"pergilah,, aku membebaskanmu sekarang!!"

 Alena melajukan BlackQueen dengan sangat cepat. Kecepatannya dalam berkendara tidak perlu diragukan lagi, dia sudah banyak memecahkan rekor setiap kali balapan. Hati Alena sesak, tangannya gemetar tapi dia berusaha untuk fokus di jalanan.

"aku hanya kasihan, karena hidupnya menyedihkan"

kalimat itu yang selalu menghantuinya saat ini.sesekali Alena menepi dan menghapus jejak air matanya.

Alena tidak peduli dengan penolakan yang Wiliam katakan karena memang selama ini dia selalu di tolak, tapi yang membuat Alena sesak adalah dari kalimat Wiliam yang mengatakan hidupnya menyedihkan. selama ini Alena bahkan tidak suka menampakkan kerapuhannya di depan siapapun agar tidak ada yang mengasihaninya.

Dia mengejar Wiliam bukan untuk di kasihani, Alena mengejar cinta pria itu sudah sejak lama tapi ini adalah puncak dari sekian jawaban dan pernyataan yang Wiliam tegaskan.

Sesekali Alena tertawa sendiri, jika di pikir lagi bukankah dia memang sangat lucu? dia mengharapkan Cinta dari seorang pria yang jelas jelas tidak akan bisa di gapai.

Dalam diamnya, Alena juga menyadari bahwa memang cukup mustahil mendapati wiliam yang notabenenya adalah Tuan muda dari keluarga kaya raya, sementara dia sendiri?? dia hanya gadis yang sedari dulu hidup menyedihkan seorang diri. Alena tidak memiliki keluarga, dia anak panti asuhan yang malangnya lagi dia hidup di panti asuhan dulunya selalu mendapat kekerasan dari penjaga panti membuat Alena nekat keluar dari neraka itu.

Berbekal kemampuan terpendamnya dan memiliki sahabat yang selalu ada untuknya Alena bisa membeli apartemen dari hasil kerja kerasnya saat balapan.

Alena kembali melajukan motor gedenya, saat ini dia tidak tau hendak kemana, Alena tidak mungkin pulang ke apartemen dalam keadaan menyedihkan seperti ini. Alena membawa BlackQueen tak tentu arah, yang pasti dalam pikirannya saat ini adalah dia butuh ketenangan.

"apa aku se-menyedihkan itu?" bertanya pada dirinya sendiri membuat Alena makin menangis kejar. Apa dia memang tidak pantas untuk bahagia sedikit saja? apa Alena memang harus seperti ini terus? setidak pantas itukah Alena untuk dicintai? semalang itu nasibnya sampai dia harus di kasihani?.

...----------------...

Alena menghentikan motornya di dekat rumah pohon yang selalu dia datangi jika badmood.

Alena duduk diam di bawah pohon rindang, menatap langit yang mendung, Seolah ikut sedih dalam setiap kisahnya. Alena tersenyum miris, semesta pun mendung seolah mengejeknya.

Alena memeluk lututnya sendiri dan lanjut menangis dalam diam. Alena benci ini, Alena sangat benci dengan perasaannya yang sedari dulu hanya untuk Gentala semata, Alena benci kenapa harus terlalu jatuh sedalam ini. Alena tidak menyalahkan Gentala, karena memang sejak dulu pria itu selalu mengacaukan setiap rencananya hanya agar gadis itu menyerah, tapi Alena selalu keras kepala.

.

.

Sementara di sisi lain, Wiliam memukul stir mobilnya beberapa kali, terpancar raut frustasi dan rasa bersalah dalam dirinya. Wiliam mengumpat beberapa kali, dia tidak pernah menyangka ucapannya akan di dengar oleh Alena.

Wiliam membawa mobil mewahnya menuju lokasi yang ada dalam ponsel Alena. Ya, Wiliam yang mempunyai kecerdasan di atas rata rata dan karenanya dengan mudah menemukan titik lokasi Alena sekarang.

