Bab 2 Aku Ingin Hidup

Farhan Ananta Putra, adalah putra satu-satunya dari keluarga konglomerat di kota X. Ia juga dinobatkan sebagai pengusaha yang berhasil meraih kesuksesan di usia muda nya.

Sementara Rania Anastasya, adalah seorang gadis yatim piatu yang dibesarkan oleh orang tua Farhan sejak usia remaja. Rania disekolahkan dan diberi kehidupan yang layak seperti keluarga sendiri.

Farhan dulunya adalah lelaki yang hangat. Ia juga tidak pernah kasar kepada Rania, meskipun gadis itu bukanlah keluarga kandungnya. Rania pun merasa aman setiap kali Farhan ada di dekatnya.

Namun rasa aman itu lama-lama menjadi rasa nyaman. Kemudian berubah menjadi kagum. Rania kagum dengan ketampanan Farhan yang seperti artis Turki idolanya.

Ia kagum dengan kharisma serta ketekunan yang dimiliki oleh lelaki itu.

Hingga pada hari itu, Rania tidak pernah menyangka jika mama Laura dan papa Rangga tengah mempersiapkan jodoh untuk putranya yang tidak lain adalah dirinya.

Mama Laura dan Papa Rangga adalah orang tua angkat yang sangat baik dan menyayangi Rania. Karena terlalu sayangnya, mereka bahkan ingin mengikatkan hubungan resmi dengan Rania yaitu menikahkan putranya dengan gadis itu.

Rania tidak sampai hati menolak. Dan lagi pula Farhan adalah kakak angkatnya yang sangat dikaguminya. Namun siapa sangka, dengan menyetujui pernikahan itu malah membuat Rania menjadi sasaran siksaan Farhan, yang tak pernah sekalipun terpikirkan oleh Rania.

*****

Setelah puas dan lelah menggagahi dan menyiksa Rania, Farhan pun menghentikan kegiatannya dan berbaring di samping istrinya. Ia melepaskan ikatan tangan Rania, karena wanita itu terlihat sudah terdiam tak berdaya.

Wajahnya penuh dengan luka lebam, tangan dan kakinya pun tak luput dari bekas lebam akibat pukulan Farhan. Bibirnya robek dan terus mengeluarkan darah segar. Meski begitu, tak sedikitpun rasa iba pada diri Farhan setelah melihat kondisi Rania.

Rania hanya terdiam, bahkan menangis pun sudah tak mampu karena airmata yang jatuh akan membuat luka nya semakin perih. Wanita itu hanya mengusap tubuhnya dengan kedua tangannya yang kini sudah bisa ia gunakan setelah tadi terikat cukup lama.

Rania melihat ke arah Farhan, ditatapnya laki-laki yang kini telah menjadi suaminya itu. Rania ingin memastikan, apakah Farhan telah lelap dalam tidurnya. Setelah dirasa laki-laki itu tengah terlelap, Rania mengambil ponsel yang terdapat di sebelah bantalnya, lalu mulai menghubungi seseorang melalui chat nya.

"Ma, bisakah kau menjemput ku? Aku tak tahu apakah besok masih hidup dengan baik jika kau tidak menjemput ku ma. Maafkan aku tidak bisa lagi menjadi menantumu."

Begitulah ketikan chat Rania yang ia tujukan ke mama Laura, orang tua angkatnya yang juga kini telah menjadi mertuanya.

Setelah memastikan pesan itu terkirim, ia segera menghapusnya. Ia takut jika besok Farhan akan mendapati dirinya mengadu pada ibunya dan laki-laki itu akan lebih menyiksanya.

Rania merasa pasrah, saat ini sudah jam 2 dini hari. Mama pasti sudah tidur dan mungkin ia tidak bisa diselamatkan.

Rania mencoba beranjak perlahan dari tempat tidurnya, lalu bergerak dengan pelan untuk mengambil pakaiannya dan mengenakannya. Setelah Rania merapikan dirinya, ia pun pergi dengan perlahan dari kamar itu tanpa membawa apapun bersamanya.

