Bab 10

Farhan berjalan ke ruang tengah rumah itu, yang letaknya berada di dekat kamar yang sedang ditempati oleh Rania. Ia duduk di sofa seraya memandangi pintu kamar Rania.

Farhan menuruti ibu nya, ia tak mendekati pintu itu, dan tak juga bermaksud menemui Rania. Ia hanya duduk memandang pintu kamar dan menghisap rokoknya dalam-dalam.

Mama Laura dan papa Rangga yang khawatir pun mengikuti putranya ke ruang itu, dan menjadi tenang ketika melihat Farhan hanya duduk diam di sofa. Mereka khawatir jika Farhan dengan nekat memaksa Rania menemuinya atau bahkan memaksa wanita itu untuk ikut dengannya.

"Kau tidak kerja?" tanya Papa Rangga.

"Nanti aku akan ke kantor, tidak ada urusan urgent hari ini," sahut Farhan masih sambil menghisap rokoknya.

Rania yang berada di dalam kamar pun dapat mendengar suara percakapan mereka walaupun tidak begitu jelas.

"Mama kira kamu tidak akan datang ke sini lagi selama Rania masih di sini," ucap mama Laura.

"Aku hanya tidak ke sini beberapa hari, bukan berarti tak akan kesini lagi. Memangnya Rania akan pergi dari sini? Dari pertanyaan mama sepertinya mama akan membawanya pergi, apakah benar begitu?" selidik Farhan.

"Tidak, bukan begitu. Ya siapa tahu nanti setelah kalian bercerai, Rania akan dilamar oleh seseorang. Maka di saat itu Rania akan meninggalkan rumah ini dan ikut bersama suaminya," jawab mama Laura menjelaskan maksud nya.

Mendengar itu Farhan mematikan rokoknya pada asbak yang berada di hadapannya. Lalu pandangannya dialihkan pada mama Laura.

"Aku masih suami Rania kalau mama lupa, tidak ada yang bisa membawanya pergi kecuali aku," sahut Farhan terlihat sedikit kesal.

"Bukannya kalian akan bercerai? Dan kau akan menikahi perempuan itu kan? Kenapa masih memikirkan kau suami Rania atau bukan?" tanya mama Laura heran.

Farhan hanya menatap mama Laura dalam diam. Ia menghirup nafas dalam-dalam, setelah itu beranjak pergi tanpa menjawab perkataan ibunya.

Mama Laura dan papa Rangga berpandangan tak mengerti, kemudian mama Laura memanggil Farhan.

"Farhan," suara mama Laura menghentikan langkah Farhan.

"Jangan lupa, Rania menunggu surat perceraian darimu. Jangan kau tunda dalam mengurus nya. Jika kau mempersulit dalam pengurusan surat itu, maka mama dan papa yang akan mengurusnya," ucap mama Laura mengingatkan.

Farhan hanya mendengarkan peringatan ibu nya itu dalam diam. Lalu kembali melangkahkan kaki nya pergi meninggalkan rumah itu tanpa sepatah kata pun.

Sementara Rania yang mendengar semua itu di balik pintu hanya bisa pasrah. Sebenarnya sudah sampai mana Farhan mengurus surat perceraian nya? Kenapa sudah seminggu belum ada kabar tentang perceraiannya.

Dalam perasaan bimbang, Rania berjalan ke jendela kamarnya. Sambil menatap langit melalui jendela, ia memanjatkan doa.

"Tuhan, aku mohon bantu proses perceraian ku. Mudahkan lah proses nya karena aku tak mau lagi jika harus bertemu dengannya dalam keadaan seperti ini," ucap Rania dalam sendu.

Tanpa Rania sadari, ada sepasang mata yang sedang memperhatikan dirinya. Farhan yang telah masuk dalam mobilnya dan hendak pergi, tak sengaja menangkap sosok Rania yang berada di jendela kamar.

Kamar yang Rania tempati berada tepat di depan tempat parkir mobilnya. Farhan memperhatikan raut wajah Rania yang terlihat menahan airmata sambil menatap langit itu.

