Episode 14 : Tidur bersama

Hari demi hari di lalui Zara dengan perasaan berkecamuk. Bertemu setiap hari dengan Ezar membuat hatinya pasang surut, kadang tertawa bahagia, kadang bersedih tidak tau penyebabnya. Yang pasti, setiap hari dia harus bisa melewati berbagai macam rasa yang datang silih berganti.

Ezar juga bak memiliki kepribadian ganda, terkadang lembut dan terkesan penyayang, adakalanya juga seperti iblis yang baru saja keluar dari neraka, menyeramkan.

Tapi Zara sudah bisa mengimbangi nya. Jika dulu semasa masih tinggal bersama kedua orang tua dan kakaknya, Zara lah yang paling tidak mengenal kata mengalah, mungkin karena bungsu jadi limpahan kasih sayang mengalir deras untuknya. Dan ketika ia harus tinggal seatap dengan pria arogan, sikap Zara berubah. Dia harus bisa membawa suasana hati sang pria agar tetap sehat dan tidak banyak tingkah. Intinya, Zara harus menyikapi apapun dengan berpikiran dewasa, walau terkadang di situasi tertentu, Zara juga butuh tempat bersandar untuk bermanja manja.

Dan hari ini, ahad, aktivitas sementara waktu di tiadakan. Bukan tidak ada, tapi di tiadakan. Bayangkan sebagai seorang tenaga medis, berlibur sehari saja itu adalah suatu pencapaian yang sangat membahagiakan.

Zara duduk di taman belakang, itu adalah tempat favoritnya selain di kamar. Mentari pagi cukup bersahabat, hingga Zara bisa memandangi berbagai jenis bunga bunga yang sedang bermekaran. Sangat indah di pandang, setidaknya, hatinya bisa sedikit lebih tenang dengan memandangi bunga bunga tersebut.

Ezar datang menghampiri.

" Abi menelpon. Katanya, umi Aza memasak makanan kesukaan mu, bagaimana kalau kita berkunjung ke sana?" Tanya Ezar.

" Ayo dok." Zara tak menawar, jika berbicara tentang keluarga nya apalagi ajakan berkunjung ke tempat di mana dia di besarkan, tentu Zara takkan menolak.

Di perjalanan.

Ezar berada di balik kemudi dan Zara duduk di sampingnya.

" Boleh singgah di toko depan sana dok?" Tanya Zara menunjuk sebuah toko kue.

" Kau mau beli apa?"

" Cake."

" Untuk siapa?"

" Untukku dan mas Zayn."

Kening Ezar mengernyit." Kamu ulang tahun?"

Zara tersenyum sembari menganggukkan kepala.

" Kenapa tidak bilang?" Ezar terlihat menyesal. Apa tidak seperhatian itu dia sama Zara sampai ulang tahun istrinya sendiri pun dia tidak tau? " Aku kan bisa membelikan kado untukmu." Lanjutnya.

" Tidak apa dok, lagian ulang tahun kami berdua tidak pernah di rayakan abi dan umi secara meriah."

" Yang benar saja, masa sekelas orang tuamu tidak pernah merayakan ulang tahun anaknya?"

" Di rayakan dok, tapi sederhana saja."

" Maksudku teman teman mu di undang, dan di rayakan di hotel berbintang misalnya, pelit juga abi dan umi mu."

Zara tertawa. Dan tawa itu mengundang Ezar untuk berbalik menatap Zara yang duduk di sebelahnya.

" MasyaAllah, cantik sekali." Batin Ezar, sesaat dia terpukau dan hampir melewati traffic signs yang sudah berwarna merah.

" Bukan pelit dok, hanya bagi abi dan umi itu hanya menghambur hambur uang saja, lebih baik uang untuk pesta tidak penting itu di alihkan ke tempat lain, misal, ke panti, atau pembangunan pesantren, mesjid dan apa saja yang kata umi bisa menambah amal jariyah kita kelak." Ujar Zara panjang lebar.

Ezar bungkam, sungguh dia tidak pernah menyangka jika mertuanya itu ternyata orang yang sangat dermawan.

" Tapi, apa kalian berdua tidak pernah protes? Bukankah jika masih kecil, merayakan ulang tahun dengan pesta meriah adalah sebuah impian?"

