BAB 16: Pengalaman Adalah Guru Part End

Sejak aku mulai membawa murid-muridku berlatih di dungeon, rutinitas harian kami kini sepenuhnya berfokus pada latihan di sana. Aku terus mengasah kemampuan bertarung mereka, seringkali mengacak kelompok mereka untuk memperkuat kerjasama mereka.

Hari ini, aku memutuskan untuk membagi mereka menjadi kelompok yang berbeda dari biasanya. Kelompok pertama terdiri dari Masamune dan Johan, yang dikenal karena semangat juang mereka yang tinggi. Kelompok kedua diisi oleh Celestine, yang akan mengambil peran sebagai pendukung. Meski pendekatan ku mungkin tidak sesuai dengan kurikulum standar, aku percaya metode ini akan membuahkan hasil yang lebih baik. Lagipula, sebagai guru, melihat murid-muridku berkembang adalah hal yang paling penting.

Aku memberi sinyal untuk memulai latihan dan mereka melangkah masuk ke dungeon. Masamune dan Johan terlihat sangat antusias. "Ayo, Masamune! Aku akan menunjukkan siapa yang lebih cepat mengalahkan musuh!" seru Johan dengan semangat, mengangkat tombaknya.

"Ha! Jangan berpikir kamu bisa mengalahkan ku begitu saja," balas Masamune sambil memegang katana-nya dengan erat. Mereka saling bertukar senyum penuh tantangan sebelum memulai pertempuran.

Di sisi lain, Celestine, yang berdiri di sampingku, tampak cemas. Dia memandang Masamune dan Johan dengan harapan, tetapi juga dengan sedikit kesedihan. Dia tahu perannya hari ini adalah sebagai pendukung, dan meskipun dia berusaha keras untuk membantu, dia merasa keterlibatannya kurang berarti dibandingkan dengan dua rekan sekelompoknya yang sangat aktif.

Ketika mereka memasuki lantai ketiga dungeon, Masamune dan Johan langsung menghadapi kelompok goblin dan hewan iblis yang cukup banyak. Masamune dengan cepat mengayunkan katana-nya, memotong musuh dengan presisi, sementara Johan memanfaatkan tombaknya untuk menusuk dari jarak jauh dan mengatasi musuh yang lebih besar.

"Ayo, Johan! Lihat betapa cepatnya aku menghabisi goblin-goblin ini!" teriak Masamune, sambil melibas musuh di depannya.

"Santai saja, Masamune! Aku juga tidak kalah cepat," jawab Johan sambil melompat dan menendang goblin yang mencoba mendekat.

Sementara itu, Celestine berusaha membantu dengan sihir airnya. Dia mengeluarkan beberapa semburan air untuk melemahkan musuh yang mendekat, tetapi dia merasa bahwa upayanya belum cukup besar untuk mengubah jalannya pertempuran. Dia berdiri di belakang, mengamati bagaimana Masamune dan Johan terus beraksi dengan penuh semangat.

Saat pertarungan semakin intens dan kelompok mereka semakin terdesak oleh serangan musuh yang tidak henti-hentinya, Celestine merasa hatinya semakin berat. Dia merasa tidak berdaya, tidak mampu memberikan kontribusi yang signifikan. Namun, saat melihat Masamune dan Johan mulai kelelahan dan hampir terkepung oleh musuh, dia merasa dorongan dalam dirinya untuk melakukan lebih dari sekadar menyembuhkan.

"Aku harus melakukan sesuatu," gumam Celestine kepada dirinya sendiri, bertekad untuk membuat perbedaan.

Dengan tekad yang baru, Celestine memusatkan energi sihirnya dan mulai mengaktifkan kekuatan elemen airnya secara maksimal. Dia melafalkan mantra, dan seketika itu juga, semburan air yang kuat muncul dari telapak tangannya. Air itu menyapu musuh-musuh yang mengelilingi Masamune dan Johan, menghancurkan beberapa di antaranya dan memberikan kesempatan bagi mereka untuk bernafas.

"Celestine, hati-hati!" teriak Johan saat sebuah goblin hampir menyentuhnya, tetapi air dari Celestine berhasil menghentikan serangan tersebut.