Hingga Wiliam sampai disini, di lokasi yang menujukan keberadaan Alena. Mata elang pria itu dengan tajam mencari Alena. Arah pandangan pria itu berhenti pada sosok rapuh yang masih memeluk lututnya dibawah pohon.

Langkah kaki Wiliam dengan pelan menghampiri Alena yang belum menyadari kedatangannya, dada Wiliam sakit melihat punggung Alena yang bergetar menahan tangis agar tidak pecah, Alena menangis dalam diam.

Tangan Wiliam memegang pundak gadis itu, membuat sang empunya mendongak. Mata sembab dan masih berair itu menatap Wiliam dengan raut tak terbaca, sementara Wiliam yang melihat itu makin sakit. Dia sangat terluka melihat Alena yang selama ini kuat kini menangis sendirian hanya karena kalimat bodoh yang terlontar dari mulutnya. Tidak ada lagi tatapan penuh cinta yang sebelumnya Alena berikan, entahlah Wiliam marah mendapati hal itu.

Aku hanya mengasihaninya, karena hidupnya menyedihkan, paham!!!!

Kalimat yang selalu terputar di otak Alena, gadis itu berdiri, dia masih memandang wiliam tanpa bersuara sedikitpun.

"Maaf... maafkan aku yang tidak tahu diri ini" secuil kalimat dari mulut Alena membuat Wiliam sedikit terusik mendengarnya. Apa maksud gadis ini? apa dia merasa bersalah karena dirinya. Oh ayolah, Wiliam kenapa jadi tidak suka mendengar kalimat itu.

"Aku mencintaimu Gentala Wiliam Manggala, sangat, aku sangat mencintaimu.." Alena melanjutkan kalimatnya dengan nada lirih, Wiliam mendengar tanpa mencela.

Mata Alena masih diam memadang wajah tampan di depannya, sungguh ciptaan Tuhan untuk mahkluk satu ini sangat sempurna. Alena mendekatkan dirinya lalu memeluk Gentala-nya dengan sangat erat, Wiliam yang mendapati pelukan itu secara sadar membalasnya, membuat Alena syok tapi dia tidak ambil pusing.

Alena memegang wajah tampan Wiliam, matanya tidak pernah berhenti mengagumi sosok sempurna itu. Pahatan wajah yang sempurna, rahang tegas, jakun yang sudah nampak, mata elang yang selalu menatap tajam, bulu mata lentik, alis mata tebal, bibir seksi dan ini sempurna.

Alena dengan berani mencium bibir seksi pria di depannya, bukan yang pertama kali karena dari dulu Alena selalu melecehkan pria itu. Alena melumat bibir seksi itu dengan rakus, rintikan hujan menciptakan suasana dingin, tapi dua sejoli itu masih betah disini dan Wiliam sudah mulai panas.

Wiliam tidak tinggal diam seperti hari hari sebelumnya. kali ini Wiliam bahkan lebih agresif membalas lumatan Alena, membuat jantung gadis itu berdetak cepat. Mengapa harus sekarang? kenapa harus sekarang Wiliam membalasnya, setelah hati Alena telah hancur oleh ucapan pria itu. Ciuman yang sangat panjang, mereka saling bertukar saliva, membelit lidah, menelusuri rongga mulut, tidak ada tanda tanda Wiliam akan menyudahi ciuman ini.

Alena menepuk dada bidang pria itu, dia sudah kehabisan nafas. Alena ngos ngosan menarik nafas saat ciuman itu sudah lepas, sementara Wiliam memandangnya dengan tatapan tak terbaca. Saat nafas Alena sudah normal, Wiliam ingin menciumnya kembali tapi Alena berpaling.

"Pergilah, aku membebaskanmu sekarang!!" kalimat itu meruntuhkan sebuah rasa yang entah apa, Wiliam tidak tahu. Yang jelas, Wiliam tidak suka mendengar permintaan itu. Apa Alena hanya bermain main selama ini sampai dia dengan enteng mengucapkan kalimat itu.

