kemarahan Wiliam

sudah hampir satu bulan Wiliam tidak pernah lagi datang ke sekolah.walau pada dasarnya kecerdasan Wiliam di atas rata rata dan dia juga dari keluarga yang sangat berpengaruh tapi harusnya dia akan tetap ke sekolah walau hanya sekedar formalitas.

mommy Alisia sekarang tengah menceramahi putra satu satunya itu.

"sayang, kau harus ke sekolah ya" suara lembut itu masih terdengar sejak tadi namun Wiliam acuh. dia tidak akan pernah datang ke sekolah karena disana pun tidak ada bedanya. bahkan di sekolah kenangan dari Alena lebih banyak di bandingkan di apartemen.mungkin setiap sudut sekolah ada kenangan dari Alena.

"enggak mom!" jawaban yang masih sama, Wiliam ini memang benar benar mewarisi sifat ibunya yang keras kepala.

"oh iya, aku dengar di kelas kamu ada murid baru, emang kamu nggak papa jika kursi dan meja Alena akan di duduki olehnya?" kali ini pasti berhasil, mommy Alisia tahu betul jika semua tentang Alena akan membuat putranya berpikir dua kali.sementara Xavier Manggala dan anak gadisnya Aurora Manggala hanya diam menyimak sejak tadi.keduanya tidak mau ikut campur jika mommy Alisia sudah bicara.

"maksud mommy??" tanya Wiliam,

" iya coba kamu bayangkan, anak baru itu duduk di kursi yang Alena tempati dulu, emang kamu terima?" di tanya seperti itu tentu saja jawabannya tidak terima. Wiliam tidak pernah mau jika semua tentang Alena harus di hapus oleh jejak orang lain. mendengar penuturan lebih lanjut dari sang mommy membuat Wiliam bergegas ke kamar untuk berganti seragam.

.

.

.

sementara di sekolah Alena mengikuti langkah pak Broto yang akan mengisi kelas mereka di jam pertama. hari ini Alena kembali masuk ke kelasnya setelah hampir sebulan dia tinggali.

"selamat pagi anak anak" sapa pak Broto kala masuk ke dalam kelas 12A

"pagi pak!!" jawab para murid kelas 12A yang Alena kenal satu persatu diantara mereka. Mereka tampak heboh saat Alena masuk ke kelas mereka.

"hari ini kalian kedatangan teman baru, dia akan membersamai perjalanan kalian selama satu tahun kedepan, Nadira silahkan perkenalkan diri!" pak Broto memanggil Alena.

dengan tenang dan gaya angkuh Alena kembali memperkenalkan diri di hadapan mereka tapi mengunakan nama Nadira.

"halo salam kenal semuanya,, saya Nadira Fernandez, kalian bisa panggil aku Nadira atau Dira" selesai, Alena kini menuju kursi paling belakang. saat melewati kursinya dulu Alena melirik sejenak, masih dapat ia lihat banyak sekali stiker yang tertempel dengan nama Gentala disana. mengingat itu Alena jadi tersenyum merasa geli sendiri dengan sikap kekanak kanakannya dulu. jika di pikir pikir kembali dia ternyata se alay itu.

"kau pindah ke depan!!" nada bicara yang sangat angkuh, Alena menggebrak meja dan menyuruh gadis berkaca mata yang duduknya paling ujung untuk segera pindah di tempat duduknya dulu.

"ta tapi.." dengan gugup gadis itu menjawab,jujur saja dia takut dengan air otoriter seorang Nadira,mereka persis merasa Dejavu dengan sikap Alena dulunya.

"tidak ada tapi tapi,, kau pindah ke depan sekarang!!" masih dengan sikap otoriternya, Alena mendudukan bokongnya kala wanita berkaca mata yang selalu takut dengan siapapun kini berlari pindah ke kursi Alena.

setelah urusan perpindahan selesai, pak Broto memulai kelasnya. tapi dia harus menghentikan kegiatannya kembali kala pintu ruangan di buka dengan kasar dari luar.

