belanja

"kamu belanja sebanyak itu Ale?" Vallerio heran sendiri, gimana tidak,banyak sekali paperbag yang berada di tangan Alena sekarang, bahkan di tangan Vallerio pun penuh dengan belanjaannya, tapi gadis itu terlihat belum mau berhenti, dia masih berkeliling mencari semua apa yang dia mau.

"hanya segini?? di rumah itu tidak ada satu pun baju yang aku sukai, tubuh ini dulunya sangat suka warna pink dan hampir semua pakaian dia tuh berwarna pink, kamu tahu sendiri selera saya gimana" jawab Alena, hari ini dia terlihat antusias sekali.

"tapi nggak perlu sebanyak ini juga bestie, lihat tuh apa belum cukup juga??" agak menyesal sebenarnya Vallerio mengikuti Alena ke mall tadi, kalau tau hanya untuk menjadi asisten pribadi mungkin dia akan berpikir dua kali untuk menerima ajakan gadis itu, tapi ya sudahlah, sekalian dia mau menyenangkan hati Alena.

"is sekali ini aja kamu bantu, lain kali enggak ku ajak lagi deh,, tapi jika ada balapan nanti kau jangan memohon ya!" mungkin ini adalah senjata paling ampuh untuk membungkam pria bermulut cerewet itu, untuk urusan balapan tentu saja dia tidak yakin untuk tidak memohon pada Alena, hanya Alena yang akan membawa keberuntungan pikir pria tersebut.

"iya deh, mau yang mana lagi?? atau kau mau membeli sekalian mallnya?" ada sedikit nada terpaksa dalam setiap kalimat pria itu,, Alena tersenyum tipis saat Vallerio mulai bungkam dan patuh.

"kamu katanya mau beli sepatu, nggak jadi??"tanya Alena

"gimana mau beli, sedari tadi kamu mulu yang belanja!!" sungut Vallerio, mereka berdua kalau sudah di satukan ya begini, Alena yang berkuasa dan Vallerio hanya menurut.

"yaudah ayokk, setelah ini kita makan!" keduanya beralih ke toko sepatu, mencari sepatu incaran Vallerio juga sepatu untuk Alena tentunya.

Selesai urusan belanja kedua manusia beda genre itu pergi ke sebuah restauran italy untuk sekedar mengisi perut.

"kamu bisa cerita sedikit tentang dia!" Vallerio memulai percakapan saat keduanya telah memesan makanan. Alena masih bingung harus memulainya darimana, dan memikirkan kemungkinan hidupnya ke depan membuat Alena enggan.

"Namanya Nadira fernandez" Alena memulai dengan memperkenalkan nama dari si pemilik tubuh yang dia tempati sekarang.

"lalu?"

"dia hidup dalam kebencian keluarganya, dia tidak di terima oleh mereka pasca kejadian kecelakaan yang merenggut nyawa nyokabnya empat belas tahun lalu, bukan hanya itu saja, saat itu di hari yang sama kembarannya juga hilang, karena dia yang merengek minta keluar kala itu jadi semua keluarganya mengkambing hitamkan dia pada setiap tragedi yang terjadi,, jadi intinya begitu deh, kamu bisa nggak usah tanya lebih lanjut? malas banget aku ngejelasinnya!!" agak malas sebenarnya Alena menceritakan semua itu, tapi berhubung Vallerio terus mendesaknya sejak tadi jadi terpaksa Alena bercerita, itupun ridak semuanya.

"sangat malang,, apa dia tidak melawan?" Vallerio agak kasian mendengarnya, itu bahkan Versi singkat tapi dia sudah merasakan gimana sakitnya jadi Nadira.

"mana berani dia, pekerjaannya selama ini hanya mengemis perhatian pada pria tua itu, dia sangat patuh dan bodoh,, aku heran kenapa dari sekian banyaknya raga aku harus terdampar di raga manusia kurang beruntung seperti ini, kenapa gitu Tuhan tidak pernah berhenti mempermainkan takdirku ya" Ini yang Alena pikirkan jauh jauh hari, pasalnya hidup Alena pun sebelumnya tidak beruntung sama sekali, hidup di luar sana tanpa keluarga,mencari uang sendiri dengan modal motor hanya untuk melanjutkan hidupnya, kenapa sekarang malah lebih rumit? kenapa nggak Tuhan ambilkan saja nyawanya? atau jika harus hidup kembali kenapa tidak di tempatkan di raga mereka yang lebih beruntung selama ini.

"mana bisa begitu Ale, aku pernah baca di novel tentang transmigrasi, tidak pernah aku baca orang yang jiwanya berpindah akan di tempatkan pada raga seseorang yang beruntung. Tuhan mungkin mempercayakan jiwanya karena lebih kuat dari si pemilik raga, begitupun juga kamu, Nadira mempercayakan kamu karena dia tahu kamu orang yang kuat, yang cocok untuk mereka,, atau mungkin juga karena hanya kamu yang bisa memecahkan tragedi kecelakaan itu nantinya!" Vallerio berujar penuh bijak, tapi dari sekian kalimat Vallerio yang terlontar, Alena hanya fokus pada kalimat terakhir pria tersebut.