Masamune juga merasakan dorongan baru ketika air dari Celestine membantu menyapu musuh di sekelilingnya. "Bagus, Celestine! Teruskan!" serunya, sambil terus bertempur dengan semangat baru.

Selain itu, Celestine juga menggunakan sihir airnya untuk menyembuhkan luka-luka yang dialami oleh Masamune dan Johan, memberikan mereka tenaga tambahan untuk melawan. Ketika dia menyembuhkan luka Johan, dia berkata, "Johan, jangan menyerah! Aku di sini untuk membantumu."

Dengan kekuatan baru ini, Celestine berhasil membalikkan keadaan. Musuh yang sebelumnya tampak tak tertandingi kini mulai mundur, dan Masamune serta Johan kembali mendapatkan kendali atas pertempuran.

Saat mereka akhirnya keluar dari dungeon, kelompok itu terlihat kelelahan tetapi puas. Masamune dan Johan, meskipun masih bersaing, kini menunjukkan rasa terima kasih yang jelas kepada Celestine.

"Terima kasih, Celestine. Kamu benar-benar menyelamatkan kami," kata Masamune, sambil mengangguk penuh penghargaan.

Johan juga menambahkan, "Ya, tanpa bantuanmu, kita mungkin tidak bisa keluar dari situasi itu. Kerja bagus!"

Celestine tersenyum, terlihat lebih percaya diri dari sebelumnya. Aku merasa sangat bangga melihat kemajuan yang dia capai hari ini. Dia tidak hanya mampu memberikan dukungan yang signifikan, tetapi juga menunjukkan bahwa dia bisa berkontribusi lebih dari yang dia kira.

"Bagus sekali, Celestine," kataku. "Ini adalah langkah besar untukmu. Teruslah berlatih, dan kamu akan semakin hebat."

Melihat murid-muridku berkembang dan saling mendukung adalah kepuasan terbesar bagiku. Dengan setiap latihan, mereka semakin kuat dan semakin siap menghadapi tantangan yang akan datang. Sebagai seorang guru, itulah tujuan utama yang ingin aku capai.

Setelah sesi latihan berakhir dan semua murid keluar dari dungeon, suasana di luar dungeon terasa lebih tenang. Celestine tampak lebih ceria daripada sebelumnya, meskipun masih ada sisa kelelahan di wajahnya. Aku mendekatinya dengan langkah pelan, mengetahui betapa kerasnya dia berusaha hari ini.

Aku duduk di samping Celestine, yang masih tampak sedikit cemas. Aku melihat matanya yang penuh perasaan dan mengambil napas dalam-dalam sebelum mulai berbicara.

"Celestine," kataku lembut, "aku ingin berbicara denganmu sebentar."

Celestine menatapku, matanya menunjukkan rasa ingin tahunya. Aku melanjutkan dengan hati-hati, "Aku tahu betapa sulitnya merasa tidak bisa berbuat banyak, terutama saat kamu melihat teman-temanmu bertarung dengan semangat tinggi."

Celestine menggigit bibir bawahnya dan menunduk, tampak merasa tertekan. Dia tidak perlu berkata apa-apa, karena ekspresi wajah dan gerak tubuhnya sudah cukup untuk menunjukkan betapa beratnya perasaannya.

Aku melanjutkan, "Tapi apa yang kamu lakukan hari ini sangat berarti. Kamu mungkin merasa tidak berdaya pada awalnya, tapi saat keadaan menjadi sulit, kamu menemukan kekuatan dalam dirimu untuk berubah dan membantu mereka. Itu bukan hal yang mudah dilakukan."

Celestine mengangkat kepalanya, matanya yang besar memandangku. Aku melihat mata celotehannya mulai berkilau, dan aku dapat merasakan rasa ingin tahunya akan apa yang aku katakan.

Aku melanjutkan, "Ketika Masamune dan Johan terdesak, kamu tidak hanya bertindak untuk menyelamatkan mereka, tapi juga menunjukkan bahwa kamu memiliki kekuatan yang luar biasa. Kamu membuat perbedaan besar, dan aku sangat bangga dengan keberanianmu."

