Bab 4 Mendapatkan Seorang Ibu

...❤️❤️❤️❤️ Happy reading ❤️❤️❤️❤️...

...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...

...❤️❤️❤️❤️❤️❤️...

Mereka semua terlihat tegang di saat mereka berkumpul di ruang sempit itu. Ryan dan yang lainnya duduk dengan piring yang berisi tahu dan tempe goreng. sementara Alzeyroz hanya diberi semangkuk nasi putih saja tanpa lauk apa pun.

"Apa kalian berbisik-bisik!" seru Yoga dengan tatapan yang tajam dan nada suara yang meninggi membuat mereka berbisik-bisik jadi terdiam.

"Tidak ada apa-apa," sahut Ryan, suaranya terdengar tertahan karena keterkejutan.

Ketika Ryan melihat keadaan Alzeyroz yang hanya mendapatkan nasi putih, ia merasa geram dan tidak adil atas perlakuan Yoga.

"Bang Yoga, di mana lauk untuk Alzeyroz?" tanyanya dengan berani.

"Tidak ada! Hari ini dia dihukum karena berani melawan Bang Azlan! Bersyukurlah dia masih diberi makan!" jawab Yoga dengan ketus.

"Sudah tidak apa-apa, yang penting aku tak kelaparan," ucapnya dengan tenang sambil tersenyum.

Walaupun tanpa lauk, ia tetap mengambil nasi putih itu dengan tangan yang santai seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

Yoga pun pergi dari ruangan tersebut meninggal mereka yang sedang makan malam.

Perlahan-lahan, Bu Tutu mendekati Alzeyroz yang sedang duduk bersandar di dinding tersebut. Tangan tuanya memegang piring berisi tempe dan tahu goreng itu dan menyerahkan piring itu kepada Alzeyroz yang tadi membantunya.

"Ambillah lauk ini Nak." ucap Bu Tutu.

"Eh, kenapa Ibu bari lauknya kepada ku?" tanya Alzeyroz menjadi bingung.

"Ambil saja Nak. Kau sudah membantu ku tadi, jika bukan bantuanmu Ibu sudah pasti disiksa oleh Azlan. Terima kasih banyak ya Nak," ucap Bu Tutu tersenyum ikhlas.

"Memang seharusnya aku membantu, karena Bu Tutu sudah tua, sudah tidak bisa menerima siksaan lagi," ucap Alzeyroz, suaranya lembut.

Alzeyroz menatap Bu Tutu dengan rasa hormat dan kasih sayang karena ia sudah menganggap Bu Tutu sebagai orang tuanya.

"Andaikan anak Ibu baiknya seperti mu, mungkin Ibu tidak berakhir menjadi pengemis begini," ucap Bu Tutu tiba-tiba menjadi sedih.

Bu Tutu berharap jika anaknya memiliki hati yang baik seperti Alzeyroz. Tapi kenyataannya ia malah di jual oleh anak sendiri.

"Bu Tutu, jangan sedih," ucap Alzeyroz merasa iba.

Bu Tutu hanya mengangguk, matanya berkaca-kaca. Di balik rasa syukur atas bantuan Alzeyroz, ada rasa sakit hati atas perlakuan anaknya yang durhaka itu.

Alzeyroz pun dengan tulus menerima piring itu dan mulai memakan tempe dan tahu goreng agar hati Bu Tutu merasa senang. Alzeyroz melihat Bu Tutu yang tampak merenung nasibnya yang malang itu.

"Bu Tutu boleh menganggap aku sebagai anak Ibu," ucap Alzeyroz memegang bahu Bu Tutu.

"Ah benarkah?" tanyanya dengan mendonggakkan kepalanya melihat ke arah Alzeyroz.

"Aku tahu aku tidak akan bisa menggantikan anak yang ibu lahirkan itu," ucap Alzeyroz tersenyum.

"Jika aku memilih, aku tidak ingin melahirkan anak seperti itu," ucapnya mulai menangis menatap piring di depannya itu.

Entah kenapa saat ingat anak yang sudah tega menjualnya menjadi pengemis rasanya sangat sakit hati.

Alzeyroz merasakan rasa sakit yang ditanggung oleh Bu Tutu tentang anaknya yang tega telah menjualnya karena anaknya itu tidak sanggup mengurusnya lagi.

Saat itu juga, suasana di ruang berubah menjadi haru, air mata Bu Tutu tiba-tiba mengalir begitu saja.

Tangannya masih terletak di bahu Bu Tutu, mencoba memberikan sedikit ketenangan.

"Ibu, biar aku yang jadi keluarga Ibu," ucap Alzeyroz dengan suara yang lembut, mencoba menenangkan hati wanita tua itu.

Bu Tutu menatap Alzeyroz dengan mata yang berkaca-kaca, lalu menundukkan kepala, menatap piring kosong di depannya yang sudah tidak ada lagi makanannya. Air mata mulai jatuh, membasahi pipinya yang keriput. Rasa di sakiti oleh darah dagingnya sendiri tampaknya meninggalkan luka yang mendalam di hatinya.

"Ibu...." Alzeyroz memanggilnya sebagai obat luka yang Bu Tutu rasakan atas perbuatan anaknya itu.

"Aku ada di sini untuk Ibu, dan aku akan selalu ada. Biarkan aku menggantikan anak ibu itu," ucap Alzeyroz.

Bu Tutu mengangkat wajahnya, memandang Alzeyroz dengan tatapan yang penuh makna sambil tersenyum.

"Terima kasih, Nak," katanya dengan suara yang serak, "Kamu seperti anak yang selalu aku harapkan."