"Maaf.. Maafkan aku" Alena syok, pasalnya Wiliam mengucapkan kata maaf. Mimpi apa dia selama ini hingga mendengarkan kalimat ajaib itu dari Wiliam. Tapi Alena tidak mau tau, yang pasti pikirannya saat ini bertolak belakang dengan hatinya.

"Tidak, kau tidak bersalah Wiliam, aku yang bersalah disini karena mencintai mu, kesalahan terbesar dalam hidupku adalah mencintai pria sepertimu!!!" Jawab Alena yang berusaha menutup hatinya walau tidak bisa dia pungkiri rasa sesak itu sungguh mendera di hatinya.

...----------------...

Hujan yang kian deras tidak membuat kedua sejoli itu mencari tempat berlindung. Air mata yang sangat deras kembali menetes dari pelupuk mata Alena tersamarkan oleh air hujan.

Wiliam marah, pria itu dengan sekuat tenaga meninju pohon yang menjadi tempat berteduh Alena saat awal datang kesini. Mendengar Alena tidak lagi memanggilnya dengan sebutan 'Tala' membuat emosi itu menjalar. Alena sedikit khawatir menyaksikan Wiliam yang dengan tenaga penuh memukul pohon itu, tapi dia berusaha tidak peduli. tubuh basah gadis itu masih berdiri disana.

"Kau tidak boleh seperti ini Wiliam, sekarang pulanglah, aku— aku sudah membebaskanmu sekarang, aku tidak akan menyakiti mereka lagi, aku tidak akan menganggumu lagi, pergilah!!! kau bebas mengekspresikan segalanya, kau bisa mengejar cintamu tanpa di ganggu lagi olehku, maafkan aku, maaf karena selama ini aku selalu mempersulit dirimu, maaf karena selama ini hidupku yang menyedihkan ini selalu merepotkanmu!!"

Alena berujar sambil menangis sesenggukan, kalimat panjang itu mengalir begitu saja, Wiliam mendekat berniat menghapus air mata gadis cantik di depannya namun dengan cepat Alena menepis tangan itu.

"Enggak, aku yang minta maaf, please maafkan aku Ale, maafkan ucapan bodohku itu, aku menyesal, aku sangat menyesal telah mengucapkan kalimat itu!"

Wiliam terlihat marah dan sedih sekaligus, dia tidak menyukai ucapan Alena barusan, sungguh Wiliam menyesali kalimat bodoh itu, tapi hal itu tidak mengubah tekad Alena.

Alena berlari kembali menuju motornya, gadis itu tidak mempedulikan Wiliam yang menatapnya dengan marah dari belakang. Gadis cantik dengan tubuh basah itu menjalankan motor gedenya berlalu dari sana dengan perasaan hancur.

Wiliam tersadar dan dengan cepat berlalu menuju mobilnya untuk menyusul laju kecepatan motor Alena yang sudah berlalu. Dia sangat berantakan, perasaannya yang masih abu abu kini terombang ambing karena kebodohannya sendiri. Entah bagaimana perasaan Wiliam saat ini, yang jelas melihat Alena menangis sedih hati Wiliam sungguh terluka.

Beberapa kali Wiliam memaki orang orang yang menghalangi mobilnya, sementara Alena yang membawa motor udah mulai memberi jarak.

Padatnya lalu lintas di bawah guyuran hujan deras tak membuat wiliam menyerah, mata elangnya masih memantau Alena yang lumayan jauh didepannya. Sesekali Wiliam membunyikan klakson panjang menandakan pria itu emosi dan butuh jalan, apalagi saat ini seketika dalam sekejap mata udah benar benar macet. Wiliam yang tidak sabaran turun dari mobilnya dan berlari di bawah hujan deras.