Celestine menyeka air mata yang mulai menggenang di matanya. Dia membuat gerakan tangan yang lembut, tampaknya ingin menunjukkan rasa terima kasihnya. Dia membuat isyarat hati dengan tangan, yang jelas menunjukkan bahwa dia menghargai kata-kataku.

Aku tersenyum dan mengangguk. "Aku tahu kamu berjuang keras, dan kamu sudah melakukannya dengan sangat baik. Jangan pernah meragukan kekuatanmu sendiri. Kamu memiliki potensi yang luar biasa, dan aku yakin kamu akan terus berkembang."

Celestine membalas dengan senyum yang tulus, dan aku melihat rasa percaya diri mulai muncul di matanya. Dia memberikan isyarat tangan yang menyiratkan tekad dan terima kasih.

Tentu, mari kita sesuaikan dialog tersebut untuk menggambarkan Celestine sebagai seorang yang bisu.

Saat aku dan Celestine kembali menuju murid-murid lainnya, Charlotte dan Jade sudah menunggu di luar dungeon. Begitu Charlotte melihat Celestine, dia langsung menghampirinya dengan penuh semangat.

"Celestine!" seru Charlotte sambil memeluknya dengan hangat. "Aku sangat bangga padamu! Kamu benar-benar luar biasa hari ini. Aku melihat semua usahamu dan bagaimana kamu membantu kami di saat-saat kritis. Terima kasih banyak!"

Celestine membalas pelukan itu dengan lembut, matanya tampak berkilau penuh rasa terima kasih. Dia memberikan senyuman yang tulus, dan dengan gerakan tangan, dia membuat isyarat yang berarti "terima kasih."

Jade, yang berdiri di samping Charlotte, tersenyum lebar dan mengangguk. "Kamu benar-benar membuat perbedaan, Celestine. Hari ini, kamu menunjukkan betapa kuat dan hebatnya kamu. Kami semua sangat bangga padamu."

Celestine membalas senyuman mereka dengan ekspresi penuh syukur, kemudian membuat isyarat yang berarti "aku senang bisa membantu" dan "aku akan terus berusaha."

Dengan dukungan dari teman-temannya, Celestine merasa lebih percaya diri dan bahagia, siap untuk menghadapi tantangan berikutnya dengan semangat baru.

Setelah sesi latihan dengan kelompok pertama selesai, aku mengumpulkan semua murid. Aku melihat Charlotte, Jade, dan Elyrde berdiri di sisi lain, siap untuk melanjutkan latihan mereka.

"Baiklah, kelompok dua, waktunya untuk kalian beraksi," kataku sambil tersenyum. "Charlotte, Jade, Elyrde, bersiaplah untuk latihan kalian."

Charlotte tersenyum penuh semangat. "Kami siap, Guru! Apa yang akan kami hadapi hari ini?"

Jade mengangguk dengan penuh tekad, sementara Elyrde, yang biasanya lebih pendiam, menunjukkan ekspresi fokus dan siap beraksi.

"Ada beberapa area baru di dungeon yang belum kalian eksplorasi," jelasku. "Hari ini, aku ingin kalian menguji kemampuan kalian dalam menghadapi musuh yang lebih sulit dan memperkuat kerjasama kalian. Cobalah untuk berkoordinasi dengan baik dan gunakan kekuatan masing-masing untuk mendukung satu sama lain."

Charlotte melirik Jade dan Elyrde, lalu berkata, "Mari kita tunjukkan yang terbaik. Kita bisa lakukan ini bersama!"

Jade mengangkat tangan dengan semangat, menunjukkan kesiapan. Elyrde hanya mengangguk, tetapi matanya yang penuh tekad berbicara banyak tentang kesiapan dan keinginannya untuk berkontribusi.

"Aku yakin kalian akan melakukan pekerjaan yang hebat," kataku dengan penuh keyakinan. "Jangan ragu untuk menggunakan semua keterampilan kalian dan saling mendukung. Aku akan memantau dari sini dan siap memberikan bantuan jika diperlukan."

