Bab 18 - Meleleh Saat Melihatnya

POV Alyssa

" Alyssa, kamu cemburu? "

Tubuh ku terasa membeku. Berdekatan tanpa jarak seperti ini, ditambah tatapan yang tidak pernah aku lihat sebelumnya. Tatapan cinta.

Aku berusaha mendorong tubuh Darren agar menjauh dari ku. Ya, mulai sekarang aku akan memanggil namanya saja karena dia sendiri yang meminta supaya aku tidak bicara secara formal pada nya.

Tubuh tegap berotot itu sama sekali tidak bergerak karena dorongan ku. Ah, sial! Bisa gila aku kalau lama-lama dalam posisi ini.

" Minggir, saya masih banyak pekerjaan. "

Aku masih berusaha mendorong tubuh Darren dengan sekuat tenaga, dan berhasil. Pria itu melepas rengkuhan nya dari pinggang ku. Hanya tatapan nya saja yang tidak lepas dariku.

" Jawab dulu, Alyssa. Kamu cemburu mendengar apa yang di ucapkan Raisa? "

Darren kembali mengulang pertanyaan nya tadi. Jujur, aku bingung ingin menjawab apa. Karena perasaan ku pun aku tidak tau bagaimana. Ada sedikit rasa kesal, kecewa, dan sedih. Tapi otak ku menyadarkan, jika kami belum memiliki hubungan resmi sehingga apapun yang di lakukan pria ini bukalah menjadi urusan ku.

Aaarrrrgggghhh..

Aku berteriak di dalam hati. Aku bingung.

" Sa, kalau kamu masih diam maka akan aku anggap kamu memang cemburu. " sambil tersenyum Darren mengatakan itu pada ku.

" Nggak. Siapa bilang aku cemburu. Kita nggak punya hubungan apa-apa kan? Jadi sekalipun kamu mau tidur dengan seluruh wanita di negara ini, itu bukan urusan ku. Minggir! " Aku menjawab dengan ketus lalu berjalan melewati nya dan kembali ke meja ku.

Darren hanya menatapku setelah itu dia pun pergi menuju ruangan nya. Aku menghela napas lega, akhirnya pria itu pergi juga dari hadapan ku.

Aku menelungkupkan kepala di atas meja. Entah apa yang terjadi pagi ini, tapi hal itu membuat hatiku tidak nyaman. Apa benar aku cemburu? Tapi tidak mungkin. Aku belum mempunyai perasaan apapun pada pria itu.

Karena mood ku masih kurang baik, aku memutuskan untuk ke pantri yang berada di lantai 17. Aku masuk ke dalam lift dan menyandarkan tubuh di dinding lift. Aku kembali mengingat pernikahan ku yang dulu bersama Reza. Bukan karena merindukan nya, tapi mengingat bagaimana pria itu memperlakukan ku dengan buruk karena bentuk tubuh kuyang berubah.

Aku menatap sisi kanan lift yang merupakan dinding kaca. Aku memperhatikan bentuk tubuh ku yang sekarang. Walau tidak selangsing waktu masih gadis, tubuh ku yang saat ini bisa di bilang seksi karena beberapa bagian yang menonjol sempurna.

Aku semakin ragu untuk menerima Darren. Pria sempurna seperti nya pasti juga akan berpaling jika istri nya tidak lagi menarik bagi nya.

Pintu lift terbuka, aku langsung keluar dan berjalan menuju ke pantri. Sesampainya di pantri, aku tidak melihat siapa-siapa. Aku menuju tempat penyimpanan serbuk-serbuk minuman. Dan aku memilih serbuk minuman cappucino. Setelah selesai membuat minuman, aku langsung keluar meninggalkan pantri.

Namun saat akan menuju lift, seseorang memanggilku. Dan aku melihat Farrel sedang tersenyum ke arah ku. Aku pun membalas senyuman nya.

" Dari pantri, Sa? "

" Iya nih, habis bikin cappucino. Lo mau ke pantri juga? " tanya ku sambil menyesap cappucino hangat yang ku buat tadi.