"jadi maksudmu kecelakaan itu__"

"mungkin saja, kalau aku teliti dari setiap cerita kamu kayak ada kejanggalan gitu loh, kenapa dalam waktu yang bersamaan kembarannya hilang,, entahlah mungkin aku terlalu negatif thinking" Vallerio memang merasa kurang beres dengan semua itu.

"permisi! ini pesanannya tuan dan nona, silahkan!" pelayan yang datang mengantar makanan ke meja mereka membuat lamunan Alena buyar.

"terima kasih"

kedua orang itu makan untuk mengganjal perut yang sedari tadi minta di isi. mereka tidak lagi terlibat obrolan, pikiran keduanya sedang berperang.

"oh iya, kamu bisa nggak panggil aku Nadira saja, entar orang orang pada bingung jika kamu masih panggil aku Alena!" Vallerio tidak menjawab, sebenarnya ini cukup sulit jika dia lakukan, lidahnya sudah terbiasa dengan nama Alena jadi akan terasa kaku jika dia memanggil bestienya dengan nama si pemilik tubuh.

"baiklah, tapi aku akan tetap memanggilmu Alena jika kita hanya berdua,, kau masih ke sekolah kan??" Vallerio memastikan, dia tidak tahu dimana pemilik tubuh ini sekolah sebelumnya.

"minggu depan aku akan kembali ke Manggala Hight School, mungkin akan memulainya dengan tes, aku akan masuk ke kelas lama kita" jawab Alena sembari memasukan makanan di mulutnya.

"kamu tidak mau tahu tentang Gentala mu?" Vallerio mengedipkan matanya berniat mengoda Alena yang kini terlihat berwajah masam.

"enggak penting!" dia membual, mana bisa dia melupakan lelaki yang sudah sejak dulu mengisi penuh hatinya, tapi Alena akan tetap berusaha, toh Wiliam nanti tidak akan mengenalinya lagi.

"tapi kau harus tau sesuatu hal, Wiliam sudah seperti pria gila pasca kau kecelakaan, dia sekarang tidak pernah ke sekolah, kesehariannya hanya berada di kantor deddynya tapi setiap malam dia akan pulang ke rumah sakit dsn menginap disana hanya untuk menjaga ragamu hahah" mendengar itu Alena hanya diam tanpa tau hendak bereaksi kayak gimana. jauh di dalam lubuk hatinya dia sedikit tertegun mendengar cerita Vallerio, apa mungkin Wiliam sampai segitunya hanya karena dia? tapi alena tidak mau lagi berharap banyak,, dia tidak mau jadi wanita bodoh untuk kedua kalinya, sudah cukup luka yang dia rasakan selama ini.

