sudah? atau mau tampar lagi??

"tidak usah membahasnya lagi, dia tidak boleh tahu tentang ini!" Alena tidak ingin dengar lagi semua tentang Wiliam, dia tidak mau gagal melupakan Wiliam hanya karena Vallerio terus menceritakannya.

"baiklah, dia memang tidak akan mengenalimu lagi, tapi gadis yang bersamamu tadi kayak aku pernah melihatnya di sekolah kita, apa dia juga sekolah disana?" Vallerio melihat dengan jelas wajah Sella yang datang dengan Alena tadi di kafenya, mendengar itu Alena tersenyum tipis.

"yupsss, dia memang sekolah disana. dia gadis terakhir yang aku bullly waktu itu haha, kalau tau dia akan menjadi adikku yang menyebalkan mungkin aku akan meretakkan tangannya waktu itu" Alena kembali mengingat raut wajah Sella yang begitu ketakutan kala dia menarik rambut tipisnya, muka yang tampak bengkak akibat di tampar berkali kali.

"ah yang benar saja!!! kenapa dunia sangat sempit ya? berarti dia juga pengemar Gentala mu dong hahhaha" Vallerio tertawa mengejek, benar benar suatu yang kebetulan Alena dan gadis itu sekarang jadi kakak beradik.

"kalau dia mau mengambilnya silahkan, tapi aku tidak yakin Wiliam akan terpikat,, aku yang secantik itu saja tidak membuatnya takluk" jawab Alena acuh, mungkin ke depannya dia tidak akan lagi melakukan hal bodoh seperti itu.

"kata siapa tidak bisa,, kalau memang tidak bisa di taklukkan kenapa dia sampai menjadi pria gila sekarang?? bisa saja dia tidak peduli karena kamu bukan siapa siapanya, tapi buktinya? dia bahkan memilih menginap di rumah sakit setiap malamnya di bandingkan di kasur empuk keluarga Manggala" Alena mengangguk tidak menyangkal akan hal itu. Tapi menurutnya semua itu sudah terlambat, hatinya sudah mulai bisa di ajak bekerja sama walau dia belum sepenuhnya yakin karena belum menemui Wiliam lagi.

"mending kita pulang, aku bayar dulu!" Alena berdiri untuk membayar, setelah itu keduanya pulang. Alena di antar oleh Vallerio dengan mobil pria itu, sementara motornya tadi dia titipkan di kafe.

sampai di rumah Alena masuk membawa banyak sekali paperbag di tangannya, Vallerio tidak ikut turun, dia hanya sekedar mengantar.

"makasih ya" ujar Alena dengan tulus pada sang sahabat.

" hmm masuklah, sampai bertemu minggu depan di sekolah, oh iya bagaimana motornya?"

"biar disana dulu, atau kalau bisa kau suruh orang mengantarnya ke apartemenku ya,, byee!!" Vallerio meninggalkan rumah mewah Alena sekarang, dan Alena masuk. Aura dingin seolah menyambut langkah Alena yang masih berjalan dengan percaya diri. tatapan tajam dari kedua orangtuanya seolah ingin menguliti Alena hidup hidup.

"berhenti!!" Alena terpaksa menghentikan langkahnya yang sudah hampir menyentuh tangga menuju lantai dua. suara berat dan penuh emosi terdengar dari sang ayah.

tuan Arlo mendekat, matanya melirik paperbag yang ada di tangan Alena, hendak bertanya tapi ada yang lebih penting dari sekedar itu.

plakk

tamparan keras mengenai pipi mulus yang sangat terawat. Alena diam, dia masih mencerna kira kira apa yang membuat emosi sang ayah memuncak seperti ini. Alena memandang dua wanita yang masih diam di sofa, sang ibu masih memeluk adiknya dengan sayang.

"ada apa?" Alena tidak menangis, sudah terbiasa sedari dulu dia bahkan sering mendapatkan perlakuan kasar dari penjaga panti. Alena hanya bertanya walau dia sendiri sudah tahu jawaban yang sebenarnya.

"kau masih tanya ada apa?? sekarang deddy tanya sama kamu, kenapa kamu selalu ingin mencelakai adik kamu hah?? belum puas kamu dengan kepergian Luna dan Nadine? mau sampai kapan Nadira? sampai kapan kamu berhenti melakukan tindakan bodoh seperti ini terus hah!!!" suara Tuan Arlo benar benar meninggi, Alena melihatnya sekilas tapi setelah itu Alena menghembus nafas berat.

"kapan aku mau mencelakai Sella?" hanya beberapa kalimat itu, tapi mampu mengalihkan pandangan Sella yang sedari tadi enggan kini melihat ke arah Alena.

"kamu membawa motor secara ugal ugalan sampai Sella pucat dan trauma, kamu pikir itu apa??"

"hahhaha lucu sekali, hanya karena itu?? tapi dia sendiri yang mau ikut, katanya ingin menikmati waktu dan merasakan naik motor tadi, bukankah begitu adikku?" Alena bertanya, dan saat inilah Akting Sella dimulai.

