kembali

Alena terbangun, tangannya mengambil ponsel yang dia letak di meja samping ranjang. Alena mencari kontak Vallerio yang dia simpan kemarin, hendak menghubungi pria itu tapi banyak juga pertimbangannya. apa Vallerio akan percaya dengan ini semua?, dia sendiri saja awalnya tidak pernah percaya akan hal ini, apalagi Vallerio nantinya. memikirkan semua kemungkinan itu Alena kembali menyimpan ponselnya, dia bangun dan bersiap membersihkan diri karena setelah ini dia akan ke rumah orang tuanya.

tak sampai beberapa menit Alena menyudahi ritual mandinya, ini seperti mandi kilat tapi Alena tidak peduli, dia menganti pakaian dengan pakaiannya yang memang benar saja tidak ada satupun pakaian warna pink atau warna cerah lainnya, dalam kopernya semua pakaian Alena di dominasi warna hitam dan putih. sangat kontras dengan kebiasaan Nadira asli pemilik tubuh ini.

Alena mengambil kembali ponselnya, kali ini tujuan utamanya adalah menjelajahi youtube untuk melihat cara mengaplikasikan make up, ya,dia membawa sebagian alat Make up Nadira asli kemarin. dia mulai menyimak tutorial dari vidio itu kemudian mulai mengaplikasikan sedikit di wajahnya yang baru.

"sebenarnya ini tidak perlu karena dia sudah cantik walau tanpa make up, tapi ya udahlah hitung hitung agar mereka tidak banyak curiga nanti!" Guman Alena berbicara sendiri.

"kalau saja aku secantik ini apa Gentala akan mencintaiku?" Alena kembali mengingat Wiliam, tidak tahu saja dia bahwa sudah dua minggu pasca dia kecelakaan Gentalanya masih betah berada di sampingnya setiap malam. Mata alena kembali memandang beberapa foto Wiliam yang tertempel di dinding kamarnya,, banyak, sangat banyak! foto foto terciduk yang tentu saja di ambil tanpa izin dari Wiliam. Anehnya walau foto itu tanpa persiapan dari sang pemilik wajah, tak ada satupun yang jelek. semua foto yang Alena ambil sebelumnya semua bagus,, benar benar definisi dari mana mana tetap tampan.

"kau pasti senang kan, tidak ada yang menganggumu lagi?" tangan kecilnya mengelus foto itu seolah sedang berbicara dengan gambar Wiliam. mana ada Wiliam senang, dia malah hampir gila karena sudah tidak lagi di tempeli mahluk ajaib dan keras kepala kayak Alena. Tak ingin berlama lama melihat foto Wiliam yang akan kembali membuatnya sesak, Alena lanjut memakai scincare yang tadi sempat tertunda.

Alena keluar dari apartemen, dia menghampiri BlacQueennya yang masih terparkir rapi. wajah gadis itu terlihat sangat fres di pagi hari. Alena melajukan motornya dengan ugal ugalan di jalan raya yang ramai penduduk bumi. dia sudah tidak sabaran melihat langsung sang adik yang kata bi sumi kemarin sangat Manipulatif.

dua puluh menit kemudian, Alena sudah sampai di depan gerbang Mansion yang terlihat cukup mewah,, tapi jika di bandingkan dengan mansion Manggala yang sering dia kunjungi dulu maka ini tidak ada apa apanya. Alena memperhatikan rumah besar bergaya modern itu, sekelabat ingatan tentang Nadira asli yang dulu di usir terputar kembali di otaknya.

 Langkah Alena masuk ke rumah besar itu, pandangannya lurus ke depan, dengan gaya angkuh yang memang sudah tertanam di diri seorang Alena sebelumnya, gadis remaja itu berjalan tanpa senyum, memangnya senyum untuk siapa? keadaan rumah saja sangat sepi.

"kak Dira" suara cempreng yang memekakan telinga membuat Alena mengalihkan tatapannya pada seorang gadis yang berada di ujung tangga.

'ouhhhh ini adikku yang manis itu'

Alena diam mengamati wajah gadis yang terlihat cukup familiar. Wajahnya kayak pernah Alena lihat tapi dimana?. Alena berpikir sejenak kapan dia pernah melihat gadis itu, tak lama kemudian Alena mengangguk pelan kala ingat dengan seorang gadis yang dua minggu lalu dengan sangat berani memberi Wiliam cokelat dan setangkai mawar.

uh jadi dia adikku sekarang, hahahh dunia ternyata sangat sempit. guman Alena sembari tertawa dalam hati.

"kakak kau udah pulang,, syukurlah aku sangat merindukanmu kak!" seolah sangat senang dengan kembalinya Nadira ke rumah, gadis yang bernama Sella itu memeluk erat tubuh Alena yang masih belum menjawab sama sekali sapaannya.