Dengan perasaan takut namun tekat yang kuat, Rania berhasil keluar dari rumah suami kejamnya dengan tergopoh-gopoh akibat sakit di sekujur tubuhnya. Baru saja berjalan 100 meter dari rumah itu, terlihat cahaya mobil yang menyoroti dirinya.

Dalam tangisan dan pengharapan, ia berharap itu bukanlah Farhan. Rania tak bisa menghindar karena mobil itu semakin dekat mengarah kepadanya dan berhenti di sisi kiri nya.

Seseorang yang sangat dikenalnya pun turun dari mobil itu dan membuat Rania menangis seketika.

"Ya ampun Rania, kamu kenapa nak?" tanya mama Laura menjerit histeris melihat anak angkat sekaligus menantunya babak belur seperti itu.

Mama Laura pun memeluk Rania dengan hati pilu. Tak menyangka Rania akan mendapati nasib seperti ini. Papa Rangga pun hanya menatapnya dengan rasa bersalah, karena telah membuat anak perempuan yang disayanginya mendapat siksaan yang justru dari anak kandungnya sendiri.

"Mama...Rania minta maaf ma, Rania nggak bisa menjadi menantu mama lagi. Rania ingin hidup ma," jawab Rania sambil terisak dalam pelukan mama Laura.