Charlotte memeluk Jade dan Elyrde dalam semangat persahabatan sebelum mereka bergerak menuju dungeon. "Ayo, kita buktikan bahwa kita juga bisa hebat!"

Aku sedikit tertawa kecil saat melihat reaksi Elyrde yang terkejut saat Charlotte memeluknya juga, Elyrde bahkan sampai melirik ke arahku dan seperti bertanya padaku apa sebenarnya yang merasuki anak emas itu.

Setelah mempersiapkan kelompok dua, Charlotte, Jade, dan Elyrde memasuki dungeon dengan semangat tinggi. Mereka memasuki sebuah ruangan luas di lantai keempat, di mana udara terasa lebih dingin dan suasananya lebih menegangkan.

Aku mengamati Charlotte, yang dengan percaya diri memegang tongkat sihirnya. "Oke, semua. Kita akan menghadapi musuh di sini. Jade, siap dengan serangan api, dan Elyrde, pastikan kita tetap terlindungi dari jarak jauh."

Jade mengangguk, sihir api mulai menyala di tangannya, sementara Elyrde mempersiapkan busur dan panahnya.

Begitu mereka melangkah lebih jauh ke dalam ruangan, mereka dihadapkan oleh sekelompok goblin bersayap dan hewan iblis yang besar. Charlotte segera memutuskan strategi.

"Jade, mulailah dengan serangan api untuk mengurangi jumlah musuh!" teriak Charlotte. Jade mengangkat tangannya dan melepaskan semburan api yang membakar beberapa goblin yang mendekat.

Charlotte lalu mengangkat tongkatnya dan berteriak, "Glacial Shatter!" Dari tongkatnya, sebuah gelombang es keluar, membekukan musuh yang tersisa dan menghentikan gerakan mereka sejenak. "Elyrde, gunakan panahmu untuk menjaga jarak!"

Elyrde segera mengeluarkan panah dari busurnya dan mulai menembak musuh yang mencoba mendekati mereka. Panahnya yang tajam dan cepat mengenai sasaran dengan akurasi tinggi, menjatuhkan beberapa goblin yang berusaha menyerang. "Aku akan mengawasi dari sini dan memberikan dukungan yang diperlukan!" isyarat Elyrde sambil tetap waspada.

Beberapa goblin yang terjebak dalam es mulai berusaha melepaskan diri, dan hewan iblis yang lebih besar mulai menyerang dengan marah. Charlotte melihat situasi ini dan tahu mereka perlu langkah berikutnya.

"Jade, fokus pada musuh yang lebih besar!" Charlotte memerintah. Jade mengangguk dan melepaskan semburan api besar yang menghantam hewan iblis tersebut, menyebabkan ledakan besar yang melukai musuh secara signifikan.

Sementara itu, Elyrde mengganti busurnya dengan belati dan bergerak cepat untuk menghadapi goblin yang mencoba mendekat. Aku bisa melihat gerakan gesit Elyrde dengan belatinya, memotong dan menghindari serangan musuh dengan keahlian tinggi.

Charlotte tetap berfokus pada goblin yang masih membeku. "Blizzard Tempest!" teriaknya, dan dengan satu gerakan tangan, dia menggabungkan sihir es dan apinya. Gelombang es yang membeku dihancurkan oleh semburan api yang kuat, menciptakan ledakan panas yang melukai goblin lebih lanjut.

Elyrde tetap menembakkan panahnya untuk mengatasi musuh dari jarak jauh. Beberapa panah yang diletakkan dengan cepat menjatuhkan musuh yang mencoba menyerang dari kejauhan.

Saat musuh-musuh itu mulai mundur, Charlotte merasa kelelahan tetapi puas dengan hasil kerja sama tim mereka. "Kita hampir selesai. Teruskan, dan jangan lengah!"

Dengan satu gerakan terakhir, Jade mengeluarkan serangan api besar yang mengalahkan sisa musuh, sementara Elyrde menggunakan belatinya untuk mengatasi sisa goblin yang tersisa.