" Pernah dok, namanya juga anak anak, tentu menginginkan apa pun yang terkesan meriah. Tapi seiring waktu berlalu, kami mulai semakin paham maksud dan tujuan abi, kami justru sangat mendukung keputusan mereka."

" Lalu hadiah, apa hadiah yang mereka berikan?"

" Sesuai permintaan saya dan mas Zayn."

" Kalian meminta apa?"

" Mmm,, sama seperti anak anak pada umumnya, minta di belikan mainan dan apapun itu, nanti setelah aku dan mas Zayn beranjak remaja, permintaan kami juga jadi berubah."

" Berubah?" Ezar penasaran.

" Saya dan mas Zayn lebih suka merayakan ulang tahun kami di pesantren atau di panti asuhan. Karena ternyata berbagi itu sangat indah dok. Saya sangat bahagia ketika melihat adik adik kecil kami yang di panti mendapatkan hadiah dari kami, walau itu hanya mainan yang murah, tapi mereka terlihat sangat senang."

Hati Ezar menghangat, luar biasa didikan abi Adam dan umi Aza untuk kedua anaknya. Meski hidup berlebihan dan memiliki segalanya, mereka tidak pernah mengajar anaknya untuk berfoya foya. Mungkinkah ini salah satu sebab oma Afya dan opa Erwin menjodohkannya dengan Zara? Ezar sepertinya harus kembali menelaah dengan baik. Ini keluarga Brawijaya, istrinya adalah keturunan Brawijaya. Dan tidak ada yang tidak mengenal nama itu di seantero negeri. Nama baik dengan reputasi yang baik sudah menjadi bagian dari keluarga mereka.

" Bagaimana orang tuamu mendidik mu?"

" Mungkin sama seperti dokter, ku rasa semua orang tua sangat menyayangi anak anaknya. Mereka pasti mendidik anak anak mereka dengan sangat baik."

" Tidak, kau salah, tidak semua orang tua seperti itu."

Zara menatap Ezar seperti tidak percaya.

" Harusnya kau biasa melihat berita berita di sosial media, jika banyak orang tua yang menganiaya anak kandungnya sendiri."

" Mungkin mereka tidak paham agama. Terkadang amarah memang bisa membuat kita gelap mata. Tapi jika sedikit saja mereka tau pahala apa yang akan mereka dapatkan dengan merawat titipan Allah, saya yakin mereka tidak akan berbuat jahat pada anak anaknya. Abi dan umi juga tidak pernah memanjakan kami. Tidak semua yang kami minta mereka penuhi. Adakalanya kami harus menunggu beberapa bulan untuk mendapat kan apa yang kami inginkan. Kami harus melakukan semua perintah Abi dan umi, mengajarkan pada kami bahwa untuk mendapatkan sesuatu perlu usaha dan pengorbanan."

Ezar tersenyum tipis.

" Jadi hadiah apa yang tanpa kamu minta di berikan Abi dan umi?"

" Banyak..salah satunya mobil putih yang di rumah."

" Tapi sebelum punya mobil, kalian sering di antar sopir pribadi keluarga Brawijaya kan?"

" Tidak juga dok, saya dan mas Zayn biasa naik angkutan umum sepulang sekolah, hanya memang itu tidak lama, karena selepas sekolah dasar, Abi dan umi memasukkan kami ke pesantren."

" Kalian dari pesantren?"

" Iya."

Ezar kini semakin yakin jika opa Erwin memang sudah mengetahui semua tentang kehidupan Zara. Makanya, opa Erwin dan oma Afya tidak melepaskan kesempatan untuk menjadikan Zara sebagai salah satu anggota keluarga Pradipta. Gadis ini memang memiliki pesona yang menakjubkan.

Karena keasikan ngobrol, tak terasa mereka sudah tiba di kediaman Brawijaya.

Abi dan umi menyambut kedatangan anak dan menantunya. Zayn juga ikut meski dia berdiri jauh di belakang abi dan umi.

Bagi Ezar, ini adalah kunjungan pertamanya ke rumah Zara. Melihat kondisi rumah mewah tersebut, mobil berjejer dengan merek dan jenis yang berbeda, sopir ada dua puluh empat jam yang siap sedia mengantar pangeran dan putri keluarga kaya raya ini, Ezar jadi geli sendiri dan tidak percaya jika Zara berangkat dan pulang sekolah menggunakan angkutan umum.