Dalam diam, ia terus memperhatikan wanita yang saat ini masih menjadi istrinya itu. Rania berusaha agar tak mengeluarkan airmata. Ia merasa amat lelah jika menghabiskan harinya untuk menangis.

Melihat Farhan hari ini membuat perasaan dan suasana hatinya sangat berantakan. Ia bahkan merasa sedih, kesal dan benci yang bercampur menjadi satu.

Setelah Rania puas menghabiskan kegelisahannya dengan menatap langit, ia bermaksud beranjak dari jendela. Namun matanya tak sengaja bertemu dengan sepasang mata coklat milik Farhan yang masih dengan tajam memperhatikan dirinya.

"Farhan," batinnya.

"Sejak kapan laki-laki kejam itu ada di situ?" tanya Rania dalam hati.

Tanpa pikir panjang, Rania menutupi jendelanya dengan gorden dan pergi meninggalkan tempat itu. Ia sungguh tak mau lagi bahkan hanya dilihat oleh Farhan.

Terpopuler

Comments

Vivi Ajaku

Vivi Ajaku

thor papanya parah apa bisu ya

2025-01-15

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Malam Pertama dan Siksa
2 Bab 2 Aku Ingin Hidup
3 Bab 3 Takut
4 Bab 4
5 Bab 5 Adik
6 Bab 6
7 Bab 7 Laki-laki yang Baik
8 Bab 8 Dia Bukan Barang
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12 Dimana Rania?
13 Bab 13 Dia adalah Istriku
14 Bab 14 Kau Masih Istriku
15 Bab 15
16 16 Telat Datang Bulan
17 Bab 17
18 Bab 18 Tidak akan Kembali Bersamanya
19 Bab 19 Tidak Usah Ikut Campur
20 Bab 20 Positif
21 Bab 21 Bantu Gugurkan Kandungan
22 Bab 22
23 Bab 23 Tak Sadarkan Diri
24 Bab 24 Rania Hamil?
25 Bab 25 Tidak akan Menceraikannya
26 Visual Tokoh Terpaksa Menikahi Pria Kejam
27 Bab 26 Aroma tubuh
28 Bab 27 Tinggalkan Aku Sendiri
29 Bab 28 Maafkan Aku ya
30 Bab 29 Lepaskan Rania
31 bab 30 Menculik
32 Bab 31 Pergilah dari Hadapanku
33 Bab 32 Tempatmu adalah di rumahku
34 Bab 33 Lupakan Kekasihmu
35 Bab 34 Tidak Akan Terjadi Apapun Kepadamu
36 Bab 35 Mimpi Buruk
37 Bab 36 Terlalu Banyak Berulah
38 Bab 37 Kedatangan Dewi
39 Bab 38 Aku Kembali
40 Bab 39 Aku Punya Hak atas Dirimu
41 Bab 40 Pergi Berempat
42 Bab 41 Tak Punya Hati
43 Bab 42 Ceraikan Aku Sekarang