Begitu pertempuran berakhir, Charlotte tersenyum lebar. "Bagus sekali, tim! Kita berhasil melewati tantangan ini dengan sangat baik."

Jade tersenyum dan mengangguk. "Kerja bagus, Charlotte. Kombinasi sihirmu benar-benar mengesankan."

Elyrde mengelap keringat di dahi dan memberikan senyum bangga. "Koordinasi yang baik. Terima kasih atas strategi dan dukungannya."

Charlotte merasa puas dengan hasilnya, tahu bahwa kerja keras dan latihan mereka membuahkan hasil. Dengan tim yang saling mendukung dan keterampilan yang terus berkembang, mereka siap untuk tantangan berikutnya.

"Mari kita keluar dan bersantai sejenak. Besok, kita akan menghadapi tantangan baru dengan semangat yang sama!" ujarku sambil bertepuk tangan melihat kemampuan mereka saat ini. Sepertinya mereka sudah cukup kuat untuk melawan bos dungeon.

Setelah sesi latihan intens di dalam dungeon, matahari sudah mulai condong ke barat. Kami keluar dari dungeon dengan kelelahan yang terasa di seluruh tubuh, tetapi juga dengan rasa pencapaian yang besar. Udara luar yang segar menyambut kami, memberikan rasa lega setelah waktu yang panjang di dalam kegelapan.

Para murid, satu per satu, keluar dari mulut dungeon. Mereka terlihat lelah, tetapi wajah mereka dipenuhi dengan semangat dan kepuasan. Aku memberi isyarat kepada mereka untuk berkumpul di area terbuka dekat mulut dungeon, di mana kami bisa beristirahat sejenak dan berbagi hasil dari pelatihan hari ini.

Aku berdiri di depan mereka, melihat sekeliling dan menyadari betapa jauh mereka telah berkembang. "Bagus sekali, semuanya. Kita baru saja menyelesaikan latihan yang sangat menantang di dungeon. Aku ingin mendengarkan pendapat kalian dan memberikan penilaian tentang apa yang telah kita capai hari ini."

Charlotte, yang telah menunjukkan kemajuan luar biasa dalam penggunaan sihir es dan apinya, berdiri di dekatku. Dia tampak siap untuk berbagi evaluasi dan memberi dorongan kepada teman-temannya. Aku bisa melihat betapa bangganya dia terhadap kemajuan kelompoknya.

"Pertama-tama, aku ingin mengucapkan terima kasih atas kerja keras kalian semua," kataku sambil tersenyum. "Kalian telah menunjukkan kemajuan yang luar biasa dan kekuatan yang mengesankan. Mari kita mulai dengan penilaian individual."

Aku memandang Masamune dan Johan. "Masamune dan Johan, kalian berdua menunjukkan keterampilan bertarung yang sangat baik. Masamune, teknik katana-mu semakin halus dan presisi. Johan, penggunaan tombak-mu efektif dan penuh kekuatan. Pertarungan kalian menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam teknik bertarung kalian. Teruslah berlatih dan tingkatkan keterampilan kalian."

Kemudian aku beralih ke Celestine. "Celestine, meskipun terkadang kamu merasa terbatas, hari ini kamu menunjukkan kemajuan yang sangat mengesankan. Penggunaan sihir air-mu dalam serangan dan penyembuhan benar-benar menonjol. Aku bisa melihat bagaimana kamu mulai mengatasi keterbatasanmu dan berkembang sebagai penyihir yang hebat."

Aku melanjutkan ke Elyrde dan Jade. "Elyrde, keahlianmu dalam bertarung dari jarak jauh dan penggunaan belati sangat mengesankan. Kamu mampu mengatasi musuh dengan kecepatan dan ketepatan. Jade, kombinasi serangan apimu sangat kuat dan efektif. Kerja samamu dengan Elyrde juga sangat baik."

Terakhir, aku mengarahkan pandanganku ke Charlotte. "Charlotte, kamu telah menunjukkan kemampuan strategi yang luar biasa dan penggunaan sihir yang sangat efektif. Kemampuanmu untuk menggabungkan sihir es dan api menunjukkan tingkat penguasaan yang tinggi. Kamu telah memimpin tim dengan sangat baik."