"Iya. Mau bikin kopi biar nggak ngantuk. " jawab Farrel.

" Oh yaudah, gue langsung balik ya. " aku pun berjalan melewati rekan kerja ku itu.

" Eehh, Sa. Tunggu. "

Aku pun berbalik setelah mendengar Farrel memanggilku.

" Kenapa, Rel? "

" Anu, itu Sa. Janji nonton kita yang waktu itu bisa di ganti malam ini nggak? Mumpung besok weekend. "

Aku ingat tentang janji untuk pergi nonton ke bioskop dengan Farrel gagal karena ulah Darren. Aku bingung, mau menolak rasa nya tidak enak karena waktu itu aku yang membatalkan janji. Tapi kalau di terima, apa aku mengkhianati Darren? Tapi kan kami belum memiliki hubungan apa-apa.

" Gimana, Sa? Tapi kalau lo emang sibuk banget ya udah nggak usah aja. Ntar kita atur jadwal lagi. "

Aku berpikir sejenak. Dan akhirnya aku memutuskan untuk menerima ajakan Farrel.

" Ya, udah. Tapi lo nggak usah jemput gue ya, gue ntar naik taxi aja. "

Farrel seperti akan menolak, namun aku langsung pamit untuk kembali ke ruangan.

" Udah ya gue mau balik, masih ada kerjaan. Lo pesen aja tiketnya, ntar gue tf uang nya oke? Bye.... "

Aku langsung pergi meninggalkan Farrel sebelum pria itu berhasil mengatakan sesuatu.

Sesampainya di meja ku, ponsel yang ku letak kan di atas meja berdering. Terlihat deretan angka tanpa nama. Nomor baru dan aku tidak kenal.

" Halo ? "

" Halo, ini saya, mama nya Reza. Masih ingat kamu sama saya? "

Aku terkejut. Ada apa ini? Kenapa tiba-tiba orang di masa lalu ku satu persatu datang menganggu?

" Saya yakin kamu masih ingat. Dengarkan saya baik-baik. Ini adalah peringatan pertama dan terakhir yang saya berikan. Jangan lagi kamu menggoda Reza. Jangan coba-coba merusak rumah tangga anak saya dengan istri nya. Paham kamu? Kalau kamu masih tidak mendengarkan apa yang saya bilang, jangan salahkan saya kalau saya akan mempermalukan kamu di depan banyak orang. Walau sekali, belajarlah untuk menjadi wanita baik, jangan menjadi wanita murahan seperti ibu kamu dulu! "

Setelah mengatakan hal itu, panggilan langsung terputus. Aku diam membeku. Mencerna setiap kalimat yang di ucapkan manta mertua ku. Terlebih kalimat terakhir.

' Jangan menjadi wanita murahan seperti ibu kamu dulu '

Apa maksud nya? Kenapa dia membawa-bawa almarhumah ibu ku?

Dada ku terasa panas, emosi yang tadi tidak begitu ku rasakan, kini seperti terbakar dengan kobaran api yang sangat besar.

Aku tidak terima dia menghina ibu ku yang sudah tiada itu. Aku pun mencoba untuk menghubungi nomor wanita itu lagi. Tapi aku bingung, nomornya tidak aktif. Padahal tidak sampai 5 menit sejak panggilan terputus. Ada apa ini?

Saat aku sedang fokus menatap ponsel, seseorang mengetuk meja ku. Aku mengalihkan perhatian pada orang yang berdiri di depan ku tanpa ku sadari ke hadiran nya.

" Permisi, Darren ada di ruangan nya? "

Seorang pria berwajah blasteran itu bertanya dengan wajah yang tersenyum ramah. Sejenak aku terpana dengan ketampanan pria yang belum pernah aku lihat datang kesini.

" Excuse me. Hello. "

Saat aku menyadari ada tangan yang bergerak di depan wajahku, aku pun tersenyum kikuk.

" Eee.... I-iya ada. Pak Darren ada di dalam ruangan nya. Apa Anda sudah membuat janji sebelum nya? "

Jantung ku berdebar dengan kencang. Aduh, kenapa seperti anak remaja yang sedang terpesona dengan teman cowok nya sih? Malu banget.

