Bab 7 Hadiah Ulang Tahun Untuk Cakar

  "Apa maksudmu?" Cakar balik bertanya dengan ucapan Halwa barusan.

   "Tidak ada maksud, Mas. Hanya saja jika aku terus terang sama Bapak dan Ibu bahwa selama di Daisy Hotel ternyata Mas Cakar tidak ada, bisa saja Bapak dan Ibunya Mas Cakar marah sama Mas Cakar," jawab Halwa dengan wajah menunduk.

   "Baguslah. Dengan begitu kamu tahu cara menjaga marwah seorang suami. Lakukan terus jika kamu masih ingin terus di sampingku," balasnya sembari berlalu keluar kamar.

   Halwa membeku, baginya jawaban Cakar seperti itu sudah menjelaskan bahwa Cakar hanya menganggap pernikahan ini formalitas semata.

***

   Sebulan kemudian, tepatnya tanggal 18 Agustus, hari ini. Hubungan pernikahan Halwa dan Cakar masih dingin dan datar. Tidak ada senyum manis dari Cakar ketika Halwa menyambut Cakar pulang bekerja. Namun, Halwa tidak menyerah. Ini masih sebulan pernikahannya, yang baginya belum sepantasnya dia menyerah dan pergi dari sisi Cakar.

   Secara kontak fisik pun Halwa belum pernah disentuh, jangankan hubungan biologis, menyentuh tangan Halwa saja Cakar enggan. Saat Halwa ingin mencium tangan Cakar saja, Cakar menepis dan menolak untuk dicium.

  "Aku tidak boleh menyerah secepat itu. Lagipula aku bertekad, pernikahanku hanya sekali seumur hidup dan berharap sampai nenek dan kakek, bahkan kalau boleh memohon bisa dipertemukan di akhirat kelak," doanya di Subuh yang sunyi diiringi air mata yang meleleh.

   Menyudahi sholat Subuh, Halwa segera bangkit. Kini giliran dirinya untuk pergi ke dapur menyiapkan kopi dan sarapan Cakar seperti biasanya. Hal ini sudah merupakan rutinitasnya sehari-hari sejak menikah. Tidak begitu sulit bagi Halwa, karena di rumah ibunya pun ia sudah terbiasa.

   Untungnya, Cakar tipe lelaki yang tidak pilih-pilih makanan atau sulit makan. Yang penting ada sayur, sambal, dan salah satu lauk lainnya, baginya tidak akan berlama-lama mikir untuk menunda makan.

   Alarm di Hp Halwa terus saja berbunyi satu jam sekali. Ia memang pernah mengatur alarm itu. Bukan tanpa tujuan, setelah tahu tanggal lahir Cakar sebulan lalu, ia gerak cepat mengingat tanggal lahir suaminya, lalu diabadikan dalam kalender di Hp nya dan ditandai sebagai hari lahir Cakar.

   Dan tadi malam tepatnya jam 00.00 Wib, alarm penanda itu sudah mulai berbunyi memberi tahu Halwa.

   "Nanti saja setelah Mas Cakar selesai sarapan, aku akan mengucapkan selamat dan memberikan kadonya," pikirnya sembari menuntaskan tugas terakhirnya memasak sarapan. Kali ini sarapan yang dibuat Halwa beda dari biasanya. Halwa membuat bakso sendiri, hanya pentolnya saja membeli. Bahan lainnya, dia sendiri yang racik dengan bumbu yang sudah ia kuasai. Rasanya tidak kalah dengan rasa bakso yang dijual di Kang bakso yang sering ia beli.

   Wangi dari kuah bakso menguar di udara. Saat melihat Cakar menuruni tangga, Halwa memasang wajah gembira, karena ia akan menyambut Cakar.

   Namun Cakar tidak belok ke arah ruang makan, ia langsung lurus menuju pintu depan dengan berseragam PDH yang sudah melekat sempurna di tubuh atletisnya.

   Dengan segera, Halwa berjalan menyusul Cakar dan memanggilnya.

   "Mas Cakar, sarapan dulu. Aku sudah buat bakso untuk sarapan kali ini," beritahunya dengan senyum lembut penuh rasa percaya diri.

