tes

 langkah kaki Alena menyusuri lorong menuju ruang kepala sekolah. disana dia akan di uji secara lisan oleh bapak kepala sekolah serta di saksikan beberapa guru lainnya.

Alena masuk, dia tidak langsung mengerjakan soal karena harus menunggu Melisa, sebagai wali murid. beberapa kali Alena menjawab setiap pertanyaan basa basi yang di lontarkan oleh kepala sekolah.

"jadi, kamu pindahan dari surabaya??" tanyanya sembari menunggu kedatangan ibu tiri Alena.

"iya pak" Alena menjawab, dalam hatinya ingin sekali dia bilang bahwa dia masih murid di sekolah ini dari dulu.

"hmmm baiklah, bagaimana prediksimu dengan soal yang akan kau kerjakan nanti? apakah bisa atau gimana??

" bisa,, pasti bisa!" tanpa ragu Alena menjawab dengan mantap. dia bahkan sudah melalui beberapa soal yang sangat sulit tapi dia masih mampu mengerjakannya. walau tidak bisa di bilang jenius karena yang jenius hanya seorang Wiliam kayaknya,, tapi bukan berarti Alena nggak bisa. dia akan tetap percaya diri.

"bagus,, aku sangat suka dengan murid yang percaya diri sepertimu, kita memang perlu yakin dalam menjalankan sesuatu, jangan pernah merasa pesimis lebih dulu" ujar bapak kepala sekolah sembari memberikan senyum terbaiknya.

tok tok tok

suara ketukan pintu terdengar , terlihat Melisa dengan penampilan modis bak ibu ibu sosialita berjalan dengan langkah anggun masuk ke ruang kepala sekolah.

"maaf saya terlambat pak" Melisa membungkuk memberi hormat, setelahnya dia menatap Alena yang masih duduk tenang di kursi depan kepala sekolah. tidak ada raut gelisah ataupun keraguan dari gadis cantik itu.

"baiklah, karena ibu sudah datang, maka kami mempersilahkan ibu menyaksikan sendiri ujian tes yang akan Nadira ikuti, tes kali ini ada dua metode:

yang pertama Nadira mengerjakan soal umum berjumlah sepuluh nomor, soalnya esay, dan akan di awas ketat oleh pak Darmo. untuk kunci jawaban hanya ada satu yaitu ini, sekarang aku yang pegang jadi tidak ada kemungkinan untuk Nadira menyontek" jelas kepala sekolah, beberapa guru maupun Alena hanya mengangguk sementara Melisa tersenyum tipis seolah tidak yakin.

"yang kedua: Nadira akan melakukan tes lisan, pak Diman nanti yang memberi pertanyaan dan akan langsung di jawab, kita semua dapat menyaksikannya" sambung bapak kepala sekolah itu memberi arahan, mereka mengangguk mengerti,memang sangat ketat, begitulah setiap murid yang akan masuk di sekolah ini, mereka harus pintar mengasah otak.

selesai menjelaskan, Alena kini fokus mengerjakan soal esay. tidak sampai sepuluh menit gadis itu memberikan lembar jawabannya pada kepala sekolah. mereka semua tentu melongo dan tak yakin dengan jawaban Alena.belum ada murid sebelumnya yang bisa menandingi rekor yang Wiliam pecahkan. memang belum terpecahkan karena waktu itu Wiliam hanya membutuhkan waktu lima menit dalam menyelsaikan semuanya sementara Alena delapan menit. tapi itu cukup mampu membuat mereka kaget pasalnya ini adalah orang kedua.

"sudah?? kamu yakin dengan jawabanmu?? masih ada waktu tujuh menit untuk memperbaiki jawabannya!" ujar pak kepala sekolah. bukan apa, tapi dari cerita Melisa sebelumnya membuat semua guru maupun kepala sekolah jadi ragu.

"aku yakin,, periksalah!" Alena memutar ballpoint yang dia pegang, dia sangat tenang. pak kepala sekolah dan beberapa guru memeriksa jawaban Alena secara bersamaan. seketika mereka mengangguk kepala secara bersamaan, pandangan mereka kali ini menatap kagum pada gadis yang terlihat tenang di bangkunya.

"luar biasa!!" sahut Bapak kepala sekolah membuat Melisa yang sedari tadi menunggu hasilnya tak percaya. dia tahu bahkan sangat tahu gimana nilai Nadira selama ini, tapi jika di tuduh menyontek kayaknya tidak mungkin karena dia sendiri ikut menyaksikan Alena mengerjakan soalnya.