" Ok. Aku nggak bikin janji, tapi pria di dalam sana pasti nggak akan bisa menolak kedatangan ku. Jadi santai aja, silahkan lanjut main ponsel nya. " ucap pria itu sambil mengedipkan satu mata nya pada ku.

Aduh, aku makin gugup. Kenapa pria itu tampan sekali? Dan senyuman nya, astaga aku meleleh saat melihat nya. Ekhem.... Alyssa......

Tak lama pintu ruangan direktur terbuka. Terlihat Darren yang berjalan keluar dan dia terkejut melihat pria tampan itu.

" Vincent? "

Aku melihat kedua pria tampan itu bergantian. Wah mata ku pagi ini tiba-tiba menjadi sejuk. Walaupun salah satu nya adalah pria aneh dan menyebalkan, tapi harus aku akui ketampanan nya jauh di atas rata-rata.

" Hei dude. Lama nggak ketemu. "

Pria yang sekarang aku ketahui bernama Vincent itu memeluk Darren ala pelukan antar seorang pria.

Darren melirik ke arah ku, dan aku langsung membuang muka. Aku masih malas jika harus berhadapan dengan nya.

" Kita ngobrol di dalam aja. " Darren kembali masuk ke dalam ruangan nya.

" Sa, tolong buatkan minuman untuk tamu saya. "

Aku hanya mengangguk. Setelah itu menghubungi OB untuk membuatkan teh 2 gelas.

Setelah 10 menit, seorang OB datang sambil membawa nampan yang berisi 2 gelas teh. OB itu meletak kan di atas meja ku, lalu dia langsung pergi.

Aku mengambil nampan tersebut dan membawa nya menuju ruangan Darren. Setelah mengetuk, aku langsung membuka pintu. Terlihat kedua pria itu sedang berbincang di sofa.

Aku meletakan cangkir teh di hadapan mereka masing-masing. Sesekali aku melirik kedua pria itu. Yang satu berekspresi datar, yang satu selalu tersenyum. Tanpa aku katakan sudah tau siapa yang berwajah datar?

Darren berdehem saat aku sedikit lebih lama melirik Vincent. Aku menatap nya tajam walau tidak terlalu nampak. Bisa-bisa dianggap tidak sopan oleh Vincent nanti.

" Ada yang bisa saya bantu pak? "

Akhirnya aku bertanya agar Darren tidak menatap ku dengan tatapan sinis nya itu.

" Pergilah, itu sangat membantu ku. "

Cih, apa-apaan pria ini. Aku semakin menatap tajam ke arah nya, namun saat mendengar suara tawa Vincent aku tersenyum ke arah nya.

" Sana pergi. " lagi-lagi pria menyebalkan itu meminta ku pergi. Dasar orang aneh!

