Sesampai di ruang kelas, mata Kayra menatap sosok kedua sahabatnya sedang bermesraan di meja miliknya.
Sekuat tenaga Kayra harus menahan rasa sakit di dalam dadanya, melihat kedua sahabatnya itu.
" Bisa menyingkir dari meja gua. Gua mau duduk " ucap Kayra sedikit ketus sesampai di bangkunya.
" Biasa aja kali, Key. Ngga usah ketus gitu " ucap Arjuna sambil memasang wajah tengilnya.
Kayra tak menjawab, ia langsung duduk di kursinya lalu mengeluarkan buku Kimia dari dalam tas untuk ia pelajari terlebih dahulu.
" Kay, kamu ngga mau ngobrol dulu gitu sama kita ? Malah belajar "
" Ngga soalnya tak bermutu. Lebih baik gua belajar " jawab Kayra dengan ketus tanpa menengok ke arah bangku Monica, di belakang nya.
" Jutek banget neng jawabnya. Apa ngga di kasih uang jajan ya sama bokap kamu jadi jutek bagitu? " ujur Arjuna dengan nafa bercanda pada Kayra.
Kayra tak menjawab dirinya malah memasang headset di telinganya. Ia tak mau mendengar ocehan dua sejoli yang menurutnya tak bermutu.
Ketika Kayra sedang asik dengan dunianya sendiri. Tiba - tiba saja Fadel dan Novi mendatangi bangku Kayra.
" Kay " panggil Novi sambil mencolek lengan Kayra supaya sang empu mendengarnya.
" Ada apa, Nov " ucap Kayra sambil melepas headset di kuping nya.
" Gua sama Fadel ikut belajar bareng lu, boleh ngga " tanya Novi sambil memasang wajah memohon
" Boleh dong, masa orang mau belajar bareng ngga boleh "
" Thanks, Key. " ucap Novi dan Fadel bersamaan. Ketiga nya langsung belajar bersama di meja Kayra.
Sedangkan Monica dan Arjuna melihat itu hanya diam saja, sambil menatap Kayra berserta lainnya yang sedang asik belajar.
Mereka berdua merasa kalo sahabatnya itu menjauhi mereka semenjak mereka berdua berpacaran.
" Kenapa Kayra jadi berubah kaya gitu ya ? " gumam Arjuna dari dalam hati sambil menatap ke arah bangku Kayra.
#####
" Kay ke kantin yuk, aku udah laper banget nih " ajak Monica sambil menarik - narik lengan Kayra
" Maaf, Mon gua lagi ngga mau ke kanti lagian gua juga di bawain bekel sama mama "
" Yah Kay. Kamu makan bekelnya di kantin aja deh "
" Gua makan di kelas aja, Mon. Lagian gua juga harus belajar untuk lomba olimpiade terakhir gua nanti "
Olimpiade yang akan di ikuti Kayra kali ini merupakan olimpiade terakhirnya. Karena sebentar lagi dia harus fokus untuk ujian kelulusan yang tinggal beberapa bulan lagi.
" Ya udah deh aku ke kanti berdua sama ayang beb ku aja kalo gitu " Monica langsung pergi dari bangku Kayra setelah berkata seperti itu.
Sebenarnya Kayra sengaja tidak mau ikut mereka ke kanti. Kamarin saja dirinya hanya jadi obat nyamuk aja sambil melihati ke bucinan kedua sahabatnya itu.
Kayra berdiri dari kursinya lalu berjalan keluar dari kelas. Kali ini Kayra ingin menyendiri di taman belakang sekolah, karena taman itu jarang di datangi oleh murid - murid lainnya.
Kayra tidak lupa membawa buku serta bekal yang iya bawa dari rumah.
***
" huff duduk sendirian seperti ini jauh lebih enak " ucap Kayra sambil menghirup udara segar di taman belakang.
Kayra membuka buku pelajarannya sambil memakan bekal yang ia bawa tadi. Kayra tidak mau berpikir tetang kedua sahabatnya itu yang sedang di mabuk asmara.
Jujur dari dalam hati Kayra masih sangat sakit hati mendengar kedua sahabatnya menjalin kasih. Padahal selama ini Kayra mati - matian menahan rasa sukanya pada Arjuna untuk menjaga persahabatan mereka ini.