Ezar merasa berada di rumah sendiri, walau di antara keluarga Zara, ada satu yang membuatnya risih, tapi itu tidak mengurangi kebahagiaan Ezar yang memiliki mertua sehumble Abi Adam dan umi Aza.

Malam tiba, karena bujukan umi, Ezar bersedia menginap. Padahal rencana awal, mereka akan pulang siang atau malam hari.

Sepanjang mereka berada di rumah Brawijaya, Ezar tidak pernah jauh jauh dari Zara. Sama seperti saat mereka menginap di rumah Pradipta, perlakuan Ezar begitu manis pada Zara, panggilan mereka juga berubah.

Tapi ada satu orang yang selalu memperhatikan gelagat mencurigakan dari kemesraan Zara dan Ezar. Siapa lagi jika bukan si protektif Zayn. Kemesraan itu baginya seperti di buat buat, tidak real seperti pasangan pada umunya.

Ezar sudah berada di dalam kamar Zara, kamar yang sangat luas tapi terkesan sederhana, tidak ada barang barang mewah, seluas mata Ezar memandang, lebih banyak buku buku tentang agama yang dia lihat terpajang rapi di rak lemari.

Tibalah waktu tidur, karena tidak ada sofa seperti di rumah Pradipta, Ezar jadi terlihat gusar. Tidak mungkin dia tidur di atas tempat tidur istrinya. Lalu di mana dia akan merebahkan tubuh lelahnya?

Zara mengambil karpet dan selimut tebal. Kemudian menggelarnya di samping tempat tidur yang tidak terlalu besar. Ukuran tempat tidur itu jauh berbeda dengan ranjang mewah di rumah Pradipta.

" Apa itu?"

" Ini?" Tunjuknya pada karpet dan selimut tersebut. " Dokter Ezar boleh tidur di kasur, biar saya di bawah."

Ezar terkesiap. Kenapa dia merasa tersindir?

" Kenapa harus di bawah?" Tanya Ezar sembari memasukkan salah satu tangannya ke dalam saku celana yang dia kenakan.

" Karena kita tidak boleh tidur bersama."

" Kenapa tidak aku saja yang di situ? " Tunjuk Ezar pada tempat tidur dadakan yang di buat Zara.

" Karena ini pertama kalinya dokter ke sini, dan, karena saya sangat menghormati anda sebagai suami saya."

Deg...Ezar menatap Zara dengan tatapan yang sulit di tebak. Tiba tiba saja jantungnya berdebar. Suami?

" Tapi aku tidak memperlakukanmu demikian saat kau menginap di rumahku."

" Tidak apa apa. Haruskah saya membalas dengan melakukan hal yang sama? Tidak. Itu tidak akan pernah terjadi." Katanya mengulas senyum.

Ezar tak melepas Zara dari tatapannya. Apapun yang di lakukan gadis cantik itu, semua tak luput dari mata elangnya.

" Tidur bersama denganku, bagaimana?"

...****************...

