Bab 7 Laki-laki yang Baik

"Kau sungguh adiknya Farhan?" tanya Randi dengan ramah.

Rania hanya mengangguk saja. Ia tak berniat menjawab pertanyaan yang terdapat nama itu di dalamnya.

"Aku sahabat kakakmu sejak kami kecil, tapi saat itu aku harus ke luar negeri, karena ayahku pindah ke sana. Dan aku juga harus menyelesaikan study ku di sana. Mungkin terlalu lama aku pergi, sehingga aku tidak tahu jika Farhan memiliki adik perempuan," ucapnya menjelaskan.

Rania hanya tersenyum datar. Wanita itu tidak ingin tahu bagaimana kisah Randi dan Farhan. Kisahnya saja dengan laki-laki itu ingin segera dilupakannya.

"Kau pemalu ya? Atau kau takut padaku?" tanya Randi menatap Rania.

"Tidak, aku hanya tidak biasa berbicara banyak dengan orang yang baru aku kenal," sahut Rania.

"Hahahaha, kau benar-benar adik Farhan rupanya. Jawabanmu persis seperti dirinya ketika ada seseorang yang tidak dikenalnya mengajak bicara," sahut Randi sambil tertawa.

Mendengar itu Rania merasa menyesal telah mengeluarkan kata-kata seperti itu. Ia tidak suka apapun yang berkaitan dengan Farhan. Apalagi jika dirinya disamakan dengan sifat laki-laki itu. Menjijikan. Namun Rania tidak menjawab apa-apa.

"Baiklah baik, aku tidak akan memaksa mu untuk berbicara padaku jika kamu tidak suka. Tapi aku orang baik, kau tak perlu takut padaku," ucap Randi dengan ramah.

"Bagaimana aku tahu jika kau benar-benar baik? Apakah kau tidak pernah menyakiti satu orang pun di dunia ini?" sahut Rania dengan pertanyaan.

Randi yang mendapat pertanyaan itu merasa bingung. Ia menatap Rania dengan heran.

"Jika kau baik, apakah kau tidak pernah membenci sesuatu? Karena sebaik apapun orang, jika ia membenci sesuatu pasti ia akan berbuat tidak baik terhadap yang dibencinya. Bukankah begitu?" tanya Rania.

Randi semakin heran mendapat pertanyaan seperti itu. Ada apa dengan wanita ini? Sepertinya ada luka yang mendalam yang berusaha disembunyikannya.

"Ah maaf, aku terlalu banyak bicara sepertinya," ucap Rania menoleh ke arah Randi sesaat.

"Oh tidak, kau masih sangat irit bicara Rania. Tidak apa-apa, aku akan menjawab pertanyaan mu itu," sahut Randi tersenyum.

"Aku tidak tahu mengapa kau bisa berpikir seperti itu tentangku. Apakah ada luka yang kau simpan, atau tidak. Tapi jika aku membenci sesuatu maka aku tidak akan pernah menyakitinya," jawab Randi.

Rania menatap Randi sesaat lalu kembali menundukkan kepalanya.

"Rania, kau akan tahu aku jika kau mengenalku. Kau pernah dengar ungkapan tak kenal maka tak sayang?" tanya Randi mencairkan suasana.

"Ya, aku pernah mendengarnya," sahut Rania.

"Nah, seperti itu lah kita. Kalau kau belum kenal aku, maka kau belum tau bagaimana aku kan? Apakah kau mau berteman denganku?" tanya Randi.

"Kau sungguh ingin menjadi temanku?" Rania bertanya balik.

"Tentu saja, kau adalah adik sahabat ku. Aku ingin berteman juga denganmu," sahut Randi.

Rania terlihat berpikir sejenak. Lalu pandangannya beralih pada Randi. "Baiklah."

"Nah begitu dong, jika ada masalah kau bisa bercerita apapun kepadaku. Aku janji tak akan pernah memberitahukan kepada siapapun," ucap Randi percaya diri.

"Termasuk pada sahabatmu sendiri?" tanya Rania.

Randi menoleh ke arah Rania. "Tentu saja, aku bukanlah orang yang membagikan cerita orang lain kepada sahabatku atau keluarga ku sendiri Rania."