Alena yang kurang fokus, sesak di dadanya membuat gadis itu kurang memperhatikan jalan. gadis itu terus melajukan motornya di tengah kemacetan yang melanda kota jakarta sore itu. Tanpa melihat kiri kanan jalan, Alena yang melaju kencang tidak melihat truk dari arah depan yang sedikit oleng.

Brakkkkkkk

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Terpopuler

Comments

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Bukan karena kehidupan kamu yg MENYEDIHKAN,tapi karena SIKAP mu itu lah yg menyedihkan,Kamu itu udah cantik,Andai kamu bersikap cuek,judes dan Tegas juga dikit bar-bar dan punya harga diri,Maka akan banyak cowok yg mengejar mu,

2025-02-10

1

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Alah udah di caci maki,di hina sedemikian rupa,pasti hujung2 nya dengan hanya kata MAAF dan PENYESALAN pasti dengan gampang nya di maafin dengan alesan ceweknya juga karena emang CINTA,BU..IT aja menurut ku,Dan hujung2 nya bersatu dan hidup bahagia..udah biasa baca Alurnya kek gini,Pengen baca Alur lain dari yg lain..

2024-11-28

2

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Makanya jadi VEWEK itu harus punya HARGA DIRI,Jangan suka NGEJAR2 cowok, Cowok itu akan merasa risih saat di pepet terus,Aku yg baca aja eneg dengan sikap kamu kayak gitu..ckk memalu kan,Kayak gak ada cowok lain aja..

2025-02-10

1

lihat semua
Episodes
1 Kau cukup berani!!!
2 Aku hanya kasihan, karena hidupnya menyedihkan!
3 "pergilah,, aku membebaskanmu sekarang!!"
4 kau harus bangun!!
5 Dihantui oleh kenangan yang Alena ciptakan.
6 Nadira fernandez
7 warna pink
8 Nadira vs Oma siska
9 Nadira mau motor, apa boleh??
10 Motor Baru
11 perasaan gelisah
12 kembali
13 perkara kamar
14 menemui Vallerio
15 aku Alena Alexandria
16 belanja
17 sudah? atau mau tampar lagi??
18 kesepakatan
19 tes
20 kemarahan Wiliam
21 Drama queen
22 harus dimusnahkan!
23 Dia siapa sebenarnya?
24 dengan syarat, kalian angkat kaki dari rumah ini!!
25 apa hakmu memecatnya?
26 dia memang Alena-ku.
27 kayak Familiar wajahnya
28 tidak boleh!!
29 Rumah sakit
30 mereka saling kenal?
31 ini yang mau ku ceritakan tadi!
32 mimpi?
33 kehebohan pagi hari disekolah
34 di kantin
35 mencaritahu penyebab kecelakaan mommy
36 Ngapain kamu kesini?
37 aku harus melakukannya memenuhi permintaan Nadira!
38 catatan harian
39 rencana Alena dan Vallerio
40 mencuri start
41 sepupu tengil
42 memohon-lah!!
43 aku yang membiayai semuanya..
44 berdua ala Wiliam
45 dia..
46 Mari bersaing
47 kita pacaran ya!
48 ulang tahun Sella
49 "Deddy, peluk Nadira sekali saja.."
50 Alena dan Nadira
51 kesedihan tak berujung
52 Nadira, aku ingin menemuinya!!
53 pulang
54 kau egois!!!
55 Dendam Alena.
56 Dugong
57 mood buruk ~Alena
58 masalah perusahaan
59 pulang ~ Wiliam
60 Alena vs Raisya ~balapan
61 hari sial~ Tania
62 tidak ada putus! ~William
63 Balik~ Malvin
64 nasi goreng spesial ala Alena
65 aku minta maaf..~ Malvin
66 Cemburu
67 panggil sayang aja, boleh? ~Aurora
68 Rencana
69 cuddle semalaman
70 memanas
71 happy birthday, sayang!
72 kota sejuta rindu
73 morning kiss
74 lamaran
75 ngebet nikah
76 SAH!!!
77 sejak kapan?
78 janji dulu!
79 malam panjang
80 aku bantu mandiin ya..
81 aura pengantin baru
82 tinggal di apartemenku saja!
83 membawa makan siang suami
84 suatu kebetulan
85 Rania vs Tania
86 bagaimana kalau kamu menikah lagi?
87 bulan madu, lagi!
88 labuan bajo
89 curi mangga
90 terharu
91 kenapa tidak ajak mommy??
92 protektif
93 menempeli suami
94 sakit..
95 sekertaris itu..
96 Sella comeback
97 "wajah baru, cantik nggak?"
98 AIRA PUTRI MANGGALA
99 promosi karya baru.
Episodes