Brakkkkk

Masuklah Wiliam dengan wajah merah padam, pandangannya langsung tertuju pada gadis berkaca mata yang kini duduk di dekat kursinya.tatapan tajam yang Wiliam leparkan seolah menyirat bahwa dia ingin menguliti gadis itu hidup hidup. Alena yang melihat api kemarahan dari Wiliam membuatnya bertanya tanya dalam hati.

dia sangat menakutkan

guman Alena, tapi setelah itu dia kembali fokus pada buku dan ballpoint yang dia coret coret tak jelas.

Brakkkkk

"tendangan maut pada meja yang gadis berkaca mata itu duduki membuat seisi kelas ketakutan.Wiliam mode iblis yang tidak dapat mengendalikan kemarahannya. pak Broto pun sama bingungnya, tapi dia tidak berani menegur anak dari pemilik sekolah itu.

"SIAPA YANG MENYURUHMU DUDUK DISINI BITCH!!!" suara Wiliam sangat keras dan menggelar,, kini tangan kekarnya mencekik leher wanita berkaca mata itu.

Jerry, teman Wiliam satu satunya mendekat berniat menghentikan aksi pria itu. dia takut gadis yang tidak bersalah itu akan mati di tangan Wiliam.

"Wil sadar,, kau tidak boleh seperti ini,dia akan mati nanti!!" ujar Jerry berusaha melepaskan cekikan dari leher gadis itu.

"JANGAN MENGHENTIKANKU SIALAN,, DIA HARUS MATI SEKARANG,, DIA SUDAH BERANI DUDUK DISINI!!" pada akhirnya Jerry berhasil melepaskan tangan Wiliam dari leher gadis berkaca mata itu. dapat Alena lihat wajah memerah di sertai dengan batuk membuat wanita itu terlihat sangat menyedihkan. Alena menjadi merasa bersalah, harusnya dia yang menerima amukan dsri Wiliam bukan gadis tak bersalah itu.

"kenapa kau sampai marah segitunya hanya karena bangku dan kursi ini?? ini bukan kursimu tapi kursi Alena!!" ujar Jerry tidak tahu lagi hendak ngomong apa.

"justru karena ini kursi Alena, aku tidak mau ada yang menduduki kursinya!!!! hanya dia yang boleh duduk disini, tidak ada yang lain Paham!!" perkataan itu masih mengandung luka. Wiliam sudah menjadi pria gila, dulu dia tidak segitunya, dia bahkan sangat tenang dalam menjalankan hidupnya,tapi sekarang? Alena menggeleng kepalanya tidak percaya.

"tapi Wiliam, sudah tidak ada kursi kosong lagi, lalu dia harus duduk dimana??" pak Broto bersuara setelah lama berdiam.

Wiliam memandang guru tersebut dengan wajah tak bersahabat membuat pak Broto menelan ludah kasar. apa dia salah bicara? pikirnya dalam hati.

"sekolah ini tidak kekurangan meja dan kursi kan?? siapapun tidak ada yang boleh duduk di kursi ini titik!" Wiliam duduk di kursinya sembari menghembus nafas kasar. dia tidak mempedulikan gadis berkacamata yang masih berdiri dengan suara tangis sesenggukan.

"Mila, sini!! kau duduk kembali disini,, maaf ya.." Alena memanggil Mila kembali ke kursinya,hendak apa lagi ,dia saja yang akan mencari kursi lain.

deghhh!!!

suara yang cukup familiar, Wiliam menoleh mencari sumber suara itu. mata Wiliam terhenti pada sosok gadis asing yang kini berdiri dengan tas gendong di bahunya. yang menjadi pusat perhatian Wiliam adalah dimana gadis itu berpenampilan menyerupai Alena. dapat Wiliam lihat jaket berkulit hitam yang menempel di kursinya dengan kunci motor di tangan gadis tersebut.

apa dia anak barunya?

Wiliam bertanya dalam hati karena memang ini pertama kali dia melihat murid tersebut di kelasnya.