   Sekilas Cakar menoleh dan seketika mencebik, dia tidak suka perlakuan lembut Halwa yang baginya pura-pura dan hanya caper. Lantas ia segera pergi dengan motornya. Kali ini mobil yang selalu menemaninya, ia istirahatkan dulu. Biasanya Cakar memang berangkat kerja selalu pakai mobil, sebab di dalamnya sudah menyiapkan bahan-bahan makanan untuk dikirim ke kafenya.

   Halwa menatap kepergian Cakar dengan kecewa, tidak sekalipun senyumnya dibalas manis. Tapi dia masih belum mau menyerah, baginya Cakar masih bisa diperjuangkan, dia paham dengan obsesi yang masih melekat dalam kepalanya. Bahwa Cakar tidak menyukai gadis biasa sepertinya yang bekerja bukan di instansi pemerintahan.

   "Padahal bakso ini spesial untuk menyambut hari ulang tahun Mas Cakar. Tapi Mas Cakar justru pergi tanpa sarapan seperti biasanya." Halwa menyayangkan sikap Cakar yang pagi ini tidak mempedulikan sarapan yang disiapkan Halwa.

   Pada akhirnya Halwa sarapan sendirian, walau hatinya kecewa, dia harus tetap sarapan, karena sebelum pergi bekerja dia harus tetap sarapan.

   Menyudahi sarapannya dan menyiapkan bekalnya, Halwa merapikan bakso dalam panci besar itu. Dia pindahkan ke dalam panci sayur lalu diletakkan ke dalam kulkas supaya tidak basi saat nanti pulang bekerja jika akan dimakan lagi.

   Semua sudah di dalam kulkas, kuah dan perlengkapan bakso lainnya. Sejenak Halwa menoleh pada kue ulang tahun ukuran mini yang dia beli untuk merayakan ulang tahunnya Cakar. Sayangnya, kue itu tidak sempat dia berikan pada Cakar, sebab Cakar keburu pergi bekerja dan melupakan sarapannya.

   "Mungkin nanti saja sepulang kerja, aku berikan padanya sekalian dengan kadonya," bisik Halwa seraya bersiap untuk pergi bekerja.

   Halwa menaiki angkot untuk pergi bekerja. Jaraknya hanya kurang lebih enam kilometer dari rumah Cakar. Dulu, kalau pergi bekerja sering pergi bareng bersama Helmi sang adik, menaiki motor. Karena sang adik sudah 17 tahun, maka dia boleh mengendarai motor ke sekolah.

   Lima belas menit kemudian, Halwa tiba di salon tempatnya bekerja. Salon Male dan Female tempatnya bekerja. Salon ini bisa dikunjungi pengunjung laki-laki maupun perempuan, dengan ruangan pelayanannya hanya disekat oleh tirai bambu. Salon itu juga layanannya sangat lengkap, tidak hanya potong rambut atau keramas saja, meni pedi, pijat refleksi non plus-plus juga tersedia.

   Banyak pengunjung dari kalangan mana-mana yang menggunakan jasa di salon itu. Sehingga salon Male dan Female tidak pernah sepi dari pengunjung.

   Jam 16.00, Halwa selesai bekerja. Salon tutup memang di jam empat sore. Salon akan melayani pengunjung sampai selesai, meskipun tutup jam empat sore, tapi pengunjung yang masuk sebelum jam empat sore akan dilayani dengan baik sampai tuntas.

   Untungnya, bagian make up yang merupakan bidang pekerjaan Halwa, sudah tidak ada pengunjung, jadi Halwa sudah boleh pulang tepat waktu. Jika Halwa mau lembur dan membantu yang lain, itu tidak masalah. Tapi kali ini Halwa tidak akan ambil lembur, sebab dia ingin menyiapkan kembali ulang tahun Cakar yang tadi terlewatkan.

   Halwa pulang dengan hati berbunga, dia pulang seperti biasa menaiki angkot. Itu tidak masalah baginya, karena sejak menikah, Cakar belum pernah sekalipun menjemputnya.