"tapi kak, kau sungguh membuatku takut. kak Dira kalau tidak suka dengan Sella ngomong, cara seperti itu tidak baik kak, apa kau ingin membunuhku? aku tidak habis pikir sama kakak, apa sebegitu mudahnya buat kakak bermain dengan nyawa orang hiks hiks!" Sela kembali menangis dan itu tangisan yang sangat pilu. hati siapapun akan tersentuh jika mendengarnya menangis seperti ini.

melihat Sella menangis membuat hati tuan Arlo tersentil, apa sebegitu bencinya Nadira sama sella?

"BUKTINYA KAU MASIH SELAMAT SELLA, KAU BELUM MATI KAN?" teriak Alena murka, dia seolah menjadi tokoh antagonis disini, Sella benar benar berhasil membuat orang orang menilainya dengan citra buruk, tapi apa Alena peduli? tentu saja tidak.

plakk

sekali lagi, tamparan yang sangat kuat kembali mendarat di pipinya.

"enteng banget kamu bicara seperti itu ya, kalau kamu mau mati jangan mengajak orang lain,, mati saja sendiri sialan!! kau membuat anakku trauma,,," Tuan Arlo melihat tangannya sendiri. jauh di dalam lubuk hatinya dia sebenarnya tidak ingin melakukan itu, tapi semuanya hanya agar Nadira jera dan tidak akan mengulang kembali kesalahannya waktu itu.

"sudah?? atau mau tampar lagi??

tampar saja!! memang sedari dulu Deddy selalu begini, sedari dulu Deddy tidak pernah sekalipun mendengarnya penjelasan Nadira, lagi ded!! ayok tampar Nadira sepuas Deddy!!!!" Tuan Arlo bungkam. melihat tidak ada lagi pergerakan dari sang ayah membuat Alena tersenyum kecut. Alena bisa melihat raut rasa bersalah dari sang ayah tapi mulutnya tidak berani mengeluarkan kata maaf.

"kalau sudah Nadira permisi,, aku butuh tenaga yang banyak untuk meladeni drama keluarga murahan ini!!" Alena kembali menenteng barang belanjaannya dan berlalu ke kamar.

sampai di kamar Alena segera berlalu menuju kamar mandi. entah kenapa tiba tiba tangisannya pecah begitu saja, Alena tahu ini adalah perasaan yang dirasakan oleh Nadira, untung saja di depan sang ayah tadi Alena mampu mengendalikan diri untuk tidak menangis.

"ckkk, dasar gadis bodoh!!! apa kau selalu begini dulunya? kau selalu menangis jika pria tua itu menamparmu? kau tidak seharusnya begini Nadira,, dia tidak menyayangimu lalu buat apa kamu menangisi perbuatannya? dia pantas di benci,, dia tidak cocok untuk di sebut deddy, kasih sayangnya hanya untuk anak wanita itu.." Alena seolah memberi ceramah pada dirinya sendiri,, dia kembali mengusap matanya lalu kembali tersenyum miring di depan kaca westafel.

"aku akan membalas mereka atas semua perbuatan buruk yang di lakukan terhadapmu!!" ujarnya penuh tekad, tangan Alena mengepal erat di atas westafel.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Terpopuler

Comments

Ani Maryani

Ani Maryani

punya ayah kandung tapi kaya gak punya ayah ayahnya KA santet ku istri baru JD hilang ingatan gak inget punya anak yg di sakiti terus mudah mudahan nyesel banget ayah jahat

2025-03-04

0

Ani Maryani

Ani Maryani

ayah ko jahat y terlalu banyak bisikan jahat dari ulat Keket mengabaikan anak kandung sendiri padahal rumah yg dia tumpangi milik nandira

