3 - Gang Ding Dong
4
Bab 4 - Menjual Anak Perempuan Untuk Melunasi Hutang
5
Bab 5 - SAH (Pernikahan)
6
Bab 6 - Kamar Pengantin
7
Bab 7 - Pengantin Lama vs Pengantin Baru
8
Bab 8 - Kabar Pernikahan
9
Bab 9 - Ajeng Notokusumo
10
Bab 10 - Memberi Nafkah
11
Bab 11 - Membuat Banyak Kenangan
12
Bab 12 - Kedatangan Tamu
13
Bab 13 - Mantan Kekasih
14
Bab 14 - Penyesalan (Ajeng)
15
Bab 15 - Ingin Beri Kejutan
16
Bab 16 - Sebuah Undangan
17
Bab 17 - Menginap di Hotel
18
Bab 18 - Mengeluarkan Unek-Unek
19
Bab 19 - Sebuah Bekas Luka
20
Bab 20 - Terpaksa Berbohong
21
Bab 21 - Bertemu Mami Monic
22
Bab 22 - Sebuah Keputusan Penting (Mami Monic)
23
Bab 23 - Siapa Monic ?
24
Bab 24 - Masa Lalu (Mami Monic)
25
Bab 25 - Terjerat Benang Merah Masa Lalu
26
PROMO KARYA
27
Bab 26 - Mulai Candu
28
Bab 27 - Perkara Kejar Setoran
29
Bab 28 - Acara Pembukaan Butik Milik Ajeng
30
Bab 29 - Starla vs Ajeng
31
Bab 30 - Sebuah Ide Perjodohan
32
Bab 31 - Ulat Bulu
33
Bab 32 - Reuni SMA
34
Bab 33 - Ajeng Berulah (Senjata Makan Tuan)
35
Bab 34 - Wujud Cinta Starla
36
Bab 35 - Tinggal Bersama Mertua
37
Bab 36 - Baby Loading (Hamil)
38
Bab 37 - Jangan Sampai Lolos
39
Bab 38 - Ziarah Kubur
40
Bab 39 - Membuntuti Menantu (Bening)
41
Bab 40 - Perubahan Sikap Bening
42
Bab 41 - Makan Malam Sendu
43
Bab 42 - Pertengkaran (Arjuna dan Bening)
44
Bab 43 - Pertemuan Tak Terduga (Arjuna dan Mami Monic)
45
Bab 44 - Menangis Bersama
46
Bab 45 - Pagi Milik Brahma dan Starla
47
Bab 46 - Curhat
48
Bab 47 - Morning Sickness
49
Bab 48 - Pingsan
50
Bab 49 - Siapa Yang Tega ?
51
Bab 50 - Selaksa Kecewa Bercampur Emosi
52
Bab 51 - Cinta dan Keikhlasan
53
Bab 52 - Berbicara Empat Mata
54
Bab 53 - Saling Mengancam
55
Bab 54 - Menjenguk Bening
56
Bab 55 - Sebuah Tamparan
57
Bab 56 - Tak Ada Manusia Yang Sempurna
58
Bab 57 - Upaya Terakhir
59
Bab 58 - Aku Rela (Starla)
60
Bab 59 - Rencana Liburan
61
Bab 60 - Berpamitan ke Bandung
62
Bab 61 - Melepas Rindu
63
Bab 62 - Sedikit Gemuk
64
Bab 63 - Jalan-Jalan Malam
65
Bab 64 - Permintaan Starla
66
Bab 65 - Kemarahan Brahma
67
Bab 66 - Lima Puluh Tahu Sumedang
68
Bab 67 - Minta Izin (Starla)
69
Bab 68 - Aku Kangen Mami (Starla)
70
Bab 69 - Bersiap Menjauh dan Pergi (Starla)
71
Bab 70 - Undangan Spesial dari Tuhan (Umroh)
72
Bab 71 - Arti Kehadiranmu
73
Bab 72 - Kejutan (Terkejut)
74
Bab 73 - Pulang ke Jakarta
75
Bab 74 - Penyesalan Berbalut Rindu dan Cinta (Brahma)
76
Bab 75 - Mulai Terkuak
77
Bab 76 - Kado Pemberian Starla
78
Bab 77 - Penyesalan dan Tangis (Brahma-Bening)
79
Bab 78 - Kegaduhan di Rumah Sakit
80
Bab 79 - Kondisi Terkini
81
Bab 80 - Kehamilan Simpatik
82
Bab 81 - Kondisi Starla
83
Bab 82 - Asuransi Jiwa (500 Juta)
84
Bab 83 - Apa Aku Hamil ? (Ajeng)
85
Bab 84 - Huru-Hara
86
Bab 85 - Bertemu Sang Belahan Jiwa
87
Bab 86 - Buku Harian Milik Starla
88
Bab 87 - Ungkapan Cinta (Brahma-Starla)
89
Bab 88 - Bersimbah Darah
90
Bab 89 - Gelayut Mendung
91
Bab 90 - Bangun dari Koma (Starla)
92
Bab 91 - Akhir Tragis Tersangka Utama (Pembunuhan Mami Monic)
93
Bab 92 - Pernikahan Dadakan (Ravi dan Ajeng)
94
Bab 93 - Pernikahan Kontrak (Ravi-Ajeng)
95
Bab 94 - Acara Menjenguk Anak (Ravi-Ajeng)
96
Bab 95 - Menjelang Lahiran (Ravi-Ajeng)
97
Bab 96 - Keguguran (Ravi-Ajeng)
98
Bab 97 - Ungkapan Cinta (Ravi-Ajeng)
99
Bab 98 - Pohon Jambu Megalodon (Brahma-Starla)
100
Bab 99 - Menuju Penghujung Kisah
101
Bab 100 - Indahnya Saling Memaafkan
102
Bab 101 - Akhir Kisah (Keluarga Bahagia)
103
PROMO KARYA BARU
104
PROMO KARYA BARU
105
PROMO NOVEL BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!