"sekarang kita akan lanjut ke tahap dua, Nadira kamu sudah siap??" lagi-lagi bapak kepala sekolah memastikan,

"sudah pak" jawab Alena dengan mantap. tes metode kedua sekarang berlangsung. berbagai pertanyaan yang di lontarkan dari mulut pak Diman dengan cepat dan tepat Alena menjawabnya. sampai pada soal terakhir tidak ada satupun jawaban yang salah. Alena benar benar menjawab semuanya dengan benar. kecepatan dalam menjawab pun membuat mereka kagum dengan gadis itu.

prokk prokk prokk

suara tepuk tangan yang secara spontan mereka lakukan guna mengapresiasi Alena yang menyelsaikan kedua tes dengan sangat cepat. sisa waktu bahkan masih banyak tapi dia sudah selesai.

"kamu luar biasa Nadira!!, kamu mampu mendapat nilai sempurna dengan tingkat kecepatan yang di atas rata rata, kamu akan masuk di kelas 12 A" pak kepala sekolah tak berhenti tersenyum sambil menatap kagum pada Alena. sangat jarang ada siswa yang menjawab cepat dengan nilai sempurna seperti Alena tadi.

"ibu sudah menyaksikannya sendiri kan?? ibu patut bangga dengan kepintaran anak ibu, tidak ada contekkan, pertanyaan lisan juga dia menjawab semuanya tanpa ragu dan itu semua benar adanya" Melisa tersenyum hangat, dia menghampiri Alena yang masih duduk disana.Melisa mengelus rambut Alena, perlahan dia berucap,

"selamat sayang kamu berhasil!! mommy bangga sama kamu!" mereka semua yang ada di situ tersenyum tipis.

"sudah aku bilang kan, aku tidak akan malu maluin seperti yang kalian pikirkan. oh iya saat anda pulang nanti jangan lupa sampaikan pada suami anda bahwa jika aku pulang sekolah, Mobil yang dia sepakati tadi pagi harus sudah terparkir di halaman mansion!" ingin sekali Alena tertawa, dia sudah bisa membayangkan ekspresi sang ibu saat ini, pasti dia tidak terima jika Alena akan segera mendapati mobil baru.

Melisa tidak bersuara lagi, dia hanya mengangguk mendengar permintaan Alena, setelah itu dia pamit pulang sedangkan Alena pamit ke kelasnya.

________

Terpopuler

Comments

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

ha...ha...ha...melisa pandai x ber drama seolah olah jd ibu yg baik...udah pulang sana lapor sm suamimu tuk sediain mobil...

2024-12-04

0

Land19

Land19

haahha. jiwa Alena di lawan
pasti bentar lagi sella meradang nih kaya cacing kepanasan

2025-01-31

0

yayaww

yayaww

hahaha kasian banget si melisa cuma berandai andai mau ngejatuhin si nadira

2025-02-03

0

lihat semua
Episodes
1 Kau cukup berani!!!
2 Aku hanya kasihan, karena hidupnya menyedihkan!
3 "pergilah,, aku membebaskanmu sekarang!!"
4 kau harus bangun!!
5 Dihantui oleh kenangan yang Alena ciptakan.
6 Nadira fernandez
7 warna pink
8 Nadira vs Oma siska
9 Nadira mau motor, apa boleh??
10 Motor Baru
11 perasaan gelisah
12 kembali
13 perkara kamar
14 menemui Vallerio
15 aku Alena Alexandria
16 belanja
17 sudah? atau mau tampar lagi??
18 kesepakatan
19 tes
20 kemarahan Wiliam
21 Drama queen
22 harus dimusnahkan!
23 Dia siapa sebenarnya?
24 dengan syarat, kalian angkat kaki dari rumah ini!!
25 apa hakmu memecatnya?
26 dia memang Alena-ku.
27 kayak Familiar wajahnya
28 tidak boleh!!
29 Rumah sakit
30 mereka saling kenal?
31 ini yang mau ku ceritakan tadi!
32 mimpi?
33 kehebohan pagi hari disekolah
34 di kantin
35 mencaritahu penyebab kecelakaan mommy
36 Ngapain kamu kesini?
37 aku harus melakukannya memenuhi permintaan Nadira!
38 catatan harian
39 rencana Alena dan Vallerio
40 mencuri start
41 sepupu tengil
42 memohon-lah!!
43 aku yang membiayai semuanya..
44 berdua ala Wiliam
45 dia..
46 Mari bersaing
47 kita pacaran ya!
48 ulang tahun Sella
49 "Deddy, peluk Nadira sekali saja.."
50 Alena dan Nadira
51 kesedihan tak berujung
52 Nadira, aku ingin menemuinya!!
53 pulang
54 kau egois!!!
55 Dendam Alena.
56 Dugong
57 mood buruk ~Alena
58 masalah perusahaan
59 pulang ~ Wiliam
60 Alena vs Raisya ~balapan
61 hari sial~ Tania
62 tidak ada putus! ~William
63 Balik~ Malvin
64 nasi goreng spesial ala Alena
65 aku minta maaf..~ Malvin
66 Cemburu
67 panggil sayang aja, boleh? ~Aurora
68 Rencana
69 cuddle semalaman
70 memanas
71 happy birthday, sayang!
72 kota sejuta rindu
73 morning kiss
74 lamaran
75 ngebet nikah
76 SAH!!!
77 sejak kapan?
78 janji dulu!
79 malam panjang
80 aku bantu mandiin ya..
81 aura pengantin baru
82 tinggal di apartemenku saja!
83 membawa makan siang suami
84 suatu kebetulan
85 Rania vs Tania
86 bagaimana kalau kamu menikah lagi?
87 bulan madu, lagi!
88 labuan bajo
89 curi mangga
90 terharu
91 kenapa tidak ajak mommy??
92 protektif
93 menempeli suami
94 sakit..
95 sekertaris itu..
96 Sella comeback
97 "wajah baru, cantik nggak?"
98 AIRA PUTRI MANGGALA
99 promosi karya baru.
Episodes