2025-01-12

0

Land19

Land19

ringan tangan banget
ntar belakang² ya bilang nyesellah inilah itulah alah Taek

2025-01-31

0

lihat semua
Episodes
1 Kau cukup berani!!!
2 Aku hanya kasihan, karena hidupnya menyedihkan!
3 "pergilah,, aku membebaskanmu sekarang!!"
4 kau harus bangun!!
5 Dihantui oleh kenangan yang Alena ciptakan.
6 Nadira fernandez
7 warna pink
8 Nadira vs Oma siska
9 Nadira mau motor, apa boleh??
10 Motor Baru
11 perasaan gelisah
12 kembali
13 perkara kamar
14 menemui Vallerio
15 aku Alena Alexandria
16 belanja
17 sudah? atau mau tampar lagi??
18 kesepakatan
19 tes
20 kemarahan Wiliam
21 Drama queen
22 harus dimusnahkan!
23 Dia siapa sebenarnya?
24 dengan syarat, kalian angkat kaki dari rumah ini!!
25 apa hakmu memecatnya?
26 dia memang Alena-ku.
27 kayak Familiar wajahnya
28 tidak boleh!!
29 Rumah sakit
30 mereka saling kenal?
31 ini yang mau ku ceritakan tadi!
32 mimpi?
33 kehebohan pagi hari disekolah
34 di kantin
35 mencaritahu penyebab kecelakaan mommy
36 Ngapain kamu kesini?
37 aku harus melakukannya memenuhi permintaan Nadira!
38 catatan harian
39 rencana Alena dan Vallerio
40 mencuri start
41 sepupu tengil
42 memohon-lah!!
43 aku yang membiayai semuanya..
44 berdua ala Wiliam
45 dia..
46 Mari bersaing
47 kita pacaran ya!
48 ulang tahun Sella
49 "Deddy, peluk Nadira sekali saja.."
50 Alena dan Nadira
51 kesedihan tak berujung
52 Nadira, aku ingin menemuinya!!
53 pulang
54 kau egois!!!
55 Dendam Alena.
56 Dugong
57 mood buruk ~Alena
58 masalah perusahaan
59 pulang ~ Wiliam
60 Alena vs Raisya ~balapan
61 hari sial~ Tania
62 tidak ada putus! ~William
63 Balik~ Malvin
64 nasi goreng spesial ala Alena
65 aku minta maaf..~ Malvin
66 Cemburu
67 panggil sayang aja, boleh? ~Aurora
68 Rencana
69 cuddle semalaman
70 memanas
71 happy birthday, sayang!
72 kota sejuta rindu
73 morning kiss
74 lamaran
75 ngebet nikah
76 SAH!!!
77 sejak kapan?
78 janji dulu!
79 malam panjang
80 aku bantu mandiin ya..
81 aura pengantin baru
82 tinggal di apartemenku saja!
83 membawa makan siang suami
84 suatu kebetulan
85 Rania vs Tania
86 bagaimana kalau kamu menikah lagi?
87 bulan madu, lagi!
88 labuan bajo
89 curi mangga
90 terharu
91 kenapa tidak ajak mommy??
92 protektif
93 menempeli suami
94 sakit..
95 sekertaris itu..
96 Sella comeback
97 "wajah baru, cantik nggak?"
98 AIRA PUTRI MANGGALA
99 promosi karya baru.
Episodes

Updated 99 Episodes

1
Kau cukup berani!!!
2
Aku hanya kasihan, karena hidupnya menyedihkan!
3
"pergilah,, aku membebaskanmu sekarang!!"
4
kau harus bangun!!
5
Dihantui oleh kenangan yang Alena ciptakan.
6
Nadira fernandez
7
warna pink
8
Nadira vs Oma siska
9
Nadira mau motor, apa boleh??
10
Motor Baru
11
perasaan gelisah
12
kembali
13
perkara kamar
14
menemui Vallerio
15
aku Alena Alexandria
16
belanja
17
sudah? atau mau tampar lagi??
18
kesepakatan
19
tes
20
kemarahan Wiliam
21
Drama queen
22
harus dimusnahkan!
23
Dia siapa sebenarnya?
24
dengan syarat, kalian angkat kaki dari rumah ini!!
25
apa hakmu memecatnya?
26
dia memang Alena-ku.
27
kayak Familiar wajahnya
28
tidak boleh!!
29
Rumah sakit
30
mereka saling kenal?
31
ini yang mau ku ceritakan tadi!
32
mimpi?
33
kehebohan pagi hari disekolah
34
di kantin
35
mencaritahu penyebab kecelakaan mommy
36
Ngapain kamu kesini?
37
aku harus melakukannya memenuhi permintaan Nadira!
38
catatan harian
39
rencana Alena dan Vallerio
40
mencuri start
41
sepupu tengil
42
memohon-lah!!
43
aku yang membiayai semuanya..
44
berdua ala Wiliam
45
dia..
46
Mari bersaing
47
kita pacaran ya!
48
ulang tahun Sella
49
"Deddy, peluk Nadira sekali saja.."
50
Alena dan Nadira
51
kesedihan tak berujung
52
Nadira, aku ingin menemuinya!!
53
pulang
54
kau egois!!!
55
Dendam Alena.
56
Dugong
57
mood buruk ~Alena
58
masalah perusahaan
59
pulang ~ Wiliam
60
Alena vs Raisya ~balapan
61
hari sial~ Tania
62
tidak ada putus! ~William
63
Balik~ Malvin
64
nasi goreng spesial ala Alena
65
aku minta maaf..~ Malvin
66
Cemburu
67
panggil sayang aja, boleh? ~Aurora
68
Rencana
69
cuddle semalaman
70
memanas
71
happy birthday, sayang!
72
kota sejuta rindu
73
morning kiss
74
lamaran
75
ngebet nikah
76
SAH!!!
77
sejak kapan?
78
janji dulu!
79
malam panjang
80
aku bantu mandiin ya..
81
aura pengantin baru
82
tinggal di apartemenku saja!
83
membawa makan siang suami
84
suatu kebetulan
85
Rania vs Tania
86
bagaimana kalau kamu menikah lagi?
87
bulan madu, lagi!
88
labuan bajo
89
curi mangga
90
terharu
91
kenapa tidak ajak mommy??
92
protektif
93
menempeli suami
94
sakit..
95
sekertaris itu..
96
Sella comeback
97
"wajah baru, cantik nggak?"
98
AIRA PUTRI MANGGALA
99
promosi karya baru.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!