"tapi kamu duduk dimana Dira?" Mila, gadis berkacamata yang hampir nyawanya melayang barusan kini menghampiri kursi Alena.

"kau duduk dulu disini, aku akan mengambil kursi dan meja di gudang nanti!" Alena membiarkan Mila duduk, dia kemudian melirik Vallerio yang masih betah diam sedari tadi.

seolah bicara lewat telepati, Vallerio berdiri dan mengikuti langkah Alena.

"pak saya permisi keluar dulu!" ujar Alena meminta izin pada pak Broto.

"tapi,, kamu emangnya tahu dimana letak gudangnya??" tanya pak Broto.

"tau,, em maksud saya nanti Vallerio yang memberi tahu saya kan pak" hampir saja Alena keceplosan, tapi dia dengan cepat mengalihkan ucapannya. Vallerio dan Alena keluar dari kelas mereka untuk mengambil kursi yang nantinya akan Alena duduki.

keakraban keduanya tak luput dari tatapan mata elang Wiliam, kenapa melihat anak baru itu membuat Wiliam merasa dejavu. dari penampilan sampai pada pertemanan kenapa seakan anak baru itu mengkopi semuanya tentang Alena?. Wiliam masih berperang dengan segala pikiran yang janggal di otak cerdasnya.

______

Terpopuler

Comments

Land19

Land19

ga suka sama William tempramen banget .
jangan karna itu tempat duduknya Alen dan sekolahan milik keluarga Lo .
mean nyekik anak orang

2025-01-31

0

Evi

Evi

aq kok curiga klw Alena itu kembaran Nadira ya??

2025-01-27

0

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

kasihan banget si mila...huh...william main cekek aja

2024-12-04

0

lihat semua
Episodes
1 Kau cukup berani!!!
2 Aku hanya kasihan, karena hidupnya menyedihkan!
3 "pergilah,, aku membebaskanmu sekarang!!"
4 kau harus bangun!!
5 Dihantui oleh kenangan yang Alena ciptakan.
6 Nadira fernandez
7 warna pink
8 Nadira vs Oma siska
9 Nadira mau motor, apa boleh??
10 Motor Baru
11 perasaan gelisah
12 kembali
13 perkara kamar
14 menemui Vallerio
15 aku Alena Alexandria
16 belanja
17 sudah? atau mau tampar lagi??
18 kesepakatan
19 tes
20 kemarahan Wiliam
21 Drama queen
22 harus dimusnahkan!
23 Dia siapa sebenarnya?
24 dengan syarat, kalian angkat kaki dari rumah ini!!
25 apa hakmu memecatnya?
26 dia memang Alena-ku.
27 kayak Familiar wajahnya
28 tidak boleh!!
29 Rumah sakit
30 mereka saling kenal?
31 ini yang mau ku ceritakan tadi!
32 mimpi?
33 kehebohan pagi hari disekolah
34 di kantin
35 mencaritahu penyebab kecelakaan mommy
36 Ngapain kamu kesini?
37 aku harus melakukannya memenuhi permintaan Nadira!
38 catatan harian
39 rencana Alena dan Vallerio
40 mencuri start
41 sepupu tengil
42 memohon-lah!!
43 aku yang membiayai semuanya..
44 berdua ala Wiliam
45 dia..
46 Mari bersaing
47 kita pacaran ya!
48 ulang tahun Sella
49 "Deddy, peluk Nadira sekali saja.."
50 Alena dan Nadira
51 kesedihan tak berujung
52 Nadira, aku ingin menemuinya!!
53 pulang
54 kau egois!!!
55 Dendam Alena.
56 Dugong
57 mood buruk ~Alena
58 masalah perusahaan
59 pulang ~ Wiliam
60 Alena vs Raisya ~balapan
61 hari sial~ Tania
62 tidak ada putus! ~William
63 Balik~ Malvin
64 nasi goreng spesial ala Alena
65 aku minta maaf..~ Malvin
66 Cemburu
67 panggil sayang aja, boleh? ~Aurora
68 Rencana
69 cuddle semalaman
70 memanas
71 happy birthday, sayang!
72 kota sejuta rindu
73 morning kiss
74 lamaran
75 ngebet nikah
76 SAH!!!
77 sejak kapan?
78 janji dulu!
79 malam panjang
80 aku bantu mandiin ya..
81 aura pengantin baru
82 tinggal di apartemenku saja!
83 membawa makan siang suami
84 suatu kebetulan
85 Rania vs Tania
86 bagaimana kalau kamu menikah lagi?
87 bulan madu, lagi!
88 labuan bajo
89 curi mangga
90 terharu
91 kenapa tidak ajak mommy??
92 protektif
93 menempeli suami
94 sakit..
95 sekertaris itu..
96 Sella comeback
97 "wajah baru, cantik nggak?"
98 AIRA PUTRI MANGGALA
99 promosi karya baru.
Episodes