Tanpa mereka sadari mama Laura memperhatikan mereka dari balik jendela. Ia membawakan minuman untuk Randi dan juga Rania.

"Apakah Randi bisa menjadi pelipur lara Rania? Apakah Randi mungkin bisa melindungi Rania dari Farhan, sahabatnya sendiri?" mama Laura berbicara sendiri di dalam hatinya.

Tiba-tiba mama Laura mengingat sesuatu. "Mengapa belum ada surat pengajuan cerai dari Farhan? Bukankah ini sudah tiga hari berlalu?" batin mama Laura.

Rania yang tak sengaja menoleh ke arah jendela, melihat mama Laura memegang nampan sambil melamun. Ia pun beranjak dari duduknya lalu berjalan menghampiri mama Laura.

"Sedang apa di sini ma?" suara Rania menyadarkan mama Laura.

"Oh ini mama bawakan minuman dan makanan untuk kalian berdua," sahut mama Laura.

"Sini, biar Rania yang bawa," ucap Rania ingin mengambil alih nampan di tangan mamanya.

"Biar aku saja yang bawa ya," tiba-tiba Randi sudah ada di sebelahnya.

Laki-laki itu mengambil nampan yang berisi minuman dan makanan itu dan membawanya ke taman belakang.

Rania menatap Mama Laura lalu mama Laura pun berkata," Duduklah bersama Randi, dia laki-laki yang baik. Jadi jangan takut ya sayang."

Rania tersenyum dan mengangguk, kemudian ia berjalan menghampiri Randi.