"kak,, kau marah pada Sella ya?" Suara yang sangat lembut dengan wajah yang seolah menyiratkan rasa bersalah, ingin sekali Alena menyumpali mulutnya dengan kunci motor yang dia pegang, tapi Alena tidak melakukan itu,, dia ingin bermain cantik.

" emang kamu punya salah sama saya?? tidak kan? jadi untuk apa saya marah!" selesai, Alena berlalu begitu saja dari sana tanpa menghiraukan raut wajah dari Sella yang mungkin heran dengan jawaban yang Nadira lontarkan.

"kak, kakak mau kemana?" tanya Sella lagi dan lagi membuat Nadira menghentikan langkahnya. dia menoleh sebentar dan kembali melangkah.

"tapi kak, kamar kakak sudah Jadi milik Sella, kakak tidurnya di kamar sebelah aja ya" ini adalah kalimat yang sangat Alena tidak suka, sudah tertanam jelas dalam prinsipnya bahwa apa yang menjadi miliknya tidak boleh di miliki orang lain, tapi apa ini??, dengan seenak jidat gadis ini mengaku kamar Nadira sebagai kamarnya?, jangan mimpi, Alena tidak akan membiarkan hal itu, walau itu juga bukan kamar dia sepenuhnya .mendengar itu tentu saja membuat Alena yang sedari tadi diam kembali membuka suara.

"apa hak mu dengan kamarku? kau memanfaatkan keadaan saat aku di usir iya??" suara Nadira terdengar lantang membuat melisa (ibu kandung Sella) berlari ke arah mereka.

"Dira,, kamu pulang sayang,, dengan siapa hm?" muak sekali Nadira melihat wajah kedua orang di depannya.

"siapa sayang??"

deghhh

jantung Alena berdetak kencang kala mendengar suara sang ayah, entahlah mungkin ini karena perasaan si pemilik tubuh yang memang selalu cari perhatian dengan ayahnya sejak dulu.

"Nadira,, kamu pulang?" tanya Arlo fernandez, ayah dari Nadira fernandez

"tentu saja pulang, kenapa? anda tidak suka??"

ketiga orang itu melotot tak percaya, pasalnya dalam hidup mereka selama ini, hari ini untuk pertama kalinya seorang Nadira menjawab mereka dengan nada angkuh dan penuh kesombongan.

"tidak suka juga bukan masalah,, semua orang punya hak masing masing, tapi jangan harap aku akan keluar lagi dari rumah ini!!" dia melanjutkan langkah kakinya ke kamar yang sekarang di gunakan oleh Sella.

ketiga orang itu tersadar dari pikiran masing masing, mereka menyusul Nadira yang mungkin sudah ada di kamarnya. sella semakin was was, dia tidak suka jika nanti Nadira kembali menguasai kamarnya.

______

Terpopuler

Comments

Binti

Binti

lena kamu diberi kesempatan hidup lagi maka ubahlah kelakuan mu yg murahan jadilah perempuan yg bermartabat kamu cantik pinter hargailah hidupmu