Terpopuler

Comments

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

darren klu kmu seperti itu trus gmn alysa bisa jatuh cinta kamu di anggap aneh

2025-02-22

0

Raisanero

Raisanero

tubuh kuyang berubah jadi kayang ya thor /Joyful//Joyful/

2024-12-28

0

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

Darren cemburu bila Alyssa dekat dengan Vincent

2024-10-25

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Karena Kamu Gendut!
2 Bab 2 - Talak
3 Bab 3 - Menjadi Orang Asing
4 Bab 4 - Cass Group
5 Bab 5 - Dasar Bos Aneh!
6 Bab 6 - Kaki Tante Kenapa?
7 Bab 7 - Ada Yang Ingin Saya Bicarakan!
8 Bab 8 - Darren dan Ibu nya Arra
9 Bab 9 - Nonton Ke Bioskop
10 Bab 10 - Tamparan keras
11 Bab 11 - Ya, aku menyesal sekarang!
12 Bab 12 - Jangan Menangis
13 Bab 13 - Dasar Jalang!
14 Bab 14 - Calon Istri
15 Bab 15 - Apa Anda Sedang Bercanda?
16 Bab 16 - Siapa Kamu Berani Menyentuh Wanita Saya?
17 Bab 17 - Kamu Cemburu?
18 Bab 18 - Meleleh Saat Melihatnya
19 Bab 19 - Aku Cinta Kamu, Sa!
20 Bab 20 - Apa Sayang?
21 Bab 21 - Harusnya Dari Dulu
22 Bab 22 - Ada Aku Disini
23 Bab 23 - Mommy
24 Bab 24 - Dua Iblis Betina Bersatu
25 Bab 25 - Iblis Yang Sesungguhnya
26 Bab 26 - Meminta Bantuan
27 Visual Cast " Perubahan Istri Gendutku Setelah Aku Ceraikan "
28 Bab 27 - Tetaplah Berbahagia Apapun Yang Terjadi
29 Bab 28 - Kita Bertemu Lagi
30 Bab 29 - Kalian Harus Menikah
31 Bab 30 - Tidak Ada Lagi
32 Bab 31 - Aku Harus Bagaimana?
33 Bab 32 - Kembali Beraktifitas Seperti Dulu
34 Bab 33 - Bukan Wanita Idamanku
35 Bab 34 - Kamu Harus Berani
36 Bab 35 - Labil
37 Bab 36 - Harus Berani Melawan
38 Bab 37 - Lo atau Gue.
39 Bab 38 - Daddy Yang Galak
40 Bab 39 - Pasangan Serasi
41 Bab 40 - Pembalasan Alyssa
42 Bab 41 - Kemunculan Duo Setan
43 Bab 42 - Berteman
44 Bab 43 - Berdebar
45 Bab 44 - Terlihat Mesra
46 Bab 45 - Kesempatan
47 Bab 46 - Bagai Predator
48 Bab 47 - Berjuang
49 Bab 48 - Bertahanlah
50 Bab 49 - Teori dan Praktek
51 Bab 50 - Aku Harus Apa?
52 Bab 51 - Kamu Atur Saja
53 Pergantian Judul
54 Bab 52 - Tanda Milik
55 Bab 53 - H-2 Pernikahan
56 Bab 54 - Sah!
57 Bab 55 - Kamu Mau Apa?
58 Bab 56 - Pijat Plus Plus
59 Bab 57 - Status Baru
60 Bab 58 - Olahraga Pagi
61 Bab 59 - Siapa Takut...
62 Bab 60 - Senyuman Yang Mengingatkan Masa Lalu
63 Bab 61 - Fakta Yang Terungkap
64 Bab 62 - Cerita Di Masa Lalu
65 Bab 63 - Hukuman Arra
66 Bab 64 - Jawaban Yang Baru Ditemukan
67 Bab 65 - Maafkan Aku
68 Bab 66 - Merefresh Tubuh Dan Pikiran
69 Bab 67 - Hebatnya Istriku
70 Bab 68 - Bintang Yang Bersinar Terang
71 Bab 69 - Hanya......
72 Bab 70 - Sudah Seharusnya
73 Bab 71 - Pamit
74 Bab 72 - Bukan Pacar
75 Bab 73 - Dunia Yang Berbeda
76 Bab 74 - Kalimat Terindah
77 Bab 75 - Suaminya Mana?
78 Bab 76 - Thailand
79 Bab 77 - Mimpi Yang Seperti Nyata
80 Bab 78 - Rooftop
81 Bab 79 - Aku Tau Apa Yang Kamu Lakukan
82 Bab 80 - Karena Benci
83 Bab 81 - Menentang Takdir Tuhan
84 Bab 82 - Menua Bersama
85 Bab 83 - Kenangan Terindah
86 Novel Arra dan Leo Sudah Rilis
Episodes

