Bab 12 Mencari Keberadaan Teman-temannya

...❤️❤️❤️❤️ Happy reading ❤️❤️❤️❤️...

...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...

...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...

Setelah Doni sudah pergi jauh, Alzeyroz menekan tombol di samping kacamatanya yang bagian kiri. Ia melihat rute mana yang paling aman untuk di laluinya dan menghindari binatang buas dari hutan tersebut.

Alzeyroz pun dengan perlahan keluar dari hutan tersebut. Ia berjalan dengan perlahan agar tidak menginjak ranting kayu.

Alzeyroz, dengan napas tersengal-sengal, terus berlari di tengah rimbunnya hutan. Bayangan pohon-pohon menari-nari di sekelilingnya, menciptakan suasana mencekam. Ia tak henti-hentinya menoleh ke belakang, takut Doni mengejarnya.

"Cepat, Alzeyroz, cepat!" gumamnya dalam hati, jantungnya berdebar kencang. Ia harus mencapai jalan raya sebelum kegelapan menyelimuti hutan dan membahayakan dirinya.

Akhirnya, setelah berlari selama beberapa saat, Alzeyroz melihat secercah cahaya di kejauhan. Ia mengerahkan sisa tenaganya untuk berlari lebih cepat. Cahaya itu semakin dekat, dan Alzeyroz bisa melihat bentuk jalan raya yang membentang di hadapannya.

"Hore!" teriaknya dengan penuh sukacita, tubuhnya lemas seketika. Ia telah berhasil melarikan diri dari hutan terkutuk itu.

Alzeyroz menarik napas dalam-dalam, menikmati udara segar yang bebas dari bau tanah dan bau amis hutan. Ia menoleh ke belakang, menatap arah jalan yang telah menjadi penjara bagi dirinya selama bertahun-tahun. Akhirnya ia bebas dari penjara Pak Yanto, ia tak perlu menjadi pengemis lagi.

"Aku bebas!" teriaknya lagi, kali ini dengan suara yang lebih lantang.

Ia teringat akan teman-temannya, Alzeyroz melihat ke kiri dan kanan untuk melihat teman-temannya yang ia bantu keluar dari tempat tersebut.

"Kemana mereka pergi ya?" tanyanya bingung.

Tapi yang penting sekarang adalah mereka semua sudah lolos, jika sudah bebas mereka juga akan bisa bersembunyi dan mencari tempat perlindungan lain.

"Haishh, padahal aku baru saja mendapatkan seorang ibu, tapi dia juga entah kemana, karena ini sudah malam, aku harus cari tempat menginap dulu, besok akan aku pikir cara untuk mencari mereka," ucap Alzeyroz.

Hawa dingin menusuk tulang Alzeyroz saat ia terhuyung memasuki sebuah wisma kecil di pinggir jalan. Kaki dan tubuhnya lelah, energinya terkuras habis akibat berlari tanpa henti. Ia harus segera beristirahat, memulihkan tenaga agar bisa melanjutkan perjalanannya.

"Ada yang bisa dibantu, Mas?" tanya seorang perempuan paruh baya yang muncul dari balik meja kayu di sudut ruangan. Matanya tajam mengamati Alzeyroz dari ujung kepala hingga ujung kaki, pakaiannya lusuh dan berdebu.

"Maaf, Bu. Saya ingin menginap," jawab Alzeyroz, suaranya serak karena kelelahan.

"Menginap di sini harus bayar, Mas. Kamu punya uang?" tanya perempuan itu, nada bicaranya dingin dan ketus.

Alzeyroz terdiam sejenak. Ia merogoh sakunya dan menemukan beberapa lembar uang kertas. "Punya, Bu. Berapa satu malamnya?"

"Seratus ribu," jawab perempuan itu, masih dengan tatapan skeptis.

Alzeyroz menarik napas dalam-dalam. Ia ingat uang yang diberikan Bu Tutu satu lembar kemarin, sementara ada empat ratus ribu di kantong celananya. Ia harus berhemat, uang di dalam sistemnya belum ia ambil.

"Iya, sebentar, Bu," ucap Alzeyroz, lalu menyerahkan selembar uang seratus ribu kepada perempuan itu.

"Wah, kamu beneran ada uang ya, Mas? Ya sudah, saya antar ke kamarmu," ucap perempuan itu, raut wajahnya berubah drastis, kini tampak ramah dan penuh senyum.

Alzeyroz hanya mengangguk lemah, lelahnya tak tertahankan. Ia mengikuti perempuan itu menuju sebuah kamar kecil di lantai atas.

"Ini kamarmu, Mas. Kalau butuh apa-apa, panggil saja," ucap perempuan itu, lalu menutup pintu dan meninggalkan Alzeyroz sendirian.

Alzeyroz terkulai lemas di atas ranjang. Ia memejamkan mata, mencoba melupakan kelelahan yang menyelimuti hatinya. Ia harus segera memulihkan tenaga, perjalanan panjang masih menanti.

...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...

...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...

...❤️❤️❤️❤️ Bersambung ❤️❤️❤️❤️...