Setelah memberikan penilaian individual, aku melanjutkan. "Hari ini, kita telah menghadapi tantangan yang sulit, tetapi kalian semua telah menangani semuanya dengan sangat baik. Ini adalah bukti kerja keras dan dedikasi kalian. Ingat, setiap latihan adalah kesempatan untuk belajar dan tumbuh. Teruslah berlatih, dan jangan pernah puas dengan pencapaian saat ini."

Aku melihat senyuman di wajah murid-muridku, dan aku merasa puas dengan kemajuan mereka. "Sekarang, mari kita pulang dan beristirahat. Kalian semua telah bekerja keras, dan kalian pantas mendapatkan waktu untuk bersantai dan memulihkan tenaga. Besok, kita akan kembali berlatih dengan semangat yang sama."

Dengan semangat yang tinggi dan rasa pencapaian yang besar, kami meninggalkan area dungeon dan kembali ke akademi, siap untuk petualangan berikutnya.

Terpopuler

Comments

Charlotte

Charlotte

oh...,kukira tadi celestine tiba2 bisa bicara, tapi kok ada dia bergumam ya

2024-10-14

1

Charlotte

Charlotte

???

2024-10-14

0

Charlotte

Charlotte

wait...

2024-10-14

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1: Awal Mulanya
2 BAB 2: Arthur Westwood
3 BAB 3: Mendapatkan Murid
4 BAB 4: Hari Penerimaan
5 BAB 5: Permata Diantara Tumpukan Ikan Busuk
6 BAB 6: Apa Yang Terjadi?
7 BAB 7: Apa Yang Terjadi Part 2
8 BAB 8: Berakhirnya Hari
9 BAB 9: Rapat Dewan Guru
10 BAB 10: Hari Pertama
11 BAB 11: Worm Hole
12 BAB 12: Home Visit
13 BAB 13: Home Visit Part 2
14 BAB 14: Pengalaman Adalah Guru
15 BAB 15: Pengalaman Adalah Guru Part 2
16 BAB 16: Pengalaman Adalah Guru Part End
17 BAB 17: Eclipsed Dominion
18 BAB 18: Dari Hadiah Ke Masalah
19 BAB 19: Provokasi Dari Kelas Pak Guru Brandon Berlanjut
20 BAB 20: Hari Pertarungan
21 BAB 21: Hari Pertarungan Part 2
22 BAB 22: Hari Pertarungan Part 3
23 BAB 23: Hari Pertarungan Part End
24 BAB 24: Drama Hari Ini
25 BAB 25: Celestine Dan Penggemarnya
26 BAB 26: Memanggil Familiar
27 BAB 27: Sihir Pemanggilan Dan Kejutan
28 BAB 28: Kelas Bonding
29 BAB 29: Melangkah Lebih Jauh
30 BAB 30: Hari-hari Berikutnya
31 BAB 31: Berita Buruk
32 BAB 32: Kutukan Terangkat
33 BAB 33: Janji Di Sore Itu
34 BAB 34: Perubahan Sikapnya
35 BAB 35: Kedatangan Yang Mendadak
36 BAB 36: Festival Lunaria
37 BAB 37: Persiapan Festival Lunaria
38 BAB 38: Babak Penyisihan
39 BAB 39: Babak Penyisihan Part 2
40 BAB 40: Babak Penyisihan Part 3
41 BAB 41: Babak Penyisihan Part Akhir
42 BAB 42: Tentang Ambisi dan Persahabatan
43 BAB 43: Acara Minum Teh Bersama Cassandra Beaumont
44 BAB 44: Drama Di Kelas
45 BAB 45: Rencana Liburan
46 BAB 46: Perasaan Nostalgia
47 BAB 47: Berlatih Di Whispering Wood
48 BAB 48: Satu Minggu Di Aldemere Haven
49 BAB 49: Hari Terakhir
50 BAB 50: Tugas Berat
51 BAB 51: Kedatangan Lady Seraphina
52 BAB 52: Seraphina von Edelweiss
53 BAB 53: Bermain-main Dengan Bayangan
54 BAB 54: Kegelapan Yang Mengintai
55 BAB 55: Membantu Persiapan
56 BAB 56: Pembukaan Festival Lunaria
57 BAB 57: Kategori Ketepatan dan Muncul Sosok Ahli Angin
58 BAB 58: Janji Untuk Elyrde
59 BAB 59: Pertunjukan Sihir
60 BAB 60: Saling Mendukung
61 BAB 61
62 BAB 62
63 BAB 63
64 BAB 64
65 BAB 65
66 BAB 66
67 BAB 67
68 BAB 68
69 BAB 69
70 BAB 70
Episodes