Updated 86 Episodes

1
Bab 1 - Karena Kamu Gendut!
2
Bab 2 - Talak
3
Bab 3 - Menjadi Orang Asing
4
Bab 4 - Cass Group
5
Bab 5 - Dasar Bos Aneh!
6
Bab 6 - Kaki Tante Kenapa?
7
Bab 7 - Ada Yang Ingin Saya Bicarakan!
8
Bab 8 - Darren dan Ibu nya Arra
9
Bab 9 - Nonton Ke Bioskop
10
Bab 10 - Tamparan keras
11
Bab 11 - Ya, aku menyesal sekarang!
12
Bab 12 - Jangan Menangis
13
Bab 13 - Dasar Jalang!
14
Bab 14 - Calon Istri
15
Bab 15 - Apa Anda Sedang Bercanda?
16
Bab 16 - Siapa Kamu Berani Menyentuh Wanita Saya?
17
Bab 17 - Kamu Cemburu?
18
Bab 18 - Meleleh Saat Melihatnya
19
Bab 19 - Aku Cinta Kamu, Sa!
20
Bab 20 - Apa Sayang?
21
Bab 21 - Harusnya Dari Dulu
22
Bab 22 - Ada Aku Disini
23
Bab 23 - Mommy
24
Bab 24 - Dua Iblis Betina Bersatu
25
Bab 25 - Iblis Yang Sesungguhnya
26
Bab 26 - Meminta Bantuan
27
Visual Cast " Perubahan Istri Gendutku Setelah Aku Ceraikan "
28
Bab 27 - Tetaplah Berbahagia Apapun Yang Terjadi
29
Bab 28 - Kita Bertemu Lagi
30
Bab 29 - Kalian Harus Menikah
31
Bab 30 - Tidak Ada Lagi
32
Bab 31 - Aku Harus Bagaimana?
33
Bab 32 - Kembali Beraktifitas Seperti Dulu
34
Bab 33 - Bukan Wanita Idamanku
35
Bab 34 - Kamu Harus Berani
36
Bab 35 - Labil
37
Bab 36 - Harus Berani Melawan
38
Bab 37 - Lo atau Gue.
39
Bab 38 - Daddy Yang Galak
40
Bab 39 - Pasangan Serasi
41
Bab 40 - Pembalasan Alyssa
42
Bab 41 - Kemunculan Duo Setan
43
Bab 42 - Berteman
44
Bab 43 - Berdebar
45
Bab 44 - Terlihat Mesra
46
Bab 45 - Kesempatan
47
Bab 46 - Bagai Predator
48
Bab 47 - Berjuang
49
Bab 48 - Bertahanlah
50
Bab 49 - Teori dan Praktek
51
Bab 50 - Aku Harus Apa?
52
Bab 51 - Kamu Atur Saja
53
Pergantian Judul
54
Bab 52 - Tanda Milik
55
Bab 53 - H-2 Pernikahan
56
Bab 54 - Sah!
57
Bab 55 - Kamu Mau Apa?
58
Bab 56 - Pijat Plus Plus
59
Bab 57 - Status Baru
60
Bab 58 - Olahraga Pagi
61
Bab 59 - Siapa Takut...
62
Bab 60 - Senyuman Yang Mengingatkan Masa Lalu
63
Bab 61 - Fakta Yang Terungkap
64
Bab 62 - Cerita Di Masa Lalu
65
Bab 63 - Hukuman Arra
66
Bab 64 - Jawaban Yang Baru Ditemukan
67
Bab 65 - Maafkan Aku
68
Bab 66 - Merefresh Tubuh Dan Pikiran
69
Bab 67 - Hebatnya Istriku
70
Bab 68 - Bintang Yang Bersinar Terang
71
Bab 69 - Hanya......
72
Bab 70 - Sudah Seharusnya
73
Bab 71 - Pamit
74
Bab 72 - Bukan Pacar
75
Bab 73 - Dunia Yang Berbeda
76
Bab 74 - Kalimat Terindah
77
Bab 75 - Suaminya Mana?
78
Bab 76 - Thailand
79
Bab 77 - Mimpi Yang Seperti Nyata
80
Bab 78 - Rooftop
81
Bab 79 - Aku Tau Apa Yang Kamu Lakukan
82
Bab 80 - Karena Benci
83
Bab 81 - Menentang Takdir Tuhan
84
Bab 82 - Menua Bersama
85
Bab 83 - Kenangan Terindah
86
Novel Arra dan Leo Sudah Rilis

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!