Terpopuler

Comments

Febby Fadila

Febby Fadila

ya allah sakit banget 😭

2024-11-10

0

Bella syaf

Bella syaf

aku kira yang dateng Farhan 😭

2024-08-31

3

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Malam Pertama dan Siksa
2 Bab 2 Aku Ingin Hidup
3 Bab 3 Takut
4 Bab 4
5 Bab 5 Adik
6 Bab 6
7 Bab 7 Laki-laki yang Baik
8 Bab 8 Dia Bukan Barang
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12 Dimana Rania?
13 Bab 13 Dia adalah Istriku
14 Bab 14 Kau Masih Istriku
15 Bab 15
16 16 Telat Datang Bulan
17 Bab 17
18 Bab 18 Tidak akan Kembali Bersamanya
19 Bab 19 Tidak Usah Ikut Campur
20 Bab 20 Positif
21 Bab 21 Bantu Gugurkan Kandungan
22 Bab 22
23 Bab 23 Tak Sadarkan Diri
24 Bab 24 Rania Hamil?
25 Bab 25 Tidak akan Menceraikannya
26 Visual Tokoh Terpaksa Menikahi Pria Kejam
27 Bab 26 Aroma tubuh
28 Bab 27 Tinggalkan Aku Sendiri
29 Bab 28 Maafkan Aku ya
30 Bab 29 Lepaskan Rania
31 bab 30 Menculik
32 Bab 31 Pergilah dari Hadapanku
33 Bab 32 Tempatmu adalah di rumahku
34 Bab 33 Lupakan Kekasihmu
35 Bab 34 Tidak Akan Terjadi Apapun Kepadamu
36 Bab 35 Mimpi Buruk
37 Bab 36 Terlalu Banyak Berulah
38 Bab 37 Kedatangan Dewi
39 Bab 38 Aku Kembali
40 Bab 39 Aku Punya Hak atas Dirimu
41 Bab 40 Pergi Berempat
42 Bab 41 Tak Punya Hati
43 Bab 42 Ceraikan Aku Sekarang
44 Bab 43 Keletihan
45 Bab 44 Jangan Macam-macam dengan Bayiku
46 Bab 45 Mabuk
47 Bab 46 Kegelisahan
48 Bab 47 Jangan Mengaturku
49 Bab 48 Syarat
50 Bab 49 Apa Kau Bisa Melayaniku?
51 Bab 50 Cobalah Mempercayaiku
52 Bab 51 Apa Kau Takut Padaku?
53 Bab 52 Istri yang Tidak Kau Cintai
54 Bab 53 Aku Ingin Dekat dengan Anakku
55 Bab 54 Dia Laki-laki Jahat
56 Bab 55 Tempat Terkutuk
57 Bab 56 Melewati Batas
58 Bab 57 Aku Ingin Teman
59 Bab 58 Bioskop Mini
60 Bab 59 Kembar
61 Bab 60 Memijat
62 Bab 61 Tidak Melanggar Janjiku
63 Bab 62 Ingin Pergi Bersamaku?
64 Bab 63 Ingin Sesuatu
65 Bab 64 Mengambil Tindakan
66 Bab 65 Perjanjian
67 Bab 66 Jalan-jalan
68 "Bab 67 Wajah Tampan
69 Bab 68 Senam
70 Bab 69 Dapat Ponsel
71 Bab 70 Kedatangan Mama Laura
72 Bab 71 Berbincang
73 Bab 72 Ingin Randi Datang
74 Bab 73 Randi Datang
75 Bab 74 Dia Mencintaiku
76 Bab 75 Apa Kau Mencintainya?
77 Bab 76 Menunggu Kesempatan
78 Bab 77 Kekecewaan Rania
79 Bab 78 Kepergian Rania
80 Bab 79 Kemarahan Farhan
81 Bab 80 Keputusan Farhan
82 Bab 81 Hidup Tanpa Rania?
83 Bab 82 Terluka
84 Bab 83 Aku mencintaimu
85 Bab 84 Mengembalikan Semangat
86 Bab 85 Bayiku
87 Bab 86 Karma
88 Bab 87 Rindu Rania
89 Bab 88 Tak Rela
90 Bab 89 Bela
91 Bab 90 Benhard (Ben)
92 Bab 91 Bertemu
93 Bab 92 Ben Bela
94 Bab 93 Kembalilah Menjadi Istri ku
95 Bab 94 Tidak Ada Perceraian
96 Bab 95 Pernah Jatuh Cinta
97 Bab 96 Apakah ini Nyata?
98 Bab 97 Maafkan Aku
99 Bab 98
100 Bab 99 Mimpi Buruk 2
101 Bab 100 Depresi
102 Bab 101 Kalung
103 Bab 102 Sangat Mencintai mu
104 Bab 103 Papa
105 Bab 104 Jangan Pergi Bersamanya
106 Bab 105 Tak Bisa Kehilangan
107 Bab 106 Sentuhan Tangan
108 Bab 107 Sekali Lagi
109 Bab 108 Ucapan Terima Kasih
110 Bab 109 Belum Seutuhnya
111 Bab 110 Milikku sepenuhnya (18+)
112 Bab 111 Seperti Pengantin Baru
113 Bab 112 Tidak Lucu
114 Bab 113 Kehangatan dua Sahabat
115 Bab 114 Dewi
116 Bab 115 Makan Siang
117 Bab 116 Membuat Adik
118 Bab 117 Selamat Tinggal Rania
119 Bab 118 Candu (Ending)
120 Promosi Novel Baru
Episodes