Updated 99 Episodes

1
Kau cukup berani!!!
2
Aku hanya kasihan, karena hidupnya menyedihkan!
3
"pergilah,, aku membebaskanmu sekarang!!"
4
kau harus bangun!!
5
Dihantui oleh kenangan yang Alena ciptakan.
6
Nadira fernandez
7
warna pink
8
Nadira vs Oma siska
9
Nadira mau motor, apa boleh??
10
Motor Baru
11
perasaan gelisah
12
kembali
13
perkara kamar
14
menemui Vallerio
15
aku Alena Alexandria
16
belanja
17
sudah? atau mau tampar lagi??
18
kesepakatan
19
tes
20
kemarahan Wiliam
21
Drama queen
22
harus dimusnahkan!
23
Dia siapa sebenarnya?
24
dengan syarat, kalian angkat kaki dari rumah ini!!
25
apa hakmu memecatnya?
26
dia memang Alena-ku.
27
kayak Familiar wajahnya
28
tidak boleh!!
29
Rumah sakit
30
mereka saling kenal?
31
ini yang mau ku ceritakan tadi!
32
mimpi?
33
kehebohan pagi hari disekolah
34
di kantin
35
mencaritahu penyebab kecelakaan mommy
36
Ngapain kamu kesini?
37
aku harus melakukannya memenuhi permintaan Nadira!
38
catatan harian
39
rencana Alena dan Vallerio
40
mencuri start
41
sepupu tengil
42
memohon-lah!!
43
aku yang membiayai semuanya..
44
berdua ala Wiliam
45
dia..
46
Mari bersaing
47
kita pacaran ya!
48
ulang tahun Sella
49
"Deddy, peluk Nadira sekali saja.."
50
Alena dan Nadira
51
kesedihan tak berujung
52
Nadira, aku ingin menemuinya!!
53
pulang
54
kau egois!!!
55
Dendam Alena.
56
Dugong
57
mood buruk ~Alena
58
masalah perusahaan
59
pulang ~ Wiliam
60
Alena vs Raisya ~balapan
61
hari sial~ Tania
62
tidak ada putus! ~William
63
Balik~ Malvin
64
nasi goreng spesial ala Alena
65
aku minta maaf..~ Malvin
66
Cemburu
67
panggil sayang aja, boleh? ~Aurora
68
Rencana
69
cuddle semalaman
70
memanas
71
happy birthday, sayang!
72
kota sejuta rindu
73
morning kiss
74
lamaran
75
ngebet nikah
76
SAH!!!
77
sejak kapan?
78
janji dulu!
79
malam panjang
80
aku bantu mandiin ya..
81
aura pengantin baru
82
tinggal di apartemenku saja!
83
membawa makan siang suami
84
suatu kebetulan
85
Rania vs Tania
86
bagaimana kalau kamu menikah lagi?
87
bulan madu, lagi!
88
labuan bajo
89
curi mangga
90
terharu
91
kenapa tidak ajak mommy??
92
protektif
93
menempeli suami
94
sakit..
95
sekertaris itu..
96
Sella comeback
97
"wajah baru, cantik nggak?"
98
AIRA PUTRI MANGGALA
99
promosi karya baru.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!