44 Bab 43 Keletihan
45 Bab 44 Jangan Macam-macam dengan Bayiku
46 Bab 45 Mabuk
47 Bab 46 Kegelisahan
48 Bab 47 Jangan Mengaturku
49 Bab 48 Syarat
50 Bab 49 Apa Kau Bisa Melayaniku?
51 Bab 50 Cobalah Mempercayaiku
52 Bab 51 Apa Kau Takut Padaku?
53 Bab 52 Istri yang Tidak Kau Cintai
54 Bab 53 Aku Ingin Dekat dengan Anakku
55 Bab 54 Dia Laki-laki Jahat
56 Bab 55 Tempat Terkutuk
57 Bab 56 Melewati Batas
58 Bab 57 Aku Ingin Teman
59 Bab 58 Bioskop Mini
60 Bab 59 Kembar
61 Bab 60 Memijat
62 Bab 61 Tidak Melanggar Janjiku
63 Bab 62 Ingin Pergi Bersamaku?
64 Bab 63 Ingin Sesuatu
65 Bab 64 Mengambil Tindakan
66 Bab 65 Perjanjian
67 Bab 66 Jalan-jalan
68 "Bab 67 Wajah Tampan
69 Bab 68 Senam
70 Bab 69 Dapat Ponsel
71 Bab 70 Kedatangan Mama Laura
72 Bab 71 Berbincang
73 Bab 72 Ingin Randi Datang
74 Bab 73 Randi Datang
75 Bab 74 Dia Mencintaiku
76 Bab 75 Apa Kau Mencintainya?
77 Bab 76 Menunggu Kesempatan
78 Bab 77 Kekecewaan Rania
79 Bab 78 Kepergian Rania
80 Bab 79 Kemarahan Farhan
81 Bab 80 Keputusan Farhan
82 Bab 81 Hidup Tanpa Rania?
83 Bab 82 Terluka
84 Bab 83 Aku mencintaimu
85 Bab 84 Mengembalikan Semangat
86 Bab 85 Bayiku
87 Bab 86 Karma
88 Bab 87 Rindu Rania
89 Bab 88 Tak Rela
90 Bab 89 Bela
91 Bab 90 Benhard (Ben)
92 Bab 91 Bertemu
93 Bab 92 Ben Bela
94 Bab 93 Kembalilah Menjadi Istri ku
95 Bab 94 Tidak Ada Perceraian
96 Bab 95 Pernah Jatuh Cinta
97 Bab 96 Apakah ini Nyata?
98 Bab 97 Maafkan Aku
99 Bab 98
100 Bab 99 Mimpi Buruk 2
101 Bab 100 Depresi
102 Bab 101 Kalung
103 Bab 102 Sangat Mencintai mu
104 Bab 103 Papa
105 Bab 104 Jangan Pergi Bersamanya
106 Bab 105 Tak Bisa Kehilangan
107 Bab 106 Sentuhan Tangan
108 Bab 107 Sekali Lagi
109 Bab 108 Ucapan Terima Kasih
110 Bab 109 Belum Seutuhnya
111 Bab 110 Milikku sepenuhnya (18+)
112 Bab 111 Seperti Pengantin Baru
113 Bab 112 Tidak Lucu
114 Bab 113 Kehangatan dua Sahabat
115 Bab 114 Dewi
116 Bab 115 Makan Siang
117 Bab 116 Membuat Adik
118 Bab 117 Selamat Tinggal Rania
119 Bab 118 Candu (Ending)
120 Promosi Novel Baru
Episodes