2025-02-28

0

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

huh ayah enggak tau diri rumah istri tua yg udah mati mau di kuasai

2024-12-04

1

Land19

Land19

gas dong Len.
Lo harus bisa merebut kembali apa yg udah jadi hak Lo.
semangat

2025-01-31

0

lihat semua
Episodes
1 Kau cukup berani!!!
2 Aku hanya kasihan, karena hidupnya menyedihkan!
3 "pergilah,, aku membebaskanmu sekarang!!"
4 kau harus bangun!!
5 Dihantui oleh kenangan yang Alena ciptakan.
6 Nadira fernandez
7 warna pink
8 Nadira vs Oma siska
9 Nadira mau motor, apa boleh??
10 Motor Baru
11 perasaan gelisah
12 kembali
13 perkara kamar
14 menemui Vallerio
15 aku Alena Alexandria
16 belanja
17 sudah? atau mau tampar lagi??
18 kesepakatan
19 tes
20 kemarahan Wiliam
21 Drama queen
22 harus dimusnahkan!
23 Dia siapa sebenarnya?
24 dengan syarat, kalian angkat kaki dari rumah ini!!
25 apa hakmu memecatnya?
26 dia memang Alena-ku.
27 kayak Familiar wajahnya
28 tidak boleh!!
29 Rumah sakit
30 mereka saling kenal?
31 ini yang mau ku ceritakan tadi!
32 mimpi?
33 kehebohan pagi hari disekolah
34 di kantin
35 mencaritahu penyebab kecelakaan mommy
36 Ngapain kamu kesini?
37 aku harus melakukannya memenuhi permintaan Nadira!
38 catatan harian
39 rencana Alena dan Vallerio
40 mencuri start
41 sepupu tengil
42 memohon-lah!!
43 aku yang membiayai semuanya..
44 berdua ala Wiliam
45 dia..
46 Mari bersaing
47 kita pacaran ya!
48 ulang tahun Sella
49 "Deddy, peluk Nadira sekali saja.."
50 Alena dan Nadira
51 kesedihan tak berujung
52 Nadira, aku ingin menemuinya!!
53 pulang
54 kau egois!!!
55 Dendam Alena.
56 Dugong
57 mood buruk ~Alena
58 masalah perusahaan
59 pulang ~ Wiliam
60 Alena vs Raisya ~balapan
61 hari sial~ Tania
62 tidak ada putus! ~William
63 Balik~ Malvin
64 nasi goreng spesial ala Alena
65 aku minta maaf..~ Malvin
66 Cemburu
67 panggil sayang aja, boleh? ~Aurora
68 Rencana
69 cuddle semalaman
70 memanas
71 happy birthday, sayang!
72 kota sejuta rindu
73 morning kiss
74 lamaran
75 ngebet nikah
76 SAH!!!
77 sejak kapan?
78 janji dulu!
79 malam panjang
80 aku bantu mandiin ya..
81 aura pengantin baru
82 tinggal di apartemenku saja!
83 membawa makan siang suami
84 suatu kebetulan
85 Rania vs Tania
86 bagaimana kalau kamu menikah lagi?
87 bulan madu, lagi!
88 labuan bajo
89 curi mangga
90 terharu
91 kenapa tidak ajak mommy??
92 protektif
93 menempeli suami
94 sakit..
95 sekertaris itu..
96 Sella comeback
97 "wajah baru, cantik nggak?"
98 AIRA PUTRI MANGGALA
99 promosi karya baru.
Episodes

Updated 99 Episodes

1
Kau cukup berani!!!
2
Aku hanya kasihan, karena hidupnya menyedihkan!
3
"pergilah,, aku membebaskanmu sekarang!!"
4
kau harus bangun!!
5
Dihantui oleh kenangan yang Alena ciptakan.
6
Nadira fernandez
7
warna pink
8
Nadira vs Oma siska
9
Nadira mau motor, apa boleh??
10
Motor Baru
11
perasaan gelisah
12
kembali
13
perkara kamar
14
menemui Vallerio
15
aku Alena Alexandria
16
belanja
17
sudah? atau mau tampar lagi??
18
kesepakatan
19
tes
20
kemarahan Wiliam
21
Drama queen
22
harus dimusnahkan!
23
Dia siapa sebenarnya?
24
dengan syarat, kalian angkat kaki dari rumah ini!!
25
apa hakmu memecatnya?
26
dia memang Alena-ku.
27
kayak Familiar wajahnya
28
tidak boleh!!
29
Rumah sakit
30
mereka saling kenal?
31
ini yang mau ku ceritakan tadi!
32
mimpi?
33
kehebohan pagi hari disekolah
34
di kantin
35
mencaritahu penyebab kecelakaan mommy
36
Ngapain kamu kesini?
37
aku harus melakukannya memenuhi permintaan Nadira!
38
catatan harian
39
rencana Alena dan Vallerio
40
mencuri start
41
sepupu tengil
42
memohon-lah!!
43
aku yang membiayai semuanya..
44
berdua ala Wiliam
45
dia..
46
Mari bersaing
47
kita pacaran ya!
48
ulang tahun Sella
49
"Deddy, peluk Nadira sekali saja.."
50
Alena dan Nadira
51
kesedihan tak berujung
52
Nadira, aku ingin menemuinya!!
53
pulang
54
kau egois!!!
55
Dendam Alena.
56
Dugong
57
mood buruk ~Alena
58
masalah perusahaan
59
pulang ~ Wiliam
60
Alena vs Raisya ~balapan
61
hari sial~ Tania
62
tidak ada putus! ~William
63
Balik~ Malvin
64
nasi goreng spesial ala Alena
65
aku minta maaf..~ Malvin
66
Cemburu
67
panggil sayang aja, boleh? ~Aurora
68
Rencana
69
cuddle semalaman
70
memanas
71
happy birthday, sayang!
72
kota sejuta rindu
73
morning kiss
74
lamaran
75
ngebet nikah
76
SAH!!!
77
sejak kapan?
78
janji dulu!
79
malam panjang
80
aku bantu mandiin ya..
81
aura pengantin baru
82
tinggal di apartemenku saja!
83
membawa makan siang suami
84
suatu kebetulan
85
Rania vs Tania
86
bagaimana kalau kamu menikah lagi?
87
bulan madu, lagi!
88
labuan bajo
89
curi mangga
90
terharu
91
kenapa tidak ajak mommy??
92
protektif
93
menempeli suami
94
sakit..
95
sekertaris itu..
96
Sella comeback
97
"wajah baru, cantik nggak?"
98
AIRA PUTRI MANGGALA
99
promosi karya baru.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!