Updated 70 Episodes

1
BAB 1: Awal Mulanya
2
BAB 2: Arthur Westwood
3
BAB 3: Mendapatkan Murid
4
BAB 4: Hari Penerimaan
5
BAB 5: Permata Diantara Tumpukan Ikan Busuk
6
BAB 6: Apa Yang Terjadi?
7
BAB 7: Apa Yang Terjadi Part 2
8
BAB 8: Berakhirnya Hari
9
BAB 9: Rapat Dewan Guru
10
BAB 10: Hari Pertama
11
BAB 11: Worm Hole
12
BAB 12: Home Visit
13
BAB 13: Home Visit Part 2
14
BAB 14: Pengalaman Adalah Guru
15
BAB 15: Pengalaman Adalah Guru Part 2
16
BAB 16: Pengalaman Adalah Guru Part End
17
BAB 17: Eclipsed Dominion
18
BAB 18: Dari Hadiah Ke Masalah
19
BAB 19: Provokasi Dari Kelas Pak Guru Brandon Berlanjut
20
BAB 20: Hari Pertarungan
21
BAB 21: Hari Pertarungan Part 2
22
BAB 22: Hari Pertarungan Part 3
23
BAB 23: Hari Pertarungan Part End
24
BAB 24: Drama Hari Ini
25
BAB 25: Celestine Dan Penggemarnya
26
BAB 26: Memanggil Familiar
27
BAB 27: Sihir Pemanggilan Dan Kejutan
28
BAB 28: Kelas Bonding
29
BAB 29: Melangkah Lebih Jauh
30
BAB 30: Hari-hari Berikutnya
31
BAB 31: Berita Buruk
32
BAB 32: Kutukan Terangkat
33
BAB 33: Janji Di Sore Itu
34
BAB 34: Perubahan Sikapnya
35
BAB 35: Kedatangan Yang Mendadak
36
BAB 36: Festival Lunaria
37
BAB 37: Persiapan Festival Lunaria
38
BAB 38: Babak Penyisihan
39
BAB 39: Babak Penyisihan Part 2
40
BAB 40: Babak Penyisihan Part 3
41
BAB 41: Babak Penyisihan Part Akhir
42
BAB 42: Tentang Ambisi dan Persahabatan
43
BAB 43: Acara Minum Teh Bersama Cassandra Beaumont
44
BAB 44: Drama Di Kelas
45
BAB 45: Rencana Liburan
46
BAB 46: Perasaan Nostalgia
47
BAB 47: Berlatih Di Whispering Wood
48
BAB 48: Satu Minggu Di Aldemere Haven
49
BAB 49: Hari Terakhir
50
BAB 50: Tugas Berat
51
BAB 51: Kedatangan Lady Seraphina
52
BAB 52: Seraphina von Edelweiss
53
BAB 53: Bermain-main Dengan Bayangan
54
BAB 54: Kegelapan Yang Mengintai
55
BAB 55: Membantu Persiapan
56
BAB 56: Pembukaan Festival Lunaria
57
BAB 57: Kategori Ketepatan dan Muncul Sosok Ahli Angin
58
BAB 58: Janji Untuk Elyrde
59
BAB 59: Pertunjukan Sihir
60
BAB 60: Saling Mendukung
61
BAB 61
62
BAB 62
63
BAB 63
64
BAB 64
65
BAB 65
66
BAB 66
67
BAB 67
68
BAB 68
69
BAB 69
70
BAB 70

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!