Updated 120 Episodes

1
Bab 1 Malam Pertama dan Siksa
2
Bab 2 Aku Ingin Hidup
3
Bab 3 Takut
4
Bab 4
5
Bab 5 Adik
6
Bab 6
7
Bab 7 Laki-laki yang Baik
8
Bab 8 Dia Bukan Barang
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12 Dimana Rania?
13
Bab 13 Dia adalah Istriku
14
Bab 14 Kau Masih Istriku
15
Bab 15
16
16 Telat Datang Bulan
17
Bab 17
18
Bab 18 Tidak akan Kembali Bersamanya
19
Bab 19 Tidak Usah Ikut Campur
20
Bab 20 Positif
21
Bab 21 Bantu Gugurkan Kandungan
22
Bab 22
23
Bab 23 Tak Sadarkan Diri
24
Bab 24 Rania Hamil?
25
Bab 25 Tidak akan Menceraikannya
26
Visual Tokoh Terpaksa Menikahi Pria Kejam
27
Bab 26 Aroma tubuh
28
Bab 27 Tinggalkan Aku Sendiri
29
Bab 28 Maafkan Aku ya
30
Bab 29 Lepaskan Rania
31
bab 30 Menculik
32
Bab 31 Pergilah dari Hadapanku
33
Bab 32 Tempatmu adalah di rumahku
34
Bab 33 Lupakan Kekasihmu
35
Bab 34 Tidak Akan Terjadi Apapun Kepadamu
36
Bab 35 Mimpi Buruk
37
Bab 36 Terlalu Banyak Berulah
38
Bab 37 Kedatangan Dewi
39
Bab 38 Aku Kembali
40
Bab 39 Aku Punya Hak atas Dirimu
41
Bab 40 Pergi Berempat
42
Bab 41 Tak Punya Hati
43
Bab 42 Ceraikan Aku Sekarang
44
Bab 43 Keletihan
45
Bab 44 Jangan Macam-macam dengan Bayiku
46
Bab 45 Mabuk
47
Bab 46 Kegelisahan
48
Bab 47 Jangan Mengaturku
49
Bab 48 Syarat
50
Bab 49 Apa Kau Bisa Melayaniku?
51
Bab 50 Cobalah Mempercayaiku
52
Bab 51 Apa Kau Takut Padaku?
53
Bab 52 Istri yang Tidak Kau Cintai
54
Bab 53 Aku Ingin Dekat dengan Anakku
55
Bab 54 Dia Laki-laki Jahat
56
Bab 55 Tempat Terkutuk
57
Bab 56 Melewati Batas
58
Bab 57 Aku Ingin Teman
59
Bab 58 Bioskop Mini
60
Bab 59 Kembar
61
Bab 60 Memijat
62
Bab 61 Tidak Melanggar Janjiku
63
Bab 62 Ingin Pergi Bersamaku?
64
Bab 63 Ingin Sesuatu
65
Bab 64 Mengambil Tindakan
66
Bab 65 Perjanjian
67
Bab 66 Jalan-jalan
68
"Bab 67 Wajah Tampan
69
Bab 68 Senam
70
Bab 69 Dapat Ponsel
71
Bab 70 Kedatangan Mama Laura
72
Bab 71 Berbincang
73
Bab 72 Ingin Randi Datang
74
Bab 73 Randi Datang
75
Bab 74 Dia Mencintaiku
76
Bab 75 Apa Kau Mencintainya?
77
Bab 76 Menunggu Kesempatan
78
Bab 77 Kekecewaan Rania
79
Bab 78 Kepergian Rania
80
Bab 79 Kemarahan Farhan
81
Bab 80 Keputusan Farhan
82
Bab 81 Hidup Tanpa Rania?
83
Bab 82 Terluka
84
Bab 83 Aku mencintaimu
85
Bab 84 Mengembalikan Semangat
86
Bab 85 Bayiku
87
Bab 86 Karma
88
Bab 87 Rindu Rania
89
Bab 88 Tak Rela
90
Bab 89 Bela
91
Bab 90 Benhard (Ben)
92
Bab 91 Bertemu
93
Bab 92 Ben Bela
94
Bab 93 Kembalilah Menjadi Istri ku
95
Bab 94 Tidak Ada Perceraian
96
Bab 95 Pernah Jatuh Cinta
97
Bab 96 Apakah ini Nyata?
98
Bab 97 Maafkan Aku
99
Bab 98
100
Bab 99 Mimpi Buruk 2
101
Bab 100 Depresi
102
Bab 101 Kalung
103
Bab 102 Sangat Mencintai mu
104
Bab 103 Papa
105
Bab 104 Jangan Pergi Bersamanya
106
Bab 105 Tak Bisa Kehilangan
107
Bab 106 Sentuhan Tangan
108
Bab 107 Sekali Lagi
109
Bab 108 Ucapan Terima Kasih
110
Bab 109 Belum Seutuhnya
111
Bab 110 Milikku sepenuhnya (18+)
112
Bab 111 Seperti Pengantin Baru
113
Bab 112 Tidak Lucu
114
Bab 113 Kehangatan dua Sahabat
115
Bab 114 Dewi
116
Bab 115 Makan Siang
117
Bab 116 Membuat Adik
118
Bab 117 Selamat Tinggal Rania
119
Bab 118 Candu (Ending)
120
Promosi Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!