Tiba di rumah, pagar rumah masih tertutup rapi dan masih diselot, itu artinya Cakar belum pulang, motornya saja belum terlihat.

Ini kesempatan untuk Halwa menyiapkan kejutan yang akan diberikan untuk Cakar nanti sepulang kerja. Halwa langsung mandi membersihkan diri. Setelah itu, ia kembali ke dapur untuk menghangatkan bakso tadi pagi untuk makan sore dan malam hari. Sepertinya dia tidak perlu memasak lauk lain lagi, karena bakso buatannya cukup untuk sampai makan malam berdua dengan Cakar.

"Sudah hangat, biarkan saja dengan api kecil sampai Mas Cakar pulang nanti," gumamnya sembari mengecilkan kompor yang di atasnya teronggok panci berisi kuah bakso berikut pentolnya.

Halwa menaiki tangga dan menuju kamar, sejenak ia merebahkan dirinya di sofa untuk istirahat sejenak. Hanya beberapa saat, dia bangkit kembali menuju lemari baju lalu meraih sebuah kado yang sudah ia siapkan untuk Cakar.

"Semoga saja Mas Cakar suka dengan kado ini," harapnya sembari meletakkan kado itu di atas bupet.

Hingga jam 21.00 Wib malam, Cakar yang ditunggu belum juga pulang. Halwa mulai mengantuk dan lapar, sebab sejak pulang tadi dia belum sempat makan. Namun rasa lapar terkalahkan oleh rasa kantuk, sehingga lamat-lamat ia terbenam di sofa dan membaringkan tubuhnya di sana lalu tertidur, tidak ingat kalau baksonya masih dipanaskan di atas kompor yang dinyalakan dengan api kecil.

Apa yang akan terjadi selanjutnya? Tungguin episodenya ya, jangan lupa like n votenya ya.

Terpopuler

Comments

Uthie

Uthie

mirisnya 😢

2024-11-18

1

galaxi

galaxi

satu2nya cara yg tepat dan jitu utk menghadapi sifat arogan modelan kek cakar ayam itu adalah dicuekin...klu cakar bilang jgn harap aq akan menyentuhmu dia tinggal jawab "ok" klu gitu hidup masing2 aj...trs bersikap cuek...lama2 dia akan penasaran...kenapa dia bisa2nya hidup mandiri begitu dibawah atap yg sama sm dia