Updated 120 Episodes

1
Bab 1 Malam Pertama dan Siksa
2
Bab 2 Aku Ingin Hidup
3
Bab 3 Takut
4
Bab 4
5
Bab 5 Adik
6
Bab 6
7
Bab 7 Laki-laki yang Baik
8
Bab 8 Dia Bukan Barang
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12 Dimana Rania?
13
Bab 13 Dia adalah Istriku
14
Bab 14 Kau Masih Istriku
15
Bab 15
16
16 Telat Datang Bulan
17
Bab 17
18
Bab 18 Tidak akan Kembali Bersamanya
19
Bab 19 Tidak Usah Ikut Campur
20
Bab 20 Positif
21
Bab 21 Bantu Gugurkan Kandungan
22
Bab 22
23
Bab 23 Tak Sadarkan Diri
24
Bab 24 Rania Hamil?
25
Bab 25 Tidak akan Menceraikannya
26
Visual Tokoh Terpaksa Menikahi Pria Kejam
27
Bab 26 Aroma tubuh
28
Bab 27 Tinggalkan Aku Sendiri
29
Bab 28 Maafkan Aku ya
30
Bab 29 Lepaskan Rania
31
bab 30 Menculik
32
Bab 31 Pergilah dari Hadapanku
33
Bab 32 Tempatmu adalah di rumahku
34
Bab 33 Lupakan Kekasihmu
35
Bab 34 Tidak Akan Terjadi Apapun Kepadamu
36
Bab 35 Mimpi Buruk
37
Bab 36 Terlalu Banyak Berulah
38
Bab 37 Kedatangan Dewi
39
Bab 38 Aku Kembali
40
Bab 39 Aku Punya Hak atas Dirimu
41
Bab 40 Pergi Berempat
42
Bab 41 Tak Punya Hati
43
Bab 42 Ceraikan Aku Sekarang
44
Bab 43 Keletihan
45
Bab 44 Jangan Macam-macam dengan Bayiku
46
Bab 45 Mabuk
47
Bab 46 Kegelisahan
48
Bab 47 Jangan Mengaturku
49
Bab 48 Syarat
50
Bab 49 Apa Kau Bisa Melayaniku?
51
Bab 50 Cobalah Mempercayaiku
52
Bab 51 Apa Kau Takut Padaku?
53
Bab 52 Istri yang Tidak Kau Cintai
54
Bab 53 Aku Ingin Dekat dengan Anakku
55
Bab 54 Dia Laki-laki Jahat
56
Bab 55 Tempat Terkutuk
57
Bab 56 Melewati Batas
58
Bab 57 Aku Ingin Teman
59
Bab 58 Bioskop Mini
60
Bab 59 Kembar
61
Bab 60 Memijat
62
Bab 61 Tidak Melanggar Janjiku
63
Bab 62 Ingin Pergi Bersamaku?
64
Bab 63 Ingin Sesuatu
65
Bab 64 Mengambil Tindakan
66
Bab 65 Perjanjian
67
Bab 66 Jalan-jalan
68
"Bab 67 Wajah Tampan
69
Bab 68 Senam
70
Bab 69 Dapat Ponsel
71
Bab 70 Kedatangan Mama Laura
72
Bab 71 Berbincang
73
Bab 72 Ingin Randi Datang
74
Bab 73 Randi Datang
75
Bab 74 Dia Mencintaiku
76
Bab 75 Apa Kau Mencintainya?
77
Bab 76 Menunggu Kesempatan
78
Bab 77 Kekecewaan Rania
79
Bab 78 Kepergian Rania
80
Bab 79 Kemarahan Farhan
81
Bab 80 Keputusan Farhan
82
Bab 81 Hidup Tanpa Rania?
83
Bab 82 Terluka
84
Bab 83 Aku mencintaimu
85
Bab 84 Mengembalikan Semangat
86
Bab 85 Bayiku
87
Bab 86 Karma
88
Bab 87 Rindu Rania
89
Bab 88 Tak Rela
90
Bab 89 Bela
91
Bab 90 Benhard (Ben)
92
Bab 91 Bertemu
93
Bab 92 Ben Bela
94
Bab 93 Kembalilah Menjadi Istri ku
95
Bab 94 Tidak Ada Perceraian
96
Bab 95 Pernah Jatuh Cinta
97
Bab 96 Apakah ini Nyata?
98
Bab 97 Maafkan Aku
99
Bab 98
100
Bab 99 Mimpi Buruk 2
101
Bab 100 Depresi
102
Bab 101 Kalung
103
Bab 102 Sangat Mencintai mu
104
Bab 103 Papa
105
Bab 104 Jangan Pergi Bersamanya
106
Bab 105 Tak Bisa Kehilangan
107
Bab 106 Sentuhan Tangan
108
Bab 107 Sekali Lagi
109
Bab 108 Ucapan Terima Kasih
110
Bab 109 Belum Seutuhnya
111
Bab 110 Milikku sepenuhnya (18+)
112
Bab 111 Seperti Pengantin Baru
113
Bab 112 Tidak Lucu
114
Bab 113 Kehangatan dua Sahabat
115
Bab 114 Dewi
116
Bab 115 Makan Siang
117
Bab 116 Membuat Adik
118
Bab 117 Selamat Tinggal Rania
119
Bab 118 Candu (Ending)
120
Promosi Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!