Alzeyroz dan Bu Tutu, sekarang telah menjadi ibu dan anak, meskipun hanya anak angkat. Itu lebih baik bagi Bu Tutu dari pada anak kandungnya yang tega membuangnya.

Semua orang yang ada di ruangan sempit itu langsung bertepuk tangan.

...❤️❤️❤️❤️❤️❤️...

...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...

...❤️❤️❤️❤️ Bersambung ❤️❤️❤️❤️...

Terpopuler

Comments

Minartie

Minartie

ting..cerita menarik

2024-12-31

0

AXYs

AXYs

Nemu cerita sistem yg unik… smg bagus n betah mbacanya mpe selesai. 👌🏻👍🏼

2024-11-04

1

Diah Susanti

Diah Susanti

dasar anak durhaka 😡😡😡

2024-11-01

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Awal Mula Mata Alzeyroz Buta
2 Bab 2. Mendapatkan Sistem Kacamata Super: Smart Glasses.
3 Bab 3 Ryan Yang Penasaran
4 Bab 4 Mendapatkan Seorang Ibu
5 Bab 5 Menyelamatkan Teman
6 Bab 6 Melepaskan Teman Pengemis
7 Bab 7 Menggantikan Elsa Menerima Hukuman
8 Bab 8 Di Bawa Pergi Azlan
9 Bab 9 Gantian Mengerjai Azlan Dan Yoga
10 Bab 10 Mengelabui Dion
11 Bab 11 Berhasil Kabur
12 Bab 12 Mencari Keberadaan Teman-temannya
13 Bab 13 Misi Baru
14 Bab 14 Misi 3
15 Bab 15 Ingin Kembali Ke Kota
16 Bab 16 Misi
17 Bab 17 Hadiah Misi
18 Bab 18 Rumah Lama
19 Bab 19 Misi Baru
20 Bab 20 Hadiah Misi
21 Bab 21 Rumah Baru
22 Bab 22 Pemilik Rumah Mewah
23 Bab 23 Mencari Restoran Mewah
24 Bab 24 Bertemu Dengan Teman lama
25 Bab 25 Misi Menyelamatkan Pembunuhan
26 Bab 26
27 Bab 27 Hadiah Misi
28 Bab 28 Gio yang penasaran
29 Bab 28 Mengerjai Gio
30 Bab 30 Misi Baru
31 Bab 31 Polisi Datang
32 Bab 32 Hadiah Misi
33 Bab 33 Alzeyroz Pergi
34 Bab 34 Dapat Cafe
35 Bab 35 Menjadi Pemilik Cafe
36 Bab 36 Bertemu Dengan Pak Yono
37 Bab 37
38 Bab 38 Misi Baru
39 Bab 39 Misi penyelamatan
40 Bab 40 Berhasil Mengalahkan penjahat
41 Bab 41 Hadiah Misi
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44 Novi Amalia Hasanah
45 Bab 45 Nina Yala Tamasya
46 Bab 46 Misi Baru
47 Bab 47 Hadiah Misi
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54 Misi Baru
55 Bab 55
56 Bab 56 Hadiah Misi
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64 Misi Baru
65 Bab 65 Hadiah Misi
66 Bab 66
67 BAB 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75 Hadiah Misi
76 Bab 75
77 Bab 76
Episodes

Updated 77 Episodes

1
Bab 1. Awal Mula Mata Alzeyroz Buta
2
Bab 2. Mendapatkan Sistem Kacamata Super: Smart Glasses.
3
Bab 3 Ryan Yang Penasaran
4
Bab 4 Mendapatkan Seorang Ibu
5
Bab 5 Menyelamatkan Teman
6
Bab 6 Melepaskan Teman Pengemis
7
Bab 7 Menggantikan Elsa Menerima Hukuman
8
Bab 8 Di Bawa Pergi Azlan
9
Bab 9 Gantian Mengerjai Azlan Dan Yoga
10
Bab 10 Mengelabui Dion
11
Bab 11 Berhasil Kabur
12
Bab 12 Mencari Keberadaan Teman-temannya
13
Bab 13 Misi Baru
14
Bab 14 Misi 3
15
Bab 15 Ingin Kembali Ke Kota
16
Bab 16 Misi
17
Bab 17 Hadiah Misi
18
Bab 18 Rumah Lama
19
Bab 19 Misi Baru
20
Bab 20 Hadiah Misi
21
Bab 21 Rumah Baru
22
Bab 22 Pemilik Rumah Mewah
23
Bab 23 Mencari Restoran Mewah
24
Bab 24 Bertemu Dengan Teman lama
25
Bab 25 Misi Menyelamatkan Pembunuhan
26
Bab 26
27
Bab 27 Hadiah Misi
28
Bab 28 Gio yang penasaran
29
Bab 28 Mengerjai Gio
30
Bab 30 Misi Baru
31
Bab 31 Polisi Datang
32
Bab 32 Hadiah Misi
33
Bab 33 Alzeyroz Pergi
34
Bab 34 Dapat Cafe
35
Bab 35 Menjadi Pemilik Cafe
36
Bab 36 Bertemu Dengan Pak Yono
37
Bab 37
38
Bab 38 Misi Baru
39
Bab 39 Misi penyelamatan
40
Bab 40 Berhasil Mengalahkan penjahat
41
Bab 41 Hadiah Misi
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44 Novi Amalia Hasanah
45
Bab 45 Nina Yala Tamasya
46
Bab 46 Misi Baru
47
Bab 47 Hadiah Misi
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54 Misi Baru
55
Bab 55
56
Bab 56 Hadiah Misi
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64 Misi Baru
65
Bab 65 Hadiah Misi
66
Bab 66
67
BAB 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75 Hadiah Misi
76
Bab 75
77
Bab 76

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!