Terpopuler

Comments

Yani

Yani

Emang kamu dr yang tudak menggap ustrimu

2024-11-02

2

Violeta

Violeta

oohh Zayn kaka yg sangat peka situasi & perhatian banget ke adiknya...😘🥰

2025-02-12

1

🌷💚SITI.R💚🌷

🌷💚SITI.R💚🌷

jangan cari celah buat deketin zara ya zar..krn hati kamu msh ada gina

2024-11-26

1

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 : Nikah instan
2 Episode 2 : Syarat pernikahan
3 Episode 3 : Sah
4 Episode 4 : Interaksi pertama
5 Episode 5 : Zayn dan Zara
6 Episode 6 : Tugas pertama
7 Episode 7 : Pernikahan Azura
8 Episode 8 : Pernikahan yang tidak sama
9 Episode 9 : Ciuman pertama
10 Episode 10 : Godaan iman
11 Episode 11 : Mulai protektif
12 Episode 12 : Kakak yang rindu
13 Episode 13 : Jatuh cinta?
14 Episode 14 : Tidur bersama
15 Episode 15 : Zara terluka
16 Episode 16 : Cemburu
17 Episode 17 : Marah
18 Episode 18 : Acara di luar kota
19 Episode 19 : Pengakuan pertama kali
20 Episode 20 : Boleh aku mengenalmu lebih dekat?
21 Episode 21 : Panggilan baru
22 Episode 22 : Praduga tak bersalah
23 Episode 23 : Tatapan kemarahan
24 Episode 24 : Kemarahan dan kecemburuan
25 Episode 25 : Kecelakaan
26 Episode 26 : Kesabaran setipis tisu
27 Episode 27 : Cukup tiga saja
28 Episode 28 : Perang hati di mulai
29 Episode 29 : Mati kita putus
30 Episode 30 : Kita mulai dari awal
31 Episode 31 : Tamu tak di undang
32 Episode 32 : Biar aku yang urus
33 Episode 33 : Pembalasan kecil
34 Episode 34 : Terkuaknya identitas
35 Episode 35 : Pencarian bukti
36 Episode 36 : Semut pun melawan jika terinjak
37 Episode 37 : Malam pertama
38 Episode 38 : Jahil satu sama lain
39 Episode 39: Umi Aza yang kesepian
40 Episode 40 : Kepribadian Zayn yang koleris
41 Episode 41 : Ezar dan Zayn
42 Episode 42 : Iblis wanita
43 Episode 43 : Zara hamil
44 Episode 44 : Ghina pun tau
45 Episode 45 : Menyala pembantuku
46 Episode 46 : Mari berpacaran
47 Episode 47 : Jurus yang sama
48 Episode 48 : Sepak terjang Ghina
49 Episode 49 : Trauma psikologis
50 Episode 50 : Wanita menjijikkan
51 Episode 51 : Zayn menggila
52 Episode 52 : Giliran Ezar
53 Episode 53 : Nasehat umi
54 Episode 54 : Kuncinya adalah ikhlas
55 Episode 55 : Umi yang paling pengertian
56 Episode 56 : Aku mencintaimu
57 Episode 57 : Pertemuan Zara dan Ghina
58 Episode 58 : Pamit
59 Episode 59 : Masalah baru
60 Episode 60 : Waktunya bercocok tanam
61 Episode 61 : Bubur langganan
62 Episode 62 : Zayn menginap
63 Episode 63 : Sikap paling utama adalah, menghormati siapapun
64 Episode 64 : Siapa wanita itu?
65 Episode 65 : Lebih agresif
66 Episode 66 : Allah Maha Baik
67 Episode 67 : Zayn yang terbully
68 Episode 68 : Kecewa karena cinta
69 Episode 69 : Safa dan Marwah
70 Episode 70 : Jalan jalan bersama si kembar
71 Episode 71 : Kembali dalam keadaan tak berdaya
72 Episode 72 : Karma atau bukan?
73 Episode 73 : Rasa bersalah itu ada
74 Episode 74 : Ingin bertemu lagi
75 Episode 75 : Hasrat yang tertunda
76 Episode 76 : Rasa sakit itu sudah hilang
77 Episode 77 : Mengajak si kembar
78 Episode 78 : Titipan Ghina
79 Episode 79 : Ingin bertemu Ezar
80 Episode 80 : Kesedihan tuan Sony
81 episode 81 : Mencoba menerima
82 Episode 82 : Tuan Sony dan Zara
83 Episode 83 : Tingkah Zayn
84 Episode 84 : Surprise termanis
85 Episode 85 : Pamer kemesraan
86 Episode 86 : Teman baru
87 Episode 87 : Resepsi yang terlambat
88 Episode 88 : Rencana liburan
89 Episode 89 : Kehangatan keluarga Brawijaya
90 Episode 90 : Zayn kena marah