" Kenapa percintaan ku sangat menyakitkan seperti ini tuhan ? " ucap Kayra sambil menatap ke langin biru berawan tersebut.
Kayra kembali fokus pada buku miliknya kembali untuk mengurangi rasa sakit hatinya lebih baik dirinya perbanyak belajar saja.
***
Kayra sudah kembali ke dalam kelasnya, ketika sampai di dalam kelas sudah sangat begitu ramai para teman - temannya yang sudah kembali dari kantin.
" Kay " pekik teman sekelasnya sambil membawa buku miliknya ke meja Kayra.
" Apa sih, Gus ? " ucap Kayra jengkel karena teman sekelasnya bernama Bagus ini, kalo memanggilnya membuat dirinya kaget mendengar suara cempreng Bagus.
" Ajarin gua Fisika yang ini dong, gua masih ngga ngerti caranya " Ucap Bagus sambil menunjukan buku paket miliknya pada Kayra.
" Ini mah gampang banget caranya, Gus. Masa lu ngga bisa sih. Kalo begitu sini gua ajarin sampai lu bisa " ucap Kayra.
Kayra mengajarin Bagus dengan telaten dan teliti supaya teman sekelasnya itu mengerti dengan cara yang ia ajari.
" Bagaimana lu ngerti ngga, Gus ? " tanya Kayra usai mengajarkan Bagus.
" Udah dong, cara yang lu ajarin ini lebih cepat di mengerti dari pada cara pak Kamto kasih kemarin " jawab Bagus lalu dirinya membereskan buku miliknya, kembali ke tempat duduknya lagi.
Bel masuk berbunyi semu anak sudah terduduk di mejanya kembali. Karena siang ini guru yang mengajar di kelasnya merupakan guru killer, membuat semua murid di kelas IPA-1 merasa takut pada guru tersebut.
Mapel sekarang ini merupakan pelajaran ke sukaan Kayra mau gurunya killer atau baik sekali pun. Kayra akan menyukai pelajaran Matematika ini.
Pelajaran berjalan baik sampai usai. Bel sekolah pun sudah berbunyi, para murid sudah membereskan buku - buku mereka yang ada di atas meja.
Usai membaca doa pulang sekolah semua anak - anak kelasnya sudah berhamburan keluar kelas. Hanya tinggal Kayra, Monica dan beberapa temen lainnya saja masih berada di dalam kelas.
" Sayang " ucap Arjun yang baru saja masuk ke dalam kelas IPA-1 ini.
" Hallo Kay " sapa Arjuna pada Kayra.
" Hai, Jun " Detak jantung Kayra berdetak cepat ketika Arjuna menyapanya, belum lagi senyum manis yang Arjuna berikan pada Kayra.
" Ayo Hon kita pulang " ajak Monica sambil merangkul lengan Arjuna dengan mesra.
" Kay, kamu mau ikut kita jalan - jalan ke mall tidak ? "
Belum Kayra menjawab Monica terlebih dahulu menyahut, membuat Kayra mengurungkan niatnya menjawab pertanyaan Arjuna barusan.
" Ngapain sih kamu ajak Kayra kan, ini kencan pertama kita, Sayang " saut Monica dengan suara manja sambil memasang wajah memberengut.
" Eh ngga usah, Jun. Gua mau langsung pulang aja, soalnya ada paket gua dari Singapura mau dateng hari ini " Tolak Kayra dengan cepat. Dirinya tahu Monica merasa ke beratan kalo Arjuna mengajak dirinya tadi.
" Oh kalo begitu aku sama Monica pulang duluan ya " ucap Arjuna pada Kayra. Kedua pasang sejoli yang lebay bin alay itu meninggalkan kelas.
Kayra hanya menatap Arjuna dan Monica dengan senyum getir. Dadanya merasa sesak dan sakit melihat mereka berdua sebegitu mesra.
Menjauhi mereka berdua untuk sementara waktu adalah pilihan yang tepat. Supaya rasa sakit di dalam hatinya ini biasa lebih membaik.
Bersambung......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 83 Episodes
Comments
kiya
kdg ada nama deril dan alina, nyampur nama tokohnya ya thor
2024-09-27
2
Pretty_Mia
Thor, aku butuh fix dari obat ketagihan ceritamu! 🤤
2024-08-19
0