Updated 99 Episodes

1
Kau cukup berani!!!
2
Aku hanya kasihan, karena hidupnya menyedihkan!
3
"pergilah,, aku membebaskanmu sekarang!!"
4
kau harus bangun!!
5
Dihantui oleh kenangan yang Alena ciptakan.
6
Nadira fernandez
7
warna pink
8
Nadira vs Oma siska
9
Nadira mau motor, apa boleh??
10
Motor Baru
11
perasaan gelisah
12
kembali
13
perkara kamar
14
menemui Vallerio
15
aku Alena Alexandria
16
belanja
17
sudah? atau mau tampar lagi??
18
kesepakatan
19
tes
20
kemarahan Wiliam
21
Drama queen
22
harus dimusnahkan!
23
Dia siapa sebenarnya?
24
dengan syarat, kalian angkat kaki dari rumah ini!!
25
apa hakmu memecatnya?
26
dia memang Alena-ku.
27
kayak Familiar wajahnya
28
tidak boleh!!
29
Rumah sakit
30
mereka saling kenal?
31
ini yang mau ku ceritakan tadi!
32
mimpi?
33
kehebohan pagi hari disekolah
34
di kantin
35
mencaritahu penyebab kecelakaan mommy
36
Ngapain kamu kesini?
37
aku harus melakukannya memenuhi permintaan Nadira!
38
catatan harian
39
rencana Alena dan Vallerio
40
mencuri start
41
sepupu tengil
42
memohon-lah!!
43
aku yang membiayai semuanya..
44
berdua ala Wiliam
45
dia..
46
Mari bersaing
47
kita pacaran ya!
48
ulang tahun Sella
49
"Deddy, peluk Nadira sekali saja.."
50
Alena dan Nadira
51
kesedihan tak berujung
52
Nadira, aku ingin menemuinya!!
53
pulang
54
kau egois!!!
55
Dendam Alena.
56
Dugong
57
mood buruk ~Alena
58
masalah perusahaan
59
pulang ~ Wiliam
60
Alena vs Raisya ~balapan
61
hari sial~ Tania
62
tidak ada putus! ~William
63
Balik~ Malvin
64
nasi goreng spesial ala Alena
65
aku minta maaf..~ Malvin
66
Cemburu
67
panggil sayang aja, boleh? ~Aurora
68
Rencana
69
cuddle semalaman
70
memanas
71
happy birthday, sayang!
72
kota sejuta rindu
73
morning kiss
74
lamaran
75
ngebet nikah
76
SAH!!!
77
sejak kapan?
78
janji dulu!
79
malam panjang
80
aku bantu mandiin ya..
81
aura pengantin baru
82
tinggal di apartemenku saja!
83
membawa makan siang suami
84
suatu kebetulan
85
Rania vs Tania
86
bagaimana kalau kamu menikah lagi?
87
bulan madu, lagi!
88
labuan bajo
89
curi mangga
90
terharu
91
kenapa tidak ajak mommy??
92
protektif
93
menempeli suami
94
sakit..
95
sekertaris itu..
96
Sella comeback
97
"wajah baru, cantik nggak?"
98
AIRA PUTRI MANGGALA
99
promosi karya baru.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!