Terpopuler

Comments

Shai'er

Shai'er

💪💪💪💪💪

2024-08-28

2

Shai'er

Shai'er

🥰🥰🥰🥰🥰

2024-08-28

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Awal Mula Mata Alzeyroz Buta
2 Bab 2. Mendapatkan Sistem Kacamata Super: Smart Glasses.
3 Bab 3 Ryan Yang Penasaran
4 Bab 4 Mendapatkan Seorang Ibu
5 Bab 5 Menyelamatkan Teman
6 Bab 6 Melepaskan Teman Pengemis
7 Bab 7 Menggantikan Elsa Menerima Hukuman
8 Bab 8 Di Bawa Pergi Azlan
9 Bab 9 Gantian Mengerjai Azlan Dan Yoga
10 Bab 10 Mengelabui Dion
11 Bab 11 Berhasil Kabur
12 Bab 12 Mencari Keberadaan Teman-temannya
13 Bab 13 Misi Baru
14 Bab 14 Misi 3
15 Bab 15 Ingin Kembali Ke Kota
16 Bab 16 Misi
17 Bab 17 Hadiah Misi
18 Bab 18 Rumah Lama
19 Bab 19 Misi Baru
20 Bab 20 Hadiah Misi
21 Bab 21 Rumah Baru
22 Bab 22 Pemilik Rumah Mewah
23 Bab 23 Mencari Restoran Mewah
24 Bab 24 Bertemu Dengan Teman lama
25 Bab 25 Misi Menyelamatkan Pembunuhan
26 Bab 26
27 Bab 27 Hadiah Misi
28 Bab 28 Gio yang penasaran
29 Bab 28 Mengerjai Gio
30 Bab 30 Misi Baru
31 Bab 31 Polisi Datang
32 Bab 32 Hadiah Misi
33 Bab 33 Alzeyroz Pergi
34 Bab 34 Dapat Cafe
35 Bab 35 Menjadi Pemilik Cafe
36 Bab 36 Bertemu Dengan Pak Yono
37 Bab 37
38 Bab 38 Misi Baru
39 Bab 39 Misi penyelamatan
40 Bab 40 Berhasil Mengalahkan penjahat
41 Bab 41 Hadiah Misi
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44 Novi Amalia Hasanah
45 Bab 45 Nina Yala Tamasya
46 Bab 46 Misi Baru
47 Bab 47 Hadiah Misi
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54 Misi Baru
55 Bab 55
56 Bab 56 Hadiah Misi
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64 Misi Baru
65 Bab 65 Hadiah Misi
66 Bab 66
67 BAB 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75 Hadiah Misi
76 Bab 75
77 Bab 76
Episodes

Updated 77 Episodes

1
Bab 1. Awal Mula Mata Alzeyroz Buta
2
Bab 2. Mendapatkan Sistem Kacamata Super: Smart Glasses.
3
Bab 3 Ryan Yang Penasaran
4
Bab 4 Mendapatkan Seorang Ibu
5
Bab 5 Menyelamatkan Teman
6
Bab 6 Melepaskan Teman Pengemis
7
Bab 7 Menggantikan Elsa Menerima Hukuman
8
Bab 8 Di Bawa Pergi Azlan
9
Bab 9 Gantian Mengerjai Azlan Dan Yoga
10
Bab 10 Mengelabui Dion
11
Bab 11 Berhasil Kabur
12
Bab 12 Mencari Keberadaan Teman-temannya
13
Bab 13 Misi Baru
14
Bab 14 Misi 3
15
Bab 15 Ingin Kembali Ke Kota
16
Bab 16 Misi
17
Bab 17 Hadiah Misi
18
Bab 18 Rumah Lama
19
Bab 19 Misi Baru
20
Bab 20 Hadiah Misi
21
Bab 21 Rumah Baru
22
Bab 22 Pemilik Rumah Mewah
23
Bab 23 Mencari Restoran Mewah
24
Bab 24 Bertemu Dengan Teman lama
25
Bab 25 Misi Menyelamatkan Pembunuhan
26
Bab 26
27
Bab 27 Hadiah Misi
28
Bab 28 Gio yang penasaran
29
Bab 28 Mengerjai Gio
30
Bab 30 Misi Baru
31
Bab 31 Polisi Datang
32
Bab 32 Hadiah Misi
33
Bab 33 Alzeyroz Pergi
34
Bab 34 Dapat Cafe
35
Bab 35 Menjadi Pemilik Cafe
36
Bab 36 Bertemu Dengan Pak Yono
37
Bab 37
38
Bab 38 Misi Baru
39
Bab 39 Misi penyelamatan
40
Bab 40 Berhasil Mengalahkan penjahat
41
Bab 41 Hadiah Misi
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44 Novi Amalia Hasanah
45
Bab 45 Nina Yala Tamasya
46
Bab 46 Misi Baru
47
Bab 47 Hadiah Misi
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54 Misi Baru
55
Bab 55
56
Bab 56 Hadiah Misi
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64 Misi Baru
65
Bab 65 Hadiah Misi
66
Bab 66
67
BAB 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75 Hadiah Misi
76
Bab 75
77
Bab 76

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!