2024-11-17

4

Kazugata

Kazugata

karyamu bagus Thor

2024-11-15

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Pernikahan
2 Bab 2 Fakta Seli
3 Bab 3 Ditinggal Sendiri
4 Bab 4 Pulang Bulan Madu Menempati Rumah Baru
5 Bab 5 Bohong Lagi
6 Bab 6 Semua Demi Kebaikan Kamu, Mas
7 Bab 7 Hadiah Ulang Tahun Untuk Cakar
8 Bab 8 Halwa Ketiduran
9 Bab 9 Kado Ulang Tahun Spesial
10 Bab 10 Hijau Pangkat
11 Bab 11 Malam Pertama
12 Bab 12 Senyum Bahagia di Balik Bibir Mertua
13 Bab 13 Kemarahan Cakar
14 Bab 14 Ketagihan
15 Bab 15 Pertengkaran di Ruang Makan
16 Bab 16 Rasa Bersalah Rani dan Diva
17 Bab 17 Kemeja Cakar yang Senada
18 Bab 18 Ada yang Cemburu
19 Bab 19 Kecewa Halwa Diabaikan Cakar
20 Bab 20 Seragam Persit Bekas
21 Bab 21 Halwa Linglung
22 Bab 22 Jahitan di Seragam Persit Halwa
23 Bab 23 Acara Persit
24 Bab 24 Memori Taman Soemarmo, Cakar Dibakar Cemburu
25 Bab 25 Pengagum Halwa
26 Bab 26 Cemburukah?
27 Bab 27 Cakar Sakit/ Penemuan Foto di Laci Lemari Cakar
28 Bab 28 Merawat Cakar
29 Bab 29 Kenangan Seli di Kamar Itu
30 Bb 30 Kedatangan Teman-teman Cakar
31 Bab 31 Rindu Menyatukan Rasa
32 Bab 32 Hp dan Dompet Halwa Tidak Ada
33 Bab 33 Cakar Khawatir
34 Bab 34 Cakar Vs Aldian
35 Bab35 Pertemuan Cakar dan Nizam
36 Bab 36 Mengungkap Fakta Seli
37 Bab 37 Membuang Semua Kenangan Tentang Seli
38 Bab 38 Menengok Bayi Rani
39 Bab 39 Menyosor Istri Orang
40 Bab 40 Cakar Datang, Aldian Gagal Mengantar
41 Bab 41 Kenapa Aku Harus Cemburu?
42 Bab 42 Ada Yang Berbeda
43 Bab 43 Abang Tidak Bisa, Dik!
44 Bab 44 Ingin Makan Yang Segar
45 Bab 45 Sesuatu Yang Beda
46 Bab 46 Pergi
47 Bab 47 Surat Dari Halwa
48 Bab 48 Kebingungan Cakar
49 Bab 49 Kemarahan Orang Tua Cakar
50 Bab 50 Penyesalan Dan Janji Cakar
51 Bab 51 Merasa Bersalah
52 Bab 52 Kabar Halwa Yang Dibocorkan Helmi
53 Bab 53 Menghubungi Ibu Mertua
54 Bab 54 Titik Terang
55 Bab 55 Belum Menemukan Petunjuk
56 Bab 56 Sosok Halwa
57 Bab 57 Pulang Dengan Tangan Hampa
58 Bab 58 Hamil
59 Bab 59 Ada Yang Rindu Halwa
60 Bab 60 Lelah Fisik Dan Pikiran
61 Bab 61 Ketahuan
62 Bab 62 Dihubungi Aisyah
63 Bab 63 Kabar Baik Untuk Cakar
64 Bab 64 Pertemuan
65 Bab 65 Apakah Halwa Hamil?
66 Bab 66 Boyong Dua
67 Bab 67 Pulang dan Sebuah Hasrat Rindu
68 Bab 68 Danton Aldian Bikin Emosi
69 Bab 69 Menjumpai Ibu dan Orang Tua Cakar
70 Bab 70 Ulang Tahun Persit
71 Bab 71 Cemburu dan Perhatian Cakar
72 Bab 72 Bertemu Nilam
73 Bab 73 Siapakah Teman Masa Kecil Itu?
74 Bab 74 Danton Aldian, Teman Masa Kecil Halwa?
75 Bab 75 Pertemuan Cakar dengan Danton Aldian di Rumah Bu Aminah
76 Bab 76 Antara Masa Lalu Dan Cakar
77 Bab 77 Bukti Cinta Halwa
78 Bab 78 Acara Aqeqahan Abang leting
79 Bab 79 Tanda Melahirkan
80 Bab 80 Melahirkan
81 Bab 81 Danton Aldian Menjenguk Halwa
82 Bab 82 Besanan
83 Bab 83 Kebahagiaan Cakar dan Halwa
84 Bab 84 Mencoba Saling Melepaskan (E N D)
85 Karya Baru
86 Karya Baru Judu ; Pengobat Cinta Letnan Angkuh Yang Patah Hati
Episodes