Updated 99 Episodes

1
Kau cukup berani!!!
2
Aku hanya kasihan, karena hidupnya menyedihkan!
3
"pergilah,, aku membebaskanmu sekarang!!"
4
kau harus bangun!!
5
Dihantui oleh kenangan yang Alena ciptakan.
6
Nadira fernandez
7
warna pink
8
Nadira vs Oma siska
9
Nadira mau motor, apa boleh??
10
Motor Baru
11
perasaan gelisah
12
kembali
13
perkara kamar
14
menemui Vallerio
15
aku Alena Alexandria
16
belanja
17
sudah? atau mau tampar lagi??
18
kesepakatan
19
tes
20
kemarahan Wiliam
21
Drama queen
22
harus dimusnahkan!
23
Dia siapa sebenarnya?
24
dengan syarat, kalian angkat kaki dari rumah ini!!
25
apa hakmu memecatnya?
26
dia memang Alena-ku.
27
kayak Familiar wajahnya
28
tidak boleh!!
29
Rumah sakit
30
mereka saling kenal?
31
ini yang mau ku ceritakan tadi!
32
mimpi?
33
kehebohan pagi hari disekolah
34
di kantin
35
mencaritahu penyebab kecelakaan mommy
36
Ngapain kamu kesini?
37
aku harus melakukannya memenuhi permintaan Nadira!
38
catatan harian
39
rencana Alena dan Vallerio
40
mencuri start
41
sepupu tengil
42
memohon-lah!!
43
aku yang membiayai semuanya..
44
berdua ala Wiliam
45
dia..
46
Mari bersaing
47
kita pacaran ya!
48
ulang tahun Sella
49
"Deddy, peluk Nadira sekali saja.."
50
Alena dan Nadira
51
kesedihan tak berujung
52
Nadira, aku ingin menemuinya!!
53
pulang
54
kau egois!!!
55
Dendam Alena.
56
Dugong
57
mood buruk ~Alena
58
masalah perusahaan
59
pulang ~ Wiliam
60
Alena vs Raisya ~balapan
61
hari sial~ Tania
62
tidak ada putus! ~William
63
Balik~ Malvin
64
nasi goreng spesial ala Alena
65
aku minta maaf..~ Malvin
66
Cemburu
67
panggil sayang aja, boleh? ~Aurora
68
Rencana
69
cuddle semalaman
70
memanas
71
happy birthday, sayang!
72
kota sejuta rindu
73
morning kiss
74
lamaran
75
ngebet nikah
76
SAH!!!
77
sejak kapan?
78
janji dulu!
79
malam panjang
80
aku bantu mandiin ya..
81
aura pengantin baru
82
tinggal di apartemenku saja!
83
membawa makan siang suami
84
suatu kebetulan
85
Rania vs Tania
86
bagaimana kalau kamu menikah lagi?
87
bulan madu, lagi!
88
labuan bajo
89
curi mangga
90
terharu
91
kenapa tidak ajak mommy??
92
protektif
93
menempeli suami
94
sakit..
95
sekertaris itu..
96
Sella comeback
97
"wajah baru, cantik nggak?"
98
AIRA PUTRI MANGGALA
99
promosi karya baru.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!