Terpopuler

Comments

simta dila

simta dila

sepertinya mama ingin menjodohkan Rania lagi ya 🤔

2024-08-14

3

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Malam Pertama dan Siksa
2 Bab 2 Aku Ingin Hidup
3 Bab 3 Takut
4 Bab 4
5 Bab 5 Adik
6 Bab 6
7 Bab 7 Laki-laki yang Baik
8 Bab 8 Dia Bukan Barang
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12 Dimana Rania?
13 Bab 13 Dia adalah Istriku
14 Bab 14 Kau Masih Istriku
15 Bab 15
16 16 Telat Datang Bulan
17 Bab 17
18 Bab 18 Tidak akan Kembali Bersamanya
19 Bab 19 Tidak Usah Ikut Campur
20 Bab 20 Positif
21 Bab 21 Bantu Gugurkan Kandungan
22 Bab 22
23 Bab 23 Tak Sadarkan Diri
24 Bab 24 Rania Hamil?
25 Bab 25 Tidak akan Menceraikannya
26 Visual Tokoh Terpaksa Menikahi Pria Kejam
27 Bab 26 Aroma tubuh
28 Bab 27 Tinggalkan Aku Sendiri
29 Bab 28 Maafkan Aku ya
30 Bab 29 Lepaskan Rania
31 bab 30 Menculik
32 Bab 31 Pergilah dari Hadapanku
33 Bab 32 Tempatmu adalah di rumahku
34 Bab 33 Lupakan Kekasihmu
35 Bab 34 Tidak Akan Terjadi Apapun Kepadamu
36 Bab 35 Mimpi Buruk
37 Bab 36 Terlalu Banyak Berulah
38 Bab 37 Kedatangan Dewi
39 Bab 38 Aku Kembali
40 Bab 39 Aku Punya Hak atas Dirimu
41 Bab 40 Pergi Berempat
42 Bab 41 Tak Punya Hati
43 Bab 42 Ceraikan Aku Sekarang
44 Bab 43 Keletihan
45 Bab 44 Jangan Macam-macam dengan Bayiku
46 Bab 45 Mabuk
47 Bab 46 Kegelisahan
48 Bab 47 Jangan Mengaturku
49 Bab 48 Syarat
50 Bab 49 Apa Kau Bisa Melayaniku?
51 Bab 50 Cobalah Mempercayaiku
52 Bab 51 Apa Kau Takut Padaku?
53 Bab 52 Istri yang Tidak Kau Cintai
54 Bab 53 Aku Ingin Dekat dengan Anakku
55 Bab 54 Dia Laki-laki Jahat
56 Bab 55 Tempat Terkutuk
57 Bab 56 Melewati Batas
58 Bab 57 Aku Ingin Teman
59 Bab 58 Bioskop Mini
60 Bab 59 Kembar
61 Bab 60 Memijat
62 Bab 61 Tidak Melanggar Janjiku
63 Bab 62 Ingin Pergi Bersamaku?
64 Bab 63 Ingin Sesuatu
65 Bab 64 Mengambil Tindakan
66 Bab 65 Perjanjian
67 Bab 66 Jalan-jalan
68 "Bab 67 Wajah Tampan
69 Bab 68 Senam
70 Bab 69 Dapat Ponsel
71 Bab 70 Kedatangan Mama Laura
72 Bab 71 Berbincang
73 Bab 72 Ingin Randi Datang
74 Bab 73 Randi Datang
75 Bab 74 Dia Mencintaiku
76 Bab 75 Apa Kau Mencintainya?
77 Bab 76 Menunggu Kesempatan
78 Bab 77 Kekecewaan Rania
79 Bab 78 Kepergian Rania
80 Bab 79 Kemarahan Farhan
81 Bab 80 Keputusan Farhan
82 Bab 81 Hidup Tanpa Rania?
83 Bab 82 Terluka
84 Bab 83 Aku mencintaimu
85 Bab 84 Mengembalikan Semangat
86 Bab 85 Bayiku
87 Bab 86 Karma
88 Bab 87 Rindu Rania
89 Bab 88 Tak Rela
90 Bab 89 Bela
91 Bab 90 Benhard (Ben)
92 Bab 91 Bertemu
93 Bab 92 Ben Bela
94 Bab 93 Kembalilah Menjadi Istri ku
95 Bab 94 Tidak Ada Perceraian
96 Bab 95 Pernah Jatuh Cinta
97 Bab 96 Apakah ini Nyata?
98 Bab 97 Maafkan Aku
99 Bab 98
100 Bab 99 Mimpi Buruk 2
101 Bab 100 Depresi
102 Bab 101 Kalung
103 Bab 102 Sangat Mencintai mu
104 Bab 103 Papa
105 Bab 104 Jangan Pergi Bersamanya
106 Bab 105 Tak Bisa Kehilangan
107 Bab 106 Sentuhan Tangan
108 Bab 107 Sekali Lagi
109 Bab 108 Ucapan Terima Kasih
110 Bab 109 Belum Seutuhnya
111 Bab 110 Milikku sepenuhnya (18+)
112 Bab 111 Seperti Pengantin Baru
113 Bab 112 Tidak Lucu
114 Bab 113 Kehangatan dua Sahabat
115 Bab 114 Dewi
116 Bab 115 Makan Siang
117 Bab 116 Membuat Adik
118 Bab 117 Selamat Tinggal Rania
119 Bab 118 Candu (Ending)
120 Promosi Novel Baru
Episodes