Updated 86 Episodes

1
Bab 1 Pernikahan
2
Bab 2 Fakta Seli
3
Bab 3 Ditinggal Sendiri
4
Bab 4 Pulang Bulan Madu Menempati Rumah Baru
5
Bab 5 Bohong Lagi
6
Bab 6 Semua Demi Kebaikan Kamu, Mas
7
Bab 7 Hadiah Ulang Tahun Untuk Cakar
8
Bab 8 Halwa Ketiduran
9
Bab 9 Kado Ulang Tahun Spesial
10
Bab 10 Hijau Pangkat
11
Bab 11 Malam Pertama
12
Bab 12 Senyum Bahagia di Balik Bibir Mertua
13
Bab 13 Kemarahan Cakar
14
Bab 14 Ketagihan
15
Bab 15 Pertengkaran di Ruang Makan
16
Bab 16 Rasa Bersalah Rani dan Diva
17
Bab 17 Kemeja Cakar yang Senada
18
Bab 18 Ada yang Cemburu
19
Bab 19 Kecewa Halwa Diabaikan Cakar
20
Bab 20 Seragam Persit Bekas
21
Bab 21 Halwa Linglung
22
Bab 22 Jahitan di Seragam Persit Halwa
23
Bab 23 Acara Persit
24
Bab 24 Memori Taman Soemarmo, Cakar Dibakar Cemburu
25
Bab 25 Pengagum Halwa
26
Bab 26 Cemburukah?
27
Bab 27 Cakar Sakit/ Penemuan Foto di Laci Lemari Cakar
28
Bab 28 Merawat Cakar
29
Bab 29 Kenangan Seli di Kamar Itu
30
Bb 30 Kedatangan Teman-teman Cakar
31
Bab 31 Rindu Menyatukan Rasa
32
Bab 32 Hp dan Dompet Halwa Tidak Ada
33
Bab 33 Cakar Khawatir
34
Bab 34 Cakar Vs Aldian
35
Bab35 Pertemuan Cakar dan Nizam
36
Bab 36 Mengungkap Fakta Seli
37
Bab 37 Membuang Semua Kenangan Tentang Seli
38
Bab 38 Menengok Bayi Rani
39
Bab 39 Menyosor Istri Orang
40
Bab 40 Cakar Datang, Aldian Gagal Mengantar
41
Bab 41 Kenapa Aku Harus Cemburu?
42
Bab 42 Ada Yang Berbeda
43
Bab 43 Abang Tidak Bisa, Dik!
44
Bab 44 Ingin Makan Yang Segar
45
Bab 45 Sesuatu Yang Beda
46
Bab 46 Pergi
47
Bab 47 Surat Dari Halwa
48
Bab 48 Kebingungan Cakar
49
Bab 49 Kemarahan Orang Tua Cakar
50
Bab 50 Penyesalan Dan Janji Cakar
51
Bab 51 Merasa Bersalah
52
Bab 52 Kabar Halwa Yang Dibocorkan Helmi
53
Bab 53 Menghubungi Ibu Mertua
54
Bab 54 Titik Terang
55
Bab 55 Belum Menemukan Petunjuk
56
Bab 56 Sosok Halwa
57
Bab 57 Pulang Dengan Tangan Hampa
58
Bab 58 Hamil
59
Bab 59 Ada Yang Rindu Halwa
60
Bab 60 Lelah Fisik Dan Pikiran
61
Bab 61 Ketahuan
62
Bab 62 Dihubungi Aisyah
63
Bab 63 Kabar Baik Untuk Cakar
64
Bab 64 Pertemuan
65
Bab 65 Apakah Halwa Hamil?
66
Bab 66 Boyong Dua
67
Bab 67 Pulang dan Sebuah Hasrat Rindu
68
Bab 68 Danton Aldian Bikin Emosi
69
Bab 69 Menjumpai Ibu dan Orang Tua Cakar
70
Bab 70 Ulang Tahun Persit
71
Bab 71 Cemburu dan Perhatian Cakar
72
Bab 72 Bertemu Nilam
73
Bab 73 Siapakah Teman Masa Kecil Itu?
74
Bab 74 Danton Aldian, Teman Masa Kecil Halwa?
75
Bab 75 Pertemuan Cakar dengan Danton Aldian di Rumah Bu Aminah
76
Bab 76 Antara Masa Lalu Dan Cakar
77
Bab 77 Bukti Cinta Halwa
78
Bab 78 Acara Aqeqahan Abang leting
79
Bab 79 Tanda Melahirkan
80
Bab 80 Melahirkan
81
Bab 81 Danton Aldian Menjenguk Halwa
82
Bab 82 Besanan
83
Bab 83 Kebahagiaan Cakar dan Halwa
84
Bab 84 Mencoba Saling Melepaskan (E N D)
85
Karya Baru
86
Karya Baru Judu ; Pengobat Cinta Letnan Angkuh Yang Patah Hati

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!