91 Episode 91 : Zayn dan si kembar
92 Episode 92 : Aretha dan si kembar
93 Episode 93 : Cinta Zara ( End )
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Episode 1 : Nikah instan
2
Episode 2 : Syarat pernikahan
3
Episode 3 : Sah
4
Episode 4 : Interaksi pertama
5
Episode 5 : Zayn dan Zara
6
Episode 6 : Tugas pertama
7
Episode 7 : Pernikahan Azura
8
Episode 8 : Pernikahan yang tidak sama
9
Episode 9 : Ciuman pertama
10
Episode 10 : Godaan iman
11
Episode 11 : Mulai protektif
12
Episode 12 : Kakak yang rindu
13
Episode 13 : Jatuh cinta?
14
Episode 14 : Tidur bersama
15
Episode 15 : Zara terluka
16
Episode 16 : Cemburu
17
Episode 17 : Marah
18
Episode 18 : Acara di luar kota
19
Episode 19 : Pengakuan pertama kali
20
Episode 20 : Boleh aku mengenalmu lebih dekat?
21
Episode 21 : Panggilan baru
22
Episode 22 : Praduga tak bersalah
23
Episode 23 : Tatapan kemarahan
24
Episode 24 : Kemarahan dan kecemburuan
25
Episode 25 : Kecelakaan
26
Episode 26 : Kesabaran setipis tisu
27
Episode 27 : Cukup tiga saja
28
Episode 28 : Perang hati di mulai
29
Episode 29 : Mati kita putus
30
Episode 30 : Kita mulai dari awal
31
Episode 31 : Tamu tak di undang
32
Episode 32 : Biar aku yang urus
33
Episode 33 : Pembalasan kecil
34
Episode 34 : Terkuaknya identitas
35
Episode 35 : Pencarian bukti
36
Episode 36 : Semut pun melawan jika terinjak
37
Episode 37 : Malam pertama
38
Episode 38 : Jahil satu sama lain
39
Episode 39: Umi Aza yang kesepian
40
Episode 40 : Kepribadian Zayn yang koleris
41
Episode 41 : Ezar dan Zayn
42
Episode 42 : Iblis wanita
43
Episode 43 : Zara hamil
44
Episode 44 : Ghina pun tau
45
Episode 45 : Menyala pembantuku
46
Episode 46 : Mari berpacaran
47
Episode 47 : Jurus yang sama
48
Episode 48 : Sepak terjang Ghina
49
Episode 49 : Trauma psikologis
50
Episode 50 : Wanita menjijikkan
51
Episode 51 : Zayn menggila
52
Episode 52 : Giliran Ezar
53
Episode 53 : Nasehat umi
54
Episode 54 : Kuncinya adalah ikhlas
55
Episode 55 : Umi yang paling pengertian
56
Episode 56 : Aku mencintaimu
57
Episode 57 : Pertemuan Zara dan Ghina
58
Episode 58 : Pamit
59
Episode 59 : Masalah baru
60
Episode 60 : Waktunya bercocok tanam
61
Episode 61 : Bubur langganan
62
Episode 62 : Zayn menginap
63
Episode 63 : Sikap paling utama adalah, menghormati siapapun
64
Episode 64 : Siapa wanita itu?
65
Episode 65 : Lebih agresif
66
Episode 66 : Allah Maha Baik
67
Episode 67 : Zayn yang terbully
68
Episode 68 : Kecewa karena cinta
69
Episode 69 : Safa dan Marwah
70
Episode 70 : Jalan jalan bersama si kembar
71
Episode 71 : Kembali dalam keadaan tak berdaya
72
Episode 72 : Karma atau bukan?
73
Episode 73 : Rasa bersalah itu ada
74
Episode 74 : Ingin bertemu lagi
75
Episode 75 : Hasrat yang tertunda
76
Episode 76 : Rasa sakit itu sudah hilang
77
Episode 77 : Mengajak si kembar
78
Episode 78 : Titipan Ghina
79
Episode 79 : Ingin bertemu Ezar
80
Episode 80 : Kesedihan tuan Sony
81
episode 81 : Mencoba menerima
82
Episode 82 : Tuan Sony dan Zara
83
Episode 83 : Tingkah Zayn
84
Episode 84 : Surprise termanis
85
Episode 85 : Pamer kemesraan
86
Episode 86 : Teman baru
87
Episode 87 : Resepsi yang terlambat
88
Episode 88 : Rencana liburan
89
Episode 89 : Kehangatan keluarga Brawijaya
90
Episode 90 : Zayn kena marah
91
Episode 91 : Zayn dan si kembar
92
Episode 92 : Aretha dan si kembar
93
Episode 93 : Cinta Zara ( End )

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!