Updated 120 Episodes

1
Bab 1 Malam Pertama dan Siksa
2
Bab 2 Aku Ingin Hidup
3
Bab 3 Takut
4
Bab 4
5
Bab 5 Adik
6
Bab 6
7
Bab 7 Laki-laki yang Baik
8
Bab 8 Dia Bukan Barang
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12 Dimana Rania?
13
Bab 13 Dia adalah Istriku
14
Bab 14 Kau Masih Istriku
15
Bab 15
16
16 Telat Datang Bulan
17
Bab 17
18
Bab 18 Tidak akan Kembali Bersamanya
19
Bab 19 Tidak Usah Ikut Campur
20
Bab 20 Positif
21
Bab 21 Bantu Gugurkan Kandungan
22
Bab 22
23
Bab 23 Tak Sadarkan Diri
24
Bab 24 Rania Hamil?
25
Bab 25 Tidak akan Menceraikannya
26
Visual Tokoh Terpaksa Menikahi Pria Kejam
27
Bab 26 Aroma tubuh
28
Bab 27 Tinggalkan Aku Sendiri
29
Bab 28 Maafkan Aku ya
30
Bab 29 Lepaskan Rania
31
bab 30 Menculik
32
Bab 31 Pergilah dari Hadapanku
33
Bab 32 Tempatmu adalah di rumahku
34
Bab 33 Lupakan Kekasihmu
35
Bab 34 Tidak Akan Terjadi Apapun Kepadamu
36
Bab 35 Mimpi Buruk
37
Bab 36 Terlalu Banyak Berulah
38
Bab 37 Kedatangan Dewi
39
Bab 38 Aku Kembali
40
Bab 39 Aku Punya Hak atas Dirimu
41
Bab 40 Pergi Berempat
42
Bab 41 Tak Punya Hati
43
Bab 42 Ceraikan Aku Sekarang
44
Bab 43 Keletihan
45
Bab 44 Jangan Macam-macam dengan Bayiku
46
Bab 45 Mabuk
47
Bab 46 Kegelisahan
48
Bab 47 Jangan Mengaturku
49
Bab 48 Syarat
50
Bab 49 Apa Kau Bisa Melayaniku?
51
Bab 50 Cobalah Mempercayaiku
52
Bab 51 Apa Kau Takut Padaku?
53
Bab 52 Istri yang Tidak Kau Cintai
54
Bab 53 Aku Ingin Dekat dengan Anakku
55
Bab 54 Dia Laki-laki Jahat
56
Bab 55 Tempat Terkutuk
57
Bab 56 Melewati Batas
58
Bab 57 Aku Ingin Teman
59
Bab 58 Bioskop Mini
60
Bab 59 Kembar
61
Bab 60 Memijat
62
Bab 61 Tidak Melanggar Janjiku
63
Bab 62 Ingin Pergi Bersamaku?
64
Bab 63 Ingin Sesuatu
65
Bab 64 Mengambil Tindakan
66
Bab 65 Perjanjian
67
Bab 66 Jalan-jalan
68
"Bab 67 Wajah Tampan
69
Bab 68 Senam
70
Bab 69 Dapat Ponsel
71
Bab 70 Kedatangan Mama Laura
72
Bab 71 Berbincang
73
Bab 72 Ingin Randi Datang
74
Bab 73 Randi Datang
75
Bab 74 Dia Mencintaiku
76
Bab 75 Apa Kau Mencintainya?
77
Bab 76 Menunggu Kesempatan
78
Bab 77 Kekecewaan Rania
79
Bab 78 Kepergian Rania
80
Bab 79 Kemarahan Farhan
81
Bab 80 Keputusan Farhan
82
Bab 81 Hidup Tanpa Rania?
83
Bab 82 Terluka
84
Bab 83 Aku mencintaimu
85
Bab 84 Mengembalikan Semangat
86
Bab 85 Bayiku
87
Bab 86 Karma
88
Bab 87 Rindu Rania
89
Bab 88 Tak Rela
90
Bab 89 Bela
91
Bab 90 Benhard (Ben)
92
Bab 91 Bertemu
93
Bab 92 Ben Bela
94
Bab 93 Kembalilah Menjadi Istri ku
95
Bab 94 Tidak Ada Perceraian
96
Bab 95 Pernah Jatuh Cinta
97
Bab 96 Apakah ini Nyata?
98
Bab 97 Maafkan Aku
99
Bab 98
100
Bab 99 Mimpi Buruk 2
101
Bab 100 Depresi
102
Bab 101 Kalung
103
Bab 102 Sangat Mencintai mu
104
Bab 103 Papa
105
Bab 104 Jangan Pergi Bersamanya
106
Bab 105 Tak Bisa Kehilangan
107
Bab 106 Sentuhan Tangan
108
Bab 107 Sekali Lagi
109
Bab 108 Ucapan Terima Kasih
110
Bab 109 Belum Seutuhnya
111
Bab 110 Milikku sepenuhnya (18+)
112
Bab 111 Seperti Pengantin Baru
113
Bab 112 Tidak Lucu
114
Bab 113 Kehangatan dua Sahabat
115
Bab 114 Dewi
116
Bab 115 Makan Siang
117
Bab 116 Membuat Adik
118
Bab 117 Selamat Tinggal Rania
119
Bab 118 Candu (Ending)
120
Promosi Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!