______

Terpopuler

Comments

Land19

Land19

fokus dg dirimu sendiri Len
jangan di pikirin

2025-01-31

0

awesome moment

awesome moment

bgooosss ale. biar william ngerasain dlu

2024-11-19

0

Suharnani

Suharnani

Nah bener tuh kata Vallerio

2025-01-14

0

lihat semua
Episodes
1 Kau cukup berani!!!
2 Aku hanya kasihan, karena hidupnya menyedihkan!
3 "pergilah,, aku membebaskanmu sekarang!!"
4 kau harus bangun!!
5 Dihantui oleh kenangan yang Alena ciptakan.
6 Nadira fernandez
7 warna pink
8 Nadira vs Oma siska
9 Nadira mau motor, apa boleh??
10 Motor Baru
11 perasaan gelisah
12 kembali
13 perkara kamar
14 menemui Vallerio
15 aku Alena Alexandria
16 belanja
17 sudah? atau mau tampar lagi??
18 kesepakatan
19 tes
20 kemarahan Wiliam
21 Drama queen
22 harus dimusnahkan!
23 Dia siapa sebenarnya?
24 dengan syarat, kalian angkat kaki dari rumah ini!!
25 apa hakmu memecatnya?
26 dia memang Alena-ku.
27 kayak Familiar wajahnya
28 tidak boleh!!
29 Rumah sakit
30 mereka saling kenal?
31 ini yang mau ku ceritakan tadi!
32 mimpi?
33 kehebohan pagi hari disekolah
34 di kantin
35 mencaritahu penyebab kecelakaan mommy
36 Ngapain kamu kesini?
37 aku harus melakukannya memenuhi permintaan Nadira!
38 catatan harian
39 rencana Alena dan Vallerio
40 mencuri start
41 sepupu tengil
42 memohon-lah!!
43 aku yang membiayai semuanya..
44 berdua ala Wiliam
45 dia..
46 Mari bersaing
47 kita pacaran ya!
48 ulang tahun Sella
49 "Deddy, peluk Nadira sekali saja.."
50 Alena dan Nadira
51 kesedihan tak berujung
52 Nadira, aku ingin menemuinya!!
53 pulang
54 kau egois!!!
55 Dendam Alena.
56 Dugong
57 mood buruk ~Alena
58 masalah perusahaan
59 pulang ~ Wiliam
60 Alena vs Raisya ~balapan
61 hari sial~ Tania
62 tidak ada putus! ~William
63 Balik~ Malvin
64 nasi goreng spesial ala Alena
65 aku minta maaf..~ Malvin
66 Cemburu
67 panggil sayang aja, boleh? ~Aurora
68 Rencana
69 cuddle semalaman
70 memanas
71 happy birthday, sayang!
72 kota sejuta rindu
73 morning kiss
74 lamaran
75 ngebet nikah
76 SAH!!!
77 sejak kapan?
78 janji dulu!
79 malam panjang
80 aku bantu mandiin ya..
81 aura pengantin baru
82 tinggal di apartemenku saja!
83 membawa makan siang suami
84 suatu kebetulan
85 Rania vs Tania
86 bagaimana kalau kamu menikah lagi?
87 bulan madu, lagi!
88 labuan bajo
89 curi mangga
90 terharu
91 kenapa tidak ajak mommy??
92 protektif
93 menempeli suami
94 sakit..
95 sekertaris itu..
96 Sella comeback
97 "wajah baru, cantik nggak?"
98 AIRA PUTRI MANGGALA
99 promosi karya baru.
Episodes

Updated 99 Episodes

1
Kau cukup berani!!!
2
Aku hanya kasihan, karena hidupnya menyedihkan!
3
"pergilah,, aku membebaskanmu sekarang!!"
4
kau harus bangun!!
5
Dihantui oleh kenangan yang Alena ciptakan.
6
Nadira fernandez
7
warna pink
8
Nadira vs Oma siska
9
Nadira mau motor, apa boleh??
10
Motor Baru
11
perasaan gelisah
12
kembali
13
perkara kamar
14
menemui Vallerio
15
aku Alena Alexandria
16
belanja
17
sudah? atau mau tampar lagi??
18
kesepakatan
19
tes
20
kemarahan Wiliam
21
Drama queen
22
harus dimusnahkan!
23
Dia siapa sebenarnya?
24
dengan syarat, kalian angkat kaki dari rumah ini!!
25
apa hakmu memecatnya?
26
dia memang Alena-ku.
27
kayak Familiar wajahnya
28
tidak boleh!!
29
Rumah sakit
30
mereka saling kenal?
31
ini yang mau ku ceritakan tadi!
32
mimpi?
33
kehebohan pagi hari disekolah
34
di kantin
35
mencaritahu penyebab kecelakaan mommy
36
Ngapain kamu kesini?
37
aku harus melakukannya memenuhi permintaan Nadira!
38
catatan harian
39
rencana Alena dan Vallerio
40
mencuri start
41
sepupu tengil
42
memohon-lah!!
43
aku yang membiayai semuanya..
44
berdua ala Wiliam
45
dia..
46
Mari bersaing
47
kita pacaran ya!
48
ulang tahun Sella
49
"Deddy, peluk Nadira sekali saja.."
50
Alena dan Nadira
51
kesedihan tak berujung
52
Nadira, aku ingin menemuinya!!
53
pulang
54
kau egois!!!
55
Dendam Alena.
56
Dugong
57
mood buruk ~Alena
58
masalah perusahaan
59
pulang ~ Wiliam
60
Alena vs Raisya ~balapan
61
hari sial~ Tania
62
tidak ada putus! ~William
63
Balik~ Malvin
64
nasi goreng spesial ala Alena
65
aku minta maaf..~ Malvin
66
Cemburu
67
panggil sayang aja, boleh? ~Aurora
68
Rencana
69
cuddle semalaman
70
memanas
71
happy birthday, sayang!
72
kota sejuta rindu
73
morning kiss
74
lamaran
75
ngebet nikah
76
SAH!!!
77
sejak kapan?
78
janji dulu!
79
malam panjang
80
aku bantu mandiin ya..
81
aura pengantin baru
82
tinggal di apartemenku saja!
83
membawa makan siang suami
84
suatu kebetulan
85
Rania vs Tania
86
bagaimana kalau kamu menikah lagi?
87
bulan madu, lagi!
88
labuan bajo
89
curi mangga
90
terharu
91
kenapa tidak ajak mommy??
92
protektif
93
menempeli suami
94
sakit..
95
sekertaris itu..
96
Sella comeback
97
"wajah baru, cantik nggak?"
98
AIRA PUTRI MANGGALA
99
promosi karya baru.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!